Category: Voi.id

  • Honor Dikabarkan Siapkan Lagi Ponsel dengan Baterai 10.000mAh, Kali Ini Mungkin Honor GT 2

    Honor Dikabarkan Siapkan Lagi Ponsel dengan Baterai 10.000mAh, Kali Ini Mungkin Honor GT 2

    JAKARTA – Honor tampaknya belum puas dengan satu ponsel berdaya super besar. Setelah Honor Power 2 yang baru saja mendapatkan sertifikasi di China dengan baterai 10.000mAh, perusahaan asal Shenzhen itu dilaporkan tengah menyiapkan ponsel kedua dengan kapasitas baterai serupa.

    Informasi ini datang dari pembocor kenamaan Digital Chat Station (DCS), yang mengungkapkan bahwa perangkat kedua tersebut kini sudah memasuki tahap produksi percobaan di China. Berdasarkan bocoran, baterainya memiliki rating 36,88Wh (sekitar 9755mAh), dengan kapasitas tipikal mendekati 9900mAh, dan kemungkinan bisa mencapai penuh 10.000mAh setelah versi finalnya disempurnakan.

    Sebelumnya, Honor Power 2 juga muncul di basis data sertifikasi 3C China dengan kapasitas terukur 9886mAh. Dua perangkat ini menunjukkan bahwa Honor sedang agresif memanfaatkan teknologi baterai baru berbasis silicon–carbon, yang memungkinkan ponsel menyimpan daya jauh lebih besar tanpa membuat bodi menjadi tebal dan berat.

    Diduga Sebagai Honor GT 2

    Meski belum ada konfirmasi resmi, sejumlah laporan menyebut bahwa ponsel kedua dengan baterai 10.000mAh ini bisa jadi adalah Honor GT 2. Rumor dari Oktober lalu mengindikasikan bahwa Honor sedang mengembangkan perangkat GT 2 dengan baterai di atas 9.000mAh, serta spesifikasi yang menyasar segmen performa tinggi.

    Honor GT 2 disebut-sebut akan mengusung chipset Snapdragon 8 Elite dari Qualcomm, sedangkan varian GT 2 Pro kemungkinan akan dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang merupakan prosesor flagship terbaru. Selain itu, seri ini juga dikabarkan bakal memiliki sensor sidik jari ultrasonik 3D, serta tahan air penuh dengan sertifikasi IP68 dan IP69, menjadikannya salah satu ponsel tangguh di kelasnya.

    Honor Power 2 Juga Siap Debut

    Sementara itu, Honor Power 2 sendiri diprediksi menjadi perangkat yang menonjol di segmen daya tahan baterai ekstrem. Menurut bocoran, ponsel ini akan dibekali chip MediaTek Dimensity 8500, layar LTPS OLED berukuran 6,79 inci dengan resolusi 1,5K, dan tetap mempertahankan ketebalan sekitar 8mm saja—sebuah pencapaian luar biasa mengingat kapasitas baterainya yang sangat besar.

    Selain itu, Power 2 dikabarkan akan hadir dengan sensor sidik jari di bawah layar (under-display optical) serta bodi yang tahan benturan (drop-resistant). Jika benar, Honor berhasil menciptakan keseimbangan antara performa, ketahanan, dan desain yang tetap ramping meski membawa baterai jumbo.

    Dengan langkah ini, Honor tampaknya berambisi memperkuat posisinya di pasar ponsel berdaya besar dan tahan lama, serta menunjukkan bahwa era baterai 10.000mAh bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan akan segera menjadi standar baru bagi ponsel berperforma tinggi di masa depan.

  • Bendung Wampu Dioptimalkan untuk Dukung Konversi Lahan Sawit jadi Sawah 10.991 Ha

    Bendung Wampu Dioptimalkan untuk Dukung Konversi Lahan Sawit jadi Sawah 10.991 Ha

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan fungsi Bendung Wampu di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk mendukung rencana masyarakat mengkonversikan lahan perkebunan sawit menjadi lahan pertanian seluas 10.991 hectare.

    Dukungan infrastruktur irigasi Kementerian PU tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

    Hal itu juga yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi pangan Indonesia.

    Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan komitmen untuk mempercepat pembangunan jaringan irigasi agar air Bendung Wampu benar-benar sampai ke lahan pertanian masyarakat.

    “Bendungan Wampu sudah lama kami bangun, tapi memang pada saat itu kami belum sempat membangun daerah irigasinya. Tahun ini, kami selesaikan saluran primernya plus saluran sekundernya di sisi kiri. Nanti akan mengairi sekitar 3.700 hektare sawah, termasuk lahan yang sebelumnya ditanami sawit,” ujar Dody dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, 10 November.

    Dody menjelaskan, selama ini sebagian besar lahan di sekitar Daerah Irigasi (DI) Wampu masih digunakan untuk perkebunan sawit karena keterbatasan air irigasi.

    Dengan tersedianya jaringan irigasi baru, masyarakat berkomitmen untuk beralih dari sawit ke padi agar lahan dapat dimanfaatkan secara lebih produktif.

    “Sebetulnya masyarakat lebih suka tanam padi, tapi karena airnya kurang mereka sulit tanam padi. Mereka sudah menyampaikan, kalau airnya ada, mereka siap konversi dari sawit ke sawah. Ini sejalan dengan arahan Pak Presiden Prabowo bahwa pertahanan pangan adalah bagian dari pertahanan negara,” katanya.

    Adapun Bendung Wampu memiliki dua layanan utama, yaitu DI Wampu Kiri (3.832 hektare) dan Wampu Kanan (7.159 hektare).

    Hingga saat ini, jaringan primer sepanjang 5,5 kilometer dan sekunder sekitar 44 kilometer sedang diselesaikan untuk mengalirkan air dari Bendung Wampu ke areal pertanian warga.

    Total anggaran pembangunan jaringan irigasi di sisi kiri sekitar Rp300 miliar.

    “Prioritas kami tetap agar setiap bendung dan bendungan sudah dibangun benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi sawah dan masyarakat,” terang Dody.

    Pembangunan jaringan irigasi Bendung Wampu tidak hanya memperluas layanan air untuk 9.000 hektare lahan sawit yang dikonversi menjadi sawah, tetapi juga menjadi langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Sumatera Utara dan wilayah sekitarnya.

  • Gelar Pahlawan Nasional adalah Bentuk Penghormatan Tertinggi Negara

    Gelar Pahlawan Nasional adalah Bentuk Penghormatan Tertinggi Negara

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi memberikan gelar pahlawan untuk 10 tokoh nasional. Mereka di antaranya Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur hingga Marsinah yang berasal dari kalangan buruh.

    Dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden RI, pemberian gelar pahlawan ini dilakukan di Istana Presiden, Jakarta, Senin, 10 November. Seremoni diawali dengan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjut dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

    “… Menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada mereka yang namanya tersebut dalam lampiran keputusan ini sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa untuk kepentingan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa,” demikian bunyi Keppres Nomor 116/TK/2025 yang dibacakan Sekretaris Militer Presiden Brigjen Wahyu Yudhayana.

    Adapun gelar tersebut diberikan oleh para ahli waris. Berikut adalah daftar lengkap 10 pahlawan tahun ini:

    1. Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid dari Provinsi Jawa Timur;

    2. Almarhum Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto dari Provinsi Jawa Tengah;

    3. Almarhumah Marsinah dari Provinsi Jawa Timur;

    4. Almarhum Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja dari Provinsi Jawa Barat;

    5. Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunusiyyah dari Provinsi Sumatera Barat;

    6. Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dari Provinsi Jawa Tengah;

    7. Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin dari Provinsi Nusa Tenggara Barat;

    8. Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil dari Provinsi Jawa Timur;

    9. Almarhum Tuan Rondahaim Saragih dari Provinsi Sumatra Utara; dan

    10. Almarhum Zainal Abidin Syah dari Provinsi Maluku Utara.

    Diberitakan sebelumnya, Pemerintah resmi menetapkan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai salah satu penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025. Keputusan pemberian gelar ini didasarkan pada jasa Soeharto dalam menjaga stabilitas nasional dan membangun fondasi ekonomi Indonesia selama masa kepemimpinannya.

    “Pemberian gelar ini merupakan bentuk penghormatan negara kepada para tokoh yang berperan besar dalam perjalanan bangsa, termasuk (Pak Harto),” ujar Prasetyo di Jakarta, Minggu 9 November.

    Menurutnya, proses penetapan dilakukan melalui kajian panjang oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK). Dewan ini melibatkan sejarawan, akademisi, serta tokoh masyarakat untuk menilai kontribusi tiap calon penerima.

    [see_also]

    – https://voi.id/berita/531978/diperkirakan-ada-104-ribu-kasus-tbc-di-jawa-tengah-baru-ditemukan-72-ribu

    – https://voi.id/lifestyle/531736/5-tarian-daerah-sumatera-utara-dan-penjelasan-maknanya

    – https://voi.id/olahraga/531985/benjamin-sesko-cedera-lutut-manchester-united-ketar-ketir

    [/see_also]

    Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan GTK Fadli Zon, menjelaskan bahwa Soeharto diusulkan oleh masyarakat dan dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan dan ketahanan nasional selama 32 tahun masa kepemimpinannya.

    “Beliau berhasil membawa Indonesia mencapai kemandirian pangan, pertumbuhan ekonomi stabil, dan peran aktif di tingkat internasional. Aspek-aspek itu menjadi dasar penilaian kami,” ujar Fadli.

  • Pemprov Jakarta Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga Akhir 2025

    Pemprov Jakarta Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga Akhir 2025

    JAKARTA – Pemprov Jakarta kembali memberikan pembebasan sanksi administratif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mulai 10 November hingga 31 Desember 2025. Selama periode ini, warga hanya perlu membayar pokok pajak tanpa dikenakan denda keterlambatan.

    Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Nomor e-0104 Tahun 2025 tentang Pembebasan Sanksi Administratif Secara Jabatan untuk Jenis Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

    Kepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap masyarakat sekaligus langkah mendorong kepatuhan pajak di Ibu Kota.

    “Ini adalah langkah kami untuk membantu masyarakat, sekaligus mendorong kesadaran pajak dan tertib administrasi kendaraan bermotor di Jakarta,” kata Lusiana dalam keterangannya, Senin, 10 November.

    Ia menjelaskan, pembebasan sanksi berlaku otomatis tanpa pengajuan dari wajib pajak. Penyesuaian dilakukan langsung melalui sistem informasi manajemen pajak daerah, sehingga masyarakat tidak perlu mengurus surat atau permohonan ke kantor pajak daerah.

    “Sanksi administratif yang dihapus adalah denda yang timbul akibat keterlambatan pembayaran pajak terutang. Jadi cukup bayar pokok pajaknya saja,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Lusiana menilai, kebijakan penghapusan denda ini dapat memberi ruang napas bagi masyarakat yang menunggak pajak, sekaligus mempercepat realisasi penerimaan daerah menjelang akhir tahun.

    Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk menunaikan kewajibannya tepat waktu di masa mendatang.

    Melalui insentif tersebut, pemerintah daerah menargetkan terciptanya sistem administrasi pajak yang lebih transparan dan efisien, serta mendorong perputaran ekonomi lokal lewat kepatuhan pajak yang lebih tinggi.

    [see_also]

    – https://voi.id/berita/531978/diperkirakan-ada-104-ribu-kasus-tbc-di-jawa-tengah-baru-ditemukan-72-ribu

    – https://voi.id/lifestyle/531736/5-tarian-daerah-sumatera-utara-dan-penjelasan-maknanya

    – https://voi.id/olahraga/531985/benjamin-sesko-cedera-lutut-manchester-united-ketar-ketir

    [/see_also]

    Bapenda DKI juga membuka kemudahan pembayaran melalui aplikasi SIGNAL, yang memungkinkan wajib pajak melunasi kewajibannya tanpa perlu datang ke kantor Samsat. Cara ini dinilai efektif untuk mengurangi antrean dan memberi keleluasaan waktu bagi masyarakat.

    “Kami ingin masyarakat merasa terbantu. Pajak daerah yang dibayarkan akan kembali untuk pembangunan dan kesejahteraan warga Jakarta,” tutup Lusiana.

  • China Mulai Longgarkan Pembatasan Ekspor Chip Nexperia untuk Komponen Otomotif

    China Mulai Longgarkan Pembatasan Ekspor Chip Nexperia untuk Komponen Otomotif

    JAKARTA – Pemerintah China melalui Ministry of Commerce of the People’s Republic of China (MOFCOM) mengumumkan pemberian pengecualian terhadap pembatasan ekspor chip produksi Nexperia yang digunakan untuk keperluan sipil. Kebijakan ini menjadi sinyal meredanya tekanan pada rantai pasok komponen elektronik yang selama ini memengaruhi industri otomotif global.

    Pelonggaran ini diberikan setelah ekspor chip Nexperia sempat dibekukan sebagai respons atas pengambilalihan perusahaan tersebut oleh pemerintah Belanda pada 30 September 2025. Kebijakan sebelumnya menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya produksi kendaraan di berbagai negara karena banyak komponen otomotif masih bergantung pada chip dasar dari Nexperia.

    Dilansir dari Reuters, Senin, 10 November, MOFCOM belum merinci definisi “keperluan sipil”, namun sejumlah perusahaan Jerman dan Jepang disebut sudah menerima izin ekspor kembali dari China. Pemerintah China juga berharap Uni Eropa dapat mendorong Belanda untuk mencabut keputusan pengambilalihan Nexperia yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan.

    Direktur Eksekutif Aumovio, pemasok komponen otomotif asal Jerman, mengatakan bahwa perusahaan mereka telah menerima lisensi ekspor dari China dan pengiriman chip dari fasilitas Nexperia kembali berjalan. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa proses normalisasi tidak terjadi seketika.

    “Masih akan butuh waktu hingga semua proses dan prosedur berjalan normal kembali. Dalam empat hingga enam minggu ke depan, bisa tetap ada masalah pada pasokan,” ujarnya.

    Chip buatan Nxperia memiliki peran penting di sektor otomotif. Perusahaan tersebut memproduksi ratusan juta semikonduktor sederhana seperti dioda, transistor, dan MOSFET yang digunakan pada sistem kelistrikan kendaraan, kontrol pengereman, airbag, hingga fitur kenyamanan.

    Kalangan produsen otomotif Eropa menyambut baik pengecualian ini, tetapi tetap berhati-hati. Mereka menilai masih ada sejumlah pertanyaan mengenai mekanisme pemberian izin ekspor dan kecepatan pemulihan distribusi komponen hingga kembali ke level normal.

  • BRI Salurkan BLTS Kesra Tahap I Senilai Rp4,4 triliun untuk 4,9 Juta Keluarga

    BRI Salurkan BLTS Kesra Tahap I Senilai Rp4,4 triliun untuk 4,9 Juta Keluarga

    JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) Tahap I senilai Rp4,4 triliun kepada 4,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

    “BRI berkomitmen untuk mendukung Pemerintah dalam menyalurkan BLTS Kesra dalam menjaga daya beli dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ujar Direktur Utama BRI Hery Gunardi, dikutip Senin, 10 November.

    Ia menjelaskan, penerima BLTS Kesra dapat mencairkan dana bantuannya dengan mudah melalui berbagai jaringan BRI, baik jaringan kantor maupun jaringan e-channel.

    Hingga akhir Triwulan III 2025, BRI memiliki jaringan layanan yang sangat luas, terdiri atas 7.405 kantor operasional, 10.650 mesin ATM, 9.007 mesin CRM, serta lebih dari 1,2 juta Agen BRILink yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Sebelumnya, BRI juga mengambil peran dalam penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp2,25 triliun kepada 3,7 juta penerima.

    Hery menegaskan sebagai bank dengan fokus pada ekonomi kerakyatan, BRI terus konsisten memperkuat perannya dalam mendukung pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah.

    BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp130,2 triliun kepada 2,8 juta debitur atau setara 74,4 persen dari total alokasi Rp175 triliun pada periode Januari sampai dengan September 2025.

    Sebagai wujud dukungan terhadap program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional, BRI turut berperan aktif dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Tercatat 3.854 Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) telah memperoleh layanan perbankan dari BRI. Dari sisi pembiayaan, BRI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp104,4 miliar untuk pembangunan Dapur MBG di berbagai wilayah di Indonesia.

    Selain itu BRI berpartisipasi aktif dalam mendukung program 3 Juta Rumah dengan menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 110 ribu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di seluruh Indonesia, dengan nilai penyaluran kredit mencapai Rp15,07 triliun hingga akhir September 2025.

    “Penyaluran BLTS Kesra Tahap I, bersama dengan dukungan atas berbagai inisiatif strategis lainnya seperti KUR, Program Makan Bergizi Gratis, FLPP dan KDKMP menegaskan komitmen BRI sebagai mitra utama pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pemerataan ekonomi nasional,” pungkas Hery.

  • Pro–Kontra Wajar, yang Utama Persatuan

    Pro–Kontra Wajar, yang Utama Persatuan

    JAKARTA – Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut angkat bicara soal pro dan kontra pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Putri sulung Soeharto itu menilai perbedaan pendapat adalah hal wajar, namun bangsa Indonesia harus tetap menjaga persatuan.

    “Pro dan kontra itu biasa. Indonesia kan beragam, ada yang setuju, ada yang tidak. Tapi yang penting jangan ekstrem, yang utama tetap jaga persatuan dan kesatuan,” kata Mbak Tutut yang didampingi adiknya, Bambang Trihadmodjo usai menghadiri acara penganugerahan, di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 10 November.

    Ia menyebut sejak muda hingga akhir hayat, Soeharto mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara. “Semua perjuangan Bapak saya untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.

    Mbak Tutut juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan seluruh pihak yang mendukung penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. “Terima kasih kepada Bapak Presiden, masyarakat, dan semua yang telah mendukung,” katanya.

    [see_also]

    – https://voi.id/berita/531978/diperkirakan-ada-104-ribu-kasus-tbc-di-jawa-tengah-baru-ditemukan-72-ribu

    – https://voi.id/lifestyle/531736/5-tarian-daerah-sumatera-utara-dan-penjelasan-maknanya

    – https://voi.id/olahraga/531985/benjamin-sesko-cedera-lutut-manchester-united-ketar-ketir

    [/see_also]

    Namun, bagi mereka yang belum setuju, keluarga Soeharto memilih untuk tidak menyimpan rasa kecewa. “Kami tidak merasa dendam atau kecewa. Ini kan negara kesatuan, pendapat masyarakat pasti beragam,” tutur Tutut.

    Ia menambahkan, keputusan Presiden yang juga berlatar belakang militer dianggap memahami betul perjuangan panjang Soeharto. “Beliau tahu apa yang telah dilakukan Bapak sejak dulu, tapi keputusan itu juga melihat aspirasi masyarakat,” katanya menutup.

  • Orang Tua Korban Ledakan SMAN 72 Cerita, Tindakan Rumah Sakit Lamban Sampai Anaknya 3 Kali Operasi

    Orang Tua Korban Ledakan SMAN 72 Cerita, Tindakan Rumah Sakit Lamban Sampai Anaknya 3 Kali Operasi

    JAKARTA – AAS, siswa kelas 10-C korban ledakan di SMAN 72 Jakarta masih terbaring di rumah sakit, Senin, 10 November. Ugi Abdulrahman, ayah korban mengatakan, putranya sudah menjalani dua kali operasi di rumah sakit yang menangani para korban ledakan.

    “Iya, sudah dua kali dioperasi, operasi kepala, gendang telinga,” kata Ugi kepada wartawan, Senin, 10 November 2025.

    Ugi menyesalkan atas pelayanan rumah sakit tersebut karena menurutnya lamban menangani putranya.

    “Penanganan ternyata ada mis manajemen rumah sakit (entah) karena apa, akhirnya dioperasi lagi kedua. Saya tanya. (informasinya) Ada ketinggalan barang, paku 2 (buah berukuran) besar,” sesalnya.

    Selain itu, ia juga menyesalkan sikap manajemen rumah sakit.

    “Setelah itu, ada kekurangan manajemen juga. Ternyata (korban) diambil dari kamar itu sampai 3 jam menunggu belum masuk ruang operasi. Saya juga komplain, ini kesalahan di management atau dokter?,” tuturnya.

    Lantas Ugi berusaha konsultasi dengan temannya yang juga berprofesi sebagai dokter.

    “Saya juga banyak teman dokter, konfirmasi ke temen katanya itu urusan management. Dari situ saya komplain juga, dan ternyata itu urusan dokter. Dia bilang keterangan dari manajemen ‘Pak kalau sudah masuk ke dalam itu kan (ranah) dokter yang urus, yang melayani’,” bebernya.

    “Untuk anak saya (penanganannya lambat) di Multazam 2 Nomor 6,” katanya.

    Bahkan Ugi mendapatkan informasi terakhir bahwa akan dilakukan operasi ketiga terhadap putranya tersebut.

    “Katanya ada operasi ketiga, operasi kepala itu, dilihatin saya itu. Ada kelainan di dekat batang otak,” ujarnya.

    Ugi menjelaskan, saat kejadian ledakan pada Jumat 7 November 2025, putranya berjarak sangat dekat dengan titik ledakan pertama yang berada di dalam Masjid.

    “Dekat sekali. Dia ledakan pertama di masjid. Dekat sekali dia,” ucapnya.

  • Literasi AI ke Orang Tua dan Guru Penting untuk Cegah Brain Rot pada Anak

    Literasi AI ke Orang Tua dan Guru Penting untuk Cegah Brain Rot pada Anak

    JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan pentingnya literasi terhadap orang tua dan guru untuk mencegah anak-anak mengalami ketergantungan pada kecerdasan buatan (AI). 

    Karena menurut Nezar, penggunaan AI yang tidak tepat bisa menimbulkan dampak negatif, contohnya anak-anak yang terbiasa menggunakan AI sejak usia dini dapat memiliki ketergantungan terhadap AI dan menurunkan kemampuan berpikir (brain rot). 

    “Yang kita takutkan, bukan anak-anak tambah cerdas dengan AI, yang terjadi adalah brain rot, otaknya enggak maksimal dipakai, semuanya tergantung sama AI,” kata Nezar dikutip Minggu, 9 November. 

    Lebih lanjut, Nezar juga menegaskan bahwa kemudahan masyarakat dalam mengakses platform AI saat ini mendorong pentingnya pendidikan literasi digital bagi masyarakat tentang cara menggunakan AI dengan bijak. 

    Maka dari itu, ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dengan Kementerian Komdigi, untuk memastikan Indonesia tidak hanya memiliki talenta-talenta digital di bidang AI, tetapi juga masyarakat yang mampu memanfaatkan AI dengan bijak.

    Saat ini, Nezar menambahkan, Komdigi memiliki beberapa program pengembangan AI, salah satunya adalah AI Talent Factory yang bertujuan mencetak talenta-talenta digital agar dapat bersaing di tingkat global. 

    Tidak hanya mencetak talenta digital, pemerintah juga menyiapkan regulasi agar adopsi AI di Indonesia dilakukan secara etis dan bertanggung jawab.

    Kemkomdigi telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial, yang nantinya akan diperkuat dengan Peta Jalan AI Nasional dan Perpres Etika AI. 

    “Tujuan kita menyiapkan AI talent yang global standard dan sekaligus menjadikan mereka developer, bukan cuma user saja, dan kita harus menyiapkan ekosistem juga yang dapat memanfaatkan kemampuan mereka,” tegasnya.

  • Jatuhan Batu Besar di Lembang karena Kondisi Geologi yang Labil

    Jatuhan Batu Besar di Lembang karena Kondisi Geologi yang Labil

    JAKARTA – Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan kejadian jatuhan tiga batu berukuran besar di Gunung Batu, Lembang, Bandung Barat, Sabtu, 8 November, merupakan fenomena alami akibat kondisi geologi lokasi setempat yang labil.

    “Ini fenomena alami akibat kondisi geologi yang labil. Kemungkinan dipicu oleh getaran kecil atau faktor internal batuan,” kata Kepala Badan Geologi M Wafid, ANTARA, Minggu, 9 November.

    Berdasarkan laporan yang diterima Badan Geologi, jatuhan batu berukuran besar dari tebing Gunung Batu, Lembang tersebut berlangsung tanpa adanya hujan lebat atau gempa signifikan yang tercatat di sekitar lokasi.

    Menurut pengamatan awal dari tim yang diturunkan, kata Wafid, lokasi jatuhan batu tersebut berada pada lereng terjal dengan kemiringan lebih dari 60 derajat, yang tersusun oleh batuan vulkanik yang telah mengalami retakan dan pelapukan.

    “Terdapat juga bidang rekahan yang memanjang sejajar lereng, dan menunjukkan potensi pelepasan blok batuan. Kondisi ini menandakan bahwa batuan berada pada keadaan mendekati batas kestabilan (limit equilibrium),” ujar Wafid.

    Berdasarkan analisis mekanisme, lanjut Wafid, fenomena ini termasuk dalam kategori gerakan massa batuan tipe jatuhan (rockfall) dengan pemicu utama kemungkinan kelemahan internal batuan akibat retakan dan pelapukan alami, getaran gempa mikro yang tak tercatat dalam sistem utama namun cukup untuk memicu pelepasan blok batuan yang telah rapuh, serta perubahan suhu dan pelapukan berulang yang kemungkinan juga dapat berkontribusi terhadap keretakan lebih lanjut.

    “Wilayah tebing memiliki potensi terpapar jatuhan batu lanjutan, khususnya pada musim peralihan atau saat terjadi getaran ringan. Kemudian area jalan dan bangunan warga di bawah tebing berisiko tinggi terhadap bahaya serupa,” katanya.

    Oleh karena itu, Badan Geologi merekomendasikan agar dilakukan pemasangan jaring kawat pengaman (rock mesh) dan pagar penahan batu (rockfall barrier) di kaki tebing. Kemudian pembatasan aktivitas dan pembangunan di zona rawan jatuhan batu.

    Kemudian dilakukan monitoring mikro-seismik oleh instansi teknis untuk mengetahui potensi getaran pemicu di area sesar Lembang serta edukasi masyarakat mengenai tanda-tanda awal retakan baru dan pelapukan lereng.

    “Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kejadian serupa, terutama di sekitar tebing curam yang tersusun oleh batuan vulkanik terlapuk dan beretakan,” tutur Wafid.

    Warga Kampung Sukamulya, RT 01/10, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, dikejutkan dengan sejumlah batu berukuran besar yang tiba-tiba berjatuhan dari atas Gunung Batu pada Sabtu (8/11).

    “Berdasarkan informasi, ada longsoran tiga batu dari Gunung Batu. Kejadiannya pukul 12.10 WIB,” ujar Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Asep Sehabudin saat dikonfirmasi.

    Tiga batu besar tiba-tiba jatuh dari tebing tanpa hujan, tanpa gempa, tanpa angin kencang. Asep memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja sebuah green house mengalami kerusakan usai terkena batu besar yang menggelinding dari atas Gunung Batu.

    “Satu batu paling besar bahkan menimpa dinding green house kaktus milik warga, membuat dinding green house sobek,” kata Asep.