Liputan6.com, Jakarta – Gempa bumi magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (11/1/2026) pukul 17.34 WITA. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mencatat gempa memiliki gerakan mendatar (strike slip).
“Gempa bumi yang terjadi itu adalah dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar.
Hasil tersebut diketahui berdasarkan analisis dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa bumi tektoni.
Episenter terletak pada koordinat 9,26 derajat Lintang Selatan (LS) dan 114,78 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 71 kilometer barat daya Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 34 kilometer.
Gempa bumi itu dirasakan beberapa wilayah di Pulau Dewata yakni di Kuta Selatan, Kuta, Denpasar dan Jembrana.
Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik, menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.
Meski begitu, pihaknya mencatat gempa bumi susulan terjadi dengan magnitudo lebih kecil yakni 2,5 pada pukul 18.21 WITA dengan kedalaman 10 kilometer yang berlokasi 78 kilometer barat daya Kuta Selatan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469145/original/035029800_1768065250-Gempa_Bali.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)