Category: Tribunnews.com Regional

  • Gempa Guncang Cilacap Berkekuatan M 4,9, Ini Analisis BMKG – Halaman all

    Gempa Guncang Cilacap Berkekuatan M 4,9, Ini Analisis BMKG – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,9 mengguncang wilayah Cilacap, Jawa Tengah, hari ini, Jumat (4/4/2025) pukul 13.59 WIB.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi, gempa Cilacap hari ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

    Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, pusat gempa berada di laut, sekitar 75 kilometer tenggara Cilacap, pada kedalaman 64 kilometer.

    “Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia,” ujar Daryono dalam keterangan resminya.

    Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa ini memiliki mekanisme pergerakan sesar turun dengan kombinasi mendatar atau dikenal dengan istilah oblique normal fault.

    Dampak Guncangan

    Guncangan akibat gempa ini dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas yang berbeda:

    Cilacap, Kebumen, dan Bantul: Skala III MMI (getaran terasa di dalam rumah, seperti truk besar yang melintas).
    Pacitan: Skala II-III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda ringan bergoyang, terasa seperti truk berlalu).

    Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa tersebut.

    Tidak Ada Gempa Susulan

    Hasil pemantauan BMKG hingga pukul 14.15 WIB menunjukkan belum adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

    Imbauan BMKG

    BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

    Warga juga diminta untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, terutama jika terdapat retakan atau kerusakan akibat gempa.

    “Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” ungkap Daryono.

    (Tribunnews.com)

  • Nasib 2 Oknum TNI Pelaku Pengeroyokan Anggota Polisi di Muna Barat, 6 Warga jadi Tersangka – Halaman all

    Nasib 2 Oknum TNI Pelaku Pengeroyokan Anggota Polisi di Muna Barat, 6 Warga jadi Tersangka – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Sebanyak tiga anggota polisi di Muna Barat, Sulawesi Tenggara menjadi korban pengeroyokan saat mengamankan malam takbiran pada Senin (31/3/2025).

    Para korban berinisial Bripda H, Bripda AMP, dan Briptu RS telah menjalani perawatan karena mengalami luka-luka.

    Polres Muna menetapkan enam warga sipil sebagai tersangka pengeroyokan.

    Dua oknum TNI Angkatan Darat juga terlibat pengeroyokan dan telah diamankan di Denpom Kendari.

    Kedua oknum TNI itu adalah Serda AN anggota Den Intel Korem Palu, serta Pratu R, anggota Kodim Kendari.

    Kasi Intel Korem 143 Haluoleo Kendari, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, menyatakan kedua oknum TNI akan ditindak tegas sesuai aturan militer.

    Pihaknya tidak mentolerir adanya pengeroyokan meski pelaku mengaku salah paham.

    “Intinya ada kesalahpahaman terkait permasalahan itu, untuk anggota tetap akan diproses sesuai aturan yang ada,” katanya, Selasa (1/4/2025).

    “Tadi Kapolda dan Danrem langsung turun kelapangan menyelesaikan hal tersebut,” sambungnya.

    Saat ini, Pratu R masih menjalani pemeriksaan sedangkan Serda AN dibawa ke Kendari.

    “Kita gak ada ragu-ragu untuk memproses anggota yang salah. Yang dari Palu besok pagi dibawa ke Kendari dan dijemput personel dari korem Palu,” pungkasnya.

    Dandenpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, belum mengonfirmasi dua oknum TNI yang terlibat pengeroyokan dalam kondisi mabuk atau tidak.

    Minum Miras

    Kasi Humas Polres Muna, Ipda Baharuddin, mengatakan para tersangka telah mengakui perbuatannya dan melakukan penganiayaan dalam kondisi mabuk.

    “Hasil pemeriksaan mereka mengaku seperti itu, kalau sebelum kejadian mereka sempat minum minuman keras (miras),” paparnya, Rabu (2/4/2025), dikutip dari TribunnewsSultra.com.

    Kasus ini berawal ketika salah satu tersangka menggeber motor di depan Mapolsek Tiworo kemudian diamankan petugas kepolisian.

    Lantaran tak terima temannya ditangkap, para tersanka mendatangi kantor polisi.

    Dua oknum TNI terlibat dalam aksi pengeroyokan di Mapolsek Tiworo.

    “Karena hal tersebut bukan merupakan kewenangannya (memeriksa oknum TNI),” tandasnya.

    Sebelumnya, Kapolres Muna, AKBP Indra Sandy Purnama Sakti, menjelaskan ada tiga anggota polisi yang menjadi korban pengeroyokan.

    Pihaknya telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

    “Termasuk mengambil keterangan dan mengamankan sembilan orang yang diduga ikut melakukan pengeroyokan,” tuturnya.

    Dari sembilan saksi, enam di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Sultra.

    Sebagian artikel telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul Danrem 143/Halu Oleo Pastikan Tidak Melindungi Oknum TNI yang Diduga Aniaya Polisi di Muna Barat

    (Tribunnews.com/Mohay) (TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)

  • Viral Pria di Bandung Bawa Senjata Tajam saat Tagih THR ke Rumah Warga, Telah Diamankan Polisi – Halaman all

    Viral Pria di Bandung Bawa Senjata Tajam saat Tagih THR ke Rumah Warga, Telah Diamankan Polisi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Aksi pria mengamuk buntut menanyakan tunjangan hari raya (THR) ke rumah warga di Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, viral di media sosial. 

    Dalam video yang beredar, pria tersebut, marah-marah sambil membawa senjata tajam ketika memasuki rumah warga.

    Ia juga menanyakan alasan dirinya dipukul. Pria itu, mengaku merupakan seorang putra daerah, anggota Karang Taruna.

    Pria tersebut, kini telah diamankan pihak kepolisian setelah videonya viral di media sosial. 

    Pelaku ditangkap pada Selasa (25/3/2025) di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

    Kapolsek Soreang, Kompol Ivan Taufiq, menjelaskan insiden tersebut, terjadi di Kampung Sukawangi Kaler, Desa Jelegong.

    Pelaku bernama Saepudin alias Asep Cemong ini, ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Bandung di tempat persembunyiannya. 

    “Pelaku ini ditangkap di kediaman kakak kandungnya di Kabupaten Garut. Kami amankan dan langsung dibawa ke Mapolsek Soreang,” kata Ivan melalui pesan singkat pada Kamis (3/4/2025), dilansir Kompas.com.

    Kejadian berawal ketika pelaku menanyakan proposal THR Juanda (42), di kediaman korban. 

    Dalam keadaan emosional, terjadi cekcok antara korban dan pelaku.

    Saat itu, korban sempat mendorong pelaku. 

    “Jadi pelaku datang dengan nada tinggi, ‘mana proposal (THR) saya yang waktu itu dititipkan,’ kemudian si korban menjawab, ‘kamu orang mana, sudah laporan belum ke RW saya karang taruna?’” kata Ivan.

    Setelah cekcok dan saling dorong, pelaku sempat meninggalkan rumah korban.

    Beberapa saat kemudian, pelaku kembali dengan membawa senjata tajam berupa golok. 

    Pelaku tak hanya mengancam, tetapi juga merusak pintu depan rumah korban dan memecahkan kaca rumahnya. 

    “Dia teriak juga waktu mengancam, ‘Kenapa saya dipukul?’. Beberapa kali teriak begitu,” tambahnya. 

    Lantas, korban berusaha menghindar hingga terjadi insiden dan dilerai warga setempat.

    Selanjutnya, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Soreang. 

    Polisi pun langsung mendatangi lokasi kejadian.

    Sementara di tempat kejadian, polisi berhasil mengamankan senjata tajam jenis golok sebagai barang bukti. 

    Video Viral di Medsos 

    Video aksi seorang pria memasuki rumah warga sambil marah-marah di Bandung, Jabar, viral di media sosial. 

    Pria berjaket kulit dan topi coklat itu, membawa senjata tajam di tangan kanannya.

    Video viral tersebut, dibagikan salah satu akun Instagram @infobdgbaratcimahi, dikutip Tribunjabar.id, Jumat (28/3/2025).

    Dalam video viral, pria tersebut, tiba-tiba masuk dan menanyakan alasan kenapa dirinya dipukul.

    Sejumlah orang berupaya untuk menenangkan pria tersebut.

    Pria itu lantas mengaku sebagai anggota Karang Taruna setempat.

    “Kejadian bermula saat pemuda yang mengatasnamakan dari karangtaruna mendatangi rumah pelapor di Desa Jelegong, Kutawaringin, untuk menanyakan proposal THR yang ia titipkan.

    Dalam keadaan marah, pemuda membawa senjata tajam, merusak pagar dan kaca rumah, serta mengancam pelapor. Kejadian ini sudah dilaporkan pemilik rumah ke polsek soreang,” keterangan dalam unggahan @infobdgbaratcimahi.

    Hingga berita ini ditulis, Jumat (4/4/2025) siang, video itu, telah dilihat lebih dari 4 juta kali.
    Beragam respons pun disampaikan warganet.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Viral, Pria Ngamuk Bawa Sajam ke Rumah Warga di Bandung Diduga Buntut Minta THR, Ngaku Karang Taruna

    (Tribunnews.com/Suci Bangun DS, TribunJabar.id/Hilda Rubiah, Kompas.com)

     

     

  • Reaksi Dedi Mulyadi Dengar Kompensasi Sopir Angkot Disunat, Siap Bawa ke Ranah Hukum – Halaman all

    Reaksi Dedi Mulyadi Dengar Kompensasi Sopir Angkot Disunat, Siap Bawa ke Ranah Hukum – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, buka suara soal dugaan pemotongan uang kompensasi ratusan sopir angkot di Kabupaten Bogor.

    Pihaknya tak segan membawa kasus ini ke ranah hukum.

    Pasalnya, kasus pemotongan tersebut termasuk ke dalam ranah pungutan liar (pungli).

    Menurutnya, pungli adalah tindakan melawan hukum yang harus ditindak dengan tegas. 

    “Untuk oknum yang lakukan pemotongan dengan alasan bantuan sukarela, anda tidak bisa tenang.”

    “Bahwa proses hukum harus tetap berjalan,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dalam Kompas.com, Jumat (4/4/2025). 

    Diketahui, pihak yang diduga melakukan potongan sukarela adalah oleh oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub), Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU).

    Jumlah uang yang dipotong atau disunat adalah Rp 200.000 per kepala.

    Adapun pemotongan uang tersebut dengan dalih “uang sukarela”. 

    Ratusan sopir angkot pun merasa keberatan.

    Oleh karena itu, Dedi Mulyadi mengaku akan memperjuangkan warganya yang mendapatkan ketidakadilan ini.

    “Aspek hukum berjalan, (oknum petugas) tidak akan bisa kembalikan uang Rp 200.000. Tapi, Rp 200.000 dikembalikan oleh saya dan kemudian hukumnya tetap berjalan.”

    “Itu namanya adil,” tutur Dedi Mulyadi.

    Seperti diketahui, Dedi Mulyadi membuat kebijakan berupa pemberian uang kompensasi kepada sopir angkot di kawasan Puncak Bogor selama libur Lebaran 2025.

    Tujuan pemberian uang kompensasi itu adalah agar para sopir angkot ini libur, sehingga macet di Puncak Bogor bisa sedikit berkurang.

    Adapun jumlah total uang kompensasi yang diberikan Dedi Mulyadi sebesar Rp 1,5 juta.

    Uang tersebut terdisi dari uang tunai Rp 1 juta dan sembako senilai Rp 500 ribu.

    Ternyata, dalam pengucuran uang tersebut, terjadi pemotongan oleh tiga oknum.

    Para pelaku berdalih keikhlasan saat memotong bantuan dari Dedi Mulyadi.

    Berdalih dana sukarela, namun nominal yang diminta justru dipatok sebanyak Rp 200 ribu.

    Tentu saja hal ini memicu kemarahan Dedi Mulyadi yang mendapatkan laporan dari para sopir angkot.

    Emen, salah seorang sopir angkot, mengatakan hanya mendapat uang Rp 800 ribu.

    “Kan dari bapak sekian, bilangnya (potongan) keikhlasan, tapi dipatok Rp 200 ribu,” kata Emen dikutip dari WartaKotalive.com.

    Emen menduga pihak yang berani menyunat bantuan tersebut adalah tiga lembaga tersebut.

    “Itu pak dari Dishub Kabupaten Bogor, organda sama KKSU,” kata Emen.

    Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Dedi Mulyadi Marah Uang Kompensasi Sopir Angkot Puncak Bogor Disunat, Ini Alasan Organda

    (Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)(WartaKotaLive.com/Valentino verry)

  • Viral Detik-detik Sopir Meninggal Mendadak, Sempat Menepi hingga Seluruh Penumpang Selamat – Halaman all

    Viral Detik-detik Sopir Meninggal Mendadak, Sempat Menepi hingga Seluruh Penumpang Selamat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Viral detik-detik sopir travel tiba-tiba menepi sebelum tak sadarkan diri lalu meninggal dunia.

    Mobil MPV berpelat nomor KT 1489 QM membuat kebingungan penumpang karena tiba-tiba menghentikan laju mobilnya.

    Mobil travel tersebut, tak tiba-tiba berhenti. 

    Namun sang sopir refleks menepikan mobil berwarna putih tersebut.

    Para penumpang turun dan kebingungan pun terjadi.

    Video berdurasi 33 detik memperlihatkan sopir tak sadarkan diri.

    Menurut narasi yang beredar di media sosial, sang sopir dinyatakan meninggal dunia.

    Dikutip dari TribunKaltim.com, kejadian tersebut terjadi di jalan Poros Samarinda-Bontang (Sambo).

    Sopir travel berniat mengantarkan penumpang.

    Namun mobil travel tersebut, tiba-tiba menepi di jalan poros Sambo.

    Tepatnya di kilometer 70 di daerah Perangat, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Rabu (2/4/2025) pagi.

    Kejadian tersebut dikonfirmasi oleh Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi.

    Terungkap sopir bernama Lukman. Pria berusia 46 tahun tersebut, merupakan warga Keluragan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan.

    Lukman mengendarai Toyota Innova hendak membawa tujuh penumpang dari Bontang menuju Balikpapan.

    Namun tugasnya tak selesai.

    Baru satu jam perjalanan, Lukman tiba-tiba menepi dan tak merespons apapun.

    “Saat ditegur, sopir sudah tidak sadarkan diri,” ujar Purwo Asmadi saat dihubungi.

    Mengetahui kondisi tersebut, para penumpang segera meminta pertolongan warga sekitar.

    Lukman kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat, namun dinyatakan meninggal dunia.

    AKP Purwo Asmadi hingga kini belum bisa memberikan keterangan mengenai penyebab kematian Lukman.

    Kini jenazah telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

    “Saya tidak bisa menduga-duga (penyebab kematian-red),” terangnya.

    Meski tak berhasil mengantarkan penumpang ke Balikpapan, detik-detik Lukman tak sadarkan diri menuai pujian.

    Pasalnya Lukman sempat menepikan mobil dan membuat seluruh penumpang selamat.

    Akun @Pai_C1 yang ikut mengunggah video detik-detik Lukman tak sadarkan diri menuai banyak doa dari warganet.

    “Tiba tiba-tiba saja menepikan mobilnya terus MD..

    Surga buatmu Bang…” tulisnya.

    “Innalilahi wa Inna ilaihi roji’uun..Alhamdulillah…sakaratul maut yg tdk membawa musibah buat org lain (penumpang)..

    Semoga Husnul khotimah bagi yg MD.. keselamatan bagi para penumpang..

    Almarhum sopir sdh menunaikan tanggung jawabnya sampe segitu Krn faktor yg tdk bisa dihindari,” tulis warganet.

    “Semoga Khusnul khatimah alm, aamiin,” komentar warganet lainnya.

    “Semoga husnul khotimah, meninggal saat bekerja. amin,” timpal netizen lain.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Tragis! Sopir Travel Asal Bontang Meninggal Mendadak di Jalan Poros Sambo Saat Antar Penumpang

    (Tribunnews.com/ Siti N) (TribunKaltim.co/ Muhammad Ridwan)

  • Penyesalan Wanita di Batam Tikam Pacarnya hingga Tewas, Kesal Korban Minta Uang untuk Judi Slot – Halaman all

    Penyesalan Wanita di Batam Tikam Pacarnya hingga Tewas, Kesal Korban Minta Uang untuk Judi Slot – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Terjadi kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Fania Putri (25), wanita asal Medan Kota, Sumatera Utara, terhadap kekasihnya yang bernama Charles Leo Putra (36). 

    Korban bersimbah darah di sebuah kos-kosan di Blok V, Baloi, Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (3/4/2025) dini hari. 

    Ia ditikam oleh kekasihnya sendiri pada sekitar pukul 04.00 WIB.

    Pelaku menghabisi nyawa korban dengan menikam dadanya menggunakan pisau hingga bersimbah darah. 

    Dilansir Tribun Batam, pelaku mengaku menyesali perbuatannya itu.

    “Saya sudah tak sadar, pikiran saya sudah gelap. Saya sangat kesal, dia tak pernah dengarkan saya, kami sudah sering ribut,” ungkap pelaku di Polsek Lubuk Baja, Kamis (3/4/2025).

    Meski menyesal, pelaku tetap berusaha tegar untuk menghadapi kenyataan di depan matanya.

    “Sangat menyesal, gak tahu lagi bilang apa,” ucap pelaku dengan mata berkaca-kaca. 

    Hubungan Korban dan Pelaku

    Pelaku dan korban merupakan sepasang kekasih yang masih berstatus pacaran. Mereka menjalin hubungan dalam setahun terakhir. 

    Sebelum terjadi cekcok, pelaku menyatakan kekesalannya terhadap korban yang kerap meminta uang untuk bermain judi slot.

    Korban sering meminta gaji milik korban yang merupakan dari hasil kerja freelance.

    Puncak pertikaian antara keduanya terjadi malam itu setelah pulang dari tempat hiburan malam.

    Dalam perjalanan, mereka terlibat cekcok. Korban yang saat itu berada di atas motor sempat menarik-narik kendaraan, membuat pelaku takut terjatuh.  

    Setelah tiba di kos, pertengkaran memanas. Apalagi pelaku sudah di bawah pengaruh alkohol.   

    Korban kemudian diduga mencekik leher pelaku. Dalam kondisi panik dan emosi, pelaku langsung mengambil pisau yang ada di atas meja dan menusuknya ke tubuh korban.

    “Saya kesal karena dia selalu minta uang untuk judi. Kami bertengkar, saya sempat dipiting, lalu saya refleks ambil pisau di atas meja dan menusuk dia,” ujar pelaku.

    Adapun pelaku dan korban sudah menjalin hubungan selama satu tahun dan tinggal bersama di kos tersebut. 

    Namun, korban yang terus-menerus meminta uang untuk bermain judi membuat kesabaran pelaku hilang hingga berujung pada penikaman.

    Meski sudah menikam korban, pelaku mengaku masih sempat berusaha menyelamatkan nyawa sang kekasih.

    Ia membawa korban ke Rumah Sakit Elisabeth Lubuk Baja.

    Namun sayangnya, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

    “Saya sempat membopong dan membawa dia ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong. Saya sangat menyesal,” ungkapnya.

    Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dikenakan pasal pembunuhan. 

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunBatam.id dengan judul Wanita di Batam Tikam Pacarnya hingga Tewas, Kesal Korban Minta Uang untuk Judi Slot.

    (Tribunnews.com/Deni)(TribunBatam.id/Beres Lumbantobing)

  • Arus Balik Mudik, Polda Jabar Rekayasa One Way Lokal dari KM 188 ke KM 70 Tol Cipali – Halaman all

    Arus Balik Mudik, Polda Jabar Rekayasa One Way Lokal dari KM 188 ke KM 70 Tol Cipali – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Pergerakan kendaraan pemudik pada arus balik Lebaran 2025 yang melintas di Tol Cipali dan Tol Japek sudah mulai terlihat pada H+4 lebaran.

    Dir Lantas Polda Jabar Kombes Pol Dodi Darjanto mengatakan bahwa pihaknya memberlakukan rekayasa arus lalu lintas satu arah atau one way lokal dari Km 188 ke Km 70 Tol Cipali.

    “Selain itu diberlakukan Contra Flow dari Km 70 Tol Cikampek ke Km 47 Karawang,” ungkapnya dalam keterangan Jumat (4/4/2025).

    “Kami lihat pergerakan arus balik sudah mulai terjadi sehingga diberlakukan one way lokal sesuai SKB (surat keputusan bersama),” sambungnya.

    Meski begitu, pihaknya masih memantau kondisi arus lalu lintas untuk penerapan one way lokal.

    Menurutnya pemberlakuan one way lokal meliputi jumlah kendaraan yang melintas di Tol Cipali dan Tol Japek.

    “Pergerakan kendaraan di aglomerasi dari wilayah Jawa Barat yang akan kembali melintasi ke Tengah juga kita perhatikan,” bebernya.

    Sementara Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Jules Abraham mengatakan pihaknya akan mewaspadai kepadatan kendaraan pada arus balik lebaran 2025.

    “Secara angka jumlah kendaraan yang melakukan arus balik tidak jauh berbeda dengan arus mudik,” imbuhnya.

    Puncak Arus Balik

    Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memastikan arus mudik kali ini berjalan lebih lancar.

    Angka kecelakaan juga diklaim menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Alhamdulillah jumlah kecelakaan juga menurun, termasuk juga jumlah fatalitas korban juga menurun,” ujar dia.

    Korlantas Polri bersama berbagai stakeholder kini mulai menyusun skenario rekayasa lalu lintas agar perjalanan arus balik tetap lancar dan aman. 

    Agus memprediksi arus balik Lebaran Idul Fitri 1446 H akan terlihat mulai 5 April 2025 atau 6 April 2025.

    “Maka dari itu Bapak Kapolri memerintahkan untuk merumuskan cara bertindak pada saat arus balik. Tentunya kita harus melakukan langkah-langkah strategis dengan semua stakeholder kaitannya dengan tata kelola rekayasa lalu lintas,” ujar dia.

    Agus mengimbau kepada pemudik yang hendak melakukan perjalan balik untuk memperhatikan betul kondisi kesehatan dan kendaraan, agar terhindar dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

    “Siapkan perjalanan dengan optimal, jaga kesehatan, pastikan kendaraan sehat, sehingga perjalanan rekan-rekan selamat sampai tujuan,” tukas Agus.

    Sesuai dengan pesan Kapolri, tagline operasi ketupat adalah mudik aman, keluarga nyaman dan emoga selamat sampai tujuan.
     

  • Kronologi Atlet Tarung Drajat Asahan Peraih Emas Jadi Korban Pengeroyokan Geng Motor  – Halaman all

    Kronologi Atlet Tarung Drajat Asahan Peraih Emas Jadi Korban Pengeroyokan Geng Motor  – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Atlet dari cabang olahraga (cabor) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Asahan Muhammad Aldi Sitorus Pane menjadi korban pengeroyokan geng motor.

    Pengeroyokan terjadi di kawasan Jalan Imam Bonjol, Kisaran,Kabupaten Asahan, pada Selasa (1/4/2025) malam saat korban tengah dalam perjalanan pulang usai halal bi halal Hari Raya Idulfitri bersama dua rekannya.

    Menurut keterangan Sekretaris Pengcab Kodrat Asahan, Aiptu Wan Rudi kejadian bermula ketika korban dengan dua rekannya berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di Imam Bonjol sekira pukul 23:00 WIB. 

    Dan tiba-tiba diadang oleh sejumlah orang yang mengendarai sepeda motor. 
    Tanpa alasan yang jelas, kelompok tersebut langsung melakukan aksi pengeroyokan.

    “Saat itu yang dua (temannya) lari, sedangkan Si Aldi ini bertahan melawan. Karena melawan, makin ramai yang datang. Lalu larilah di situ ada orang angkringan, karena mungkin orang angkringan itu takut juga, lalu diusirlah mereka,” kata Wan Rudi menerangkan kronologi berdasarkan pengakuan korban ketika dikonfirmasi melalui seluler, Kamis (3/4/2025). 

    Setelah diusir warga disekitar lokasi, kata Wan Rudi aksi pengeroyokan tidak berhenti sampai disitu saja. 

    Korban sempat diculik dan dibawa ke desa Sidomukti, dan kembali dianiaya. Sehingga korban mengalami sejumlah luka di wajah, dan kepala. 

    “Di situ diramaikan lagi, digebukin, di cucuk pakai kawat, pakai kunci dan dipijak-pijak sampai hidungnya patah, itulah menyebabkan kepalanya juga robek. Setelah dibawa ke rumah sakit menerima 8 jahitan,” ungkapnya. 

    Setelah dianiaya sekelompok diduga geng motor tersebut, korban pun dibuang para pelaku ke kawasan Jalan Pabrik Benang. 

    Korban ditemukan oleh pelatihnya, Khairul Lubis sekira pukul 12:00 WIB, dan langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Kisaran. 

    Saat ini, kondisi korban yang merupakan peraih medali emas Kejuaraan Daerah (Kejurda) Junior Sumut 2024 itu masih dalam perawatan medis. 

    “Kondisi sekarang masih muntah darah, ada berak darah, sama hidungnya masih berdarah, kemungkinan patah tulang hidungnya. Kemungkinan mau dirujuk ke Medan, ini masih mau menghadap Bupati supaya membantu dana untuk pembiayaan berobat, mengingat dia karena atlet,” tuturnya. 

    Insiden ini pun, katanya sudah dilaporkan ke Polres Asahan untuk untuk ditindaklanjuti. 

    “Sama pelatih sudah melakukan laporan resmi ke Polres, setelah dari rumah sakit dan divisum, terus melaporkan juga ke ketua pengcab dan ketua pengcab sudah koordinasi dengan Polres,” pungkasnya. 

     

     

     

  • Kronologi Bentrok Warga di Maluku Tengah hingga Anggota Intel Bripka Husni Abdullah Tewas Ditembak  – Halaman all

    Kronologi Bentrok Warga di Maluku Tengah hingga Anggota Intel Bripka Husni Abdullah Tewas Ditembak  – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bentrok antar warga di Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (3/4/2025) berujung penembakan.

    Panit Intelkam Polsek Wahai, Bripka Husni Abdullah tewas ditembak saat menjalankan tugas melerai bentrokan tersebut. 

    Kapolresta Ambon AKBP Yoga Putra Prima Setya dalam keterangannya menjelaskan kronologi bentrokan hingga Bripka Husni Abdullah tewas ditembak

    Insiden bermula ketika tiga pemuda asal Tulehu, yakni Jakir Malabar (40), Raju Ohorella (meninggal dunia), dan Alan Semarang, berboncengan sepeda motor dari arah Suli menuju Tial. 

    Setibanya di Dusun Salameti, mereka ditegur oleh pemuda Tial.

    Tidak terima dengan teguran tersebut, ketiganya turun dari motor dan melakukan penikaman terhadap seorang warga Tial bernama Sukirang Lestaluhu (28).

    Aksi penikaman ini memicu amarah warga Tial. Massa kemudian mengejar ketiga pemuda Tulehu tersebut.

    Sesampainya di depan SMP Negeri 27 Tial, Dusun Naya, para pelaku berhasil diamankan oleh massa. 

    Nahas, Raju Ohorella tewas di lokasi akibat dianiaya menggunakan parang dan batu. 

    Sementara itu, Jakir Malabar mengalami luka-luka.

    Alan Semarang juga mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke RSUD Tulehu untuk mendapatkan perawatan medis. 

    Sementara korban Sukirang Lestaluhu, saat ini tengah dirawat di RS Leimena. 

    Terpisah, warga di Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah berharap adanya pemindahan Polsek Salahutu ke lokasi yang lebih strategis.

    Pasalnya, bentrok yang terjadi bukan kali pertama. Sebelumnya bentrokan serupa sudah terjadi dengan terduga pelaku yang sama.

    Hal itu disampaikan Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Brigjen TNI Julius Jolly Suawa melalui pers rilis, Kamis (3/4/2025) yang dikutip dari TribunAmbon.com.

    “Kami ingin hidup damai dan tenang. Kami juga meminta pemindahan Polsek Salahutu ke lokasi yang lebih strategis, agar penyelesaian masalah lebih efektif,” kata Kapoksahli tiru salah satu perwakilan warga setempat.

    Di samping itu, Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura menekankan bahwa kehadiran aparat keamanan adalah bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat. 

    “TNI dan Polri selalu ada untuk menjaga keamanan. Kami harap semua pihak bisa menahan diri dan tidak memperbesar konflik ini,” tuturnya.

    BENTROK WARGA – Ilustrasi bentrokan. Aparat TNI Polri saat membubarkan bentrok warga di Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (3/4/2025). Panit Intelkam Polsek Wahai, Bripka. Husni Abdullah, dilaporkan gugur akibat ditembak orang tak dikenal (OTK). (TribunAmbon.com/ Jenderal Louis/ist)

    Sementara Bupati Maluku Tengah Awat Amir Zulkarnain yang dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut.

    Bupati Zulkarnain juga sudah menyambangi lokasi kejadian dan bertemu dengan tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Desa Sawai.
     
    Dalam pertemuan itu, bupati menyerukan pesan-pesan perdamaian. 
     
    Zulkarnain meminta semua pihak tetap menjaga keamanan. Tujuannya tidak lain agar masyarakat bisa beraktifitas kembali.
     
    “Agar seng (tidak) mengganggu dong (kalian) punya kehidupan sehari-hari,” ujar bupati.
     
    Tentu, pesan ini harus disampaikan kepada semua pihak supaya menjadi tanggung jawab bersama.  

    “Jadi Beta minta dari Basudara dong semua mari kita lihat efek yang akan terjadi. Yang perlu Katong tahu Katong seng pernah untung dari sebuah konflik,” tegasnya. 

    Sementara itu, informasi mengenai gugurnya Bripka Husni Abdullah dikonfirmasi oleh Kaur Penum Subbid Penmas Bidhumas Polda Maluku, AKP Imelda Haurissa.

    Ia membenarkan adanya insiden bentrokan dan menyampaikan bahwa satu anggota Polsek Wahai menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) hingga meninggal dunia.

    “Memang ada kejadian dan satu anggota Polsek Wahai terkena tembakan dari OTK dan dinyatakan meninggal dunia,” ujar AKP Imelda Haurissa.

    Aipda Husni Abdullah saat itu tengah bertugas di lokasi untuk mengamankan situasi agar tidak terjadi eskalasi konflik yang lebih parah.

    Pihak Polda Maluku saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut dari Polres Maluku Tengah dan Polsek Wahai terkait kronologi kejadian secara detail serta langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya.

    “Untuk perkembangan selanjutnya menyangkut tindakan Polri di lapangan akan disampaikan kemudian karena sampai saat ini kami masih menunggu baket dari Polres Malteng atau Polsek Wahai,” imbuhnya.

     

  • Satu Orang Tewas Akibat Tebing Longsor di Jalur Cangar-Pacet Mojokerto Jatim – Halaman all

    Satu Orang Tewas Akibat Tebing Longsor di Jalur Cangar-Pacet Mojokerto Jatim – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, MOJOKERTO – Satu orang tewas akibat tebing longsor di jalur alternatif Pacet-Cangar Kota Batu, kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerdjo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (3/4/2025).

    Longsor tersebut menimpa dua mobil Pikap dan Innova. Korban tewas adalah seorang pria asal Sidoarjo. Korban lainnya masih tertimbun longsor.

    Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Yoie Afrida Soesetyo Djati, mengatakan penyebab tebing longsor diduga akibat aliran sungai menuju Watu Lumpang yang tersumbat pohon tumbang.

    “Ada sumbatan aliran air, ketinggian  tebing sekitar 50 meter sehingga longsor mengarah ke jalan (Pacet-Cangar). Di temukan dua kendaraan terkena longsor, untuk kendaraan lain (Motor) masih dalam proses evakuasi,” kata Yo’i.

    Menurut Yo’i, identitas korban yang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia telah ditemukan.

    “Identitas korban yang sudah ditemukan, atas nama Masjid Zatmo usia 30 tahun warga Sukodono, Sidoarjo,” bebernya.

    Ia mengungkapkan, dua kendaraan dari arah Pacet-Cangar, di antaranya iring-iringan mobil Innova berada di depan disusul Pikap warna putih.

    Kedua kendaraan itu terkena material longsor hingga terseret ke sebelah kiri dengan kedalaman jurang sekitar 30-70 meter.

    “Kondisi mobil yang satu di jurang kedalaman 30 meter dan satunya kedalaman jurang 70 meter dan, jarak kedua mobil sekitar 200 meter. Kita belum dapat memastikan berapa kendaraan yang terdampak longsor, karena pencarian korban dilanjutkan besok pukul 07.00 WIB,” ungkap Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto.

    Dikatakan Yo’i, kondisi dua kendaraan seluruhnya tertutup material longsor bercampur bebatuan sehingga menyulitkan saat proses evakuasi.

    Pencarian korban yang tertimbun longsor dihentikan sementara karena kondisi cuaca hujan yang terus mengguyur kawasan Pacet.

    “Kedua kendaraan tertimpa longsor dan batu dari bagian atas sehingga menjadi kendala untuk evakuasi, kondisi di atas diguyur hujan,” ujarnya.

    Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, Polres Mojokerto, Polres Batu, BPBD dan potensi relawan membentuk posko induk di kawasan Sendi Pacet dan, posko berupa tenda darurat di dekat lokasi longsor untuk pencarian korban.

    “Kita dirikan posko utama di warung Sendi Pacet, karena di lokasi tidak ada sinyal (HP) dan, posko bayangan di kawasan Watu Lumpang. Untuk alat berat dari DPUPR juga sudah tiba di lokasi untuk evakuasi material longsor,” pungkasnya.

    Penulis: Mohammad Romadoni