Category: Voi.id

  • Warga Terdampak Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bekasi Mencapai 304 Orang

    Warga Terdampak Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bekasi Mencapai 304 Orang

    JAKARTA – Warga terdampak cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencapai 304 orang, sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Dalam laporan yang diterima Antara, di Jakarta, Jumat 24 Oktober Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa data yang diterima menyatakan 304 jiwa warga terdampak cuaca ekstrem yang terjadi sejak dua hari terakhir itu terdiri atas 169 keluarga.

    “Mereka tersebar di sembilan desa di Kabupaten Bekasi. Tidak ada laporan korban jiwa akibat insiden ini,” kata dia.

    Dia memastikan tim petugas gabungan di Kabupaten Bekasi sudah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan sejumlah penanganan darurat; mulai dari distribusi kebutuhan logistik makanan dan perlengkapan tambahan berupa terpal-tikar untuk alas tidur.

    BNPB belum melaporkan secara rinci berapa dan bagaimana dampak kerusakan rumah warga dan fasilitas publik imbas cuaca ekstrem yang terjadi Kamis (23/10).

    Meski demikian, menurut dia percepatan pemulihan dampak bencana bakal berlangsung secara beriringan dengan penanganan darurat yang dilakukan tim petugas gabungan di bawah koordinasi BPBD Kabupaten Bekasi.

    Dia menambahkan bahwa BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Provinsi Jawa Barat untuk menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi pada masa peralihan musim kemarau ke penghujan.

    Operasi OMC bertujuan mengatur dan mendistribusikan curah hujan agar tidak melampaui batas normal di wilayah padat penduduk dan rawan banjir. BNPB menggunakan pesawat Cessa Caravan 2028 PK-YNA dalam pelaksanaan operasi itu.

    “OMC dilakukan dengan total dua sorti dan 1.600 kilogram bahan semai,” kata dia.

  • Memperjuangkan Diplomasi Sepak Bola Hijau & Peran Universitas Serang Raya dalam Membangun Masa Depan ASEAN-Australia yang Berkelanjutan

    Memperjuangkan Diplomasi Sepak Bola Hijau & Peran Universitas Serang Raya dalam Membangun Masa Depan ASEAN-Australia yang Berkelanjutan

    JAKARTA – Universitas Serang Raya (UNSERA) mengambil peran utama dalam mempromosikan Diplomasi Sepak Bola Hijau, sebuah inisiatif regional yang menggunakan sepak bola sebagai alat untuk keberlanjutan, pembangunan perdamaian, dan pertukaran budaya di seluruh kawasan ASEAN–Australia.

    Gerakan ini, yang dipimpin oleh Dr. Sheena Ramazanu (Singapura) dan Mitchell Whaley (Australia), dalam Dialog Pemuda ASEAN–Australia 2025, menghubungkan olahraga dengan kesadaran lingkungan dan pemberdayaan pemuda.

    Rektor UNSERA, Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si, menekankan komitmen universitas untuk mengubah pendidikan menjadi kepemimpinan di dunia nyata.

    “Pendidikan dan olahraga adalah dua bahasa universal yang membangun jembatan lintas bangsa. Melalui Diplomasi Sepak Bola Hijau, UNSERA bangga dapat menyatukan kesadaran iklim, keragaman budaya, dan pemberdayaan pemuda, menerjemahkan pembelajaran menjadi kepemimpinan, dan kepemimpinan menjadi kerja sama regional yang langgeng,” ujarnya.

    Universitas ini berencana untuk mengintegrasikan konsep Sepak Bola Hijau ke dalam kurikulum dan penjangkauan masyarakatnya, yang menghubungkan ilmu olahraga, studi lingkungan, dan inovasi teknik. Melalui Pusat Aksi Iklimnya, UNSERA akan berkolaborasi dengan lembaga-lembaga ASEAN dan Australia dalam penelitian keberlanjutan yang dipimpin oleh kaum muda, lokakarya, dan kampanye iklim berbasis sepak bola.

    Lektor Kepala Liza Diniarizky Putri, Direktur Pusat Aksi Iklim, mengatakan inisiatif ini melampaui olahraga.

    “Sepak Bola Hijau bukan hanya tentang lapangan yang lebih hijau. Ini tentang menumbuhkan pola pikir yang menghargai keberlanjutan dan kerja sama. Kami ingin memberdayakan kaum muda untuk mengambil tindakan iklim melalui proyek-proyek praktis berbasis komunitas yang terinspirasi oleh semangat permainan ini,” ujarnya.

    Inovasi memainkan peran sentral dalam pendekatan UNSERA. Departemen Teknik Industri sedang mengembangkan penelitian terapan dalam energi terbarukan dan desain berkelanjutan untuk membuat infrastruktur olahraga lebih ramah lingkungan dan mudah diakses.

    Dr. Ing. Farid Wajdi menjelaskan, “Penelitian kami berfokus pada sistem tenaga surya berbiaya rendah, material ramah lingkungan, dan solusi limbah cerdas untuk fasilitas sepak bola komunitas. Teknologi harus melayani manusia dan planet ini dan inisiatif ini menyediakan platform yang sempurna untuk melakukan keduanya.”

    Dengan bermitra dengan jaringan pemuda, kementerian, dan organisasi olahraga ASEAN dan Australia, UNSERA bertujuan untuk menyelenggarakan Festival Sepak Bola Hijau regional, tantangan inovasi, dan program pertukaran. Tujuannya: memperkuat pemahaman lintas budaya sekaligus memajukan aksi iklim kolektif.

  • Evaluasi Rampung, Bahlil Sebut Tambang Bawah Tanah Freeport Mulai Diperbaiki Bulan Depan

    Evaluasi Rampung, Bahlil Sebut Tambang Bawah Tanah Freeport Mulai Diperbaiki Bulan Depan

    JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kabar terbaru terkait evaluasi area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia.

    Dikatakan Bahlil, saat ini Inspektur Tambang dari Kementerian ESDM tengah melakukan pengecekan terkait penyebab longsoran lumpur bijih atau wet muck.

    “Sekarang lagi dicek oleh inspektur tambang untuk mengecek apa penyebabnya,” ujar Bahlil, dikutip Sabtu, 25 Oktober.

    Ia menambahkan, dirinya juga telah berkomunikasi dengan Presiden Diretur PT Feeport Indonesia, Tony Wenas terkait waktu yang tepat untuk kembali melakukan kegiatan produksi tambang.

    Bahlil menyebut, proses perbaikan tambang bawah tanah akan dimulai pada bulan depan. Namun akan diawali dengan audit total agar kejadian serup tidak terulang di kemudian hari.

    “Sudah bisa kita memulai produksinya, tapi saya katakan kita audit total dulu. Insyaallah dalam bulan depan sudah ada tanda-tanda perbaikan,” tandas Bahlil.

    Sebelumnya, Freeport-McMoRan Inc (FCX) mengungkapkan operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) baru akan kembali normal pada tahun 2027. Hal ini merupakan imbas atas insiden longsor yang terjadi sejak 8 September 2025 yang lalu.

    “Target kembali ke tingkat produksi sebelum insiden pada tahun 2027,” tulis Manajemen McMoRan dikutip Kamis, 25 September.

    Manajemen menyebut, insiden terjadi di blok produksi PB1C namun merusak merusak infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung area produksi lain.

    “PTFI sedang mengevaluasi dampak insiden terhadap rencana produksi. Proyeksi produksi akan disesuaikan dengan jadwal perbaikan yang diperlukan serta tahapan restart dan peningkatan produksi,” lanjut manajemen.

    Berdasarkan laporan manajemen, badan bijih GBC mewakili 50 persen dari cadangan terbukti dan terduga PTFI per 31 Desember 2024, serta sekitar 70 persen dari proyeksi produksi tembaga dan emas hingga 2029.

    Sementara itu PTFI memperkirakan tambang Big Gossan dan Deep MLZ yang tidak terdampak dapat memulai kembali operasi pada pertengahan kuartal IV 2025. sementara pengembalian operasi bertahap tambang GBC dijadwalkan pada paruh pertama 2026.

    Dengan demikian, penjualan tembaga dan emas PTFI bakal terbatas pada kuartal IV-2025, jauh di bawah estimasi sebelumnya yaitu 445 juta pon tembaga dan 345.000 ounces emas.

  • Kementerian Kebudayaan Telah Resmikan 15 Museum selama Setahun

    Kementerian Kebudayaan Telah Resmikan 15 Museum selama Setahun

    JAKARTA – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan selama satu tahun menjabat, pihaknya telah meresmikan sebanyak 15 museum baru dan berharap ke depan akan banyak museum-museum yang akan hadir.

    “Dan kita juga dalam satu tahun ini, saya sendiri meresmikan kira-kira 15 museum baru, jadi ada 15 museum baru yang kita resmikan Kita harapkan kedepannya semakin banyak museum-museum yang tumbuh,” kata Menbud dalam diskusi dengan media yang digelar di Jakarta, pada Jumat 24 Oktober malam, dikutip Antara.

    Kementerian Kebudayaan, kata dia, hingga kini juga telah mencatatkan sebanyak 481 museum yang telah tercatat. Ia mengakui bahwa tugas Panjang masih menanti terkait museum yakni registrasi atau pendataan sejumlah museum hingga standardisasi.

    Fadli juga mengemukakan bahwa hingga kini pengunjung museum juga telah memecahkan rekor yakni 3,5 juta pengunjung.

    Pada kesempatan yang sama, Dirjen Pelindungan Kebudayaan an Tradisi, Restu Gunawan menambahkan bahwa Kementerian Kebudayaan setidaknya setiap bulan meresmikan satu museum, yang mana menurutnya merupakan sebuah pencapaian baru.

    Selain itu, kata dia, pihaknya juga tengah mengupayakan agar RUU Permuseuman agar dapat dibahas oleh DPR sebagai salah satu langkah untuk merevitalisasi museum di Indonesia.

    Fadli juga mengemukakan bahwa RUU permuseuman ini sudah pernah menjadi salah satu rancangan undang-undang ang masuk dalam inisiatif DPR dan dikaji oleh Badan Keahlian DPR selama bertahun-tahun.

    “Tapi belum pernah menjadi RUU prioritas, hanya menjadi RUU dalam daftar jangka menengah,” tambah dia.

    Tak hanya itu, ia juga tengah mengupayakan untuk melakukan revisi RUU lainnya yakni RUU Cagar Budaya, RUU Perfilman yang berkaitan dengan peralatan dan teknologi informasi termasuk kecerdasan buatan.

    Ketiga rencana soal RUU itu telah disampaikan kepada Kementerian Hukum agar mendapatkan dukungan sehingga regulasi dalam tiga hal tersebut kian sesuai dengan relevansi saat ini.

    Sebelumnya, Menteri Kebudayaan telah meresmikan Museum Situs Gua Harimau-Sumatra Selatan, Museum Budaya Pariaman-Sumatra Barat hingga Museum Sarkofagus-Bali.

  • 7 Karakteristik Benua Asia sebagai Benua Terluas di Dunia

    7 Karakteristik Benua Asia sebagai Benua Terluas di Dunia

    YOGYAKARTA – Benua Asia memiliki karakteristik yang membuatnya menjadi kawasan paling menonjol di dunia. Dengan luas wilayah mencakup sekitar 8,7 persen permukaan Bumi, benua ini terdiri atas 50 negara yang terbentang dari Asia Kecil hingga Samudra Pasifik. Sekitar 60 persen populasi dunia juga hidup di benua ini.

    Berikut akan dibahas 7 karakteristik utama yang menjadikan Benua Asia begitu istimewa. Mulai dari ukuran wilayah yang luas, keanekaragaman iklim, hingga kekayaan alam seperti gunung, gurun, dan dataran tinggi yang luar biasa.

    7 Karakteristik Benua Asia

    Tujuh karakteristik Benua Asia menunjukkan kekayaan alam, budaya, dan manusia yang paling beragam di dunia. Berikut penjelasannya.

    Benua Terluas di Dunia

    Benua Asia merupakan benua terluas di dunia dengan luas sekitar 43.998.920 kilometer persegi. Hampir sepertiga daratan di Bumi berada di Asia, menjadikannya empat kali lebih besar dari Benua Eropa. Asia terbagi menjadi enam kawasan utama yakni Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Barat, Asia Tengah, dan Asia Utara yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

    Memiliki Lima Pembagian Iklim

    Benua Asia memiliki lima jenis iklim utama yakni dingin, kontinental, subtropis basah, tropis basah, dan gurun. Iklim dingin ditemukan di Siberia, iklim kontinental di Asia Tengah, sedangkan wilayah tropis basah mendominasi Asia Tenggara dan Selatan. Perbedaan iklim ini menciptakan keragaman flora, fauna, serta pola kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Asia.

    Memiliki Gurun dan Laut yang Luas

    Asia dikenal memiliki gurun pasir yang luas seperti Gurun Gobi, Gurun Taklamakan, dan Gurun Ordos. Selain itu, laut terluas di dunia, yaitu Laut Cina Selatan, juga terletak di benua ini. Kondisi geografis tersebut menjadikan Asia memiliki ekosistem yang beragam dan sumber daya alam yang melimpah.

    Benua dengan Populasi Terbanyak di Dunia

    Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 4 miliar jiwa, Asia merupakan benua dengan populasi terbesar di dunia. Negara seperti Tiongkok, India, Indonesia, Pakistan, dan Bangladesh termasuk yang berpenduduk paling padat. Kepadatan ini menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam pengelolaan sumber daya dan pembangunan.

    Benua yang Sering Mengalami Gempa Bumi

    Benua Asia terletak di jalur cincin api Pasifik, yang membuatnya sering mengalami gempa bumi. Jepang merupakan salah satu negara di Asia yang paling sering dilanda gempa karena posisinya di pertemuan lempeng tektonik. Aktivitas geologi ini juga menyebabkan terbentuknya gunung berapi yang banyak tersebar di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

    Memiliki Gunung Tertinggi di Dunia

    Gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest, terletak di Benua Asia, tepatnya di perbatasan Nepal dan Tiongkok. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 8.850 meter di atas permukaan laut dan menjadi simbol keagungan alam Asia. Pegunungan Himalaya yang menaungi Everest juga menjadi sumber air bagi jutaan orang di Asia Selatan.

    Memiliki Dataran Tertinggi di Dunia

    Selain gunung tertinggi, Asia juga memiliki dataran tertinggi di dunia, yaitu Dataran Tinggi Tibet. Wilayah ini berada pada ketinggian antara 4.000 hingga 5.000 meter di atas permukaan laut sehingga dijuluki “Atap Dunia”. Tibet berperan penting dalam iklim Asia karena menjadi sumber utama sungai besar seperti Sungai Indus dan Mekong.

    Demikian penjelasan 7 karakteristik Benua Asia. Dari puncak Everest hingga gurun Gobi, dari populasi padat hingga dataran tinggi Tibet, semuanya menunjukkan betapa luar biasanya benua ini.

  • Petani Rugi Besar! Dampak Cuaca Ekstrem Terhadap Produksi Padi dan Jagung di Indonesia

    Petani Rugi Besar! Dampak Cuaca Ekstrem Terhadap Produksi Padi dan Jagung di Indonesia

    YOGYAKARTA – Dampak cuaca ekstrem terhadap produksi padi dan jagung di Indonesia kini menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan nasional. Kekeringan berkepanjangan dan banjir tiba-tiba telah menyebabkan ribuan hektar lahan pertanian mengalami gagal panen dalam beberapa tahun terakhir.

    Petani Indonesia kini harus berhadapan dengan realitas pahit perubahan iklim. Data menunjukkan penurunan produktivitas signifikan akibat cuaca tak menentu, memaksa ribuan petani merugi hingga ratusan juta rupiah setiap musim tanam.

    Ketahanan Pangan Indonesia di Tengah Ancaman Perubahan Iklim

    Pangan menjadi kebutuhan mendasar yang harus selalu tersedia dari sisi kuantitas, kualitas, keamanan, dan keterjangkauan. Kebutuhan pangan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk Indonesia yang kini mencapai lebih dari 270 juta jiwa.

    Namun di masa kini, tantangan semakin berat karena konversi lahan pertanian untuk kebutuhan non-pertanian terus terjadi.

    Dilansir dari Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol. 23, produksi pangan bergantung pada keseimbangan berbagai faktor di antaranya manusia, teknologi, dan unsur alam seperti tanah, air, serta iklim.

    Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kejadian iklim ekstrem semakin sering terjadi dengan frekuensi meningkat. Anomali iklim seperti perubahan intensitas curah hujan, kenaikan temperatur, kekeringan, dan banjir telah menjadi ancaman serius bagi produktivitas tanaman pangan.

    Fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) menjadi salah satu penyebab utama variabilitas iklim di Indonesia. El Niño memicu kekeringan berkepanjangan, sementara La Niña menyebabkan curah hujan berlebih dan banjir yang sama-sama merugikan petani.

    Dampak Cuaca Ekstrem Terhadap Produksi Padi dan Jagung di Indonesia

    Dampak Cuaca Ekstrem pada Produksi Padi

    Berdasarkan penelitian, fenomena ENSO terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap produksi padi.

    Kenaikan curah hujan 1% dapat menurunkan produksi padi sebesar 0,078%. Koefisien negatif ini menunjukkan bahwa pengaruh El Niño lebih besar dibandingkan La Niña.

    El Niño menyebabkan kekeringan parah yang mengakibatkan penurunan produksi padi sawah hingga 2,43% dan padi ladang 2,91%. Dampak pada padi ladang lebih besar karena tidak terkoneksi dengan jaringan irigasi.

    Sementara itu, berdasasrkan studi di Sulawesi Utara menunjukkan produktivitas padi turun drastis dari 6,80 ton/ha menjadi 3,54 ton/ha akibat kenaikan suhu 2,5°C dan curah hujan 25%.

    Selain itu, penurunan curah hujan juga menyebabkan pergeseran musim tanam yang mengurangi intensitas penanaman sepanjang tahun.

    Baca juga artikel yang membahas Top Komoditas Kegiatan Perkebunan yang Dilakukan di Daerah Dataran Rendah

    Dampak Cuaca Ekstrem pada Produksi Jagung

    Berbeda dengan padi, curah hujan tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung meskipun koefisiennya bertanda negatif.

    Perlu diketahui, tanaman jagung membutuhkan air lebih sedikit, sehingga penurunan curah hujan tidak berdampak signifikan. Ketahanan produksi jagung juga diduga karena petani telah mengembangkan strategi mitigasi dan adaptasi setelah menghadapi ENSO berulang kali.

    Dengan demikian, dampak cuaca ekstrem terhadap produksi padi dan jagung di Indonesia menunjukkan pola berbeda namun sama-sama mengancam ketahanan pangan.

    El Niño memberikan dampak negatif signifikan pada padi dengan penurunan 2-3%, terutama padi ladang tanpa akses irigasi. Produksi jagung relatif lebih tahan berkat kebutuhan air rendah dan adaptasi petani yang baik.

    Sementara itu, mitigasi memerlukan pendekatan komprehensif dengan cara pengembangan varietas tahan kekeringan, perluasan jaringan irigasi, teknologi prediksi cuaca, dan program asuransi pertanian.

    Penggunaan pupuk subsidi juga perlu dioptimalkan sesuai dosis anjuran untuk menghindari penurunan produktivitas. Dengan strategi tepat, Indonesia dapat meminimalkan kerugian dan menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

    Selain pembahasan mengenai dampak cuaca ekstrem terhadap produksi padi dan jagung di Indonesia, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami! 

  • Liam Delap Belum Bisa Tampil, Marc Guiu Jadi Pilihan Maresca

    Liam Delap Belum Bisa Tampil, Marc Guiu Jadi Pilihan Maresca

    JAKARTA – Striker Chelsea Liam Delap masih belum bisa dimainkan saat melawan Sunderland di pertandingan Premier League Inggris. Tanpa Delap, manajer Enzo Maresca kembali memberi kesempatan kepada Marc Guiu dalam duel di Stadion Stamford Bridge, Sabtu, 25 Oktober 2025 malam WIB.

    Delap sesungguhnya sudah kembali berlatih. Pemain yang dibeli dari Ipswich Town dengan harga 30 juta pounds pada Juni lalu mengalami cedera hamstring saat Chelsea menang 2-0 atas Fulham dalam London Derby pada Agustus 2025.

    Cedera itu membuat dia menepi selama enam hingga delapan pekan. Kini, Delap sudah pulih dan kembali menjalani latihan. Namun Maresca belum akan memainkan pemain berusia 22 ini di laga melawan Sunderland.

    Dia tak ingin tergesa-gesa menurunkan Delap. Apalagi, sang pemain sesungguhnya diprediksi baru benar-benar pulih pada Desember mendatang.

    Meski lebih cepat pulih dari perkiraan, namun Maresca tetap tidak mengizinkan pemainnya tampil. Lagipula, Maresca memiliki stok pemain depan berlimpah.

    “Kami tak ingin ada lagi pemain yang cedera. Liam juga untuk kali pertama sudah ikut latihan. Tetapi dia tidak akan dimainkan di pertandingan ini [melawan Sunderland]. Dia mungkin baru bisa tampil di laga berikutnya,” kata Maresca.

    Striker Joao Pedro bakal menjadi starter saat The Blues memburu kemenangan ketiga di kompetisi domestik. Sebelumnya, Chelsea meraih kemenangan 2-1 atas Liverpool dan kemudian menghajar Nottingham Forest 3-0.

    Kemenangan itu membawa Chelsea ke papan atas dan mereka sempat nangkring di puncak sebelum akhirnya berada di peringkat lima dengan poin 14.

    Selain Pedro, Maresca kembali menyiapkan Guiu yang menunjukkan penampilan terbaik saat Chelsea menghajar Ajax Amsterdam 5-1 di pertandingan Liga Champions. Pemain berusia 19 yang dilepas Barcelona ini menjadi pilihan pertama dan membuka pesta gol Chelsea.

    Guiu sesungguhnya dipinjamkan Sunderland karena Chelsea kelebihan pemain depan. Namun pemain yang pernah menyambangi Indonesia saat memperkuat Spanyol di Piala Dunia U-17 2023 ini kemudian dipanggil pulang setelah Delap mengalami cedera.

    Saat dipanggil kembali, Maresca memberi syarat agar Guiu bisa mengubah cara latihan. Bila bersedia, dirinya bakal mendapat kesempatan bermain. Pasalnya Maresca sudah meminta agar Guiu dijual. Namun klub memilih meminjamkannya ke Sunderland.

    “Kami sudah bicara dengan Marc beberapa pekan lalu. Saya membahas bagaimana cara latihan dia. Saya terus terang katakan kalau saya tidak menyukainya. Dia harus berubah. Dia pun bersedia berubah dan akhirnya mendapat kesempatan bermain,” ujar Maresca yang menyebut Guiu sesungguhnya pemain bertalenta dan memiliki potensi untuk berkembang menjadi lebih baik.

    “Saya berikan alasan mengapa saya tidak suka dengan cara dia. Pasalnya dia memang tidak berlatih dengan baik. Terus terang anak muda sekarang ini memang harus diajari dengan cara yang berbeda satu dengan yang lain. Anda harus sabar menghadapi mereka,” ucapnya lagi.

    “Namun sejak kami saling terbuka dan bicara, dia tak lagi berlatih seperti sebelumnya. Ini sungguh fantastis dan dia berlatih dengan sangat baik,” kata Maresca.

    Chelsea memang kembali diunggulkan meraih poin penuh. Namun mereka tak bisa mengabaikan Sunderland, satu-satunya tim promosi yang menunjukkan konsistensi sehingga bisa menduduki peringkat tujuh.

    Setelah kalah 2-0 saat menghadapi Manchester United, tim asuhan Regis Le Bris bangkit dengan menaklukkan Wolverhampton Wanderers 2-0.

    Perolehan poin The Black Cats pun sama dengan Chelsea dan Tottenham Hotspur yang berada di posisi enam. Hanya saja, Sunderland memiliki selisih gol paling kecil dari dua tim tersebut.

    “Mereka menunjukkan sebagai Tim yang sangat bagus sejak awal kompetisi. Mereka bermain dan bekerja dengan sangat kompak. Mereka juga memiliki poin sama dengan kami. Ini menunjukkan mereka tim yang bagus,” ucap Maresca.

  • Ketua MPR Harap Pembentukan Ditjen Pesantren Maksimalkan Peran Ponpes dalam Membangun Karakter Bangsa

    Ketua MPR Harap Pembentukan Ditjen Pesantren Maksimalkan Peran Ponpes dalam Membangun Karakter Bangsa

    JAKARTA – Ketua MPR RI Ahmad Muzani, menyambut baik langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama (Kemenag), bertepatan dengan Hari Santri 2025 kemarin.

    Muzani berharap, pembentukan Ditjen ini dapat memaksimalkan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang turut serta membangun karakter anak bangsa.

    “Di Hari Santri ini pemerintah membentuk satu Direktorat Jenderal baru, Direktorat Jenderal Pesantren dan harapannya dirjen baru ini bisa menjadikan pesantren yang selama ini eksistensinya sudah cukup dirasakan, bisa lebih terlembagakan lagi di dalam memberi peran kepada proses pembangunan karakter bangsa termasuk dalam proses pembangunan bangsa,” ujar Muzani kepada wartawan, Jumat, 24 Oktober.

    Eks Sekjen Partai Gerindra itu juga berharap, Ditjen ini juga dapat membantu pembangunan pondok pesantren baik secara fisik bangunan maupun sistem pendidikan yang ada di ponpes.

    “Karena itu, harapannya di dirjen yang baru ini nanti pembinaan terhadap pondok pesantren, kelembagaan, kurikulum, pendidikan, tentu saja pengembangan-pengembangan fisik lainnya bisa lebih berstandar lebih baik lagi,” kata Muzani.

    Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

    Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i setelah Apel Hari Santri yang digelar di halaman kantor pusat Kemenag, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

    “Alhamdulillah, saya baru saja menerima kabar dari Kementerian Sekretariat Negara tentang telah terbitnya Persetujuan Izin Prakarsa Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 152 Tahun 2024 Tentang Kementerian Agama,”

    Melalui surat nomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memerintahkan agar segera didirikan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama Republik Indonesia.

    “Dengan surat ini, saya ingin menyampaikan bahwa Presiden telah menyetujui pembentukan Dirjen Pesantren di lingkungan Kementerian Agama. Pembentukan Dirjen ini bertujuan untuk memberikan perhatian yang lebih besar, baik dari segi personalia, pendanaan, maupun program, agar pemerintah semakin hadir dalam melayani dan mendukung perkembangan pesantren di seluruh Indonesia,” lanjut Wamenag.

    “Semoga dengan kehadiran Ditjen ini, pesantren ke depan dapat semakin berdaya sesuai dengan tiga fungsinya: fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya

  • Wajib Tahu! Begini Dampak MBG Terhadap Nilai Tukar Petani dan Produksi Komoditas Pangan di Indonesia

    Wajib Tahu! Begini Dampak MBG Terhadap Nilai Tukar Petani dan Produksi Komoditas Pangan di Indonesia

    YOGYAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia bertujuan utama untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Meski memiliki fokus pada peningkatan gizi, kebijakan ini juga membawa dampak yang signifikan pada sektor pertanian, khususnya yang berkaitan dengan dampak MBG terhadap nilai tukar petani dan produksi komoditas pangan di Indonesia. Kebijakan ini berpotensi mengubah dinamika di sektor pertanian, yang merupakan sumber utama pangan bagi masyarakat.

    Artikel ini akan mengulas secara mendalam bagaimana MBG memengaruhi kesejahteraan petani, baik dalam hal peningkatan pendapatan mereka melalui harga komoditas yang lebih tinggi, maupun dampaknya pada produksi komoditas pangan di seluruh Indonesia. Fokus pembahasan akan mencakup perubahan yang terjadi pada nilai tukar petani serta bagaimana kebijakan ini mempengaruhi pasokan pangan nasional.

    Dampak MBG Terhadap Nilai Tukar Petani dan Produksi Komoditas Pangan di Indonesia

    1. Peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP)

    Melansir dari situs Badan Pusat Statistik Indonesia, salah satu indikator utama untuk mengukur kesejahteraan petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP), yang menunjukkan perbandingan antara harga yang diterima petani dengan harga yang dibayar untuk kebutuhan produksi. Data menunjukkan bahwa setelah implementasi MBG, NTP mengalami peningkatan signifikan. Misalnya, pada Januari 2025, NTP mencapai 123,68, naik 0,73% dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan bahwa harga jual produk pertanian meningkat, memberikan keuntungan lebih bagi petani.

    Penelitian juga menunjukkan bahwa MBG memiliki korelasi positif yang kuat dengan kesejahteraan petani, dengan nilai korelasi mencapai 58,7%. Peningkatan permintaan bahan pangan sebagai bagian dari program ini mendorong harga produk pertanian naik, yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan petani. Selain itu, nutrisi yang lebih baik bagi petani dan keluarganya meningkatkan kesehatan dan energi kerja, yang berpotensi meningkatkan produktivitas kerja dan hasil pertanian. Tahukah Anda, AEI Ungkap Program MBG Berisiko Picu Kenaikan Harga Pangan

    2. Dampak terhadap Produksi Komoditas Pangan

    Implementasi MBG juga memengaruhi dinamika produksi komoditas pangan di Indonesia. Dengan adanya jaminan penyerapan hasil produksi melalui program ini, petani memiliki kepastian pasar, yang mendorong mereka untuk meningkatkan produksi. Hal ini sejalan dengan data yang menunjukkan peningkatan produksi padi nasional pada tahun 2025, yang diperkirakan mencapai 33 juta ton hingga akhir Desember 2025.

    Namun, peningkatan permintaan pangan juga dapat menimbulkan tantangan, seperti potensi inflasi pangan jika tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi yang memadai. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa kebijakan MBG diikuti dengan dukungan terhadap sektor pertanian, seperti penyediaan sarana produksi yang memadai dan penguatan infrastruktur distribusi pangan.

    Tantangan dan Peluang ke Depan

    Meskipun MBG memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani dan produksi pangan, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan lokal agar dapat memenuhi permintaan yang meningkat. Selain itu, penting untuk menjaga kestabilan harga pangan agar tidak terjadi inflasi yang merugikan konsumen dan petani kecil.

    Di sisi lain, MBG juga membuka peluang untuk pengembangan sektor pertanian, seperti peningkatan produktivitas melalui teknologi pertanian modern dan diversifikasi produk pangan. Dengan pendekatan yang tepat, MBG dapat menjadi pendorong bagi transformasi sektor pertanian menuju sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

    Jadi intinya, dampak MBG terhadap nilai tukar petani dan produksi komoditas pangan di Indonesia menunjukkan bahwa kebijakan ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, untuk mencapai hasil yang optimal, diperlukan sinergi antara kebijakan MBG dengan dukungan terhadap sektor pertanian, termasuk peningkatan kapasitas produksi dan infrastruktur distribusi pangan. Dengan demikian, MBG dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.

    Jadi setelah mengetahui dampak MBG terhadap nilai tukar petani dan produksi komoditas pangan di Indonesia, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!

  • Bom Bunuh Diri Hantam Stasiun Kereta di Ukrania, Pelaku dan 3 Perempuan Tewas

    Bom Bunuh Diri Hantam Stasiun Kereta di Ukrania, Pelaku dan 3 Perempuan Tewas

    JAKARTA – Seorang pria meledakkan bom bunuh diri saat penjaga perbatasan sedang memeriksa dokumen di stasiun kereta api di Ukraina utara.

    Dinas Penjaga Perbatasan Negara menyebut bom bunuh diri itu menewaskan pelaku dan tiga perempuan.

    Dilansir Reuters, Jumat, 24 Oktober, dinas tersebut menyatakan 12 orang lainnya terluka dalam ledakan di stasiun di Ovruch, dekat perbatasan dengan Belarus, dan seorang penjaga perbatasan termasuk di antara korban tewas.

    Pria yang meledakkan bom tersebut adalah seorang warga Kharkiv berusia 23 tahun di timur laut Ukraina yang baru-baru ini ditahan karena mencoba melintasi perbatasan. Laporan itu tidak menyebutkan adanya hubungan apa pun dengan perang Rusia di Ukraina.