Bassist Led Zeppelin Lelang Barang di Studio, Termasuk Koleksi Ikonik bersama Dave Grohl
Category: Voi.id
-

Jadwal 8 Wakil Indonesia pada Hari Kedua Malaysia Open 2026
JAKARTA – Indonesia masih punya delapan wakil yang akan berjuang di babak pertama Malaysia Open 2026 setelah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang membuka perjuangan harus tersingkir paling awal.
Pertandingan hari kedua di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada Rabu, 7 Januari 2026, akan dimulai pada pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 08.00 WIB. Indonesia dipastikan sudah punya satu tiket babak kedua dari ajang berlevel Super 1000 BWF itu.
Kepastian itu karena ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani saling berhadapan. Kedua pasangan ini akan membuka perjuangan wakil Indonesia pada hari kedua turnamen. Mereka turun pada partai keempat di Lapangan 3.
Setelah itu, giliran ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang beraksi.
Febriana/Meilysa bersua dengan Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela dari India, sementara Fajar/Fikri akan menghadapi pasangan China Taipei, yakni Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee.
Pertandingan berikutnya menampilkan aksi dari ganda campuran Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Mereka bertemu dengan Julien Maio/Lea Palermo dari Perancis.
Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie lalu turun setelahnya. Peraih medali emas Asian Games 2018 dan unggulan keempat tersebut berjumpa dengan Lee Chia Hao (China Taipei).
Perjuangan wakil Indonesia lalu ditutup dengan penampilan Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani. Alwi akan mendapat ujian berat melawan unggulan ketujuh Alex Lanier (Perancis), sementara Putri bertemu dengan Manami Suizu (Jepang).
Sementara itu, pada hari ini Indonesia telah kehilangan ganda campuran Jafar/Felisha. Pasangan itu tersingkir usai ditekuk oleh Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia).
Jadwal Wakil Indonesia di Malaysia Open 2026
Lapangan 1
Match 5: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela (India)Match 10: Alwi Farhan vs Alex Lanier (Perancis)
Lapangan 2
Match 5: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee (China Taipei)
Lapangan 3
Match 4: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia)Match 8: Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata vs Julien Maio/Lea Palermo (Perancis)Match 9: Jonatan Christie vs Lee Chia Hao (China Taipei)Match 10: Putri Kusuma Wardani vs Manami Suizu (Jepang)
-

Apa yang Terjadi Jika Tidak Ada Tumbuhan di Muka Bumi? Ini Dampak Mengerikan bagi Kehidupan
YOGYAKARTA – Tumbuhan merupakan fondasi utama kehidupan di muka Bumi. Hampir semua makhluk hidup, termasuk manusia, bergantung secara langsung maupun tidak langsung pada keberadaan tumbuhan. Sayangnya, peran vital tumbuhan sering kali dianggap sepele dalam kehidupan sehari-hari.
Tanpa disadari, tumbuhan tidak hanya menyediakan makanan dan oksigen, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem. Dari hutan hujan hingga tanaman kecil di pekarangan rumah, semuanya memiliki fungsi ekologis yang saling terhubung. Jika satu elemen ini hilang, dampaknya akan merembet ke seluruh sistem kehidupan.
Lantas, apa yang terjadi jika tidak ada tumbuhan di muka Bumi? Dilansir dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.
Yang Terjadi Jika Tidak Ada Tumbuhan di Muka Bumi
Hilangnya Sumber Oksigen di Bumi
Jika tidak ada tumbuhan di muka Bumi, produksi oksigen akan berhenti sepenuhnya. Tumbuhan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis yang sangat penting bagi pernapasan manusia dan hewan. Tanpa oksigen yang cukup, kehidupan tidak akan dapat bertahan lama.
Manusia dan hewan membutuhkan oksigen untuk menjalankan fungsi tubuhnya. Tanpa pasokan oksigen baru, kadar oksigen di atmosfer akan terus menurun. Pada akhirnya, kondisi ini akan menyebabkan kematian massal makhluk hidup.
Laut memang memiliki fitoplankton sebagai penghasil oksigen, tetapi jumlahnya tidak akan cukup tanpa dukungan ekosistem darat. Ketidakseimbangan ini akan mempercepat kehancuran sistem pernapasan global. Bumi akan berubah menjadi planet yang tidak layak huni.
Runtuhnya Rantai Makanan
Tumbuhan merupakan produsen utama dalam rantai makanan. Tanpa tumbuhan, hewan herbivora tidak akan memiliki sumber makanan. Akibatnya, populasi hewan pemakan tumbuhan akan punah terlebih dahulu.
Kepunahan hewan herbivora akan berdampak langsung pada hewan karnivora. Predator tidak lagi memiliki mangsa untuk bertahan hidup. Rantai makanan pun runtuh secara total.
Manusia sebagai bagian dari rantai makanan juga akan terdampak. Tanpa tumbuhan, sumber pangan utama seperti padi, gandum, buah, dan sayuran akan hilang. Kelaparan global tidak dapat dihindari.
Dampak Besar terhadap Iklim Global
Jika tidak ada tumbuhan di muka Bumi, kadar karbon dioksida di atmosfer akan meningkat drastis. Tumbuhan berperan sebagai penyerap karbon alami yang menahan laju pemanasan global. Tanpa mereka, gas rumah kaca akan terus menumpuk.
Peningkatan karbon dioksida akan mempercepat perubahan iklim ekstrem. Suhu global akan naik lebih cepat dan tidak terkendali. Gelombang panas, badai besar, dan kekeringan akan semakin sering terjadi.
Kondisi iklim yang tidak stabil akan menyulitkan kehidupan manusia. Sumber air bersih akan terganggu dan banyak wilayah menjadi tidak layak huni. Migrasi besar-besaran akibat iklim pun tidak terhindarkan.
Kerusakan Tanah dan Siklus Air
Tumbuhan memiliki peran penting dalam menjaga struktur tanah. Akar tanaman membantu menahan tanah agar tidak mudah tererosi oleh air dan angin. Tanpa tumbuhan, tanah akan menjadi tandus dan mudah rusak.
Selain itu, tumbuhan berperan dalam siklus air melalui proses transpirasi. Proses ini membantu pembentukan awan dan hujan. Jika tumbuhan hilang, pola hujan akan berubah secara drastis.
Akibatnya, beberapa wilayah akan mengalami kekeringan ekstrem, sementara wilayah lain rawan banjir. Ketidakseimbangan siklus air ini akan memperparah krisis lingkungan. Kehidupan manusia pun semakin terancam.
Dampak Langsung bagi Kehidupan Manusia
Kehidupan manusia sangat bergantung pada tumbuhan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tanpa tumbuhan, manusia akan kehilangan sumber pangan, oksigen, dan bahan baku industri. Kehidupan tidak akan dapat berjalan.
Sektor pertanian akan runtuh sepenuhnya. Industri makanan, obat-obatan, dan tekstil juga akan terdampak besar. Perekonomian global akan mengalami kehancuran.
Pada akhirnya, manusia tidak akan mampu bertahan hidup dalam jangka panjang. Tanpa tumbuhan, Bumi bukan lagi rumah yang aman. Kehidupan seperti yang kita kenal saat ini akan berakhir.
Karena itu, menjaga dan melestarikan tumbuhan adalah tanggung jawab bersama. Perlindungan hutan dan lingkungan bukan hanya demi alam, tetapi demi masa depan manusia. Tanpa tumbuhan, tidak akan ada kehidupan di muka Bumi.
Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!
-

PBSI Hapus Promosi dan Degradasi Atlet Pelatnas Cipayung
JAKARTA — Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) secara resmi meniadakan promosi dan degradasi atlet di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Cipayung yang lazim dilakukan pada akhir tahun.
Keputusan strategis terkait arah pembinaan tersebut dilakukan setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap struktur Pelatnas PBSI, performa atlet, beban kompetisi, dan efektivitas program jangka panjang.
Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menyampaikan bahwa keputusan ini bukan berarti federasi menurunkan standar atau meniadakan evaluasi. Ia memastikan evaluasi seorang atlet ditentukan oleh key performance indicator (KPI) yang sudah ditentukan oleh pelatihnya masing-masing.
“Jika seorang atlet tidak mencapai KPI yang telah ditetapkan maka akan terkena degradasi. Karena itu, jangka waktu degradasi setiap atlet akan berbeda tergantung dari KPI mereka masing-masing,” ujar dia dalam keterangan yang diterima.
Adapun untuk sistem promosi akan dilakukan lewat mekanisme seleksi nasional (seleknas) PBSI yang akan dilaksanakan setiap awal tahun.
Jumlah pengambilan pemain harus sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI dan disesuaikan dengan kebutuhan atlet di Pelatnas Cipayung.
Keputusan ini merupakan bagian dari penataan ulang strategi pembinaan untuk memastikan seluruh atlet Pelatnas PBSI dapat memperkuat stabilitas pembinaan dan menjaga kesinambungan program latihan.
PBSI sebelumnya telah menetapkan peraturan organisasi (PO) 012 Tahun 2025 yang mengatur ketentuan terkait mekanisme rekrutmen, promosi, dan degradasi atlet serta pelatih Pelatnas Cipayung.
Aturan itu mengatur jumlah peserta seleknas terdiri dari 16 atlet tunggal dan 16 pasang atlet ganda. Peserta itu datang dari Kejurnas (Kejuaaan Nasional) Taruna, peringkat nasional terbaik, serta atlet hasil pemantauan tim pemandu bakat yang memenuhi syarat administrasi dan verifikasi usia.
“Peraturan ini menjadi acuan bersama agar setiap keputusan didasarkan pada kinerja, prestasi, dan evaluasi yang terukur sehingga mampu mendorong peningkatan prestasi bulu tangkis Indonesia secara berkelanjutan,” kata Eng Hian.
-

AS Perketat Blokade Minyak, Belasan Kapal Tanker Tinggalkan Venezuela
AKARTA – Sebanyak 16 kapal tanker minyak yang masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat dilaporkan telah meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Venezuela dalam beberapa hari terakhir.
Anadolu mengutip laporan The New York Times, mengatakan langkah tersebut diduga sebagai upaya untuk menghindari blokade laut yang diberlakukan AS terhadap ekspor minyak Venezuela.
Berdasarkan citra satelit, data pelayaran, serta informasi dari sumber industri, empat kapal terlacak berlayar di sebelah timur pantai Venezuela sambil menyamarkan identitas atau memalsukan lokasi mereka. Taktik ini dikenal sebagaispoofing.
Selain itu, sebanyak 12 tanker lainnya dilaporkan berhenti menyiarkan sinyal pelacakan sama sekali dan tidak lagi terdeteksi dalam citra satelit berikutnya.
Dilansir ANTARA, Selasa, 6 Januari, laporan itu menyebut 15 dari 16 kapal yang bergerak pada Sabtu (3/1) lalu telah dikenai sanksi AS karena sebelumnya mengangkut minyak dari Iran dan Rusia.
Sumber industri mengungkapkan keempat kapal yang terlacak tersebut berangkat tanpa izin dari otoritas sementara Venezuela yang mengawasi sektor minyak.
Seluruh kapal itu telah berlabuh di terminal ekspor selama berminggu-minggu sebelum meninggalkan pelabuhan pada akhir pekan.
Amerika Serikat memberlakukan blokade total terhadap kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi pada 16 Desember, dengan tujuan memutus aliran pendapatan negara tersebut.
Pejabat AS mengatakan penegakan aturan difokuskan pada kapal-kapal armada bayangan yang terkena sanksi, sementara ekspor terbatas oleh perusahaan AS tetap diperbolehkan.
Sejak blokade diberlakukan, pasukan AS telah menyita atau mencegat sejumlah kapal tanker yang mencoba mengangkut minyak mentah Venezuela.
Venezuela sedang berada di bawah tekanan untuk segera menyalurkan minyak mentahnya karena fasilitas penyimpanan hampir mencapai kapasitas maksimum sejak blokade dimulai. Sementara itu, penghentian produksi berisiko merusak penyimpanan serta infrastruktur minyak negara itu.
-

Ciri-Ciri Anak Terkena Radang Tenggorokan yang Perlu Diwaspadai Orangtua
YOGYAKARTA – Radang tenggorokan pada anak merupakan masalah kesehatan yang cukup sering terjadi pada anak, terutama pada musim hujan dan musim panas. Pada kedua musim ini, daya tahan tubuh anak cenderung menurun. Akibatnya, anak lebih mudah terserang penyakit, termasuk radang tenggorokan.
Karena itu, penting bagi orangtua untuk mengenali ciri-ciri anak terkena radang tenggorokan agar dapat ditangani dengan tepat sebelum kondisi anak semakin memburuk.
Apa Itu Radang Tenggorokan?
Dilansir dari Primaya Hospital, radang tenggorokan atau faringitis merupakan penyakit yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Virus penyebab flu, demam kelenjar, dan influenza sering menjadi pemicu utama munculnya radang tenggorokan pada anak. Infeksi ini menimbulkan rasa tidak nyaman di area tenggorokan.
Selain virus, radang tenggorokan juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti streptokokus. Radang tenggorokan akibat bakteri biasanya menimbulkan nyeri yang lebih berat, terutama saat menelan. Karena itu, pengobatan yang tepat sangat diperlukan agar kondisi anak tidak semakin parah.
Jika radang tenggorokan dibiarkan terlalu lama, anak berisiko mengalami penurunan berat badan. Rasa sakit saat menelan membuat anak malas makan dan minum. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi asupan nutrisi dan pertumbuhan anak.
Ciri-Ciri Anak Terkena Radang Tenggorokan
Ciri-ciri anak terkena radang tenggorokan di antaranya anak sering mengeluh tenggorokannya terasa sakit, terutama saat menelan makanan atau minuman, meskipun yang dikonsumsi adalah makanan lunak. Rasa nyeri ini menjadi tanda awal yang paling sering dirasakan.
Gejala lain dan pembesaran kelenjar getah bening di leher. Orangtua biasanya melihat adanya tonjolan di sekitar leher anak. Selain itu, anak juga mudah merasa haus akibat tenggorokan yang terasa kering.
Pada kondisi tertentu, radang tenggorokan menyebabkan perubahan pada rongga mulut, seperti muncul kemerahan di langit-langit mulut, pembesaran amandel atau muncul bercak putih hingga nanah. Suara anak juga bisa berubah menjadi serak dan terdengar tidak seperti biasanya.
Jika anak mengalami salah satu atau beberapa dari gejala-gejala di atas, ada kemungkinan anak mengalami radang tenggorakan. Jika gejala tidak kunjung membaik atau semakin parah, segera konsultasikan ke dokter. Penanganan dini akan mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.
Penyebab Utama Munculnya Radang Tenggorokan
Penyebab utama radang tenggorokan pada anak adalah bakteri Streptococcus dan virus mononukleosis. Selain itu, virus Covid-19 juga diketahui dapat menimbulkan gejala radang tenggorokan. Penularan biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan penderita.
Selain infeksi, alergi juga dapat memicu radang tenggorokan. Anak yang terbiasa bernapas melalui mulut, terutama saat udara panas, lebih rentan mengalami radang tenggorokan. Jika kebiasaan ini tidak diubah, radang tenggorokan bisa terjadi berulang kali.
Infeksi jamur juga menjadi salah satu penyebab yang perlu diwaspadai. Kondisi ini sering menyerang anak dengan sistem imun lemah atau yang menggunakan antibiotik dan steroid dalam jangka panjang. Selain itu, iritasi akibat GERD pada anak remaja juga dapat memicu radang tenggorokan.
Pencegahan Radang Tenggorokan pada Anak
Mencegah radang tenggorokan pada anak sebenarnya tidak sulit dan tidak selalu membutuhkan biaya besar. Orangtua dapat mulai dengan mengajarkan anak rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Kebiasaan sederhana ini sangat efektif mencegah penyebaran virus dan bakteri.
Selain itu, anak perlu dibiasakan untuk tidak sering menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut. Orangtua juga harus memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh. Kebersihan barang-barang yang sering disentuh anak juga perlu diperhatikan.
Penggunaan hand sanitizer dapat menjadi alternatif saat air bersih tidak tersedia. Terapkan etika batuk dengan menutup mulut agar cairan tidak menyebar ke udara. Membersihkan rumah secara rutin dengan disinfektan juga membantu mengurangi risiko infeksi.
Demikian pembahasan ciri-ciri anak terkena radang tenggorokan, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!
-

Apa yang Terjadi Jika Makhluk Hidup Tidak Berkembang Biak? Begini Penjelasan Ilmiahnya
YOGYAKARTA – Setiap makhluk hidup di dunia ini memiliki kemampuan untuk berkembang biak. Berkembang biak adalah salah satu aspek terpenting dalam siklus kehidupan, yang memastikan kelangsungan spesies di alam.
Namun, apa yang terjadi jika makhluk hidup tidak berkembang biak? Artikel ini akan membahas dampak dari tidak adanya reproduksi pada makhluk hidup dan implikasi yang mungkin timbul dari situasi tersebut.
Fungsi dan Pentingnya Proses Berkembang Biak
Proses berkembang biak, baik secara seksual maupun aseksual, memungkinkan individu dari suatu spesies untuk menghasilkan keturunan yang dapat melanjutkan kehidupan mereka. Berkembang biak merupakan salah satu mekanisme alamiah untuk mempertahankan spesies dalam jangka panjang. Tanpa proses ini, keberadaan spesies di dunia akan terganggu, bahkan bisa punah.
Apa yang Terjadi Jika Makhluk Hidup Tidak Berkembang Biak?
1. Punahnya Spesies
Salah satu dampak utama dari apa yang terjadi jika makhluk hidup tidak berkembang biak adalah punahnya spesies tersebut. Jika makhluk hidup tidak mampu menghasilkan keturunan, populasi spesies tersebut akan berkurang dan akhirnya menghilang. Reproduksi adalah kunci untuk menggantikan individu yang mati atau terluka. Tanpa reproduksi, spesies tidak dapat bertahan dalam waktu lama, karena tidak ada individu baru yang menggantikan yang telah tiada.
Contoh nyata dari fenomena ini adalah banyaknya spesies langka dan terancam punah. Banyak spesies, seperti harimau Sumatra, panda, atau badak, yang populasi mereka terus menurun karena rendahnya angka kelahiran atau masalah dalam kemampuan berkembang biak.
2. Gangguan Ekosistem
Setiap spesies memainkan peran penting dalam ekosistem mereka. Jika suatu makhluk hidup tidak berkembang biak, jumlah individu dalam spesies tersebut akan menurun, yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Misalnya, jika predator tidak berkembang biak, jumlah mangsa mereka akan meningkat pesat, menyebabkan ketidakseimbangan dalam rantai makanan.
Sebaliknya, jika spesies tumbuhan tidak dapat berkembang biak, maka penyerbukan yang bergantung pada mereka akan terganggu. Ini dapat menyebabkan kelangkaan makanan bagi hewan pemakan tumbuhan dan akhirnya mempengaruhi seluruh ekosistem. Tanpa reproduksi, semua hubungan simbiosis yang ada di alam bisa terancam.
3. Mengurangi Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas ekosistem. Apa yang terjadi jika makhluk hidup tidak berkembang biak adalah berkurangnya
keanekaragaman spesies. Semakin sedikit spesies yang mampu berkembang biak, semakin berkurang pula variasi dalam dunia fauna dan flora. Keanekaragaman hayati yang rendah dapat menyebabkan ekosistem yang kurang sehat, rentan terhadap penyakit, dan mudah rusak karena ketergantungan pada sedikit spesies.
4. Penurunan Sumber Daya Alam
Sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup juga akan terpengaruh jika spesies tidak berkembang biak. Banyak produk alam, seperti buah-buahan, biji-bijian, kayu, dan hasil laut, bergantung pada kelangsungan spesies yang memproduksi atau mengumpulkan sumber daya tersebut. Jika makhluk hidup tidak berkembang biak, maka pasokan sumber daya alam ini akan berkurang, yang dapat berdampak pada ekonomi global dan ketahanan pangan.
Efek pada Penelitian dan Kemajuan Ilmu Pengetahuan
Selain dampak terhadap alam, apa yang terjadi jika makhluk hidup tidak berkembang biak juga bisa memengaruhi penelitian ilmiah. Banyak riset dalam bidang biologi, kedokteran, dan genetika dilakukan dengan mempelajari pola reproduksi makhluk hidup. Jika tidak ada perkembangan biak, kita kehilangan kesempatan untuk lebih memahami proses kehidupan, genetika, dan kemungkinan perbaikan dalam bidang kesehatan. Penelitian pada reproduksi juga penting untuk memperbaiki metode pengobatan atau konservasi spesies yang terancam punah.
Faktor yang Menyebabkan Makhluk Hidup Tidak Berkembang Biak
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan makhluk hidup tidak berkembang biak. Salah satunya adalah faktor lingkungan, seperti polusi, perubahan iklim, atau kerusakan habitat alami yang mengganggu proses reproduksi. Misalnya, suhu yang meningkat dapat mempengaruhi masa bertelur beberapa spesies reptil. Penyakit juga bisa menjadi faktor yang memengaruhi kemampuan berkembang biak, baik pada manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Selain itu, perubahan genetik atau mutasi juga dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk berkembang biak. Pada hewan atau tumbuhan yang telah melalui perubahan lingkungan atau proses evolusi, beberapa individu mungkin kehilangan kemampuan untuk berkembang biak secara alami.
Berkembang biak adalah proses vital bagi kelangsungan hidup setiap spesies di dunia ini. Apa yang terjadi jika makhluk hidup tidak berkembang biak sangat berdampak pada kehidupan di Bumi. Dari punahnya spesies hingga ketidakseimbangan ekosistem, dampak dari ketidakmampuan berkembang biak sangat luas dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, menjaga keberagaman hayati, menjaga lingkungan, serta memahami proses-proses biologis yang terlibat dalam reproduksi adalah hal yang penting untuk memastikan bahwa kehidupan di planet ini tetap lestari. Selain itu, tahukah Anda Mengapa Makhluk Hidup Perlu Diklasifikasikan?
Jadi setelah mengetahui apa yang terjadi jika makhluk hidup tidak berkembang biak, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!
-

Mengenal Pengaruh Gaya Pegas terhadap Gerak Benda dalam Fisika
YOGYAKARTA – Apa pengaruh gaya pegas terhadap gerak benda? Pertanyaan ini sering muncul dalam pembelajaran fisika, terutama yang berkaitan dengan dinamika benda dan hukum gerak Newton. Gaya pegas adalah salah satu gaya elastis yang muncul ketika sebuah benda atau material, seperti pegas, ditekan, ditarik, atau diberi gaya untuk mengubah bentuknya.
Ketika benda tersebut kembali ke bentuk semula, gaya pegas bekerja dengan cara yang dapat memengaruhi gerak benda tersebut. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana gaya pegas berperan dalam gerak benda dan prinsip-prinsip fisika yang terkait.
Apa Itu Gaya Pegas?
Gaya pegas adalah gaya yang dihasilkan oleh pegas atau benda elastis lainnya ketika diberi tekanan atau tarikan. Gaya ini bersifat elastis, artinya, benda akan kembali ke bentuk semula setelah gaya yang diberikan dihilangkan. Hukum Hooke menjelaskan hubungan antara gaya pegas dan perubahan panjang pegas tersebut. Secara matematis, hukum Hooke dituliskan sebagai:
Dimana:
( F ) adalah gaya pegas,
( k ) adalah konstanta pegas,
( Δx) adalah perubahan panjang pegas (perpindahan dari posisi keseimbangan).
Hukum ini menyatakan bahwa gaya yang diterapkan pada pegas berbanding lurus dengan perubahan panjangnya dan berlawanan arah dengan perubahan tersebut.
Apa Pengaruh Gaya Pegas Terhadap Gerak Benda
Apa pengaruh gaya pegas terhadap gerak benda? Gaya pegas memiliki dampak langsung terhadap gerakan benda, baik itu dalam bentuk osilasi, percepatan, maupun kecepatan. Gaya ini berperan penting dalam beberapa jenis gerakan, seperti gerak harmonik sederhana (GHS), yang banyak ditemukan pada sistem pegas dan massa.
Gerak Harmonik Sederhana
Salah satu contoh paling sederhana tentang pengaruh gaya pegas terhadap gerak benda adalah gerak harmonik sederhana (GHS). Ketika sebuah benda yang terhubung dengan pegas digeser dari posisi keseimbangannya, gaya pegas akan bekerja untuk mengembalikannya ke posisi semula. Gerakan ini bersifat periodik, dengan kecepatan dan percepatan yang bergantung pada konstanta pegas ( k ) dan massa benda.
Sebagai contoh, jika sebuah massa digantung pada pegas dan ditarik ke bawah, maka massa tersebut akan bergerak naik turun secara berulang, membentuk gerak osilasi. Frekuensi dari gerakan ini dipengaruhi oleh massa dan konstanta pegas, yang dapat dihitung dengan rumus:
Di mana:
( f ) adalah frekuensi osilasi,
( k ) adalah konstanta pegas,
( m ) adalah massa benda yang digantung.
Percepatan dan Gaya
Selain itu, gaya pegas terhadap gerak benda dapat memengaruhi percepatan benda. Ketika gaya pegas diterapkan pada benda yang lebih ringan atau lebih berat, percepatannya akan berbeda. Benda yang lebih ringan akan mengalami percepatan yang lebih besar dibandingkan benda yang lebih berat, karena gaya yang sama bekerja pada massa yang berbeda. Hal ini sesuai dengan hukum kedua Newton, yang menyatakan bahwa percepatan benda berbanding terbalik dengan massa benda.
Sebagai contoh, pada sistem pegas dan massa, ketika gaya pegas diberikan, benda yang lebih ringan akan bergerak lebih cepat menuju posisi keseimbangannya, sementara benda yang lebih berat akan bergerak lebih lambat.
Energi Potensial Pegas
Gaya pegas juga mempengaruhi energi potensial yang disimpan dalam sistem pegas. Ketika pegas ditekan atau ditarik dari posisi keseimbangannya, energi potensial elastis akan tersimpan. Energi potensial ini dapat dihitung dengan rumus:Dimana:
( E_p ) adalah energi potensial,
( k ) adalah konstanta pegas,
( Δx)adalah perubahan panjang pegas.
Energi potensial ini kemudian akan diubah menjadi energi kinetik saat benda bergerak kembali ke posisi keseimbangan. Proses ini mengarah pada gerakan osilasi yang terus berlangsung sampai gaya gesekan atau hambatan lainnya mengurangi energi sistem.
Contoh Kasus Gaya Pegas dalam Kehidupan Sehari-Hari
Apa pengaruh gaya pegas terhadap gerak benda dapat dijelaskan lebih lanjut melalui beberapa contoh nyata. Salah satunya adalah sistem suspensi pada mobil. Suspensi mobil menggunakan pegas untuk meredam guncangan yang dihasilkan oleh permukaan jalan yang tidak rata. Ketika mobil melaju melalui jalan berlubang, pegas akan terkompresi dan kemudian kembali ke bentuk semula, mengurangi dampak guncangan pada kendaraan dan penumpang.
Contoh lain adalah pada jam mekanik, di mana pegas digunakan untuk menggerakkan roda gigi yang memungkinkan jam berjalan. Dalam hal ini, gaya pegas mengatur gerakan osilasi yang menggerakkan jarum jam dengan akurat.
Apa pengaruh gaya pegas terhadap gerak benda? Gaya pegas berperan penting dalam gerakan benda, baik dalam sistem osilasi seperti gerak harmonik sederhana maupun dalam fenomena fisika lainnya. Gaya ini tidak hanya mempengaruhi percepatan benda, tetapi juga menyimpan energi potensial yang akan berubah menjadi energi kinetik saat benda bergerak. Dengan pemahaman tentang gaya pegas dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat lebih memahami bagaimana fisika bekerja dalam berbagai sistem mekanik. Selain itu, tahukah Anda Apa Itu Konversi Energi?
Jadi setelah mengetahui apa pengaruh gaya pegas terhadap gerak benda, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!
-

Purbaya Targetkan Lelang SBN Capai Rp220 Triliun pada Kuartal I 2026
JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diperkirakan masih akan menerapkan strategi front loading dalam penerbitan Surat Utang Negara atau Surat Berharga Negara (SBN) pada 2026.
Adapun pada kuartal pertama 2026, Kemenkeu telah menyusun agenda lelang SBN serta Surat Perbendaharaan Negara (SPN), baik konvensional maupun berbasis syariah.
Mengacu pada data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, pemerintah menetapkan target lelang SBN sebesar Rp220 triliun untuk periode Januari–Maret 2026. Nilai tersebut setara dengan sekitar 32 persen dari total target pembiayaan APBN 2026 yang mencapai Rp689,1 triliun.
Dalam rencana tersebut, lelang SBN pada kuartal I-2026 dijadwalkan berlangsung sebanyak 11 kali dengan rinciannya, empat kali lelang pada Januari, empat kali pada Februari, dan tiga kali pada Maret.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan aturan baru mengenai mekanisme penjualan surat utang negara (SUN) melalui metode pengumpulan pemesanan di pasar perdana domestik.
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 94 Tahun 2025 yang mulai berlaku pada 24 Desember 2025, dengan diberlakukannya PMK ini, dua regulasi sebelumnya resmi dicabut, yakni PMK Nomor 128 Tahun 2012 tentang Penjualan Surat Utang Negara dalam Valuta Asing di Pasar Perdana Domestik dengan Cara Bookbuilding dan PMK Nomor 27 Tahun 2020 tentang Penjualan Surat Utang Negara Ritel di Pasar Perdana Domestik.
Melalui PMK 94/2025, ketentuan penjualan dan penerbitan SUN, baik dalam denominasi rupiah maupun valuta asing, disatukan dalam satu regulasi.
“Bahwa untuk melakukan simplifikasi pengaturan dan penyempurnaan kebijakan pengelolaan surat utang negara ritel dan penjualan surat utang negara dalam valuta asing di pasar perdana domestik serta memberikan pedoman pelaksanaan penjualan surat utang negara dengan cara pengumpulan pemesanan, perlu disusun pengaturan kembali ketentuan penjualan surat utang negara dengan cara pengumpulan pemesanan,” dikutip dari regulasi tersebut, Senin, 29 Desember.
PMK terbaru ini mengatur bahwa penjualan SUN dilakukan dengan metode pengumpulan pemesanan dan dalam pelaksanaannya, Menteri Keuangan menetapkan jenis SUN, struktur produk, target investor, mekanisme pemesanan pembelian, serta syarat dan ketentuan penerbitan SUN.
Selanjutnya, kewenangan penerbitan dilimpahkan kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.
Adapun, proses penjualan SUN dapat melibatkan mitra distribusi yang berasal dari perbankan, perusahaan efek, perusahaan teknologi finansial (fintech), maupun Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE).
PMK 94/2025 juga mengatur persyaratan bagi pihak yang ingin ditunjuk sebagai mitra distribusi, di antaranya adalah kewajiban menyampaikan pendaftaran sesuai dengan kemampuan layanan atau media elektronik yang dimiliki.
Selain itu, mitra distribusi harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti didirikan atau beroperasi di Indonesia, memiliki pengalaman dalam memasarkan produk keuangan, menyediakan layanan berbasis elektronik, mampu menjangkau investor ritel, serta memiliki rencana kerja dan strategi penjualan SUN.
Setelah ditetapkan sebagai mitra distribusi, pihak terkait berhak memasarkan, menawarkan, dan/atau menjual SUN, menerima imbalan jasa, serta menjalin kerja sama dengan pihak lain untuk keperluan pemasaran dan penawaran SUN.
Terkait dengan besaran imbalan jasa bagi mitra distribusi ditetapkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bendahara Umum Negara pada bagian anggaran pengelolaan utang, dengan mempertimbangkan ruang lingkup pekerjaan, besaran imbalan sebelumnya, serta kebijakan pemerintah.
Selain itu, kinerja mitra distribusi akan dievaluasi secara berkala setelah berakhirnya tahun anggaran dan apabila hasil evaluasi menunjukkan ketidakmampuan dalam memenuhi kewajiban, mitra distribusi dapat dikenakan sanksi administratif, mulai dari peringatan tertulis hingga pencabutan status sebagai mitra distribusi.
Secara umum, PMK ini menegaskan bahwa seluruh hasil penerbitan SUN dicatat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara seluruh biaya yang timbul dari pelaksanaan penjualan SUN dibebankan kepada APBN.
“Hasil penjualan SUN diumumkan kepada publik setelah penetapan hasil penjualan SUN,” tulisnya.
