Category: Voi.id

  • KPK Klaim Belum Temukan Keterlibatan Bobby Nasution di Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

    KPK Klaim Belum Temukan Keterlibatan Bobby Nasution di Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim belum ada keterlibatan Bobby Nasution dalam kasus korupsi proyek jalan di Provinsi Sumatera Utara.

    Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan nama Gubernur Sumatera Utara itu belum terendus. Selain itu, penyidik masih fokus pada kasus suap yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT).

    “Sampai dengan saat ini belum (ada keterlibatan Bobby Nasution, red). Jadi kita fokus di dalam pihak-pihak yang diduga melakukan suap pihak pemberi dan juga pihak-pihak yang diduga menerima suap terkait dengan proyek pengadaan jalan,” kata Budi kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin, 17 November. 

    Meski begitu, Budi memastikan proses hukum yang berjalan sesuai aturan. Ini sekaligus membantah adanya kepala satuan tugas (kasatgas) penyidikan KPK yang menghalangi pemanggilan Bobby.

    Adapun informasi ini pernah diungkapkan oleh salah satu peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Zararah Azhim Syah yang didasari laporan investigasi sebuah media.

     

    “Kami yakinkan proses penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terkait dengan perkara tersebut berjalan secara baik,” tegas Budi.

    “Dan dari perkara yang berangkat dari kegiatan tangkap tangan ini kemudian tim juga secara maraton melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan juga penggeledahan di sejumlah lokasi.”

    Diberitakan sebelumnya, Peneliti ICW, Zararah Azhim Syah saat melakukan aksi di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada hari ini, 14 November. Dugaan kepala satgas KPK takut memeriksa Bobby ini diketahui dari pemberitaan media nasional.

     

    “Penyidik KPK bahkan sudah mengusulkan kepada ketua satgas yang menangani kasus ini untuk memeriksa Bobby. Tapi, ketiga kepala satgas tersebut tidak ada yang berani untuk memeriksa Bobby,” kata Zararah kepada wartawan di lokasi.

    Meski begitu, Zararah tak mengungkap siapa kasatgas yang dimaksud. Namun, dari berbagai informasi yang dikumpulkan, salah satunya adalah Rossa Purbo Bekti.

    Zararah berharap KPK segera mengusut keterlibatan Bobby dalam kasus korupsi proyek jalan di Sumatera Utara. Apalagi, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan sudah minta Bobby dihadirkan dalam persidangan. 

    Pengembangan kasus ini, kata dia, juga harus dilakukan seperti dugaan korupsi lainnya. Jangan sampai ada kesan KPK ketakutan dengan Bobby Nasution.

    “Contohnya kasus E-KTP, kasus korupsi mantan Menpora itu juga dikembangkan dari fakta yang ada di persidangan,” tegasnya.

    “Maka harusnya pada kasus ini, apabila ada petunjuk baru dari persidangan, KPK seharusnya mengembangkan kasus gitu. Jadi membuka kasus baru. Nah, ini jangankan mengembangkan kasus tapi untuk memeriksa Bobby saja tidak berani begitu,” sambung dia.

    Lagipula, peranan Bobby juga harusnya terendus oleh KPK setelah ada informasi pergeseran anggaran menggunakan Peraturan Gubernur (Pergub).

    “Bobby itu terlibat pada tahap perencanaan, mengganti APBD Sumut sebanyak empat kali, untuk memasukkan proyek pembangunan ini. Padahal sebelumnya itu tidak termasuk kebutuhan Provinsi Sumut, tidak pernah ada di APBD Sumut, berarti kan tidak butuh,” ungkap Zararah.

    Majelis Hakim PN Medan beberapa waktu lalu diketahui minta jaksa KPK menghadirkan Bobby Nasution sebagai saksi. Perintah ini disampaikan setelah Muhammad Haldun selaku Sekretaris Dinas PUPR Sumut yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan mengungkap pergeseran anggaran melalui Peraturan Gubernur (Pergub) untuk pelaksanaan proyek pembangunan jalan.

    Ketika itu, Haldun menerangkan anggaran dua jalan yang menjadi objek korupsi, yakni ruas Sipiongot–Batas Labuhan Batu dan Sipiongot–Hutaimbaru di Padang Lawas Utara dengan total nilai Rp165 miliar tak dialokasikan dalam APBD murni 2025. Proyek ini dibiayai dari dana sejumlah dinas yang dilegalkan melalui Pergub.

    Mendengar kesaksian ini, Hakim Khamozaro Waruwu minta Bobby dihadirkan. “Kalau ada risiko terhadap pergeseran anggaran, siapa yang bertanggung jawab? Ketika mekanisme pergeseran anggaran tidak berjalan maka gubernur harus bertanggung jawab,” ujarnya.

    Selain Bobby, hakim juga meminta jaksa menghadirkan Pj Sekretaris Daerah Sumut saat itu, Effendy Pohan, untuk dimintai keterangan mengenai dasar hukum Pergub yang disebut telah diubah hingga enam kali.

    Adapun itu, hakim mengadili dua terdakwa dari pihak swasta, yaitu Direktur Utama PT Dalihan Na Tolu Grup, Muhammad Akhirun Piliang dan Direktur PT Rona Mora, Muhammad Rayhan Dulasmi.

    Kasus ini juga menjerat eks Kepala Dinas PUPR Sumut Topan Obaja Putra Ginting yang disebut sebagai orang dekat Bobby Nasution. Hanya saja, dia belum disidangkan karena berkas belum dilimpahkan ke pengadilan.

  • Dubes Pakistan Bertemu Presiden Prabowo, Sejumlah Agenda Penting Pererat Hubungan Dibicarakan

    Dubes Pakistan Bertemu Presiden Prabowo, Sejumlah Agenda Penting Pererat Hubungan Dibicarakan

    JAKARTA – Duta Besar (dubes) Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin, 17 November.

    Kepada wartawan usai pertemuan, Zahid menceritakan isi pembicaraan dengan Presiden Prabowo Subianto. Pada prinsipnya, menurut Zahid, pembicaraan tersebut ingin mempererat hubungan antara Indonesia dan Pakistan yang selama ini sudah terjalin baik, semakin meningkat.

    Kepada wartawan Zahid menyampaikan bahwa rakyat Indonesia beruntung memiliki pemimpin seperti Prabowo Subianto yang memiliki visi ke depan.

    Duta Besar (dubes) Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin, 17 November (Foto: Cahyo – Biro Pers Sekretariat Presiden

    Menurut Zahid, Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga kerja sama di berbagai bidang perlu diperkuat. Selain sektor ekonomi, penguatan kerja sama juga diharapkan terjadi di sektor pendidikan dan kesehatan. Termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, teknologi informasi, hingga pertahanan.

    Zahid juga menyampaikan bahwa kerja sama Indonesia dan Pakistan di forum dunia, seperti di Perserikatan Bangsa-Bangsa, OKI, dan sejumlah organisasi lainnya berjalan dengan baik. Terkait detail kerja sama, Zahid belum bisa menjelaskan lebih jauh, termasuk kerja sama investasi.

    Menurut Zahid, Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga kerja sama di berbagai bidang perlu diperkuat (Foto: Cahyo – Biro Pers Sekretariat Presiden

    Dalam pertemuan tersebut, Zahid juga menyampaikan isi pembicaraan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, apa yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto merupakan hal berani dan visioner.

    Zahid juga menyampaikan, jika Pakistan berharap dapat terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto agar beragam sektor dapat memberikan keuntungan bagi kedua negara.

  • Kondisi Membaik, Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Akan Diperiksa Penyidik

    Kondisi Membaik, Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Akan Diperiksa Penyidik

    JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan, kondisi pelaku Anak Berkonflik Hukum (ABH) dalam kasus ledakan SMAN 72 Jakarta, dipindahkan dari ruang ICU ke kamar rawat inap Rumah Sakit Polri. Kondisi pelaku disebut mulai membaik dan akan segera menjalani pemeriksaan.

    Budi mengatakan, pemindahan dilakukan setelah kondisi medis pelaku membaik. Dan saat ini polisi menunggu persetujuan dari dokter untuk melanjutkan proses penyidikan.

    “Minggu ini penyidik akan berkoordinasi dengan dokter yang merawat untuk kondisi ABH (pelaku) secara keseluruhan,” kata dia kepada wartawan, Senin 17 November.

    Budi menjelaskan, pemeriksaan terhadap pelaku bakal melibatkan sejumlah lembaga sesuai prosedur perlindungan anak. Diantaranya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Balai Pemasyarakatan (Bapas), Dinas P3A, serta APSIFOR akan mendampingi saat penyidik meminta keterangan.

    “Koordinasi dengan KPAI, Bapas, P3A dan APSIFOR saat akan meminta keterangan ABH,” pungkasnya.

    Diberitakan sebelumnya, siswa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dipindahkan dari Rumah sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih ke Rumah Sakit Polri Keramat Jati, Jakarta Timur.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan bila pemindahan itu dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan, baik dari sisi medis maupun, psikologi anak, serta memudahkan penyelidikan.

  • Meningkat Drastis, Penjualan iPhone 17 Melonjak 22 Persen di China

    Meningkat Drastis, Penjualan iPhone 17 Melonjak 22 Persen di China

    JAKARTA – Penjualan seri iPhone 17 dilaporkan meningkat secara tajam hingga 22 persen di China. Persentase ini jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu menurut temuan Counterpoint Research. 

    Kenaikan ini terjadi saat pasar ponsel di China sedang melemah. Secara keseluruhan, data mengungkapkan bahwa penjualan ponsel turun hingga 2,7 persen per tahunnya selama periode peluncuran. 

    Menurut Counterpoint, seri iPhone 17 menjadi pendorong utama dalam penjualan Apple di China. Ponsel yang diluncurkan secara global pada September lalu ini menyumbang hampir empat perlima dari total unit ponsel Apple yang sudah dijual ke para konsumen. 

    Jika dibandingkan dengan tahun lalu, ini merupakan peningkatan yang sangat besar. Pasalnya, Counterpoint Research tahun lalu mencatat bahwa penjualan iPhone di Cina menurut hingga 5 persen dalam sebulan setelah peluncuran iPhone 16. 

    Temuan ini menunjukkan bahwa apple berhasil menarik pasar China dengan seri iPhone terbarunya, khususnya setelah perusahaan tersebut memperkenalkan iPhone Pro dengan desain terbaru dan iPhone Air yang merupakan ponsel tertipis dari Apple. 

    CEO Apple Tim Cook tampak optimis dengan prestasi ini. Dalam sebuah wawancara, sebagaimana dilansir dari 9to5mac, untuk menyatakan bahwa, “Seri iPhone 17 diterima dengan sangat baik di sana (China).” 

    Peningkatan yang positif ini membuat Apple terlihat optimis. Cook menyatakan bahwa perusahaan yakin dengan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama tahun depan. Menurutnya, “sebagian besar didasarkan pada penerimaan iPhone di sana.”

  • Suatu Kehormatan Bisa Satu Kategori Sama Senior

    Suatu Kehormatan Bisa Satu Kategori Sama Senior

    JAKARTA – Enam nama harus bersaing untuk kategori Pendatang Baru Terbaik Terbaik dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2025. Mereka adalah Fajar Noor, Faris Adam, Prince Poetiray, Vanessa Zee, Wijaya 80, dan Zainul Basyar.

    Meski kategori tersebut ditujukan bagi mereka yang baru debut sekitar setahun terakhir, pada kenyataannya terdapat dua nama yang berisikan “pemain lama”, yakni Wijaya 80 dan Zainul Basyar.

    Wijaya 80—yang debut dengan single “Seharusnya Aku” pada Agustus 2024—meski disebut sebagai unit baru, namun berisikan personel yang sudah lama berkarier di industri musik nasional. Ardhito Pramono (vokal, keytar) bahkan pertama kali meraih nominasi AMI Awards pertamanya pada tahun 2018.

    Sementara, Zainul Basyar yang untuk pertama kalinya masuk nominasi AMI Awards, merupakan jebolan ajang Rising Star Indonesia Dangdut pada tahun 2022. Ia bahkan keluar sebagai pemenang untuk kategori pendatang baru dalam ajang penghargaan Anugerah Dangdut Indonesia 2023.

    Dengan kehadiran dua “pemain lama”, Vanessa Zee—yang debut lewat single “Engga Ngerti” pada Juni lalu, setelah lulus dari Indonesian Idol—tidak melihatnya sebagai sebuah permasalahan.

    Penyanyi 21 tahun itu tidak ingin melihat nama-nama yang berada dalam satu kategori dengannya sebagai pesaing. Ia justru melihatnya sebagai suatu kehormatan.

    “Aku enggak memandang semua nominasi yang masuk di kategori yang sama dengan aku itu sebagai pesaing. Enggak. Tapi itu sebuah kehormatan buat aku—untuk bisa jadi satu kategori sama yang udah jadi senior di dunia musik,” kata Vanessa saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

    Lagipula, Vanessa melihat AMI Awards merupakan ajang penghargaan bagi musisi Tanah Air, dan bukan sebagai ajang untuk bersaing.

    “Dan untuk bisa dapet penghargaan, dikenal sebagai pendatang baru terbaik bersama dengan senior-senior, itu pastinya suatu kehormatan buat aku, dam aku engak melihat itu sebagai persaingan,” tambahnya.

    Namun, penyanyi berdarah Batak itu tidak menampik harapan untuk bisa membawa pulang piala.

    “Pastinya kita berharap menang. Karena pasti akan jadi suatu kehormatan dan penghargaan besar buatku—bagi aku yang baru masuk industri musik,” ujar Vanessa.

    Lebih dari sekadar capaian, ia menekankan bahwa keberhasilannya masuk nominasi AMI Awards adalah pemenuhan ambisi masa kecilnya. Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama.

    “Dan juga ini mimpi aku sejak kecil, pastinya dikasih penghargaan yang besar dan bergengsi,” ucap Vanessa.

    “Menang atau tidak menang itu enggak masalah. Dengan adanya nama Vanessa di salah satu nominasi di AMI itu aku udah sangat bersyukur dan salah satu penghargaan besar buatku,” pungkasnya.

  • Dirut KCIC Tegaskan Restrukturisasi Diserahkan ke Danantara

    Dirut KCIC Tegaskan Restrukturisasi Diserahkan ke Danantara

    JAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku pengelola Kereta Cepat Jakarta Bandung (Whoosh) Dwiyana Slamet Riyadi mendatangi Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pada Senin, 17 November.

    Dia menjelaskan,a kedatangannya untuk melakukan diskusi rutin dengan pihak Kemenko Perekonomian. “Saya diskusi biasa aja,” ujarnya kepada awak media.

    Dwiyana menegaskan, terkait restrukturisasi proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, seluruhnya diserahkan kepada Danantara.

    “Pokoknya kalau untuk restru kan kita serahkan ke Danantara. KCIC di bawah Danantara. Jadi apa pun mekanisme, skemanya, kita serahkan ke Danantara,” jelasnya.

    Ia juga menyebut tidak ada arahan khusus yang dapat disampaikan, karena seluruh proses kini dilakukan dengan sistem satu pintu di bawah Danantara.

    “Pokoknya kita ikutin, biar satu pintu lewat Danantara,” tuturnya.

    Saat ditanya mengenai komunikasi KCIC dengan Danantara, Dwiyana kembali menegaskan seluruh koordinasi akan berjalan melalui lembaga tersebut.

    Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membuka peluang penyaluran skema public service obligation (PSO) untuk kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan difokuskan membiayai infrastruktur proyek tersebut.

    Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas mengatakan, pemerintah sudah menyatakan komitmen untuk hadir dalam penyelesaian pembiayaan proyek Whoosh.

    Tetapi, detail terkait porsi dan mekanisme dukungannya belum diputuskan.

    “Bapak Presiden kan sudah bilang itu negara. Intinya itu, tapi detailnya yang mana belum dibicarakan. Negara kan ada keuangan, ada Danantara. Jadi tunggu waktunya,” tuturnya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 14 November.

    Meski begitu, Rohan bilang opsi PSO yang mengemuka kemungkinan besar memang tidak menyasar aspek operasional kereta cepat.

    Menurut dia, beban terbesar ada pada infrastruktur yang menelan biaya masif sejak tahap pembangunan.

    Lebih lanjut, Rohan menggarisbawahi secara global, proyek infrastruktur besar umumnya membutuhkan waktu sangat panjang untuk mencapai balik modal, yakni antara 30 hingga 50 tahun.

    “(PSO) kurang lebih infrastrukturnya, bukan pengoperasian kereta-keretanya. Kasarnya tanpa bicara rel, jembatan, membelah gunungnya, Whoosh-nya positif,” kata Rohan.

    Dari sisi operasional, Rohan bilang kinerja Whoosh sebenarnya menunjukkan tren positif. Tingkat okupansi terus meningkat, dan penjualan tiket kini sudah mampu menutup seluruh biaya operasional harian.

    “Operasional sudah tertutup sama penjualan tiket. Jadi yang jadi masalah ini kan utang terhadap infrastrukturnya,” ucapnya.

  • Mengapa Jam Tubuh Anda Menentukan Kualitas Tidur

    Mengapa Jam Tubuh Anda Menentukan Kualitas Tidur

    JAKARTA – Pernah merasa sudah tidur cukup, tetapi tetap bangun dalam keadaan lelah dan sulit fokus sepanjang hari? Bisa jadi masalahnya bukan hanya pada durasi tidur, melainkan pada chronotype Anda, yaitu kecenderungan alami tubuh untuk merasa mengantuk dan terjaga di waktu-waktu tertentu. Artikel Verywell Mind, dikutip pada Senin, 17 November, menjelaskan bahwa chronotype adalah jam biologis bawaan yang memengaruhi kapan Anda merasa paling berenergi, kapan mulai melambat, dan kapan tubuh benar-benar siap untuk beristirahat.

    Memahami chronotype bukan sekadar hal teknis soal tidur, tetapi kunci untuk menyelaraskan gaya hidup dengan ritme tubuh agar tidur lebih nyenyak, mood lebih stabil, dan hari-hari terasa lebih ringan.

    Secara garis besar, chronotype sering dikenal dengan istilah “morning type” (si burung hantu pagi atau early bird), “evening type” (si burung hantu malam atau night owl), dan tipe di antaranya yang cenderung lebih fleksibel. Orang dengan chronotype pagi biasanya mudah bangun lebih awal, merasa paling fokus di jam-jam awal hari, tetapi cepat lelah di malam hari.

    Sebaliknya, chronotype malam cenderung “panas” menjelang sore hingga malam, sulit tidur lebih cepat, dan merasa berat bangun pagi. Sebagian besar orang berada di tengah spektrum ini, tidak sepenuhnya pagi atau malam, tetapi punya jam-jam favorit ketika tubuh terasa paling “hidup”. Yang menarik, chronotype ini banyak dipengaruhi faktor biologis dan genetik, sehingga bukan semata-mata soal disiplin atau malas.

    Chronotype ternyata punya dampak nyata terhadap kualitas tidur dan keseharian. Ketika jadwal hidup Anda selaras dengan chronotype, misalnya pekerja morning type yang memang bekerja di jam kerja pagi, tidur biasanya terasa lebih nyenyak, lebih mudah terlelap, dan bangun pun terasa lebih segar. Namun, ketika terjadi “benturan” antara jam biologis dan tuntutan sosial, muncullah yang disebut social jetlag, yaitu kondisi saat tubuh merasa seperti terus-menerus berganti zona waktu karena pola tidur yang dipaksa. Orang dengan chronotype malam yang harus bangun sangat pagi untuk sekolah atau kerja, misalnya, sering merasa kurang tidur, lesu, dan sulit fokus, meski secara total jam tidurnya tampak cukup.

    Artikel ini juga menyoroti bagaimana chronotype memengaruhi kemampuan beradaptasi terhadap perubahan jadwal. Mereka yang bertipe pagi cenderung lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan jam tidur dan durasi istirahat, tetapi bisa kesulitan jika sering harus begadang untuk acara sosial atau kerja lembur malam. Sebaliknya, tipe malam mungkin lebih nyaman dengan aktivitas hingga larut, tetapi akan lebih rentan terhadap gangguan tidur, rasa kantuk di siang hari, dan kesulitan memenuhi jadwal yang menuntut bangun pagi. Di tengah pola ini, tubuh berusaha menjaga ritme sirkadian, jam biologis 24 jam yang mengatur tidur, hormon, suhu tubuh, hingga suasana hati.

    Mengenal chronotype juga membantu Anda mengatur strategi agar tidur tetap berkualitas meski jadwal tidak selalu ideal. Verywell Mind menekankan pentingnya kebiasaan yang mendukung ritme alami tubuh, seperti menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten, mengurangi paparan cahaya terang (termasuk gawai) menjelang tidur, dan memaksimalkan paparan cahaya pagi untuk membantu “mengatur ulang” jam biologis. Untuk tipe malam yang dipaksa bangun lebih pagi, penyesuaian kecil namun konsisten misalnya memajukan jam tidur sedikit demi sedikit, tidak begadang ekstrim di akhir pekan, dan menciptakan ritual sebelum tidur yang menenangkan—dapat membantu tubuh beradaptasi perlahan.

    Namun, jika Anda terus-menerus merasa kelelahan, mengalami sulit tidur yang berkepanjangan, atau curiga memiliki gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea, artikel ini mengingatkan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau spesialis tidur.

    Chronotype memang menjelaskan kecenderungan alamiah, tetapi bukan alasan untuk mengabaikan keluhan yang mengganggu kualitas hidup. Pada akhirnya, memahami chronotype adalah tentang berdamai dengan ritme tubuh sendiri: menyusun jadwal kerja, belajar, dan istirahat sedekat mungkin dengan jam biologis, sehingga Anda tidak lagi merasa “melawan diri sendiri” setiap kali alarm pagi berbunyi. Dengan begitu, tidur bukan hanya cukup secara jumlah, tetapi juga berkualitas dan mendukung kesehatan mental maupun fisik.

  • Konsumsi Pertamax Turbo Melesat 76 Persen, Pertamina Tambah Pasokan dengan Impor

    Konsumsi Pertamax Turbo Melesat 76 Persen, Pertamina Tambah Pasokan dengan Impor

    JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menungkapkan terjadi lonjakan konsumsi terhadap jenis BBM Pertamax Turbo sepanjang tahun 2025.

    Kenaikan konsumsi BBM dengan nilai oktan (RON) 98 ini mencapai 76 persen.

    “Akhir-akhir ini kami dari Pertamina Patra Niaga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, khususnya untuk Pertamax Turbo. Utk pertamax turbo terjadi peningkatan kurang lebih 76 persen,” ujar Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Senin, 17 November.

    Dengan adanya kenaikan ini, Mars menyebut pihaknya tel melakukan penambahan pasokan baik dari kilang-kilang milik Pertamina maupun mendatangkannya dari luar negeri.

    “Saat ini Pertamina secara maksimal menambah pasokan baik dari kilang maupun impor,” sambung dia.

    Kargo yang memuat Pertamax Turbo sedang berada dalam perjalanan menuju ke Indonesia.

    Dia berharap, agar kargo ini segera tiba sehingga kebutuhan pasokan Pertamax Turbo bisa terpenuhi

    “Penambahan impor ini tentunya perlu waktu. Saat ini kargo impor sedang menuju ke Indonesia. Dan beberapa tempat mudah-mudahan segera akan terisi,” kata dia.

    Untuk informasi, hingga Oktober 2025, telah menjual bahan bakar minyak (BBM) meliputi bensin dan solar sebesar 87 juta kiloliter (KL).

    “Sampai dengan Oktober 2025 volume penjualan sebanyak 87 juta kiloliter di mana 41 persen dari penjualan tersebut adalah kontribusi pendapatan dari produk-produk non-subsidi,” sambung Mars Ega.

    Mars menambahkan, bisnis pemasaran Pertamina tumbuh dengan baik serta pihaknya memastikan untuk terus mendorong penjualan produk-produk non-subsidi serta menerapkan digitalisasi guna melakukan monitoring dan pengawasan transaksi produk-produk subsidi.

  • Adrian Wibowo Siap Bela Indonesia U-23 di SEA Games 2025, Masih Tunggu Konfirmasi Klub

    Adrian Wibowo Siap Bela Indonesia U-23 di SEA Games 2025, Masih Tunggu Konfirmasi Klub

    JAKARTA – Adrian Wibowo menyatakan siap membela Timnas Indonesia U-23 saat tampil di SEA Games Thailand 2025. Namun, pihak Garuda Muda masih menunggu konfirmasi dari Los Angeles FC (LAFC), klub tempat Adrian merumput.

    Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyebut bahwa saat ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan LAFC soal izin melepas sang pemain. Soalnya, agenda ini tak masuk hitungan kalender FIFA.

    “Kalau Adrian (Wibowo) sudah menyampaikan kepada saya, bisa (main di Timnas Indonesia U-23). Namun, kami diminta untuk berbicara dengan Dirtek (Direktur Teknik Los Angeles FC). Saya juga aktif bicara, menyampaikan,” kata Sumardji di sela sesi latihan Garuda Muda di Stadion Madya, Senayan, pada Senin, 17 November 2025, sore WIB.

    Dengan kesedian dari sang pemain, Sumardji berharap Adrian yang juga pernah membela Timnas Indonesia senior itu bisa bergabung akhir November 2025 atau awal Desember nanti.

    Bukan hanya memberikan kabar soal Adrian Wibowo, Sumardji juga mengungkapkan situasi Tim Geypens yang memperkuat FC Emmen. Tim memang belum pernah bergabung dalam dua pemusatan latihan Garuda Muda pimpinan pelatih Indra Sjafri, tapi kehadirannya tetap ditunggu usai cedera.

    “Nah ini, yang kami tunggu sebenarnya Tim (Geypens) ya. Prinsipnya, kalau Tim ini sebenarnya jika kondisinya, kondisi cederanya membaik dan bisa, kami berharap (dia bergabung),” ucap Sumardji.

    Sumardji menyebut Tim juga sudah menyatakan siap memperkuat Indonesia U-23 pada SEA Games 2025, tapi pemain berusia 20 tahun itu saat ini masih dalam pemulihan cedera.

    “Waktunya masih ada. Kalau Tim intens bicara dengan sekretaris tim, itu dia bisa datang. Klubnya juga insyaallah akan memberikan izin.”

    “Yang pasti menunggu bagaimana supaya cederanya itu betul-betul pulih. Jadi, tidak ada keraguan-raguan lagi untuk bisa berangkat,” ujar Sumardji.

    Sumardji memastikan semua pemain yang mengikuti TC kedua mendapatkan izin dari klubnya. Pada TC kedua, jumlah pemain yang mengikuti persiapan SEA Games 2025 ada 30 pemain, termasuk Rafael Struick, Ivar Jenner, dan Mauro Zijlstra.

    “Semua (pemain) yang ada sekarang ini kami komunikasi dengan klub masing-masing insyaallah memenuhi hal yang sangat positif.”

    “Memang dari awal sudah kami bicarakan,” tuturnya lagi.

  • India Tangkap Pria Khasmir terkait Serangan Bom Mobil Bunuh Diri di New Delhi

    India Tangkap Pria Khasmir terkait Serangan Bom Mobil Bunuh Diri di New Delhi

    JAKARTA – Badan investigasi antiteror India menangkap seorang pria dari Kashmir atas dugaan berkonspirasi dengan seorang pelaku bom bunuh diri untuk melakukan ledakan mobil mematikan di ibu kota New Delhi.

    Dilansir ABC News, Senin, 17 November, Badan Investigasi Nasional (NIA) mengatakan mobil yang meledak pada pekan lalu terdaftar atas nama Amir Rashid Ali.

    Dia diduga melakukan perjalanan ke New Delhi dari Kashmir yang dikuasai India untuk memfasilitasi pembelian kendaraan tersebut. Penangkapan Ali merupakan “terobosan besar” dalam kasus tersebut.

    Ledakan itu menewaskan 10 orang dan melukai 32 lainnya di dekat Benteng Merah bersejarah kota itu. Para pejabat India menyebutnya sebagai “insiden teror keji” yang dilakukan oleh “pasukan anti-nasional.”

    Ledakan mobil itu terjadi beberapa jam setelah polisi di Kashmir mengatakan mereka telah membongkar sel militan yang diduga beroperasi dari wilayah yang disengketakan, menangkap setidaknya tujuh orang, termasuk dua dokter Kashmir dari kota-kota di India, dan menyita sejumlah besar bahan pembuat bom.

    Badan investigasi mengidentifikasi pengemudi mobil dan tersangka pelaku bom bunuh diri sebagai Umar Un Nabi, juga seorang warga Kashmir, seorang dokter yang mengajar di sebuah perguruan tinggi kedokteran di kota Faridabad, dekat New Delhi.

    Pasukan pemerintah meledakkan rumah keluarganya di distrik Pulwama di selatan pada Kamis malam, kata para pejabat, sebagai balasan atas serangan tersebut.

    Badan keamanan India juga telah melakukan serangkaian penggerebekan di seluruh Kashmir sebagai bagian dari penyelidikan mereka, dengan menginterogasi ribuan orang dan menahan ratusan orang.

    Pada Jumat malam, beberapa bahan peledak yang disita dari Faridabad dan dibawa ke kota utama Kashmir, Srinagar, oleh polisi meledak di dalam kantor polisi, menewaskan sembilan orang dan melukai 32 lainnya.