Liputan6.com, Jakarta – Dukungan pengisian daya Qi2 yang memadai pada Android masih tergolong langka. Sejauh ini hanya seri Google Pixel 10 yang membawa standar Qi2 ke pasar massal. Namun, kabar baik datang menjelang tahun 2026, ketika ponsel Android Qi2 lainnya dikonfirmasi untuk hadir. Clicks Communicator
Diumumkan awal pekan menjelang CES 2026, Clicks Communicator merupakan smartphone bergaya BlackBerry yag diumumkan jelang ajang CES 2026. Perangkat ini hadir dengan fokus pada keyboard fisik yan mirip dengan casing keyboard Clicks yang tersedia untuk iPhone, Pixel 10, dan beberapa perangkat lainnya.
Sebagian spesifikasi pada ponsel ini masih dirahasiakan, tetapi satu fitur yang telah dikonfirmasi adalah dukungan untuk Qi2. Clicks mengonfirmasi kepada 9to5Google bahwa perangkat ini mendukung Qi2 secara optimal, meski dibekali backplate yang dapat diganti. Hal ini menjadi catatan menarik, di mana Qi 3 biasanya membutuhkan struktur magnet yang presisi.
Dengan kehadiran Clicks Communicator, jumlah ponsel Android yang mendukung Qi2 kini bertambah menjadi enam perangkat. Sebelumnya, Qi2 lebih dulu hadir di HMD Skyline, lalu diikuti Pixel 10, Pixel 10 Pro, Pixel 10 Pro XL, dan Pixel 10 Pro Fold.
Meski demikian, Clicks Communicator dipastikan bukan produk yang ditujukan untuk pasar luas. Perangkat ini lebih menyasar pengguna dengan kebutuhan khusus, sehingga kehadirannya belum mampu mendorong adopsi Qi2 secara masif. Walaupun begitu, kehadirannya tetap menjadi sinyal positif bagi perkembangan standar pengisian daya terbaru di Android.
Ke depan, tahun 2026 diprediksi akan menjadi momentum penting bagi Qi2. Samsung Galaxy S26 series disebut-sebut akan mengadopsi teknologi ini, seiring bocoran yang kian menguat. Jika terealisasi, besar kemungkinan lini ponsel lipat Samsung juga akan menyusul di paruh akhir tahun.
Sementara itu, Pixel 11 series hampir dipastikan melanjutkan dukungan Qi2, tetapi arah langkah merek Android lain masih belum jelas.
Motorola dinilai berpotensi, meski belum ada konfirmasi. Di sisi lain, OnePlus dan Oppo telah menunjukkan minat pada aksesori magnetik, tetapi hingga kini belum merilis perangkat Qi2 pertama mereka. Segmen ponsel kelas menengah dan entry-level pun masih menjadi tanda tanya besar.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463365/original/078363900_1767609098-695562013e149a7a32793b8a_clicks_phone_family.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)