Hamas Rilis Video 2 Sandera Israel Duduk di Lantai Saat IDF Makin Gelap Mata Bombardir Gaza
TRIBUNNEWS.COM – Sayap bersenjata gerakan Hamas, Brigade Al Qassam merilis sebuah video pada Senin (24/3/2025) yang menunjukkan dua tawanan Israel yang ditahan di Gaza sejak 7 Oktober 2023.
RNTV melansir, video berdurasi sekitar tiga menit, yang tanggal perekamannya tidak dapat diverifikasi secara pasti, menunjukkan dua pria yang duduk di lantai berbicara dalam bahasa Ibrani ke kamera.
“Mereka tampak berbicara yang ditujukan buat seorang tawanan yang telah dibebaskan dan memintanya untuk menceritakan pengalamannya selama ditawan guna mempercepat pembebasan mereka,” kata laporan RNTV, Selasa (25/3/2025).
Video ini dirilis Hamas saat Israel makin intensif melakukan bombardemen udara di berbagai lokasi di Gaza.
SERANGAN UDARA ISRAEL – Serangan udara Israel terhadap tenda-tenda pengungsi Palestina pada Selasa (18/3/2025) pagi menyebabkan kamp tersebut terbakar saat para penduduk tengah tidur di Khan Yunis. Akibatnya sebanyak 200 orang tewas atas serangan udara Israel ini. (Telegram Quds News Network)
Kedua pria tersebut adalah Elkana Bohbot dan Yosef Haim Ohana, keduanya ditangkap Hamas dan ditawan ke Gaza dari festival musik Nova.
Satu di antara mereka mengatakan dalam video tersebut kalau identitasnya adalah sandera nomor 21.
“Media massa Israel sebagian besar menahan diri untuk tidak menerbitkan rekaman tersebut, tetapi telah melaporkannya dengan menggunakan nama kedua orang tersebut, dan menganggapnya sebagai bukti kehidupan kedua tawanan tersebut,” kata ulasan RNTV.
Dalam rekaman tersebut, kedua pria tersebut berbicara tentang bahaya yang mereka hadapi sejak dimulainya kembali serangan udara Israel di Gaza minggu lalu.
Selain mengulangi pemboman hebatnya di Gaza, Israel juga melanjutkan operasi darat dengan pengerahan pasukan yang lebih besar dari sebelumnya.
Serangan baru Israel itu terjadi setelah berminggu-minggu terjadi perselisihan dengan Hamas mengenai cara memperpanjang gencatan senjata yang berlaku mulai 19 Januari.
Dari 251 tawanan yang ditangkap selama serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, 58 masih ditahan oleh Hamas dan kelompok lain, termasuk 34 yang menurut militer “Israel” telah tewas.
TERANCAM BOM IDF – Tangkap layar video yang dirilis Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, Senin (24/3/2025) yang menunjukkan dua sandera Israel yang disandera di Gaza. Keduanya memperingatkan kalau bombardemen IDF justru bisa mengancam nyawa mereka.
Sandera Israel: Bom IDF Bisa Membunuh Kami
Kedua tahanan itu berbicara tentang penderitaan yang mereka alami akibat pemboman berkelanjutan Israel di Jalur Gaza.
Salah satu dari sandera Israel itu mengatakan kalau serangan Israel justru akan membunuh mereka dan setelah akses ke Jalur Gaza ditutup tidak ada makanan, situasinya sulit dan tidak ada tempat yang aman.
“Ia menjelaskan kalau para pejuang Hamas sangat ingin menyediakan semua yang mereka butuhkan dan minta, seraya mencatat bahwa keputusan pemerintah Israel untuk menyerang Gaza akan menyebabkan kehancuran mereka,” tulis Khaberni.
Ia meminta pemerintah untuk memberi para tahanan yang bersama mereka dan telah dibebaskan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mereka.
Seorang tahanan mengatakan kalau ia berharap dapat dibebaskan bersama istri dan putranya dalam beberapa minggu, tetapi dimulainya kembali permusuhan dapat menyebabkan kematiannya.
“Mereka mengirim pesan kepada seorang tahanan Israel yang meninggalkan Gaza beberapa minggu lalu, bernama Ohad Ben Ami,” tulis laporan tersebut.
(oln/rntv/khbrn/*)