Banjarmasin (ANTARA) – Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan bersiap menyambut bulan Ramadhan 1446 Hijriah dengan menggelar pasar murah untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok dan pengendalian inflasi daerah di 13 kabupaten/kota.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan mengatakan, dalam rangka menghadapi hari besar keagamaan, pihaknya tetap melakukan upaya pengendalian harga dengan pasar murah yang mengambil harga distributor.
“Kita akan melakukan operasi pasar di 13 kabupaten/kota di Kalsel menjelang Ramadhan dan Lebaran karena permintaan barang-barang yang tinggi sehingga ditengarai akan membuat kenaikan harga,” katanya di Banjarmasin, Kamis.
Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Sutikno menambahkan, pada Januari inflasi Kalsel secara keseluruhan berada di 0,62 persen, meski sejumlah kabupaten/kota di Kalsel ada yang mengalami deflasi.
Karena itu, lanjutnya, pada Februari ini Kalsel harus dapat mengendalikan harga agar tidak naik angka inflasinya.
“Semoga nanti, dengan upaya-upaya yang kita laksanakan ini harga-harga juga dapat terkendali,” ucap Sutikno.
Selain itu, untuk pengawasan harga Disdag Kalsel telah melakukan pemantauan Minyakita ke D2 bersama dengan Setda Kalsel. Yang mana ditemukan di beberapa titik di kisaran harga Rp15.800.
“Seharusnya harga eceran Rp15.700 dan ini langsung kita peringatkan untuk D2 agar di bawah HET,” ucap Sutikno.
Ke depan pihaknya, akan kembali melaksanakan pemantauan harga bersama dengan Sekretaris Daerah Kalsel ke pasar tradisional dan distributor Minyakita baik ke D1/D2 guna mengetahui harga langsung di pasaran.
Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025