Hewan: Sapi

  • 8 Tips agar Panggangan BBQ Tidak Lengket

    8 Tips agar Panggangan BBQ Tidak Lengket

    Jakarta, Beritasatu.com – Malam Tahun Baru sering kali dirayakan dengan barbeque (BBQ) bersama orang-orang terdekat, tetapi masalah yang sering muncul adalah panggangan yang lengket. Tenang, ada tips agar panggangan BBQ tidak lengket.

    Untuk memastikan pengalaman BBQ Anda lancar dan menyenangkan, berikut ini delapan tips panggangan tidak lengket yang dapat membantu Anda menghindari masalah tersebut, dikutip dari berbagai sumber, Senin (30/12/2024).

    1. Bersihkan panggangan
    Sebelum memulai memanggang, pastikan panggangan dalam keadaan bersih. Sisa-sisa makanan yang menempel dari kegiatan memasak sebelumnya dapat menyebabkan daging lengket. Gunakan sikat kawat atau alat pembersih panggangan untuk menghilangkan kotoran dan sisa-sisa makanan. Setelah dibersihkan, bilas dengan air dan keringkan panggangan sebelum digunakan.

    2. Panaskan panggangan sebelum memasak
    Salah satu tips panggangan tidak lengket adalah dengan memanaskan panggangan terlebih dahulu. Nyalakan panggangan dan biarkan selama sekitar 10-15 menit hingga suhu tinggi tercapai. Suhu tinggi membantu menciptakan lapisan karamelisasi pada permukaan daging, sehingga mengurangi kemungkinan lengket.

    3. Oles panggangan dengan minyak
    Mengolesi permukaan panggangan dengan minyak adalah langkah penting untuk mencegah lengket. Gunakan minyak goreng seperti minyak sayur, minyak zaitun, atau bahkan bawang bombai yang telah dipotong untuk mengolesi permukaan panggangan. Pastikan menggunakan kain atau kuas bersih agar minyak merata dan tidak berlebihan.

    4. Pilih daging yang tepat
    Jenis daging juga berpengaruh pada tingkat lengket saat memanggang. Daging dengan sedikit lemak, seperti dada ayam tanpa kulit atau ikan, cenderung lebih mudah dipanggang tanpa lengket. Namun, jika memilih potongan berlemak seperti daging sapi ribeye, pastikan memanggangnya dengan hati-hati agar tidak lengket.

    5. Jangan terlalu sering membolak-balik daging
    Kesabaran adalah kunci saat memanggang. Setelah menempatkan daging di atas panggangan, biarkan beberapa menit hingga matang sebelum membaliknya. Jika terus membolak-balik daging, kemungkinan besar daging akan lengket. Tunggu hingga sisi pertama benar-benar matang dan mudah terlepas sebelum membaliknya.

    6. Gunakan bumbu marinasi
    Marinasi tidak hanya menambah cita rasa pada daging, tetapi juga membantu menciptakan lapisan pelindung antara daging dan panggangan. Gunakan campuran bumbu dan asam (seperti cuka atau jus lemon) untuk merendam daging selama beberapa jam sebelum memanggang. Ini akan membantu menjaga kelembapan dan mengurangi kemungkinan lengket.

    7. Cek suhu daging
    Memastikan daging mencapai suhu yang tepat sangat penting untuk hasil yang baik. Gunakan termometer daging untuk memeriksa suhu internalnya. Daging yang dimasak pada suhu yang tepat cenderung lebih mudah terlepas dari panggangan dibandingkan dengan yang kurang matang atau terlalu matang.

    8. Gunakan alat pemanggang berkualitas
    Terakhir, pertimbangkan untuk menggunakan alat pemanggang berkualitas dengan lapisan antilengket. Beberapa alat pemanggang modern dilengkapi dengan teknologi antilengket yang dapat membantu mengurangi masalah lengket saat memanggang daging. Pastikan juga untuk merawat alat pemanggang agar tetap dalam kondisi baik.

    Dengan mengikuti tips panggangan tidak lengket ini, Anda dapat menikmati BBQ yang sempurna dan menghindari kesulitan saat memanggang. Pastikan untuk mempersiapkan dengan baik agar perayaan Tahun Baru Anda semakin menyenangkan.

  • Disnakkan Magetan Catat 781 Kasus PMK dalam 2024, 33 Ekor Sapi Mati

    Disnakkan Magetan Catat 781 Kasus PMK dalam 2024, 33 Ekor Sapi Mati

    Magetan (beritajatim.com) – Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Nur Haryani, menyampaikan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali merebak di penghujung tahun 2024.

    Sepanjang tahun ini, tercatat ada 781 kasus PMK di Magetan, dengan 33 ternak mati, 23 ekor dipotong paksa, dan sisanya dalam proses pengobatan. Sebanyak 281 kasus terdeteksi di Bulan Desember 2024.

    “Ini memang pukulan berat, baik bagi kami maupun peternak. Setelah sebelumnya kasus PMK dianggap mulai mereda, dua bulan terakhir ini justru mengalami peningkatan,” ujar Nur Haryani, Senin (30/12/2024)

    Meski situasi ini menjadi cobaan besar, pihaknya tetap berupaya mengembalikan Magetan sebagai salah satu lumbung ternak utama di Jawa Timur dan penyangga kebutuhan nasional.

    Beberapa langkah strategis telah dilakukan untuk mengatasi penyebaran PMK, termasuk edukasi dan sosialisasi kepada peternak di 235 desa dan 18 kecamatan yang terdampak.

    Nur Haryani menekankan pentingnya vaksinasi sebagai kunci utama pencegahan PMK. Dia mengimbau peternak untuk aktif mengikuti program vaksinasi dan segera melapor jika menemukan gejala mencurigakan pada ternaknya. “Kami juga menyediakan layanan Call Center URC untuk menangani laporan masyarakat secara cepat,” jelasnya.

    Selain itu, ia mengingatkan peternak agar:

    1. Tidak membeli ternak dari luar wilayah Jawa Timur. Jika membeli ternak, pastikan memiliki rekam vaksinasi yang dapat dicek melalui barcode di telinga ternak.

    2. Melakukan desinfeksi kandang secara rutin untuk memutus rantai penyebaran virus.

    3. Mengikuti pembinaan langsung dari petugas yang dilakukan secara intensif di tingkat desa dan kecamatan.

    “Upaya ini dilakukan agar edukasi sampai ke seluruh lapisan masyarakat, khususnya peternak, sehingga kita bisa bersama-sama menangani PMK,” tambahnya.

    Meski tantangan masih besar, Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan optimis bahwa kerja sama antara pemerintah, peternak, dan masyarakat akan mampu mengendalikan penyebaran PMK. Diketahui, ada 69.000 ekor sapi potong dan 900 ekor sapi perah di Magetan. “Kami bekerja keras agar situasi ini segera membaik. Semoga Magetan bisa kembali berjaya sebagai lumbung ternak utama,” tutup Nur Haryani. [kun]

  • Lamongan Tingkatkan Kewaspadaan terhadap PMK pada Sapi

    Lamongan Tingkatkan Kewaspadaan terhadap PMK pada Sapi

    Lamongan (beritajatim.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap sebaran kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Penyakit yang menyerang hewan ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba ini kembali merebak di sejumlah daerah, terutama saat musim penghujan.

    “Ya benar, ada kasus PMK lagi, sejalan dengan musim penghujan,” kata Kepala Disnakeswan Lamongan, Shofiah Nurhayati, saat dikonfirmasi, Senin (30/12/2024).

    Shofiah menyebutkan, di Kabupaten Lamongan saat ini terdapat kurang lebih 100 ekor sapi yang terpapar PMK. Kasus tersebut tersebar di 16 kecamatan. Meski demikian, tingkat kesembuhan cukup besar, yakni mencapai 60 persen.

    “Yang mati hanya 5, sisanya dalam pengobatan,” tuturnya.

    Meski tingkat kesembuhan tinggi, Shofiah menegaskan bahwa kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Ia memprediksi kasus PMK berpotensi meningkat pada Februari 2025.

    Untuk mengantisipasi penularan PMK, Disnakeswan Lamongan melakukan sejumlah langkah strategis. Beberapa upaya yang dilakukan meliputi:

    Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE):
    Memberikan penyuluhan kepada peternak di pasar hewan terkait pencegahan dan penanganan PMK.
    Penguatan Fasilitas:
    Distribusi vitamin, obat-obatan, disinfektan, serta pemberian vaksin untuk sapi yang sehat.
    Peningkatan Koordinasi:
    Pengiriman surat edaran ke kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengendalian kasus PMK.

    Terbaru, Disnakeswan Lamongan mengadakan sosialisasi kewaspadaan PMK di Desa Sekarbagus dan Desa Lawanganagung, Kecamatan Sugio. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman peternak tentang pencegahan dan penanganan PMK.

    “Yang terpenting untuk pengendalian PMK harus ada kerja sama antara peternak dan petugas pelayanan kesehatan. Peternak harus memahami faktor penularannya, mulai dari orang, benda, dan hewan, serta meningkatkan bioscurity,” kata Shofiah. [fak/beq]

  • Prabowo Bakal Impor 1 Juta Sapi Perah untuk MBG, Solusi atau Masalah Baru? – Page 3

    Prabowo Bakal Impor 1 Juta Sapi Perah untuk MBG, Solusi atau Masalah Baru? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Peneliti Celios Bakhrul Fikri menyoroti rencana Pemerintah Indonesia yang akan melakukan impor satu juta sapi perah guna memenuhi kebutuhan susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Menurut Fikri, rencana impor satu juta sapi perah tersebut sangat problematik. Lantaran, sektor peternakan lokal justru sedang mengalami kesulitan. Salah satu problem utama yang dihadapi peternak susu domestik adalah penolakan produk susu mereka oleh pabrik-pabrik pengolah susu. Hal itu dialami oleh peternak sapi di Boyolali.

    Para peternak melakukan aksi protes dengan membuang susu, karena tak ada pihak yang membeli. Fenomena ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam sistem distribusi susu lokal, di mana permintaan tidak sebanding dengan jumlah produksi, dan pabrik-pabrik pengolah susu justru menolak pasokan dari para peternak.

    “Indonesia bakal impor 1 juta sapi perah untuk kebutuhan makan bergizi gratis. Ini sangat problematik ya, karena disisi lain kita baru melihat bahwa para peternak susu di Boyolali melakukan aksi protes membuang hasil produksi susunya. Karena masalah ditolak oleh pabrik-pabrik yang biasanya mereka suppy,” kata Fikri dalam diskusi publik, Senin (30/12/2024).

    Di sisi lain, pemerintah Indonesia tengah berusaha memenuhi kebutuhan gizi anak-anak melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang tentu membutuhkan pasokan susu dalam jumlah besar.

    Susu, sebagai salah satu bahan makanan bergizi yang kaya akan kalsium dan protein, memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan anak-anak. Oleh karena itu, untuk memenuhi target makan bergizi gratis, pemerintah harus memastikan pasokan susu yang cukup.

    “Di sisi lain program makanan bergizi gratis ini membutuhkan supply susu untuk bisa memenuhi gizi dari anak-anak yang akan menerima manfaat dari program MBG,” ujarnya.

    Namun, alih-alih memperkuat industri susu lokal, pemerintah justru memilih untuk mengimpor satu juta sapi perah. Keputusan ini menuai kritik, karena tidak hanya akan mempengaruhi para peternak lokal yang tengah terpuruk, tetapi juga menambah ketergantungan Indonesia terhadap pasokan luar negeri.

     

  • Mau Masak-masak Buat Tahun Baruan? Cek Dulu Harga-harga Pangan di Sini

    Mau Masak-masak Buat Tahun Baruan? Cek Dulu Harga-harga Pangan di Sini

    Jakarta: Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga sejumlah komoditas pangan secara umum turun, cabai rawit merah menjadi Rp55.480 per kilogram (kg), dan bawang putih bonggol Rp42.610 per kg di Minggu pagi.
     
    Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas pukul 09.00 WIB, dikutip dari Antara, secara umum harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional, beras premium naik 0,32 persen atau Rp50 menjadi Rp15.490 per kg.
     
    Sedangkan beras medium turun 0,37 persen atau Rp50 menjadi Rp13.450 per kg; begitu pun beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog turun 0,56 persen atau Rp70 menjadi Rp12.470 per kg.
     
    Selanjutnya komoditas bawang merah terpantau turun 2,45 persen atau Rp1.000 menjadi Rp39.820 per kg; lalu bawang putih bonggol juga turun 0,14 persen atau Rp60 menjadi Rp42.610 per kg.
     
    Kemudian, harga komoditas cabai merah keriting juga turun 3,39 persen atau Rp1.610 menjadi Rp45.870 per kg; begitu pun cabai rawit merah turun 3,56 persen atau Rp2.050 menjadi Rp55.480 per kg.
     
    Selanjutnya harga daging sapi murni turun 0,89 persen atau Rp1.200 menjadi Rp134.180 per kg; sedangkan daging ayam ras naik 0,53 persen atau Rp200 menjadi Rp37.950 per kg; berbeda dengan telur ayam ras turun 1,39 persen atau Rp430 menjadi Rp30.500 per kg.
     

     

    Harga minyak goreng turun
     
    Komoditas kedelai biji kering (impor) terpantau naik 1,64 atau Rp170 menjadi Rp10.530 per kg; begitu pun gula konsumsi naik 0,55 persen atau Rp100 menjadi Rp18.120 per kg.
     
    Selanjutnya minyak goreng kemasan sederhana turun 0,64 persen atau Rp120 menjadi Rp18.690 per kg; lalu minyak goreng curah juga turun 3,47 persen atau Rp610 menjadi Rp16.990 per kg.
     
    Kemudian komoditas tepung terigu curah juga turun 2,76 persen atau Rp280 menjadi Rp9.850 per kg; begitu pula terigu non curah juga turun 2,29 persen atau Rp300 menjadi Rp12.810 per kg.
     
    Berbeda dengan harga jagung di tingkat peternak naik 3,95 persen atau Rp240 menjadi Rp6.320 per kg; begitu pula harga garam halus beryodium naik 0,26 persen atau Rp30 menjadi Rp11.630 per kg.
     
    Selanjutnya, untuk harga ikan kembung terpantau naik 1,78 persen atau Rp690 menjadi Rp39.550 per kg; sedangkan ikan tongkol turun 2,59 persen atau Rp850 menjadi Rp32.000 per kg; begitu pun dengan ikan bandeng juga turun 3,86 persen atau Rp1.320 menjadi Rp32.880 per kg.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (HUS)

  • Wabah PMK di Ngawi, DPRD Jatim Sodorkan 3 Langkah Strategis

    Wabah PMK di Ngawi, DPRD Jatim Sodorkan 3 Langkah Strategis

    Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono mendesak Dinas Peternakan (Disnak) Jatim untuk segera bertindak untuk mengatasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda wilayah Ngawi.

    Apalagi, lanjut dia, wabah PMK di Ngawi telah menewaskan puluhan sapi secara mendadak dan menimbulkan kerugian besar bagi para peternak.

    Deni menyebut bahwa kasus ini tidak bisa dianggap remeh, mengingat dampaknya yang sangat merugikan ekonomi masyarakat, khususnya para peternak kecil. Dia juga menyoroti lambannya respons dari pihak terkait dalam menangani wabah tersebut.

    “Kematian 35 ekor sapi dan infeksi pada ratusan ternak lainnya adalah alarm serius bagi pemerintah daerah. Disnak Jatim harus segera turun ke lapangan dan mengambil langkah konkret untuk mengendalikan situasi ini,” ujar Deni saat dihubungi, Minggu (29/12/2024).

    Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono.

    Menurut Deni, langkah-langkah strategis seperti distribusi vaksin, pemberian edukasi kepada peternak, dan penerapan protokol kesehatan untuk ternak harus segera dilakukan. Dia juga meminta agar pemerintah memberikan bantuan langsung kepada peternak yang kehilangan ternaknya akibat PMK.

    “Tidak cukup hanya memberikan imbauan, tetapi harus ada tindakan nyata. Peternak yang mengalami kerugian harus mendapatkan kompensasi agar mereka bisa bangkit kembali,” tambah Deni.

    Deni juga menyebut pentingnya koordinasi lintas sektor untuk menangani wabah ini. Deni menegaskan bahwa Disnak Jatim harus bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan aparat desa untuk mempercepat distribusi bantuan dan vaksinasi ternak.

    “Jika wabah ini terus meluas tanpa penanganan cepat, dampaknya akan semakin parah. Kita tidak hanya bicara soal ekonomi, tetapi juga ketahanan pangan di Jawa Timur,” tegas politisi PDIP ini.

    Hingga saat ini, laporan dari Ngawi mencatat 125 ekor sapi terinfeksi PMK, dengan 35 di antaranya mati mendadak. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Deni berharap kejadian ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat pengawasan dan pencegahan wabah di masa depan.

    “Kita harus belajar dari kasus ini. Jangan sampai wabah seperti ini terulang tanpa kesiapan yang memadai. Disnak Jatim harus bergerak lebih cepat dan lebih efektif,” tutup Deni.[asg/but]

  • Harga Telur Ayam Makin Mahal di Akhir Tahun, Ini Penyebabnya – Page 3

    Harga Telur Ayam Makin Mahal di Akhir Tahun, Ini Penyebabnya – Page 3

    Sejumlah harga bahan pangan mengalami kenaikan sejak awal pekan hingga menjelang Tahun Baru 2025. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga telur ayam ras naik menjadi Rp30.710 per kilogram (kg) di tingkat pedagang eceran secara nasional.

    Selain telur ayam, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan. Beras premium naik 0,58 persen atau Rp90 menjadi Rp15.490 per kg.

    Harga cabai merah keriting naik 1,05 persen atau Rp480 menjadi Rp46.280 per kg, sementara cabai rawit merah naik 0,88 persen atau Rp490 menjadi Rp56.130 per kg.

    Sebaliknya, beberapa harga komoditas justru mengalami penurunan. Harga daging sapi murni turun 0,95 persen atau Rp1.290 menjadi Rp133.930 per kg, dan beras medium turun 0,59 persen atau Rp80 menjadi Rp13.390 per kg.

    Dengan adanya fluktuasi harga ini, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

     

     

     

     

    Reporter: Sulaeman

    Sumber: Merdeka.com

  • Alasan Pemerintah Jadikan Daun Kelor Pengganti Susu di Makan Gratis

    Alasan Pemerintah Jadikan Daun Kelor Pengganti Susu di Makan Gratis

    Jakarta, CNN Indonesia

    Badan Gizi Nasional akan menjadikan daun kelor dan telur ayam sebagai bahan alternatif bahan makanan pengganti susu pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan dengan kebijakan ini tak semua peserta penerima Makan Bergizi Gratis akan mendapatkan susu sebagai bagian dari menu mereka.

    Penyaluran susu akan diprioritaskan ke daerah-daerah sentra sapi perah.

    “Susu itu akan diberikan di daerah-daerah yang memang di situ daerah peternakan. Kalau bukan di daerah peternakan, tidak usah dipaksakan,” ujar Dadan usai Rakortas CPP 2025 di Jakarta, Senin (23/12).

    Dadan mengatakan telur dan daun kelor bisa menggantikan kebutuhan gizi yang terkandung dalam susu.

    Menurut Dadan, telur ayam dapat memenuhi kebutuhan protein, sementara daun kelor menyediakan kalsium bagi anak-anak peserta program.

    “(Menu susu) cukup bisa diganti dengan telur. Kalsiumnya bisa dengan (daun) kelor. Yang jauh dari susu dan logistiknya susah, ya tidak usah dipaksakan. Bisa ada telur, bisa kelor,” jelasnya.

    Kendati, Dadan memastikan susu tetap akan menjadi bagian dari menu di daerah dengan peternakan sapi perah yang mencukupi.

    “Di daerah-daerah dengan peternakan sapi perah yang cukup, itu akan menjadi bagian dari makanan mereka,” tegas dia.

    Dadan juga mengungkapkan program makan bergizi gratis ini direncanakan menjangkau sekitar 3 juta penerima manfaat. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap, mulai 6 Januari 2025.

    “Pokoknya 3 juta penerima manfaat. Kita mulai bertahap lah, 6 Januari (2025) kan pembukaan,” pungkasnya.

    (del/agt)

  • Harga Komoditas Pangan Terbaru: Cabai Rawit Merah Turun, Minyak Goreng Stabil – Page 3

    Harga Komoditas Pangan Terbaru: Cabai Rawit Merah Turun, Minyak Goreng Stabil – Page 3

    Harga daging sapi murni turun 0,89 persen atau Rp1.200 menjadi Rp134.180 per kg. Berbeda dengan daging ayam ras yang naik tipis sebesar 0,53 persen atau Rp200 menjadi Rp37.950 per kg.

    Sementara itu, telur ayam ras mengalami penurunan 1,39 persen atau Rp430 menjadi Rp30.500 per kg.

    Komoditas Lain: Minyak Goreng, Gula, dan Tepung

    Minyak goreng kemasan sederhana turun 0,64 persen atau Rp120 menjadi Rp18.690 per kg, sedangkan minyak goreng curah mencatat penurunan lebih tajam sebesar 3,47 persen atau Rp610 menjadi Rp16.990 per kg. Gula konsumsi mengalami kenaikan 0,55 persen atau Rp100 menjadi Rp18.120 per kg.

    Harga tepung terigu curah turun 2,76 persen atau Rp280 menjadi Rp9.850 per kg, sementara tepung terigu non-curah juga turun 2,29 persen atau Rp300 menjadi Rp12.810 per kg.

     

  • PMK Menghantam Sapi di Magetan, Warga Terpaksa Jual dengan Harga Murah
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        29 Desember 2024

    PMK Menghantam Sapi di Magetan, Warga Terpaksa Jual dengan Harga Murah Regional 29 Desember 2024

    PMK Menghantam Sapi di Magetan, Warga Terpaksa Jual dengan Harga Murah
    Tim Redaksi
    MAGETAN, KOMPAS.com
    – Puluhan sapi milik warga Desa Kedung Guwo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten
    Magetan
    , Jawa Timur, dilaporkan mati setelah mengalami gejala lemas dan kuku terluka.
    Rohman, salah satu warga Desa Kedung Guwo, mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir, dua sapi miliknya mati.
    “Kemarin induknya yang berusia 10 tahun, tadi pagi anaknya yang berusia 2 bulan juga mati. Akhirnya kami kubur,” ujarnya, Minggu (29/12/2024).
    Rohman menduga sapi-sapi miliknya terserang Penyakit Mulut dan Kuku (
    PMK
    ), karena beberapa hari terakhir, sapi-sapi tersebut lemas dan tidak mau makan.
    “Tidak mau makan karena mulutnya seperti sariawan, terus kakinya juga ada luka,” katanya.
    Meskipun sudah melakukan vaksinasi tiga kali pada dua sapi induk miliknya, salah satunya tetap mati. Satu induk sapi lainnya bersama anaknya yang berusia 7 bulan kini juga terlihat sakit.
    “Yang mati itu sudah disuntik 3 kali, kalau anaknya belum disuntik. Yang masih sakit, termasuk anaknya, sudah disuntik 3 kali, sekali suntik Rp 100.000, semoga bisa bertahan,” ujar Rohman.
    Sementara itu, Sugianto, pemilik sapi lainnya di Desa Kedung Guwo, mengaku memilih menjual sapi-sapinya dengan harga murah daripada menanggung kerugian lebih parah.
    “Daripada rugi, saya jual meski harganya murah sekali. Yang sehat hanya laku Rp 5 juta, padahal harga normalnya Rp 25 juta. Yang sakit hanya laku Rp 1 juta,” kata Sugianto.
    Dia juga mengungkapkan bahwa lebih dari 70 sapi milik tetangganya mengalami sakit yang sama dan mati.
    “Populasi sapi di desa kami hampir habis karena banyak yang mati. Kalau tidak mati ya dijual murah daripada rugi,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.