Category: Tribunnews.com Regional

  • Pria Bacok Bos Katering hingga Tewas di Bangkalan, Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban – Halaman all

    Pria Bacok Bos Katering hingga Tewas di Bangkalan, Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, Bangkalan – Seorang pria berinisial AM (35) ditangkap oleh Satreskrim Polres Bangkalan setelah diduga membunuh RS (41), bos katering, di Desa Durin Barat, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Madura.

    Kejadian tersebut berlangsung, pada Senin (31/3/2025) pukul 19.00 WIB, dan menyebabkan korban mengalami luka bacok fatal.

    Kronologi Kejadian

    AM ditangkap kurang dari empat jam setelah insiden.

    Korban RS ditemukan warga dalam keadaan telungkup dan bersimbah darah di pinggir Jalan Raya Desa Durin Barat.

    Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa AM menggunakan senjata tajam jenis calok untuk menghabisi nyawa RS.

    Menurut Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, pelaku dan korban adalah teman lama yang sama-sama merantau di Jakarta.

    “Di tanah rantau, korban dan istri berprofesi sebagai pengusaha katering, sementara pelaku berjualan nasi bebek,” ungkap Hafid.

    Motif Pembunuhan

    Motif pembunuhan ini diduga terkait dengan masalah asmara.

    AM mencurigai istrinya berselingkuh dengan korban.

    “Peristiwa pembunuhan itu terjadi saat korban berboncengan dengan istrinya menggunakan sepeda motor. Istri korban melihat kejadian tersebut,” jelas Hafid dalam konferensi pers pada Selasa, 1 April 2025.

    Setelah kejadian, foto korban dengan posisi telungkup beredar luas di beberapa grup WhatsApp, menambah kehebohan kasus ini.

    AM kini dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

    (TribunMadura.com/Ahmad Faisol)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Kronologi Penemuan Mayat Sejoli dalam Mobil di Surabaya, Tidak Ditemukan Tanda-tanda Kekerasan – Halaman all

    Kronologi Penemuan Mayat Sejoli dalam Mobil di Surabaya, Tidak Ditemukan Tanda-tanda Kekerasan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Warga Surabaya digemparkan oleh penemuan dua orang yang tewas di dalam mobil Toyota Innova hitam di tengah Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, pada Selasa (1/4/2025) pagi. 

    Kejadian ini menarik perhatian karena kondisi mobil yang ditemukan masih menyala, dengan AC dan lampu sein dalam keadaan aktif.

    Kronologi penemuan bermula saat sekitar pukul 08.40 WIB, tim medis Pemkot Surabaya menerima laporan tentang dua orang yang tidak sadarkan diri dalam mobil.

    Setelah tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan, tim memastikan bahwa kedua korban telah meninggal dunia.

    Temuan ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian, yang segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Korban pria diidentifikasi sebagai HAB (26), warga Petemon, Sawahan, Surabaya, ditemukan di kursi pengemudi.

    Sementara itu, korban wanita, QV (23), warga Kedung Baruk, Rungkut, Surabaya, ditemukan di kursi penumpang depan.

    Polisi menduga keduanya adalah pasangan bukan suami istri karena memiliki alamat berbeda pada kartu identitas mereka.

    Saat petugas tiba, mesin mobil masih dalam keadaan menyala, AC tetap beroperasi, dan lampu sein berkedip di sisi kiri, seolah memberikan sinyal belok.

    Mobil tersebut diduga telah berhenti di lokasi sejak Minggu (30/3/2025), berdasarkan kesaksian seorang asisten rumah tangga (ART) yang tinggal di sekitar tempat kejadian.

    Pada awalnya, ART yang melihat mobil mengira pengemudi hanya berhenti sejenak namun karena mobil tetap di tempat yang sama selama lebih dari satu hari tanpa ada pergerakan, ia mulai curiga.

    ART kemudian memberitahukan tetangga, pengurus RT, dan satpam setempat, yang akhirnya memutuskan untuk memeriksa kondisi dalam mobil.

    Setelah diketuk dan tidak ada respons, mereka segera menghubungi pihak berwenang.

    Penyelidikan Awal dan Dugaan Penyebab Kematian

    Kapolsek Gubeng, Kompol Eko Sudarmanto, menyebutkan bahwa dugaan awal penyebab kematian korban adalah keracunan gas berbahaya di dalam kabin mobil.

    Namun, kepastian mengenai hal ini masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan di Kamar Mayat RSUD dr. Soetomo Surabaya.

    Meski demikian, hasil visum luar dari Tim Inafis Polrestabes Surabaya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas luka mencurigakan pada tubuh korban.

    Barang berharga mereka, termasuk ponsel, uang, dan perhiasan, masih berada dalam mobil dan melekat pada tubuh korban, mengindikasikan bahwa tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian ini.

    Pihak kepolisian juga mengamankan kendaraan sebagai barang bukti guna mendukung penyelidikan lebih lanjut.  (TribunJatim.com/Luhur Pambudi)

  • Mudik ke Ciamis, Ibu Asal Pengalengan dan Bayinya Umur 4 Bulan Ditinggal Suami di Masjid Tasikmalaya – Halaman all

    Mudik ke Ciamis, Ibu Asal Pengalengan dan Bayinya Umur 4 Bulan Ditinggal Suami di Masjid Tasikmalaya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kronologi seorang ibu dan anaknya berumur 4 bulan ditinggalkan suaminya di Masjid Kaum Ciawi, tepatnya wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (1/4/2025) pagi.

    Dede (35) asal Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, awalnya berangkat dari rumahnya menuju Ciamis bersama suami dan anaknya berumur 4 bulan.

    Saat melewati kawasan Gentong, pasangan suami istri tersebut sempat menginap di Masjid Kaum Ciawi, Tasikmalaya.

    Tapi pada pukul 06.00 WIB pagi, dirinya kaget sang suami sudah tidak ada. 

    Dede bersama anaknya tersebut tertinggal sehingga kebingungan mencari keberadaan suaminya tersebut.

    Dirinya bersama anaknya tersebut ditemukan oleh anggota Polres Tasikmalaya Kota yang sedang berpatroli di wilayah Kadipaten.

    Menanggapi hal ini, Kepala Pos Terpadu Ampera AKP Asep Saefulloh menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan informasi ada seorang pemudik bersama bayinya yang ditinggalkan suaminya di Masjid wilayah Ciawi.

    Kemudian pihaknya bersama anggota langsung menemui sang ibu yang tengah kebingungan mencari keberadaan suaminya tersebut.

    “Kami pos terpadu Ampera Polres Tasikmalaya kota bahwa membenarkan, bahwa tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB, mendapatkan informasi dari anggota polsek ciawi yang sedang melaksanakan patroli bertemu dengan ibu-ibu yang sedang menggendong bayi usia diperkirakan 4 bulan,” ucap pria yang menjabat sebagai Kapolsek Pagerageung ketika ditemui wartawan.

    AKP Asep menjelaskan awalnya mereka bertanya kepada anggota mau ke polsek yang terdekat. 

    Kebetulan anggota tengah patroli dan langsung menyerahkan ke pos terpadu ampera.

    “Sehingga kami mengambil inisiatif karena bertanya, si ibu tersebut berangkat dari pengalengan itu mau mudik ke ciamis,” jelasnya.

    Bahkan pihak Polres Tasikmalaya Kota mengambil inisiatif memfasilitasi, karena bayinya ingin minum susu, dan si ibunya belum makan.

    “Kami sudah memfasilitasi kegiatan tersebut demi kemanusiaan diantarkan melalui travel ke alamat rumahnya di pangalengan,” ucap AKP Asep.

    AKP Asep mengatakan, korban tidak tahu alamat rumah suaminya yang ada di Ciamis sehingga pihaknya mengantarkan kembali si ibunya ke daerah asalnya ke Pangalengan Kabupaten Bandung menggunakan travel.

    “Si ibu berangkat dibonceng oleh suaminya menggunakan roda dua dari arah Pangalengan menuju Ciamis, dan keduanya sempat menginap di Masjid Kaum Ciawi. Saat bangun, istrinya bingung karena suaminya sudah tidak ada,” pungkasnya.

    Korban mengaku tak ada masalah apapun dengan suaminya.

    “Yang jelas kami juga belum mengetahui penyebabnya, saat ditanyakan pun tidak ada percekcokan rumah tangga, dan keduanya berangkat dari Pangalengan baik-baik saja,” tuturnya.

     

  • 3 Anggota Polisi Dianiaya di Muna Barat Sultra: 2 Oknum TNI Diamankan, 6 Warga Sipil Jadi Tersangka – Halaman all

    3 Anggota Polisi Dianiaya di Muna Barat Sultra: 2 Oknum TNI Diamankan, 6 Warga Sipil Jadi Tersangka – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, KENDARI- Dua oknum TNI dan warga sipil diduga mengeroyok anggota polisi di Polsek Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat (Mubar) Sulawesi Tenggara (Sultra).

    Petugas polisi tersebut dikeroyok saat melaksanakan pengamanan malam takbiran, Senin (31/4/2025) sekira pukul 00.30 WITA.

    Kedua oknum TNI tersebut adalah Serda AN anggota Den Intel Korem Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Pratu R, anggota Kodim Kendari.

    Keduanya kini sudah ditangani Korem 143 Haluoleo Kendari bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom).

    Danrem 143 Haluoleo Kendari menegaskan pihaknya akan menindak tegas Serda AN dan Pratu R sesuai aturan di militer.

    Hal tersebut disampaikan Kasi Intel Korem 143 Haluoleo Kendari, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo saat dikonfirmasi terkait penanganan dua personel TNI tersebut.

    Gatot mengatakan insiden pengeroyokan tersebut terjadi karena kesalapahaman. Meski begitu, Korem 143 Kendari tidak akan mentolerir aksi pemukulan anggota terhadap tiga polisi.

    “Sudah pak. Intinya ada kesalahpahaman terkait permasalahan itu, untuk anggota tetap akan diproses sesuai aturan yang ada,” ungkapnya saat dikonfirmasi Selasa (01/4/2025)

    “Tadi Kapolda dan Danrem langsung turun kelapangan menyelesaikan hal tersebut,” lanjutnya.

    Kolonel Inf Gatot menegaskan, Korem 143 akan memberikan sanksi kepada Pratu R jika terbukti melanggar.

    Sementara Serda AN akan dibawa ke Kendari Rabu besok kemudian diterbakan ke Palu Sulawesi Tengah.

    “Kita gak ada ragu-ragu untuk memproses anggota yang salah. Yang dari palu besok pagi dibawa ke kendari dan dijemput personel dari korem Palu,” ujar Kasi Intel Korem. 

    6 orang jadi tersangka

    Polres Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan enam tersangka atas kasus penganiayaan terhadap tiga anggota polisi tersebut.

    Sebelumnya Polres Muna mengamankan sembilan warga sipil yang terlibat dalam tindak penganiyaan tersebut.

    Kasi Humas Ipda Baharuddin menerangkan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah pria yang diamankan saat insiden penganiyaan.

    “Setelah melalui tahapan pemeriksaan dan penyelidikan terkait insiden tersebut,  sembilan orang yang diamankan saat kejadian terdapat 6 berstatus tersangka dan 3 saksi,” ungkapnya pada Senin (1/4/2025).

    Ia menambahkan satu dari enam tersangka merupakan anak di bawah umur, sehingga pihaknya akan melakukan koordinasi terkait proses hukumnya.

    Selain itu, anggota TNI inisial AN bertugas di Den Intel KOREM Palu dan  Pratu R bertugas di Kodim Kendari telah diamankan pihak polisi militer terkait insiden penganiayaan anggota polisi.

     

     

    Penulis: Laode Ari

    dan

    Polisi Tetapkan Enam Warga Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Personel Polisi di Muna Barat

  • Berhenti di Cilegon Karena Kaki Bengkak, Pria Madura Hentikan Jalan Kaki ke Makkah – Halaman all

    Berhenti di Cilegon Karena Kaki Bengkak, Pria Madura Hentikan Jalan Kaki ke Makkah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, CILEGON- Muhammad Muheb Alfarizi (35) batal melakukan ibadah haji dengan cara jalan kaki Madura – Makkah, Arab Saudi.

    Muheb sebenarnya bersama Anas Mahfud (40) melakukan perjalanan dari Madura sejak 1 Februari 2025.

    Muheb memutuskan kembali ke Madura sekaligus menghentikan langkahnya di Cilegon, Banten.

    Semua terpaksa tidak bisa dilanjutkan karena kaki Muheb bengkak.

    Kisah itu dibagikan akun @informasi_malangraya.

    Dalam postingan tersebut, kabarnya warga tersebut tidak kuat meneruskan niatan mereka karena luka pada kaki.   

    Kaki Muheb mengalami pembengkakan serius. 

    Muheb juga mengaku ada ketidakcocokan dengan rekannya, Anas Mahfud dalam perjalananya ke Mekkah.   

    Muheb juga menyampaikan permintaan maaf  kepada semua relawan yang telah  memberikan dukungan dan bantuan selama  perjalanan. 

    Tidak diketahui apakan rekan Muheb tetap melanjutkan  perjalanan atau juga kembali ke Madura.  

    Reaksi warganet

    Kisah pria jalan kaki dari Madura menuju Mekkah menuai banyak komentar.

    Komentar deras mengalir usai seorang pria memutuskan tak melanjutkan perjalanannya.

    Kembalinya kedua warga tersebut mendapatkan cibiran dari netizen.  

    Sebagian orang memang meragukan perjalanan ke Mekkah murni untuk ibadah, tetapi dinilai sebagai bentuk minta-minta sumbangan selama perjalanan.  

    “Ga apa-apa seng penting donasi sudah  terkumpul, cukup gawe riyoyo wkwkw,”  komentar @hexacurse.  

    “Donasi sudah terkumpul saatnya  pulkam?” kata @setiawanbayu549.  

    “Gitu amat cari uang di balik agama,” komentar @r_fajar_adhi_hartomo.   

    “Haji bila yang mampu, bukan yang nekat,” kata @teguhdwic91

    “Udah dapet duit banyak ya pulang lah ngapain cape-cape jalan ke Mekkah,” kata @r_mahllo.

    Penulis: yudistirawanne

  • Warga Bone Sulsel Tewas Dibacok Tetangga Saat Melayat, Ini Keterangan Polisi – Halaman all

    Warga Bone Sulsel Tewas Dibacok Tetangga Saat Melayat, Ini Keterangan Polisi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BONE-  Larang (70), warga Desa Ureng Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) tewas dibacok tetangganya saat melayat.

    Seorang saksi mata, Mansur (45) mengatakan pelaku dan korban pada saat itu sedang melayat tetangga mereka, Selasa (1/4/2025).

    “Pergi melayat ini korban (Larang) tadi siang di rumahnya tetangganya tapi tiba-tiba, datang Arman langsung tebas,” ujarnya. 

    Menurut Mansur, korban (Larang) sempat melarikan diri.  Namun pelaku tetap mengejar korban. 

    “Lima kali ditebas menggunakan parang ini Larang. Kami takut memang meki mendekat karena jangan sampai kita juga nakenna parang,” jelasnya. 

    Kronologis

    Kasi Humas Polres Bone, Iptu Reyendra saat dikonfirmasi tribun-timur.com, Selasa (1/4/2025) malam membenarkan peristiwa tersebut. 

    Iptu Reyendra mengungkapkan kronologi dari peristiwa berdarah tersebut. 

     Sekira pukul 10.00 Wita, pelaku Arman (50) dan korban sama-sama datang melayat di rumah tetangganya.

    Pada saat duduk di pekarangan rumah duka pelaku Arman sudah membawa sebilah parang, namun warga menghiraukan.

    Mereka mengira pelaku dari kebunnya.

    “Dan sekitar pukul 11.30 Wita, korban keluar dari rumah duka menuju pekarangan rumah sambil bicara dengan warga lainnya yang dimana jarak dari posisi pelaku sekitar 7 meter dan pada saat itu pelaku melihat korban dan langsung mendekati korban dan memarangi pada bagian leher korban,” ujarnya.

    Kemudian, setelah ditebas, korban langsung lari masuk menuju dalam rumah duka.

     Pelaku pun kembali mengejar dan membacok korban. 

    “Kemudian pada saat di dalam rumah duka, dibantu warga lainnya yang sedang melayat langsung menarik pelaku untuk tidak melanjutkan aksinya memerangi korban,”jelasnya.

    “Setelah itu korban langsung dibawa kerumah RS Umum Tenriawaru untuk dilakukan pertolongan. Namun pada saat sampai di rumah sakit dokter menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia di perjalanan,” sambungnya. 

    Iptu Reyendra mengaku pelaku sudah menyerahkan diri ke polisi. 

    “Sudah menyerahkan diri tadi, dan untuk motifnya masih didalami,” tandasnya.

    Penulis: Wahdaniar 

    dan

    Kronologi Larang Warga Palakka Bone Tewas Diparangi Arman saat Melayat

  • Sepasang Pria dan Wanita Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil yang Terparkir 2 Hari di Surabaya – Halaman all

    Sepasang Pria dan Wanita Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil yang Terparkir 2 Hari di Surabaya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Sepasang pria HAB (26) dan wanita QV (23) ditemukan meninggal dunia di dalam mobil di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur.

    Saat ditemukan meninggal dunia, kondisi mobil yang ditumpangi keduanya masih dalam kondisi menyala. AC, dan lampu sein mobil juga masih menyala.

    Penemuan ini bermula dari kecurigaan seorang asisten rumah tangga (ART) yang tinggal di sekitar lokasi.

    Mobil tersebut pertama kali terlihat berhenti sejak Minggu (30/3/2025). 

    Awalnya, saksi mengira mobil itu hanya parkir sementara. Namun, hingga Selasa (1/4/2025) pagi, kendaraan itu masih berada di tempat yang sama.

    Merasa ada sesuatu yang tidak beres, ART tersebut melaporkan temuannya kepada tetangga dan pengurus RT setempat.

    Bersama beberapa warga, mereka mencoba mengetuk kaca mobil, tetapi tidak ada respons dari dalam. Akhirnya, mereka segera menghubungi pihak berwenang melalui layanan darurat 110.

    Korban Dinyatakan Meninggal

    Petugas medis dari Pemkot Surabaya dan BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 08.40 WIB.

    Saat pemeriksaan dilakukan, mereka menemukan dua orang di dalam mobil dalam keadaan tidak sadar.

    Setelah dilakukan pengecekan medis, keduanya dipastikan telah meninggal dunia.

    “Petugas terkait tiba di lokasi langsung melakukan pengecekan dan penanganan korban tidak sadar. Setelah pengecekan oleh TGC Timur, kedua korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, Buyung Hidayat, saat dihubungi, Selasa (1/4/2025).

    Korban pria berinisial HAB (26), warga Petemon, ditemukan dalam posisi duduk di kursi pengemudi.

    Sedangkan korban wanita berinisial QV (23), warga Kedung Baruk, ditemukan tak bernyawa di kursi penumpang depan.

    Tidak ditemukan bekas kekerasan

    Kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun di sekitar mobil.

    Bahkan, barang berharga mereka seperti ponsel, uang, dan perhiasan masih utuh.

    Kapolsek Gubeng, Kompol Eko Sudarmanto, menyebut bahwa kedua korban diduga merupakan pasangan sejoli karena memiliki alamat yang berbeda.

    “Kalau saya lihat KTP-nya bukan (pasangan suami istri). Mungkin itu (masih pacaran). Karena bukan satu alamat, alamatnya berbeda,” ungkapnya.

    Masih Menunggu Hasil Autopsi

    Kepastian mengenai penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi di RSUD dr. Soetomo Surabaya.

    Berdasarkan kondisi jenazah, polisi memperkirakan bahwa keduanya sudah meninggal sejak Minggu (30/3/2025).

    Terlepas dari hasil autopsi yang masih dilakukan, Kompol Eko memastikan bahwa hasil visum luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau tindak pidana.

    “Gak ada tanda-tanda (mencurigakan yang aneh). Secara umum tidak ada. Kayak orang meninggal wajar. Sudah kami amankan. Mobil kami amankan. Kami penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

    Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap misteri kematian pasangan tersebut.

    Penulis: Luhur Pambudi

  • Momen Lebaran, Gibran Dapat Masukan dari Jokowi soal Jadi Wapres – Halaman all

    Momen Lebaran, Gibran Dapat Masukan dari Jokowi soal Jadi Wapres – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, SOLO – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka mendapatkan masukan dari ayahnya, Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.

    Diketahui, Gibran mengajak istrinya Selvi Ananda  dan kedua anaknya Jan Ethes dan La Lembah ke rumah orangtuanya Jokowi dan Iriana Jokowi pada Selasa (1/4/2025).

    Ditemui di lokasi berbeda, Gibran mengaku tidak terlalu lama berbincang dengan kedua orang tuanya pada momen Lebaran kali ini.

    Hal itu tak lain karena pada momen tersebut keluarga besarnya tengah berkumpul.

    “Nggak ngobrol, karena banyak orang di situ. Saya ketemu pakde budhe yang lain,” ungkap Gibran.

    Namun demikian, Gibran menerangkan bahwa dirinya sempat mendapat masukan dari Jokowi.

    Masukan tersebut terkait kinerja dirinya yang kini duduk sebagai orang nomor dua di Indonesia.

    “Ya ada beberapa masukan,” lanjut Gibran.

    Disinggung terkait masukan yang diberikan Jokowi kepada dirinya, Gibran enggan mengungkapkannya.

    “Lihat nanti saja ya,” pungkasnya.

    Temui warga

    Dari informasi yang diperoleh, Gibran pulang ke Solo sejak Senin (31/3/2025) siang kemarin.

    Namun Gibran baru beraktivitas seperti blusukan dan bagi-bagi sembako pada hari kedua Lebaran kali ini.

    Gibran membagikan sejumlah paket sembako bertuliskan Bantuan Wakil Presiden RI di depan halaman Gedung Serbaguna Graha Saba Buana jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari Kota Solo.

    Dengan ditemani Wali Kota Solo Respati Ardi, Gibran juga memanfaatkan waktu pulang kampung untuk blusukan menemui warga.

    “Hari ini kita ngecek beberapa tempat dengan pak Wali Kota,” ujar Gibran saat ditemui awak media di depan Graha Saba Buana, Selasa (1/4/2025).

    Gibran menjelaskan bahwa dirinya membagikan paket sembako kepada warga Kota Bengawan di dua tempat yang berbeda yakni depan Graha Saba Buana dan Masjid Raya Sheikh Zayed.

    Lebih lanjut, Gibran mengaku memang kesempatan pulang kampung saat Lebaran kali ini juga ia memanfaatkannya untuk mendengar keluhan warga.

    “Mumpung mampir Solo dua malam, cukuplah untuk menampung aspirasi nanti ditindaklanjuti pak Wali Kota,” lanjut dia.

    Sebagai informasi, Gibran blusukan di sejumlah lokasi di Kota Solo pada hari ini seperti di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan dan di Kampung Kratonan, Kecamatan Serengan.

    Gibran memang telah sampai di Kota Solo sejak Senin (31/3/2025) siang kemarin.

    Bahkan pada Selasa siang kemarin, Gibran sempat menemui Wali Kota Solo Respati Ardi yang tengah menggelar open house di rumah dinasnya, Loji Gandrung.

     

    Penulis: Andreas Chris Febrianto

    dan

    Balik Kampung, 2 Lokasi di Solo Ini Jadi Sasaran Wapres RI Gibran Bagi-bagi Sembako

  • Viral Ambulans Berisi Rombongan Ibu-ibu Terobos Kemacetan di Tol Bocimi, Sopir Sebut Hendak ke Lapas – Halaman all

    Viral Ambulans Berisi Rombongan Ibu-ibu Terobos Kemacetan di Tol Bocimi, Sopir Sebut Hendak ke Lapas – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BOGOR- Polisi meminta ambulans yang menerobos kemacetan di Exit Tol Bocimi GT Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat, putar balik.

    Hal itu disebabkan ambulans tersebut tidak membawa pasien melainkan sejumlah ibu-ibu.

    Ambulans itu diketahui berasal dari Desa Kompa, Parungkuda, Sukabumi. Sopir ambulans tersebut kemudian meminta maaf melalui video berdurasi 53 detik.

    “Saya sopir ambulans Desa Kompa meminta maaf terutama pemerintah Desa Kompa, ibu lurah, karena saya tidak ada izin untuk mengantarkan ibu-ibu ke lapas,” kata sopir, Selasa (1/4/2025).

    Sopir tersebut mengatakan ibu-ibu tersebut bukan hendak berwisata tapi hendak ke lembaga pemasyarakatan (Lapas).

    “Sebenarnya keberangkatan itu bukan untuk berwisata ke (pantai) Palabuhanratu, ini (untuk) mengantarkan ibu-ibu untuk menjenguk anaknya ke lapas (Warungkiara),” ucapnya.

    “Itu saja yang saya sampaikan dan saya memohon maaf ke semua pihak,” lanjut sopir ambulans Desa Kompa dalam video tersebut yang dikirimkan oleh Camat Parungkuda, Kurnia.

    Pernyataan camat

    Kurnia menyayangkan penggunaan mobil ambulans demi kepentingan pribadi.

    “(Saya meminta) Kepala desa untuk lebih mengawasi penggunaan ambulans desa, karena rata-rata baik kunci maupun operasional mobilnya langsung dipegang sopir ambulans,” kata Kurnia.

    Kurnia mengingatkan agar setiap penggunaan mobil ambulans sesuai peruntukannya, terutama saat masa libur Idul Fitri, dan tidak disalahgunakan, apalagi dengan menggunakan rotator dan sirene.

     

     

  • Pria Bacok Bos Katering hingga Tewas di Bangkalan, Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban – Halaman all

    Pria Tewas di Semak-Semak Bangkalan, Diduga Dibacok Teman Seperantauan karena Motif Asmara – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Warga Bangkalan digegerkan oleh beredarnya foto di media sosial pada Senin (31/3/2025) malam, yang memperlihatkan seorang pria ditemukan tewas dalam posisi telungkup di semak-semak.

    Dalam foto itu, terdapat tulisan “Desa Durin Barat” serta terlihat luka menganga di bagian kepala yang diduga akibat bacokan senjata tajam.

    Korban diketahui mengenakan jaket hitam dan celana jins biru.

    Hal ini dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi.

    Ia mengatakan, pria yang tergeletak di dalam foto itu telah meninggal dunia sekira pukul 19.30 WIB di Desa Durin Barat, Kecamatan Konang.

    “(Luka bacok) kurang lebihnya seperti itu, iya (Desa Durin Barat), barusan sudah dievakuasi ke rumah sakit. Kami masih menunggu hasil visum berkaitan (berapa) luka bacok,” ungkap Hafid kepada Tribun Madura.

    Bersamaan dengan beredarnya foto itu, viralnya juga tiga rekaman suara seorang pria berdurasi pendek dalam Bahasa Madura.

    Rekaman suara pertama berbunyi, ‘Iyeh jiyah gik buruh kejadian (iya itu kejadian barusan).

    Pada rekaman suara kedua, ‘Masalah nah ngocak reng binik pak (masalahnya soal perempuan), tape a jiyah anoh, Durin berek bik Kelbung (tapi itu anu, Desa Durin Barat/Kecamatan Konang dan Desa Kelbung/Kecamatan Galis).

    Sementara pada rekaman suara ketiga, ‘Yeh lok taoh gik nah info nah pole, kin ding gendi ngah giknangah reng binik’ (Ya belum tahu lagi infonya, cuma info sementara yang berkembang masalah perempuan).

    Polisi berhasil menangkap seorang pria berinisial AM (35), warga Desa Durin Barat, Kecamatan Konang, pada Senin (31/3/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.

    AM diamankan dan dibawa ke Polres Bangkalan atas dugaan pembunuhan terhadap RS (41), warga Desa Kelbung, Kecamatan Galis, yang ditemukan tewas di pinggir Jalan Raya Desa Durin Barat sekitar pukul 19.00 WIB.

    Dalam penangkapan tersebut, polisi juga menyita barang bukti berupa senjata tajam jenis calok yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.

    AKP Hafid mengungkapkan bahwa pelaku dan korban merupakan teman seperantauan di Jakarta dan sama-sama pulang ke Bangkalan untuk mudik.

    Di perantauan, korban menjalankan usaha katering bersama istrinya, sementara pelaku berprofesi sebagai penjual nasi bebek.

    “Konco (teman) nongkrong bareng. Peristiwa pembunuhan itu terjadi saat korban RS berboncengan mengendarai sepeda motor bersama isterinya.”

    “Korban dibacok oleh pelaku, isteri dari korban melihat kejadian tersebut,” ungkap Hafid di hadapan sejumlah awak jurnalis, Selasa (1/4/2025).

    Adapun motif pelaku menghabisi nyawa adalah asmara.

    “Motifnya asmara, pelaku mencurigai isterinya ada main asmara dengan korban saat di perantauan.”

    “Kami jerat pelaku dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, ancaman 15 tahun penjara,” pungkas Hafid.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunMadura.com dengan judul BREAKING NEWS: Beredar Foto Pria di Bangkalan Tewas dengan Luka Bacok, Polisi Amankan 1 Orang

    (Tribunnews.com/Falza) (TribunMadura.com/Ahmad Faisol)