Merangkum Semua Peristiwa
Indeks

Gen Z Diminta Tingkatkan Pengetahuan Terkait Sektor Keuangan Agar Terhindar dari Jebakan Konsumtif – Halaman all

Gen Z Diminta Tingkatkan Pengetahuan Terkait Sektor Keuangan Agar Terhindar dari Jebakan Konsumtif – Halaman all

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Generasi Z tumbuh di era digital dengan akses tak terbatas ke informasi dan tren konsumsi.

Dengan pengaruh media sosial yang kuat, kebiasaan belanja impulsif menjadi tantangan tersendiri dalam mengelola keuangan.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar mendorong generasi muda untuk aktif dalam berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan literasi finansial.

Menurutnya, pemahaman yang baik tentang perencanaan keuangan dan pemanfaatan layanan perbankan yang tepat dapat membantu Gen Z mengatur keuangan dengan lebih efektif.

Alexandra Askandar menilai bahwa teknologi perbankan yang mudah digunakan dapat membantu anak muda dalam membangun kebiasaan finansial yang lebih disiplin.

“Bank Mandiri aktif menyebarkan edukasi finansial melalui Instagram, TikTok, dan YouTube, bekerja sama dengan kreator konten dan pakar keuangan. Informasi seputar budgeting, investasi, dan tabungan disampaikan dengan cara yang lebih ringan dan mudah dipahami,” kata Alexandra dalam keterangan yang diterima, Senin (24/3/2025).

LITERASI KEUANGAN GEN Z – Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar.

Alexandra Askandar juga mendorong pendekatan edukasi berbasis digital agar anak muda lebih mudah memahami pentingnya perencanaan keuangan melalui platform yang relevan dengan keseharian mereka.

“Setiap individu memiliki kebutuhan finansial yang berbeda. Bank Mandiri menyediakan berbagai produk keuangan yang dapat membantu mereka dalam mengelola keuangan dengan lebih fleksibel,” ujarnya.

Beberapa yang menjadi pilihan diantaranya tabungan, yang memungkinkan pengguna untuk menabung secara rutin sesuai dengan target keuangan mereka.

Kedua, instrumen investasi seperti reksa dana dan obligasi dengan modal yang terjangkau.

Dan kartu debit dan kredit, yang menawarkan berbagai keuntungan dalam transaksi digital dan program cashback.

Menurutnya, anak muda penting mengenal berbagai pilihan produk keuangan agar dapat menyesuaikan strategi finansial mereka dengan kondisi dan tujuan yang ingin dicapai.

Alexandra menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi Gen Z adalah pengaruh tren konsumsi yang berkembang cepat.

Berikut beberapa tips agar anak muda dapat mengelola pengeluaran dengan lebih bijak:

Membuat anggaran bulanan: Memisahkan pendapatan untuk kebutuhan pokok, tabungan, investasi, dan hiburan dengan porsi yang sesuai.
Mengontrol penggunaan kartu kredit atau paylater: Menggunakan fasilitas ini hanya untuk kebutuhan yang benar-benar penting dan sesuai dengan kemampuan finansial.
Memprioritaskan tabungan dan investasi: Sebelum mengikuti tren belanja, mengalokasikan dana untuk tabungan atau aset yang lebih bermanfaat dalam jangka panjang.

“Kesadaran terhadap pola konsumsi dapat membantu anak muda dalam membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Dengan perencanaan yang baik, pengeluaran bisa lebih terkendali tanpa mengorbankan kebutuhan utama,” ujarnya.

Selain menabung dan berinvestasi, banyak anak muda yang mulai tertarik untuk membangun bisnis sendiri.

Alexandra menambahkan, berbagai program pembiayaan dan kredit usaha yang dapat diakses oleh wirausaha muda.

Dia menjelaskan, akses pembiayaan yang lebih mudah diharapkan dapat membantu anak muda dalam mengembangkan bisnis mereka dengan lebih optimal. Dengan dukungan yang tepat, peluang untuk membangun usaha yang berkelanjutan bisa semakin terbuka.

“Kami terus menghadirkan inovasi dan edukasi finansial agar generasi muda lebih sadar dalam mengelola keuangan mereka. Dengan memanfaatkan teknologi perbankan, memahami strategi investasi, dan menerapkan pola konsumsi yang lebih terencana, Gen Z dapat membangun fondasi finansial yang lebih stabil,” kata Aelxandra.

Merangkum Semua Peristiwa