Category: Voi.id

  • Waspada Potensi Hujan Lebat-Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia pada Jumat

    Waspada Potensi Hujan Lebat-Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia pada Jumat

    JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan publik untuk siap siaga menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang disebabkan dinamika atmosfer di sejumlah wilayah pada Jumat, 26 Desember 2025.

    Dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Prakirawan Cuaca BMKG, Masayu, mengatakan kondisi tersebut terdapat di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

    Adapun kombinasi sejumlah dinamika atmosfer menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia.

    “Siklon Tropis GRANT terpantau di Samudera Hindia Selatan Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 35 knot atau 65 km per jam dan tekanan udara minimum 997 hektopaskal dengan arah gerak ke barat,” kata Masayu dilansir Antara.

    Masayu menyebutkan bahwa dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis ini menjadi Kategori 2 atau berbahaya.

    Siklon Tropis ini, katanya, dapat meningkatkan kecepatan angin di sekitar sistem atau low level jet hingga mencapai lebih dari 25 knot di Samudera Hindia Barat Lampung serta membentuk daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi dan pertemuan angin atau konfluensi di wilayah Samudera Hindia Barat Bengkulu Lampung hingga Selatan Banten.

    Bibit Siklon Tropis 96S terpantau di Selatan Nusa Tenggara Barat dengan kecepatan maksimum 15 knot atau 28 km per jam dengan tekanan udara minimum 1.008 hektopaskal dan arah gerak ke barat.

    “Bibit ini memiliki potensi rendah untuk menjadi Siklon Tropis dalam 24 jam ke depan,” ujarnya.

    Adapun Bibit Siklon Tropis itu menginduksi terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) di Nusa Tenggara Barat serta Nusa Tenggara Timur bagian Selatan.

    Daerah konvergensi lainnya memanjang di Selat Malaka hingga Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

    “Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertemuan awan hujan di sekitar Siklon Tropis, Bibit Siklon Tropis, Sirkulasi Siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi-konfluensi tersebut,” tuturnya.

    Terkait cuaca di daerah lain, dia mengingatkan untuk publik di Indonesia bagian barat mewaspadai potensi hujan petir di Palembang dan Palangka Raya, serta potensi hujan sedang di Bengkulu dan Jakarta.

    Dia juga menyebutkan terdapat juga potensi hujan ringan sebagian besar Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, serta potensi berawan hingga berawan tebal di Banda Aceh.

    Untuk Indonesia bagian timur, menurut Masayu, perlu mewaspadai potensi hujan sedang di Mamuju, Kendari, Makassar, dan Merauke.

    “Terdapat juga potensi hujan ringan di Denpasar, Mataram, Kupang, Palu, Makassar, Manado, Ternate, Ambon, dan sebagian Papua, serta potensi berawan tebal di Gorontalo, potensi asap dan kabut di Sorong,” katanya.

  • Menghidupkan Kembali Peran Ayah sebagai Teladan dalam Keluarga

    Menghidupkan Kembali Peran Ayah sebagai Teladan dalam Keluarga

    DENPASAR – Pengasuhan anak sering kali dianggap sebagai domain ibu semata. Namun, melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN berupaya menggeser paradigma tersebut. Ayah kini didorong untuk hadir secara utuh, bukan sekadar sebagai pencari nafkah, melainkan sebagai pendamping emosional anak.

    GATI bukan sekadar wacana, melainkan upaya konkret untuk menjadikan ayah sebagai figur teladan. Salah satu pintu masuknya adalah program GEMAR. Aktivitas sederhana seperti mengantar anak ke sekolah atau mengambil rapor mengirimkan pesan kuat: ayah peduli dan terlibat aktif dalam setiap fase pertumbuhan buah hati.

    Di tengah gempuran era digital, kehadiran fisik dan emosional ayah menjadi jangkar bagi karakter anak. Ayah diharapkan menjadi pembimbing nilai-nilai kehidupan dan contoh nyata dalam bersikap sehari-hari.

    Kearifan Lokal Bali: Ayah dan Penanaman Nilai Dharma

    Di Bali, konsep keterlibatan ayah sebenarnya sudah berakar kuat dalam tradisi. Peran ayah sebagai teladan tercermin dalam pengajaran nilai Dharma—nilai kebenaran dan kewajiban moral.

    Keteladanan di Ruang Publik: Anak-anak Bali belajar tentang tanggung jawab dan disiplin dengan melihat ayah mereka aktif di banjar, upacara adat, dan gotong royong.Jembatan Identitas: Ayah menjadi jembatan yang mengenalkan anak pada identitas sosial dan komunitasnya.

    Implementasi GATI di Bali bukanlah upaya mengubah nilai lokal, melainkan menghidupkan kembali kearifan budaya: ayah yang membimbing dengan kedekatan, bukan dengan jarak.

    Menjawab Kekhawatiran: Bagaimana Jika Ayah Tak Bisa Hadir?

    Meskipun kampanye GEMAR disambut positif, muncul respons kritis mengenai perasaan anak yang tidak memiliki sosok ayah—baik karena perceraian, hubungan jarak jauh (LDR), maupun duka cita. Ada kekhawatiran kampanye ini akan melukai perasaan anak yang tumbuh tanpa figur ayah.

    Menanggapi hal tersebut, Psikolog Klinis Hari Imam Wahyudi, S.Psi, menekankan pentingnya kejujuran emosional dalam keluarga.

    “Anak tidak membutuhkan keluarga yang sempurna, melainkan keluarga yang jujur dan aman secara emosional,” jelas Hari.

    Menurutnya, peran ibu (terutama ibu tunggal atau yang menjalani LDR) sangat krusial dalam memberikan pengertian. Penjelasan yang penuh kasih bahwa kondisi keluarga setiap orang berbeda-beda akan membantu anak merasa tetap diterima dan dicintai.

    Esensi Pengasuhan: Cinta yang Melampaui Status

    Pada akhirnya, GATI dan GEMAR adalah ajakan inspiratif, bukan standar untuk menghakimi bentuk keluarga tertentu. Esensi dari gerakan ini adalah:

    Kehadiran yang Berkualitas: Baik fisik maupun komunikasi jarak jauh.Dukungan Emosional: Menjadi pendengar yang baik bagi anak.Lingkungan yang Menguatkan: Memastikan anak merasa aman dalam kondisi keluarga apa pun.

    Anak akan tumbuh sehat dan percaya diri selama mereka merasa didengar dan didampingi. Karena yang paling dibutuhkan anak bukanlah kesempurnaan, melainkan kehadiran orang tua—ayah, ibu, atau keduanya—yang sungguh-sungguh berjalan bersama mereka dalam proses tumbuh kembang.

  • Ratusan Suzuki Fronx Kena Recall di Negara Ini usai Raih Satu Bintang Uji Tabrak

    Ratusan Suzuki Fronx Kena Recall di Negara Ini usai Raih Satu Bintang Uji Tabrak

    JAKARTA – Suzuki Fronx tersandung isu keselamatan serius di Australia. Sejumlah unit ditarik kembali atau recall setelah uji tabrak ANCAP menemukan kegagalan mekanisme penarik sabuk pengaman kursi belakang kiri akibat cacat produksi.

    Pabrikan asal Jepang ini meminta pemilik segera berhenti menggunakan kursi belakang sampai perbaikan dilakukan. Tak hanya itu, Fronx juga ditarik dari peredaran dan dikenai larangan penjualan sementara selama investigasi berlangsung.

    Seperti dilansir Drive, Kamis, 25 Desember 2025, dua pemberitahuan penarikan telah diterbitkan. Sebanyak 75 unit berada di bawah distributor Suzuki QLD (Queensland dan NSW bagian utara), sementara 249 unit lainnya berada di bawah Suzuki Australia untuk wilayah lain.

    Total 324 unit Suzuki Fronx yang terdampak masalah sabuk pengaman di kursi belakang. Dalam dokumen Departemen Infrastruktur Australia, menyebutkan bahwa sabuk pengaman bisa terlepas saat kecelakaan atau pengereman mendadak, yang meningkatkan risiko cedera serius hingga fatal bagi penumpang.

    Sejak diluncurkan awal tahun ini, Fronx tercatat terjual 1.447 unit di Australia. Namun, Suzuki menyatakan telah mengidentifikasi rentang VIN tertentu yang berpotensi mengalami masalah tersebut.

    Cacat produksi itu terungkap saat uji tabrak ANCAP yang diumumkan pekan ini. Hasilnya mengejutkan, Fronx hanya meraih peringkat satu bintang, setelah mencatat perlindungan tabrakan tingkat rendah bagi penumpang dewasa dan anak.

    Model ini nyaris nol bintang karena skor Perlindungan Penumpang Anak 40 persen ialah ambang minimum untuk tetap memperoleh satu bintang.

    ANCAP menjelaskan kegagalan pelepasan sabuk pengaman yang tidak terkendali tidak memengaruhi skor akhir karena Fronx sudah mendapat nol poin pada uji benturan frontal penuh sebelum kegagalan terjadi, imbas beban dada yang tinggi.

    “Suzuki Motor Corporation dan Suzuki Australia menyarankan seluruh pemilik Fronx yang terdaftar untuk segera berhenti menggunakan kursi belakang.”

    “Investigasi segera dan mendesak sedang dilakukan. Setelah rampung, langkah lanjutan akan difasilitasi untuk memastikan keselamatan seluruh kendaraan,” bunyi pernyataan Suzuki.

    Dalam siaran pers terbarunya, Suzuki Motor Corporation menyebut masalah ini sebagai sebuah fenomena dan memastikan pelanggan akan dihubungi untuk tindak lanjut perbaikan. Pemilik mobil juga bisa mengunjungi situs Suzuki Australia.

  • Wamenpar Tinjau Kesiapan Destinasi Wisata Anyer Sambut Nataru 2025

    Wamenpar Tinjau Kesiapan Destinasi Wisata Anyer Sambut Nataru 2025

    JAKARTA – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati, meninjau kesiapan sejumlah destinasi wisata di kawasan Anyer, Banten, menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

    Salah satunya di Pantai Pasir Putih Carita dan Tanjung Lesung Beach Hotel, Pandeglang, untuk memastikan kesiapan fasilitas destinasi, mulai dari kebersihan kawasan, ketersediaan dan kebersihan toilet, hingga keberadaan pos kesehatan dan petugas keselamatan.

    “Saya mengunjungi Pantai Pasir Putih ini untuk memastikan kesiapan pengelola dalam menghadapi puncak liburan nanti, terutama dari aspek keamanan dan keselamatan wisatawan,” ujar Ni Luh melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

    Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar yang akarab disapa Ni Luh Puspa itu mengapresiasi inisiatif pengelola Pantai Pasir Putih Carita yang telah menyediakan asuransi jiwa dari Jasa Raharja yang sudah termasuk dalam tiket masuk senilai Rp10 ribu. Langkah ini dinilai sebagai upaya memberikan jaminan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan wisatawan saat berkunjung.

    “Mudah-mudahan ini dapat membuat masyarakat merasa lebih aman dan nyaman untuk berwisata ke berbagai destinasi di Banten,” imbuhnya.

    Meski demikian, Wamenpar mendorong para pemangku kepentingan terkait untuk melengkapi sarana mitigasi risiko, khususnya dengan menambah papan petunjuk jalur evakuasi di kawasan destinasi wisata.

    “Papan petunjuk jalur evakuasi perlu ditambahkan agar wisatawan tidak kebingungan jika terjadi situasi darurat,” kata Ni Luh.

    Ni Luh juga mengimbau wisatawan agar tidak memusatkan kunjungan hanya pada satu destinasi selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2026, guna menghindari kepadatan yang berlebihan dan menjaga kenyamanan bersama.

    “Jangan sampai satu destinasi terlalu penuh dan padat karena hal itu bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi wisatawan,” kata Ni Luh menambahkan.

    Selain itu, Wamenpar menegaskan pentingnya pengawasan untuk mencegah terjadinya pungutan liar terhadap wisatawan, khususnya di kawasan destinasi wisata di Banten. Ia menyampaikan Kementerian Pariwisata telah menerbitkan surat edaran menteri terkait pencegahan pungutan liar.

    “Dalam surat edaran tersebut, kami meminta pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan agar wisatawan dapat berlibur dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

    Dalam kunjungan tersebut, Wamenpar didampingi Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis Fadjar Hutomo serta Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I Kementerian Pariwisata Bambang Cahyo Murdoko.

  • Hadapi Lonjakan Nataru, KAI Logistik Andalkan KA Kontainer Reefer

    Hadapi Lonjakan Nataru, KAI Logistik Andalkan KA Kontainer Reefer

    JAKARTA – Lonjakan permintaan distribusi pangan segar dan produk perishable selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendorong PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) memaksimalkan layanan Kereta Api (KA) Kontainer Reefer guna menjaga kelancaran rantai pasok nasional pada pengujung 2025.

    Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, mengatakan periode Nataru merupakan momen strategis bagi sektor logistik, khususnya dalam menjaga kelancaran distribusi produk yang membutuhkan penanganan khusus.

    “Layanan KA Kontainer Reefer menjadi elemen penting untuk memastikan rantai pasok tetap terjaga di tengah lonjakan permintaan dan tantangan distribusi pada akhir tahun,” ujar Aniek dalam keterangan resmi, Kamis, 25 Desember 2025.

    Sepanjang Januari hingga November 2025, KAI Logistik mencatat total volume angkutan barang mencapai 295.614 ton. Pencapaian tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 246.186 ton, seiring meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik berbasis rel.

    Pertumbuhan paling signifikan terjadi pada kuartal IV-2025. Pada periode ini, volume angkutan bulanan tumbuh di kisaran 30 hingga 40 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

    Bahkan, pada Oktober dan November 2025, volume angkutan telah melampaui 33.000 ton per bulan, didorong oleh meningkatnya kebutuhan distribusi menjelang akhir tahun.

    “Perseroan memproyeksikan tren peningkatan masih berlanjut pada Desember 2025 dengan volume sekitar 34.000 ton. Proyeksi ini mengacu pada pola pertumbuhan yang konsisten sejak memasuki kuartal IV-2025 serta tren serupa pada tahun sebelumnya,” kata Aniek.

    Aniek menjelaskan peningkatan tersebut banyak ditopang oleh distribusi produk perishable, seperti daging, ikan, buah, dan sayuran, yang membutuhkan sistem pendinginan terkontrol.

    Melalui layanan KA Kontainer Reefer, suhu produk dapat dijaga stabil selama perjalanan sehingga mutu dan keamanan pangan tetap terjamin hingga tiba di tujuan.

    Untuk mendukung rantai pasok berpendingin, KAI Logistik juga menyiapkan fasilitas depot Plug In Reefer Container di sejumlah titik strategis, antara lain Depo Sarwajala, Terminal Kalimas Surabaya, dan Terminal Sungai Lagoa Jakarta. Fasilitas ini memastikan suplai listrik ke kontainer tetap terjaga sebelum proses pengiriman lanjutan.

    Selain aspek kualitas distribusi, pemanfaatan moda kereta api juga memberikan efisiensi dari sisi operasional dan keberlanjutan lingkungan. Moda angkutan berbasis rel dinilai memiliki tingkat emisi lebih rendah dibandingkan angkutan darat jarak jauh.

    “Transportasi berbasis rel memiliki tingkat emisi yang lebih rendah dibandingkan angkutan darat jarak jauh sehingga sejalan dengan komitmen KAI Logistik dalam menerapkan prinsip logistik berkelanjutan,” ujar Aniek.

  • Polisi Lakukan Pengecekan Posyan Saat Hari Perayaan Natal Guna Pastikan Situasi Kondusif

    Polisi Lakukan Pengecekan Posyan Saat Hari Perayaan Natal Guna Pastikan Situasi Kondusif

    JAKARTA – Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Erick Frendriz, mengecek pos pelayanan (posyan) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di depan Bandar Jakarta, kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Kamis, 25 Desember 2025.

    Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana pengamanan mengingat kawasan Ancol menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi sejumlah Pejabat Utama Polres Metro Jakarta Utara, di antaranya Kabag Ops AKBP Rudy Herawan, Kasat Reskrim Kompol Onkoseno Grandiarso, Kasat Narkoba AKBP Ari Galang Saputro, serta Kasat Intelkam Kompol Timur Tri Prasetyo.

    “Pos pelayanan harus benar-benar siap, baik dari sisi personel maupun kelengkapan pendukungnya. Penataan pos juga penting agar masyarakat mudah mengakses layanan kepolisian,” kata Kombes Erick Frendriz.

    Kapolres menyampaikan bahwa kehadiran pos pelayanan di kawasan wisata bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

    Selain mengecek kesiapan personel, Kapolres juga memberikan arahan terkait penataan pos pelayanan agar lebih rapi dan representatif.

    Pengecekan berlangsung sekitar 40 menit dan berjalan lancar. Hingga kegiatan selesai, situasi di sekitar Pos Pelayanan Ancol terpantau aman, tertib, dan kondusif.

  • Banjir Bandang Kembali Landa Tanjung Raya Agam Kamis Siang

    Banjir Bandang Kembali Landa Tanjung Raya Agam Kamis Siang

    LUBUK BASUNG – Banjir bandang kembali melanda Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat dampak meluapnya Sungai Batang Aia Pisang setelah curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu pada Kamis siang.

    Camat Tanjung Raya Al Hafid di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan puluhan rumah digenangi air dan lumpur berbatuan di Jorong Pasar, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.

    “Air disertai material lumpur berbatuan menerjang puluhan rumah di Jorong Pasar Maninjau termasuk jalan penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi,” katanya.

    Ia mengatakan banjir bandang juga mengakibatkan rumah mengalami rusak di sepanjang aliran Sungai Batang Aia Pisang.

    Namun jumlah total belum ada, karena pemerintah kecamatan dan nagari masih melakukan pendataan dampak banjir bandang itu.

    “Tidak ada korban jiwa dan rumah rusak sedang dalam pendataan,” katanya.

    Saat ini, tambahnya, curah hujan masih tinggi. Dengan kondisi itu, ia mengimbau warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir susulan.

    Sebelumnya banjir bandang juga melanda daerah itu setelah hulu sungai longsor di Kelok 28, sehingga sungai menjadi dangkal.

    Untuk itu, pemerintah setempat telah mengerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai.,

  • Buronan Kasus Narkoba DWP Bali, Tigran Denre Sonda, Akhirnya Menyerah

    Buronan Kasus Narkoba DWP Bali, Tigran Denre Sonda, Akhirnya Menyerah

    JAKARTA – Daftar Pencarian Orang (DPO) Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Tigran Denre Sonda, menyerahkan diri ke Bareskrim Polri pada Rabu, 24 Desember 2025, terkait pengedaran narkoba saat ajang pesta musik elektronik terbesar, Djakarta Warehouse Project (DWP), yang digelar di Bali beberapa waktu lalu.

    Diketahui, Tigran Denre Sonda merupakan suami dari selebgram Donna Fabiola, yang lebih dulu berurusan dengan aparat penegak hukum setelah tertangkap basah diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

    Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengatakan penyerahan diri tersebut dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

    “Pada tanggal 24 Desember 2025 pada pukul 14.00 WIB, DPO Subdit IV yang bersangkutan datang menyerahkan diri ke Kantor Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di dampingi oleh AKBP Wisnu kemudian diterima oleh AKBP Agung Prabowo,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Desember 2025.

    Eko menuturkan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Tigran Denre Sonda mengaku memperoleh narkotika jenis kokain dari seorang warga negara Malaysia bernama Mujahid. Ia juga mengaku bahwa Mujahid sempat mengenalkannya kepada seseorang berinisial J untuk mendapatkan kokain.

    “Semenjak perkenalan tersebut, Tigran dan J intens melakukan jual-beli Kokain selama kurang lebih satu tahun,” ujarnya.

    Kemudian, sekitar tahun 2024, Tigran tidak lagi dapat menghubungi J sehingga dirinya kembali menjalin komunikasi dengan Mujahid untuk membeli kokain. Transaksi dilakukan dengan sistem pembayaran tunai di Malaysia.

    “Transaksi pembelian Kokain dilakukan dengan cara pembayaran tunai di Malaysia. Tersangka mengaku membeli kokain untuk penggunaan pribadi dengan jumlah maksimal 10 gram per transaksi, dengan harga sekitar 600 hingga 800 ringgit Malaysia per gram,” ucapnya.

    Eko mengungkapkan tersangka membawa kokain dari Malaysia ke Indonesia dengan cara diselipkan di dalam koper, di antara tumpukan pakaian, lalu dimasukkan ke bagasi pesawat guna mengelabui sistem keamanan kepabeanan.

    “Dengan cara diselipkan (di tumpukan baju) dengan paket kecil yang di sebar dalam koper, lalu koper dimasukkan ke bagasi pesawat, untuk mengelabui sistem keamanan kepabeanan,” imbunnya.

    Lebih lanjut, Tigran Denre Sonda mengaku mengenal Mujahid sejak akhir tahun 2023 saat keduanya bekerja sebagai broker. Ia juga mengaku telah menggunakan kokain sejak tahun 2022.

    “Selain Kokain, saudara Mujahid (WNA Malaysia) diduga bisa menyediakan narkotika jenis lainnya, seperti ekstasi, MDMA, dan ketamin,” ungkapnya.

    Terhadap tersangka, penyidik Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri telah melakukan pengamanan, pemeriksaan, serta proses penyidikan lebih lanjut.

    Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap enam sindikat narkoba di Bali dengan total terdapat 17 tersangka dan tujuh orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Salah satu sindikat dikendalikan oleh Tigran Denre Sonda bersama sang istri, Donna Fabiola. Denre sebagai penyedia kokain, sementara Donna sebagi pengedar.

    “Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa Saudari Donna merupakan bandar yang mengedarkan narkotika jenis kokain dan MDMA di wilayah tersebut,” katanya.

  • Operasi Pencarian Korban Bencana di Aceh Dihentikan

    Operasi Pencarian Korban Bencana di Aceh Dihentikan

    BANDA ACEH – Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan operasi pencarian korban bencana banjir di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh dihentikan.

    Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Kamis, mengatakan operasi pencarian dialihkan kepada operasi pemantau karena dalam beberapa hari terakhir tidak penemuan korban bencana.

    “Operasi pencarian yang sejak sebulan dilakukan dihentikan dan dialihkan ke operasi pemantauan. Dalam beberapa hari terakhir operasi pencarian tidak membutuhkan hasil,” kata Harris Al Hussain.

    Ia menyebutkan operasi pencairan korban bencana banjir di Provinsi Aceh sudah berlangsung selama 31 hari dan pada Kamis (25/12) merupakan hari terakhir operasi pencarian.

    Ibnu Harris Al Hussain mengatakan hingga kini masih ada 31 orang yang dinyatakan hilang. Dengan waktu sebulan sejak bencana, kecil kemungkinannya korban hilang tersebut selamat.

    “Waktu bertahan seseorang dalam kondisi bencana paling lama tujuh hari. Kini sudah 31 hari pascabencana, sehingga kecil kemungkinannya mereka yang dinyatakan hilang dalam kondisi selamat,” katanya.

    Kendati pencarian langsung dihentikan, kata dia, operasi tetap berjalan. Operasi dilakukan dengan pemantauan dan jika ada korban ditemukan, tim SAR langsung turun ke lapangan.

    “Kami juga mengimbau masyarakat jika menemukan korban segera melaporkan guna proses evakuasi. Saat ini tim SAR tetap siaga dan terus melakukan pemantauan di lokasi bencana,” kata Ibnu Harris Al Hussain.

    Sementara itu berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (25/12), jumlah korban meninggal dunia bencana banjir di Provinsi Aceh mencapai 503 orang dan 31 orang dinyatakan hilang.

  • Tujuan, Peserta, Durasi, hingga Kontribusinya ke Perusahaan

    Tujuan, Peserta, Durasi, hingga Kontribusinya ke Perusahaan

    YOGYAKARTA – Program magang (internship) dan praktik kerja lapangan (PKL) sering dianggap sama, padahal kedua istilah ini memiliki makna yang berbeda di dunia kerja. Yuk cari tahu perbedaan magang dan PKL dalam artikel di bawah ini.

    Magang dan PKL merupakan kegiatan yang ditujukan untuk menambah keterampilan dan pengalaman nyata. Kedua program ini memungkinkan mahasiswa atau lulusan baru untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang didapat semasa perkuliahan di dunia kerja secara langsung.

    Meski kedua program ini ditujukan untuk mendapatkan pengalaman profesional, ada banyak perbedaan magang dan PKL, mulai dari tujuan, peserta, durasi pelaksanaan program, hingga kontribusi ke perusahaan.

    Perbedaan Magang dan PKL

    Dirangkum dari berbagai sumber, berikut perbedaan magang dan PKL yang perlu Anda ketahui:

    Tujuan

    Tujuan utama magang adalah mencari pengalaman kerja nyata, pengembangan keterampilan, dan eksplorasi karier. Program ini cocok untuk membangun portofolio, memperluas jaringan, atau transisi karier ke bidang baru.

    Sementara program PKL bertujuan untuk mempraktikkan teori yang dipelajari di sekolah atau kampus ke dunia kerja, serta menjadi salah satu syarat akademik. Program PKL bisanya berkaitan dengan capaian pembelajaran dan kurikulum.

    Peserta

    Program magang biasanya menyasar mahasiswa aktif, lulusan baru (fresh graduate), atau individu umum yang ingin menambah pengalaman kerja. Dengan kata lain, program ini tidak terikat dengan institusi pendidikan.

    Pada PKL, peserta program ini biasanya adalah siswa SMK atau mahasiswa vokasi yang masih aktif terdaftar di institusi pendidikan. PKL umumnya dilaksanakan pada semester tertentu sebagai syarat kelulusan. ‘

    Durasi pelaksanaan program

    Durasi magang bisa bervariasi, tergantung perusahaan dan program. Misalnya, program Magang Berdampak yang biasanya dilakukan selama enam bulan. Sementara magang mandiri, durasinya mungkin hanya 1-3 bulan, atau lebih lama jika ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

    Pada PKL, durasi pelaksanaannya mengacu pada Permendikbud Nomor 5 Tahyn 2020. Dalam aturan itu disebutkan bahwa siswa SMK dengan masa belajar 3 tahun diharuskan mengikuti magang selama 6 bulan (792 jam). Sedangkan pelajar SMK yang masa belajarnya 4 tahun, wajib mengikuti magang minimal selama 10 bulan (1.368 jam).

    Pengawasan dan pendampingan

    Perbedaan magang dan PKL yang berikutnya dapat dilihat dari segi pengawasan dan pendampingan.

    Individu yang mengikuti program magang resmi biasanya akan dibimbing oleh dosen dan supervisor industri. Akan tetapi, untuk program magang mandiri, pembimbing magang biasanya berasal dari pihak perusahaan atau mentor internal.

    Sementara PKL dibimbing langsung oleh guru SMK atau dosen kampus, dengan pengawasan terstruktur. Pada PKL, ada format laporan, penilaian akademik, dan keterlibatan institusi secara resmi.

    Fleksibilitas

    Program magang biasanya lebih fleksibel dari PKL. Fleksibilitas ini terlihat dari jadwal dan durasi yang lebih bervariasi, serta fokus tugas yang lebih beragam karena akan disesuaikan dengan tugas perusahaan.

    Pada PKL, pelaksanaan programnya cenderung lebih kaku, sebab harus mengikuti kalender akademik dan memiliki tugas yang lebih terstruktur.

    Kontribusi ke Perusahaan

    Program magang menuntut peserta berperan aktif dalam menjalankan tugas-tugas perusahaan. Peserta magang bisa terlibat dalam proyek penting, mengerjakan pekerjaan profesional, dan memberikan ide untuk strategi perusahaan.

    Sedangkan program PKL, pesertanya sering kali berada di tahap observasi dan belajar, sehingga kontribusi langsung ke perusahaan mungkin terbatas. Pada program ini, peserta lebih banyak diberi tugas dasar agar dapat memahami alur kerja.

    Demikian informasi tentang perbedaan magang dan PKL. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.