Category: Tribunnews.com Regional

  • Mayat Purnawirawan TNI Ditemukan Tengkurap di Pantai Garongkong Barru Sulsel – Halaman all

    Mayat Purnawirawan TNI Ditemukan Tengkurap di Pantai Garongkong Barru Sulsel – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mayat seorang purnawirawan TNI ditemukan terdampar di kawasan Pantai Garongkong, tepatnya di sekitar area Pelabuhan Garongkong, Jumat (4/4/2025).

    Belakangan diketahui korban bernama Marsud (55) warga Jalan Pahlawan, Kelurahan Sepee, Kecamatan Barru.

    Saat ditemukan warga, kondisi mayat dalam posisi tengkurap di antara hamparan bebatuan, mengenakan jaket berwarna navy dan celana panjang hijau.

    Kapolsek Barru, Kompol Muhammad Anwar mengatakan, mayat Marsud pertama kali ditemukan anak kandungnya, Aisyanang (29), bersama seorang kerabat bernama Yusuf (65).

    “Korban diketahui pergi melaut untuk mencari ikan menggunakan alat tradisional bernama Bangrong sejak pagi hari, namun hingga malam belum juga pulang,” ujar Kompol Anwar, Sabtu (5/4/2025).

    Karena khawatir, pihak keluarga pun mencarinya.

    Marsud ditemukan sudah tak bernyawa di tepi pantai pada pukul 22.15 Wita dalam posisi tengkurap.

    Setelah dievakuasi, jenazah Marsud dibawa ke RSUD Lapatarai Barru menggunakan ambulans.

    Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit lambung, diabetes, dan jantung yang sudah lama dideritanya.

    “Pihak keluarga telah menyampaikan penolakan untuk dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan,” kata Kompol Anwar.(*)

     

  • Awalnya Gencar Bongkar Praktik Pungli, Kini Emen Sopir Angkot Bogor Minta Maaf ke Organda dan Dishub – Halaman all

    Awalnya Gencar Bongkar Praktik Pungli, Kini Emen Sopir Angkot Bogor Minta Maaf ke Organda dan Dishub – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Emen, sopir angkot di wilayah Puncak, Bogor, menyampaikan permintaan maaf kepada Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor.

    Permintaan maaf itu disampaikan Emen melalui surat pernyataan yang ditulisnya saat meralat ucapan soal pemotongan dana bantuan tersebut.

    Emen juga mengatakan masalah pemotongan dana bantuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sudah selesai.

    “Alhamdulillah dari ini semua udah clear dengan semuanya dan apa yang dibicarakan dengan Gubernur Dedi Mulyadi, itu hanya klarifikasi saja, maka dengan ini saya ralat.”

    “Demikian surat pernyataan ini dibuat dan ditandatangani tanpa ada paksaan dari manapun. Dan saya mohon maaf sebesarnya terutama pada Organda dan Dishub Kabupaten Bogor,” kata Emen, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Minggu (6/4/2025).

    Dalam surat pernyataan tersebut, Emen menyatakan bahwa Organda dan Dishub tidak terlibat dalam pemotongan dana bantuan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

    “Adapun pihak terkait Organda dan Dishub itu tidak terkait dengan program tersebut, hanya ada di lokasi yang memberikan kompensasi tersebut tidak ada keterkaitan dengan masalah tersebut,” katanya.

    Adapun Dedi Mulyadi mengambil kebijakan menghentikan sementara operasional angkot di jalur Puncak Bogor selama sepekan, yakni saat musim libur lebaran 2025 untuk mengantisipasi kemacetan.

    Sebagai pengganti penghasilan, para sopir angkot akan menerima kompensasi sebesar Rp1,5 juta.

    Uang tersebut terdiri atas Rp1 juta uang tunai dan Rp500 ribu berbentuk sembako.

    Awalnya, Emen mengatakan hanya mendapat uang Rp800 ribu dari total Rp1 juta bantuan dana dari Dedi Mulyadi.

    “Kan dari bapak sekian, bilangnya (potongan) keikhlasan, tapi dipatok Rp200 ribu,” kata Emen dikutip dari Wartakotalive.com.

    Emen mengungkap sosok yang berani menyunat bantuan tersebut, yakni oknum pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan KKSU.

    “Itu pak dari Dishub Kabupaten Bogor, organda sama KKSU,” kata Emen.

    Namun, sayangnya Emen tak mengenal pasti nama-nama pegawai Dishub Kabupaten Bogor yang memotong bantuan Dedi Mulyadi itu.

    “Siapa saya kurang tahu, pokoknya orang-orang Dishub. KKSU juga bukan ketuanya, ada oknum,” katanya.

    Kendati demikian, Emen menyebut satu nama dari KKSU.

    “Nerimanya? Tahu pak, ketuanya pak Nandar,” kata Emen saat ditelepon Dedi Mulyadi.

    Dia yang tergabung dalam komunitas Seksi juga menyerahkan uang Rp200 ribu per orangnya.

    “Gak tahu, kita mah cuma diminta. Semuanya, saya aja komunitas ada 20 nyerahin Rp4 juta ke KKSU, kata KKSU buat Dishub baru organda, KKSU,” ujar Emen.

    Dedi Mulyadi Tetap Memproses Hukum Pelaku Pemotongan Dana Bantuan

    Meskipun Emen sudah meralat ucapannya tentang pemotongan dana bantuan, tampaknya hal itu hanya sia-sia.

    Pasalnya, Dedi Mulyadi tetap akan memproses hukum pelaku pemotongan dana bantuan tersebut.

    Dedi Mulyadi menegaskan, proses hukum harus tetap berjalan semestinya, meski uang pemotongan itu sudah dikembalikan.

    “Sopirnya sudah menyampaikan pernyataan sudah dibalikin,” katanya.

    “Saya sih selidiki saja agar itu tidak menjadi kebiasaan. Kalau barangnya sudah dikembalikan soal lain, tapi BAP-nya (Berita Acara Perkara) harus tetap ada,” imbuh Dedi Mulyadi.

    Bantahan Dishub Bogor

    Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, membantah melakukan pemotongan uang kompensasi bagi sopir angkot di Kawasan Puncak Bogor.

    Dadang mengatakan, uang yang diberikan kepada Kelompok Koperasi Serba Usaha (KKSU) itu, awalnya merupakan bentuk keikhlasan dari para sopir sendiri.

    “Tadinya sopir memberikan seikhlasnya ke KKSU, tetapi kemudian berkembang, ada pemotongan Rp200.000,” kata Dadang saat ditemui di Pos Dishub Gadog, Puncak Bogor, Jumat (4/4/2025), dilansir Kompas.com.

    Dadang mengatakan, informasi yang meluas di media sosial itu hanya miskomunikasi saja.

    “Terkait informasi yang di luar yang simpang siur dalam artian dari mulai Organda, Dishub, dengan KKSU, dan pemilik kendaraan kita sudah sepakat bahwa yang tersampaikan oleh kemarin disampaikan ke Gubernur (Dedi Mulyadi) itu sama sekali tidak benar. Hal ini karena miskomunikasi,” ujarnya.

    Dishub pun mengklaim telah menuntaskan persoalan tersebut dengan membantu proses pengembalian uang yang sempat dipotong. 

    Total dana sebesar Rp11,2 juta yang sebelumnya dikumpulkan dari para sopir telah dikembalikan sepenuhnya. 

    “Sekarang hari ini kita sudah saksikan semua bahwa yang potongan Rp200.000, Rp100.000, dan Rp50.000, yang jumlahnya Rp11,2 juta sudah diserahkan kembali ke sopir.”

    “Ini murni dari KKSU langsung yang kemarin ada pungutan itu ternyata itu keikhlasan dari sopir,” ujar Dadang.

    Sebelumnya, Sekretaris DPC Organda Kabupaten Bogor, Haryandi, juga membantah jika adanya pemotongan uang kompensasi untuk sopir angkot.

    “Itu tidak benar adanya, tetapi betul ada anggota kami di lapangan menerima sejumlah uang sebagai ucapan terima kasih, yang sifatnya seikhlasnya dari beberapa para pengurus paguyuban atau komunitas,” ujarnya kepada wartawan di Simpang Gadog, Kamis (3/4/2025), dikutip dari TribunnewsBogor.com.

    Haryandi mengungkapkan, uang yang terhimpun sebagai ucapan terima kasih tanpa dipatok dari para sopir angkot tersebut berjumlah Rp3,2 juta.

    Ia pun menegaskan jika dalam menghimpun uang tersebut tanpa ada paksaan dan juga tidak semua sopir angkot memberikan kontribusinya.

    Sementara itu, ia menjelaskan imbalan tersebut diberikan sebagai ucapan terima kasih karena timnya telah membantu proses pendataan dalam waktu singkat setelah kebijakan itu diambil.

    “Sekali lagi kami dari Organda Kabupaten Bogor menyatakan bahwa hal pemotongan itu tidak benar adanya, tetapi hanya menerima imbalan terima kasih sesuatu yang sekali lagi sifatnya sukarela,” katanya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul PROFIL Emen Sopir Angkot Bogor yang Bongkar Pemotongan Bantuan dari KDM, Klarifikasinya Mengejutkan

    (Tribunnews.com/Rifqah) (TribunnewsBogor.com/Sanjaya Ardhi/Muamarrudin Irfani) (Wartakotalive.com/Valentino Verry) (Kompas.com)

  • Identitas Soma Terungkap Setelah Sang Istri Mengenali Gelang Korban yang Tenggelam 2 Pekan Lalu – Halaman all

    Identitas Soma Terungkap Setelah Sang Istri Mengenali Gelang Korban yang Tenggelam 2 Pekan Lalu – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, NEGARA – I Komang Soma Merta (37) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Sabtu (5/4/2025) setelah dua pekan terjatuh di laut saat memancing.

    Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengambang dengan posisi telungkup di Pantai Gilimanuk, Selat Bali, Jembrana. 

    Identitas korban diketahui istrinya dari aksesoris gelang yang dikenakan korban saat ditemukan.

    Informasi yang diperoleh, jasad Komang Soma ditemukan di perairan Selat Bali tepatnya di Lingkungan Asih, Kelurahan Gilimanuk pada koordinat 08°10’21.49” S – 114°25’51.78″E sekitar pukul 07.00 Wita. 

    Jenazah ditemukan oleh seorang nelayan saat sedang melaut. 

    Nelayan tersebut lalu menginformasikan ke Anggota Sat Polairud Polres Jembrana Pos Gilimanuk. 

    Selanjutnya Anggota Sat Polairud Jembrana Pos Gilimanuk berkoordinasi dengan Basarnas Jembrana untuk bersama-sama melakukan evakuasi mayat korban ke Dermaga Water Bee Gilimanuk.

    Pada pukul 07.41 Wita, Tim SAR Gabungan (evakuasi) tiba di Dermaga Water Bee Gilimanuk.

    Selanjutnya jasad korban diserahkan kepada tim medis Puskesmas II Melaya untuk diangkut menuju RSU Negara, sekira pukul 08.45 Wita.

    Korban sebelumnya tenggelam dan terseret arus saat perjalanan pulang dari memancing di perairan Ketapang Muara Perancak-Pengambengan, Jembrana, Bali. 

    Jasad korban Komang Soma ditemukan di arah ke barat, jauh dari lokasi jatuhnya. 

    Korban asal Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara ini terjatuh di laut pada dua pekan lalu atau Sabtu 22 Maret 2025. 

    “Setelah dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan atau identifikasi,” kata Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, Sabtu. 

    Dia melanjutkan, dari hasil pemeriksaan Inafis Polres Jembrana serta pihak dokter, pengambilan sidik jari sudah tidak bisa dilakukan karena jasad korban sudah dalam keadaan hancur. 

    Selain itu, pada bagian wajah juga sudah tidak bisa dikenali. 

    Namun istri korban, Ketut Suamardiasih mengenali jenazah suaminya.

    Dia mengenali aksesoris seperti gelang tridatu yang dipasangkan pada tangan kanan suaminya tersebut. 

    Suamardiasih juga mengenali gelang warna hitam pada tangan kirinya serta celana dalam yang digunakan suaminya. 

    “Dari pihak keluarga, yakni istrinya mengenali korban dari aksesoris yang digunakannya. Seperti gelang pada tangan serta aksesoris lainnya,” tandasnya.

  • Macet, Terjadi Penumpukan Kendaraan Menuju Arah Gerbang Tol Bocimi di Cibadak – Halaman all

    Macet, Terjadi Penumpukan Kendaraan Menuju Arah Gerbang Tol Bocimi di Cibadak – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI – Terjadi penumpukan kendaraan di sepanjang Jalan Siliwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menuju arah Gerbang Tol Bocimi dan arteri Nasional Sukabumi Bogor, Sabtu (05/05/2025) malam.

    Pantauan Tribunjabar.id, pukul 21.30 WIB peningkatan volume kendaraan dari arah Kota Sukabumi.

    Begitu juga arah Palabuhanratu di simpang tiga atau simpang Ratu tak terhindari.

    Kemacetan panjang dari arah Ciangsana, Cikembar terpantau melalui peta aplikasi Google Maps mencapai 6 kilometer hingga simpang Ratu Cibadak.

    Begitu juga kemacetan terjadi dari arah Kota Sukabumi terpantau aplikasi Google Map mencapai 4,8 Kilometer. 

    Kemacetan juga terpantau di simpang jalan alternatif Nagrak menuju arah jalan nasional Sukabumi-Bogor hingga mencapai 3 kilometer lebih.

    Roni (48) pengendara dari arah Kota Sukabumi mengaku ia hampir empat jam agar bisa sampai ke Cibadak.

    “Tadi dari Cisaat macet itu di Karangtengah lama 4 jam baru sampai sini (Cibadak),” ucapnya. 

    Roni untuk menghilangkan stres menunggu roda bergerak ia menangkan diri mengatur emosional dengan sambi mengopi.

    “Ngopi dulu lah biar tak pusing. Sambil nikmatin aja dulu bersabar,” ucapnya.

    Wiyono (45) wisatawan dari Bogor mengaku ia bersama rombongannya ingin sampai ke Cibadak sampai berjam-jam.

    “Tadi itu jam 1 siang pulang dari Palabuhanratu macetnya parah. Jam 9 malam baru sampai sini (Cibadak),” ucapnya.

    Ia bersama wisatawan lainnya hanya bisa pasrah baru sampai Cibadak pun, sudah kembali macet.

    “Pasrah lah kalau begini sampai sini masih macet panjang. Bisa sampai dini hari sampai rumah (Bogor),” tutupnya.

    Sementara itu di kemacetan panjang pihak kepolisian berupaya mengatur laju kendaraan dari dua arah agar tetap bisa berjalan.

    Penulis: Fauzi Noviandi

  • Polsek Kabawo Muna Sultra Digeruduk Massa, Ini Penyebabnya – Halaman all

    Polsek Kabawo Muna Sultra Digeruduk Massa, Ini Penyebabnya – Halaman all

    Polsek Kabawo Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) digeruduk massa terkait penanganan kasus tawuran yang terjadi di desa mereka.

    Tayang: Minggu, 6 April 2025 03:45 WIB

    net

    DIDEMO WARGA – Polsek Kabawo Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) digeruduk massa terkait penanganan kasus tawuran yang terjadi di desa mereka. 

    TRIBUNNEWS.COM, KENDARI- Polsek Kabawo Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) digeruduk massa terkait penanganan kasus tawuran yang terjadi di desa mereka. 

    Kedatangan masyarakat ini dipicu usai lima warga Kelurahan Laimpi, Kecamatan Kabawo, Muna, menjadi korban pembusuran pada Sabtu (5/4/2025) dini hari.

    Pembusuran tersebut terjadi disela-sela acara lulo di sebuah desa yang digelar warga. 

    Seorang masyarakat yang ikut mendatangi Polsek Kabawo mengungkapkan kedatangan mereka untuk menuntut pelaku pembusuran segera ditangkap. 

    Sementara itu, Kasi Humas Polres Muna, Ipda Baharuddin yang dikonfirmasi mengatakan kalau saat ini anggota kepolisian sedang berada di lokasi kejadian mengamankan situasi. 

    Sebab, kata Baharuddin sejauh ini lokasi kejadian belum kondusif. 

    “Anggota masih melakukan penyelidikan dan mencoba mendamaikan mereka yang sedang  bertikai,” tuturnya. 

    Diberitakan sebelumnya sejumlah pemuda di Muna Sulawesi Tenggara terlibat tawuran, Sabtu (5/4/2025).

    Karena kejadian tersebut, lima orang pemuda mengalami luka.

    Penulis: Sugi Hartono

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’9′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Jenazah di OKU Timur Dibawa Pakai Pikap Karena Ambulans Kehabisan BBM, Ini Penjelasan RSUD Martapura – Halaman all

    Jenazah di OKU Timur Dibawa Pakai Pikap Karena Ambulans Kehabisan BBM, Ini Penjelasan RSUD Martapura – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, MARTAPURA – Pelayanan di RSUD Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi sorotan setelah beredar jenazah dibawa menggunakan mobil pikap oleh keluarganya,

    Penggunaan mobil pikap tersebut akibat ambulans rumah sakit tidak tersedia. 

    Keluarga menggunakan mobil pikap pada Sabtu (5/4/2025) sekitar pukul 05.00 WIB hingga 06.00 WIB.

    Dalam video yang beredar di Instagram, tampak jenazah sudah berada di dalam ambulans, namun tidak ada sopir yang standby.

    Lalu keluarga pasien menyebut bahwa ambulans kehabisan bahan bakar dan sopir tidak ada di tempat.

    Akibatnya, keluarga memilih membawa jenazah sendiri menggunakan mobil pikap, meski dalam kondisi hujan gerimis.

    Direktur RSUD Martapura, dr Deddy Damhudy, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian staf rumah sakit.

    “Benar, ini akibat kelalaian staf kami. Atas nama pribadi dan institusi, saya telah meminta maaf kepada pihak keluarga,” kata dr Deddy saat dihubungi, Sabtu (5/4/2025).

    Menurut kronologi yang disampaikan pihak rumah sakit, pasien datang dalam kondisi tidak sadarkan diri sekitar pukul 05.10 WIB.

    Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, pasien dinyatakan meninggal dunia karena tidak ada denyut nadi dan hasil EKG menunjukkan asistol

    “Perawat kemudian menawarkan agar jenazah diantarkan menggunakan ambulans RSUD. Namun awalnya pihak keluarga menolak dan ingin menggunakan kendaraan sendiri,” bebernya.

    Kemudian, setelah dijelaskan bahwa penggunaan ambulans jenazah gratis jika melalui administrasi BPJS dan identitas pasien bisa menyusul, keluarga akhirnya setuju.

    “Namun, saat jenazah sudah berada di dalam ambulans, sopir menyampaikan bahwa mereka harus membeli bensin terlebih dahulu karena kendaraan kehabisan bahan bakar,” terangnya.

    Hal ini membuat keluarga keberatan dan akhirnya memilih kembali menggunakan kendaraan pribadi.

    Kemudian, Dr Deddy juga mengaku telah menghubungi keluarga korban secara langsung dan akan datang ke rumah duka untuk menyampaikan permintaan maaf secara pribadi.

    “Saya sudah berkoordinasi dengan keluarga korban dan akan bertemu langsung di rumah duka hari ini,” pungkasnya.

    Peristiwa ini memicu kritik terhadap manajemen RSUD Martapura dan menjadi catatan serius terkait kesiapsiagaan layanan darurat rumah sakit, khususnya dalam menangani jenazah pasien.

    Penulis: CHOIRUL RAHMAN

  • Obat-obatan di RSUD Bahteramas Sultra Dicuri Maling – Halaman all

    Obat-obatan di RSUD Bahteramas Sultra Dicuri Maling – Halaman all

    RSUD Bahteramas Sulawesi Tenggara melaporkan ke polisi kasus dugaan pencurian sejumlah obat-obatan.

    Tayang: Minggu, 6 April 2025 02:38 WIB |
    Diperbarui: Minggu, 6 April 2025 02:40 WIB

    freepik

    OBAT-OBATAN DICURI – RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kehilangan sejumlah obat-obatan. 

    TRIBUNNEWS.COM, KENDARI- RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kehilangan sejumlah obat-obatan.

    Informasi pencurian obat di rumah sakit tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (5/4/2025).

    Direktur RSUD Bahteramas Provinsi Sultra dr Hasmudin saat dikonfirmasi mengungkapkan belum bisa memberikan keterangan karena dirinya tengah cuti.

    “Saat ini saya sedang cuti, belum bisa beri keterangan,” ungkapnya.

    Sementara Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hubungan Masyarakat (Humas) RSUP Bahteramas Titi Rahmatia membenarkan telah terjadi pencurian.

    “Iya benar telah terjadi pencurian obat di RS Bahteramas dan sudah dilaporkan ke Polsek Baruga dan Polresta Kendari,” jawabnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (5/4/2025). 

    Hingga berita ini ditayangkan TribunnewsSultra.com terus mengumpulkan sejumlah informasi lain terkait pencurian sejumlah obat di RSUD Bahteramas itu. 

    Penulis: La Ode Ahlun Wahid

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’9′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • 6 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Solo – Halaman all

    6 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Solo – Halaman all

    TRIBUNNNEWS.COM, UNGARAN – Enam kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun terjadi di ruas Tol Semarang-Solo, tepatnya sekitar KM441 wilayah Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (5/4/2025) malam.

    Tampak sejumlah kendaraan ringsek di bagian belakang dan depan.

    Kecelakaan tersebut juga menyebabkan ketersendatan arus lalu lintas saat pemberlakuan one way arus balik libur lebaran.

    Marketing Communication PT Trans Marga Jateng (TMJ), Dian Saputra mengatakan bahwa dari informasi sementara, terdapat enam kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

    “Betul, enam kendaraan,” kata Dian kepada Tribunjateng.com.

    Dari video yang beredar, tampak petugas tol tengah mengevakuasi sebagian kendaraan menggunakan mobil khusus evakuasi.

    Terlihat posisi sejumlah mobil berada di lajur kanan jalan tol tersebut.

    Menurut Dian, penyebab awal kecelakaan yakni terdapat kendaraan yang mengalami gagal pada fungsi pengereman.

    “Gagal berfungsi rem,” imbuh dia.

    Sebagai informasi, saat ini ruas Tol Semarang-Solo diberlakukan sistem satu arah atau one way dari Salatiga menuju Semarang untuk arus balik.

    PT TMJ, lanjut Dian, terus mengimbau pengguna jalan yang akan melakukan perjalanan melalui jalan tol agar dapat memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan.

    “Selain itu, memastikan kecukupan BBM dan saldo E-toll serta tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas jika terdapat rekayasa lalu lintas demi kelancaran perjalanan,” pungkas dia. (*)

    Penulis: Reza Gustav Pradana

  • Bupati Bogor Pasang Badan Terhadap Kades Klapanunggal yang Viral Minta THR: Salah Saya – Halaman all

    Bupati Bogor Pasang Badan Terhadap Kades Klapanunggal yang Viral Minta THR: Salah Saya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BOGOR- Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan dirinya bersalah terkait aksi kepala desa atau kades Klapanunggal Ade Endang Saripudin.

    Kades Klapanunggal menjadi sorotan karena viral meminta Tunjangan Hari Raya (THR) Rp165 juta ke perusahaan di Klapanunggal. 

    “Kalau soal itu, kita harus akui, yang salah adalah saya sebagai Bupati Bogor,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (5/4/2025).

    Padahal Gubernur Jabar Dedi Mulyadi secara tegas meminta polisi segera menangkap Kades Klapanunggal.

    Ia mengatakan, pemerintah daerah telah melarang agar tidak ada pihak yang meminta THR khususnya lembaga pemerintahan.

    Bahkan, kebijakat tersebut diturunkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dituangkan ke dalam Peraturan Bupati Bogor.

    “Kebijakan itu turun pada bulan suci Ramadan, dan ternyata sudah berjalan (oknum meminta THR) bahkan sebelum sampai ke kecamatan dan kepala desa,” katanya.

    Akan hal tersebut, Rudy Susmanto menegaskan bahwa telah mengambil langkah-langkah melalui Inspektorat untuk menindaklanjuti permasalahan yang muncul kemarahan publik. 

    Namun di samping itu, eks Ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2019-2024 itu mengatakan kepala desa memiliki dedikasi yang besar terhadap masyarakat, khususnya dalam penanganan bencana.

    “Di lokasi bencana, para kepala desa tidak pulang. Saat sembako habis, mereka tetap bertahan. Anggota gabungan kelelahan, tapi mereka tetap bekerja. Pernahkah ada yang mengucapkan terima kasih kepada mereka?” katanya.

    Penulis: Muamarrudin Irfani

  • Diduga Tersambar Petir, Kakek di Purbalingga Ditemukan Meninggal di Atap Rumah – Halaman all

    Diduga Tersambar Petir, Kakek di Purbalingga Ditemukan Meninggal di Atap Rumah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Penemuan jasad seorang kakek di atap rumah di Desa Bakulan, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada hari Jumat, 4 April 2025, mengguncang warga setempat.

    Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kemangkon dan memicu penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

    Berikut adalah enam fakta penting mengenai penemuan jasad tersebut.

    Identitas Korban

    Korban dalam kejadian ini adalah Chadingun, seorang lelaki berusia 76 tahun.

    Ia merupakan warga Desa Bakulan, Kemangkon, Purbalingga.

    Keluarga dan masyarakat sekitar sangat terpukul dengan berita kematiannya.

    Menurut Kapolsek Kemangkon, AKP Heri Iskandar, Chadingun telah dilaporkan hilang oleh keluarganya sehari sebelum penemuan jasadnya.

    Keluarga telah melakukan pencarian ke berbagai lokasi, namun tidak berhasil menemukan Chadingun.

    “Hingga akhirnya ditemukan ada di atap rumahnya dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ujar Kapolsek pada Sabtu, 5 April 2025.

    Jasad Chadingun ditemukan oleh anggota keluarganya pada pagi hari, sekitar pukul 08.00 WIB.

    Di sekitar lokasi penemuan, ditemukan pula tangga aluminium dan sepasang sandal milik korban, yang menandakan bahwa ia mungkin sedang melakukan sesuatu di atap rumah.

    Apakah Ada Luka pada Jasadnya?

    Pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka bakar di jempol kaki kanan dan kelingking kaki kiri korban.

    Selain itu, juga ditemukan lebam di area kepala dan lecet di dahi.

    Temuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab kematian Chadingun.

    Pihak kepolisian menduga bahwa Chadingun tewas akibat tersambar petir.

    Kapolsek menjelaskan bahwa luka-luka yang ditemukan pada jasadnya kemungkinan besar diakibatkan oleh sambaran petir saat ia tengah memperbaiki atap rumah.

    “Karena pada instalasi listrik tidak ditemukan korsleting,” tambah Kapolsek.

    Tidak Ada Tanda-tanda Kekerasan

    Setelah menjalani pemeriksaan, pihak kepolisian menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad Chadingun.

    Keluarga kemudian menerima jenazah untuk proses pemakaman dan menolak untuk dilakukan otopsi.

    “Keluarga menerima jenazah untuk proses pemakaman dan tidak menghendaki dilakukan otopsi,” ujar Kapolsek.

    Kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua akan bahaya yang mungkin mengancam saat melakukan aktivitas di ketinggian, terutama di musim hujan atau saat cuaca buruk.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul BREAKING NEWS: Jasad Lansia di Purbalingga Ditemukan di Atap Rumah, Ada Luka di Jempol Kaki.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).