Liputan6.com, Jakarta – Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi utama agar masyarakat, pengunjung, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko.
Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mereka juga diminta tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak ke arah tenggara yang dapat meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan.
“Masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujar Lana dalam keterangannya ditulis Bandung, Kamis (15/1/2026).
Lana mengatakan aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih tinggi dan ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan.
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, pada hari ini teramati dua kali kejadian awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai sekitar 5.000 meter dari puncak ke arah tenggara.
“Selama periode 7–14 Januari 2026, awan panas guguran juga beberapa kali teramati dengan jarak luncur serupa, disertai aktivitas guguran material. Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa letusan, gempa guguran, gempa hembusan dan tremor harmonik,” kata Lana.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473380/original/029474400_1768437711-Screenshot_15-1-2026_7296___1_.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)