Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI – Operasi Keselamatan Semeru 2025 yang berlangsung selama dua pekan di wilayah hukum Polres Kediri resmi berakhir.
Selama periode 10-23 Februari 2025, operasi ini berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Kasat Lantas Polres Kediri, AKP I Made Jata Wiranegara, mengungkapkan, operasi yang berfokus pada upaya preventif ini mencatat hasil positif.
Jumlah kecelakaan lalu lintas menurun dibanding periode sebelumnya.
“Hingga tanggal 23 Februari, operasi telah selesai dan alhamdulillah angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan. Tercatat ada 21 kejadian dengan 31 korban, di mana mayoritas hanya mengalami luka ringan,” kata AKP I Made Jata Wiranegara pada Kamis (27/2/2025).
Selain menekan angka kecelakaan, operasi ini juga menindak berbagai pelanggaran lalu lintas.
Tercatat sekitar 400 pelanggar ditindak dengan sistem tilang elektronik (ETLE) dan tilang manual.
Sementara itu, lebih dari 1.000 pelanggar diberikan teguran untuk meningkatkan kesadaran mereka dalam berlalu lintas.
“Karena memang dalam Operasi Keselamatan ini, kami lebih mengedepankan pendekatan preemtif, yaitu memberikan edukasi dan peringatan kepada masyarakat,” imbuh AKP Jata, sapaan AKP I Made Jata Wiranegara.
Meski operasi ini menunjukkan hasil positif, pihak kepolisian masih menemukan banyak pengendara yang belum mematuhi aturan lalu lintas.
Pelanggaran yang paling sering terjadi adalah pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm berstandar SNI.
Selain itu, pelanggaran lain seperti penggunaan knalpot tidak standar dan pengemudi mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman juga masih marak ditemukan.
Untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas, Polres Kediri berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama di lingkungan sekolah.
Langkah ini diharapkan dapat membangun budaya berkendara yang lebih aman bagi generasi muda.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kanit Kamsel untuk segera melaksanakan edukasi dan penyuluhan di sekolah-sekolah. Ini penting agar anak muda maupun orang dewasa semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, khususnya dalam penggunaan helm saat berkendara,” ujar AKP Jata.
Sebagai informasi, Operasi Keselamatan Semeru 2025 menargetkan 10 jenis pelanggaran utama, mulai dari penggunaan knalpot tidak standar, tidak memakai helm atau sabuk pengaman, berkendara di bawah umur, hingga balap liar.
Ke depan, upaya kepolisian dalam menegakkan aturan lalu lintas akan terus diperkuat demi mewujudkan keselamatan berkendara di Kediri.