Category: Tribunnews.com Regional

  • Tersinggung Ditanya, Kepala Desa di Nganjuk Jatim Aniaya Warganya – Halaman all

    Tersinggung Ditanya, Kepala Desa di Nganjuk Jatim Aniaya Warganya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, NGANJUK – RK, seorang Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur aniaya warganya, CPP (28).

    RK memukul CPP karena tersinggung pertanyaan korban.  

    Kapolres Nganjuk, AKBP Siswantoro mengatakan peristiwa dugaan penganiayaan yang melibatkan Kades RK 44 terjadi di pertigaan Dusun Gondang, Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono, Senin (31/3/2025) sekira pukul 00.37 WIB. 

    Insiden itu bermula saat CPP menemui RK guna mempertanyakan penuntasan masalah pengoroyokan antarwarga yang terjadi sebelumnya. 

    Korban, sebetulnya ingin persoalan lekas selesai secara kekeluargaan lewat upaya mediasi sang kades. 

    Namun, RK memberikan respons yang mengejutkan. RK sekonyong-konyong menyerang korban. 

    “Kades justru tersinggung dengan korban saat ditanya soal penyelesaian pengeroyokan. Dia naik pitam kemudian memukul korban hingga menyebabkan luka lebam di wajah,” katanya, Kamis (3/4/2025). 

    Dipukul RK, korban lantas beranjak dari lokasi.

     Selanjutnya, korban memutuskan melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Kertosono. 

    “Laporan sudah kami terima. Tindakan awal Unit Reskrim Polsek Kertosono berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Nganjuk menghimpun keterangan para saksi. Termasuk mendatangi lokasi kejadian,” jelasnya. 

    Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Julkifli Sinaga menyatakan pihaknya bakal menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku. 

    Menurut Julkifli, selain memeriksa saksi, petugas juga rampung melakukan visum terhadap korban. Langkah ini adalah bagian dari penyelidikan. 

    Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap fakta lebih lanjut.

    “Kami akan memastikan semua proses berjalan transparan dan profesional, termasuk pendalaman keterangan dari saksi-saksi,” ucapnya. 

    Penulis: Danendra Kusuma

  • Oknum Guru Silat Cabuli 7 Anak di Bawah Umur di Wonogiri Jateng, Begini Keterangan Polisi – Halaman all

    Oknum Guru Silat Cabuli 7 Anak di Bawah Umur di Wonogiri Jateng, Begini Keterangan Polisi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, WONOGIRI – Seorang oknum guru silat di Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah diduga mencabuli sejumlah anak di bawah umur.

    Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo menjelaskan laporan dugaan pencabulan itu diterima oleh Polsek Purwantoro pada Jumat (14/3/2025) lalu.

    “Kalau korban sudah ada 7 yang melapor ke kami. Melaporkan orang yang sama,” kata dia, Kamis (3/4/2025).

    Sebelumnya, ada belasan anak di bawah umur dikabarkan menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh seorang oknum guru silat bernama S.

    Anom menyebut hubungan 7 korban yang melapor dan terlapor adalah guru dan murid di satu perguruan silat.

    “Murid di perguruan silat, laporan perbuatan cabul,” jelasnya.

    Menurut dia saat ini polisi terus mengumpulkan barang bukti atas laporan dugaan pencabulan itu. Adapun terlapor juga belum dimintai keterangan.

    “Kita mengumpulkan alat bukti dulu, meminta keterangan korban dan saksi-saksi serta menunggu hasil visum juga,” imbuh Anom.

    Ia menegaskan pihaknya terus melakukan penyelidikan adanya laporan dugaan pencabulan yang dilakukan guru silat di wilayah Kecamatan Purwantoro itu.

    Disisi lain, ia menyebut sudah dilakukan pemeriksaan psikologis kepada beberapa korban. Selain itu beberapa saksi juga telah dimintai keteranga .

    “Sudah ada pemeriksaan psikologis ke beberapa korban, kita juga telah memeriksa saksi-saksi, usai menerima pelimpahan dari Polsek, kita juga langsung melakukan gelar perkara,” pungkas dia.

    Mengaku di Depan Ketua RT

    Oknum guru silat yang mencabuli belasan anak di Wonogiri disebut sudah di sidang di rumah ketua RT setempat. 

    Pelaku disebut mengakui perbuatannya. 

    Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, dugaan pencabulan itu terkuak sebelum bulan ramadan lalu.

    Adapun guru silat yang diduga melakukan pencabulan itu adalah S, seorang laki-laki paru baya yang mana merupakan guru silat.

    “Korbannya anak-anak sekolah. Anak SMP-SMA. Dari wilayah Purwantoro,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.

    Menurutnya, peristiwa itu juga sudah diketahui pemangku kebijakan setempat. Beberapa waktu lalu S sudah dimintai keterangan di rumah salah satu ketua RT.

    “Disidang di sana. Mengakui perbuatannya juga,” terangnya.

    (Penulis: Erlangga Bima Sakti)

     

    dan

    Kesaksian Warga Soal Oknum Guru Silat Cabuli Anak di Wonogiri, Pelaku Mengaku di Depan Pak RT

     

  • Kabar Uang Kompensasi Sopir Angkot Jalur Puncak Bogor Dipotong Rp200 Ribu, Organda: Seikhlasnya – Halaman all

    Kabar Uang Kompensasi Sopir Angkot Jalur Puncak Bogor Dipotong Rp200 Ribu, Organda: Seikhlasnya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membantah memotong uang kompensasi terhadap sopir angkutan kota (Angkot) di jalur Puncak.

    Walau demikian, Organda mengakui anggotanya menerima sejumlah uang dari sopir yang disebut sebagai uang terima kasih.

    Diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil kebijakan menghentikan sementara operasional angkot di jalur Puncak Bogor selama sepekan saat musim libur lebaran 2025 untuk mengantisipasi kemacetan.

    Sebagai pengganti penghasilan, para sopir angkot akan menerima kompenasi sebesar Rp1,5 juta yang terdiri dari Rp1 juta uang tunai dan Rp500 ribu berbentuk sembako.

    Namun baru-baru ini beredar kabar jika adanya pemotongan terhadap kompensasi tersebut sebesar Rp200 ribu, sehingga sopir angkot hanya menerima Rp800 ribu.

    Atas hal tersebut, Sekretaris DPC Organda Kabupaten Bogor, Haryandi membantah jika adanya pemotongan uang kompensasi untuk sopir angkot.

    Berdasarkan hasil penelusurannya, hal tersebut merupakan inisiatif dari sejumlah pengurus komunitasnya masing-masing.

    “Itu tidak benar adanya, tetapi betul ada anggota kami di lapangan menerima sejumlah uang sebagai ucapan terimakasih yang sifatnya seikhlasnya dari beberapa para pengurus paguyuban atau komunitas,” ujarnya kepada wartawan di Simpang Gadog, Kamis (3/4/2025).

    Haryandi mengungkapkan, uang yang terhimpun sebagai ucapan terimakasih tanpa dipatok dari para sopir angkot tersebut berjumlah Rp3,2 juta.

    Ia pun menegaskan jika dalam menghimpun uang tersebut tanpa ada paksaan dan juga tidak semua sopir angkot memberikan kontribusinya.

    Sementara itu, ia menjelaskan imbalan tersebut diberikan sebagai ucapan terimakasih karena timnya telah membantu proses pendataan dalam waktu singkat setelah kebijakan itu diambil.

    “Sekali lagi kami dari Organda Kabupaten Bogor menyatakan bahwa hal pemotongan itu tidak benar adanya, tetapi hanya menerima imbalan terimaksih sesuatu yang sekali lagi sifatnya sukarela,” katanya.

    Puluhan Sopir Angkot Tetap Beroperasi Saat Libur Lebaran

    Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat menemukan terdapat puluhan angkot yang masih nekad beroperasi di jalur Puncak, Bogor.

    Padahal, Gubernur Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sudah mengeluarkan instruksi agar tidak ada angkot yang beroperasi guna mengantisipasi kemacetan di jalur Puncak Bogor selama libur lebaran 2025.

    Selama diliburkan 7 hari, para sopir angkot mendapatkan kompensasi sebesar Rp1,5 juta untuk menutup penghasilannya.

    “Ada sekitar 20 kendaraan yang saat ini seharusnya tidak beroperasi sudah menerima kompensasi,” kata Sekretaris Dishub Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar di Simpang Gadog, Kamis (3/4/2024).

    Dhani Gumelar mengatakan, para sopir angkot yang masih beroperasi tersebut memberikan alasan yang beragam. 

    Ada yang beralasan demi kepentingan keluarga, ada yang mengaku tidak tahu, bahkan ada juga yang mengaku belum menerima kompensasi.

    Namun, kata dia, apapun alasannya tak bisa dibenarkan karena pemerintah telah memberikan kompensasi untuk 651 sopir angkot.

    “Jadi kita memberikan sesuai dengan Organda, jadi saat ini tidak ada pengecualian, seluruhnya tidak boleh beroperasi,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih menyebut angkot yang tetap beroperasi tersebut diberikan tindakan putar balik oleh anggotanya di lapangan.

    Apabila kedapatan masih terus beroperasi, maka pihaknya tak segan untuk mencabut izin operasional dari angkot tersebut.

    “Jadi kalau sudah imbauan 1, 2, 3 masih terus seperti itu, kita cek surat-suratnya segala macem kita fotoin, kalau masih tetep beroperasi akan kita lakukan untuk penindakan yaitu pencabutan izin trayek,” tegasnya.

    Di samping itu, anggotanya pun telah tergelar di sepanjang jalur Puncak Bogor untuk melakukan pengawasan terhadap angkot-angkot yang masih beroperasi saat libur lebaran.

    “Dari mulai Gadog sampe Gunung Mas kita lakukan pengawasan, di titik yang di mana simpang yang perlu diawasi kita awasi, ada delapan titik,” katanya.

    Penulis: Muamarrudin Irfani

  • Ribuan Orang Masih Menyeberang ke Sumatra dari Pelabuhan Merak – Halaman all

    Ribuan Orang Masih Menyeberang ke Sumatra dari Pelabuhan Merak – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, CILEGON – Ribuan orang masih menyebrang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Rabu (2/4/2025) pukul 23.59 WIB.

    Jumlah penumpang yang menyebrang pada arus mudik Lebaran 2025 nampak lebih ramai dibandingkan jumlah penumpang yang tiba.

    Kapal-kapal yang berlayar menuju Sumatera, terlihat masih sesak dipenuhi penumpang dan kendaraan.

    Keramaian juga nampak di area parkir pelabuhan, puluhan kendaraan roda empat masih mengantre masuk ke dermaga.

    Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Shelvy Arifin mengatakan, pada periode 2 April 2025, pihaknya mengoperasikan 30 unit kapal melayani pemudik yang menyeberang ke Sumatera.

    Adapun realisasi total penumpang yang menyeberang mencapai 41.802 orang.

    Ia mengatakan, jumlah tersebut naik 11 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 37.500 orang.

    “Sedangkan untuk realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang mencapai 3.220 unit atau naik 28 persen dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 2.521 unit,” ujarnya di Pelabuhan Merak, Kamis (3/4/2025).

    “Kendaraan roda empat mencapai 4.967 unit atau naik 6 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.667 unit,” sambungnya.

    Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, secara keseluruhan selama periode arus mudik 2025 terdapat kenaikan jumlah penumpang di Pelabuhan Merak, yakni sebesar 4 persen.

    “Itu tercatat mulai dari H- 10 hingga H+2 kemarin, yang tercatat sebanyak 1.075.720 orang,” ucapnya.

    “Dan untuk total kendaraan yang menyeberang juga naik 3 persen, di mana tahun ini tercatat ada sebanyak 248.619 yang naik atau menyebrang,” tandasnya.

    Penulis: Ade Feri

  • Pembunuh Jurnalis Juwita di Kalsel Diduga Tidak Hanya Kelasi Satu J  – Halaman all

    Pembunuh Jurnalis Juwita di Kalsel Diduga Tidak Hanya Kelasi Satu J  – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BANJARBARU –  Oknum anggota TNI AL Kelasi Satu J diduga bukan lah pelaku tunggal pembunuhan jurnalis Juwita di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

    Keterangan tersebut disampaikan Pazri selaku Ketua Tim Hukum Korban.

    “Kita minta untuk dikembangkan proses penyidikan, karena kami menduga aksi pembunuhan ini tidak hanya dilakukan oleh pelaku tunggal,” ujar Pazri, Kamis, (03/04/2025). 

    Pazri mengatakan bahwa mereka menduga ada keterlibatan orang lain dalam kasus Jurnalis Juwita ini. 

    “Proses penyidikan harus menyeluruh, kalau ada mobil, motor masa pelaku tunggal,” ungkapnya. 

    Tak hanya itu, Pazri juga mengakui bersama Keluarga Juwita meminta penyidik Denpom Lanal Banjarmasin untuk memeriksa kembali semua rekaman CCTV di sepanjang rute tempat korban ditemukan.

    “Artinya bahwa proses penyidikan harus dilakukan secara menyeluruh termasuk dengan pemeriksaan DNA karena diduga terjadi tindak kekerasan seksual di sana” ujarnya. 

    Ia pun tegas minta penyidikan menyeluruh karena dugaan kuat pelaku dalam menjalankan aksinya tidak sendirian. 

    “Ada dugaan keterlibatan orang lain,” pungkasnya.

    Korban diduga dirudapaksa

    Sebelumnya, Pazri menyampaikan dugaan lainnya berupa kemungkinan rudapaksa terhadap Juwita oleh Jumran, sebelum dibunuh.

    Ia mengatakan, Jumran diduga kuat merudapaksa Juwita sebanyak dua kali.

    Pazri menyebut dugaan rudapaksa pertama dilakukan dalam kurun waktu 25-30 Desember 2024.

    Kemudian, dugaan rudapaksa kedua dilakukan pelaku pada 22 Maret 2025, saat korban ditemukan tewas.

    Menurut Pazri sebelum dugaan rudapaksa yang pertama terjadi, Jumran dan Juwita baru berkenalan pada September 2024.

    Keduanya sempat berkomunikasi lewat media sosial, lalu saling bertukar nomor telepon.

    Pada Desember 2024, Jumran dan Juwita memutuskan bertemu. 

    Menurut Pazri, Jumran meminta Juwita untuk memesan hotel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

    “Pada September 2024, korban dan pelaku  berkenalan lewat media sosial, kemudian komunikasi, lalu tukaran nomor telepon,” katanya.

    “Hingga akhirnya, pada rentang waktu 25-30 Desember 2024, pelaku menyuruh korban memesan kamar hotel di Banjarbaru,” urai Pazri, Rabu (2/4/2025).

    Pazri mengatakan Jumran sempat memiting Juwita di kamar hotel, sebelum akhirnya merudapaksa korban.

    Juwita lantas menceritakan aksi pelaku itu kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025.

    “Setelah itu, pelaku menyuruh korban menunggu, setelah datang pada hari itu, pelaku membawa korban masuk ke dalam kamar dan mendorong ke tempat tidur.”

    “Pelaku sempat memiting korban sebelum merudapaksa,” jelas Pazri.

    “Kejadian ini diceritakan korban kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025, korban menunjukkan bukti video pendek, bahkan ada beberapa foto,” imbuh dia.

    Terkait video pendek itu, jelas Pazri, diambil Juwita setelah Jumran melancarkan aksinya.

    “Bukti di dalam video yang berdurasi sekitar 5 detik itu, korban merekam pelaku sedang mengenakan celana dan baju setelah melakukan aksinya, saat itu korban ketakutan sehingga rekaman video itu bergetar,” pungkasnya.

     

     

    Penulis: Stanislaus Sene

  • Jalan Tol Palembang-Betung Dioperasikan Gratis Selama Arus Mudik dan Balik, Catat Waktunya – Halaman all

    Jalan Tol Palembang-Betung Dioperasikan Gratis Selama Arus Mudik dan Balik, Catat Waktunya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jalan Tol Palembang-Betung Seksi II Rengas-Pangkalan Balai, yang menghubungkan wilayah Sumatera Selatan, mulai beroperasi fungsional selama arus mudik dan balik Lebaran 2025. 

    Ruas tol sepanjang 33 kilometer yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk ini memberikan alternatif perjalanan yang lebih cepat, memangkas waktu tempuh dari Musi Landas ke Betung hingga satu jam lebih.

    “Demi mendukung arus mudik dan balik lebaran, para pemudik bisa melewati jalan tol ini secara gratis. Hanya saja karena proyek belum selesai seluruhnya, maka diberlakukan pembatasan waktu operasional,” ujar Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita dalam keterangan, Minggu (1/4/2025). 

    Untuk mendukung kelancaran arus mudik, jalan tol ini dibuka secara gratis bagi pemudik, meskipun proyeknya belum selesai sepenuhnya. 

    Namun, ada pembatasan operasional hanya selama 10 jam per hari, yakni dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. 

    Pada arus mudik, jalur yang beroperasi adalah dari Musi Landas menuju Pangkalan Balai, sementara pada arus balik, jalur yang dibuka adalah dari Pangkalan Balai menuju Musi Landas.

    Keberadaan jalan tol ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Kabupaten Banyuasin dan mempercepat perjalanan bagi warga yang hendak mudik maupun kembali ke kota. 

    Diharapkan, dengan akses yang lebih cepat, perjalanan antarkabupaten akan lebih lancar, mengurangi kemacetan yang biasanya terjadi pada masa-masa puncak arus mudik dan balik.

    Proyek Jalan Tol Palembang-Betung yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya untuk pemudik, tetapi juga bagi distribusi barang dan komoditas unggulan dari Sumatera Selatan. 

    Jalan tol ini juga diharapkan bisa mendorong pemerataan ekonomi di daerah dengan membuka peluang usaha baru di sekitar jalur tol.

    Pembangunan proyek yang menelan biaya sekitar Rp2,4 triliun ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2026 dan diproyeksikan akan menjadi bagian penting dalam mendukung infrastruktur transportasi di Sumatera.

  • Kuasa Hukum Juwita Duga Ada Pelaku Lain, Yakin Bukan Hanya Jumran yang Membunuh, Tak Mungkin Sendiri – Halaman all

    Kuasa Hukum Juwita Duga Ada Pelaku Lain, Yakin Bukan Hanya Jumran yang Membunuh, Tak Mungkin Sendiri – Halaman all

    TRIBUNNEWS.com – Kuasa hukum Juwita, M Pazri, menduga ada pelaku lain dalam kasus pembunuhan wartawati Newsway asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), tersebut.

    Pazri meyakini pelaku pembunuhan Juwita bukan hanya oknum TNI AL, Kelasi Satu J alias Jumran.

    Dugaan ini disampaikan Pazri, sebab Jumran menyewa mobil saat bertemu Juwita.

    Karena itu, Pazri meminta supaya proses penyidikan dikembangkan.

    “Kita minta untuk dikembangkan proses penyidikan, karena kami menduga aksi pembunuhan ini tidak hanya dilakukan oleh pelaku tunggal,” kata Pazri, Kamis (3/4/2025), dilansir BanjarmasinPost.co.id.

    “Proses penyidikan harus menyeluruh, kalau ada mobil, motor, masa pelaku tunggal?” imbuhnya.

    Pazri menambahkan, perlu bagi Denpom Lanal Banjarmasin memeriksa semua rekaman CCTV di sepanjang rute tempat korban ditemukan.

    Ia juga mendesak agar dilakukan tes DNA, sebab diduga kuat, Jumran merudapaksa Juwita.

    “Artinya bahwa proses penyidikan harus dilakukan secara menyeluruh termasuk dengan pemeriksaan DNA karena diduga terjadi tindak kekerasan seksual di sana,” ujarnya.

    Dugaan Rudapaksa Terhadap Juwita

    Sebelumnya, Pazri juga menyampaikan dugaan lainnya berupa kemungkinan rudapaksa terhadap Juwita oleh Jumran.

    Ia mengatakan, Jumran diduga kuat merudapaksa Juwita sebanyak dua kali.

    Pazri menyebut dugaan rudapaksa pertama dilakukan dalam kurun waktu 25-30 Desember 2024.

    Kemudian, dugaan rudapaksa kedua dilakukan pelaku pada 22 Maret 2025, saat korban ditemukan tewas.

    Pazri mengatakan, sebelum dugaan rudapaksa yang pertama terjadi, Jumran dan Juwita baru berkenalan pada September 2024.

    Keduanya sempat berkomunikasi lewat media sosial, lalu saling bertukar nomor telepon.

    Pada Desember 2024, Jumran dan Juwita memutuskan bertemu. Menurut Pazri, Jumran meminta Juwita untuk memesan hotel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

    “Pada September 2024, korban dan pelaku  berkenalan lewat media sosial, kemudian komunikasi, lalu tukaran nomor telepon.”

    “Hingga akhirnya, pada rentang waktu 25-30 Desember 2024, pelaku menyuruh korban memesan kamar hotel di Banjarbaru,” urai Pazri, Rabu (2/4/2025).

    Lebih lanjut, Pazri mengatakan Jumran sempat memiting Juwita di kamar hotel, sebelum akhirnya merudapaksa korban.

    Juwita lantas menceritakan aksi pelaku itu kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025.

    “Setelah itu, pelaku menyuruh korban menunggu, setelah datang pada hari itu, pelaku membawa korban masuk ke dalam kamar dan mendorong ke tempat tidur.”

    “Pelaku sempat memiting korban sebelum merudapaksa,” jelas Pazri.

    “Kejadian ini diceritakan korban kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025, korban menunjukkan bukti video pendek, bahkan ada beberapa foto,” imbuh dia.

    Terkait video pendek itu, jelas Pazri, diambil Juwita setelah Jumran melancarkan aksinya.

    “Bukti di dalam video yang berdurasi sekitar 5 detik itu, korban merekam pelaku sedang mengenakan celana dan baju setelah melakukan aksinya, saat itu korban ketakutan sehingga rekaman video itu bergetar,” pungkasnya.

    Diketahui, Juwita ditemukan tewas di tepi jalan kawasan Gunung Kupang, Kota Banjarbaru, Sabtu (22/3/2025).

    Korban sempat dikira tewas karena kecelakaan, namun rekan sesama jurnalis menemukan kejanggalan.

    Saat ditemukan, baju yang dikenakan korban tidak sobek dan motor yang dikendarai tak mengalami kerusakan.

    Sementara itu, ditemukan luka di leher dan lebam di bagian leher korban.

    “Lukanya hanya di leher dan ada lebam di belakang leher. Kendaraannya juga tidak mengalami kerusakan berarti,” kata rekan Juwita, Teny Ariana, Selasa (25/3/2025).

    “Kalau kecelakaan, pasti bajunya kotor atau sobek, motornya pun pasti rusak parah,” imbuh dia.

    Setelah ditelusuri, terungkap Juwita menjadi korban pembunuhan oleh Jumran.

    Sebagian artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Kuasa Hukum Jurnalis Juwita Duga Ada Pelaku Lain, Minta Penyidik Denpom AL Kembangkan Penyidikan

    (Tribunnews.com/Pravitri Retno W, BanjarmasinPost.co.id/Stanislaus Sene)

  • Pembunuh Jurnalis Juwita di Kalsel Diduga Tidak Hanya Kelasi Satu J  – Halaman all

    Ada 2 Bukti Baru, Jumran Oknum TNI AL Diduga Bukan Pelaku Tunggal Pembunuhan Jurnalis Juwita – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Kasus tewasnya jurnalis asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Juwita (23) masih menjadi sorotan.

    Juwita diduga dibunuh oleh calon suaminya sendiri, Jumran alias J (23), anggota TNI AL Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) berpangkat Kelasi Satu.

    Terbaru, muncul dugaan bahwa J bukanlah satu-satunya pelaku dalam kasus pembunuhan Juwita ini.

    Dugaan itu muncul setelah penyidik Detasemen Polisi Militer (Denpom) Lanal Banjarmasin mengamankan 2 barang bukti baru berupa satu unit sepeda motor dan satu unit mobil.

    Tim kuasa hukum keluarga korban pun meminta penyidik untuk mengembangkan proses penyidikan.

    “Kita minta untuk dikembangkan proses penyidikan, karena kami menduga aksi pembunuhan ini tidak hanya dilakukan oleh pelaku tunggal,” kata Muhammad Pazri selaku kuasa hukum keluarga korban, kepada BanjarmasinPost.co.id, Kamis, (3/4/2025).

    Pazri mengatakan bahwa pihaknya menduga ada keterlibatan orang lain dalam kasus tewasnya Juwita. 

    “Proses penyidikan harus menyeluruh, kalau ada mobil, motor masa pelaku tunggal,” sebutnya. 

    Pazri juga meminta penyidik Denpom Lanal Banjarmasin agar memeriksa kembali semua rekaman CCTV di sepanjang rute tempat jasad korban ditemukan.

    “Artinya bahwa proses penyidikan harus dilakukan secara menyeluruh termasuk dengan pemeriksaan DNA karena diduga terjadi tindak kekerasan seksual di sana” terangnya. 

    “Ada dugaan keterlibatan orang lain,” imbuhnya.

    Sebagai informasi, Juwita merupakan kontributor media online Newsway.co.id untuk wilayah Banjarbaru-Martapura, Kalsel.

    Jasad Juwita ditemukan di tepi jalan arah Kiram dari akses Jalan Gunung Kupang, Banjarbaru, pada Sabtu (22/3/2025) pukul 14.57 WITA lalu.

    Adapun, J telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan Juwita dan kini sudah ditahan di Denpom Lanal Banjarmasin setelah mengakui perbuatannya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Kuasa Hukum Jurnalis Juwita Duga Ada Pelaku Lain, Minta Penyidik Denpom AL Kembangkan Penyidikan

    (Tribunnews.com/Nina Yuniar) (BanjarmasinPost.co.id/Stanislaus Sene)

  • Polda Sultra Tahan 6 Tersangka Pengeroyokan Polisi di Muna Barat, 2 Anggota TNI Diperiksa – Halaman all

    Polda Sultra Tahan 6 Tersangka Pengeroyokan Polisi di Muna Barat, 2 Anggota TNI Diperiksa – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Enam tersangka kasus pengeroyokan terhadap tiga anggota polisi saat pengamanan malam takbiran di Polsek Tiworo Tengah, Muna Barat, ditahan di Mako Polda Sulawesi Tenggara, Rabu (2/4/2025).

    Insiden pengeroyokan ini terjadi pada malam takbiran Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, tepatnya pada Minggu (30/3/2025).

    Kapolres Muna, AKBP Indra Sandy Purnama Sakti, menjelaskan setelah menerima laporan tentang pengeroyokan, ia langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    “Termasuk mengambil keterangan dan mengamankan sembilan orang yang diduga ikut melakukan pengeroyokan,” ujarnya saat ditemui, Rabu.

    Setelah dilakukan penyidikan, dari sembilan orang yang diamankan, enam di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

    “Dari sembilan orang, enam kita sudah tetapkan tersangka, sementara tiga orang statusnya masih menjadi saksi,” jelasnya.

    Saat ini, para tersangka dititipkan dan ditahan di Mako Polda Sultra di Kota Kendari.

    Keterlibatan Oknum TNI

    Selain itu, terkait dugaan keterlibatan oknum TNI dalam insiden ini, pihak Denpom sudah melakukan pemeriksaan.

    Sebelumnya, dua oknum TNI telah diamankan oleh Polisi Militer terkait dugaan keterlibatan mereka dalam insiden penganiayaan terhadap polisi.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Terungkap Peran 2 Anggota TNI yang Terlibat Pengeroyokan 3 Polisi di Muna Barat – Halaman all

    Terungkap Peran 2 Anggota TNI yang Terlibat Pengeroyokan 3 Polisi di Muna Barat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Terungkap peran dua anggota TNI yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap tiga polisi di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (31/3/2025).

    Kedua anggota TNI tersebut mendatangi Polsek Tiworo Tengah di Desa Wapae, Kecamatan Tiworo Tengah, Muna Barat, sesaat sebelum terjadi pengeroyokan.

    Dari hasil pemeriksaan oleh Satreskrim Polres Muna, enam warga sipil dijadikan tersangka, termasuk seorang anak di bawah umur.

    Para tersangka kini telah ditahan Mako Polda Sultra di Kota Kendari.

    Sedangkan, kedua anggota TNI yang diduga terlibat juga telah diamankan Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk menjalani pemeriksaan dan terancam sanksi jika terbukti bersalah.

    Dua prajurit TNI tersebut adalah Serda AN anggota Den Intel Korem Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Pratu R, anggota Kodim Kendari.

    Kasi Humas Polres Muna Ipda Baharuddin mengatakan bahwa para tersangka sempat pesta minuman keras (miras) sebelum terjadi aksi penganiayaan.

    “Hasil pemeriksaan mereka mengaku seperti itu, kalau sebelum kejadian mereka sempat minum minuman keras (miras),” ujar Baharuddin, Rabu (2/4/2025), dilansir TribunnewsSultra.com.

    Setelah itu, seorang dari mereka menggeber-geber sepeda motornya di depan Mako Polsek Tiworo sehingga diamankan oleh polisi yang sedang bertugas melaksanakan pengamanan malam takbiran.

    Saat diamankan, terdapat 2 warga sipil dan 2 oknum TNI yang langsung mendatangi Mako Polsek Tiworo hingga kemudian terjadi aksi pengeroyokan.

    Namun, Baharuddin tidak mengetahui pasti apakah dua anggota TNI yang terlibat itu juga dalam kondisi di bawah pengaruh miras atau tidak.

    “Karena hal tersebut bukan merupakan kewenangannya,” sebut Baharuddin.

    Sementara itu, Dandenpom XIV/3 Kendari Letkol CPM Haryadi Budaya Pela yang dikonfirmasi apakah 2 oknum TNI tersebut juga dalam kondisi mabuk atau tidak, belum memberikan respons.

    Kemudian, untuk 6 warga yang ditetapkan sebagai tersangka kini telah 

    Adapun pengeroyokan ini mengakibatkan 2 polisi mendapat perawatan medis, sedangkan 1 personel harus dilarikan ke RSUD Muna Barat untuk mendapat pertolongan medis.

    Tiga anggota polisi yang menjadi korban tersebut yakni Bripda H dan Briptu RS personel Polsek Tiworo Tengah, dan Bripda AMP anggota Brimobda Sultra.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul Hasil Pemeriksaan Tersangka Dugaan Pengeroyokan Polisi di Muna Barat, Polres: Dalam Kondisi Mabuk

    (Tribunnews.com/Nina Yuniar) (TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono/Laode Ari)