Category: Voi.id

  • Komunikasi Laser dari Luar Angkasa Antar Satelit, Jauh Lebih Cepat Dibanding Gelombang Radio

    Komunikasi Laser dari Luar Angkasa Antar Satelit, Jauh Lebih Cepat Dibanding Gelombang Radio

    YOGYAKARTA – Komunikasi laser dari luar angkasa antar satelit kini menjadi salah satu inovasi paling menarik dalam dunia teknologi. Sistem ini memungkinkan satelit untuk saling berkomunikasi menggunakan sinar laser, menggantikan gelombang radio konvensional yang selama ini digunakan.

    Dengan kecepatan transfer data yang sangat tinggi, komunikasi laser disebut-sebut sebagai masa depan komunikasi global yang lebih cepat dan efisien. 

    Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan besar seperti SpaceX, ESA, dan NASA mulai mengembangkan teknologi komunikasi laser untuk mendukung sistem satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO). Teknologi ini memungkinkan satelit berinteraksi langsung tanpa harus mengirim sinyal ke bumi terlebih dahulu, sehingga mempercepat waktu transmisi data secara drastis.

    Komunikasi laser antar satelit bekerja dengan mengirimkan sinar cahaya yang sangat terfokus dari satu satelit ke satelit lainnya. Cahaya tersebut membawa data dalam bentuk pulsa, mirip seperti cara kerja serat optik di bumi. Bedanya, proses ini terjadi di ruang angkasa, di mana tidak ada hambatan atmosfer yang berarti, sehingga sinyal dapat bergerak jauh lebih cepat dan stabil.

    Sistem ini membutuhkan tingkat presisi yang sangat tinggi, karena sinar laser harus diarahkan secara akurat ke satelit penerima yang berjarak ratusan hingga ribuan kilometer. Untuk memastikan kestabilan transmisi, digunakan sistem pelacakan otomatis yang menjaga agar sinar laser tetap terkunci pada target meskipun satelit terus bergerak di orbitnya. Hasilnya, data dapat dikirim dengan kecepatan mencapai ratusan gigabit per detik.

    Salah satu keunggulan utama komunikasi laser adalah kapasitas bandwidth yang jauh lebih besar dibandingkan gelombang radio. Gelombang cahaya memiliki panjang gelombang lebih pendek, sehingga mampu membawa data dalam jumlah besar tanpa interferensi yang berarti. Hal ini menjadikan komunikasi laser sangat ideal untuk kebutuhan internet global dan transmisi data berkecepatan tinggi.

    Selain itu, komunikasi laser juga lebih aman karena sinarnya bersifat sangat terfokus dan sulit disadap oleh pihak luar. Tidak seperti gelombang radio yang bisa menyebar luas, sinar laser hanya dapat diterima oleh satelit tujuan. Ini membuat sistem komunikasi antar satelit lebih terlindungi dari ancaman keamanan siber maupun gangguan sinyal.

    Satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO) memegang peran penting dalam komunikasi laser ini. Karena berada di orbit yang lebih dekat ke bumi, satelit LEO dapat berinteraksi lebih cepat dan efisien dengan pengguna di permukaan. Jaringan ribuan satelit LEO, seperti yang digunakan dalam proyek Starlink milik SpaceX, memanfaatkan komunikasi laser untuk menghubungkan satu satelit dengan satelit lainnya di seluruh dunia.

    Dengan cara ini, data tidak perlu lagi dikirim ke stasiun bumi untuk diteruskan ke satelit lain, melainkan bisa langsung berpindah antar satelit melalui jalur cahaya laser. Proses ini memotong waktu transmisi dan meningkatkan efisiensi komunikasi global. Hasilnya adalah jaringan internet luar angkasa yang jauh lebih cepat, andal, dan hemat energi.

    Jika teknologi ini diterapkan secara luas, komunikasi laser antar satelit akan mengubah cara dunia terhubung dengan internet. Daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau oleh infrastruktur kabel kini dapat menikmati koneksi cepat melalui jaringan satelit laser. Hal ini membuka peluang besar bagi pendidikan, bisnis, dan komunikasi di seluruh penjuru dunia.

    Selain itu, teknologi ini juga membantu menciptakan sistem internet yang lebih tahan terhadap bencana alam atau gangguan infrastruktur di darat. Karena jaringan antar satelit bersifat independen dari infrastruktur bumi, layanan komunikasi dapat tetap berjalan meski terjadi gangguan di wilayah tertentu. Ini menjadi fondasi penting bagi sistem komunikasi masa depan yang lebih tangguh dan merata.

    Namun, meski menjanjikan banyak keunggulan, komunikasi laser antar satelit juga memiliki sejumlah tantangan teknis. Salah satunya adalah kebutuhan akan akurasi tinggi dalam mengarahkan sinar laser, mengingat pergerakan satelit yang cepat di orbit. Selain itu, faktor cuaca dan gangguan atmosfer tetap perlu diperhatikan ketika sinyal laser dikirim ke bumi.

    Untuk mengatasi hal tersebut, para ilmuwan dan insinyur terus mengembangkan teknologi pelacakan otomatis serta sistem stabilisasi sinar yang lebih canggih. Dengan kemajuan dalam bidang optik dan komputasi, hambatan ini perlahan mulai teratasi. Dalam waktu dekat, komunikasi laser diyakini akan menjadi tulang punggung sistem komunikasi antarplanet dan eksplorasi ruang angkasa.

  • Membangun Generasi Muda Berkualitas Lewat Pendidikan Karakter

    Membangun Generasi Muda Berkualitas Lewat Pendidikan Karakter

    JAKARTA – Saat ini, pendidikan karakter menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berempati.

    Tak sedikit lembaga pendidikan yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional agar generasi muda mampu menghadapi tantangan global dengan nilai-nilai kemanusiaan yang kuat.

    Salah satu wujud penerapan pendekatan tersebut tampak pada kiprah Global Sevilla School, yang baru-baru ini mendapat apresiasi dalam ajang Media Relations Awards 2025 yang digelar oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Banda Aceh, bertepatan dengan peringatan HUT ke-79 organisasi tersebut.

    Penghargaan itu diserahkan oleh Irwa Zarkasi, Wakil Ketua Umum SPS, kepada Andrew J. Jules Soebali, Ketua Yayasan Budi Pekerti Luhur yang mewakili Global Sevilla School. Sekolah berstandar internasional yang berlokasi di Jakarta ini menerima penghargaan atas karya siaran pers berjudul “Global Sevilla School Gandeng Didit Hediprasetyo: Bentuk Karakter dan Mindfulness Anak di Tengah Derasnya Arus Digital.”

    Mengusung tema besar “Pers Maju, Sumber Daya Indonesia Melaju,” ajang penghargaan tersebut memberikan apresiasi kepada berbagai institusi dan media yang dinilai berhasil membangun komunikasi publik yang positif dan inspiratif. Ketua Umum SPS, Januar P. Ruswita, menekankan bahwa penghargaan ini tidak hanya menilai aspek komunikasi, tetapi juga makna sosial yang terkandung dalam pesan yang disampaikan.

    “Media Relations Awards diberikan kepada pihak yang mampu mengemas pesan publik secara bermakna yang bukan hanya informatif, tetapi juga menggerakkan,” ujar Januar P. Ruswita.

    Bagi Global Sevilla School, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas konsistensinya dalam menjalankan pendidikan yang menyeimbangkan aspek akademik dengan pembentukan karakter dan kesadaran diri.

    “Apresiasi ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus menghadirkan pendidikan yang seimbang antara kecerdasan dan kebajikan. Kami percaya, anak-anak yang mampu mengenali diri, mengelola emosi, dan peduli pada sesama adalah fondasi bagi masa depan yang lebih baik,” ungkap Andrew J. Jules Soebali.

    Melalui visi “Nurturing Global Students with Character,” Global Sevilla terus menanamkan nilai mindfulness dalam proses belajar mengajar, agar setiap siswa dapat tumbuh menjadi individu yang sadar, berintegritas, dan mampu berkontribusi positif di masyarakat global.

  • Festival Musikal Indonesia 2025, Dari Quinn Salman hingga Penari Mangkunegaran Warnai Bentangan Ruang Inklusif Kebudayaan

    Festival Musikal Indonesia 2025, Dari Quinn Salman hingga Penari Mangkunegaran Warnai Bentangan Ruang Inklusif Kebudayaan

    Festival Musikal Indonesia 2025, Dari Quinn Salman hingga Penari Mangkunegaran Warnai Bentangan Ruang Inklusif Kebudayaan

  • Otomatisasi Agen AI dalam Layanan Pelanggan Online: Manfaat, Tantangan, dan Implementasinya

    Otomatisasi Agen AI dalam Layanan Pelanggan Online: Manfaat, Tantangan, dan Implementasinya

    YOGYAKARTA – Pada era transformasi digital saat ini, semua orang tentunya mengharapkan layanan yang cepat, akurat, dan tersedia dengan efektif. Untuk menjawab kebutuhan ini, kebanyakan perusahaan telah mengadopsi otomatisasi agen AI dalam layanan pelanggan online, yaitu penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menangani dan membantu interaksi pelanggan secara otomatis maupun semi‑otomatis. Teknologi ini mempunyai potensi besar untuk meningkatkan efisiensi operasional, menambah kepuasan pelanggan, dan menurunkan biaya layanan.

    Otomatisasi Agen AI dalam Layanan Pelanggan Online

    Otomatisasi agen AI mengacu pada penggunaan sistem, misalnya chatbot, virtual assistant, voice bot, maupun sistem asistensi agen dengan basis AI untuk menangani permintaan pelanggan secara online, entah itu melalui live‑chat, e‑mail, aplikasi, hingga media sosial.

    Sistem tersebut memanfaatkan teknologi seperti pemrosesan bahasa alami (NLP), machine learning, dan analisis sentimen untuk mengetahui pertanyaan pelanggan dan memberikan respons yang sesuai atau meneruskan ke agen manusia jika diperlukan.

    Apa Saja Manfaat Otomatisasi Agen AI dalam Layanan Pelanggan Online?

    Beberapa manfaat signifikan telah diidentifikasi oleh beberapa studi dan praktik di lapangan:

    Efisiensi dan produktivitas: AI memungkinkan organisasi menangani volume permintaan yang besar tanpa mengurangi kualitas. Menurut Gartner, Inc., dilansir dari laman Nice.com, ada tiga area manfaat utama yang dapat dirasakan:

    Menciptakan pengalaman pengguna yang optimalMendapatkan wawasan (insights),Perbaikan proses.

    Waktu tunggu yang lebih cepat: AI dapat memberikan layanan setiap saat tanpa batas waktu, membantu mengurangi frustrasi pelanggan karena waktu tunggu.

    Menghemat biaya: Implementasi otomatisasi dapat menghemat biaya operasional layanan pelanggan secara signifikan. Dikutip dari laman businessolution, Sebagai contoh, menurut salah satu laporan, otomatisasi dapat menghemat hingga 20‑40% dari biaya layanan.

    Personalisasi dan analisis data: Sistem AI dapat menganalisis data pelanggan dan memberikan pengalaman yang lebih personal, serta menghasilkan insight dari interaksi pelanggan untuk memperbaiki layanan.

    Skalabilitas: AI dapat menangani lonjakan trafik, contohnya saat promosi besar atau musim ramai, tanpa harus menambah banyak agen manusia secara instan.

    Tantangan Implementasi Otomatisasi Agen AI

    Meskipun mengundang banyak keuntungan, penerapan otomatisasi agen AI dalam layanan pelanggan online juga menghadapi beberapa tantangan:

    Preferensi pelanggan untuk interaksi manusia: dalam beberapa situasi, misalnya keluhan emosional atau kompleks, masih lebih cocok ditangani oleh manusia.Kebutuhan data yang akurat dan relevan: Seperti yang dijelaskan oleh Gartner, banyak organisasi yang terlalu cepat menerapkan otomatisasi tanpa dilengkapi data yang memadai untuk mendukung fungsi‑fungsi insight dan routing yang tepat.Risiko respons yang kurang tepat atau tidak manusiawi: Sebagai contoh, AI bisa saja salah memahami konteks bahasa informal atau emosi pelanggan. Oleh sebab itu, pemantauan dan pemeliharaan harus terus‑menerus dilakukan.Integrasi teknologi dan perubahan budaya organisasi: Otomatisasi tidak hanya sekadar menambahkan sebuah chatbot; melainkan integrasi sistem CRM, pelatihan agen, dan perubahan proses layanan.

    Langkah‑Langkah Implementasi yang Efektif

    Agar manfaat otomatisasi agen AI dapat dimaksimalkan, perusahaan dapat melakukan langkah‑langkah berikut:

    Analisis kebutuhan dan pertanyaan yang sering kali muncul: Identifikasi jenis pertanyaan pelanggan yang berulang kali dan cocok diotomatisasi (FAQ, pelacakan pesanan, pembatalan, dll).Tentukan platform AI yang sesuai dengan konteks lokal: Jika Anda beroperasi di wilayah Indonesia, pastikan sistem Anda memahami Bahasa Indonesia, dialek lokal, dan integrasi kanal layanan yang dimanfaatkan pelanggan Anda.Integrasi dengan sistem backend: Hubungkan AI dengan CRM, database pelanggan, ticketing system untuk mendapatkan respons yang lebih personal dan efisien.Pelatihan, monitoring, dan evaluasi: Sistem AI tidak menjadi solusi ‘pasang lalu lupa’. Pantau kemudian tambahkan skenario baru, terapkan analisis sentiment, dan terus optimalkan performa.Hybrid model: Terapkan model hibrida, AI sebagai lapis pertama, selanjutnya eskalasi ke agen manusia jika dibutuhkan. Hal ini dapat menjaga fleksibilitas dan menjaga pengalaman pelanggan tetap baik.

    Demikianlah ulasan mengenai otomatisasi agen AI dalam layanan pelanggan online. Semoga bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

  • Keinginan KNKT Berubah Jadi Badan Keselamatan Nasional

    Keinginan KNKT Berubah Jadi Badan Keselamatan Nasional

    JAKARTA – Komite Nasional Transportasi Nasional (KNKT) tak ingin lagi berada di bawah Kementerian Perhubungan. Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengusulkan, organisasinya ini berubah independen dan menjadi badan keselamatan nasional.

    “Ini yang kami usulkan ke depan KNKT kalau bisa menjadi badan keselamatan nasional di mana (membawahi) keselamatan transportasi seperti KNKT sekarang. Keselamatan konstruksi, dan keselamatan indistri,” tutur Soerjanto dalam rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 25 November.

    Menurut Soerjanto, konsep investigasi dari badan keselamatan juga diperlukan untuk kecelakaan konstruksi dan industri. Soerjanto mencontohkan Badan Keselamatan di Belanda yakni Dutch Safety Board yang melakukan investigasi di tiga bidang tersebut.

    “Konsep investigasi keselamatan untuk mencari penyebab dengan asas no blame, no judicial, dan no liability oleh organisasi yang independen dipandang perlu untuk kecelakaan konstruksi maupun industri,” ujar Soerjanto.

    Menanggapi keingunan KNKT, Ketua Komisi V Lasarus mengatakan, terkait dengan usulan untuk perubahan organisasi ini perlu adanya pembahasan lebih mendalam.

    “Nanti kita mungkin perlu duduk satu meja dulu pak. Kalau dia berubah badan, ini perlu kita ikat dengan UU pak. Silakan saja nanti, kami dari komisi V sudah membuat prolegnas untuk program prioritas 2019-2024. Manakala ini nanti dipandang perlu untuk usul dari ketua KNKT ini, karena kerja badan ini saya liat melebar sesuai usulan,” tuturnya.

    Lasarus menilai, usulan perubahan badan dalam organisasi KNKT ini cangkupannya tidak hanya pada keselamatan transportasi tetapi juga keselamatan konstruksi dan industri di luar tugas pokok dari KNKT selama ini.

    “Kalau memang demikian nanti silakan saja pak inistaif dari pemerintah. Tentu kami akan siap untuk berdiskusi lebih lanjut terkait dengan perubahan KNKT ini menjadi badan keselamatan nasional,” jelasnya.

    Rapat bersama KNKT dengan Komisi V DPR (Mery Handayani/VOI)

    Sementara itu, anggota Komisi V dari fraksi Demokrat Irwan menilai, sudah seharusnya KNKT berubah menjadi badan keselamatan nasional. Sebab, ketika menjadi badan posisi KNKT menjadi eksekutor tidak hanya mengelurkan rekomendasi.

    “Harus. Bagus jadi badan. Pertama, kewenangan yang sifatnya teknis mereka juga ada peningkatan. Kemudian dari sisi anggaran untuk kajian bisa meningkat,” tuturnya.

    Namun, menurut Irwan, yang paling penting adalah bisa ada penegakan. Salah satunya yakni penegakan hukum. Jadi tidak hanya rekomendasi hasil investigasi saja.

    “Dengan sendirinya ketika menjadi badan dia memiliki kewenangan. Kan (selama ini) KNKT itu dia hanya mengambil kajian rekomendasi. Kalau berubah jadi badan mereka kewenangan sampai pada tindak lanjut kajian-kajian itu,” kayanya.

    Irwan mengaku, akan mendukung keinginan KNKT untuk menjadi badan di dalam rapat selanjutnya. Sebab, hal ini berkaca pada banyaknya kejadian kecelakaan.

  • Saat McGregor Merayu Carano Kembali ke Octagon

    Saat McGregor Merayu Carano Kembali ke Octagon

    JAKARTA – Saat pertarungan perempuan dalam seni bela diri campuran (MMA) masih dianggap tontonan, Gina Carano menyedot perhatian dan membawa legitimasi yang membuka jalan bagi perempuan masa depan untuk mengikutinya.

    Carano meninggalkan olahraga tersebut setelah kalah KO di babak pertama atas Cris Cyborg pada Agustus 2009, ia mengalihkan perhatiannya ke Hollywood. Peran utama dalam film garapan Steven Soderbergh, Haywire (2011), mendapatkan penghargaan untuk adegan pertarungannya, jika bukan karena karakter aktingnya. 

    Tetapi beberapa tahun kemudian, setelah memainkan beberapa film, Carano muncul sebagai bagian dari film superhero blockbuster Deadpool. Ini yang membawanya ke dalam peran yang lebih besar dalam The Mandalorian, serial televisi Star Wars yang ditayangkan di layanan streaming Disney terbaru, Disney Plus.

    Untuk menandai kesempatan itu, ESPN (anak perusahaan Disney, seperti yang lainnya hari ini) menampilkan Carano di MMA Show-nya Ariel Helwani. Pengumuman itu menarik banyak perhatian dari penggemar, termasuk Conor McGregor.

    Berkicau di media sosial Twitter, ‘The Notorious’ – julukan McGregor – memberikan sinyal tentang ketertarikannya terhadap sebuah pertarungan yang melibatkan Carano melalui McGregor Production, perusahaan pertarungan Conor yang disebut-sebut setara dengan UFC dan Mayweather Promotions – yang menggelar pertarungan Mayweather versus McGregor beberapa waktu lalu.

    Tell her McGregor Productions has the perfect role for her!

    Or if she wants,

    McGregor Promotions 🦁

    — Conor McGregor (@TheNotoriousMMA) November 23, 2019

    Akankah Carano bertarung lagi? Comeback kredibel terakhir yang hampir dibuat Carano adalah saat Ronda Rousey berada di puncak karier. UFC pernah menggelontorkan uang besar di depan mata mantan Strikeforce pada 2014 tetapi dia menolaknya.

    Tapi itu bukan berarti Carano tidak akan pernah kembali. Pada Februari 2018 dia mengatakan banyak pertarungan yang masih mungkin terjadi.

    “Saya tidak berpikir ada hari yang berlalu bahwa saya tidak berada di treadmill, dan saya tidak akan meninju dan menendang seseorang di kepala saya,” kata Carano kepada podcast Top Turtle (via The Mac Life). Melansir MMA Mania, Senin, 25 November. “Saya masih suka berlatih dengan Cris.”

    Carano menegaskan, dirinya tidak akan pernah kembali dan bertarung jika tidak punya prioritas. Dia tidak akan pernah kembali untuk uang atau mencari perhatian.

    “Saya benar-benar harus melakukannya untuk diri saya sendiri dan untuk melihat apakah saya menginginkannya. Jika iya, maka saya harus mendorong diri saya untuk melakukannya. Itulah satu-satunya alasan saya ingin bertarung lagi,” pungkasnya.

  • Sinyal Besar Musim Kedua Vagabond

    Sinyal Besar Musim Kedua Vagabond

    JAKARTA – Drama Korea Vagabond telah mengakhiri perjalanannya pada Sabtu, 23 November kemarin. Drama berjumlah 16 episode ini berhasil menutup cerita dengan rating 13,61 untuk penayangan langsung di Korea atau 5,5 persen dari persentase penonton berumur 20-49. Ini menunjukkan, Vagabond bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.

    Vagabond menceritakan seorang stuntman bernama Cha Dal Gun (Lee Seung Gi) yang berusaha mengungkap kebenaran sebuah kasus kecelakaan pesawat B357 yang membuat keponakannya, Cha Hoon meninggal dunia. Tidak sendirian, Dal Gun dibantu oleh Go Hae Ri (Bae Suzy) seorang agen National Intelligent Service (NIS).

    Sebelum penayangannya, hak siar Vagabond sudah lebih dulu dibeli oleh situs streaming berbayar Netflix. Dengan demikian, penggemar di Asia, Amerika, dan Eropa bisa mengakses Vagabond sesuai jam tayang negara masing-masing. Di negara asalnya, Vagabond meraih rating lebih dari 10 persen pada penayangan pertamanya. Sementara pada penayangan terakhirnya, drama ini menutup cerita dengan rating 13 persen.

    Wajar saja Vagabond digandrungi, karena drama ini merupakan reuninya Lee Seung Gi dan Bae Suzy setelah keduanya membintangi Gu Family Book pada 2013. Adu akting mereka kali ini sukses benar-benar menggugah. 

    Karena kesuksesannya, para penggemar mengharapkan akan ada musim kedua dari drama ini. Dilansir dari Soompi, Senin, 25 November, sebuah sumber dari produksi drama mengatakan rencana musim baru drama ini sudah ada tapi belum dikonfirmasi waktunya.

    “Sedang direview. Kami mereview jadwal aktor, penulis, dan sutradara,” ungkap sumber tersebut.

    Pastinya, proyek yang dijalankan hingga satu tahun ini membuat kru dan pemain menjadi dekat. Selama syuting di luar negeri yang memakan waktu sekitar 40 hari, mereka bertahan dengan baik. Syuting pun menyenangkan karena tidak ada artis yang tidak ramah dan semua dijalani dengan harmonis.

    “Saya berterima kasih kepada anggota staff dan aktor,” pungkas sang sumber. Apakah Anda setuju dengan Vagabond musim kedua?

  • Bangkit dari Patah Hati dalam Perspektif Louis Tomlinson

    Bangkit dari Patah Hati dalam Perspektif Louis Tomlinson

    JAKARTA – Menjelang perilisan album debutnya, Walls, Louis Tomlinson kembali dengan single baru berjudul Don’t Let It Break Your Heart. Lagu yang dirilis sejak 23 November ini dikonfirmasi akan mengisi album yang akan diluncurkan 31 Januari mendatang.

    Dalam wawancaranya dengan iHeartRadio, Tomlinson mengatakan, Walls adalah judul yang thought provoking.  “Ini jujur dan nyata,” kata Tomlinson.

    Sementara itu, lagu Don’t Let It Break Your Heart bercerita tentang perspektif seseorang untuk meninggalkan rasa sakit hati untuk sesuatu yang lebih baik. Bagian reff yang berbunyi “Don’t you let it kill you, even when it hurts like hell. Whatever tears you apart, don’t you let it break your heart,” adalah bagian yang catchy dari lagu tersebut.

    Aksen british Tomlinson yang kental masih bisa didengarkan lewat Don’t Let It Break Your Heart. Lagu ini juga masih bernuansa pop rock seperti lagu-lagu sebelumnya. Adapun album Walls akan menjadi pembuktian Tomlinson sebagai solois dalam industri musik. Ia menjadi anggota One Direction terbaru yang merilis album debut setelah Zayn dengan album keduanya Icarus Falls, album kedua Harry dan Niall yang sedang dalam perjalanan, serta Liam yang akan merilis album debutnya pada  Desember mendatang.

    Sebuah video yang diunggah melalui akun media sosialnya menampilkan Tomlinson mengumumkan album barunya. 

    “Saya sangat lega akhirnya bisa di sini. Terima kasih semuanya untuk kesabaran kalian,” ungkapnya. 

    Album Walls akan diisi dengan lagu yang sudah lebih dulu dirilis seperti Two of Us, Kill My Mind, We Made It, dan Don’t Let It Break Your Heart serta beberapa lagu yang pernah ditampilkan secara live termasuk Always You, Habit, Too Young, Defenceless, Walls, dan versi baru Back to You yang sebelumnya dinyanyikan bersama Bebe Rexha.

    Selain mempersiapkan album debut, Tomlinson juga mempersiapkan sebuah tur yang dimulai pada 9 Maret 2020 di Barcelona, Spanyol. Ia akan singgah di Jakarta pada 20 April 2020 di mana tiketnya sudah dijual lewat situs Traveloka.

  • Kelas Pemberontakan Kaum Buruh dengan Semaun Sang Pengajar

    Kelas Pemberontakan Kaum Buruh dengan Semaun Sang Pengajar

    JAKARTA – Namanya mungkin sering diabaikan oleh beberapa orang karena ideologi yang dia anut. Tapi, perannya dalam kemerdekaan, terutama bagi kaum buruh, tak bisa diremehkan. Ia adalah Semaun, tokoh revolusioner kelahiran Mojokerto pada 1899. Lahir dari keluarga dengan perekonomian pas-pasan membuat Semaun hanya dapat mengeyam pendidikan di Tweede Klas, sekolah untuk pribumi.

    Sejak kecil, Semaun dikenal anak yang cerdas. Berbekal ijazah sekolah dasar itu, Semaun diterima berkerja di Staats Spoor Maatschapi (Perusahaan Kereta Api Negara) pada usia 13 tahun. Walaupun disibukkan dengan pekerjaan, keinginan belajarnya tak pernah padam. Setiap sore hari ia menyempatkan diri untuk belajar bahasa Belanda di Hollandsch Inlandsce School (HIS).

    Dengan kedudukan dirinya sebagai pegawai kereta api, sebenarnya saat itu dirinya sudah cukup mapan dan terjamin kehidupannya. Tapi, karena semakin banyak penderitaan rakyat yang ia lihat kala itu, Semaun tergerak untuk melakukan gerakan pembebasan. Semaun pun melepas pekerjaannya dari perusahaan kereta api untuk ikut dalam gerakan nasional.

    Semaun masuk ke organisasi Sarekat Islam (SI) pada usia yang masih belia, 15 tahun. Di SI, Semaun menduduki posisi Sekertaris Sarekat Islam cabang Surabaya. Masuknya Semaun dalam gerakan SI mempertemukan dirinya dengan Henk Sneevliet. Menurut Soewarsono, sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pertemuan Semaun dengan Sneevliet terjadi di Surabaya tahun 1915.

    Pertemuan dengan Sneevliet mendorongnya memasuki VSTP dan ISDV. “Suatu pertemuan yang melahirkan rasa kagumnya terhadap ketulusan dan sikap manusiawi Sneevliet. Dan karena itu, (Semaun) menerima tawaran Sneevliet agar Semaun memasuki VSTP dan ISDV afdeeling Surabaya,” tulis Soewarsono dalam Berbareng Bergerak, Sepenggal Riwayat dan Pemikiran Semaun.

    Semaun juga tertarik karena menurutnya VSTP dan ISDV bersimpati pada perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajahan. Dalam kongres yang kemudian diadakan, Semaun terpilih sebagai Wakil Ketua VSTP dan ISDV. Sejak itu lah dirinya memilih fokus dalam organisasi tersebut dan melepaskan kariernya sebagai pegawai kereta api, lalu pindah ke Semarang. 

    Kepiawaian Semaun dalam berorganisasi juga terlihat di SI. Dalam Kongres SI Semarang tahun 1917, ia terpilih menjadi ketua SI Semarang. Usianya saat itu 18 tahun. Di bawah pimpinannya, SI Semarang berkembang pesat. Anggota SI bertambah hingga puluhan ribu orang, dari semula 1.700 anggota pada 1916 menjadi 20.000 orang pada 1917. SI juga tersebar sampai ke desa-desa.

    Pada 1918, SI cabang Semarang memutuskan rapat terbuka di lapangan dekat Stasiun Tawang. Tujuannya agar putusan tersebut dapat didengar masyarakat luas. Para anggota SI pun pergi menuju lapangan luas untuk memperluas jaringan mereka. Sebagai pembeda, anggota SI diwajibkan memakai Caping yang biasa digunakan para petani.

    Diluar dugaan. Aksi tersebut berubah menjadi demonstrasi yang unik. Aksi tersebut diikuti pula oleh masyarakat umum yang awalnya hanya sebagai penonton. Lalu lintas hampir lumpuh akibat aksi tersebut, sehingga membuat repot polisi-polisi kolonial di Semarang. Teriakan semangat juga digelorakan sepanjang aksi. Para demonstran meneriakkan ragam semboyan seperti “Hidup SI”, “Hidup Sosial Demokrat”, “Hidup Semaun.”

    Semaun yang semakin “kiri”

    Peristiwa tersebut semakin mempopulerkan nama Semaun di kalangan rakyat. Pada tahun 1919, saat menginjak usia 20 tahun, Semaun terpilih sebagai anggota pimpinan pusat SI merangkap Ketua cabang SI Semarang. Semaun juga aktif menulis di media massa. Bahkan, akibat tulisannya, Semaun sempat dipenjara di Yogyakarta dari Juli sampai November 1919. Di dalam penjara, ia menyibukkan diri dengan menulis novel berjudul Hikayat Kadirun dan buku berjudul Penuntun Kaum Buruh.

    Lewat Penuntun Kaum Buruh, Semaun menuangkan gagasan agar buruh bergerak dengan menceritakan kondisi Hindia Belanda kala belum ada ketimpangan, “Ketika di Indonesia belum ada sepur atau trem (kereta api), maka keadaan negeri ini sunyi, sepi, tentram, dan damai. Begitu juga penduduknya (rakyatnya) yang hidup, berpikir, berbudi, serta bekerja dengan sabar dan damai. Hampir semua rakyat Indonesia mempunyai sebidang tanah yang memberikan peng­hasilan dan penghidupan baginya.” tulis Semaun dalam bukunya.

    Keluar dari kurungan penjara, Semaun kembali ke Semarang. Sikapnya pada pemerintah Hindia Belanda makin radikal. Semaun benar-benar menerapkan ajaran Sneevliet. Ia berkembang jadi propagandis sosialisme yang keras. Sisi itu juga membawa perubahan pada SI yang semula lunak pada Hindia Belanda. Corak kiri, lama kelamaan makin kentara dalam SI. Kuatnya pengaruh Semaun membuat pimpinan SI lainnya kepayahan mengimbangi sikap kiri organisasi.

    Bahkan, orang-orang kaya raya seperti Niti Semito, raja rokok kretek dari Kudus atau Haji Busro dari Semarang ikut mendukung SI ala Semaun. Banyak aksi-aksi mogok buruh yang didukung pengusaha lokal tersebut. H.O.S Tjokroaminoto merespons pergerakan Semaun dengan menulis buku berjudul Islam dan Sosialisme. Buku itu menjelaskan bahwa sosialisme ada dalam ajaran Islam.

    Kekhawatiran pun muncul. Pimpinan SI pusat yang menginginkan azas Islam dalam SI mulai melihat Semaun sebagai bahaya. SI ala Semaun dianggap melenceng karena terlalu kiri. Kekhawatiran itu semakin meruncing saat Semaun mendirikan Perserikatan Komunis Hindia (PKH) pada 23 Mei 1920, ketika pimpinan SI, H.O.S Tjokroaminoto dihadapkan dengan tuduhan korupsi –walaupun kemudian tak terbukti.

    Saat itu, pemimpin Central Sarekat Islam yaitu Agus Salim dan Soerjopranoto berusaha mendepak kaum komunis yang dinilai tidak sesuai dengan nilai keislaman. SI cabang Semarang di bawah pimpinan Semaun menjadi sasaran penertiban ini. Dikutip dari laman Historia, pertemuan pimpinan CSI digelar di Yogyakarta pada 30 September 1920 tanpa dihadiri ketua SI, H.O.S Tjokroaminoto yang harus menghadiri persidangan. Semaun pun tak hadir karena menghadiri Kongres Komunis Internasional di Moskow, Rusia.

    Selain membersihkan anasir Komunis di tubuh SI, rapat itu juga menghasilkan keputusan pemindahan SI pusat dari Surabaya ke Yogyakarta. Pada 24 Mei 1922, Semaun kembali dari Moskow ke Tanah Air, ia memualai kembali pergerakan di kalangan buruh. Puncak dari rangkaian aksi mogok tersebut terjadi pada Februari 1923. Aksi tersebut muncul akibat pemerintah Hindia Belanda melakukan penurunan gaji buruh. Aksi mogok para buruh kereta api yang tergabung dalam VSTP pun terjadi. Aksi mogok itu meledak di beberapa kota. 

    Tak hanya buruh kereta api. Polisi kolonial dari kalangan pribumi juga ikut melakukan aksi mogok. Dikutip dari surat kabar Kaoem Moeda edisi 2 Februari 1923 yang mengabarkan banyaknya polisi-polisi pribumi berpangkat rendah melakukan aksi mogok demi menuntut tunjangan mereka. Tindakan mogok massal diberbagai kota ini membuat pemerintah Hindia Belanda geram.

    Dalam pengasingan

    Imbasnya, pada 8 Mei 1923, Semaun ditangkap di rumahnya di Semarang. Mirisnya, penangkapan Semaun bertepatan dengan kelahiran putra keduanya, Axioma. Anak pertama Semaun diberi nama Logika Sudibyo. Setelah mengetahui Semaun tertangkap, mogok besar-besaran terjadi di seluruh pulau Jawa. Penangkapan Semaun diikuti pula dengan keputusan pemerintah Hindia Belanda membuangnya ke Timor. Tapi, keputusan berubah lebih berat. Semaun harus dibuang keluar dari wilayah Hindia Belanda.

    Semaun pun diasingkan ke Amsterdam pada September 1923. Namun, pengasingan ini malah menjadi semacam kekuatan bagi kaum kiri di Tanah Air karena Semaun diangkat menjadi perwakilan partai komunis di Eropa. Beberapa tahun kemudian, Semaun pindah ke Moskow. Oleh pemerintah Uni Soviet, Semaun dipercaya menjadi Ketua Badan Pembangunan Nasional wilayah Turkmenistan. Pada masa-masa awal kemerdekaan, dari Moskow, ia ikut mendukung pergerakan kemerdekaan Indonesia. 

    Semaun juga memulai siaran radio berbahasa Indonesia di sana. Ia bahkan mengajar bahasa Indonesia untuk sekolah-sekolah di Soviet. Semaun juga menikah dengan seorang wanita Soviet bernama Valentina Iwanowa. Mereka dianugerahi dua orang anak. Yang pertama, laki-laki bernama Rono Semaun. Sementara, yang kedua ada;ah wanita bernama Elena Semaun.

    Setelah Indonesia merdeka, hasrat Semaun untuk pulang ke Tanah Air membuncah. Namun, rencana kepulangannya sempat terhenti karena pemerintah Soviet takut Semaun membuka berbagai informasi penting yang membahayakan keamanan intelijen Soviet. 

    “Semaun meminta bantuan Sukarno ketika berkunjung kali pertama ke Moskow pada Agustus-September 1956. Sukarno lalu meneruskan permintaannya kepada Marsekal Barsilov, pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet. Akhirnya, Semaun bisa pulang ke Indonesia pada 1957,” ditulis Bonni Triyana, sejarawan, dalam artikel Historia.

    Terus mengajar

    Sepulangnya ke Tanah Air, Semaun sempat mengajar mata kuliah ekonomi di Universitas Padjadjaran sejak 1961. Semaun juga mendapat gelar doktor honoris causa dari kampus tersebut. Di Unpad, Semaun mengajar hingga akhir hayatnya pada 7 April 1971. 

    Sepak terjang Semaun sejak era kolonialisme Belanda agak sulit dipahami dan diterima beberapa kalangan. Meski menentang keras pemerintah Hindia Belanda, pandangan negatif terhadap Semaun selalu muncul akibat label komunis yang melekat pada dirinya. 

    Dalam wacana sejarah resmi yang berkembang di Indonesia, siapapun yang anti terhadap kolonial Belanda, melawan dan memberontak terhadap Belanda, apa pun motifnya, akan dinobatkan sebagai Pahlawan. Di sini, sangat sulit untuk menjadikan tokoh Komunis di masa Hindia Belanda sebagai pahlawan karena narasi yang dibangun selama ini PKI adalah pengkhianat.

    Akan tetapi menyamaratakan apa yang dilakukan Semaun dan PKI pada masa Hindia Belanda dengan apa yang dilakukan PKI pada pasca kemerdekaan seperti 1948 dan 1965 merupakan anakronisme sejarah.

  • Pak Nadiem, Guru Indonesia Butuh Lebih dari Ajakan Perubahan Kecil

    Pak Nadiem, Guru Indonesia Butuh Lebih dari Ajakan Perubahan Kecil

    JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem sempat membagikan dua lembar pidato jelang Hari Guru Nasional dan viral di media sosial. Dalam pidatonya itu, mengutarakan pikiran Nadiem akan sistem pendidikan di Indonesia. 

    Mantan CEO Gojek itu paham, untuk membawa perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia tak mudah. Dirinya pun tak ingin membagikan janji-janji kosong selama menjadi mendikbud.

    Setidaknya harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkatnya menjadi seorang menteri, karena Nadiem adalah orang yang berani mengeluarkan gagasan tidak biasa atau Out of The Box. Hal itulah yang diharapkan akan memunculkan loncatan besar, sekiranya gambaran dalam program jangka pajang dan tidak hanya sekadar arahan kecil semata. 

    “Saya tidak akan membuat janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia,” tutur Nadiem dalam lembar pidatonya untuk Hari Guru Nasional, Senin, 25 November.

    #SahabatDikbud, berikut pidato Mendikbud Nadiem Makarim pada upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional 2019. Naskah pidato dapat diunduh di laman https://t.co/7Cp0fjWeWK.#HariGuruNasional #HGN2019 #MerdekaBelajar #GuruPenggerak pic.twitter.com/Yu6ZVv1i6l

    — Kemendikbud (@Kemdikbud_RI) 2019. november 23.

    Nadiem meminta para guru mulai melakukan perubahan kecil di dalam kelas. Mulai dari mengajak kelas berdiskusi bukan hanya mendengar, kemudian beri kesempatan pada murid untuk mengajar di kelas, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri, dan tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

    Dalam poin-poin tersebut, bisa dikatakan Nadiem ingin agar guru-guru dapat mengubah sistem pembelajaran yang mereka lakukan selama ini. Hanya saja, sepertinya Nadiem lupa kalau guru-guru itu mengikuti aturan dari kurikulum yang dibuat oleh Kemendibud. 

    “Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukan secara serentak, kapal besar bernama Indonesia pasti akan bergerak. Selamat hari guru,” ucap Nadiem.

    #SahabatDikbud, bagaimana pendapatmu tentang pesan Mendikbud Nadiem Makarim mengenai “Merdeka Belajar” dan “Guru Penggerak”?#HariGuruNasional2019 #MerdekaBelajar #GuruPenggerak pic.twitter.com/eKfIgSjiO8

    — Kemendikbud (@Kemdikbud_RI) 2019. november 25.

    Kendala yang dialami guru Indonesia

    Para guru bisa saja melakukan gebrakan-gebrakan yang diimbau oleh Menteri Nadiem. Hanya saja, Nadiem juga harus melihat betapa luasnya daerah di Indonesia sehingga tidak bisa menyamaratakan satu permasalahan. 

    Salah satu permasalahan yang kerap menjadi pembicaraan adalah kesejahteraan para guru di tiap daerah. Dikutip dari Business Insider, tunjangan dan gaji guru di Indonesia bahkan berada di level yang sama dengan Slovakia dan Lituania. 

    Menurut data Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), rata-rata tunjangan dan gaji guru di Indonesia sekitar USD 2.830 per tahun atau sekitar Rp39 juta dalam kurs rupiah saat ini. Angka itu masih lebih rendah bila dibandingkan dengan gaji guru di Lituania sekalipun, sebesar USD 20.000 per tahun.

    Permasalahan itu diperburuk dengan penempatan guru-guru yang tersebar di sejumlah daerah tertinggal, terdepan dan terpencil atau 3T. Selain dituntut untuk mengajar peserta didik di daerah yang sangat sulit dijangkau, para guru juga mendapatkan gaji kecil dan kurang layak untuk memenuhi kebutuhan mereka. 

    Salah satunya dialami oleh Maria Marseli yang mengajar di salah satu sekolah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Maria yang sudah mengajar selama 7 tahun di SDN Kepeketik, Sikka, NTT, hanya menerima gaji sebesar Rp75 ribu per bulan. Meski begitu, Maria tetap meneruskan niatnya untuk mencerdaskan anak bangsa di daerah tempat tinggalnya. 

    “Saya mengabdi dengan tulus di sini. Satu hal yang paling penting adalah masa depan anak-anak. Kalau tidak ada yang mengajar di sini, masa depan anak-anak pasti suram. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa ini,” kata Maria, dilansir dari laman Kompas. 

    Penyebaran guru yang tidak merata juga seharusnya menjadi perhatian untuk Kemendikbud. Menurut data Kemendikbud persebaran guru terbanyak berada di Jawa Timur yaitu sebesar 190.878 guru.

    Hal ini Berbanding terbalik dengan daerah Papua Barat yang hanya memiliki 8.517 guru. Padahal, Kemendikbud juga menyatakan jumlah guru di Indonesia terbilang banyak yaitu sekitar 2 juta.

    Seperti yang dilaporkan katan Guru Indonesia (IGI), guru harus mengerjakan hal lain di luar sekolah. Misalnya membuat laporan pembelajaran ke pengawas sekolah, sertifikasi, dan kenaikan pangkat untuk mendapatkan gaji yang layak. 

    Belum lagi, penyertifikasian guru yang harus menyiapkan berbagai berkas-berkas untuk bisa mengikuti proses seleksi. Proses pengajaran jadi dilakukan ala kadarnya, karena guru memiliki hal lain yang ia harus kerjakan. 

    Mendikbud Nadiem sendiri pun mengakui beban guru di Indonesia bertambah akibat sistem adminstrasi. Imbauan Nadiem untuk mengajak guru-guru berubah harusnya dibarengi dengan gebrakan apa yang ia akan lakukan untuk mendukung perubahan  tersebut. Seperti pidato yang ia sampaikan, perubahan itu sulit, oleh karena kesulitannya itu seharusnya kementerian dan guru-guru bisa bersinergi untuk menggerakkan perubahan tersebut.