Category: Voi.id

  • AI Bukan hanya Kebutuhan, Tapi Kewajiban di Masa Depan

    AI Bukan hanya Kebutuhan, Tapi Kewajiban di Masa Depan

    JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan kecerdasan buatan (AI) bukan hanya kebutuhan, namun kewajiban di masa depan. Karenanya para lulusan perguruan tinggi harus memiliki inovasi agar tidak tergantikan.

    “Sehebat-hebatnya AI, sebagaimana ditunjukkan oleh Prof Habibie, original intelligence itu adalah otak kita. Jadi, tidak mungkin manusia menciptakan suatu teknologi yang akan menghilangkan eksistensi diri kita sendiri, selama itu dibuat oleh manusia,” kata Wamendikdasmen Atip dilansir ANTARA, Sabtu, 6 September.

    Karena itu, pihaknya akan menerapkan AI sebagai mata pelajaran pilihan, sehingga para murid dapat menguasai kemajuan zaman tersebut, dan AI tidak akan menggantikan peran-peran mereka.

    Wamen mendorong agar para lulusan perguruan tinggi memiliki inovasi dalam menciptakan terobosan baru.

    Ia mencontohkan Prof Habibie yang pernah menyebutkan aluminium dan logam-logam hanya akan dihargai rendah, namun akan berbeda saat logam-logam tersebut tersusun menjadi sebuah pesawat.

    “Kalau dijual tanpa kreatifitas pikir, harganya akan rendah. Jadi, yang menyebabkan naik ke nilai tambah itu adalah nalar, ada intervensi dari nalar kita. Inovasi juga menjadi syarat utama dalam pembangunan peradaban modern. Maka, lulusan inovatif mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kearifan lokal untuk menjawab persoalan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Asep Saefuddin mengingatkan para lulusan perguruan tinggi untuk terus menjadi pembelajar sejati yang tidak hanya mengejar gelar, tetapi juga mengejar makna atau nilai.

    “Maka, bawa nama baik ini dengan bangga dan penuh integritas, penuh kecerdasan sosial, dan penuh akhlak mulia. Anda insya Allah akan menjadi khairul ummah, generasi terbaik yang bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi mampu menciptakan pekerjaan,” kata Asep.

  • Apple Digugat karena Latih Model AI dengan Buku Bajakan

    Apple Digugat karena Latih Model AI dengan Buku Bajakan

    JAKARTA — Apple harus menghadapi gugatan class action yang diajukan oleh sejumlah penulis buku ke pengadilan federal California Utara. Gugatan ini baru diajukan pada Jumat, 5 September lalu. 

    Dalam gugatan tersebut, Apple dituding menggunakan buku-buku berhak cipta untuk melatih model Kecerdasan Buatan (AI) mereka. Namun, yang dipakai oleh Apple bukan buku biasa yang di jual di pasaran, melainkan data dalam bentuk ilegal. 

    Dua orang yang mengajukan gugatan, yakni penulis Grady Hendrix dan Jennifer Robertson, mengklaim Apple menggunakan kumpulan data bajakan yang dikenal sebagai Books3. Data ini dipakai untuk melatih model bahasa OpenELM-nya.

    Tuduhan ini dibuat berdasarkan informasi yang Apple berikan dalam makalahnya tentang OpenELM. Di makalah tersebut, Apple menyebut RedPajama sebagai salah satu dataset yang mereka gunakan. 

    RedPajama sendiri menggunakan Books3, data yang berisi kumpulan buku bajakan.

    Atas tindakan tersebut, para penulis menuntut ganti rugi finansial dan meminta pengadilan memerintahkan Apple untuk menghancurkan model AI yang menggunakan karya mereka.

    Ini bukan pertama kalinya gugatan atas penggunaan buku untuk melatih model AI muncul. Sebelumnya, Anthropic sempat digugat karena menggunakan buku biasa untuk melatih AI, tetapi hakim memutuskan tindakan perusahaan tersebut merupakan ‘penggunaan wajar’. 

    Anthropic pun hanya diminta untuk membayar denda. Meta juga menjadi salah satu perusahaan yang menang dalam gugatan serupa.

    Seperti Anthropic, tindakan Meta dalam menggunakan buku berhak cipta untuk melatih model AI dinilai sebagai kategori wajar.

     

  • Orlando Bloom Timbang Kemungkinan Perankan Film Baru Lord of the Rings

    Orlando Bloom Timbang Kemungkinan Perankan Film Baru Lord of the Rings

    JAKARTA – Aktor Orlando Bloom menjawab kemungkinan ia kembali ke waralaba Lord of the Rings. Pertanyaan ini mulai bermunculan setelah Andy Serkis mengumumkan film baru dari waralaba berjudul The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum.

    Bloom mengaku belum pernah diajak untuk berdiskusi kembali memerankan Legolas, karakter ikonisnya dari waralaba tersebut.

    “Saya belum dengar sedikit pun, sebenarnya,” kata Orlando Bloom dalam acara Today Show.

    “Saya tidak tahu. Saya tahu itu fokusnya ke Gollum jadi apa pun mungkin terjadi,” katanya.

    Ia mengenang ketika ia selesai syuting trilogi film Lord of the Rings, sang sutradara mengajaknya kembali lagi untuk bagian kedua dan prekuel Hobbit.

    “Itu bagian yang luar biasa. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari film tersebut tapi saya belum dengar,” kata Orlando Bloom.

    Mantan Katy Perry itu menambahkan sebenarnya ia tidak suka melihat aktor lain akan memerankan Legolas, namun ia tidak tahu apa yang terjadi.

    “Saya tidak suka ada orang yang memerankan Legolas, tahu kan maksudnya? Apa yang mereka akan lakukan? Apa mereka akan menaruh orang lain sebagai Legolas?” kata Bloom.

    “Dengan A.I, mereka bisa melakukan apa pun beberapa hari ini. Tapi saya tidak melakukan itu di The Cut,” katanya menyebut film barunya.

    Meski Orlando Bloom belum mendapat tawaran, namun beberapa lawan mainnya sudah dikonfirmasi untuk kembali memerankan karakternya, yaitu Ian McKellen dan Elijah Wood sebagai Gandalf dan Frodo.

    “Saya dengar ada film baru berlatar Middle-Earth dan mulai syuting bulan Mei dan akan disutradarai Gollum dan tentang Gollum tapi saya ingin beritahu rahasia soal perannya. Ada karakter di film bernama Frodo dan Gandalf,” kata Ian Mckellen.

  • Ekonom Senior Indef Kenang Kiprah Arif Budimanta di Perekonomian dan Politik

    Ekonom Senior Indef Kenang Kiprah Arif Budimanta di Perekonomian dan Politik

    JAKARTA – Ekonom senior Indef Didik J Rachbini mengenang kiprah mantan staf khusus Presiden ke-7 Bidang Ekonomi Arif Budimanta di bidang ekonomi, politik, Pancasila dan kebijakan publik.

    “Beberapa karyanya membahas bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa menjadi landasan sistem ekonomi Indonesia yang adil, inklusif dan berdaulat,” kata Didik mengutip Antara.

    Karya-karya Arif yang menuai atensi Didik meliputi “Pancasilanomics: Ekonomi Pancasila dalam Gerak” (2019) dan buku tentang “Arsitektur Ekonomi Indonesia”. Didik menilai Arif mengkritisi arah pembangunan yang terlalu liberal melalui buku tersebut, serta mengusulkan desain ekonomi berbasis konstitusi (Pasal 33 UUD 1945).

    Didik mengatakan kepergian Arif harus dikenang sebagai hikmah dalam pelajaran hidup bagi generasi selanjutnya.

    “Arif banyak menulis buku dan artikel di media massa nasional dengan fokus pada isu ketimpangan, UMKM, investasi, dan keberlanjutan,” ujar dia.

    Ketika berkiprah di DPR pada periode 2009—2014, lanjut Didik, Arif dan rekan-rekannya aktif dalam gerakan sunyi, yakni menghidupkan ekonomi konstitusi.

    Bagi Arif, indikator kesejahteraan rakyat harus menjadi tujuan utama, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi berbasis kebijakan yang liberal.

    “Arif dikenal karena menginisiasi kaukus ini, yang bertujuan memasukkan indikator kesejahteraan masyarakat ke dalam proses penyusunan APBN, bekerja sama dengan lintas fraksi,” kata dia.

    Didik juga mengatakan bahwa Arif Budimanta memiliki peran di dalam ranah sosial dan pendidikan, yakni sebagai pengurus Yayasan Wakaf Paramadina.

    Intelektual dan akademisi di yayasan dan kampus tersebut sangat aktif dalam diskursus publik dan memberikan kritik terhadap kebijakan publik dan ekonomi politik secara luas.

    “Kepergiannya terlalu cepat karena masih berusia muda, tetapi takdir tidak bisa kita tolak, sehingga kita ikhlas melepas kepergiannya,” kata Didik.

    Mantan Staf Khusus Presiden ke-7 Joko Widodo, Arif Budimanta yang saat ini merupakan Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PP Muhammadiyah, meninggal dunia pada Sabtu, pukul 00.06 WIB.

    Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi dan Bisnis Muhadjir Effendy saat dihubungi membenarkan kabar meninggalnya Arif Budimanta.

  • Djokovic Alami Kekalahan, Alcaraz Melaju ke Final US Open

    Djokovic Alami Kekalahan, Alcaraz Melaju ke Final US Open

    JAKARTA – Carlos Alcaraz berhasil mengalahkan Novak Djokovic pada semifinal US Open, Jumat, 5 September waktu setempat atau Sabtu WIB, dengan skor 6-4, 7-6(4), 6-2 untuk mencapai final turnamen major ketujuhnya dan yang kedua di New York.

    Dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 25 menit di Stadion Arthur Ashe itu, Alcaraz membalas dendam atas kekalahannya dari Djokovic di Australian Open tahun ini dan Olimpiade Paris 2024 untuk tetap berada di jalurnya meraih gelar Grand Slam keenamnya dan kembali ke perinkat No.1 dunia.

    “Rasanya luar biasa. Sekali lagi di final US Open, rasanya luar biasa,” ujar Alcaraz usai pertandingan mengutip Antara.

    “Ini sangat berarti bagi saya. Hari ini, saya bisa bilang ini bukan level terbaik turnamen ini bagi saya, tetapi saya tetap menjaga level permainan yang baik dari awal hingga poin terakhir.

    “Saya melakukan servis dengan cukup baik, saya pikir itu sangat, sangat penting. Berusaha memainkan pertandingan yang sangat fisik dan saya rasa saya berhasil,” ujar petenis Spanyol tersebut.

    “Secara keseluruhan, saya bermain tenis dengan sangat baik dan saya sangat senang bisa bermain di final kedua saya di sini.”

    Alcaraz mengalahkan Djokovic dengan menunjukkan semangat juang yang tinggi di set kedua, bangkit dari kedudukan 0-3 untuk memimpin dua set krusial.

    Ia kemudian mendominasi tempo dengan pukulannya dan memegang kendali di sebagian besar pertandingan melawan petenis Serbia itu, yang kesulitan secara fisik di set ketiga.

    Dengan kemenangannya, Alcaraz memperbaiki catatannya menjadi 4-5 melawan Djokovic dalam head to head mereka, dan memperpanjang catatan kemenangan beruntunnya menjadi 12 pertandingan.

    Unggulan kedua tersebut melaju ke final di delapan turnamen terakhir yang diikutinya, sejak Monte Carlo pada April. Kemenangan terakhirnya diraih di Cincinnati, di mana ia mengangkat trofi ATP Masters 1000 kedelapannya bulan lalu.

    Setelah mengalahkan Djokovic, Alcaraz berpeluang bertemu Jannik Sinner di pertandingan final. Jika petenis Italia itu mengalahkan Felix Auger-Aliassime pada semifinal, dan melaju ke final, Alcaraz dan Sinner akan menjadi dua petenis putra pertama yang bertemu di tiga final turnamen major dalam satu musim.

    Alcaraz mengalahkan Sinner di Roland Garros sebelum petenis berusia 24 tahun itu membalas dendam di Wimbledon untuk mengangkat gelar Grand Slam keempatnya.

    Jika Sinner gagal melaju ke final, Alcaraz akan kembali ke peringkat nomor satu dunia pada Senin (8/9), untuk pertama kalinya sejak September 2023.

    Jika Sinner mencapai final, juara US Open 2022 Alcaraz, harus mengangkat trofi untuk melampaui petenis Italia tersebut, yang telah menduduki posisi puncak sejak Juni 2024.

    Dengan 60 kemenangan dan enam gelar pada 2025, menurut indeks menang/kalah ATP, Alcaraz berada dalam posisi yang baik untuk melampaui rekor terbaiknya, yaitu 65 kemenangan dan enam trofi, pada 2023.

    Alcaraz telah memastikan tiketnya ke ATP Finals, yang akan diselenggarakan pada 9-16 November di Turin.

  • Pertemuan Pimpinan DPR dan Mahasiswa Jadi Momentum Transparansi Proses Politik Nasional

    Pertemuan Pimpinan DPR dan Mahasiswa Jadi Momentum Transparansi Proses Politik Nasional

    JAKARTA – Beberapa waktu lalu, pimpinan DPR mengundang perwakilan mahasiswa untuk berdialog mengenai kondisi bangsa saat ini pasca aksi demonstrasi besar-besaran di berbagai daerah pada 25-31 Agustus 2025.

    Langkah DPR tentu menjadi fenomena luar biasa karena suara publik tak lagi menggema di jalanan tapi berhasil menembus mejapParlemen.

    Dosen FISIPOL Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Hairunnas menilai pertemuan antara DPR dan perwakilan mahasiswa yang diselenggarakan kemarin memiliki makna strategis dalam demokrasi.

    Hal tersebut dianggap sebagai ruang komunikasi dua arah antara kekuatan politik formal dan kekuatan sipil muda.

    “Saya melihat ini sebagai momen penting yang akan mendorong transparansi dan inklusivitas dalam proses politik kita hari ini, bukan sekadar seremoni belaka karena hal ini tentunya membuka ruang negosiasi publik atas isu-isu mendesak yang selama ini kerap mandek di ruang kekuasaan,” ujar Hairunnas dalam keterangan dikutip Sabtu, 6 September.

    Menurut Hairunnas, tuntutan mahasiswa mulai dari pembentukan tim investigasi independen, pengusutan kekerasan aparat, pembebasan demonstran, hingga desakan atas pengesahan RUU Perampasan Aset, menunjukkan bahwa mahasiswa masih memegang peran sebagai suara moral dan pengingat nurani bangsa.

    “Di sisi lain, saya melihat dari potret DPR, terutama permintaan maaf dari Sufmi Dasco dan komitmen reformasi internal DPR yang disebut akan dipimpin langsung oleh Ketua DPR, Puan Maharani menjadi sinyal positif, meski masih perlu dibuktikan dalam realisasinya,” ungkapnya.

    “Beberapa anggota DPR bahkan menyatakan kesediaannya untuk menjadikan peristiwa-peristiwa masa lalu sebagai bahan evaluasi. Ini menunjukkan adanya potensi pergeseran budaya politik di parlemen, dari sekadar defensif menjadi lebih reflektif dan responsif terhadap tuntutan yang disampaikan,” sambung Hairunnas.

    Peneliti Spektrum Politika Institute itu juga memandang pertemuan tersebut sebagai peluang awal untuk konsolidasi demokrasi yang lebih inklusif dan penguatan terhadap nilai-nilai demokrasi yang sudah dibangun sejak awal reformasi. Namun demikian, menurut Hairunnas, output yang diharapkan dari pertemuan itu adalah langkah nyata dari para pemangku kebijakan.

    “Mulai dari pembentukan tim investigasi independen, sebab DPR secara konstitusional dan politik memiliki peran strategis dalam membentuk dan mendorong pembentukan tim investigasi, terutama jika berkaitan dengan isu yang menyangkut kepentingan publik, pelanggaran hukum, atau pelanggaran HAM, dalam hal ini kematian Affan Kurniawan,” sebutnya.

    Hairunnas menyoroti hasil dari pertemuan dengan mahasiswa adalah termasuk mendorong Wakil Ketua DPR  Sufmi Dasco Ahmad untuk memastikan DPR akan membahas RUU Perampasan Aset.

    Hal ini menanggapi tuntutan publik, khususnya dari kalangan mahasiswa yang mendesak pengesahan RUU tersebut sebagai bagian dari reformasi legislatif yang transparan dan partisipatif.

    Adapun Sufmi Dasco menyatakan pimpinan DPR akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk membahas sejumlah tuntutan mahasiswa, salah satunya pembahasan RUU Perampasan Aset.

    Hairunnas menilai percepatan pembahasan RUU ini menjadi krusial mengingat tarik ulur yang telah berlangsung terlalu lama, padahal urgensinya semakin nyata dalam konteks penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

    “RUU Perampasan Aset seharusnya tidak dipandang sebagai tekanan politik, melainkan sebagai refleksi kehendak rakyat yang menolak segala bentuk impunitas,” ujar Hairunnas.

    Hairunnas menyebut, pengesahan RUU Perampasan Aset akan menjadi bukti konkret komitmen DPR terhadap reformasi kelembagaan yang selama ini didengungkan. Jika tidak, maka komitmen itu dikhawatirkan hanya menjadi slogan tanpa makna.

    Di sisi lain, Hairunnas menilai mahasiswa dan masyarakat sipil juga perlu mengapresiasi langkah awal DPR serta dukungan dari sejumlah partai politik yang telah menunjukkan sinyal positif untuk mempercepat pembahasan, dengan tetap mengawal prosesnya agar berjalan akuntabel dan berpihak pada kepentingan publik.

    “Pada akhirnya, saya berharap mahasiswa pun akan tetap mengawal secara konsisten narasi perjuangannya agar tetap fokus dan berdampak. Sebab, bagi saya demokrasi tidak hanya dibangun lewat demonstrasi atau forum dengar pendapat, tapi lewat konsistensi tindakan setelahnya,” ucap Hairunnas.

    “Pertemuan ini penting, tapi nasib tuntutan publik akan bergantung pada siapa yang berani mengubah kata menjadi kerja,” pungkasnya.

    Seperti diketahui, pimpinan DPR menerima sejumlah perwakilan mahasiswa dari 16 organisasi kemahasiswaan di gedung Nusantara, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 September.

    DPR mengundang para mahasiswa untuk berdialog dan menerima aspirasi yang disampaikan terkait dengan aksi unjuk rasa yang digelar pada 25-31 Agustus 2025.

    Adapun perwakilan mahasiswa diterima oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa.

    Perwakilan mahasiswa yang hadir di antaranya dari GMNI, GMKI, KAMMI, HMI, BEM SI Kerakyatan, BEM SI Rakyat Bangkit, BEM Nusantara, BEM PTNU Se-Nusantara, Demam PTKIN Seluruh Indonesia, BEM PTMA Zona III, GMH, BEM UPNVJ, BEM UI, Himapolindo, Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti, dan HMI DIPO.

    Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk yang tertuang dalam tuntutan bertajuk ’17+8 Tuntutan Rakyat’. BEM UI mengusulkan agar dibentuk tim investigasi independen untuk mengusut dugaan makar dalam aksi unjuk rasa pada 25-31 Agustus 2025.

    Kemudian, BEM Nusantara yang mendorong agar DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, hingga HMI DIPO yang meminta pimpinan DPR menghubungi Kapolri agar membebaskan mahasiswa yang ditahan.

  • The White Lotus Siapkan Musim Keempat, Syuting di Prancis

    The White Lotus Siapkan Musim Keempat, Syuting di Prancis

    JAKARTA – Kelanjutan serial The White Lotus memasuki musim keempat dengan latar negara baru. Prancis disebut menjadi latar baru cerita musim keempatnya.

    Serial ini dikenal dengan latar negara yang berkaitan dengan dunia resort The White Lotus. Musim pertamanya di Hawaii, musim kedua di Sicili.

    Musim ketiganya berlatar di Thailand dengan delapan episode yang menjadi jumlah penonton terbanyak dalam sejarah penayangan serial. Serial ini juga mendapat 10 nominasi Emmy yang malam puncaknya akan diselenggarakan pada 14 September.

    Mengutip Deadline, HBO sedang mempersiapkan Prancis sebagai lokasi berikutnya dan menghubungkan dengan jaringan hotel Four Seasons mengingat jaringan hotel ini berkaitan dengan tiga musim sebelumnya.

    Pihak HBO enggan merespons kabar tersebut. Selain itu, daftar pemainnya juga belum diungkap kepada publik, namun mereka dikenal dengan memadukan berbagai aktor dari generasi berbeda.

    Musim keempat The White Lotus dirilis pafa Februari lalu dengan latar di tiga kota di Thailand yaitu Bangkok, Phuket, dan Ko Samui.

    Serial ini diperankan Leslie Bibb, Carrie Coon, Walton Goggins, Sarah Catherine Hook, Jason Isaacs, Lalisa Manobal, Michelle Monaghan, Sam Nivola, Lek Patravadi, dan lainnya.

    Musim keempatnya juga meraup 14 juta penonton yang merupakan akumulasi penayangan seluruh episode.

  • Donald Trump Bakal Ganti Departemen Pertahanan Menjadi Departemen Perang

    Donald Trump Bakal Ganti Departemen Pertahanan Menjadi Departemen Perang

    JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menandatangani perintah eksekutif, Jumat (5/9) waktu setempat, untuk mengganti nama Departemen Pertahanan menjadi “Departemen Perang,” kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, Kamis.

    Berita tentang perintah tersebut pertama kali dilaporkan oleh Fox News.

    Menurut Fox, Trump akan menandatangani perintah eksekutif untuk mengembalikan nama bersejarah tersebut, yang digunakan hingga 1949 sebelum lembaga itu direorganisasi menjadi Departemen Pertahanan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional tahun 1947.

    Perintah itu mengatur penggunaan “Departemen Perang” sebagai nama tambahan untuk Departemen Pertahanan dan meminta Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengadopsi gelar tambahan “Menteri Perang.”

    Perintah itu juga menginstruksikan Hegseth untuk mengajukan langkah-langkah legislatif dan eksekutif agar perubahan tersebut bersifat permanen, serta memperbarui tanda dan situs web Pentagon.

    Perintah itu juga termasuk mengganti nama ruang konferensi pers menjadi “Pentagon War Annex,” kata seorang pejabat Gedung Putih kepada Fox.

    “Semua orang menyukai fakta bahwa kita memiliki sejarah kemenangan yang luar biasa ketika (lembaga) itu bernama Departemen Perang,” kata Trump kepada wartawan pada 25 Agustus.

    Hegseth mengatakan langkah itu mencerminkan perubahan budaya di dalam departemen.

    “Kita bukan hanya pertahanan, kita juga melakukan penyerangan,” tambahnya.

  • Capek Setelah Nongkrong? Bisa Jadi Anda Alami Social Burnout

    Capek Setelah Nongkrong? Bisa Jadi Anda Alami Social Burnout

    JAKARTA – Ada kalanya aktivitas sosial yang biasa dilakukan menjadi tidak menyenangkan dan justru melelahkan. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah social burnout.

    Social burnout biasanya dialami oleh orang yang memiliki jadwal sosial padat, seperti nongkrong bersama teman, menghadiri acara komunitas, atau kumpul santai di berbagai waktu. Jika Anda orang yang demikian, mari kenali tentang social burnout agar Anda bisa mengatasinya.

    1. Pengertian social burnout

    Social burnout adalah kondisi ketika seseorang merasa kelelahan akibat interaksi sosial yang berlebihan, dikutip dari Unplugged, pada Jumat, 5 September 2025. Aktivitas sosial yang awalnya menyenangkan justru menjadi sumber terjadinya stres.

    Kondisi ini bukan berarti Anda antisosial atau tidak suka berteman. Social burnout lebih kepada titik saat tubuh dan pikiran tidak sanggup menerima stimulasi sosial yang sangat intens, terlebih dalam jangka waktu berdekatan.

    2. Tanda-tanda social burnout

    Terdapat beberapa tanda-tanda seseorang mengalami social burnout. Beberapa di antaranya adalah rasa jenuh setiap diajak nongkrong, mudah tersinggung saat bersama orang lain, atau merasa tidak nyaman saat berada di keramaian, hingga sering menghindari pertemuan sosial dengan berbagai alasan.

    Tak hanya itu, social burnout juga dapat terlihat dari perasaan drained atau kosong setelah berkumpul dengan orang. Bukannya merasa senang karena bercanda dengan teman, Anda justru merasa lelah secara emosional.

    3. Penyebab social burnout

    Terjadinya social burnout disebabkan berbagai hal. Pertama adalah intensitas interaksi sosial yang terlalu sering tanpa memberi jeda waktu untuk beristirahat. Terlalu banyak nongkrong, menghadiri acara, atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial bisa membuat energi mental terkuras.

    Selain itu, adanya ekspektasi sosial yang tinggi juga bisa menyebabkan social burnout. Tekanan ini bisa menimbulkan stres berkepanjangan jika tidak segera diatasi.

    4. Cara mengatasi social burnout

    Dalam mengatasi social burnout yang utama adalah menemukan keseimbangan antara waktu untuk orang lain dan untuk diri sendiri. Mulailah dengan mengenali batasan pribadi, misalnya tidak harus hadir di setiap ajakan nongkrong dan belajar mengatakan tidak tanpa rasa bersalah.

    Anda juga harus memprioritaskan self-care atau perawatan untuk diri sendiri. Mulai dari tidur dengan cukup, olahraga ringan, atau melakukan hobi sendirian.

    Jika sudah merasa lelah dan cenderung mengarah ke social burnout, sebaiknya juga ambil waktu untuk detoks sosial dengan membatasi pertemuan. Dengan demikian, nongkrong bisa tetap menjadi kegiatan menyenangkan tanpa harus mengorbankan kesehatan mental Anda.

  • Rhoma Irama Jadi Imam dan Khatib Salat Jumat Bareng Penonton di Depan Panggung Pestapora

    Rhoma Irama Jadi Imam dan Khatib Salat Jumat Bareng Penonton di Depan Panggung Pestapora

    JAKARTA – Ada yang berbeda dalam perhelatan Pestapora di tahun 2025 kali ini, dimana para penonton mengadakan sholat Jumat berjamaah bareng Rhoma Irama. Saat azan berkumandang sekitar pukul 12.00 WIB, ratusan penonton berkumpul di depan panggung Pestapora untuk mendengarkan khutbah yang dibawakan Rhoma Irama pada Jumat, 5 September 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Meski terik matahari terasa menyengat, para jamaah Pestapora tetap khusyuk beribadah menyimah isi ceramah. Dalam Salat Jumat ini, Rhoma Irama bertindak sebagai khatib dan imam, selain juga mengisi acara pada sore hari bersama Soneta Grup di panggung Pestapora.