Category: Tribunnews.com Regional

  • Kiprah Toko Murti Jadi Jembatan Modal Warga Patuk Wonogiri – Halaman all

    Kiprah Toko Murti Jadi Jembatan Modal Warga Patuk Wonogiri – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com Chrysnha Pradipha

    TRIBUNNEWS.COM, WONOGIRI -Di bawah langit senja yang temaram, di sudut desa Patuk, Baturetno, Wonogiri, seorang perempuan duduk di depan gerai kecilnya.

    Senyum lembutnya menyapa setiap pelanggan yang datang, mencerminkan kehangatan seorang pejuang kehidupan.

    Dialah Sri Murtini, perempuan yang dengan ketekunan dan kegigihannya telah mengubah hidupnya dan membantu banyak orang di sekitarnya.

    Tidak hanya melayani transaksi perbankan, Murti, sapaan akrabnya, telah menjadi jembatan bagi ratusan warga untuk mendapatkan pinjaman ultra mikro (UMi) dari BRI.

    Lewat gerainya yang sederhana, di bawah lampu redup yang menemani malam-malam kerjanya, ia mempermudah akses permodalan bagi pedagang kecil dan petani di sekitarnya.

    Hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun, ia telah membantu lebih dari 100 hingga 200 warga mendapatkan pinjaman Kredit Cepat (KeCe).

    Di antara aroma tanah basah seusai hujan, perjalanan Murti dimulai pada tahun 2011 dengan menjual makanan ringan.

    Di rumahnya yang sederhana, ia merintis usaha kecil-kecilan, berharap bisa membantu keluarganya. Kesetiaannya sebagai nasabah BRI membuatnya akrab dengan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang berkali-kali ia manfaatkan untuk menambah modal.

    Namun, langkah besarnya terjadi pada 2019, saat ia memutuskan merambah usaha jual pulsa dan kuota.

    Hingga akhirnya, pada 2021, datanglah tawaran menjadi agen BRILink.

    Hati Murti berdebar, matanya menerawang, membayangkan kemungkinan-kemungkinan baru yang akan terbuka.

    Tanpa ragu, ia menerima peluang tersebut dan segera mengurus persyaratan.

    Awalnya, saldo yang ia sediakan sebagai agen BRILink masih terbatas, tetapi seiring meningkatnya transaksi, ia kembali mengajukan KUR untuk memperbesar modal usaha gerainya.

    Jembatan bagi Warga Mendapatkan Modal

    Suatu kala, Murti menatap brosur-brosur pinjaman KeCe yang baru saja ia dapat dari petugas BRI.

    Ia menyusunnya dengan rapi di dinding gerainya, berharap bisa menarik perhatian pelanggan yang datang.

    Lambat laun, banyak pelanggan bertanya tentang cara mengajukan pinjaman.

    Murti dengan sabar menjelaskan bahwa ia bisa membantu mengurus pengajuan, sementara keputusan akhir tetap di tangan petugas BRI.

    Antusiasme warga cukup tinggi, terutama para pedagang pasar dan petani.

    Dengan pinjaman mulai dari Rp1 juta hingga Rp5 juta, banyak warga merasa terbantu untuk modal usaha harian mereka.

    Proses pengajuannya pun sederhana, hanya memerlukan fotokopi KTP, KK, dan surat keterangan usaha dari kelurahan.

    Kerja kerasnya tak sia-sia. Murti berhasil meraih penghargaan sebagai agen BRILink dengan realisasi terbanyak ketiga di Kabupaten Wonogiri.

    Pencapaian ini menjadi bukti bahwa usahanya memberi dampak besar bagi masyarakat sekitarnya.

    Tidak berhenti di situ, ia juga mengadopsi teknologi pembayaran modern seperti QRIS.

    Dengan menyediakan metode pembayaran digital, ia tak hanya memudahkan pelanggan membeli pulsa, tetapi juga mengurangi kerepotan dalam menyediakan uang kembalian.

    Kiprah Agen BRILink

    Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa AgenBRILink terbukti membantu masyarakat dengan kemudahan bertransaksi melalui tanpa harus pergi ke kantor cabang atau ATM. Hal ini menciptakan nilai ekonomi dan nilai sosial secara bersamaan.

    “AgenBRILink mengadopsi hybrid banking, yakni proses internal layanan perbankan telah didigitalisasi, sementara proses interaksi dengan nasabahnya masih human touching melalui agen,” terangnya.

    AgenBRILink menjadi upaya perseroan dalam meningkatkan kapabilitas pemberdayaan.

    Hal ini tak terlepas dari salah satu aspirasi besar yang ingin dicapai perseroan pada 2025 yaitu menjadi Champion of Financial Inclusion.

    Inklusi keuangan perlu berkualitas karena terkait kemakmuran. Seperti diketahui, Pemerintah mencanangkan target inklusi keuangan mencapai 90 persen pada 2024.

    Agen laku pandai milik BRI atau AgenBRILink mampu menjawab karakteristik nasabah di tataran ekonomi akar rumput.

    Saat ini, masih banyak nasabah yang lebih senang bertransaksi perbankan lewat agen.

    Sebagai informasi, hingga Desember 2023, BRI mencatat jumlah AgenBRILink telah mencapai sebanyak lebih dari 740 ribu yang tersebar di 61.067 Desa di seluruh Indonesia. Sementara volume transaksi tercatat sebesar Rp 1.427 triliun.

    (*)

     

  • Perjalanan Inspiratif Desa Singopuran Menuju Kemandirian – Halaman all

    Perjalanan Inspiratif Desa Singopuran Menuju Kemandirian – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chrysnha Pradipha

    TRIBUNNEWS.COM, SUKOHARJO – Desa Singopuran, sebuah desa kecil di Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, pernah menghadapi kenyataan pahit akibat penutupan Tempat Penampungan Sampah (TPS) kecamatan pada tahun 2020.

    Dari keterbatasan itu, lahirlah semangat besar untuk mandiri dan membangun kembali harapan yang sempat redup.

    Tahun 2020 menjadi momen krusial bagi warga Singopuran. Penutupan TPS kecamatan seolah mengisyaratkan bahwa mereka harus mencari jalan lain untuk mengelola sampah.

    Di tengah kebingungan, pemerintah desa bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tak mau tinggal diam.

    Bermodal tekad kuat dan keinginan untuk memberikan solusi bagi warga, mereka mengambil langkah berani yaknimembangun TPS mandiri di desa.

    Bertempat di lahan seluas 2.000 meter persegi, TPS Singopuran berdiri kokoh dengan tembok setinggi satu meter yang mengelilinginya.

    Lokasinya tak jauh dari kantor desa, hanya sekitar satu kilometer ke arah timur, berbatasan langsung dengan Desa Sanggir, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

    Di sinilah cikal bakal perubahan besar dimulai.

    Dari TPS ke BUMDes Singopuran Mapan

    Seiring waktu, TPS Singopuran berkembang dari sekadar tempat pembuangan menjadi pusat pengelolaan sampah yang lebih terpadu.

    Di bawah kepemimpinan Eka Yulianta, Direktur BUMDes Singopuran, sistem pengelolaan yang lebih efektif mulai diterapkan.

    Tak hanya sekadar menimbun sampah, mereka juga mulai memilah dan mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bernilaiyakni pupuk kompos.

    Demi mendukung keberlanjutan TPS, dibentuklah BUMDes dengan nama Singopuran Mapan (Maju Terdepan).

    Dengan struktur yang semakin kokoh, BUMDes ini merekrut tenaga pengelola TPS serta 10 penggerobak sampah yang bertugas mengambil sampah dari rumah ke rumah.

    Setiap penggerobak mampu melayani hingga 200 kepala keluarga, dengan tarif yang bervariasi antara Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per bulan, tergantung wilayah.

    Di TPS, sekitar empat tenaga kerja memiliki tugas masing-masing: mulai dari memilah sampah, mengoperasikan mesin daur ulang, hingga mengemas kompos yang dihasilkan.

    Hasilnya? Sampah yang dulunya dianggap sebagai masalah kini justru menjadi berkah bagi desa.

    Desa Singopuran Menjadi Desa BRILian

    Direktur BUMDes Singopuran, Eka Yulianta saat ditemui di TPS Singopuran, Kartasura, Sukoharjo (Tribunnews.com/Chrysnha)

    Upaya ini tak hanya membuahkan hasil dalam bentuk lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

    Olahan sampah menjadi kompos telah membantu para petani desa dalam meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

    Tak heran jika inovasi ini menarik perhatian BRI hingga menjadikan Desa Singopuran sebagai bagian dari program Desa BRILian.

    Melalui program ini, BRI memberikan pendampingan dalam pengelolaan administrasi dan pengembangan produk.

    Desa Singopuran pun semakin percaya diri menatap masa depan.

    Dengan mengikuti berbagai seleksi Desa BRILian, mereka terus berusaha mengembangkan potensi desa, bahkan melakukan studi banding ke daerah lain seperti Pandowoharjo di Sleman dan Banyumas untuk memperkaya wawasan dalam pengelolaan sampah.

    Kepala Desa Singopuran, Sih Harjiyanto, mengungkapkan bahwa kemitraan dengan BRI tak hanya sebatas pengelolaan sampah, tetapi juga membantu para petani dalam mendapatkan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

    Bantuan berupa tanaman alpukat dan kelapa turut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan warga.

    Ke depan, rencana besar telah disusun. BUMDes Singopuran tengah menjajaki kerja sama dengan kampus swasta di Kota Solo untuk distribusi pupuk hasil TPS.

    Bahkan, mereka tengah bersiap untuk meluncurkan pupuk tabur organik sebagai inovasi baru.

    “Kami optimis, Desa Singopuran akan terus berkembang. Kami ingin pupuk olahan ini tak hanya bermanfaat bagi warga desa, tapi juga dipasarkan ke luar.

    Dengan kolaborasi yang kuat, kami yakin masa depan Singopuran akan semakin cerah,” ujar Sih Harjiyanto penuh semangat.

    Program Desa BRILian sendiri memiliki visi besar untuk menciptakan desa-desa mandiri yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

    Dengan pemberdayaan, pendampingan intensif, dan penghargaan bagi desa yang inovatif, program ini mendorong kepemimpinan desa yang unggul dan semangat kolaborasi yang kuat.

    Konsistensi BRI

    Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis Ultra Mikro BRI, M. Candra Utama mengungkapkan, BRI melakukan pelatihan hingga proses pendampingan kepada seluruh peserta Desa BRILian.

    Pelatihan-pelatihan yang dilakukan meliputi pelatihan kepemimpinan, pelatihan kelembagaan Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pelatihan kewirausahaan, pelatihan Inovasi Desa, Digitalisasi Desa, teknik komunikasi dan materi tematik lainnya yang sangat dibutuhkan oleh Desa.

    Para peserta diberikan beberapa tugas di setiap sesi yang akan menjadi salah satu komponen penilaian yang digunakan untuk memilih 40 desa terbaik, dengan 15 Desa terbaik akan mendapatkan pendampingan langsung.

    Sejak dijalankan pada tahun 2020, program Desa BRILiaN telah diikuti 3.957 desa yang aktif tergerak berinisiatif dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan.

    Desa BRILiaN mengembangkan 4 aspek yang terdapat dalam desa.

    Pertama, BUMDesa sebagai motor ekonomi desa.

    Kedua, digitalisasi, implementasi produk dan aktivitas digital di desa. 

    Ketiga, Sustainability, tangguh dan secara continue dalam membangun desa.

    Keempat, Innovation, kreatif dalam menciptakan inovasi.

    Sementara itu,  objek pemberdayaan dari program ini adalah  elemen-elemen kunci yang ada di desa yang meliputi Perangkat Desa (Kepala Desa), Pengurus BUMDesa, Badan Permusyawaratan Desa, UMKM di Desa, Perwakilan kelompok Usaha (Klaster) dan Pegiat Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).

    “Program pemberdayaan Desa BRILiaN ini merupakan wujud nyata BRI yang terus berkomitmen untuk meningkatkan economic dan social value kepada masyarakat. Perseroan berharap program seperti ini dapat memberikan kontribusi nyata dan positif bagi peningkatan kualitas pengelolaan desa,” tambah Candra.

    Ia menambahkan, dalam program ini, dilakukan pula penguatan ekosistem ekonomi desa yang didukung dengan program penguatan kelompok-kelompok (Klaster) Usaha Mikro dengan nama Klasterkuidupku, dimana BRI mengidentifikasi keperluan pemberdayaan baik pelatihan usaha maupun bantuan sarana prasarana yang diberikan secara selektif. 

    Untuk mendukung pengembangan pasar, BRI menginisiasi pembentukan platform New Pasar.id, yaitu sebuah platform yang menghubungkan pedagang pasar dan pembeli secara online.

    Sedangkan untuk pemberdayaan UMKM, BRI juga telah mengembangkan platform pemberdayaan linkumkm.id untuk mendorong dan memfasilitasi UMKM naik kelas.

    Selain itu tentunya produk-produk layanan BRI yang dapat dimanfaatkan oleh desa dan BUMDes seperti Agen BRILink, Stroberi, QRIS dan produk lainnya.

    (*)

  • 3 Polisi di Muna Dikeroyok Gegara Tegur Pemotor yang Pakai Knalpot Brong – Halaman all

    3 Polisi di Muna Dikeroyok Gegara Tegur Pemotor yang Pakai Knalpot Brong – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Tiga anggota Kepolisian dari Polsek Tiworo Tengah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok warga, Minggu (30/3/2025).

    Insiden ini terjadi saat petugas melakukan pengamanan malam takbiran menjelang Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah.

    Penganiayaan berlangsung di depan Kantor Polsek Tiworo Tengah, Desa Wapae, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara

    Menurut keterangan Kasi Humas Polres Muna, Ipda Bahruddin, insiden ini bermula ketika petugas menegur seorang pemotor yang menggunakan knalpot brong dan menggeber-geber kendaraannya di depan Polsek.

    “Awalnya anggota menegur pemotor yang beberapa kali menggeber knalpot racingnya depan Polsek, hingga akhirnya ditegur oleh anggota,” kata Ipda Bahruddin, Senin.

    Setelah ditegur, pemotor tersebut tidak terima dan mengajak sekelompok warga untuk menyerang anggota kepolisian.

    Akibatnya, pengeroyokan pun tidak dapat dihindari.

    Dalam insiden ini, dua anggota kepolisian mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

    Satu di antaranya bahkan harus dilarikan ke RSUD Kabupaten Muna Barat untuk penanganan lebih lanjut.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Mama Muda Dibantu Ibunya Melahirkan di Kebun Karet, Bayi Tewas usai Disimpan di Boks Motor – Halaman all

    Mama Muda Dibantu Ibunya Melahirkan di Kebun Karet, Bayi Tewas usai Disimpan di Boks Motor – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Mama muda berinisial AP (19) beserta ibunya, YI (43) diduga melakukan pembunuhan terhadap seorang bayi.

    Bayi itu merupakan darah daging AP, yang dilahirkan di kebun karet Desa Silip, Kecamatan Riausilip, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

    Setelah dilahirkan, bayi itu disimpan di dalam boks motor hingga akhirnya ditemukan tewas, Jumat (28/3/2025).

    Sebelumnya, AP menjalani perawatan medis di Puskesmas Riausilip.

    Akan tetapi, ia meninggalkan puskesmas tanpa izin dan melahirkan bayinya di perkebunan karet.

    Dalam proses persalinan tersebut, AP dibantu oleh ibunya, YI.

    Setelah bayi lahir, mereka memasukkannya ke dalam karung dan menyembunyikannya di boks motor.

    AP yang mengalami pendarahan lantas kembali ke Puskesmas Riausilip untuk mendapatkan perawatan.

    Pascakejadian, polisi melakukan interogasi terhadap AP dan ibunya YI.

    “Masih menjalani pemeriksaan baik ibu bayi maupun orang tuanya terkait ditemukan bayi yang sudah tak bernyawa dalam boks motor,” kata Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Ogan Arif Teguh Imani, Minggu (30/3/2025), dilansir Bangkapos.com.

    Ibu dan anak itu masih berstatus sebagai saksi.

    Sementara itu, polisi akan melakukan autopsi terhadap jenazah bayi serta melakukan gelar perkara, guna mengambil langkah selanjutnya.

    “Status keduanya masih saksi setelah tadi kita lakukan proses autopsi terhadap jenazah bayi yang dilahirkan AP akan dilanjutkan dengan gelar perkara guna mengambil langkah-langkah selanjutnya,” terangnya.

    Saat memberikan keterangan, AP dan YI mengaku bayi yang dilahirkan AP sudah meninggal saat dilahirkan di kebun karet.

    Namun, keterangan itu berbeda dengan saksi yang sempat memergoki keduanya hendak keluar dari kebun karet.

    Warga tersebut mengaku mendengar suara tangisan bayi.

    “Inilah yang sala satunya masih kita dalami, termasuk menggelar proses autopsi jenazah bayi guna memastikan penyebab kematiannya,” lanjutnya.

    Kasus ini bermula saat Polsek Riausilip mendapat laporan dari warga yang curiga dengan gerak-gerik dua wanita menggunakan motor di kebun karet, Jumat.

    Warga sempat melihat seorang wanita membawa karung, sedangkan wanita lainnya masih mengenakan infus.

    Saat ditanya, keduanya menjawab pasien Puskesmas Riausilip.

    Anggota Polsek Riausilip yang mendapat laporan lantas mendatangi Puskesmas Riausilip.

    Di sana, petugas mendapati AP tengah mendapatkan perawatan karena mengalami pendarahan.

    Menurut pihak Puskesmas Riausilip, AP dirawat karena sakit lain, namun saat rawat inap pergi tanpa izin dan kembali lagi dalam kondisi pendarahan setelah melahirkan.

    Sementara itu, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh bayi.

    “Jenis kelamin bayi perempuan dugaan sementara meninggal akibat kesulitan bernapas karena ditubuh bayi tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” tandasnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Minggat dari Puskesmas Riausilip, AP Melahirkan di Kebun Karet, Bayi Ditemukan Tewas di Boks Motor

    (Tribunnews.om/Nanda Lusiana, Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

  • Korban Pohon Beringin Tumbang di Pemalang: 2 Tewas, 2 Lainnya Kritis, 15 Orang Luka Ringan – Halaman all

    Korban Pohon Beringin Tumbang di Pemalang: 2 Tewas, 2 Lainnya Kritis, 15 Orang Luka Ringan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Sebuah pohon beringin besar tumbang di Alun-Alun Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah menjelang pelaksanaan ibadah shalat Idul Fitri, Senin (31/3/2025).

    Akibat insiden ini, dua orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

    Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin pagi, saat jemaah bersiap untuk melaksanakan shalat Idul Fitri.

    Video yang beredar di media sosial menunjukkan momen ketika pohon besar tersebut menimpa jemaah yang sedang berkumpul.

    Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo, mengungkapkan tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Pemalang bersama instansi terkait segera mengevakuasi 19 orang korban.

    “Seluruh jamaah sudah kami evakuasi ke rumah sakit, 2 orang korban di antaranya meninggal dunia, 2 orang korban kritis, dan 15 orang korban mengalami luka ringan,” katanya.

    Identitas korban yang meninggal dunia diketahui sebagai seorang pria berinisial R (42), yang meninggal di lokasi kejadian, dan seorang wanita berinisial AR (39), yang meninggal saat perawatan di rumah sakit.

    Keduanya merupakan warga Kelurahan Pelutan, Pemalang.

    “Kemudian korban kritis seorang pria berinisial R (70) dan wanita berinisial TS (68), juga warga Kelurahan Pelutan,” ucapnya.

    Setelah evakuasi, Satreskrim Polres Pemalang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab tumbangnya pohon.

    “Kami masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut,” tambah Kapolres.

    Tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, PLN, Damkar, PMI, serta Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang juga terlibat dalam evakuasi batang pohon yang tumbang.

    “Kami juga menempatkan sejumlah personel untuk pengalihan arus lalu lintas selama berlangsungnya evakuasi,” imbuhnya.

    Kapolres Eko menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban.

    “Semoga amal ibadah beliau-beliau diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” katanya.

    Selain itu, Kapolres juga menjenguk korban yang mengalami luka-luka di rumah sakit dan memberikan santunan kepada keluarga korban.

    “Kami dari Polres Pemalang ingin memberikan perhatian lebih sebagai bentuk kepedulian kami kepada korban beserta keluarganya,” tutupnya.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Jawaban Danramil Berompi Eiger saat Ditegur Dedi Mulyadi di Proyek Eiger Camp: Saya Hanya Mengecek – Halaman all

    Jawaban Danramil Berompi Eiger saat Ditegur Dedi Mulyadi di Proyek Eiger Camp: Saya Hanya Mengecek – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sempat disambut oleh seorang prajurit TNI saat mendatangi proyek Eiger Camp di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

    Mata Dedi Mulyadi langsung tertuju kepada rompi yang dikenakan prajurit TNI tersebut.

    Orang nomor satu di Jabar itu bahkan sampai mengira jika proyek Eiger Camp yang berada di kaki Tangkuban Perahu tersebut dijaga prajurit TNI.

    Prajurit TNI tersebut rupanya merupakan Komandan Koramil atau Danramil setempat.

    “Iya pak. Tuh Eiger,” kata Dedi Mulyadi sambil menunjuk rompi TNI, dikutip dari TribunnewsBogor, Sabtu (29/3/2025).

    “Siap,” ujar Danramil.

    Saat ditanya Dedi Mulyadi, Danramil tersebut menegaskan bahwa dirinya bukanlah penjaga proyek Eiger Camp.

    “Jadi gimana ini pak ? Bapak di sini jaga ?” tanya KDM, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat itu.

    “Siap bukan, saya Danramil,” jawab Danramil.

    Danramil tersebut menyebut tengah memantau proyek Eiger Camp lantaran telah viral di media sosial.

    “Hanya mengecek karena di TikTok itu kan ada (viral), makaya saya cek,” ujar Danramil.

    Saat ditanya Dedi Mulyadi terkait dengan izin proyek tersebut, Danramil mengaku tak tahu menahu perihal itu.

    “Oh saya kira jaga. Tapi izinnya sudah ada yah kelihatannya?” kata Dedi Mulyadi.

    “Kurang paham juga,” jawab Danramil ke Dedi Mulyadi.

    Belum lama ini, Dedi Mulyadi mendatangi proyek Eiger Camp yang berdiri di lahan kebun teh milik PTPN.

    Ia menyebut proyek Eiger Camp ini sudah mengantongi izin dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

    “Kita sudah menuju lokasi yah pembangunannya sudah berjalan dan saya lihat ada izinnya tuh. Izin yang dikeluarkan wilayah Bandung Barat,” ujarnya.

    Kendati demikian, Dedi Mulyadi juga menyoroti perihal kemudahan pemerintah setempat yang mengeluarkan izin bagi pengusaha yang menggarak lahan alam.

    “Yang jadi problem kemudahan memberi izin pada area yang memiliki tingkat resiko longsor, perubahan kontur tanah,” ungkapnya.

    “Ini yang menjadi kelemahan birokrasi saat ini termasuk juga tata ruangnya,” sambungnya.

    Dedy Mulyadi menangis

    Beberapa waktu yang lalu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sempat dibuat menangis karena proyek ekowisata Eiger Adventure Land (EAL) yang dinakhodai oleh bos Eiger, Ronny Lukito, di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Proyek tersebut telah disegel dan proses penyegelan Eiger Adventure Land berlangsung dramatis.

    Dedi Mulyadi sempat menangis menitikkan air mata karena sedih melihat dampak dari alih guna lahan di kawasan tersebut.

    Menurutnya, proyek Eiger Adventure Land melanggar regulasi hingga menyebabkan kerusakan ekosistem di kawasan puncak Bogor.

    Salah satu yang menjadi sorotan Dedi Mulyadi yakni jembatan gantung raksasa bagian dari Eiger Adventure Land di kawasan Megamendung.

    “Itu sudah ada bangunan (jembatan gantung), jembatan, itu yang paling melanggar adalah itu (jembatan), nggak boleh. Itu udah terbelah (longsor),” kata Dedi, dikutip Tribunnews dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi.

    “Kalau ngomongin laku ya laku, tempat bagus begini, tapi kan ada yang terganggu. Masak alam kayak gini aja diganggu,” ucapnya.

    Setelah itu, orang nomor satu di Jawa Barat tersebut langsung lemas.

    Ia bersandar di area pagar dengan kepala tertunduk, lalu mengeluarkan air mata. 

    Diketahui, Eiger Adventrue Land dikelola oleh PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI) yang dikomandoi oleh Ronny Lukito.

    Ronny Lukito adalah pendiri Eiger, sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk untuk kegiatan alam, salah satunya untuk mendaki gunung.

    Dari penelusuran Tribunnews, Ronny Lukito mendirikan Eiger pada 1989.

    Nama tersebut terinspirasi dari Gunung Eiger yang terletak di daerah Bernese Oberland, Swiss.

    Dikutip dari akun LinkedIn, Ronny Lukito kini tercatat sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Eiferindo Multi Produk Industri.

    Ia merupakan anak ketiga dari enam bersaudara.

    Ronny juga merupakan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya.

    Ayahanda Ronny bernama Lukito, sedangkan ibunya bernama Kumiasih.

    Ia berasal dari keluarga sederhana.

    Orang tuanya merupakan pengelola toko tas kecil.

    Berangkat dari pengalaman itu, Ronny kemudian membuat produk tas sendiri dengan bermodalkan dua mesin jahit dan bahan seadanya.

    Produk dari tas tersebut kini dikenal dengan nama Exsport.

    Ronny Lukito telah berhasil menjadikan Eiger sebagai brand petualangan outdoor yang terkemuka di Indonesia.

    Dikutip dari laman resmi EIGER, sejak 2015, EIGER memfokuskan produk-produknya untuk kegiatan alam di iklim tropis yang kini menjadi tagline EIGER, yaitu “Tropical Adventure”.

    Hal tersebut tercermin di tiga kategori produk EIGER, yaitu Mountaineering, Riding, dan Eiger 1989 (Lifestyle).

    Saat ini, EIGER sudah tersedia di 137 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan total 237 toko dan memperkuat kehadirannya di dunia daring.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul MOMEN Dedi Mulyadi Sensi Lihat Merek Rompi Danramil, Geram Eiger Camp Rusak Kebun Teh : Bapak Jaga ?

    (Tribunnews.com/Rakli) (TribunnewsBogor.com/Sanjaya Ardhi)

  • Pria di Rohil Serang Anggota Polisi hingga Tewas, Ribut di Tempat Karaoke Gegara Motor Knalpot Brong – Halaman all

    Pria di Rohil Serang Anggota Polisi hingga Tewas, Ribut di Tempat Karaoke Gegara Motor Knalpot Brong – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Peristiwa berdarah terjadi di sebuah tempat karaoke di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, Sabtu (29/3/2025).

    Seorang pria bernama Marselinus Kuku menyerang tiga orang, satu di antaranya merupakan personil Polsek Sinaboi, Bripka Lestari Candra (39).

    Akibat kejadian itu, Bripka Lestari Candra dan seorang warga sipil bernama Herman (30), tewas.

    Sementara seorang korban lain bernama Dedi (49) menderita luka tusuk di bagian punggung.

    Dilansir TribunPekanbaru.com, kejadian bermula saat korban mendatangi tempat karaoke sekira pukul 20.30 WIB.

    Saat Bripka Lestari Candra bersama korban lain tiba di lokasi, mereka ditegur oleh pelaku yang merupakan penjaga gerbang.

    Pelaku kemudian menegur korban Herman yang menggunakan motor berknalpot brong. Pelaku juga mengingatkan agar korban tidak ngebut.

    Teguran itu berujung perkelahian antara pelaku dan korban, namun sempat dilerai oleh saksi bernama Lili.

    Selanjutnya, saksi duduk di parkiran menunggu Bripka Lestari Candra dan korban lain yang menjumpai pelaku di pos penjagaan pintu masuk komplek.

    Kemudian saksi Lili mendapat kabar, Bripka Lestari Candra beserta dua korban lainnya mengalami penikaman.

    Ketiganya lantas dilarikan ke rumah sakit, namun Bripka Lestari Candra dan Herman dinyatakan meninggal dunia.

    Bripka Lestari Candra dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

    Sementara, Herman sempat menjalani perawatan sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

    Pelaku disebut menggunakan senjata tajam untuk menyerang ketiga korban.

    Kasat Reskrim Polres Rohil, AKP Putu Adi Juniwinata mengonfirmasi kejadian tersebut.

    Kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

    “Pelaku diamankan di Polda Riau, untuk motif sedang dilakukan pendalaman.”

    “Apabila sudah terang nanti dilakukan rilis, untuk meninggal di tempat hiburan malam (THM) itu tidak benar,” ujarnya kepada TribunPekanbaru.om, Sabtu.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Breaking News:Tiga Pengunjung Karaoke di Rohil Ditikam, Dua Tewas, Satu Korban Anggota Polisi

    (Tribunnews.om/Nanda Lusiana, TribunPekanbaru.om/Ikhwanul Rubby)

  • Pria di Rohil Serang Anggota Polisi hingga Tewas, Ribut di Tempat Karaoke Gegara Motor Knalpot Brong – Halaman all

    Komplek Karaoke TKP Tewasnya Polisi di Rokan Hilir Riau Digeruduk Warga, Minta Ditutup – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Penikaman yang menewaskan dua orang di tempat karaoke See You di Jalan Utama Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau pada Sabtu (29/3/2025), memancing emosi warga setempat.

    Puluhan warga yang tersulut emosi pun menggeruduk kawasan tempat hiburan malam, tempat kejadian perkara (TKP) penusukan.

    Sebagaimana diketahui, tiga orang menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan oleh pria bernama Marselinus Kuku (39), petugas keamanan komplek karaoke.

    Dalam peristiwa tragis ini, anggota polisi dari Polsek Sinaboi, Bripka Lestari Candra dan Rinto, warga Jalan Bintang Kepenghuluan Parit Aman Kecamatan Bangko, Rohil, dikabarkan tewas.

    Sementara itu, korban lainnya yang bernama Dedi Botot, warga Kepenghuluan Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi, Rohil, mengalami luka tusuk di bagian punggung.

    Adapun warga yang berdatangan ke lokasi kejadian mendesak agar polisi agak menutup tempat hiburan tersebut.

    Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni terlihat berusaha untuk menenangkan warga yang memadati lokasi.

    Isa juga meminta warga untuk menahan diri dan membubarkan diri dari TKP.

    “Tersangka sudah diproses,” ujar Isa, dilansir TribunPekanbaru.com.

    Kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penikaman yang menewaskan dua orang dan membuat satu korban lainnya kritis.

    Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti senjata yang digunakan untuk melakukan penikaman.

    Kronologi

    Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, saksi Sayuti (55) warga Jalan Poros Sungai Nyamuk, Kecamatan Sinaboi yang ikut rombongan ke lokasi mengatakan kejadian ini bermula saat para korban dan saksi pergi ke tempat karaoke dari sebuah kedai tuak di Jalan Danau Biru Kepenghuluan Bagan Jawa, Kecamatan Bangko sekitar pukul 20.30 WIB.

    Saat Bripka Lestari bersama korban lainnya dan saksi Lili (28) tiba di tempat karaoke tersebut, mereka ditegur oleh tersangka Marselinus Kuku sang penjaga gerbang.

    Marselinus Kuku menegur Rinto yang kedapatan mengendarai sepeda motor berknalpot brong, dengan mengatakan pelan-pelan bawa motor.

    Setelah itu, terjadi perkelahian antara para korban dengan pelaku namun sempat berhenti karena dilerai oleh saksi Lili. 

    Selanjutnya, saksi Lili duduk di parkiran menunggu Bripka Lestari dan korban lainnya yang menjumpai pelaku di Pos Penjagaan pintu masuk komplek. 

    Saksi Lili kemudian mendapat kabar dari orang yang tidak diketahui namanya memberitahukan bahwa Bripka Lestari beserta 2 korban lainnya mengalami penikaman dan sudah dilarikan ke RSUD Pratomo Bagansiapiapi.

    Dokter jaga RSUD Protomo, dr. H. Nazif Syahrin, mengonfirmasi bahwa pihak rumah sakit menerima 3 korban dengan luka tusuk.

    “LC sudah meninggal dunia saat tiba di IGD, sementara H sempat diberikan pertolongan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan,” kata dr. Nazif.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Breaking News:Tiga Pengunjung Karaoke di Rohil Ditikam, Dua Tewas, Satu Korban Anggota Polisi

    (Tribunnews.com/Nina Yuniar) (TribunPekanbaru.com/Ikhwanul Rubby)

  • Pengakuan Pelaku Penembakan di Tanahlaut, Dipicu Dugaan Perselingkuhan, Emosi Anak Diserang Korban – Halaman all

    Pengakuan Pelaku Penembakan di Tanahlaut, Dipicu Dugaan Perselingkuhan, Emosi Anak Diserang Korban – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Terjadi insiden penembakan yang mengakibatkan satu orang tewas di Desa Benualawas, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, Minggu (30/3/2025) sekira pukul 13.30 WITA.

    Pelaku berinisial S (46), warga Desa Tirtajaya, Kecamatan Bajuin, menembak korban SA (39) di jalan raya dekat kantor desa.

    Korban mengalami dua luka tembak di rusuk kanannya dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit di Pelaihari.

    Pelaku S mengungkapkan tindakan nekatnya itu dipicu oleh rasa sakit hati dan emosi yang tak tertahankan setelah mengetahui istrinya, R, menjalin hubungan khusus dengan korban.

    “Istri saya selingkuh dengannya (korban),” ungkap S dalam konferensi pers di Mapolres Tanahlaut.

    Sebelum insiden penembakan, S mengaku telah berupaya menyelesaikan masalah tersebut dengan mendatangi Ketua RT dan Kepala Desa setempat.

    Ia meminta bantuan untuk memfasilitasi pertemuan dengan istrinya yang telah meninggalkan rumah selama setengah bulan dan tinggal di Benualawas.

    Setelah Kepala Desa menghubungi istri pelaku, korban SA datang ke kantor desa.

    Dalam situasi yang tegang, saat melihat S di ruang tunggu, korban panik dan berusaha melarikan diri.

    Namun, ia kemudian bertemu dengan anak pelaku, MJA (20)

    “Dia (korban, red) membawa senjata tajam dan menyerang anak saya. Melihat itu saya langsung mengejar dan menembaknya,” tutur S.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Kronologi Pohon Tumbang Timpa Jemaah Salat Id di Alun-Alun Pemalang: 2 Tewas, 2 Lansia Kritis – Halaman all

    Kronologi Pohon Tumbang Timpa Jemaah Salat Id di Alun-Alun Pemalang: 2 Tewas, 2 Lansia Kritis – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Duka menyelimuti suasana Lebaran 2025 di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (Jateng).

    Pasalnya, sejumlah jemaah salat Idul Fitri 1446 Hijriah di Alun-Alun Pemalang menjadi korban pohon tumbang pada Senin (31/3/2025).

    Ambruknya pohon beringin berukuran raksasa ini mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, 2 warga lanjut usia (lansia) dalam kondisi kritis, dan 15 jemaah salat Id luka-luka.

    Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo mengatakan bahwa atas kejadian ini, tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Pemalang, bersama instansi terkait langsung mengevakuasi 19 orang korban yang tertimpa batang pohon tumbang tersebut.

    “Seluruh jemaah sudah kami evakuasi ke rumah sakit, 2 orang korban di antaranya meninggal dunia, 2 orang kritis, dan 15 korban lain mengalami luka ringan,” kata Eko, dilansir TribunBanyumas.com.

    Eko mengungkapkan bahwa identitas korban yang meninggal dunia, yakni seorang pria berinisial R (42), meninggal dunia di lokasi kejadian, dan seorang wanita berinisial AR (39), meninggal dalam perawatan di rumah sakit.

    Kedua korban tewas tersebut merupakan warga Kelurahan Pelutan, Pemalang.

    “Kemudian, korban kritis seorang pria berinisial R (70) dan wanita berinisial TS (68), juga warga Kelurahan Pelutan,” ungkap Eko.

    Setelah mengevakuasi korban, Satreskrim Polres Pemalang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    “Kami masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut,” ujar Eko. 

    Tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, PLN, Damkar, PMI, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang yang tergabung di Pospam Alun-alun Pemalang juga telah mengevakuasi batang pohon tumbang tersebut.

    “Kami juga menempatkan sejumlah personel untuk pengalihan arus lalu lintas selama berlangsungnya evakuasi,” jelasnya.

    Peristiwa tragis ini juga diabadikan melalui rekaman video warga dan diunggah di akun media sosial TikTok milik @riyandwiyogapratama.

    “POHON BERINGIN RAKSASA DI ALUN ALUN PEMALANG AMBRUK, TIMPA JAMAAH SHOLAT IDUL FITRI,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

    Dalam video berdurasi 45 detik itu terlihat sebuah pohon beringin berukuran raksasa telah tumbang menutupi sebuah jalan beraspal.

    Robohnya pohon beringin raksasa itu juga tampak memutus sejumlah kabel listrik yang berada di sekitarnya.

    Para warga pun mengelilingi lokasi kejadian dengan masih menggunakan mukena hingga baju koko.

    Tampak sejumlah pihak Kepolisian dan anggota TNI bersiaga di sekitar TKP.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini terjadi saat para jemaah sedang menyiapkan diri untuk salat Ied.

    Tampak dalam video tersebut, ambulance dan tim medis segera bersiap siaga menuju ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan medis.

    Dalam video tersebut juga memperlihatkan sejumlah sajadah hingga sandal para korban masih berserakan hingga terdapat noda darah di beberapa titik.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Kronologi Pohon Beringin Raksasa di Pemalang Ambruk Timpa Jamaah Sholat Idul Fitri, 2 Orang Tewas

    (Tribunnews.com/Nina Yuniar) (TribunJateng.com/Alifia) (TribunBanyumas.com/Indra Dwi Purmomo)