Category: Tribunnews.com Regional

  • Kuasa Hukum Sebut Ada Luka Memar Ditemukan di Tubuh Jurnalis Juwita – Halaman all

    Kuasa Hukum Sebut Ada Luka Memar Ditemukan di Tubuh Jurnalis Juwita – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Koordinator Tim Advokasi Pihak Juwita, Muhammad Pazri, mengungkapkan hasil autopsi jenazah jurnalis Banjarbaru Juwita, korban pembunuhan oknum TNI AL Balikpapan inisial J alias Jumran.

    Pazri mengungkapkan, berdasarkan hasil autopsi, Tubuh Juwita mengalami luka memar atau lebam pada area kemaluan korban. 

    Juwita, seorang jurnalis dari Banjarbaru, ditemukan tewas dengan luka-luka yang mengindikasikan kekerasan seksual. 

    Koordinator Tim Advokasi, Muhammad Pazri, mengungkapkan hasil otopsi yang menunjukkan adanya luka memar di area kemaluan korban.

    Hasil ini menimbulkan dugaan bahwa Juwita mengalami kekerasan seksual sebelum dibunuh.

    Temuan Hasil Autopsi

    Menurut Pazri, hasil otopsi yang dilakukan pada jenazah Juwita menunjukkan bahwa:

    Luka Memar:

    Terdapat luka memar di area kemaluan.

    Cairan Sperma:

    Dalam rahim Juwita ditemukan cairan putih yang diduga sperma dengan volume yang cukup besar.

    “Berdasarkan keterangan dari dokter forensik, sperma tersebut diketahui memiliki volume yang besar,” ujar Pazri. 

    “Hal ini memunculkan pertanyaan tentang asal-usul sperma tersebut, sehingga pihak keluarga mengusulkan untuk melakukan tes DNA guna memastikan pemilik sperma tersebut,” ujarnya, papar Pazri Rabu (2/4/2025) dikutip dari YouTube KompasTV. 

    Keluarga korban meminta agar dilakukan tes DNA untuk menentukan asal-usul sperma yang ditemukan.

    “Namun, tes DNA yang dimaksud memerlukan fasilitas forensik yang lebih lengkap, yang saat ini tidak tersedia di Kalimantan Selatan, oleh karena itu, kuasa hukum mengusulkan agar tes DNA tersebut dilakukan di luar daerah, seperti di Surabaya atau Jakarta, untuk memastikan hasil yang lebih akurat dan tuntas,” jelasnya. 

    Namun, fasilitas forensik yang diperlukan saat ini tidak tersedia di Kalimantan Selatan.

    Oleh karena itu, kuasa hukum mengusulkan agar tes DNA dilakukan di Surabaya atau Jakarta untuk hasil yang lebih akurat.

    Dugaan Kekerasan Seksual

    Pazri menduga bahwa pelaku, yang berinisial J alias Jumran, melakukan kekerasan seksual terhadap Juwita sebanyak dua kali.

    Peristiwa pertama terjadi antara 25-30 Desember 2024 dan yang kedua pada 22 Maret 2025, hari di mana jasad korban ditemukan.

    “Pada September 2024, korban dan pelaku berkenalan lewat media sosial, kemudian komunikasi, lalu tukaran nomor telepon, hingga akhirnya pada rentang waktu 25-30 Desember pelaku menyuruh korban memesan kamar hotel di Banjarbaru,” jelasnya.

    “Setelah itu, pelaku menyuruh korban menunggu, setelah datang pada hari itu, pelaku membawa korban masuk ke dalam kamar dan mendorong ke tempat tidur.”

    “Pelaku sempat memiting korban sebelum merudapaksa di dalam kamar tersebut,” ujarnya.

    Bukti dan Harapan Pihak Kuasa Hukum

    Korban sempat merekam video pendek yang menunjukkan pelaku setelah melakukan aksinya. 

    Pihak kuasa hukum berharap penyidik dapat melakukan penyidikan yang lebih komprehensif, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

    “Kami menilai bahwa pengecekan ini penting untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kronologi kejadian,” terangnya. 

    Sebagian artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Fakta Baru Kasus Pembunuhan Juwita Jurnalis Banjarbaru, Kuasa Hukum: Ada Dugaan Kekerasan Seksual. 

    (Tribunnews.com/Milani) (BanjarmasinPost.co.id/Stanislaus Sene) (KompasTV) 

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Tragedi Lebaran 2025: Warga di Pamekasan Tewas karena Ledakan Petasan – Halaman all

    Tragedi Lebaran 2025: Warga di Pamekasan Tewas karena Ledakan Petasan – Halaman all

    Seorang pria berinisial M tewas setelah terkena ledakan petasan saat menonton pesta kembang api pada Senin, 31 Maret 2025 malam.

    Tayang: Sabtu, 5 April 2025 11:42 WIB

    TribunMadura.com/ Kuswanto

    PESTA KEMBANG API PAMEKASAN: Suasana saat Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto melakukan olah TKP di tempat pesta kembang api yang menewaskan 1 warga Pamekasan. 

    TRIBUNNEWS.COM – Lebaran yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi duka bagi seorang warga di Pamekasan, Madura.

    Seorang pria berinisial M tewas setelah terkena ledakan petasan saat menonton pesta kembang api pada Senin, 31 Maret 2025 malam.

    Pria asal Kecamatan Palengaan tersebut berada di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Pamekasan, saat insiden terjadi.

    Korban sempat dilarikan ke RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan, namun nyawanya tak tertolong.

    Korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 1 April 2025, pukul 01.30 WIB.

    AKP Sri Sugiarto, Kasi Humas Polres Pamekasan, mengonfirmasi kejadian tersebut.

    Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban terkena ledakan karena tiang penyangga petasan diduga roboh, dan ledakan tidak mengarah ke atas.

    “Ledakan justru ke arah kerumunan warga yang menonton hingga mengenai korban. Karena posisi penonton terlalu dekat dengan lokasi, akhirnya korban terkena ledakan petasan tersebut,” ungkapnya.

    Kejadian ini juga terekam dalam sebuah video, yang menunjukkan seorang warga tergeletak setelah terkena petasan di bagian kepala.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunMadura.com dengan judul Wadir RSUD SMART Bongkar Penyebab Tewasnya 1 Warga Pamekasan Akibat Terkena Petasan

    (Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’9′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Daftar Identitas 10 Jenazah Korban Tanah Longsor di Mojokerto Jatim, 7 Korban Masih Satu Keluarga – Halaman all

    Daftar Identitas 10 Jenazah Korban Tanah Longsor di Mojokerto Jatim, 7 Korban Masih Satu Keluarga – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Daftar identitas 10 jenazah korban tanah longsor di Mojokerto, Jawa Timur. 

    Telah terjadi bencana tanah longsor di jalur Cangar, Kota Batu dan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (3/4/2025).

    Paska kejadian, sebanyak 10 korban longsor pun berhasil teridentifikasi pada Jumat (4/4/2025) kemarin.

    Dari total 10 korban tersebut, masing-masing 7 penumpang mobil Innova dan 3 lainnya penumpang mobil pikap Granmax.

    Korban diperkirakan merupakan rombongan keluarga dari Sukodono Sidoarjo, sedangkan korban di mobil Granmax juga satu keluarga asal Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. 

    Sanak saudara korban pun tak menyangka harus kehilangan anggota keluarganya dalam momen Lebaran tahun ini. Termasuk kerabat Wahyudi yang harus kehilangan tujuh keluarganya sekaligus.

    Wahyudi merupakan satu di antara korban longsor yang berada di mobil Innova. 

    Tujuh korban di mobil Innova merupakan satu keluarga dan 6 di antaranya tinggal serumah.

    Mereka adalah Masjid Zatmo Setio, Rani Anggraeni (28), Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6), Putri Qiana Ramadhani (2), H. Wahyudi (71), Hj. Jainah (61), Saudah (70). 

    “Kami benar-benar tidak menyangka bahwa keluarga kami jadi korban,” kata Charisun, kerabat Wahyudi saat ditemui di rumah duka di kawasan Kloposepuluh Sukodono, Jumat, dilansir TribunJatim.com. 

    Charisun menjelaskan, korban berencana ke Batu untuk silaturahmi lebaran dan mereka memilih jalur Pacet-Cangar.

    Data Korban Mobil Innova:

    Nama : Masjid Zatmo Setio
    Jenis Kelamin : Laki-laki
    Alamat : Kloposepuluh Rt. 10 Rw. 2 Kloposepuluh Kec. Sukodono Kab. Sidoarjo
    Nama : Rani Anggraeni 
    Usia : 28 thn
    Jenis Kelamin : Perempuan
    Alamat : Kloposepuluh Rt. 10 Rw. 2 Kloposepuluh Kec. Sukodono Kab. Sidoarjo
    Nama : Syahrul Nugroho Rangga Setiawan
    Usia : 6 thn
    Jenis Kelamin : Laki-laki
    Alamat : Kloposepuluh Rt. 10 Rw. 2 Kloposepuluh Kec. Sukodono Kab. Sidoarjo
    Nama : Putri Qiana Ramadhani
    Usia : 2 thn
    Jenis Kelamin : Perempuan
    Alamat : Kloposepuluh Rt. 10 Rw. 2 Kloposepuluh Kec. Sukodono Kab. Sidoarjo
    Nama : Wahyudi 
    Usia : 71 thn
    Jenis Kelamin : Laki-laki
    Alamat : Kloposepuluh Rt. 10 Rw. 2 Kloposepuluh Kec. Sukodono Kab. Sidoarjo
    Nama : Jainah 
    Usia : 61 thn
    Jenis Kelamin : Perempuan
    Alamat : Kloposepuluh Rt. 10 Rw. 2 Kloposepuluh Kec. Sukodono Kab. Sidoarjo
    Nama : Saudah
    Usia : 70 thn
    Jenis Kelamin : Perempuan
    Alamat : Ds. Suruh 18/5 Kec. Sukodono Kab. Sidoarjo

    Data 3 penumpang Mobil Pikap Grandmax: 

    8. Nama : Mikaila F.Z.
    Usia : 3,5 thn (Balita)
    Jenis Kelamin : Perempuan
    Alamat : Urung-urung Jati Jejer Trawas

    9. Nama : Ahmad Fiki Muzaki 
    Usia : 28 thn 
    Jenis Kelamin : Laki-laki
    Alamat : Urung-urung Jati Jejer Trawas

    10. Nama : Fitria Handayani
    Usia : 27 thn 
    Jenis Kelamin : Perempuan
    Alamat : Urung-urung Jati Jejer Trawas.

    Diketahui, tanah longsor terjadi di jalur Cangar, Kota Batu dan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (3/4/2025).

    Pasca kejadian, petugas berupaya untuk mengevakuasi para korban yang terimbun material tanah di dalam mobil. 

    Dari upaya evakuasi, awalnya hanya satu jenazah yang berhasil dievakuasi pada hari Kamis. Kemudian, evakuasi dilanjutkan pada Jumat (4/4/2025) pagi.

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan pada hari kedua evakuasi ditemukan 9 jenazah lainnya.

    “Jadi pada Kamis kemarin saat usai kejadian, korban yang berhasil dievakuasi satu orang bernama Masjid Zatmo Setio, alamat Kloposepuluh RT 10/RW 2 Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.”

    “Hari ini 9 jenazah lainnya berhasil dievakuasi dan diidentifikasi,” katanya, Jumat.

    Sebanyak 10 jenazah tersebut, enam di antaranya dibawa ke RS Hasta Brata Kota Batu, sedangkan empat jenazah dibawa ke RSUD Sumberglagah Pacet. 

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Satu Keluarga di Sidoarjo Jadi Korban Bencana Longsor Cangar Mojokerto, Kerabat Tak Menyangka dan Surya.co.id dengan judul 10 Korban Longsor Cangar-Pacet Dievakuasi ke RS Hasta Brata Kota Batu, Berikut Identitasnya

    (Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Surya.co.id/Dya Ayu, TribunJatim.com/Yusron Naufal Putra)

  • Aktivitas Vulkanik Gunung Gede Meningkat, Asap Putih Membumbung Setinggi 100 Meter Dari Kawah – Halaman all

    Aktivitas Vulkanik Gunung Gede Meningkat, Asap Putih Membumbung Setinggi 100 Meter Dari Kawah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI – Aktivitas vulkanik Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat menunjukkan adanya peningkatan.

    Terkini Gunung Gede terus mengeluarkan asap, membumbung tinggi hingga mencapai 100 meter dari puncak.

    Selain itu, gempa tektonik di Gunung Gede pun terus terjadi.

    Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau situasi Gunung Gede di Jawa Barat. 

    Gunung Gede menunjukkan adanya aktivitas gempa vulkanik yang signifikan sejak 1 April 2025. 

    Berdasarkan pemantauan pada Jumat, 04 April terhitung pukul 00.00 – 24.00 WIB dari Pos Gunung api (PGA) Gede di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur yang dilansir dari website https://magma.esdm.go.id sebagai berikut:

    – Pengamatan Visual 

    Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. 
    Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. 
    Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah tenggara.

    – Klimatologi

    Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah tenggara. Suhu udara sekitar 19-22°C.

    – Pengamatan Kegempaan

    2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 14-50 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 105-207 detik.

    – Rekomendasi

    Masyarakat, pengunjung dan wisatawan tidak menuruni, mendekati dan bermalam di Kawah Gunung Gede dalam radius 600 meter dari kawah Wadon.

    Catatan aktivitas Kegempaan :

    Vulkanik Dalam: 47 kali
    Tektonik Lokal: 1 kali 
    Tektonik Jauh: 6 kali
    Totnilo : 1 Kali 

    Sebelumnya, Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyampaikan bahwa lonjakan aktivitas kegempaan Gunung Gede cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.

    “Pada tanggal 1 April 2024, dalam rentang pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terjadi peningkatan gempa Vulkanik Dalam (VA) hingga mencapai 21 kejadian. Sebagai perbandingan, rata-rata kejadian Gempa Vulkanik Dalam di Gunung Gede selama periode 1-31 Maret 2024 hanya berkisar 0-1 kali per hari,” kata Wafid di Bandung, Selasa (1/4/2025).

    Menurutnya, peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya tekanan yang meningkat di dalam tubuh Gunung Gede, yang berpotensi menyebabkan letusan freatik atau hembusan gas berbahaya jika konsentrasinya terlalu tinggi. 

    Meski aktivitas meningkat, PVMBG belum menaikkan status Gunung Gede dari Level I (Normal). 

    “Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental hingga 1 April 2024 pukul 10.00 WIB, aktivitas vulkanik Gunung Gede masih berada pada Level I (Normal),” ujar 

    Kami mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak menuruni, mendekati, atau bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon,” jelasnya.

    Untuk diketahui, Terakhir erupsi Gunung Gede terjadi pada 1957 dari Kawah Ratu, dengan kolom letusan mencapai 3.000 meter di atas puncak. 

    Penulis: Dian Herdiansyah

  • Keluarga Juwita Kantongi Bukti Tindak Rudapaksa yang Dilakukan oleh Jumran, Pazri: Korban Ketakutan – Halaman all

    Keluarga Juwita Kantongi Bukti Tindak Rudapaksa yang Dilakukan oleh Jumran, Pazri: Korban Ketakutan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Keluarga Juwita (23), jurnalis di Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang dibunuh oleh tersangka Jumran, anggota TNI AL Balikpapan jalani pemeriksaan di Denpom AL Banjarmasin, Rabu (2/4/2025).

    Setelah menjalani pemeriksaan, Muhammad Pazri selaku kuasa hukum keluarga korban mengatakan, tersangka Jumran pernah merudapaksa Juwita sebanyak dua kali sebelum melakukan pembunuhan.

    “Berdasarkan alat bukti, kami sampaikan bahwa korban mengalami kekerasan seksual, ini adalah pemerkosaan,” ujarnya, dikutip dari Banjarmasin Post.

    Ia menuturkan, aksi rudapaksa tersebut, terjadi dalam rentan waktu 25-30 Desember 2024 dan pada 22 Maret 2025, tepat saat jasad korban ditemukan.

    Pazri menambahkan, antara korban dan tersangka sendiri saling kenal lewat sosial media pada September 2024.

    “Pada September 2024, korban dan pelaku berkenalan lewat media sosial, kemudian komunikasi, lalu tukaran nomor telepon, hingga akhirnya pada rentan waktu 25-30 Desember pelaku menyuruh korban memesan kamar hotel di Banjarbaru,” jelasnya.

    Mengutip Banjarmasin Post, setelah disuruh memesan kamar hotel di Banjarbaru, pelaku datang dan masuk ke kamar lalu mendorong korban ke tempat tidur.

    “Setelah itu, pelaku menyuruh korban menunggu, setelah datang pada hari itu, pelaku membawa korban masuk ke dalam kamar dan mendorong ke tempat tidur, pelaku sempat memiting korban sebelum merudapaksa di dalam kamar tersebut,” ujarnya.

    Kejadian tersebut, diceritakan korban ke kakak iparnya pada 26 Januari 2025 sambil menunjukkan bukti video pendak dan beberapa foto.

    “Bukti di dalam video yang berdurasi sekitar 5 detik itu, korban merekam pelaku sedang mengenakan celana dan baju setelah melakukan aksinya, saat itu korban ketakutan sehingga rekaman video itu bergetar,” ujarnya.

    Selain itu, Pazri menuturkan bahwa pihak keluarga korban meminta untuk dilakukan tes DNA.

    Pasalnya, dari temuan dokter forensik, ada sperma di rahim korban.

    “Pasalnya berdasarkan keterangan dari dokter forensik, sperma tersebut diketahui memiliki volume yang besar,”

    “Hal ini memunculkan pertanyaan tentang asal-usul sperma tersebut, sehingga pihak keluarga mengusulkan untuk melakukan tes DNA guna memastikan pemilik sperma tersebut,” ujarnya kepada Banjarmasin Post.

    Tes DNA ini, ujar Pazri, penting karena untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa yang menimpa Juwita.

    “Namun, tes DNA yang dimaksud memerlukan fasilitas forensik yang lebih lengkap, yang saat ini tidak tersedia di Kalimantan Selatan, oleh karena itu, kuasa hukum mengusulkan agar tes DNA tersebut dilakukan di luar daerah, seperti di Surabaya atau Jakarta, untuk memastikan hasil yang lebih akurat dan tuntas,” jelasnya. 

    Ia juga menuturkan, kakak ipar korban sempat berbicara dengan dokter forensik dan kesimpulannya kasus ini adalah kasus pembunuhan.

    “Hasil hasil otopsi yang dipaparkan kakak ipar korban kasus ini adalah pembunuhan.”

    “Otopsi itu kan intinya adalah untuk kepentingan penyidikan ternyata pada saat berhadapan dengan dokter forensik itu kakak ipar korbannya sempat merekam pembicaraan dari dokter forensik yang menjelaskan yang pada intinya kesimpulan dari dokter adalah pembunuhan,” ujarnya. 

    Motif Pembunuhan

    Diketahui, Jumran  kini telah ditetapkan jadi tersangka atas kasus pembunuhan terhadap wartawati bernama Juwita di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

    Satu unit mobil Daihatsu Xenia dan sebuah motor yang diduga dipakai pelaku untuk menghabisi nyawa Juwita pun sudah diamankan.

    Demikian yang disampaikan koordinator Aksi untuk Keadilan (AUK) Juwita, Suroto.

    Kepada BanjarmasinPost.co.id, ia menuturkan, mobil tersebut sudah diamankan di kantor POM AL.

    “Ada mobil dan motor yang diduga masih berhubungan langsung dengan proses pembunuhan Juwita,” ujarnya. 

    Dari informasi yang ia dapat dari salah satu tim kuasa hukum keluarga Juwita, mobil tersebut merupakan mobil rental.

    “Informasi dari Tim Kuasa Hukum, mobil tersebut diamankan di daerah Kandangan, Hulu Sungai Selatan,” ujarnya.

    Meski Jumran alias J telah jadi tersangka dan bukti-bukti telah ditemukan, namun hingga kini belum diketahui apa motif pembunuhan.

    Pazri yang datang ke Denpom AL Banjarmasin pada Rabu (2/4/2025) untuk mendampingi keluarga korban dalam rangka pemeriksaan menuturkan, penyidik menetapkan J sebagai tersangka pada 29 Maret 2025 lalu

    “Untuk motif dari pembunuhan ini sampai saat ini masih didalami,” ujar Pazri.

    Ia juga menuturkan, J sudah ditahan selama 20 hari oleh penyidik.

    “Terkait dengan bukti-bukti yang ditemukan, sejumlah barang bukti telah diamankan oleh penyidik, termasuk kendaraan roda dua dan mobil yang merupakan milik rental, serta beberapa barang lainnya,” 

    “Seluruh barang bukti tersebut sudah disita dan tercatat dalam berita acara penyitaan yang diberikan kepada tim advokasi,” lanjutnya.

    Diketahui, Juwita ditemukan meninggal dunia di semak-semak di kawasan Gunung Kupang Banjarbaru pada Sabtu (22/3/2025).

    Awalnya, korban diduga tewas karena kecelakaan.

    Namun, setelah ditelusuri ternyata Juwita merupakan korban pembunuhan.

    Sebagian artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Fakta Baru Kasus Pembunuhan Juwita Jurnalis Banjarbaru, Kuasa Hukum: Ada Dugaan Kekerasan Seksual

    (Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(BanjarmasinPost.co.id, Stanislaus Sene)

  • Daftar Identitas 10 Jenazah Korban Tanah Longsor di Mojokerto Jatim, 7 Korban Masih Satu Keluarga – Halaman all

    Pamit Silaturahmi, Wahyudi dan 6 Anggota Keluarganya Pulang Tinggal Nama karena Longsor di Mojokerto – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Korban tebing longsor di jalur Pacet-Cangar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur mencapai 10 orang.

    Seluruh korban dari dua mobil yang tertimbun longsor berhasil dievakuasi oleh tim SAR.

    Termasuk korban bernama Wahyudi dan enam anggota keluarganya yang berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur.

    Sebelum menjadi korban longsor, Wahyudi bersama keluarganya hendak pergi silaturahmi ke Batu via jalur Pacet-Cangar.

    Nahas, di pertengahan perjalanan, mobil Kijang Innova yang dikendarai pria 71 tahun tersebut jadi korban tebing longsor.

    “Kami benar-benar tidak menyangka bahwa keluarga kami jadi korban,” kata Charisun yang merupakan kerabat Wahyudi saat ditemui di rumah duka di kawasan Kloposepuluh Sukodono, Sidoarjo, Jumat (4/4/2025). 

    Mobil Kijang Innova tersebut ditumpangi oleh Masjid Zatmo Setio (30), Rani Anggraeni (28), Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6), Putri Qiana Ramadhani (2), H. Wahyudi (71), Hj. Jainah (61), Saudah (70).

    Mengutip TribunJatim.com, Charisun menceritakan rombongan berangkat pada Kamis (3/4/2025) pagi.

    Saat peristiwa longsor terjadi, Charisun dan kerabat yang lain mendengar informasi adanya bencana longsor dari sosial media.

    Tak disangka, yang jadi korban adalah keluarga mereka.

    Informasi tersebut ia dapatkan dari pihak kepolisian.

    “Kira-kira setelah Maghrib kami dapat info itu,” ucap Charis. 

    10 Korban Berhasil Dievakuasi

    Tim SAR diketahui berhasil mengevakuasi 10 korban dari dua mobil.

    TribunJatim.com mewartakan, tujuh korban berasal dari Sidoarjo yang mengendarai mobil Kijang Innova.

    Lalu tiga korban lainnya mengendarai mobil pickup yang beridentitas Ahmad Fiki Muzaki (28), Fitria Handayani (27) dan Mikaila F.Z. (3,5).

    Kepala Desa Jatijejer, Trawas, Mojokerto, Akhmad Mujiono menuturkan, ketiga korban yang naik pickup tersebut merupakan satu keluarga.

    “Ketiganya (korban) satu keluarga, sudah dievakuasi dari mobil pikap yang tertimbun longsor,” ujarnya.

    Sementara itu AKBP Ihram Kustarto selaku Kapolres Mojokerto mengatakan, seluruh korban sudah berhasil dievakuasi.

    “Evakuasi pertama mobil Pikap terdapat tiga korban, sudah dievakuasi ke RS Sumberglagah.”

    “Sudah teridentifikasi dan sudah dihadirkan keluarga yang bersangkutan, untuk dimakamkan,” ucap AKBP Ihram.

    Ia menuturkan, para korban dibawa ke Rumah Sakit Batu.

    “Enam jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Batu, karena akses ke sana lebih mudah dengan kondisi korban yang ditemukan,” lanjutnya.

    Diwartakan sebelumnya, longsor di jalur alternatif Pacet-Cangar Kota Batu, Kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerdjo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ini terjadi pada Kamis (3/4/2025).

    Dua unit mobil tersapu longsor hingga menyebabkan korban jiwa.

    Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo Djati mengatakan, penyebab tebing longsor ini diduga karena aliran sungai yang tersumbat pohon tumbang.

    “Ada sumbatan aliran air, ketinggian  tebing sekitar 50 meter sehingga longsor mengarah ke jalan (Pacet-Cangar),”

    “Ditemukan dua kendaraan terkena longsor, untuk kendaraan lain (Motor) masih dalam proses evakuasi,” kata Yo’ie.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Satu Keluarga di Sidoarjo Jadi Korban Bencana Longsor Cangar Mojokerto, Kerabat Tak Menyangka

    (Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra/Mohammad Romadoni)

  • Duduk Perkara Perempuan Bandung dan Bayinya Sengaja Ditinggal Suami di Masjid Kaum Ciawi Tasikmalaya – Halaman all

    Duduk Perkara Perempuan Bandung dan Bayinya Sengaja Ditinggal Suami di Masjid Kaum Ciawi Tasikmalaya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA –  Saat hendak mudik ke kampung halaman suaminya di Ciamis, Dede Apriyanti (35), seorang ibu asal Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung justru ditinggalkan oleh suami bersama bayi mereka yang masih berumur 4 bulan.

    Peristiwa ini terjadi pada Selasa pagi (1/4/2025), saat Dede dan suaminya Ade Candra Gunawan menginap di Masjid Kaum Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya.

    Namun ketika Dede bangun di pagi hari, ia terkejut karena sang suami sudah tidak ada di sisinya.

    “Saya bangun sekitar pukul enam pagi, suami sudah tidak ada. Padahal kami sempat sahur bersama,” ungkap Dede sambil menahan air mata.

    Dede yang kebingungan membawa bayinya sempat mondar-mandir mencari suaminya.

    Ia akhirnya ditemukan oleh anggota Polres Tasikmalaya Kota yang tengah melakukan patroli pagi. 

    Saat itu, Dede tampak lemas dan kebingungan sambil menggendong bayinya yang mulai rewel karena lapar.

    Kepala Pos Terpadu Ampera, AKP Asep Saefulloh mengatakan, pihaknya segera memberikan bantuan kemanusiaan setelah mendapatkan laporan dari anggota yang sedang berpatroli.

    “Kami langsung mengevakuasi ibu dan bayinya ke Pos Terpadu, memberinya makan dan membelikan susu untuk sang bayi.

    Dari informasi awal, ibu ini mengaku ditinggalkan suaminya saat dalam perjalanan mudik,” jelas AKP Asep.

    Dede Adalah Istri Kedua

    Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, fakta mengejutkan pun terungkap.

    Dede ternyata adalah istri kedua dari Ade Candra Gunawan.

    Informasi dari Polsek Pangalengan menyebutkan bahwa Ade sudah tidak menginginkan keberadaan Dede karena konflik yang telah lama berlangsung.

    “Iya, informasi dari Kapolsek Pangalengan, suaminya memang sudah tidak menerima istri mudanya.

    Bahkan pihak keluarga suami juga tidak setuju Dede ikut mudik ke Ciamis,” ujar AKP Asep.

    Meskipun awalnya keluarga suami menolak kehadiran Dede dan bayinya namun setelah diberikan pengertian oleh pihak kepolisian, mereka akhirnya menerima keduanya untuk tinggal sementara waktu.

    “Karena alasan kemanusiaan, dan melihat kondisi bayi yang masih sangat kecil, akhirnya keluarga suami bersedia menerima mereka tinggal sementara,” tambahnya.

    Tidak Mengetahui Alamat Tujuan

    Saat dimintai keterangan, Dede mengaku tidak mengetahui alamat rumah keluarga suaminya di Ciamis.

    Ia hanya mengikuti suami yang mengendarai motor dari Pangalengan.

    Hal ini membuat proses penelusuran lokasi suaminya terhambat.

    “Si ibu tidak tahu alamat rumah suaminya yang di Ciamis. Maka dari itu, kami putuskan untuk mengantar kembali ke kampung halamannya di Pangalengan dengan menggunakan travel,” ujar AKP Asep. (Tribun Priangan/Jaenal Abidin) 

     

  • Pernah Romantis, Charles Tewas Ditikam Pacar Karena Minta Uang Main Judi Slot, Pelaku Kini Menyesal – Halaman all

    Pernah Romantis, Charles Tewas Ditikam Pacar Karena Minta Uang Main Judi Slot, Pelaku Kini Menyesal – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BATAM-  Fania Putri (25) menikam dada kekasihnya Charles Leo Putra (36) hingga tewas di sebuah kos-kosan di Baloi Blok V, Lubuk Baja, Batam, Kepri, Kamis (3/4/2025) dini hari.

    Saat diperiksa polisi, pelaku kesal uang hasil kerjanya kerap diminta korban main judi slot.

    Sebelum tragedi ini, pelaku dan korban terlibat cekcok hebat dini hari itu di kos-kosan pelaku.

    Puncaknya, pelaku yang sudah hilang kesabaran menikam dada korban pakai pisau dapur.

    Korban sempat berteriak minta tolong hingga akhirnya tergeletak bersimbah darah.

    Korban juga sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun nyawanya tak tertolong. 

    Sebelum peristiwa ini terjadi, Charles dan Fania ternyata pernah memiliki momen yang romantis. 

    Momen kedekatan sepasang kekasih ini sempat diabadikan oleh Charles pada status Reels Facebook almarhum.

    Dari penelusuran TRIBUNBATAM.id, Reels yang diposting Charles sebanyak tujuh bagian. Bagian pertama terpantau diposting Charles pada delapan pekan silam. 

    Dalam video Reels itu Charles berbaring di samping Fania sambil mengusap rambut kekasihnya.

    Charles sempat menyematkan tulisan dalam video tersebut. ‘Baik buruknya dia, dia tetap pilihanku’. Charles sempat menorehkan emoticon berbentuk hati di akhir tulisan itu.

    Pada bagian kedua, Charles memposting foto editan dirinya bersama Fania. Keduanya saling mendekatkan hidung satu sama lain. Tidak ada tulisan apa pun pada video ini. Video tersebut diposting sekitar tujuh pekan silam.

    Pada video pertama dan kedua, Charles menyematkan lagu Andmesh Kamaleng ‘Anugerah Terindah’. 

    “Kau yang kucinta sepenuh hati. Biar semua manusia jadi saksi nyata bahwa memilikumu adalah anugerah terindah untuk diriku.”    

    Foto pada bagian video kedua diposting kembali oleh Charles dengan mode bisu tanpa back sound pada video ketiga. 

    Foto editan lain dengan gaya bebas juga dipostingnya pada video keempat. 

    Foto itu menampilkan Charles yang sedang menunjukkan barisan gigi, sedangkan Fania menampilkan mode cool.

    Video bagian kelima dan keenam juga menampilkan foto keduanya yang sedang berbaring sambil mendekatkan kepala. 

    Status ini juga tidak disertai back sound. Tidak ada tulisan apa pun pada bagian status tersebut. Kedua video ini pun diposting sekitar tujuh pekan silam.

    Nah, pada bagian video ketujuh, Charles memosting foto dirinya berdiri di samping kekasihnya itu. 

    Charles yang mengenakan topi hitam dibalik ke belakang, menunjukkan bibir mengerucut seperti sedang mencium.

    Fania juga menampilkan bentuk bibir yang sama. Kala itu Fania sedang memegang kue ulang tahun berwarna dominan putih. 

    Di hadapan foto keduanya, Charles menyematkan sepenggal kalimat yang mewakili isi hatinya kepada sang kekasih. 

    “Happy birthday sayangku. Semoga makin bertambah usiamu makin bertambah juga rezekimu, sabarmu, cintamu, yang paling penting, kau diberikan umur yang panjang serta kesehatan karena masih banyak wishlist yang akan kita wujudkan bersama.”

    Pengakuan pelaku

    Puncak pertikaian antara keduanya terjadi Kamis dini hari itu sekitar pukul 04.00 WIB.

    Saat itu mereka baru pulang dari tempat hiburan. 

    Dalam perjalanan, pasangan ini terlibat cekcok. Korban yang saat itu berada di atas motor sempat menarik-narik kendaraan, membuat pelaku takut terjatuh.  

    Setelah tiba di kos, pertengkaran semakin memanas. Apalagi pelaku sudah di bawah pengaruh alkohol.   

    Pertengkaran semakin memanas, hingga korban diduga mencekik leher Fania. 

    Dalam kondisi panik dan emosi, Fania langsung mengambil pisau yang ada di atas meja.

    Korban mengejar pelaku. Keributan antara keduanya didengar penghuni kos lainnya.

    Meski sempat dilerai penghuni kos lainnya, korban yang sudah gelap mata kembali mengejar pelaku, dan menikam dada korban dengan pisau dapur sebanyak satu kali.

    Korban saat itu sempat berteriak minta tolong. Hingga akhirnya tergeletak bersimbah darah.

    Korban sempat dilarikan penghuni kos lainnya menggunakan mobil ke rumah sakit terdekat. Namun nyawanya tak tertolong.

    “Saya kesal karena dia selalu minta uang untuk judi. Kami bertengkar, saya sempat dipiting, lalu saya refleks ambil pisau di atas meja dan menusuk dia,” ujar Fania. 

    Permintaan uang yang terus-menerus untuk bermain judi membuat Fania kehilangan kesabaran, hingga berujung pada aksi nekatnya. 

    Setelah menikam korban, Fania mengaku masih sempat berusaha menyelamatkan nyawa korban. 

    Ia membawa korban ke Rumah Sakit Elisabeth Lubuk Baja. Namun sayang, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

    “Saya sempat membopong dan membawa dia ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong. Saya sangat menyesal,” ungkapnya. 
     
    Kini dari balik jeruji, tatapan mata Fania kosong. Wanita muda di Batam itu lebih banyak termenung. Kejadian kelam baru saja ia lalui. 

    Tak pernah terbersit di pikirannya menjadi seorang pembunuh. Apalagi, harus merenggut nyawa sang kekasihnya.

    Kejadian itu berlangsung singkat, luapan amarah menuntunnya. 

    “Saya sudah tak sadar, pikiran saya sudah gelap. Saya sangat kesal, dia tak pernah dengarkan saya, kami sudah sering ribut,” ungkap Fania di Polsek Lubuk Baja. 

    Fania mengaku menyesal, namun ia berupaya tegar. Kenyataan di depan, harus ia hadapi. 

    “Sangat menyesal, gak tahu lagi bilang apa,” ucap Fania dengan mata berkaca-kaca. 

     

    Penulis: Thomas Tonek

    dan

    Motif Wanita Muda di Batam Tikam Pacar hingga Tewas, Kesal Korban Kecanduan Judi

  • Atlet Tarung Derajat di Asahan Sumut Dianiaya Anggota Geng Motor, Korban Sempat Diculik – Halaman all

    Atlet Tarung Derajat di Asahan Sumut Dianiaya Anggota Geng Motor, Korban Sempat Diculik – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Seorang atlet Olahraga Tarung Derajat dari Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, Muhammad Aldi Sitorus Pane menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok geng motor pada Selasa (1/4/2025) malam.

    Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang usai halalbihalal Hari Raya Idulfitri bersama dua rekannya.

    Sekretaris Pengcab Kodrat Asahan, Aiptu Wan Rudi mengatakan kejadian bermula ketika korban dengan dua rekannya berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di Imam Bonjol sekira pukul 23.00 WIB. 

    Mereka tiba-tiba diadang oleh sejumlah orang yang mengendarai sepeda motor.

    Tanpa alasan yang jelas, kelompok tersebut langsung melakukan aksi pengeroyokan.

    “Saat itu yang dua (temannya) lari, sedangkan Si Aldi ini bertahan melawan. Karena melawan, makin ramai yang datang. Lalu larilah di situ ada orang angkringan, karena mungkin orang angkringan itu takut juga, lalu diusirlah mereka,” kata Wan Rudi menerangkan kronologi berdasarkan pengakuan korban ketika dikonfirmasi melalui seluler, Kamis (3/4/2025). 

    Setelah diusir warga disekitar lokasi, kata Wan Rudi aksi pengeroyokan tidak berhenti sampai di situ saja.

    Korban sempat diculik dan dibawa ke desa Sidomukti, dan kembali dianiaya.

    Sehingga korban mengalami sejumlah luka di wajah, dan kepala. 

    “Di situ diramaikan lagi, digebukin, dicucuk pakai kawat, pakai kunci dan dipijak-pijak sampai hidungnya patah, itulah menyebabkan kepalanya juga robek. Setelah dibawa ke rumah sakit menerima 8 jahitan,” ungkapnya. 

    Setelah dianiaya sekelompok diduga geng motor tersebut, korban pun dibuang para pelaku ke kawasan Jalan Pabrik Benang.

    Korban pun ditemukan oleh pelatihnya, Khairul Lubis sekira pukul 12:00 WIB, dan langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Kisaran. 

    Saat ini, kondisi korban yang merupakan peraih medali emas Kejuaraan Daerah (Kejurda) Junior Sumut 2024 itu masih dalam perawatan medis. 

    “Kondisi sekarang masih muntah darah, ada berak darah, sama hidungnya masih berdarah, kemungkinan patah tulang hidungnya. Kemungkinan mau dirujuk ke Medan, ini masih mau menghadap Bupati supaya membantu dana untuk pembiayaan berobat, mengingat dia karena atlet,” tuturnya. 

    Insiden ini pun, katanya sudah dilaporkan ke Polres Asahan untuk untuk ditindaklanjuti. 

    “Sama pelatih sudah melakukan laporan resmi ke Polres, setelah dari rumah sakit dan divisum, terus melaporkan juga ke ketua pengcab dan ketua pengcab sudah koordinasi dengan Polres,” pungkasnya. 

    Polisi diminta temukan pengeroyok

    Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Sumatra Utara meminta pihak kepolisian bertindak cepat menangkap pelaku penganiayaan dan penculikan terhadap Muhammad Aldi Sitorus.

    Hal ini demi memberikan keadilan bagi korban. 

    Mengingat, korban merupakan salah satu atlet berprestasi cabor tarung derajat Asahan.

    “Ya kita dari pengprov Kodrat Sumatera Utara mengutuk keras penganiayaan, pengeroyokan, dan penculikan geng motor tersebut. Kita meminta kepada kepolisian untuk bertindak tegas, cepat menangkap pelaku dan secara profesional lah,” ucap Ketua Pengprov Kodrat Sumut, Tasimin kepada Tribun Medan, Kamis (3/4/2025). 

    Tasimin juga menyebutkan akan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

    Namun, jika kasus ini tidak diusut tuntas, Tasimin memastikan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan demi keadilan korban.

    “Kami tetap menahan diri, kita patuh terhadap hukum, kita tidak mau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum. Namun kalau polisi tidak bertindak tegas, ya kita dari seluruh Keluarga Olahraga Tarung Derajat Sumut pasti akan melakukan tindakan terhadap penganiayaan tersebut,” tegasnya. 

    Kembali Tasimin menyatakan, keluarga besar tarung derajat se-Sumut siap mengawal kasus ini agar segera tuntas.

    “Tapi kita tetap menyerahkan kepada proses hukum polisi dan pengprov Kodrat Sumatera Utara akan mengawal dan sudah membentuk tim advokasi yang akan mengawal kasus ini sehingga akan tuntas,” pungkasnya. 

     

    Penulis: Aprianto Tambunan

  • Polres Labuhanbatu Selatan Klarifikasi Tudingan Oknum Perwira Diduga Pesta Narkoba – Halaman all

    Polres Labuhanbatu Selatan Klarifikasi Tudingan Oknum Perwira Diduga Pesta Narkoba – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Polres Labuhanbatu Selatan memberikan klarifikasi terkait tudingan bahwa Kanit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Iptu Chaidir Suhartono pesta narkoba.

    Iptu Chaidir diduga juga pengedar narkoba. Tudingan tersebut diviralkan akun Facebook bernama Putri Tanjung.

    Kasi Propam Polres Labusel AKP DP Tarigan mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan mengenai informasi tersebut.

    Ia menyebut pihaknya sudah memanggil dan memeriksa urine Iptu Chaidir dan hasilnya negatif narkoba.

    “Hasil tes urine yang kita lakukan terhadap oknum yang bersangkutan menunjukkan negatif narkoba,”kata Kasi Propam Polres Labusel, AKP DP Tarigan, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/4/2025).

    AKP DP Tarigan pengusutan dugaan keterlibatan narkoba Iptu CS dilakukan berdasarkan perintah Kapolres Labusel, AKBP Aditya SP Sembiring.

    Ini diawali postingan media sosial menyebut Iptu CS melakukan pesta narkoba saat momen lebaran dan terlibat dalam jaringan peredarannya. 

    Sayangnya, pada Rabu 2 April 2025 postingan di akun Facebook milik Putri Tanjung yang berisi narasi yang menyudutkan Iptu CS sudah dihapus.

    Namun keesokan harinya, muncul akun media sosial lainnya yang mengunggah status serupa.

    “Tak lama kemudian, pada pukul 20.00 WIB, postingan tersebut dihapus dari akun Facebook Putri Tanjung, namun sekitar pukul 23.00 WIB, narasi serupa diposting ulang oleh akun Facebook Lacin Lacin, yang meminta pihak berwenang untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut,” bebernya.

    Saat diperiksa, Iptu Chaidir, mengungkapkan saat lebaran kedua, tepatnya Selasa 1 April 2025 sedang melaksanakan pengembangan kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Silangkitang, dan pelakunya pun berhasil diamankan. 

    Mengenai foto-foto yang diunggah akun Facebook tersebut merupakan foto lama yang ditambahkan narasi negatif.

    “Narasi yang diungkapkan tidaklah benar,” sebutnya. 

    Polres Labusel berencana akan mencari dan memanggil pemilik akun Facebook Putri Tanjung untuk dimintai klarifikasi.

    Terhadap Iptu CS, Polres Labuhanbatu Selatan tak akan pandang bulu apabila ada personel terlibat narkoba akan ditindak tegas.

    “Siapa pun yang terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba, tanpa terkecuali, termasuk personel kepolisian, pasti kita tindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

    Penulis: Fredy Santoso