Hewan: Bebek

  • Puluhan Rumah Pemotongan Unggas di Blitar Tak Bersertifikat Halal

    Puluhan Rumah Pemotongan Unggas di Blitar Tak Bersertifikat Halal

    Blitar (beritajatim.com) – Puluhan Rumah Potong Unggas (RPU) yang biasa menyembelih ayam hingga bebek di Kabupaten Blitar ternyata tidak mengantongi sertifikat halal. Hal itu tentu mencengangkan, karena rumah pemotongan unggas tersebut sudah beroperasi cukup lama.

    Lantas bagaimana hukum daging ayam serta bebek yang disembelih oleh rumah pemotongan unggas yang tak bersertifikat halal? Meski belum memiliki sertifikat halal, namun belum tentu juga cara pemotongan hewan di tempat tersebut tidak sesuai syariat.

    Namun pada dasarnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan telah mewajibkan sertifikat halal produk makanan dan minuman, termasuk Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) yang menyediakan daging aman, sehat, utuh dan halal.

    “Masih banyak rumah pemotongan yang belum bersertifikat halal, terutama kelompok perunggasan seperti ayam, bebek, puyuh, mentok atau itik dan lainnya,” kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kabid Keswan dan Kesmavet) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Nanang Miftahudin, Minggu (12/5/2024).

    Sejauh ini di Kabupaten Blitar memang sudah ada 3 RPH dan 2 RPU milik swasta yang sudah tersertifikasi halal. Namun di luar 5 tempat tersebut, masih banyak rumah pemotongan hewan dan unggas di Kabupaten Blitar yang tak bersertifikat halal.

    “Jadi kalau secara persyaratan kelengkapan RPU, memang belum bisa memenuhi untuk mendapat sertifikat halal,” bebernya.

    Pemkab Blitar memberikan batas waktu hingga Oktober 2024 ini untuk tempat pemotongan unggas agar mengurus sertifikat halalnya. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar mengakui belum bisa menertibkan semua tempat pemotongan unggas terkait sertifikat halal.

    Yang bisa dilakukan oleh Disnakkan Kabupaten Blitar yakni memfasilitasi RPU agar segera tersertifikasi halal. “Rencananya tahun 2024 ini akan dibangun RPU dari Dana Anggaran Khusus (DAK) pusat,” ungkapnya.

    Sebenarnya sertifikasi halal adalah kewenangan dari Kemenag, serta MUI sebagai auditor. Bersama beberapa OPD terkait seperti Disperindag, Dinas Koperasi dan UMKM serta DPMPTSP.

    Oleh karena itu Disnakkan terus berupaya melakukan sosialisasi dan fasilitasi, termasuk tahun ini dalam rangka pelaksanaan kurban. “Kami akan melaksanakan webinar ke para takmir masjid atau panitia kurban, untuk sosialisasi dan pembelajaran pemotongan hewan kurban kaidah halal,” terangnya. [owi/suf]

  • Bocah Hanyut di Sungai Sraten Banyuwangi Sempat Teriak Tolong

    Bocah Hanyut di Sungai Sraten Banyuwangi Sempat Teriak Tolong

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, ada seorang bocah laki-laki terjatuh ke sungai bersama motornya. Lokasinya di sungai Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

    “Sekira jam 14.30 WIB saudara Nur Hidayat sedang membuang sampah di sungai Dusun Krajan RT01/04 Desa Sraten, Kecamatan Cluring, melihat anak laki-laki dengan membawa sepeda motor protolan jenis bebek warna hitam,” kata Ade Setiawan petugas BPBD Banyuwangi, menceritakan keterangan saksi bernama Nur Hidayat, Rabu (24/4/2024).

    Dari keterangan itu, ungkap Ade, saksi melihat langsung korban menggunakan motor di sisi sungai. Korban terlihat akan putar balik, namun naas motornya terjun ke sungai.

    “Tidak sampai putar balik sepeda yang di kendarainya langsung terjun di sungai. Saat itu sungainya dalam keadaan banjir besar dan korban itu sempat diteriakin untuk disuruh ke pinggir sungai,” katanya.

    Namun upayanya gagal, lantaran sang bocah tampak tak bisa berenang. Meskipun, sempat melakukan pengejaran hingga ke hilir sungai namun tubuh bocah itu menghilang.

    “Melihat arus air sungai yang sangat deras korban tersebut tidak bisa berenang ke pinggir sungai. Setelah itu sempat mengejar sampai di bawah sungai sambil menyusuri di pinggiran sungai korban tersebut sudah tidak ada atau hilang beserta sepeda motornya,” pungkasnya.

    Sebelumnya diberitakan, ada seorang bocah belasan tahun hanyut di sungai Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Hingga saat ini, korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian. (rin/ian)

  • Pemkab Sidoarjo Beri Pelatihan Budidaya Bebek Pedaging Peking Kepada Gapoktan

    Pemkab Sidoarjo Beri Pelatihan Budidaya Bebek Pedaging Peking Kepada Gapoktan

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Puluhan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sekar Jaya Desa Simogirang Prambon mendapatkan pelatihan budidaya bebek pedaging jenis peking oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo di balai desa setempat, Selasa (23/04/2024) kemarin.

    Sebanyak 30 orang anggota gapoktan juga mendapatkan 100 bibit bebek peking gratis sekaligus pakannya. Pelatihan itu menghadirkan narasumber dari Unair Surabaya Dr. Drh. Emy Kostanti Sabdoningrum, M.Kes. Selain itu juga dihadirkan langsung peternak bebek asal Mojosari Mojokerto Lukman untuk membagikan ilmunya.

    Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Eni Rustianingsih mengatakan kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan penghasilan masyarakat dari beternak bebek pedaging. Sektor peternakan merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat. Namun ia melihat sektor peternakan saat ini belum cukup mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

    Menurutnya hal itu disebabkan minimnya pengetahuan untuk menjadi seorang peternak. Sehingga pengelolaan peternakan tidak dapat berjalan baik. “Melalui pelatihan ini diharapkan mampu menambah income keluarga dengan beternak bebek pedaging dan juga mampu mencukupi konsumsi protein hewani anggota keluarga,” ucapnya di sela-sela acara.

    Eni Rustianingsi menambahkan salah satu usaha peternakan yang cukup menjanjikan saat ini adalah budidaya bebek pedaging jenis peking. “Harga bebek pedaging saat ini cukup tinggi di pasaran. Permintaannya pun juga cukup tinggi,” tukasnya.

    Oleh karenanya, ia berharap pelatihan budidaya bebek pedaging jenis peking kali ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Peserta pelatihan diharapkan dapat mempraktekkannya langsung usai menerima pelatihan. Dengan begitu peningkatan penghasilan masyarakat dari sektor peternakan dapat langsung dirasakan masyarakat.

    “Jenis bebek pedaging yang saat ini cukup banyak digemari yakni jenis bebek peking dan bebek hibrida. Kedua bebek ini cukup banyak diminati di kalangan masyarakat karena memiliki keunggulan pertumbuhan dagingnya,” urai Eni.

    Eni Rustianingsih melihat perawatan dan cara ternak bebek pedaging hibrida dengan bebek peking sama saja. Masa panennya sekitar 40 hingga 45 hari. Jangka waktu panen tersebut sangat cocok untuk peternak pemula.

    “Kami berharap bibit bebek pedaging yang diterima dapat dipelihara dengan baik, dan diharapkan bisa berkembang menjadi usaha tambahan yang akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan mencukupi kebutuhan konsumsi protein hewani keluarga,” harapnya.

    Sementara itu Susilo salah satu peserta pelatihan tampak sumringah mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya fasilitas pelatihan budidaya bebek semacam ini sangat bermanfaat bagi masyarakat seperti dirinya.

    Apalagi sambung Susilo, Pemkab Sidoarjo memfasilitasinya juga dengan memberikan gratis bibit bebek peking yang akan diternak. Ditambah lagi pakan gratis yang juga diberikan. “Alhamdulillah, Desa Simogirang kebetulan mendapatkan bantuan anakan bebek Peking gratis kepada 30 orang, ada 100 ekor anakan bebek peking di tambah 30 kilo pakan konsentrat yang diberikan kepada masing-masing peserta pelatihan,” ujarnya.

    Susilo mengatakan dirinya akan berupaya menjadi peternak pemula bebek pedaging yang sukses dari ilmu yang telah diterimanya. Setelah itu ia akan berusaha untuk mengembangkan budidaya bebek seperti ini. Dengan begitu budidaya bebek pedaging oleh peternak Sidoarjo dapat terus berkelanjutan dan mampu meningkatkan perekonomian warga Sidoarjo.

    “Kami penerima bantuan ini berterima kasih kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo dan juga kepada Desa Simogirang karena bukan hanya bantuan yang diberikan tetapi kita juga diberi pelatihan budidaya bebek mulai cara merawat anakan bebek kecil sampai menjadi bebek pedaging untuk bisa kita jual nantinya,” ungkapnya. (isa/kun)

  • DPRD Bangkalan Minta Dinas Segera Lakukan Perbaikan Taman Rekreasi Kota

    DPRD Bangkalan Minta Dinas Segera Lakukan Perbaikan Taman Rekreasi Kota

    Bangkalan (beritajatim.com) – DPRD Bangkalan menyoroti Taman Rekreasi Kota (TRK) yang berada di belakang Stadion Gelora Bangkalan (SGB) yang kurang terawat.

    Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan Efendi meminta dinas terkait untuk segera memperbaiki sarana dan prasarana yang telah rusak di TRK. Sebab taman tersebut berada di tengah kota dan menjadi salah satu ikon Bangkalan.

    “Di TRK itu biasanya ada yang jaga, anehnya sampah yang berserakan tidak dibersihkan. Begitu juga fasilitas TRK kenapa tidak dirawat,” terangnya, Jumat (19/4/2024).

    Kondisi tersebut, menurutnya, juga dikeluhkan banyak warga. Sebab, taman tersebut berbayar dan tidak gratis saat dikunjungi. “Makanya dinas terkait harusnya malu, kalau memang sudah tidak layak harusnya jangan beroperasi. Perbaiki fasilitasnya baru beroperasi,” imbuhnya.

    Sementara itu, Koordinator TRK Disbudpar Bangkalan, Wahyudi tak menampik kondisi TRK saat ini. Menurut dia, sebagian fasilitas sudah tidak layak pakai. Misalnya, perahu bebek yang kondisinya sudah rusak parah.

    “Kalau dipaksa beroperasi bahaya. Insyaallah pada triwulan ketiga kami mengajukan permohonan pengadaan fasilitas yang sudah tidak layak pakai. Tahun depan kami juga akan mengajukan normalisasi dan pengerukan danau,” tandasnya. [sar/suf]

  • Wisatawan Tumplek Blek di Telaga Sarangan saat Libur Lebaran 

    Wisatawan Tumplek Blek di Telaga Sarangan saat Libur Lebaran 

    Magetan (beritajatim.com) – Puluhan ribu wisatawan memilih untuk menghabiskan waktu libur pada Lebaran 2024 di Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

    Petugas gabungan sampai harus memberlakukan buka tutup untuk mengurai kepadatan kendaraan yang hendak memasuki kawasan Telaga Pasir. Sudah ribuan kendaraan keluar masuk kawasan Sarangan pada Sabtu (13/4/2024) dari pagi sampai siang hari.

    Mayoritas kendaraan harus antre saat masuk dari pertigaan Singolangu bawah menuju loket. Pintu masuk yang dibuka hanya Pertigaan Singolangu Bawah. UNtuk Pertigaan Omah Djowo, dan Simpang Empat Singolangu Atas hanya boleh dilalui kendaraan yang hendak keluar dari Sarangan.

    Bahkan, Satlantas Polres Magetan sampai menutup akses kendaraan roda empat yang mengarah ke Sarangan saat penuh. Pun, baru di buka ketika kawasan Sarangan sudah mulai longgar.

    Kabid Pengelolaan Pariwisata DInas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan Eka Radityo, mengatakan, kunjungan ke Sarangan pada Sabtu (13/4/2024) siang sudah mencapai 12.000 lebih. Diperkirakan, sampai Sabtu sore mencapai 20.000-an pengunjung.

    ‘’Masuk Sarangan padat hari ini tadi, sampai lakukan buka tutup beberapa kali. Sistem buka tutup tidak mengganggu pengunjung maupun penyedia jasa usaha Sarangan. Tingkat kunjungan dari Hari H sampai H+3 selalu mengalami kenaikan. Diperkirakan puncak kunjungan terjadi pada hari ini dan besok (14/4/2024),’’ kata Eka, Sabtu (13/4/2024).

    Eka mencatat, kunjungan pada tanggal 10 April 2024 mencapai 3.000 kunjungan, kemudian di tanggal 11 April 2024 mencapai 11.000 kunjungan, dan pada 12 April 2024 mencapai 17.000 kunjungan. ‘’Diperkirakan pada 14 Paril 2024, mencapai 20.000 kunjungan,’’ tambah Eka.

    Untuk libur Lebaran 2024, pihaknya menarget kunjungan Sarangan mencapai 160.000 kunjungan. Jika ditambah dengan kunjungan seluruh kawasan wisata di Magetan bisa mencapai 250.000 kunjungan.

    Selain menikmati pemandangan alam di Telaga Sarangan, pengunjung berkesempatan naik speedboat, naik kuda, naik perahu bebek bermotor, hingga menikmati beberapa kuliner khas seperti sate kelinci dan nasi pecel. [fiq/but]

     

     

  • Kisah Keluarga Disabilitas, Mensos Beri Bantuan Usaha Ternak Bebek

    Kisah Keluarga Disabilitas, Mensos Beri Bantuan Usaha Ternak Bebek

    Karangasem (beritajatim.com) – Di tengah keterbatasan, Ni Negah Tini (45) dan suaminya I Ketut Suiti (46) tetap berjuang merawat dua anak disabilitas mereka. Tinggal di Banjar Dinas Kebung Kauh Dusun, Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sideman Kabupaten Karangasem, Bali, keluarga ini hidup di rumah sederhana di perbukitan.

    Dua anak mereka, Ni Luh Sukawati (21) dan I Komang Wisnu Angga Wiguna (5), menderita lumpuh folia dan lumpuh layu sejak lahir. Keduanya membutuhkan bantuan orang lain untuk beraktivitas sehari-hari. Sementara itu, anak kedua mereka, Ni Kadek Mei Antari (12), hidup normal dan saat ini duduk di kelas 4 sekolah dasar.

    I Komang Wisnu Angga telah menjalani terapi sejak usia dua tahun. Namun, karena jarak rumah ke Rumah Sakit Karangasem yang jauh dan kendala transportasi, ia tidak menjalani fisioterapi selama satu tahun terakhir. “Fisioterapi sangat penting bagi I Komang Wisnu,” kata Ni Putu Esti, Pekerja Sosial Ahli Madya.

    Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, I Ketut Suiti bekerja sebagai buruh harian lepas. Ia memanjat pohon kelapa untuk mencari nira dengan upah Rp 25.000 per hari. Selain itu, ia juga bekerja sebagai buruh proyek bangunan dengan upah Rp 100.000 per hari ketika ada proyek. Sementara itu, Ni Nengah Tini menghabiskan hari-harinya merawat dan mendampingi kedua anaknya yang disabilitas.

    Kementerian Sosial memberikan perhatian pada kasus ini. Melalui Sentra Mahatmiya Bali, tim melakukan asesmen kebutuhan dan memberikan bantuan. Ni Luh Sukawati telah diantar untuk menjalani fisioterapi. “Karena menggunakan BPJS, maka pelayanan harus berjenjang dari fasilitas kesehatan pertama,” jelas Esti.

    Kandang ternak dari Kemensos untuk keluarga yang memiliki dua anak lumpuh di Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sideman Kabupaten Karangasem, Bali.

    Kemensos juga memberikan bantuan kewirausahaan berupa ternak bebek. Bantuan ini berupa 1 kandang berukuran 4 m x 5 m beserta perlengkapannya, yang berisi 40 ekor bebek betina dan 4 ekor bebek jantan, serta satu sak pakan ternak sebagai modal usaha. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi keluarga Ni Nengah Tini.

    Bantuan ini diberikan karena Ni Nengah Tini dan I Ketut Suiti memiliki pengetahuan dasar tentang pemeliharaan bebek dari pengalaman kerja mereka di peternakan bebek. Lingkungan tempat tinggal mereka yang dekat dengan sumber air juga mendukung usaha ternak bebek ini. Bantuan pemenuhan hidup layak berupa sembako, tambahan nutrisi, dan alat kebersihan diri juga diberikan.

    Perlengkapan ternak bebek untuk keluarga yang memiliki dua anak lumpuh di Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sideman Kabupaten Karangasem, Bali.

    Kemensos bersama Dinas Sosial Kabupaten Karangasem terus melakukan pendampingan selama proses terapi dan memantau perkembangan usaha yang mereka jalani. [ian]

  • Komunitas Game Dev Malang Bikin Event Tumbuhkan Kreativitas Anti Mainstream

    Komunitas Game Dev Malang Bikin Event Tumbuhkan Kreativitas Anti Mainstream

    Malang (beritajatim.com) – Komunitas Game Dev Malang (GDM) mengadakan event game ideation untuk menumbuhkan kreativitas dan keberanian memulai ide anti mainstream dalam mengembangkan industri game. Acara di Malang Creative Center (MCC) sebagai bentuk dukungan GDM untuk pelaku game di Malang.

    Inisiator event dari Game Ideation, Ricky Fabriano, menyampaikan acara ini sebagai salah satu agenda rutin komunitas GDM. Game ideation dihadiri oleh 40 an pegiat industri game yang berasal dari berbagai elemen seperti studio game, mahasiswa, dan freelancer industri game.

    “Jadi mereka yang hadir menyaksikan presentasi 6 ide dari 6 studio game. Tiap presenter diberi waktu 10 menit untuk mempresentasikan idenya lalu seluruh peserta akan memberi feedback secara tertulis untuk ide yang dipresentasikan,” ungkap Ricky melalui keterangan tertulis, Rabu (20/3/2024).

    Acaranya berlangsung pada Senin 18 Maret 2024 lalu. Dengan event game ini, Ricky berharap agar ide yang dipresentasikan mendapatkan masukan untuk dikembangkan lebih baik lagi. Ide yang muncul di sesi presentasi cukup memenuhi ekspektasi penyelenggara event.

    Menurutnya, ide dari peserta yang hadir sudah membahas tema yang tidak mainstream. Beberapa dari peserta memunculkan tema ide game tentang PTSD (post-traumatic stress disorder), cerita horor di SMA, pertentangan agama, bebek yang bertualang, penyihir yang bergelut dengan monster tikus, sampai sinestesia disorder.

    Komunitas Gave Dave Malang saat adakan acara (Foto: Istimewa)

    “Tema gamenya udah unik, sesuai dengan ekspektasi kami sebagai penyelenggara. diajukan sebagai ide game. Mereka mengusulkan tema-tema yang cukup baru,” ujar Ricky.

    Ricky Fabriano menekankan, acara untuk industri game semacam ini akan lebih sering dilaksanakan. Dia berharap ke depan bisa lebih terstruktur dan berkolaborasi dengan banyak pihak. “Setelah event di bulan Ramadhan ini GDM akan mengadakan gathering sekaligus halal bihalal di bulan April,” katanya menutup. (dan/ian)

  • Truk Tronton Muatan Pasir Terguling di Depan Bebek Sinjay Bangkalan

    Truk Tronton Muatan Pasir Terguling di Depan Bebek Sinjay Bangkalan

    Bangkalan (beritajatim.com) – Truk tronton dengan muatan pasir dengan nomor polisi M-9616-US terguling di jalan raya Ketengan, Kabupaten Bangkalan. Akibatnya, arus lalu lintas terganggu sejak pagi hingga siang ini. Adapun kecelakaan ini terjadi di depan warung bebek sinjay.

    Kanit Laka Lantas Polres Bangkalan, AKP Junaidi mengatakan, kecelakaan terjadi sejak pukul 04:30 WIB pagi tadi. Kecelakaan tunggal ini diduga akibat supir truk Mujib (58) warga Pasuruan mengantuk saat berkendara.

    “Supir mengalami microsleep sehingga hilang kendali dan terguling tepat di depan bebek sinjay,” terangnya, Selasa (19/3/2024).

    Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas dari arah timur menuju Bangkalan atau sebaliknya mengalami kepadatan hingga sepanjang 1 kilometer karena lajur diberlakukan buka tutup.

    Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya pemilik truk mengalami kerugian materiil karena truk mengalami penyok di beberapa bagian.

    Hingga siang ini, polisi masih belum bisa memindahkan truk tersebut. Sebab, beban truk cukup berat karena bermuatan pasir.

    “Untuk truk derek kami minta bantuan dari Surabaya karena yang ada di Bangkalan tidak mampu mengangkat,” tandasnya.[sar/aje]

  • Kenapa Ya Kereta Cepat Bisa Melaju Tinggi Tapi Tetap Aman? Ini Alasannya

    Kenapa Ya Kereta Cepat Bisa Melaju Tinggi Tapi Tetap Aman? Ini Alasannya

    Jakarta

    Kereta cepat, sesuai namanya, mampu meluncur dengan laju sangat tinggi sehingga jarak tempuh antar kota dapat dijangkau dalam waktu singkat.

    Sebagai contoh, Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh yang mulai beroperasi pada Oktober 2023 silam bisa melaju dengan kecepatan maksimal 350 km/jam.

    Meski ngebut, jenis kereta ini aman digunakan dan jadi transportasi pilihan banyak orang. Kira-kira, kenapa ya kereta cepat bisa melesat dengan kecepatan tinggi tapi tetap aman digunakan?

    Alasan Kereta Cepat Bisa Ngebut Tapi Tetap Aman

    Alasan kereta cepat dapat melaju sangat cepat karena rasio daya terhadap beratnya sangat besar sehingga akselerasinya tinggi. Hal ini diungkap Dr Adhi Dharma Permana selaku peneliti di Pusat Riset Teknologi Transportasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    “Sederhananya, kereta cepat bisa sedemikian cepatnya karena rasio power to weight atau rasio daya terhadap beratnya itu sangat besar,” ujar Dr Adhi dalam live Eureka! ‘Kereta Canggih Dunia’, dikutip dari catatan detikcom.

    “Bisa mencapai 350 km dalam waktu mungkin misalnya 5-10 menit. Jadi akselerasinya sangat tinggi. Jadi, kira-kira kurang lebih di atas 20 kilowatt per ton rasio power to weight-nya itu,” lanjutnya.

    Bukan cuma itu, ada sejumlah faktor lain yang menunjang kereta sehingga meluncur dengan cepat. Menurut Dr Adhi, kereta ini tidak lepas dari dua hal yakni sarana (rolling stock) dan prasarana (infrastructure). Termasuk sistem rel, jembatan, hingga terowongan.

    “Itu semua membuat kesatuan. Kalau kita lihat di sisi rolling stock-nya, untuk mencapai akselerasi yang tinggi, dia akan menyesuaikan agar hambatan atau aerodinamiknya itu serendah mungkin,” katanya.

    Desain Moncong Mempengaruhi Laju Kereta Cepat

    Upaya antisipasi keselamatan juga diperhatikan supaya kereta cepat aman digunakan. Salah satunya terlihat dari bagian depan kereta cepat yang kebanyakan didesain bak moncong bebek yang panjang.

    “Desain ini terkait unsur keselamatan, di samping unsur aerodinamika. Ada juga unsur peredam kalau misalnya terjadi suatu kecelakaan. Jadi itu semacam absorbent yang menyerap energi yang ditumbukkan,” papar Dr Adhi.

    Selain itu, sistem propulsi atau penggeraknya yang berkaitan dengan keseluruhan bodi kereta juga perlu diperhatikan. Termasuk sistem kelistrikan kereta karena kereta cepat mengandalkan listrik aliran atas sebagai bahan bakarnya.

    “Termasuk roda, rem, sistem elektrik motornya agar berdaya tinggi tapi juga ringan, hemat energi, tidak cepat panas, dan sebagainya. Jadi ada berbagai hal,” jelasnya.

    “Bagaimana dia kontak dengan catu dayanya. Jadi supaya pantograf dan listrik aliran atas itu tetap menempel atau memberikan kontak sehingga mampu menyalurkan daya listrik. Karena kereta listrik itu tidak membawa bahan bakarnya sendiri, dia mengandalkan listrik aliran atas yang menjadi sumber energinya,” tambah periset di BRIN itu.

    Sistem kendali dan instrumentasi juga yang memungkinkan kereta mengendalikan dan mengadopsi sensor. Karena itu, kereta cepat tidak bisa lepas dan harus terhubung dengan kontrol stasiunnya.

    “Semua sistem ini selalu dibuat redundant, overlapping (berulang). Jadi kalau misalnya ada yang malfunction (tidak berfungsi), dia harus bisa meng-cover sistem lain yang mengalami kegagalan,” kata Dr Adhi.

    Sistem keamanan bagi lingkungan sekitar dan keselamatan penumpang maupun operator juga merupakan faktor penting sehingga kereta ini mampu ngebut dengan aman.

    Dengan kata lain, berbagai aspek teknologi mesti diperhatikan dan dipenuhi dalam pengadaan transportasi umum seperti kereta cepat. Dengan begitu, kereta cepat dapat melaju tinggi tetapi teman aman digunakan penumpang.

    (azn/fds)

  • Rakyat Chile Tolak Upaya Kedua Rancangan Konstitusi Baru

    Rakyat Chile Tolak Upaya Kedua Rancangan Konstitusi Baru

    Jakarta

    Rakyat Cile kembali menolak konstitusi konservatif baru pada hari Minggu (17/12), yang dirancang untuk menggantikan konstitusi era kediktatoran di negara itu.

    Dengan 99,65% suara yang telah dihitung, sebanyak 55,76% warga Cile menolak rancangan undang-undang baru tersebut, sementara 44,24% suara lainnya mendukung.

    “Negara ini terpolarisasi dan terpecah belah,” kata Presiden Gabriel Boric dalam pidatonya yang disiarkan di televisi.

    Boric mengatakan hasil tersebut menunjukkan bahwa prosesnya “tidak menyalurkan harapan untuk memiliki konstitusi baru yang dibuat oleh semua orang.”

    Rancangan konstitusi tersebut dibuat oleh Partai Republik sayap kanan, dan langkah ini merupakan upaya kedua dalam menggantikan konstitusi yang disusun di bawah diktator militer Augusto Pinochet, setelah rakyat Cile juga menolak teks progresifnya pada tahun 2022.

    “Kami gagal dalam upaya meyakinkan warga Cile bahwa ini akan menjadi konstitusi yang jauh lebih baik daripada yang sudah ada,” kata pemimpin Partai Republik Jose Antonio Kast.

    Protes memicu seruan untuk perubahan

    Pemungutan suara dilakukan setelah terjadinya aksi protes berskala besar yang disertai kekerasan tahun 2019. Demonstrasi itu mayoritas dipimpin oleh anak muda.

    Konstitusi yang sudah ada sejak tahun 1980 terindikasi telah membiarkan perusahaan-perusahaan besar dan para elit untuk memperkaya diri sendiri dengan mengorbankan rakyat miskin.

    Lonjakan aksi protes itu juga membuat Boric berhasil terpilih, yang sebelumnya merupakan seorang aktivis mahasiswa dari generasi muda dan berhaluan kiri.

    Namun, empat tahun setelah meletusnya protes tersebut, antusiasme itu telah memudar. Sebagian besar disebabkan oleh pandemi, inflasi, dan stagnasi ekonomi, kata para analis.

    Proposal progresif pada tahun 2022 mencakup perlindungan yang lebih kuat terhadap hak-hak masyarakat adat, proposal untuk melindungi sumber daya alam seperti air, persyaratan bagi perempuan untuk bisa menduduki setidaknya setengah dari posisi di lembaga-lembaga publik, dan hak untuk melakukan aborsi.

    Teks konservatif yang dipilih oleh publik pada akhir pekan lalu justru mendukung hak untuk hidup bagi para janin bahkan sejak pembuahan, serta mengizinkan proses deportasi lebih cepat bagi para migran yang tidak memiliki dokumen.

    Claudia Heiss dari Universitas Cile mengatakan bahwa teks terbaru ini “berada di antara konstitusi 1980 dan konstitusi yang lebih ke kanan.”

    Hasil referendum yang diharapkan

    Susunan rancangan terbaru ini diawasi oleh oposisi sayap kanan Partai Republik, setelah warga Cile menentang teks progresif pada September 2022 lalu, yang berisikan upaya perlindungan lingkungan dan hak untuk melakukan aborsi elektif.

    Seandainya teks baru tersebut disetujui, maka hal itu dapat semakin menghambat manifesto reformasi pajak dan pensiun progresif yang dicanangkan Presiden Boric.

    Boric mengatakan bahwa dia tidak akan melakukan upaya ketiga dalam merancang ulang konstitusi.

    “Apa yang dituntut oleh rakyat adalah kapasitas yang lebih baik untuk berdialog, konsensus, dan yang paling penting adalah melakukan tindakan,” katanya.

    kp/ha (EFE, dpa, AFP, Reuters)

    Lihat juga Video ‘Fosil Dinosaurus Berparuh Bebek Ditemukan di Chile’:

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu