Category: Voi.id

  • Kereta Ekspres Baru akan Melayani Bandara Narita ke Tokyo Skytree mulai Tahun 2028

    Kereta Ekspres Baru akan Melayani Bandara Narita ke Tokyo Skytree mulai Tahun 2028

    JAKARTA – Kereta ekspres baru yang menghubungkan Bandara Narita di luar Tokyo dengan menara penyiaran Tokyo Skytree dalam waktu lebih dari 30 menit dijadwalkan mulai beroperasi paling cepat pada tahun fiskal 2028, kata presiden operator.

    Rencana ini muncul seiring upaya Keisei Electric Railway Co. untuk memenuhi permintaan wisatawan mancanegara yang memecahkan rekor, yang diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan perluasan Bandara Narita yang sedang berlangsung, sekaligus meningkatkan akses ke salah satu objek wisata terpopuler di Tokyo.

    Layanan langsung baru ini akan mempersingkat perjalanan 45 menit ke stasiun terdekat Keisei ke menara sekitar 10 menit dan memungkinkan penumpang untuk mencapai Tokyo Skytree tanpa harus berpindah ke jalur lokal, kata Presiden Keisei Electric Railway Takao Amano dalam wawancara dengan Kyodo News seperti dikutip 1 Oktober.

    Keisei Electric Railway mengoperasikan beberapa operasi kereta yang menghubungkan Tokyo dan Bandara Narita, pusat transportasi udara utama yang terletak di luar ibu kota di Prefektur Chiba yang berdekatan.

    Bandara tersebut saat ini menerima sekitar 40 juta penumpang per tahun, dengan tambahan 35 juta penumpang diproyeksikan setelah pekerjaan pembangunan landasan pacu baru dan perluasan landasan pacu lainnya selesai pada akhir tahun fiskal 2028.

    Amano, yang menjabat sebagai presiden pada bulan Juni, mengatakan peningkatan yang diperkirakan ini berarti “kami perlu melakukan investasi besar dan peningkatan peralatan.”

    Implementasi layanan baru ini diproyeksikan menelan biaya sekitar 40 miliar yen (Rp4.493.700.000.000), menurut perusahaan.

    Layanan ekspres Keisei Skyliner merupakan penghubung transportasi utama ke Bandara Narita, yang melayani hingga 8,4 juta penumpang per tahun.

    Mengenai keputusan untuk memperkenalkan kereta baru, Amano mengatakan perusahaan “sudah mencapai batas kemampuan kami untuk meningkatkan kapasitas Skyliner.”

    Diketahui, dibuka pada tahun 2012 di distrik “pusat kota” timur ibu kota, Tokyo Skytree setinggi 634 meter adalah menara penyiaran dan observasi. Menara ini memiliki pusat perbelanjaan, akuarium, dan atraksi lainnya di dasarnya.

  • Istri-istri dari Pejabat Negara yang Gemar Gunakan Fasilitas Negara

    Istri-istri dari Pejabat Negara yang Gemar Gunakan Fasilitas Negara

    JAKARTA – Beredar foto Clara Hertina yang mengenakan busana serba coklat dan berkacamata terlihat sedang tertawa seusai makan bersama. Posisi duduk Clara Hertina tepat di sebelah suaminya yang memiliki jabatan sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja, Harwan Muldi Darmawan. foto yang beredar itu  sedang berada di salah satu restoran di bilangan Padang, Sumatera Barat.

    Foto diperoleh dari akun instagram pribadinya @nengciqoq. Clara Hertina atau biasa dipanggil dengan nama Lala Muldi Darmawan (LMD) sedang ikut dalam perjalanan dinas suaminya.

    Pegawai internal membenarkan dan mengatakan dalam foto tersebut seakan Clara ingin menunjukkan dirinya bagian dari pejabat. Namun sayangnya, tanpa disadari dirinya telah merepotkan suaminya.

    “Itu urusan dan kegiatan dinas, istrinya selalu ingin ikut. Itu tentunya akan merepotkan suaminya nanti,” kata petugas tersebut tanpa ingin disebutkan namanya

    Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) Joko Priyoski menyoroti adanya dugaan penyalahgunaan fasilitas negara untuk membiayai akomodasi dari istri Direksi PT Jasa Raharja yang ikut dalam perjalanan dinas.

    “Kalau mau ikut suami boleh, tapi biayanya sendiri, jangan pakai fasilitas kantor yang dibiayai oleh negara,” kata Joko Priyoski melalui pesan tertulis kepada VOI, Minggu, 5 Oktober.

    Joko mengatakan dalam kurun waktu 10 bulan sudah ada tiga istri pejabat negeri yang mengenakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Dia meminta KPK untuk mengusut tuntas dan jangan diam agar hal ini tidak terulang.

    “Aparat penegak hukum khususnya KPK jangan diam terus, harus tegas. Agar hal seperti ini tidak terulang lagi. Rakyat sedang susah, para pejabat jalan-jalan dibiayai oleh negara,” tegasnya.

    Berdasarkan catatan VOI, wanita yang bernama Vira Marselina, yang disebut sebagai pengurus Dekranasda DKI Jakarta sekaligus istri dari Kepala Dinas Pariwisata DKI, Andhika Permata. Menurut dokumen Nota Dinas resmi Nomor e-0052/PD.06.02 yang dikeluarkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM DKI Jakarta pada 16 Mei 2025, Vira Marselina berangkat tanggal 18 Mei 2025 ke Paris untuk susul suaminya.

    Data manifest yang diambil dari Flight Radar, Vira Marselina tercatat berangkat lebih awal, yakni pada 17 Mei 2025 pukul 19:26 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan penerbangan Singapore Airlines SQ967. Pesawat tersebut lepas landas sekitar pukul 20:25 WIB dan tiba di Singapura pada pukul 22:39 WIB.

  • Wajib Coba! Wisata Lava Merapi dan Batu Alien, Destinasi Unik dengan Pesona Alam Memukai

    Wajib Coba! Wisata Lava Merapi dan Batu Alien, Destinasi Unik dengan Pesona Alam Memukai

    YOGYAKARTA – Wisata Lava Merapi dan Batu Alien menjadi destinasi favorit di Yogyakarta bagi pecinta petualangan dan alam. Tempat ini menawarkan jejak erupsi Gunung Merapi yang menakjubkan, lengkap dengan keunikan yang menjadi daya tarik wisatawan.

    Tidak hanya pemandangan spektakuler, wisata ini juga menyimpan kisah sejarah erupsi yang penuh makna. Dengan udara sejuk dan panorama indah, tempat ini cocok untuk liburan bersama keluarga maupun sahabat, sekaligus menikmati keajaiban alam Jogja.

    Fakta Wisata Lava Merapi dan Batu Alien

    Bagi Anda yang ingin berkunjung ke lokasi ini, berikut ini beberapa hal yang perlu Anda cermati:

    Lokasi Strategis di Lereng Merapi

    Wisata Lava Merapi dan Batu Alien terletak di Jambu, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, DIY. Lokasinya berada di lereng Gunung Merapi, sehingga menyajikan panorama alam dramatis sekaligus nuansa sejuk khas pegunungan.

    Serunya Menyusuri Lava Tour dengan Jeep

    Pengunjung bisa menjajal Lava Tour Merapi menggunakan jeep yang menantang. Rute ini melewati jalur lahar kering, bebatuan vulkanik, hingga sisa erupsi 2010. Nah, selain seru, sopir jeep biasanya akan memberikan cerita sejarah letusan Merapi yang menambah wawasan.

    Misteri Batu Alien yang Unik

    Sesuai namanya, daya tarik utama adalah Batu Alien, batu raksasa setinggi sekitar 2 meter yang terlempar akibat letusan Merapi. Bentuknya mirip wajah manusia atau alien, lengkap dengan mata, hidung, mulut, bahkan seperti memakai peci. Fenomena ini alami, bukan hasil ukiran.

    Baca juga artikel yang membahas Wisata Paralayang Batu: Lokasi, HTM, dan Berbagai Fasilitas Pendukungnya

    Selain Batu Alien, area wisata ini punya banyak spot foto menarik seperti latar Gunung Merapi, patung tangan, pohon unik, kapal, hingga batu yang kini diukir dengan aksara Jawa. Maka, tidak heran destinasi ini jadi favorit para pemburu foto.

    Di sekitar kawasan terdapat Museum Mini Sisa Hartaku, yang menampilkan barang-barang peninggalan warga pasca erupsi 2010. Mulai dari peralatan rumah tangga hangus, kerangka hewan, hingga motor yang terbakar. Semua menjadi pengingat dahsyatnya kekuatan alam.

    Fasilitas yang Cukup Lengkap

    Pengunjung tidak perlu khawatir soal fasilitas. Di sini tersedia area parkir luas, toilet bersih, serta warung kecil yang menjual makanan ringan maupun suvenir khas Jogja dan Merapi.

    Harga Tiket Masuk Terjangkau

    Untuk masuk ke kawasan Batu Alien, tiketnya hanya sekitar Rp10.000/orang. Sementara harga paket jeep berkisar antara Rp350.000–Rp500.000 per jeep (dapat muat hingga 6 orang), jadi bisa lebih hemat jika datang bersama rombongan.

    Waktu terbaik datang adalah pagi hari agar cuaca cerah dan tidak terlalu panas. Gunakan pakaian nyaman untuk aktivitas outdoor, bawa kamera, serta siapkan tenaga untuk menikmati petualangan seru di jalur lava.

    Tempat wisata ini menawarkan perpaduan alam, sejarah, dan petualangan seru. Dengan jeep tour, spot foto unik, hingga kisah erupsi yang menggetarkan, destinasi ini jadi pilihan tepat untuk liburan berkesan di Yogyakarta. Tertarik?

    Selain pembahasan mengenai wisata lava merapi dan batu alien, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami! 

  • Warga Jabar Tak Perlu Bingung, Gubernur Dedi Buka Pos Pengaduan di Gedung Sate Mulai Senin

    Warga Jabar Tak Perlu Bingung, Gubernur Dedi Buka Pos Pengaduan di Gedung Sate Mulai Senin

    BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan pembukaan pos layanan pengaduan masyarakat di Gedung Sate, Bandung, mulai Senin, 6 Oktober. Pos tersebut akan difokuskan pada tiga sektor utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan hukum.

    “Besok mulai buka. Senin sampai Jumat, dari jam tujuh pagi sampai jam empat sore. Fokusnya hanya tiga masalah itu saja,” kata Dedi seusai menghadiri upacara HUT ke-80 TNI di Makodam III/Siliwangi, Bandung, Antara, Minggu, 5 Oktober. 

    Posko layanan pengaduan akan beroperasi setiap hari kerja, sejak pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Dedi menegaskan bahwa pengaduan hanya akan dilayani jika berkaitan dengan tiga sektor tersebut. Sementara urusan pribadi seperti utang piutang tidak akan ditangani oleh tim posko.

    “Satu, orang sakit yang butuh bantuan biaya, termasuk BPJS, ongkos berobat, atau obat yang tidak ditanggung. Kedua, soal anak sekolah, jangan sampai tidak sekolah hanya karena seragam. Ketiga, layanan hukum. Untuk yang ini, pengacara sudah siaga. Kalau soal lain, misalnya utang bank emok, itu tidak masuk layanan,” ujarnya.

    Menurut Dedi, inisiatif pembentukan posko tersebut bertujuan mempercepat respons pemerintah terhadap persoalan mendasar masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

    Ia mengungkapkan, ide tersebut berawal dari pengalamannya saat membuka pos pengaduan di kediaman pribadinya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.

    “Selama ini saya menerima langsung keluhan masyarakat soal kesehatan, pendidikan, dan bantuan hukum. Pos pengaduan itu menggunakan dana operasional dan dana pribadi saya, dan terbukti membantu banyak warga,” tuturnya.

    Selain membuka layanan di Gedung Sate, Dedi juga mengimbau seluruh bupati dan wali kota di Jawa Barat agar meniru langkah serupa dengan membuka pos pengaduan di rumah dinas masing-masing.

    “Harapannya, para bupati dan wali kota melakukan hal yang sama, sehingga rumah jabatan menjadi tempat masyarakat mengadu,” kata Dedi.

  • Mengenal Daun Walang Sangit dan Potensinya dalam Dunia Kesehatan

    Mengenal Daun Walang Sangit dan Potensinya dalam Dunia Kesehatan

    YOGYAKARTA – Daun walang sangit atau Eryngium foetidum merupakan tumbuhan herbal yang memiliki aroma khas yang sedikit menyengat. Daun ini berwarna hijau cerah dengan tepi bergerigi, dan sering digunakan dalam kuliner tradisional.

    Selain di dapur, daun walang sangit juga dikenal memiliki sejumlah khasiat untuk kesehatan. Ekstrak dari daunnya telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan nyeri hingga menurunkan tekanan darah. Bahkan, penelitian awal mulai mengungkap kandungan bioaktif yang berpotensi bermanfaat bagi tubuh.

    Namun, penting untuk diingat bahwa pemanfaatan daun walang sangit tidak boleh sembarangan. Konsumsi tanpa pengawasan medis bisa menimbulkan efek samping.

    Mengenal Daun Walang Sangit

    Tumbuhan ini mendapat julukan daun walang sangit karena aromanya mirip dengan serangga walang sangit. Walau bagi sebagian orang dianggap mengganggu, aroma tersebut justru banyak dimanfaatkan dalam masakan berkuah. Misalnya pada sup, kari, hingga soto yang menjadi lebih kaya rasa.

    Selain untuk kuliner, daun walang sangit juga bermanfaat untuk kesehatan. Daun ini memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, tanin, dan alkaloid. Senyawa ini memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, bahkan antimikroba. Penelitian menunjukkan ekstraknya mampu menghambat pertumbuhan beberapa bakteri patogen.

    Kandungan antioksidan dalam daun ini bermanfaat untuk menangkal radikal bebas yang bisa merusak sel tubuh. Sedangkan sifat antiinflamasi berpotensi membantu meredakan peradangan, misalnya pada penderita arthritis. Tidak hanya itu, rebusan daunnya juga terbukti menunjukkan efek analgesik dalam uji coba pada hewan.

    Sementara secara tradisional daun walang sangit digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, sakit kepala, demam, hipertensi, hingga kejang epilepsi. Meski demikian, temuan ini masih membutuhkan validasi ilmiah lebih lanjut. Uji klinis berskala besar pada manusia sangat dibutuhkan untuk memastikan efektivitasnya.

    Meski memiliki potensi besar untuk kesehatan, konsumsi daun walang sangit juga memiliki risiko. Penggunaan tanpa aturan bisa menyebabkan efek samping seperti gangguan pencernaan atau reaksi alergi. Oleh karena itu, pemantauan medis sangat dianjurkan.

    Selain itu, belum ada standar dosis yang disepakati secara ilmiah. Perbedaan metode ekstraksi juga menghasilkan kandungan senyawa yang berbeda, sehingga menyulitkan perbandingan antar penelitian. Keamanan konsumsi jangka panjang pun masih menjadi tanda tanya.

    Untuk mendapatkan manfaat daun walang sangit dengan aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan identifikasi tanaman dilakukan dengan benar agar tidak tertukar dengan tumbuhan lain. Konsultasi dengan ahli botani atau praktisi herbal sangat disarankan.

    Kedua, gunakan dosis kecil terlebih dahulu dan perhatikan respons tubuh. Hindari konsumsi berlebihan karena informasi dosis yang tepat masih sangat terbatas. Ketiga, selalu prioritaskan konsultasi dengan dokter, apalagi jika sedang mengonsumsi obat medis tertentu.

    Terakhir, segera hentikan penggunaan jika muncul gejala tidak biasa. Reaksi alergi atau efek samping lain harus ditangani secara cepat. Dengan langkah hati-hati, manfaat daun walang sangit bisa dirasakan tanpa mengabaikan aspek keamanan.

  • Ganda Putri Indonesia, Janice Tjen/Aldia Sutjiadi Cetak Sejarah Juara WTA 125 di Shzou  Open 2025

    Ganda Putri Indonesia, Janice Tjen/Aldia Sutjiadi Cetak Sejarah Juara WTA 125 di Shzou  Open 2025

    JAKARTA – Ganda Putri Indonesia, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi berhasil meraih gelar juara di Shozou Open 2025. Kemenangan ini mencatatkan sejarah karena keduanya berhasil menang di WTA 125.

    Janice/Aldila memastikan gelar juara setelah mengalahkan pasangan Polandia/Jepang, Katarzyna Kawa/Makoto Ninomiya. Pada final yang berlangsung Minggu, 5 Oktober di Shozou, China, Janice/Aldila menang dalam dua set dengan skor 6-4, 6-3.

    Menghadapi Kawa/Ninomiya bukan hal mudah bagi Aldila, ia mengatakan bahwa lawan kali ini cukup tangguh. Apalagi mereka juga melangkah ke partai puncak dengan tren positif usai mengalahkan unggulan teratas pada babak semifinal.

    “Mereka cukup bagus ya, dan aku tahu dua-duanya, dan pastinya mereka juga sudah bermain di WTA tour sudah sering,” kata Aldila dikutip dari Antara dikutip, Minggu, 5 OKtober.

    Aldila / Janice yang menjadi unggulan keempat dalam turnamen ini tampil kuat dengan servis mereka. Dalam pertandingan yang berlangsung satu jam 14 menit itu, mereka berhasil mencatatkan poin servis pertama sebesar 72,2 persen.

    Di set pertama, Janice/Aldila unggul 5-4 hingga mengakhiri perlawanan Kawa/Ninomiya dengan skor 6-4 dalam waktu 39 menit. Pada set kedua, Janice/Aldila memimpin jauh 4-1, 5-3, dan menutup set kedua dengan skor 6-3.

    Aldila tiba di Suzhou setelah kandas pada babak pertama WTA 1000 China Open di Beijing, Sabtu, 27 September 2025. Ia bersama Irina Khromacheva tak mampu menghalau unggulan kedua Sara Errani/Jasmine Paolini.

    Ia kemudian bertolak dari Beijing menuju Suzhou Minggu, 28 September. Petenis berusia 30 tahun itu lantas mengambil keputusan untuk berduet dengan Janice di Suzhou setelah mempertimbangkan jadwal tur tenis yang direncanakannya.

    Sementara itu, Janice yang juga berkompetisi di sektor tunggal WTA 125 Suzhou berhasil lolos ke babak utama setelah melalui dua pertandingan pada babak kualifikasi dengan kemenangan straight set. Namun, petenis berusia 23 tahun itu harus terhenti pada babak pertama setelah kalah dari Varvara Lepchenko.

    Pada awal tahun, Aldila dan Janice pernah berpasangan untuk mengikuti ITF W35 Arcadia di California, AS. Ganda putri Indonesia peraih perunggu Asian Games Hangzhou 2023 itu menjadi runner up dalam ajang pemanasan bagi Aldila sebelum menuju Indian Wells dan Miami Open.

    ITF W35 Arcadia merupakan turnamen pertama pada 2025 bagi Aldila setelah sempat menderita gangguan pendengaran sudden deafness atau tuli mendadak pada akhir tahun lalu yang membuatnya absen pada turnamen awal musim, termasuk Grand Slam.

  • Bank Mandiri Sematkan Opsi Fitur Pencairan di Livin’ Merchant untuk Akselerasi Arus Kas Pelaku Usaha

    Bank Mandiri Sematkan Opsi Fitur Pencairan di Livin’ Merchant untuk Akselerasi Arus Kas Pelaku Usaha

    JAKARTA – Bank Mandiri terus mempertegas peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaku usaha, khususnya UMKM. Hal ini selaras dengan semangat HUT ke-27 Bank Mandiri yang mengusung tema “Sinergi Majukan Negeri”. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pengembangan fitur digital di aplikasi Livin’ Merchant.

    Tebaru, Bank Mandiri menyediakan opsi baru di fitur Pencairan yang memungkinkan pelaku usaha bebas mencairkan sesuai kebutuhan atau pilihan opsi pencairan secara real-time langsung ke rekening. Inovasi ini juga dilengkapi notifikasi suara otomatis yang menyebutkan nominal transaksi secara real-time, guna mengoptimalkan keamanan, kenyamanan dan fleksibilitas saat berjualan.

    Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri Jan Winston Tambunan, menyampaikan bahwa pengembangan fitur Pencairan dana di Livin’ Merchant merupakan bagian dari strategi digitalisasi Bank Mandiri untuk menghadirkan solusi keuangan yang aman, nyaman, dan fleksibel bagi pelaku usaha ritel.

    “Melalui adanya tambahan opsi fitur Pencairan di Livin’ Merchant, kami ingin menghadirkan solusi dan nilai tambah yang sesuai kebutuhan pelaku usaha. Inovasi ini juga menjadi wujud nyata komitmen kami untuk menjadi mitra finansial utama dalam mendukung aktivitas operasional usaha mereka sehari-hari termasuk mengelola arus kas dengan lebih efisien,” jelas Jan Winston dalam keterangan resminya, Sabtu, 4 Oktober.

    Selain fitur Pencairan, Livin’ Merchant juga menghadirkan sejumlah keunggulan lain untuk menjawab kebutuhan utama pelaku usaha. Fitur Pembayaran QRIS memungkinkan merchant menerima transaksi pelanggan lebih mudah karena QRIS langsung aktif setelah registrasi akun, tanpa perlu proses tambahan. Dengan satu kode QRIS, merchant dapat menerima pembayaran dari berbagai bank maupun e-wallet sehingga transaksi lebih praktis dan cepat.

    Sementara itu, fitur PoS (kasir digital) memberikan kemudahan dalam mengelola operasional usaha sehari-hari.

    Fitur ini dilengkapi dengan pengaturan katalog produk, pencatatan serta pelaporan transaksi secara otomatis, hingga notifikasi transaksi real-time. Dengan adanya sistem kasir digital ini, merchant dapat mengelola penjualan dengan lebih rapi dan efisien tanpa harus menggunakan aplikasi tambahan.

    Tak hanya itu, aplikasi Livin’ Merchant kini juga dilengkapi dengan fitur Belanja, yang memungkinkan pelaku usaha melakukan pembelian ke distributor resmi secara langsung dari aplikasi. Fitur ini hadir untuk mempermudah pedagang menambah stok berbagai barang dagangan langsung ke distributor hanya dalam satu aplikasi.

    “Kami melihat bahwa sinergi antara teknologi, sistem keuangan, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja baru. Karena itu, kami menghadirkan Livin’ Merchant bukan hanya sebagai aplikasi kasir digital, melainkan sebagai platform kolaboratif yang mendukung pelaku usaha naik kelas melalui ekosistem yang terintegrasi,” tambah Jan.

    Dia menambahkan, pendekatan berbasis teknologi dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pelaku usaha, Bank Mandiri optimis Livin’ Merchant akan menjadi katalisator dalam mengakselerasi inklusi keuangan dan memperkuat fondasi ekonomi lokal yang tangguh. Untuk menikmati seluruh fitur terbaru yang tersedia, pelaku usaha dapat segera memperbarui aplikasi Livin’ Merchant ke versi terbaru melalui Google Play Store.

    Sebagai tambahan informasi, hingga September 2025, Livin’ Merchant telah digunakan oleh hampir 3 juta pengguna atau tumbuh 35 persen YoY dengan pertumbuhan total nilai transaksi secara YoY hingga 166 persen.

  • Prakiraan Sejumlah Wilayah Di Sumut Hujan Ringan Pada Minggu

    Prakiraan Sejumlah Wilayah Di Sumut Hujan Ringan Pada Minggu

    MEDAN – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatera Utara berawan dan berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada Minggu (5/10).

    Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Defri Mendoza, di Medan, Sabtu, mengatakan cuaca di seluruh wilayah Sumatera Utara diprakirakan berawan pada Minggu (5/10) pagi.

    Pada siang dan sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di beberapa wilayah seperti Toba, Padang Lawas Utara, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Labuhan Batu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Padang Lawas, Kota Pematangsiantar, Asahan, Deli Serdang, dan Karo.

    Ia menambahkan, pada malam hari potensi hujan ringan masih dapat terjadi di wilayah Toba, Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, Labuhan Batu Utara, Langkat, Padang Lawas, Kota Medan, Kota Pematangsiantar, Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Asahan, Deli Serdang, dan Kota Binjai.

    Sementara pada dini hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di wilayah Mandailing Natal dan Padang Lawas.

    Adapun suhu udara di wilayah Sumatera Utara diperkirakan berkisar antara 14 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 65–98 persen. Arah angin bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan 3–6 km per jam.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar,” katanya, BBMKG memperkirakan.

  • Otoritas Kanada Tolak Permintaan Marineland Mengirim Paus Beluga ke China

    Otoritas Kanada Tolak Permintaan Marineland Mengirim Paus Beluga ke China

    JAKARTA – Paus-paus terakhir yang ditangkarkan di Kanada akan tetap berada di Marineland dekat Air Terjun Niagara, setelah pemerintah federal menolak permintaan untuk mengirimkan 30 paus beluga ke China.

    Pemerintah Kanada tidak akan memberikan izin ekspor untuk mengirim paus-paus tersebut ke akuarium Chimelong Ocean Kingdom, kata Menteri Perikanan Joanne Thompson pada Hari Rabu.

    Ia mengatakan keputusan tersebut konsisten dengan undang-undang tahun 2019 yang melarang penggunaan paus dan lumba-lumba dalam pertunjukan hiburan atau memeliharanya di penangkaran.

    “Semua paus seharusnya berada di laut, bukan di akuarium untuk tujuan hiburan,” kata Thompson, dikutip dari Kyodo News 3 Oktober.

    Dua puluh paus — satu paus pembunuh dan 19 beluga — telah mati di objek wisata Air Terjun Niagara, Ontario, sejak 2019, menurut basis data yang dibuat oleh kantor berita The Canadian Press berdasarkan dokumen internal dan pernyataan resmi.

    Thompson mengatakan apa yang akan terjadi selanjutnya pada paus-paus tersebut merupakan tanggung jawab Marineland.

    Marineland mengatakan pihaknya “sangat” kecewa dengan keputusan pemerintah federal.

    “Setelah beberapa tahun berupaya mencari rumah permanen bagi beluga kami, relokasi manusiawi ke fasilitas terakreditasi di luar negeri adalah satu-satunya pilihan yang layak untuk memastikan paus-paus kesayangan kami tetap hidup dan menerima perawatan yang layak,” kata perusahaan itu dalam sebuah email.

    Marineland menambahkan, keputusan tersebut “menghukum hewan-hewan luar biasa ini ke masa depan yang tidak pasti di fasilitas tertutup, tanpa kemampuan untuk membiayai kelanjutan pemberian makan dan perawatan mereka.”

    Sementara itu, Premier Ontario Doug Ford mengatakan kecewa pemerintah federal tidak menyetujui pemindahan hewan-hewan tersebut.

    “Kita membutuhkan rumah yang layak untuk mereka, sesederhana itu,” katanya.

    “Kita harus menyelamatkan paus-paus ini,” tandasnya.

    Thompson mengatakan ia setuju “paus-paus ini layak mendapatkan rumah yang baik, tetapi taman hiburan Chimelong Ocean Kingdom bukanlah pilihan yang tepat.”

    “Saya tidak bisa dengan hati nurani yang bersih menyetujui ekspor paus-paus ini untuk eksploitasi lebih lanjut. Saya akan menyambut semua permintaan ekspor yang sesuai dengan Undang-Undang Perikanan dan akan segera meninjaunya,” jelasnya.

    Marineland mengumumkan akan menjualnya pada awal 2023 dan ditutup untuk umum pada akhir musim panas 2024. Taman itu tidak dibuka tahun ini karena ingin menjual taman dan lahan luas yang dimilikinya di dekat Air Terjun Horseshoe. Belum ada pengumuman penjualan.

    Undang-undang yang melarang penangkaran paus tidak berlaku untuk populasi paus penangkaran yang ada di Marineland, tetapi taman tersebut harus mematuhi bagian lain dari undang-undang yang melarang perkembangbiakan.

  • Pesantren Harus Kembangkan Tradisi Intelektual Berbasis Turats

    Pesantren Harus Kembangkan Tradisi Intelektual Berbasis Turats

    JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan pesantren harus mengembangkan tradisi intelektual kritis berbasis turats lewat pendekatan multidisipliner, mulai dari semantik, filologi, hingga antropologi, agar khasanah klasik itu tetap hidup dan relevan.

    “Tidak semua kitab kuning bisa disebut turats. Kitab turats adalah karya yang ditulis oleh ulama mumpuni, yang menghayati filosofi dasar Al Quran dan hadis, serta mampu mengangkat martabat kemanusiaan dan mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Menag Nasaruddin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

    Pernyataan itu disampaikan Menag Nasaruddin saat membuka Halaqah Internasional di Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Forum ini mengangkat tema “Transformasi Sosio-Ekologis dan Solusi Epistemologis Berbasis Turats”.

    Menag mengingatkan pentingnya cara membaca yang komprehensif sebagaimana diperintahkan Al Quran.

    Ia menjelaskan bahwa ada tiga objek utama bacaan bagi setiap Muslim, khususnya para santri yakni membaca alam semesta (makro kosmos), membaca ayat-ayat yang merasuk dalam diri manusia (mikro kosmos), dan membaca kitab suci Al Quran (wahyu).

    “Yang pertama adalah membaca alam semesta, yang kedua adalah membaca ayat-ayat yang merasuk dalam diri manusia, dan yang ketiga adalah membaca kitab suci Al Quran,” ujar Nasaruddin.

    Menurut dia, kata iqra’ tidak sekadar berarti melafalkan huruf, tetapi juga menghimpun. Seperti pohon yang menghimpun akar, batang, daun, dan buah atau manusia yang menghimpun seluruh unsur makro kosmos dalam dirinya.

    “Himpunan yang paling sempurna adalah manusia. Oleh karena itu, Ibnu Arabi menyebut bahwa sejatinya makro kosmos itu manusia, bukan alam semesta,” katanya.

    Namun demikian, Menag menegaskan pesantren jangan berhenti pada bacaan tekstual semata.

    Ia mengatakan Al Quran harus dipahami tidak hanya sebagai kitabullah (petunjuk bagi seluruh manusia), tetapi juga sebagai kalamullah (firman Allah yang hanya bisa diakses melalui ketaqwaan dan kedalaman spiritual).

    “Jangan kita bangga hanya karena hafal Al Quran atau mampu menafsirkannya. Di atas langit masih ada langit. Masih ada lapisan terdalam, yakni haqaiq Al Quran,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.

    Ia kemudian mengurai empat tingkatan bacaan Alquran yakni teks Al Quran, isyarat Al Quran, lathaif Al Quran, dan haqaiq Al Quran.

    Menag juga mengingatkan bahwa membaca dalam Islam tidak boleh dipersempit hanya pada dimensi tekstual. Tradisi iqra’ harus ditopang oleh kesadaran kritis terhadap realitas sosial dan ekologis, dengan turats sebagai basis epistemologisnya.

    “Al Quran itu bukan sekadar informasi, tetapi juga konfirmasi. Membaca Al Quran berarti membaca alam, membaca diri, lalu mengkonfirmasikan semuanya dengan wahyu. Itulah tradisi ilmiah pesantren yang harus terus dikembangkan,” kata Nasaruddin.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menekankan pentingnya kontekstualisasi maqashid al-syariah agar agama selalu relevan dengan zaman.

    Ia menyoroti bab thaharah dalam fikih yang sering dipahami sempit, padahal sejatinya mengandung pesan ekologis.

    “Menjaga air adalah bagian dari thaharah. Itu artinya menjaga kebersihan dan lingkungan juga ibadah. Inilah bentuk ekoteologi, membaca kehidupan dan alam dengan Al Quran sekaligus ditopang pemahaman turats,” katanya.

    Suyitno menegaskan pesantren memiliki peran strategis dalam melahirkan fikih yang responsif terhadap isu-isu modern, termasuk krisis lingkungan.

    “Dengan turats sebagai fondasi dan realitas sebagai ladang praksis, halaqah ini diharapkan melahirkan gagasan yang dapat menjadi rujukan kebijakan publik,” katanya.