Category: Voi.id

  • Resmi Jadi WNI, Mauro Zijlstra Antusias Ikuti Latihan Garuda

    Resmi Jadi WNI, Mauro Zijlstra Antusias Ikuti Latihan Garuda

    JAKARTA – Pemain naturalisasi timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, membagikan pengalamannya setelah resmi bergabung dalam latihan perdana bersama skuad Garuda.

    Striker muda yang baru saja mengucapkan sumpah WNI di Kedutaan Besar RI, Den Haag, pada Jumat pekan lalu itu tampak hadir dalam sesi latihan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Kamis, 4 September, menjelang laga melawan Taiwan.

    Melalui tayangan kanal YouTube resmi timnas Indonesia, Jumat, Zijlstra menyampaikan kesannya.

    “Ini sesi yang bagus dengan rekan setim baru. Rasanya menyenangkan. Senang bertemu mereka dan lapangannya bagus, cuacanya juga bagus, jadi menyenangkan,” ucap penyerang berusia 20 tahun tersebut, seperti dikutip ANTARA.

    Zijlstra, yang kini memperkuat FC Volendam di Eredivisie Belanda, awalnya diproyeksikan memperkuat timnas U-23 dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Sidoarjo pada 3–9 September.

    Namun, karena pendaftaran skuad sudah ditutup, ia akhirnya disiapkan untuk memperkuat timnas senior dalam dua laga FIFA Matchday: menghadapi Taiwan pada Jumat malam dan Lebanon pada Senin (8/9), keduanya di Stadion GBT.

    Masih dalam kesempatan yang sama, Zijlstra menegaskan dirinya perlu beradaptasi dengan atmosfer latihan tim senior asuhan Patrick Kluivert. “Seperti yang saya katakan, saya pikir mereka semua bagus, semua pemain bagus, dan bagi saya, saya perlu beradaptasi dengan level latihan ini. Tapi bagi saya ini bagus. Saya sudah berkembang lebih baik, jadi tidak apa-apa,” tuturnya, yang musim lalu membukukan 17 gol dan tujuh assist untuk Volendam U-21.

    Sementara itu, pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert belum memastikan apakah akan menurunkan Zijlstra atau pemain naturalisasi anyar lainnya, Miliano Jonathans, dalam laga kontra Taiwan. “Dan untuk pertanyaan Anda, jika saya ingin mencoba hal lain, Anda akan melihatnya besok (Jumat),” ucap Kluivert dalam konferensi pers di Stadion GBT, Kamis.

  • Terekam CCTV, Pria Nekat Bobol Warung Kelontong Saat Pemiliknya Tertidur

    Terekam CCTV, Pria Nekat Bobol Warung Kelontong Saat Pemiliknya Tertidur

    JAKARTA – Seorang pria terekam kamera CCTV tengah membobol sebuah toko kelontong yang berada di Jalan Kebantenan III, RT 06/05, kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat, 5 September 2025.

    Aksi pencurian tersebut dilakukan oleh pelaku tak dikenal. Kejadian pencurian tersebut sempat terekam kamera CCTV di lokasi kejadian.

    Korban diketahui berinisial AS, warga Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cilincing.

    Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri mengatakan, berdasarkan keterangan korban, kejadian terjadi saat dirinya tengah tertidur sewaktu sedang menjaga warung di Toko Azka.

    “Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian uang Rp 1 juta. Uang yang berada di dalam kardus raib dicuri pelaku,” ujar AKP Bobi saat dikonfirmasi, Kamis, 5 September 2025.

    Kejadian pencurian itu baru diketahui setelah ada pembeli lainnya yang datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 03.25 WIB.

    “Ada orang ingin belanja datang ke warung, dia melihat toples dan serokan sampah berada tidak pada tempat nya. Kemudian dilaporkan ke penjaga toko,” katanya.

    Selanjutnya, korban penjaga toko itu langsung rekaman CCTV. Hasil dari rekaman tersebut, korban melihat ternyata kardus yang berisi uang sudah tidak ada atau hilang dicuri orang.

    “Kuta sudah membuat laporan dan meminta keterangan korban berikut saksi. Kami menghimbau kepada warga sekitar jika melihat kejadian pencurian segera laporkan kepada pihak Kepolisian,” katanya.

    Saat ini, kasusnya masih dalam proses penyelidikan Unit Reskrim Polsek Cilincing.

  • Kerusakan Fasilitas Publik saat Demonstrasi adalah Cermin Kerapuhan Relasi Negara dan Warga

    Kerusakan Fasilitas Publik saat Demonstrasi adalah Cermin Kerapuhan Relasi Negara dan Warga

    JAKARTA – Fasilitas publik, termasuk halte, jembatan penyeberangan orang (JPO) kerap menjadi simbol frustrasi dan ruang pelampiasan.

    Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR dimulai pada Senin (25/8/2025). Namun aksi tersebut berlanjut hingga akhir Agustus dan meluas ke berbagai wilayah di Indonesia.

    Insiden tragis yang menewaskan Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta, memicu kemarahan publik. Ia mengembuskan napas terakhirnya setelah dilindas kendaraan taktis Brimob di tengah kericuhan aksi pada Jumat (29/8) malam.

    Dengan cepat peristiwa ini tersebar luas di media sosial sehingga memantik amarah publik. Aksi demonstrasi pun menjalar ke berbagai wilayah seperti Solo, Bandung, Mataram, Makassar, dan kota-kota lainnya. Banyak yang berubah menjadi kerusuhan dan fasilitas umum menjadi sasaran.

    Bus Transjakarta melintas di dekat Halte Senayan Bank DKI yang rusak di Jakarta, Selasa (2/9/2025). (ANTARA/Sulthony Hasanuddin/YU)

    “Fasilitas publik menjadi simbol frustasi dan ruang pelampiasan, serta cerminan rapuhnya relasi antara negara dan warga. Bukan karena disanalah akar masalahnya, tetapi karena hanya itu yang bisa dilihat, disentuh, dan dirusak,” pemerhati transportasi Muhamad Akbar, dalam keterangan yang diterima VOI.

    Ruang Paling Dekat Menyalurkan Kecewa

    Menghapus tunjangan anggota DPR, termasuk tunjangan perumahan yang nilainya Rp50 juta per bulan, menjadi salah satu tuntutan rakyat. Namun aksi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi rusuh karena tuntutan mereka tidak didengar. Alih-alih mengajak berdialog, pemerintah melalui kepolisian, justru merespons tuntutan ini dengan tindakan represif.

    Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai kekecewaan rakyat memuncak karena banyak kebijakan yang tidak pro rakyat. Belum lagi perilaku penyelenggara negara yang dinilai oleh publik tidak tepat di tengah situasi dan kondisi Indonesia yang tidak baik-baik saja.

    Di tengah rasa frustrasi lantaran aspirasi rakyat diabaikan, aksi demonstrasi pun berubah menjadi kerusuhan. Ironisnya, fasilitas umum menjadi sasaran publik.

    Pemerhati transportasi Muhamad Akbar menyebut ini bukan kali pertama terjadi. Tahun 1998, 2019, 2020, dan kini 2025, setiap letupan sosial besar selalu meninggalkan jejak di halte, JPO, atau fasilitas umum lainnya. Pola ini terus berulang. Fasilitas publik menjadi simbol frustrasi dan ruang pelampiasan, serta cerminan rapuhnya relasi antara negara dan warga. Bukan karena disanalah akar masalahnya, tetapi karena hanya itu yang bisa dilihat, disentuh, dan dirusak.

    Gubernur Pramono Anung bersama Forkopimda Provinsi Jakarta di Balai Kota Jakarta, Senin 1 September 2025 (VOI/Diah Ayu Wardani)

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 22 halte Transjakarta, baik yang berada dalam koridor (BRT) maupun non-BRT terdampak. Enam halte di antaranya dibakar massa, sementara 16 halte rusak akibat aksi vandalisme.

    Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, total kerugian akibat perusakan fasilitas publik mencapai Rp51 miliar, sebagaimana ia sampaikan usai menjalani rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta.

    Fasilitas umum, seperti halted dan JPO sering menjadi sasaran di setiap ledakan amarah sosial. Akbar menuturkan, hal ini terjadi karena halte dan JPO adalah representasi negara yang paling kasatmata, mudah dijangkau, tersebar di jalan-jalan utama, tapi minim penjagaan.

    Tak seperti gedung pemerintah atau markas kepolisian yang dilindungi ketat, halte berdiri tanpa pagar, tanpa pagar kawat berduri, tanpa aparat bersenjata.

    “Ketika kemarahan massa menggelegak, halte jadi simbol yang paling mudah dimasuki, mudah dirusak, dan penuh makna. Ia menjadi ruang paling dekat untuk menyalurkan kecewa yang tak tersampaikan,” jelas Akbar.

    Dalam psikologi sosial, kemarahan yang tidak dapat dilampiaskan langsung kepada sasaran utama, kerap mencari pelampiasan yang lebih dekat dan lebih lemah. Fasilitas umum seperti halte, JPO, atau gerbang tol menjadi “sasaran empuk” ketika gedung DPR atau kantor kementerian tak terjangkau. Di tengah kerumunan yang panas dan penuh emosi, simbol pelayanan publik bisa berubah menjadi objek protes tanpa arah.

    Publikasi Lewat Kerusakan

    Akbar mengakui, dalam banyak kasus, kerusuhan tidak selalu berasal dari demonstran, melainkan unsur luar yang menyusup untuk memperkeruh situasi. Provokator sengaja memicu kekacauan demi membelokkan pesan aksi damai.

    Di sisi lain, kerusuhan ada dibuat oleh kelompok penjarah yang memanfaatkan momen untuk menjarah di tengah kekacauan. Tujuannya bukan aspirasi, tapi oportunisme. Ini adalah cara cepat dan brutal untuk menyampaikan bahwa relasi antara negara dan warganya sedang terganggu.

    “Visual halte yang terbakar dan jembatan yang rusak menciptakan kesan dramatis. Mudah viral, cepat menyebar. Sorotan media meningkat, dan isu yang diperjuangkan—meski lewat cara negatif—menjadi perbincangan publik. Bagi sebagian pihak, ini adalah mencari publikasi lewat kerusakan,” lanjutnya.

    Ke depannya, Muhamad Akbar mendorong agar halte tidak sekadar struktur fisik yang indah, tapi juga menjadi ruang publik yang kuat secara sosial dan tanggung menghadapi risiko.

    Sejumlah halte Transjakarta memang didesain cantik, futuristik, dan Instagramable. Namun secara teknis belum siap untuk menghadapi risiko kerusuhan, padahal sudah berulang kali halte menjadi sasaran.

    Warga berjalan di samping Halte Bus Trans-Jakarta Bundaran HI yang hangus dibakar pengunjuk rasa penolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Kamis (8/10/2020). (ANTARA /Aditya Pradana Putra)

    Karena itu, dikatakan Akbar, perlu evaluasi serius terhadap desain halte dan fasilitas publik lainnya. Infrastruktur kota tidak hanya perlu indah, tapi juga tangguh menghadapi situasi darurat.

    “Solusinya bukan sekadar mengganti kaca dengan besi. Halte bisa didesain modular – mudah diganti, tahan api, dan anti-vandal. Kamera pengawas tersembunyi, pengamanan berbasis komunitas, serta keterlibatan warga sekitar sangat penting. Ketahanan bukan hanya urusan material, tapi juga urusan relasi sosial. Ketika warga merasa memiliki, mereka juga akan menjaga,” tegasnya.

    “Merawat halte adalah tanggung jawab kita bersama. Dari halte, kita bisa mulai membangun ulang kepercayaan yang retak—antara warga, ruang publik, dan negara,” kata Akbar menyudahi.

    Disclaimer:

    Pemberitaan ini untuk kepentingan informasi publik, agar hak masyarakat untuk tahu tetap terjaga. Redaksi VOI menolak kekerasan/perusakan/pembakaran/penjarahan, karena bangsa ini hanya akan kuat jika kita setia melindungi sesama, merawat fasilitas umum, dan menjaga dunia usaha tetap berjalan agar ekonomi tak makin terpuruk. Tetap tenang, jangan terprovokasi, jadikan negeri ini rumah aman buat kita semua, dan utamakan sumber informasi yang kredibel.

  • IM3 Hadirkan Lebih dari 11 Mobile BTS, Pastikan Internet Lancar di Pestapora 2025

    IM3 Hadirkan Lebih dari 11 Mobile BTS, Pastikan Internet Lancar di Pestapora 2025

    JAKARTA – Sebagai partner telco resmi festival Pestapora 2025, Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand IM3 mendukung ketersediaan jaringan yang andal selama acara berlangsung. 

    SVP Head of Region Inner Jakarta Indosat, Shatya Framudia menyebutkan bahwa untuk menghadirkan jaringan yang andal, IM3 menghadirkan lebih dari 11 mobile Base Transceiver Station (BTS) di sekitar lokasi acara. 

    “Selain keamanan, juga kenyamanan, experience juga dijaga, karena kita mempunyai kurang lebih 11 mobile BTS, supaya jaringan tetap terjaga,” kata Shatya dalam konferensi persnya pada Jumat, 5 September di Jakarta. 

    Dengan ketersediaan 11 mobile BTS ini, pengguna IM3 yang memiliki smartphone yang sudah didukung koneksi 5G, bisa mencoba langsung kelancaran berinternet.

    “Buat teman-teman yang sudah menggunakan handphone 5G, sudah bisa mencobanya seperti apa. Sudah bisa dilaksanakan langsung di Pestapora ini,” lanjutnya.

    Tidak hanya jaringan, IM3 juga menghadirkan inovasi terbaru, fitur SATSPAM (Satuan Anti Scam & Spam) yang didukung teknologi AIvolusi 5G. 

    Kehadiran IM3 SATSPAM di Pestapora menjadi kelanjutan dari gerakan #NomorModusNoMore yang mengajak generasi muda Indonesia untuk bersama melawan spam & scam bersama IM3, terutama di ruang ekspresi seperti festival musik. 

    Fitur IM3 SATSPAM yang berbasis AI ini bekerja otomatis di jaringan IM3, untuk dapat mengenali dan memberi peringatan ketika ada panggilan dan SMS dari nomor mencurigakan.

  • Arc System Works akan Hadir di Tokyo Game Show 2025, Bawa Enam Judul Baru

    Arc System Works akan Hadir di Tokyo Game Show 2025, Bawa Enam Judul Baru

    JAKARTA – Arc System Works resmi mengumumkan kehadirannya di Tokyo Game Show 2025, yang akan berlangsung dari tanggal 25 hingga 28 September di Makuhari Messe di Chiba, Jepang. 

    Dalam situs resminya, Arc System Works mengungkapkan jajaran gim yang akan dipamerkan untuk acara tersebut. Berikut ini adalah daftar gim yang akan ditampilkan di TGS 2025:

    Absolum (PS5, PS4, Switch, PC)

    Dear me, I was… (Switch 2)

    Double Dragon Revive (PS5, Xbox Series, PS4, Xbox One, Switch, PC)

    Guilty Gear: Strive (PS5, Xbox Series, PS4, Xbox One, Switch, PC)

    MARVEL Tokon: Fighting Souls (PS5, PC) 

    Arc System Works juga akan mengadakan berbagai acara di stannya, yang akan disiarkan langsung di YouTube dan Twitch. Jadwal akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. 

    Selain Arc System Works, beberapa studio gim besar lainnya sudah sudah mengumumkan kehadirannya di TGS 2025, di antaranya adalah Square Enix, Sony Interactive Entertainment, Annapurna Interactive, dan Bandai Namco.

    Bandai Namco mengatakan akan menghadirkan empat gim unggulan, yakni Little Nightmares 3, Digimon Story Time Stranger, CODE VEIN II, dan Once Upon a Katamari.  

    Kemudian stan PlayStation akan membawa beberapa judul baru yang dijadwalkan rilis di PlayStation 5, seperti “Ghost of Yōtei” dan “MARVEL Tokon: Fighting Souls.” 

    Annapurna akan membawakan tiga judul gim yang masih dirahasiakan, sedangkan Square Enix membawa sejumlah judul besar seperti Dragon Quest I & II HD-2D Remake yang akan dirilis 30 Oktober 2025 serta Final Fantasy Tactics – The Ivalice Chronicles pada 30 September 2025.

    Ada juga Octopath Traveler 0 (4 Desember 2025), Final Fantasy VII Remake Intergrade (Musim Dingin 2025), The Adventures of Elliot: The Millennium Tales (2026), Killer Inn, Dragon Quest X Online, dan Final Fantasy XIV Online.

  • Polisi Gagalkan Penyelundupan 11,8 Kg Sabu di Bakauheni, Dua Kurir Asal Aceh Ditangkap

    Polisi Gagalkan Penyelundupan 11,8 Kg Sabu di Bakauheni, Dua Kurir Asal Aceh Ditangkap

    JAKARTA – Upaya penyelundupan narkotika kembali digagalkan di jalur perlintasan Sumatra–Jawa. Dua pria asal Aceh yang berperan sebagai kurir ditangkap saat membawa belasan kilogram sabu di kawasan Bakauheni, Lampung Selatan. Aksi itu terbongkar berkat laporan awak bus yang curiga dengan gerak-gerik mereka.

    Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan kemudian bergerak cepat dan berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 11,8 kilogram.

    “Dari hasil pemeriksaan, benar bahwa kedua tersangka membawa 11 paket sabu dengan total berat bruto 11.827 gram yang disimpan di dalam tas ransel. Mereka mengaku diperintah untuk mengantarkan barang haram ini ke Jakarta,” ujar Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, AKP Widodo Prasojo, di Kalianda, seperti dikutip ANTARA.

    Penangkapan terjadi saat bus Medan–Jakarta yang ditumpangi pelaku berhenti di sebuah rumah makan di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni. Polisi kemudian mengamankan dua pria, yakni Edi Murtaza (31), buruh asal Desa Cot Lagasawa, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, dan Hendri Azwar (30), seorang petani dari desa yang sama. Dari tas ransel coklat milik keduanya ditemukan 11 bungkus sabu dengan total berat 11.827 gram.

    Hasil pemeriksaan menunjukkan, keduanya hanyalah kurir yang diperintah membawa narkotika dari Aceh menuju Jakarta. Barang bukti yang disita diperkirakan bernilai Rp11,8 miliar dan disebut mampu menyelamatkan sekitar 59 ribu jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

    Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), juncto Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

    “Kami akan terus memperketat pengawasan, terutama di jalur penyeberangan Pelabuhan Bakauheni yang kerap dijadikan pintu masuk jaringan narkotika lintas provinsi,” tegas Widodo.

  • Dubes Santo Apresiasi Upaya Kepolisian Provinsi Mondulkiri Mengamankan WNI

    Dubes Santo Apresiasi Upaya Kepolisian Provinsi Mondulkiri Mengamankan WNI

    JAKARTA – Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto mengapresiasi Kepolisian Provinsi Mondulkiri, Kamboja yang bergerak cepat mengamankan warga negara Indonesia (WNI).

    Hal tersebut disampaikan Dubes Santo saat bertemu dengan Kepala Kepolisian Provinsi Mondulkiri Mayor Jenderal Mayjen Lor Sokha.

    Apresiasi disampaikan Dubes Santo atas respons cepat Kepolisian Mondulkiri dalam menanggapi permintaan KBRI Phnom Penh untuk amankan WNI yang bekerja pada sindikat penipuan online.

    “Kami memohon dukungan Pemerintah Kamboja agar proses deportasi WNI dapat dilakukan dengan cepat,” ujar Dubes Santo dalam keterangan KBRI Phnom Penh 5 September.

    Sebagai tanggapan, Mayjen Lor Sokha sampaikan komitmen Kepolisian Provinsi Mondulkiri untuk terus memastikan provinsinya aman dan nyaman, baik bagi warga lokal maupun warga negara asing.

    Dalam kunjungan kali ini, Dubes RI dan staf KBRI Phnom Penh melihat langsung kondisi 13 WNI yang tengah menjalankan proses keimigrasian, sebelum nantinya diberikan izin oleh otoritas Kamboja untuk kembali ke tanah air.

    Secara umum, seluruh WNI dalam kondisi baik. Juga diserahkan bantuan makanan dan obat-obatan bagi para WNI dimaksud.

    Dubes RI mengingatkan para WNI agar tidak lagi mudah tergiur dengan iming-iming gaji besar.

    Harapannya, pengalaman para WNI di Kamboja dapat ditularkan kepada sanak saudara, teman, dan komunitas asal mereka. Jangan sampai WNI lainnya terjerat permasalahan yang sama, kata Dubes Santo.

    Berdasarkan data dari otoritas Kamboja, jumlah WNI yang tercatat di Kamboja terus bertambah, setelah akhir tahun lalu tercatat 131.000 orang.

    Semakin banyaknya WNI di Kamboja seharusnya dapat berkontribusi positif bagi lingkungan setempat dan membangun citra Indonesia di mata berbagai kalangan masyarakat di Kamboja, kata Dubes Santo.

  • Sejajar dengan Putin dan Xi Jinping, Prabowo Buktikan Indonesia Masih Diperhitungkan

    Sejajar dengan Putin dan Xi Jinping, Prabowo Buktikan Indonesia Masih Diperhitungkan

    JAKARTA – Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah, menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam parade militer memperingati 80 tahun kemenangan China di Beijing mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang stabil dan diperhitungkan dunia.

    Selain itu, keputusan untuk berangkat ke Beijing di tengah situasi nasional yang masih bergejolak akibat rangkaian aksi demonstrasi beberapa hari terakhir justru menegaskan kapasitas kepemimpinan Presiden Prabowo.

    “Undangan dari Xi Jinping ini bukan hal biasa. Dari sisi Indonesia, langkah ini menegaskan bahwa kita adalah pemain aktif dalam diplomasi global,” ungkap Trubus, Jumat 5 September 2025.

    Menurutnya, keputusan Prabowo untuk menghadiri undangan pemerintah China bukan sebuah keputusan yang gegabah.

    Sebab, hal itu diambil setelah memastikan kondisi dalam negeri terkendali, dialog dengan tokoh agama digelar, serta aspirasi rakyat didengar.

    “Prinsip ini sejalan dengan konsep stabilitas menurut Huntington, bahwa stabilitas bukan ketiadaan konflik, melainkan kemampuan negara merespons dinamika sosial secara cepat,” imbuhnya.

    Trubus menyatakan, posisi duduk Prabowo yang sejajar dengan Xi Jinping dan Vladimir Putin dalam parade bukan sekadar tata tempat, melainkan simbol pengakuan global atas Indonesia.

    “Hanya Presiden Indonesia yang mendapat pertemuan bilateral khusus dengan pemimpin China. Itu privilege diplomatik yang jarang diberikan,” ujarnya.

    Dia mengungkapkan, dalam kerangka two-level game theory, ada dua pesan yang dikirimkan oleh Prabowo, yakni ke dalam negeri Indonesia mampu menjaga stabilitas dan ke luar negeri Indonesia adalah aktor penting yang tidak bisa diabaikan.

    “Legitimasi domestik dan legitimasi internasional bertemu di sini. Di dalam negeri, aspirasi rakyat diakomodasi dan stabilitas terjaga. Di luar negeri, Indonesia tampil setara dan dihormati,” kata Trubus.

  • Bakat yang Luarbiasa! Mengenal Orang yang Menciptakan Tarian dan Perannya dalam Budaya

    Bakat yang Luarbiasa! Mengenal Orang yang Menciptakan Tarian dan Perannya dalam Budaya

    YOGYAKARTA – Tarian merupakan salah satu bentuk seni tertua di dunia. Sejak zaman dahulu, manusia sudah menggunakan gerakan tubuh sebagai cara untuk mengekspresikan emosi, menyampaikan cerita, hingga melakukan ritual keagamaan.

    Di balik setiap tarian yang kita kenal saat ini, selalu ada sosok kreatif yang merancang gerakan, ritme, dan makna di dalamnya. Inilah yang membuat pembahasan tentang orang yang menciptakan tarian menjadi sangat penting untuk dipahami, terutama dalam konteks budaya dan sejarah.

    Mengenal Orang yang Menciptakan Tarian

    1. Peran Pencipta Tarian dalam Kebudayaan

    Seseorang yang menciptakan tarian memiliki kontribusi besar dalam menjaga kelestarian budaya. Ia bukan sekadar membuat rangkaian gerakan indah, melainkan juga menyusun simbol-simbol yang mencerminkan kehidupan sosial, nilai moral, bahkan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, orang yang menciptakan tarian sering dianggap sebagai seniman sekaligus budayawan yang mewariskan identitas bangsa.

    Dalam dunia modern, peran pencipta tarian semakin luas. Tidak hanya terbatas pada tarian tradisional, tetapi juga mencakup tari kontemporer, balet, hingga koreografi pertunjukan musik populer. Semua itu menunjukkan bahwa kreativitas mereka mampu menjembatani masa lalu, masa kini, dan masa depan.

    2. Kreativitas dan Proses Penciptaan

    Proses penciptaan tarian biasanya dimulai dari ide dasar atau inspirasi. Inspirasi tersebut bisa datang dari alam, kehidupan sehari-hari, mitologi, hingga peristiwa sejarah. Setelah itu, pencipta tarian mulai menyusun gerakan yang memiliki ritme dan pola tertentu. Gerakan tersebut kemudian disesuaikan dengan musik, kostum, serta ekspresi wajah penari agar pesan yang ingin disampaikan lebih kuat.

    Dengan demikian, orang yang menciptakan tarian tidak hanya dituntut untuk memiliki kepekaan artistik, tetapi juga kemampuan intelektual untuk memahami konteks budaya di sekitarnya. Kreativitas mereka menjadikan tarian lebih dari sekadar hiburan, melainkan juga media komunikasi dan pendidikan.

    3. Tokoh-Tokoh Pencipta Tarian Terkenal

    Dalam sejarah, banyak tokoh yang diakui sebagai pencipta tarian atau koreografer. Misalnya, Martha Graham yang dikenal sebagai pelopor tari modern di Amerika Serikat. Ia menciptakan gaya tarian baru yang lebih ekspresif dan berbeda dari balet klasik. Di Indonesia, kita mengenal tokoh-tokoh seperti Bagong Kusudiardja yang berperan penting dalam mengembangkan seni tari kontemporer. Sosok-sosok ini membuktikan bahwa orang yang menciptakan tarian mampu membawa perubahan besar dalam dunia seni.

    4. Fungsi Sosial Tarian yang Diciptakan

    Setiap tarian yang diciptakan memiliki fungsi sosial yang berbeda-beda. Ada tarian yang diciptakan untuk merayakan kebahagiaan, ada pula yang digunakan dalam upacara sakral. Bahkan dalam era modern, tarian sering dijadikan media kampanye, hiburan televisi, hingga pertunjukan internasional. Peran orang yang menciptakan tarian dalam hal ini adalah memastikan bahwa setiap gerakan memiliki makna yang sesuai dengan tujuan sosialnya.

    5. Tantangan yang Dihadapi Pencipta Tarian

    Meski terlihat indah, profesi pencipta tarian tidak lepas dari tantangan. Mereka harus mampu menyesuaikan karya dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai budaya. Selain itu, ada pula tantangan menjaga orisinalitas agar karya mereka tidak hilang ditelan arus globalisasi. Kreativitas, riset mendalam, dan dedikasi adalah kunci yang dimiliki orang yang menciptakan tarian untuk menghadapi tantangan tersebut.

    Tarian bukan hanya rangkaian gerakan tubuh, tetapi juga cerminan budaya, sejarah, dan identitas masyarakat. Semua itu tidak lepas dari peran penting orang yang menciptakan tarian, baik di ranah tradisional maupun modern. Mereka adalah seniman yang menghubungkan generasi lama dengan generasi baru melalui karya gerak yang penuh makna.

    Dengan memahami peran mereka, kita dapat lebih menghargai setiap tarian yang ditampilkan di panggung maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, sosok pencipta tarian adalah penggerak budaya yang memastikan seni tetap hidup, berkembang, dan memberi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia.

    Selain itu, kenali juga Sejarah Tari Mojang Priangan Asal Jawa Barat

    Jadi setelah mengetahui orang yang menciptakan tarian, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!

  • Temui Perwakilan Mahasiswa di Istana, Menteri Brian Yuliarto: Bicara Hati ke Hati

    Temui Perwakilan Mahasiswa di Istana, Menteri Brian Yuliarto: Bicara Hati ke Hati

    JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto bertemu dengan perwakilan mahasiswa di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 4 September.

    Selain Brian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga ikut menemui perwakilan mahasiswa. Usai pertemuan tersebut, Menteri Brian ungkapkan mendengar aspirasi dari perwakilan mahasiswa, termasuk tuntutan 17+8 yang terus disuarakan.

    Menteri Brian juga mengatakan, dirinya berbicara dari hati ke hati dengan para perwakilan mahasiswa.