CFD Jadi Ajang Perang Lawan TBC, Pemkot Jakbar Bagi Tips Sembuh Cepat Megapolitan 11 Januari 2026

CFD Jadi Ajang Perang Lawan TBC, Pemkot Jakbar Bagi Tips Sembuh Cepat
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        11 Januari 2026

CFD Jadi Ajang Perang Lawan TBC, Pemkot Jakbar Bagi Tips Sembuh Cepat
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pemerintah Kota Jakarta Barat menggelar sosialisasi di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau
Car Free Day
(CFD) Jalan Puri, Kembangan, Minggu (11/1/2026), untuk menegaskan Tuberkulosis (TBC) bisa disembuhkan.
Kegiatan ini, yang digelar bersama organisasi Rekan Indonesia dan bertajuk ‘STOP
TBC
dengan TOSS (Temukan Obat Sampai Sembuh)’, bertujuan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.
“Pengendalian TBC tidak bisa hanya mengandalkan layanan kesehatan. Perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat sangat menentukan,” kata Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah dalam keterangannya, Minggu.
Mutmainah menilai, edukasi warga sama pentingnya dengan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan.
Ia menyoroti langkah sederhana untuk memutus mata rantai penularan TBC, seperti etika batuk yang benar, menjaga ventilasi rumah, dan penggunaan masker.
Dengan demikian, wanita yang akrab disapa Iin mengimbau warga segera memeriksakan diri jika mengalami gejala TBC.
“Karena itu, edukasi langsung di ruang publik perlu terus diperkuat,” ujar Iin.
Sementara itu, Ketua KPW Rekan Indonesia DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan, mengatakan edukasi sangat penting karena banyak warga yang masih belum memahami TBC dan terjebak stigma negatif.
“Masih banyak warga yang belum memahami TBC secara utuh dan terjebak stigma,” ujar Tian.
Ia menegaskan TBC bisa dicegah dan disembuhkan jika terdeteksi dini dan pengobatan dijalani sampai tuntas.
“Padahal TBC bisa dicegah dan disembuhkan jika terdeteksi dini dan pengobatan dijalani sampai tuntas,” tambahnya.
Menurut Tian, ruang publik seperti HBKB efektif untuk menjangkau warga, dan dukungan dari kader serta relawan sangat penting agar warga tidak ragu memeriksakan diri.
“Keterlibatan kader dan relawan menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah,” ucapnya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sudin
Kesehatan Jakarta Barat
, Arun Ambarsari sebelumnya menyebut, jumlah penderita TBC melonjak hingga 2.189 kasus pada pertengahan 2025.
“Sejak awal Januari sampai pertengahan tahun 2025 tercatat ada 2.189 kasus di seluruh wilayah Jakarta Barat,” jelas dia.
Sudinkes Jakarta Barat menetapkan 111 RW di 56 kelurahan sebagai Kampung Siaga
Tuberkulosis
pada 2025.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.