Kerusakan hutan dan hilangnya biodiversity di alam terus bertalian dan meningkatkan risiko bencana ekologis. Air hujan yang turun dalam jumlah besar tak mampu ditampung lagi oleh tanah karena hilangnya pohon.
Sungai-sungai pun turut rusak, airnya keruh berlumpur akibat dikoyak pertambangan emas ilegal. Sungai turut menjadi dangkal dan menyebabkan aliran air mudah meluap setelah tidak sanggup lagi menampung debit air. Kondisi ini membuat banjir dan longsor menjadi ancaman yang terus mengintai.
“Bencana bukan lagi risiko musiman, tetapi sudah jadi ancaman permanen. Jambi berada di ambang bencana, tinggal menunggu waktu,” kata Adi Junedi.
KKI Warsi melakukan pemodelan potensi bencana ekologi. Secara khusus mereka menyoroti di wilayah gugusan bukit barisan, yakni Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kedua daerah ini berada di dalam lembah atau “mangkuk besar” yang dikelilingi pegunungan dan bukit barisan.
“Kami buat pemodelan khusus untuk sungai Batang Merao dan Batang Merangin, ternyata sungai tersier (kecil) banyak sekali dan semua masuk ke lembah Kerinci,” kata Senior Advisor KKI Warsi Rudisyaf.
Hasil kajian lembaganya, Rudi bilang, terdapat 233 desa di wilayah Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh, yang potensial terdampak bencana hidrometeorologi. Wilayah topografi dua daerah ini memiliki kemiringan yang tinggi, sehingga jika berpotensi tersapu banjir.
Dengan kondisi topografi kemiringan ditambah laju deforestasi semakin meningkatkan risiko bencana. Puncak-puncak bukit telah dieksploitasi menjadi perkebunan dan pertanian. Banjir parah pernah menerjang dua wilayah tersebut pada awal tahun 2024. Kondisi ini mengingatkan bahwa jika hutan dan alam terus dieksploitasi, maka bencana tak terhindarkan.
“Tutupan hutan di daerah tersebut masih 50-60 persen, tapi ini tidak ideal karena topografinya. Kemiringan lereng 40 persen yang tadinya harus dilindungi, tapi kita lihat di peta sudah dieksploitasi,” ujar Rudi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468517/original/090817500_1767954466-Hutan_Jambi_Kian_Kritis.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)