Category: Voi.id

  • Berani Main? Ini Daftar Game Pemburu Hantu yang Bikin Tegang dan Ketagihan

    Berani Main? Ini Daftar Game Pemburu Hantu yang Bikin Tegang dan Ketagihan

    YOGYAKARTA -Game pemburu hantu kini semakin digemari karena memadukan horor, strategi, dan adrenalin. Genre ini menawarkan pengalaman menegangkan bagi pemain yang suka tantangan supranatural.

    Tak hanya sekadar menakutkan, game bertema perburuan hantu juga menghadirkan cerita mendalam, kerja sama tim, serta mekanisme unik yang membuat pemain betah berlama-lama bermain.

    7 Rekomendasi Game Pemburu Hantu Paling Seru

    Dilansir VOI dari laman gamerant, berikut ini adalah rekomendasi beberapa game pemburu hantu terbaik yang bisa dimainkan di PC dan konsol:

    Obsideo merupakan game pemburu hantu berbasis co-op empat pemain yang masih terus dikembangkan, namun sudah menunjukkan potensi besar.

    Pemain akan berperan sebagai pendeta yang dibekali peralatan lengkap untuk mengidentifikasi jenis roh yang menghantui suatu lokasi.

    Berbeda dari game sejenis yang mengandalkan petunjuk pasif, Obsideo menuntut pemain berhadapan langsung dengan entitas gaib dan menyaksikan bagaimana makhluk tersebut memanipulasi lingkungan sekitar. Keberanian dan kerja sama tim menjadi kunci utama untuk bertahan hidup.

    DreadOut adalah game horor legendaris asal Indonesia yang terinspirasi dari mitologi lokal. Kisahnya mengikuti Linda Meilinda yang terjebak di kota mati penuh arwah penasaran.

    Mirip dengan Fatal Frame, senjata utama pemain hanyalah kamera dan ponsel pintar. Elemen budaya Indonesia yang kental membuat DreadOut terasa unik dan menyeramkan, sekaligus memperkenalkan cerita horor lokal ke panggung global.

    At Dead of Night menawarkan pendekatan berbeda melalui genre FMV (Full Motion Video). Pemain mengendalikan Maya yang terjebak di hotel angker dan berusaha mengungkap rahasia kelam sang pemilik hotel, Jimmy.

    Dengan alat khusus untuk berkomunikasi dengan arwah, pemain akan menerima petunjuk dari roh-roh korban. Perpaduan live-action dan gameplay horor membuat pengalaman bermain terasa sangat imersif dan intens.

    Baca juga artikel yang membahas Rekomendasi Game Kapal Perang Terbaik 2025 untuk Android dan iOS

    Ghostbusters: The Video Game

    Bagi yang ingin merasakan sensasi berburu hantu dengan nuansa lebih ringan, Ghostbusters: The Video Game adalah pilihan tepat. Pemain berperan sebagai anggota baru tim Ghostbusters dan dibekali proton pack ikonik.

    Dengan kampanye cerita yang kuat dan gameplay aksi-petualangan, game ini memungkinkan pemain mewujudkan fantasi menjadi pemburu hantu profesional seperti di filmnya.

    Ghost Exile adalah game horor kooperatif yang menekankan investigasi mendalam dan ritual pengusiran setan. Pemain harus mengidentifikasi jenis entitas menggunakan alat khusus sebelum melakukan eksorsisme.

    Atmosfer yang gelap dan mekanisme permainan yang detail menjadikan Ghost Exile cocok dimainkan bersama teman untuk pengalaman horor maksimal.

    Phasmophobia menjadi salah satu game pemburu hantu paling populer saat ini. Game ini memungkinkan hingga empat pemain menyelidiki lokasi angker sambil mengelola kewarasan karakter.

    Dengan variasi hantu, peta, serta peralatan investigasi yang lengkap, game Phasmophobia sukses menghadirkan horor yang terasa nyata dan penuh tekanan.

    Berbeda dari game lainnya, Ghostwire: Tokyo lebih menonjolkan aksi dan petualangan. Berlatar Tokyo modern, pemain menggunakan kekuatan paranormal untuk mengusir roh yang menguasai kota.

    Meski tidak terlalu fokus pada jumpscare, game ini menawarkan visual menawan dan konsep perburuan hantu yang unik.

    Setiap game pemburu hantu di atas memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi cerita, mekanisme, maupun tingkat horor. Dengan memilih game yang sesuai selera, pengalaman berburu hantu bisa menjadi hiburan menegangkan sekaligus tak terlupakan.

  • Cerita Pahit Jerni Maswara di Balik Medali Perunggu SEA Games.

    Cerita Pahit Jerni Maswara di Balik Medali Perunggu SEA Games.

    JAKARTA – Atlet kickboxing Andi Mesyara Jerni Maswara mengungkap pengalaman tidak menyenangkan saat membela kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Ia mengaku mengalami intimidasi dari perwakilan NOC Indonesia jelang seremoni penyerahan medali kelas 50 kilogram putri, Selasa 16 Desember, di Assumption University, Suvarnabhumi Campus, Samut Prakan, Thailand.

    Jerni menyebut dirinya diminta untuk menghapus unggahan video di media sosial jika ingin naik ke podium.

    “(Perwakilan) NOC melakukan semacam intimidasi kepada saya, untuk men-take down video yang saya viralkan dengan alasan bisa merusak reputasi WAKO ASIA Asian Kickboxing Confederation (AKC). Jadi mereka melarang saya naik ke podium kalau tidak men-take down video saya di Instagram,” ujar Jerni dikutip Minggu, 21 Desember.

    Sebelumnya, Jerni mengunggah video berisi kekecewaan terhadap perlakuan juri dan ofisial pertandingan saat turun bertanding di SEA Games 2025. Ia akhirnya menghapus video tersebut dan melakukan klarifikasi serta permintaan maaf kepada pihak AKC.

    Meski menerima medali perunggu, Jerni mengaku masih kecewa dengan perlakuan yang dialaminya. Ia menyayangkan tindakan perwakilan NOC Indonesia yang disebutnya menutupi kecurangan juri dan kerugian atlet Indonesia.

    “Padahal sebenarnya video itu tujuannya adalah untuk ke depannya bagaimana semoga tidak ada lagi kecurangan. Namun, mereka malah ingin mencoba menutupinya dan itu menurut saya sangat disayangkan,” ucapnya.

    Jerni menegaskan keberaniannya mengungkap kejadian ini karena memiliki sejumlah saksi mata, termasuk perangkat pertandingan setempat, penerjemah tim, serta tim kepelatihan kickboxing Indonesia.

    Ia juga menyoroti minimnya pendampingan NOC Indonesia selama gelaran cabor kickboxing. Bahkan, Jerni mendapat simpati dari panitia tuan rumah terkait tindakan intimidasi yang dialaminya.

  • Manfaat, Efek Samping, dan Peringatan

    Manfaat, Efek Samping, dan Peringatan

    YOGYAKARTA – Banyak pasien penasaran dan bertanya-tanya erphaflam obat apa. Hal ini menjadi pertanyaan yang sering muncul saat seseorang menerima resep dokter atau melihat obat ini di apotek tanpa penjelasan rinci.

    Faktanya, obat ini tergolong cukup umum digunakan, namun masih banyak orang belum memahami fungsi, cara kerja, serta aturan konsumsi yang tepat dan aman.

    Erphaflam Obat Apa?

    Dilansir VOI dari laman Medical Professionals Reference, erphaflam adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan, terutama pada kondisi radang sendi seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, dan ankylosing spondylitis.

    Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan hanya dapat diperoleh dengan resep dokter, sehingga penggunaannya harus berada di bawah pengawasan tenaga medis.

    Erphaflam sendiri mengandung bahan aktif diclofenac potassium, yaitu salah satu golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

    Dibandingkan beberapa bentuk diclofenac lain, diclofenac potassium dikenal bekerja lebih cepat dalam membantu mengurangi rasa nyeri dan peradangan.

    Kandungan dan Cara Kerja Erphaflam

    Diclofenac potassium memiliki sifat analgesik (pereda nyeri), antiinflamasi (anti radang), dan antipiretik (penurun demam). Mekanisme kerjanya berkaitan dengan penghambatan enzim cyclooxygenase (COX-1 dan COX-2).

    Enzim cyclooxygenase berperan dalam pembentukan prostaglandin, yaitu senyawa yang memicu peradangan, nyeri, dan pembengkakan di dalam tubuh.

    Dengan menurunnya produksi prostaglandin di jaringan perifer, gejala nyeri dan peradangan dapat berkurang secara signifikan. Inilah alasan Erphaflam sering diresepkan untuk pasien dengan keluhan nyeri sendi kronis.

    Erphaflam umumnya diresepkan untuk osteoarthritis, dan rheumatoid arthritis. Penggunaan obat ini bertujuan untuk mengurangi nyeri, kaku sendi, serta peradangan yang mengganggu aktivitas sehari-hari pasien.

    Dosis dan Aturan Pakai

    Untuk orang dewasa, dosis Erphaflam disesuaikan dengan kondisi medis tertentu, namun secara umum sebagai berikut:

    Osteoarthritis: 50 mg, diminum 2–3 kali sehariRheumatoid arthritis: 50 mg, diminum 3–4 kali sehari

    Prinsip utama penggunaan diclofenac potassium adalah menggunakan dosis efektif terendah dalam durasi sesingkat mungkin. Sementara itu, dosis untuk anak-anak belum ditetapkan secara pasti, sehingga penggunaannya tidak dianjurkan tanpa petunjuk dokter.

    Kontraindikasi dan Peringatan

    Erphaflam tidak boleh digunakan oleh pasien dengan riwayat alergi aspirin, serta pasien yang sedang atau baru menjalani operasi bypass jantung (CABG).

    Obat ini juga memiliki peringatan keras terkait risiko kejadian kardiovaskular serius, seperti serangan jantung dan stroke, serta gangguan saluran cerna berupa perdarahan atau tukak lambung.

    Pasien dengan riwayat penyakit jantung, hipertensi, gangguan hati, gangguan ginjal, asma, atau usia lanjut harus menggunakan Erphaflam dengan sangat hati-hati dan pemantauan rutin.

    Baca juga artikel yang membahas Jangan Panik! Begini Cara Menurunkan Tensi Tinggi Menjadi Normal dengan Cepat

    Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

    Penggunaan jangka panjang diclofenac potassium dapat menyebabkan efek samping serius, antara lain:

    Perdarahan dan luka pada saluran cernaGangguan fungsi hati dan ginjalRetensi cairan, edema, dan gagal jantungReaksi alergi berat hingga anafilaksisReaksi kulit serius seperti Stevens-Johnson syndrome

    Jika muncul ruam, sesak napas, nyeri dada, atau gejala gangguan hati, penggunaan obat harus segera dihentikan dan pasien harus mencari pertolongan medis.

    Erphaflam adalah obat pereda nyeri dan peradangan berbahan aktif diclofenac potassium yang efektif untuk radang sendi. Meski bermanfaat, obat ini memiliki risiko efek samping serius, sehingga penggunaannya harus sesuai resep dan anjuran dokter.

    Setelah mengetahui erphaflam obat apa, maka memahami fungsi, dosis, dan peringatannya sangat penting agar Erphaflam digunakan secara aman dan tepat.

  • Profil Martina Ayu Pratiwi, Atlet Triathlon Indonesia yang Berprestasi

    Profil Martina Ayu Pratiwi, Atlet Triathlon Indonesia yang Berprestasi

    YOGYAKARTA – Profil Martina Ayu Pratiwi, Atlet triathlon Indonesia, beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik setelah berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Ia berhasil membawa pulang medali perunggu dalam ajang bergengsi Asia Triathlon Cup Gamagori 2025 yang digelar di Jepang pada tanggal 20-21 September.

    Pencapaian ini membawa Martina Ayu Pratiwi di posisi ketiga dari total 58 atlet internasional yang berpartisipasi dalam kategori elite putri. Keberhasilan ini selain menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi indikator positif bagi perkembangan olahraga triathlon di Tanah Air.

    Dengan catatan waktu impresif 1 jam 22 detik, Pratiwi membuktikan dedikasi dan kerja kerasnya. Medali perunggu ini juga menjadi tolok ukur penting bagi persiapan kontingen Indonesia dalam menghadapi SEA Games 2025 di Thailand.

    Pencapaian Gemilang Martina Ayu Pratiwi di Gamagori

    Martina Ayu Pratiwi menyelesaikan perlombaan dengan performa yang konsisten pada setiap segmen. Untuk segmen renang, ia mencatatkan waktu 10 menit 46 detik, dilanjutkan dengan 31 menit 14 detik di segmen balap sepeda, dan kemudian dengan 17 menit 24 detik pada segmen lari.

    Catatan waktu yang solid ini membuktikan kematangan strategis dan kekuatan fisik Pratiwi dalam berlaga di kompetisi tingkat Asia. Pelatih nasional triathlon Indonesia, Muchammad Fadly Arif, menyatakan pujian atas performa anak didiknya tersebut.

    “Ini mencerminkan hasil latihan nasional yang intens,” ujar Fadly Arif, menggarisbawahi bahwa keberhasilan ini menjadi buah dari program pelatihan yang terstruktur dan disiplin. Pernyataan ini menunjukkan bahwa prestasi Martina Ayu Pratiwi tentu bukan kebetulan semata.

    Selain meningkatkan motivasi Pratiwi secara pribadi, pencapaian podium ini juga memperkuat posisi Indonesia di peta persaingan triathlon internasional. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa atlet-atlet Indonesia mempunyai potensi untuk bersaing di level tertinggi.

    Profil Martina Ayu Pratiwi dan Rekam Jejaknya

    Lahir pada tahun 2004, Martina dikenal sebagai atlet muda yang menempuh studi di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Ia berasal dari Magetan, Jawa Timur.

    Prestasi Martina Ayu Pratiwi di Gamagori bukanlah kali pertama. Sebelumnya, ia mencatatkan namanya sebagai peraih medali emas di Asia Triathlon Cup Chennai, India, pada bulan Februari 2025. Ini memperlihatkan konsistensi performanya di tingkat Asia.

    Secara khusus, Marciano Norman juga mengungkapkan apresiasi kepada tim pelatih dan Federasi Triathlon Indonesia (PP FTI). Federasi yang dipimpin oleh Armand van Kempen ini dianggap telah memberikan dukungan secara maksimal.

    Dukungan tersebut terdiri dari berbagai aspek, mulai dari program latihan, fasilitas, dan kesempatan ikut berlaga di ajang internasional.

    Prestasi Internasional:

    Juara 1 di Asia Triathlon Cup Chennai 2025 (Elite Women).Medali perunggu di Asia Triathlon Cup 2025 di Gamagori, Jepang, dengan total waktu 1 jam 22 detik.Peringkat 4 di Asia Triathlon Cup Putrajaya, Nepal, dan Subic Bay 2024.Peringkat dunia ke-112 (per Nov 2025).

    Prestasi Nasional:

    Meraih medali emas untuk Jawa Timur pada PON XXI 2024 di nomor Sprint Distance Triathlon Putri.Juara di nomor Sprint Distance Duathlon PON XXI.Mencatatkan berbagai prestasi di ajang renang dan triathlon tingkat provinsi (Porprov Jatim) dan nasional sejak tahun 2019-2023.

    Itulah ulasan mengenai profil Martina Ayu Pratiwi​ dan rekam jejaknya sebagai atlet thriatlon. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

  • Melawan Stigma Negatif Panti Jompo di Film Agak Laen: Menyala Pantiku!

    Melawan Stigma Negatif Panti Jompo di Film Agak Laen: Menyala Pantiku!

    JAKARTA – Petualangan kuartet Bene Dion, Boris Bokir, Oki Rengga, dan Indra Jegel memasuki babak baru di film kedua mereka,Agak Laen: Menyala Pantiku! Dalam film ini sedikit dikisahkan soal kehidupan para usia lanjut (lansia) di panti jompo.

    Film pertamanya,Agak Laen, berhasil menarik 9.126.607 penonton yang menempatkannya di urutan ketigafilm Indonesia terlaris sepanjang masa, di bawahJumbodanKKN di Desa Penari.

    Kesuksesan tersebut berlanjut di film kedua,Agak Laen: Menyala Pantiku! yang telah menarik delapan juta lebih penonton dalam waktu kurang dari satu bulan sejak tayang perdana pada 27 November 2025.

    Film berdurasi 119 menit tersebut menceritakan tentang empat polisi yang kariernya terancam seusai gagal mengungkap kasus pembunuhan anak wali kota. Mereka kemudian diberi kesempatan terakhir yaitu harus melakukan operasi penyamaran dan menyusup ke sebuah panti jompo untuk mencari sang pembunuh.

    Bene Dion, Indra Jegel, Oki Rengga dan Boris Bokir berfoto bersama mempromosikan film Agak Laen yang kini sedang tayang di bioskop seluruh Indonesia. (ANTARA/HO-POPLICIST Publicist/am)

    Yang menarik adalah bagaimana sang penulis cerita, Muhadkly Acho mengangkat kehidupan para lansia di panti jompo.Bagi kebanyakan orang di Indonesia, menitipkan orang tua di panti jompo bisa dipandang negatif.

    Padahal, menurut sosiolog sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip) Prof Ari Pradanawati, panti wreda atau panti jompo tidak serta merta berarti sebagai tempat pembuangan orang tua.

    Stigma Negatif

    Dalam salah satu adegan di filmAgak Laen: Menyala Pantiku!Boris dan Oki, yang menyamar sebagai pasangan lansia, mendaftarkan diriuntuk tinggal di Wisma Kasih, karena tak mau merepotkan para tetangga setelah anak mereka meninggal dunia.

    Dalam film dikisahkan kehidupan para lansia di panti jompo. Di sana, para lansia bisa berinteraksi satu sama lain serta mendapat perawatan yang layak.

    Mendengar kata panti jompo masih menjadi hal yang tabu di Indonesia. Panti jompo memiliki makna negatif, lantaran dianggap sebagai tempat ‘menelantarkan’ orang tua.

    Merawat orang tua, apalagi yang sudah berusia lanjut, memang selalu menjadi topik hangat yang memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh keluarga adalah menempatkan lansia di panti wreda.

    Seperti yang digambarkan di filmAgak Laen: Menyala Pantiku!rumah jompo menawarkan berbagai layanan yang dirancang untuk mendukung kesejahteraan lansia.

    Tapi di baik itu, tetap meyimpan berbagai kontroversi apaka menitipkan orang tua di panti wreda adala pilihan terbaik, apalagi jika lansia tersebut masih memilki anak.

    Bukan Budaya Indonesia

    Pada 2024, Tri Rismaharini, yang kala itu masih menjabat sebagai Menteri Sosial, mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait konsep panti jompo. Menurut Risma, panti jompo tidak cocok untuk budaya Indonesia.

    Politisi PDI Perjuangan itu khawatir panti jompo menjadi pembenar anak menolak merawat lansia di keluarga. Ia pun mendorong keluarga untuk merawat lansia, alih-alih menitipkannya di panti wreda.

    “Itu budaya dari luar negeri. Sebetulnya menurut saya ya, gak sesuai. Tidak sesuai dengan budaya, begitu kan,” katanya, saat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Aceh Utara, 29 Mei 2024.

    Ternyata menurut jajak pendapat yang dilakukan lembaga risetJakpat, padangan Risma yang kontra terhadap keberadaan panti wreda sejalan dengan Generasi Z.

    Tri Rismaharini, saat itu menjabat Menteri Sosial, berbincang dengan warga saat mengunjungi Rumah Sejahtera Terpadu (RST) warga lansia di Aceh Utara, Aceh, Rabu, 29 Mei 2024. (ANTARA/Rahmad)

    Dari survei terhadap 1.499 responden 16-27 tahun, sebanyak 48,63 responden tidak setuju dengan pandangan mengirim orang tua ke panti wreda. Bahkan terdapat 35,76 persen lainya yang menjawab “sangat tidak setuju”.

    Survei ini dilakukan pada 7-8 Juni 2024. Kebanyakan responden dari kelompok 20-25 tahun (59, 79 persen), diikuti kelompok 26-27 tahun (20,37 persen) dan kelompok 16-19 tahun (19,77 persen).

    Sekitar sepertiga responden yang memilih tidak setuju dengan mengirim oang tua ke panti wreda, mengaku khawatir dengan stigma sosial. Mereka merasa masih ada pandangan negatif di masyarakat yang menganggap anak tidak berbakti jika menempatkan orang tua ke panti wreda.

    Perlu Perubahan Istilah

    Profesor Ari Pradanawati menuturkan, pendapat yang kontra dengan menitipkan orang tua di panti jompo cenderung lebih mengacu pada budaya di Indonesia.

    Di Indonesia, anggapan bahwa orang tua harus dirawat anak masih sangat kental. Menurut Prof Ari, pandangan masyarakat terhadap kata panti jompo masih cenderung negatif. Padahal, panti jompo tidak serta merta sebagai ‘tempat pembuangan’ bagi para orang tua.

    “Dalam pikiran kita, jika mendengar kata panti jompo atau panti wreda seolah menganggap orang tua dibuang. Padahal sebenarnya tidak begitu juga, karena memang ketika mendengar kata jompo atau wreda terkadang membuat pikiran malah stres,” tutur Prof Ari, dikutip laman Undip.

    Penghuni Panti Sosial Tresna Wreda Senjarawi menunggu antrean pada pemeriksaan gratis relawan KawanJuang GP, Kamis (19/10/2023). (ANTARA/HO-Pri)

    Ia pun mengungkapkan perlu ada penggantian istilah di kalangan masyarakat dalam menyebut panti jompo sehingga bisa memiliki makna yang lebih positif, misalnya rumah masa tua.

    “Artinya bagaimana kita membuat istilah yang membuat nyaman, misalnya sebuah rumah masa tua di mana ada fasilitas yang komplit,” ungkap Prof Ari.

    “Sehingga konotasi kita terhadap panti jompo atau panti wreda untuk lansia diubah menjadi suatu istilah-istilah yang mengena di hati dan anggapan ke panti jompo itu tidak berarti dibuang dan orang tua mesti diberi pemahaman,” sambung dia lagi.

  • Jelang Natal 2025, Polri Cek Kesiapan Pengamanan di Gereja dan Objek Vital

    Jelang Natal 2025, Polri Cek Kesiapan Pengamanan di Gereja dan Objek Vital

    JAKARTA – Menjelang perayaan Natal 2025, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan pemantauan langsung ke sejumlah rumah ibadah dan lokasi strategis guna memastikan sistem pengamanan berjalan optimal.

    Berdasarkan informasi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sejumlah titik yang dikunjungi meliputi Gereja Santa, Gereja Katedral, Stasiun Gambir, Pos Pengamanan Monas, serta Pos Pengamanan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

    Peninjauan lapangan ini dipimpin oleh Kepala Korps Sabhara Baharkam Polri Irjen Pol. Mulia Hasudungan Ritonga yang juga bertindak sebagai Kepala Operasi Pusat (Kaopspus) Operasi Lilin 2025. Ia didampingi Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib selaku Kepala Satuan Tugas Preventif Operasi Lilin 2025.

    Selama kunjungan berlangsung, jajaran Polri melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pengurus serta pemuka agama di Gereja Santa dan Gereja Katedral untuk memastikan kesiapan pelaksanaan ibadah Natal serta keamanan bagi para jemaat.

    Selain itu, rombongan juga berdialog dengan Kepala Stasiun Gambir terkait kesiapan layanan dan pengamanan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api selama periode libur akhir tahun.

    Kasatgas Humas Operasi Lilin 2025 Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sepanjang rangkaian Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta pola pengamanan di lapangan berjalan sesuai rencana. Polri berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah Natal maupun aktivitas libur akhir tahun,” katanya.

    Ia menambahkan, hasil pemantauan menunjukkan seluruh lokasi yang dikunjungi berada dalam kondisi aman dan tertib. Seluruh personel pengamanan telah disiagakan secara lengkap dan siap menjalankan tugas sesuai dengan penempatan yang telah ditetapkan.

    Lebih lanjut, Trunoyudo menegaskan bahwa Polri akan terus mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan serta pengamanan terpadu selama Operasi Lilin 2025 guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

    “Melalui Pelayanan Terpadu 2025 ini, Polri hadir untuk memberikan jaminan keamanan, pelayanan, dan perlindungan kepada seluruh masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ucapnya.

  • Google Tunda Migrasi Google Assistant ke Gemini di Perangkat Mobile hingga 2026

    Google Tunda Migrasi Google Assistant ke Gemini di Perangkat Mobile hingga 2026

    JAKARTA – Google resmi mengumumkan akan menunda migrasi Google Assistant ke Gemini di sebagian besar perangkat mobile hingga 2026 mendatang.

    Pada bulan Maret lalu, Google menyatakan ingin menghapus Assistant dari sebagian besar ponsel Android pada akhir tahun 2025 dan menggantinya dengan Gemini.

    “Kami menyesuaikan jadwal yang telah kami umumkan sebelumnya untuk memastikan transisi yang lancar, dan akan melanjutkan upaya kami untuk meningkatkan pengguna Asisten ke Gemini di perangkat seluler hingga tahun 2026,” tulis perwakilan Google dalam pengumuman di situs resminya.

    Google menyatakan penyesuaian jadwal ini dilakukan agar pengalaman pengguna tetap optimal selama proses migrasi. Perusahaan juga berjanji akan membagikan detail lanjutan terkait rencana tersebut dalam beberapa bulan ke depan.

    “Kami akan membagikan detail lebih lanjut tentang rencana kami dalam beberapa bulan mendatang. Masukan Anda penting bagi kami,” tutup pengumuman tersebut.

    Gemini merupakan model AI generatif Google yang secara bertahap menggantikan peran Google Assistant, dengan kemampuan yang lebih canggih dalam memahami konteks, bahasa alami, serta integrasi lintas aplikasi di ekosistem Google.

    Dengan fitur-fitur seperti Gemini Live untuk percakapan multimodal yang mengalir bebas dan Deep Research, kehadiran Gemini diharapkan bisa menjadikan Google sebagai asisten riset pribadi pengguna.

  • Pasca Peretasan Kasus BI-FAST, OJK Fokus Perkuat Ketahanan Siber Bank Daerah

    Pasca Peretasan Kasus BI-FAST, OJK Fokus Perkuat Ketahanan Siber Bank Daerah

    JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan tengah melaksanakan crash program pemeriksaan terhadap seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.

    Program ini difokuskan pada penguatan ketahanan dan keamanan siber perbankan, menyusul terjadinya sejumlah kasus peretasan yang memanfaatkan sistem BI-FAST di beberapa BPD.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana, menyampaikan bahwa industri perbankan saat ini tidak terlepas dari disrupsi digital yang secara signifikan mengubah pola layanan kepada nasabah.

    Ia menambahkan masyarakat semakin cenderung memilih bank yang menawarkan layanan digital yang sederhana, cepat, aman, dan nyaman, sehingga kondisi ini menuntut perbankan untuk terus melakukan transformasi dan digitalisasi.

    “Era digitalisasi di satu sisi mampu merubah layanan industri jasa keuangan menjadi lebih cepat dan efisien, namun di sisi lain memberikan cukup banyak tantangan antara lain berupa tingginya potensi serangan Siber,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip Minggu, 21 Desember.

    Menurutnya sektor keuangan sebagai salah satu fondasi perekonomian nasional harus dijaga dengan memastikan seluruh infrastruktur teknologi informasinya terlindungi dari ancaman siber.

    Dian menambahkan ancaman tersebut tidak hanya berpotensi mengganggu operasional bank, tetapi juga dapat merusak reputasi sektor keuangan serta mengancam stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

    Dalam menjalankan fungsi pengawasan, ia menyampaikan OJK menerapkan pendekatan Risk Based Supervision (RBS) atau pengawasan berbasis risiko dan pendekatan ini digunakan untuk menilai tingkat kesehatan bank secara proporsional dan berkelanjutan.

    “OJK melakukan evaluasi terhadap profil risiko bank, termasuk risiko operasional yang didalamnya mencakup aspek teknologi informasi, serta menetapkan Tingkat Kesehatan Bank setiap semester,” jelasnya.

    Dian menyampaikan pengawasan OJK dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu pengawasan offsite (tidak langsung) dan onsite (pemeriksaan langsung).

    “Seluruh kegiatan pengawasan tersebut dilakukan berdasarkan rencana pengawasan yang disusun sebelumnya, dengan mempertimbangkan prioritas pengawasan, tingkat urgensi, ketersediaan sumber daya, serta karakteristik, skala usaha dan kompleksitas operasional masing-masing bank,” tuturnya.

    Ia menambahkan pasca terjadinya insiden di sejumlah BPD, OJK mengambil langkah cepat dengan melaksanakan crash program pemeriksaan terhadap BPD di seluruh Indonesia, dengan fokus utama pada ketahanan dan keamanan siber.

    “Bank sudah diminta untuk memastikan dilaksanakannya langkah-langkah peningkatan ketahanan dan keamanan Siber bank,” jelasnya.

    Selain itu, Dian menyampaikan OJK juga memperkuat kerja sama dengan regulator sistem pembayaran guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

    Dari sisi regulasi, OJK telah menerbitkan beberapa ketentuan yang mengatur penerapan teknologi informasi di bank diantaranya POJK Nomor 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum (POJK PTI) dan SEOJK Nomor 29/SEOJK.03/2022 tentang Ketahanan Dan Keamanan Siber Bagi Bank Umum (SEOJK Siber).

    Dalam rangka pencegahan penyalahgunaan sistem perbankan untuk tindak pidana fraud, OJK juga kembali mengingatkan bank untuk memperkuat manajemen risiko melalui beberapa langkah, antara lain:

    Melakukan penyempurnaan fraud detection system;Memperkuat pelaksanaan know your customer;Melakukan analisis dan evaluasi berkala atas profil dan limit transaksi nasabah;Melakukan penguatan manajemen risiko pihak ketiga;Memperkuat tim tanggap insiden siber; danMelakukan pelatihan dan sosialisasi rutin terkait peningkatan security awareness.

    “OJK juga telah mengirimkan surat pembinaan mengenai langkah-langkah yang harus segera dilakukan oleh bank khususnya mengenai transaksi-transaksi anomali yang terjadi, serta meminta bank untuk melakukan penghentian transaksi untuk melakukan klarifikasi sebelum melaksanakan perintah transaksi,” pungkasnya.

  • Anthropic Resmi Hadirkan Claude di Chrome ke Seluruh Pengguna Berbayar

    Anthropic Resmi Hadirkan Claude di Chrome ke Seluruh Pengguna Berbayar

    JAKARTA – Anthropic resmi memperluas ketersediaan Claude di Google Chrome ke seluruh pengguna berbayar, termasuk pelanggan Pro, Team, dan Enterprise, mulai 18 Desember.

    Dalam pengumuman terbarunya, bersamaan dengan ketersediaan Claude di Chrome, Anthropic juga merilis fitur yang paling banyak diminta pengguna, yakni integrasi Claude Code.

    Fitur ini memungkinkan pengembang membangun kode langsung melalui terminal, memverifikasi hasil di browser, serta melakukan debug dengan Claude yang dapat membaca error konsol dan status DOM secara langsung.

    Sebelumnya, Claude di Chrome telah tersedia dalam versi beta untuk pelanggan paket Max sejak 24 November 2025. Selama masa uji coba tersebut, Anthropic menghadirkan sejumlah pembaruan besar, termasuk fitur penjadwalan tugas, hingga navigasi yang lebih cerdas di berbagai situs yang sering digunakan pengguna.

    “Setelah berbulan-bulan pengujian di dunia nyata, kami siap untuk memperluasnya ke semua paket berbayar. Kami juga telah meluncurkan fitur yang paling banyak diminta: integrasi untuk Claude Code,” tulis perusahaan.

    Khusus untuk paket Team dan Enterprise, Anthropic menyediakan kontrol administratif yang lebih luas. Admin kini dapat mengaktifkan atau menonaktifkan ekstensi Claude di Chrome secara menyeluruh di tingkat organisasi, sekaligus mengatur daftar situs yang diizinkan maupun diblokir.

    Anthropic menilai integrasi AI langsung di browser sebagai langkah yang tidak terelakkan. Karena menurut perusahaan, sebagian besar aktivitas kerja digital berlangsung di browser.

    “Kami memandang AI yang menggunakan peramban sebagai sesuatu yang tak terhindarkan, begitu banyak pekerjaan terjadi di peramban sehingga memberikan Claude kemampuan untuk melihat apa yang Anda lihat, mengklik tombol, dan mengisi formulir akan membuatnya jauh lebih bermanfaat,” tutupnya.

  • Studi Ungkap Mayoritas Pasien Kanker Alami Gangguan Seksual Pasca Pengobatan

    Studi Ungkap Mayoritas Pasien Kanker Alami Gangguan Seksual Pasca Pengobatan

    JAKARTA – Disfungsi seksual merupakan salah satu efek samping paling umum dari kanker dan pengobatannya, dan hal ini sering membuat pasien merasa sangat terganggu. Hampir 85 persen pasien kanker menyatakan kanker berdampak negatif pada kesehatan seksual. Namun hanya sebagian kecil pasien yang melaporkan tim medis mereka pernah memulai pembicaraan tentang hal ini.

    Disfungsi seksual dapat dialami oleh pasien dengan semua jenis kanker, meskipun seringkali hanya pasien dengan kanker yang langsung memengaruhi organ seksual atau reproduksi yang ditanyakan mengenai hal ini.

    Gangguan yang memengaruhi seksualitas dan keintiman biasanya bersifat multifaktorial, artinya ada banyak faktor yang bisa memengaruhi keinginan dan keintiman seksual, antara lain:

    – Efek samping dari kemoterapi dan radiasi dosis tinggi

    – Ketidaknyamanan fisik setelah operasi atau radiasi

    – Kerusakan pada serabut saraf di organ seksual

    – Kelelahan

    – Mual

    – Penurunan libido akibat terapi hormon

    – Disfungsi ereksi setelah operasi

    Faktor psikologis juga memegang peranan penting, karena kecemasan selama pengobatan atau ketidakpuasan terhadap citra tubuh dapat menurunkan hasrat seksual.

    Masalah ini bisa bertahan bertahun-tahun setelah pengobatan. Penelitian menunjukkan bahwa 50 persen pria dan 80 persen wanita yang menjalani transplantasi sel punca mengalami disfungsi seksual, dengan 20-49 persen pria dan 40-71 persen wanita melaporkan tidak aktif secara seksual antara lebih dari 1 hingga 5 tahun setelah transplantasi.

    Meski demikian, sebagian besar pasien tetap tidak menerima edukasi atau dukungan untuk mengatasi efek samping ini setelah transplantasi.

    Untuk membantu mengatasi tantangan ini, sekelompok peneliti melakukan uji coba pilot dengan menggunakan aplikasi mobile multimodal untuk membantu pasien kanker darah yang mengalami stres akibat disfungsi seksual beberapa bulan setelah transplantasi sel punca.

    Dr. Betty K. Hamilton dari Cleveland Clinic Cancer Institute yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut menulis editorial di JNCCN mengenai topik penting ini dan dampaknya terhadap penyintas kanker. Ia memuji tim peneliti karena menemukan cara baru untuk menangani efek samping yang sering diabaikan ini.

    “Semakin banyak pasien yang hidup lebih lama dengan kanker, semakin penting untuk menangani isu kualitas hidup seperti kesehatan seksual,” kata Dr. Hamilton, dikutip dari laman Cleveland Clinic.

    “Beberapa tenaga medis mungkin enggan membahasnya karena merasa tidak nyaman, tetapi penelitian ini menekankan pentingnya membicarakan kesehatan seksual, bahkan pada populasi pasien yang kompleks, dan menunjukkan bahwa hal ini sangat mungkin dilakukan,” jelasnya.

    Dalam penelitian ini, pasien secara acak diberikan akses ke aplikasi digital bernama SHIFT atau mendapatkan perawatan biasa yang ditingkatkan, terdiri dari sesi dengan dokter transplantasi sel punca dan materi edukasi.

    Aplikasi ini merupakan alat visual yang memandu pasien melalui berbagai masalah biologis, interpersonal, sosial, dan psikologis. Dengan gamifikasi dan latihan keintiman, aplikasi ini menawarkan teknik yang bisa dicoba pasien dan pasangan mereka secara privat di rumah.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi ini memberikan hasil positif, termasuk meningkatnya minat seksual, lebih banyak kepuasan dari pengalaman seksual, tingkat kecemasan terkait seks yang lebih rendah, dan peningkatan kualitas hidup.

    Dr. Hamilton menekankan pentingnya menormalkan dukungan kesehatan seksual.

    “Jangan takut untuk membicarakannya, sama seperti gejala lainnya. Masalah setelah pengobatan biasanya paling baik ditangani sejak awal. Tidak pernah terlalu dini untuk membahas topik ini, bahkan jika hanya sekadar memberi edukasi singkat kepada pasien bahwa pengobatan dapat memengaruhi libido dan ada sumber daya untuk membantu.” ujarnya.

    Bagi dokter yang baru mengenal topik ini, mungkin perlu waktu untuk terbiasa melakukan diskusi semacam ini.

    “Seperti halnya percakapan sulit lainnya, perlu latihan, dan tidak akan selalu sempurna setiap saat,” kata Dr. Hamilton.

    “Intinya adalah pasien ingin tenaga medis mereka membahas masalah ini.” lanjutnya.