Category: Tribunnews.com Regional

  • Bayar Pajak di Samsat Kota Bogor, Warga Bandung Ini Terpaksa Menginap di Musala – Halaman all

    Bayar Pajak di Samsat Kota Bogor, Warga Bandung Ini Terpaksa Menginap di Musala – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BOGOR-  Warga membludak di Samsat Kota Bogor hendak membayar pajak kendaraan usai libur lebaran 2025, Selasa (8/4/2025).

    Warga pun rela antre berjam-jam sejak pagi hari.

    Andi, seorang wajib pajak mengaku harus menginap dari kemarin dan tidur di musala Samsat Kota Bogor, Jawa Barat.

    Andi adalah warga Kota Bandung dan di Samsat Kota Bogor ia hendak membayar pajak tahunan.

    Selain itu, ia juga hendak mencabut berkas data kendaraannya

    “Iya saya ikut antre. Tapi, saya dari kemarin jam 10 malam. Kalau antre saya tadi jam 6 pagi,” kata Andi di Samsat Kota Bogor.

    Ia sengaja menginap agar mempercepat waktu antreannya.

    “Nginep supaya permudah karena tadi jam 6-7 pagi sudah ngantri panjang. Kalau datang siang aduh nggak kebayang antriannya,” ujarnya.

    Ia tidak meminta tolong kepada siapapun dalam mengurus pajak ini.

    “Saya mengurus sendiri karena pengen tahu gimana susahnya ngurus begini. Lika likunya seperti apa. Kemudian ada pengalaman baru supaya tau mengurus tidak mudah,” ujarnya.

    Warga lainnya Sudarmono asal Kedung Halang Kota Bogor rela antre sejak pukul 07.00 WIB.

    Sampai pukul 11.00 WIB ia belum sama sekali sampai ke dalam Samsat Kota Bogor.

    Meski begitu, ia akan menunggu sampai selesai.

    “Saya sudah pasti nyangka antre gini. Tapi gamasalah. Namanya juga dibebaskan kan pajaknya. Pasti ramai,” kata Sudarmono.

    Ia pun mengapresiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang telah mengeluarkan kebijakan pemutihan pajak.

    “Pokoknya hidup KDM. Kang Dedi Mulyadi. Terimakasih karena sudah menghapus pajak ini. Sehingga saya bayar pajak,” ujarnya.

    Penulis: Rahmat Hidayat

  • Jumlah Uang Duka Ibu Jumran yang Ditolak Mentah Keluarga Juwita, Kelasi Satu J Terancam Hukuman Mati – Halaman all

    Jumlah Uang Duka Ibu Jumran yang Ditolak Mentah Keluarga Juwita, Kelasi Satu J Terancam Hukuman Mati – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Ibu Jumran tersangka pembunuhan jurnalis Banjarbaru, Juwita, ikut memberikan tali asih berupa uang sebesar Rp 1 juta.

    Dari jumlah tersebut, menambah jumlah uang sumbangan yang diberikan Jumran atas meninggalnya Juwita.

    Total uang duka yang dikirim kepada keluarga Juwita sebanyak Rp 2 juta.

    Namun, uang tersebut ditolak oleh keluarga Juwita.

    Nantinya uang untuk berbelasungkawa itu akan dikembalikan melalui penyidik.

    Demikian disampaikan oleh Mbareb Slamet Pambudi, kuasa hukum keluarga Juwita, pada Senin (7/4/2025).

    “Setelah korban ditemukan meninggal, tersangka memberikan uang belasungkawa. Uang itu dikirim oleh tersangka dan ibunya,” jelas Slamet kepada wartawan, Senin, dikutip dari Tribunbanjarbaru.com.

    Disampaikan Slamet, dana tersebut dikirim pada 23 Maret 2025, atau sehari setelah korban dinyatakan meninggal dunia.

    “Informasinya, tersangka lebih dulu mentransfer ke rekening kakak korban, kemudian disusul oleh ibunya,” paparnya.

    “Uang itu kami nilai sebagai bentuk belasungkawa, walaupun bisa saja dijadikan alibi oleh tersangka,” jelasnya.

    Dianggap Pembunuhan Berencana

    Kuasa hukum lainnya dari keluarga Juwita, Muhammad Pazri, menyebut oknum TNI AL Kelasi Satu Jumran merencanakan pembunuhan sebulan yang lalu.

    Menurutnya, Jumran menyusun rencana pembunuhan dengan sistematis.

    “Dari diskusi kami dengan penyidik, ternyata satu bulan sebelum kejadian itu, bahkan bisa lebih.”

    “Sudah direncanakan oleh tersangka untuk melakukan pembunuhan,” ujar Pazri saat ditemui usai mendampingi pemeriksaan saksi di Denpom Lanal Banjarmasin.

    Sementara dari proses rekonstruksi, Jumran diduga melakukan pembunuhan itu secara sadar, terencana, dan rapi.

    Pazri menganggap, hal tersebut bisa dilihat dari beberapa tindakan mencurigakan tersangka saat rekonstruksi.

    Yakni terlihat dari penggunaan sarung tangan, pembelian air untuk menghilangkan sidik jari, hingga penempatan jenazah korban agar seolah-olah mengalami kecelakaan.

    Dari pengamatannya tersebut, Pazri menegaskan, ancaman hukuman bagi pelaku yang pantas adalah hukuman mati.

    “Ini jelas bukan pembunuhan spontan. Ancaman hukumannya adalah hukuman mati. Bahkan menurut kami, perlu diperberat,” tegasnya. 

    Gunakan Tali Sabuk Pengaman

    Dalam proses rekonstruksi kasus, terungkap bahwa pelaku, Jumran, menghabisi nyawa Juwita dengan cara memiting lalu mencekik lehernya menggunakan sabuk pengaman. Aksi keji tersebut dilakukan sendirian, tanpa bantuan siapa pun.

    Jumran melakukan eksekusi tersebut di dalam mobil. Sementara itu, motor milik korban saat itu ditinggalkan di sebuah minimarket yang terletak di kawasan Cempaka.

    Setelah memastikan Juwita telah meninggal, Jumran turun dari mobil dan menghentikan pengendara yang lewat untuk membantunya mengambil sepeda motor korban dari lokasi minimarket tersebut.

    Setibanya kembali di tempat kejadian, ia membawa sepeda motor korban, lalu berpura-pura seolah-olah motor itu rusak akibat kecelakaan tunggal, dengan cara mendorongnya.

    Tak hanya itu, pelaku juga menghancurkan ponsel milik korban sebelum mengeluarkan jenazah Juwita dari mobil dan meletakkannya di pinggir jalan, di samping sepeda motor yang sebelumnya telah ia bersihkan guna menghilangkan jejak sidik jari.

    Setelah melakukan semua itu, Jumran melanjutkan perjalanan menggunakan mobil sewaan yang dipakainya sejak awal.

    Kesaksian dan Penyelidikan Motif

    Kuasa hukum Juwita, Dedi Sugianto, mengungkap bahwa ada seorang saksi yang melihat Jumran saat hendak memasuki mobil. Saksi tersebut adalah seorang pria lanjut usia yang sedang menyadap karet di pendoponya.

    “Saat itu saksi melihat mobil dan korban,” ujar Dedi pada Sabtu (5/4/2025), mengutip laporan dari Tribunbanjarbaru.com.

    Dedi menambahkan bahwa hingga kini, motif dari aksi pembunuhan ini masih diselidiki lebih lanjut.

    “Untuk motif, kami masih menunggu hasil lengkap dari penyidikan. Proses ini masih berjalan dan kami terus berkoordinasi untuk mendapatkan gambaran utuh atas peristiwa ini,” tegasnya.

    Sebelumnya, kuasa hukum lainnya, Pazri, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari keluarga korban, pelaku diduga telah melakukan rudapaksa terhadap Juwita sebanyak dua kali sebelum akhirnya membunuhnya.

    “Berdasarkan bukti yang ada, kami menduga kuat korban mengalami kekerasan seksual berupa rudapaksa,” ungkap Pazri.

    Ia menjelaskan bahwa insiden pertama terjadi antara tanggal 25 hingga 30 Desember 2024, sementara peristiwa kedua berlangsung pada 22 Maret 2025—hari ketika jenazah korban ditemukan.

    “Korban dan pelaku pertama kali saling mengenal pada September 2024 melalui media sosial, lalu mereka bertukar nomor telepon dan mulai berkomunikasi,” jelasnya.

    Dalam rentang waktu akhir Desember tersebut, pelaku meminta korban untuk memesankan kamar hotel di Banjarbaru dengan alasan kelelahan setelah mengikuti suatu kegiatan. Korban pun menurut tanpa curiga dan memesan kamar di salah satu hotel.

    Setelah tiba di hotel, pelaku langsung mengajak korban masuk ke kamar dan melakukan pemaksaan, termasuk tindakan kekerasan fisik berupa pitingan sebelum akhirnya merudapaksa.

    Pazri menuturkan bahwa korban sempat menceritakan kejadian itu kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025. Bahkan, korban menunjukkan bukti berupa video singkat dan beberapa foto yang diambil saat kejadian.

    “Dalam video berdurasi sekitar lima detik itu, terlihat pelaku sedang memakai pakaian setelah melakukan aksinya. Rekaman itu direkam oleh korban dengan kondisi gemetar karena ketakutan,” katanya.

    Hingga saat ini, pihak Denpomal Banjarmasin belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan rudapaksa tersebut.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbanjarbaru.com dengan judul Fakta Terbaru Pembunuhan Juwita Jurnalis di Banjarbaru, si Oknum TNI AL Sudah Rencanakan Sebulan

    (Tribunnews.com/Chrysnha, Rifqah) (Tribunbanjarbaru.com/Rifki Soelaiman/Stanislaus Sene) 

  • Pengakuan Lucky Hakim, Sudah Berupaya Ajukan Izin tapi Ditolak Sistem – Halaman all

    Pengakuan Lucky Hakim, Sudah Berupaya Ajukan Izin tapi Ditolak Sistem – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengungkapkan ia telah berupaya mengajukan izin untuk berlibur ke Jepang melalui aplikasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), namun permohonannya ditolak sistem.

    Pengakuan ini muncul setelah liburannya menjadi sorotan publik, terutama karena dilakukan tanpa izin dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

    Lucky Hakim menjelaskan, ia memerintahkan stafnya untuk mengurus izin keluar negeri pada bulan Ramadhan lalu.

    Rencana awalnya adalah berlibur pada 2-11 April 2025.

    Namun, izin cuti yang diajukan ditolak karena berada di bawah 14 hari kerja dari tanggal pengajuan.

    “Nah pas di situ tertolak izinnya karena sudah di bawah 14 hari kerja (dari tanggal pengajuan cuti). Saya bilang, ‘Loh kan masih lama’.”

    “Lalu dijelaskan, ‘Oh enggak, Pak, bukan masalah lama harinya, tapi lama hari kerjanya’,” ujar Lucky setelah memimpin apel di Pendopo Indramayu, Selasa (8/4/2025).

    Setelah izin cutinya ditolak, Lucky memutuskan untuk mengubah rencana keberangkatannya menjadi 2-6 April 2025.

    Ia berencana kembali bekerja pada 8 Mei 2025.

    Lucky juga menyatakan selama Lebaran, ia tetap berada di Indramayu dan melaksanakan tugasnya, termasuk melakukan patroli dan menunaikan shalat Idul Fitri.

    Sebelum berangkat ke Jepang, dia mengatakan, mendelegasikan tugas-tugas ke Syaefudin untuk menggantikannya melakukan kegiatan agar saat berlibur agar roda pemerintahan tetap berjalan.

    “Tapi saat saya pergi ke sana, ternyata persepsi saya soal hari cuti itu salah. Maka dari itu saya langsung menghubungi Pak Gubernur, saya juga akan menjelaskan pula kepada Kemendagri. Hari ini saya akan ke Kemendagri untuk memberikan penjelasan,” ucap Lucky.

    Lucky Hakim menyatakan, rencana liburan ke Jepang sudah dipersiapkan sejak Desember 2024.

    Ia merasa perlu meluangkan waktu untuk keluarga, terutama anak-anaknya, setelah masa kampanye dan menjabat sebagai Bupati.

    “Terus saya beli tiket tuh bulan Desember. Saya juga bisa tunjukkan bukti-buktinya, itu setelah Pilkada dan belum dilantik,” ujar dia.

    Sekretaris Daerah Indramayu, Aep Surahman, menambahkan upaya untuk mendapatkan izin sudah dilakukan dan dilaporkan ke Kemendagri serta Gubernur Jawa Barat.

    Namun, proses izin tersebut ditolak oleh sistem, kemungkinan karena kurangnya waktu pengajuan dan dokumen yang diunggah.

    “Sebelum keberangkatan Pak Bupati, sudah kita proses sekitar dua minggu lalu. Tanggal persisnya saya lupa,” ujar dia.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Terlilit Utang Vendor Wedding, Anak Nekat Bunuh Ayah Kandung, Buat Skenario Korban Tewas Kecelakaan – Halaman all

    Terlilit Utang Vendor Wedding, Anak Nekat Bunuh Ayah Kandung, Buat Skenario Korban Tewas Kecelakaan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – AUO (22), pemuda asal Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur nekat membunuh ayah kandungnya, MS (65).

    Hal ini dilakukannya karena ia terlilit utang dengan vendor wedding sebesar Rp25 juta.

    Ia melakukan pembunuhan terhadap ayah kandungnya dan mengatur siasat seolah-olah korban tewas karena kecelakaan.

    Namun, kejahatan AUO berhasil terendus oleh pihak kepolisian.

    Kasus ini berhasil terungkap setelah polisi mendapat laporan, jasad MS ditemukan di pinggir Jalan Raya Darmo Permai II, Sukomanunggal, Sabtu (5/4/2025).

    Jasad MS sengaja ditaruh di tepi jalan agar tampak seperti korban kecelakaan lalu lintas.

    Namun, luka di bagian belakang kepala MS menjadi petunjuk penting dalam pengungkapan kasus ini. Sebab, luka tersebut berasal dari hantaman benda tumpul.

    AUO berhasil diringkus oleh tim Jatanras Polrestabes Surabaya kurang dari 24 jam.

    Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Aris Purwanto, menjelaskan motif pembunuhan yang dilakukan AUO terhadap ayah kandungnya didasari sakit hati atau rasa kesal.

    “Motif karena sakit hati atau kesal,” ujarnya, Senin (7/4/2025), dikutip dari SuryaMalang.com.

    Insiden ini bermula ketika AUO diam-diam menggadaikan mobil Toyota Fortuner milik ayahnya.

    AUO yang merupakan anak sulung dari empat bersaudara itu menjanjikan upaya pengambilan mobil ayahnya yang ia gadaikan pada Sabtu (5/4/2025) dini hari.

    AUO dan ayahnya berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy.

    Ia mengaku telah membuat janji dengan seseorang yang akan menerima gadai di area parkir sebuah minimarket di Krembangan.

    Namun, pengakuan tersebut ternyata hanya siasat AUO belaka.

    Ia dan sang ayah terlibat cekcok di rumah.

    Meski begitu, AUO kembali berdalih akan bertemu penggadai di Jalan Raya Darmo Permai II.
     
    Mereka pun memutuskan pergi lagi ke Raya Darmo Permai II.

    Namun, emosi sang ayah memuncak ketika penggadai tak kunjung muncul di lokasi tersebut.

    Saat keduanya terlibat pertengkaran lagi, tak terduga, AUO menyikut wajah ayahnya hingga jatuh. 

    Ia memukul kepala ayahnya menggunakan benda tumpul yang ada di sekitar lokasi hingga tewas.

    AUO kemudian pulang dan menceritakan kepada keluarga, sang ayah meninggal dunia karena kecelakaan.

    Keluarganya pun percaya dengan perkataan AUO dan langsung menuju ke lokasi.

    Namun, mereka menemukan jasad MS sudah dievakuasi oleh polisi ke RSUD dr Soetomo.

    Berdasarkan hasil autopsi, terungkap MS dibunuh oleh anak kandungnya.

    Fakta lain yang terungkap, AUO dan ayahnya yang berprofesi sebagai pedagang mobil ternyata sering terlibat konflik.

    AUO dikatakan pernah membawa ayahnya ke Jakarta untuk menebus mobil yang digadaikan.

    Namun, ia malah meninggalkan ayahnya sendirian di sana.

    Hingga kini penyelidikan yang dilakukan oleh gabungan Jatanras dan Polsek Sukomanunggal masih berjalan. 

    Sebagian artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul Tega Bunuh Ayah Kandung Gegara Terlilit Utang Vendor Wedding, Siasat Seolah Korban Kecelakaan

    (Tribunnews.com/Falza) (SuryaMalang.com/Tony Hermawan)

  • Uang Duka dari Jumran Dinilai sebagai Alibi, Keluarga Jurnalis Juwita Akan Kembalikan Lewat Penyidik – Halaman all

    Uang Duka dari Jumran Dinilai sebagai Alibi, Keluarga Jurnalis Juwita Akan Kembalikan Lewat Penyidik – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Keluarga Juwita, wartawati di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berencana mengembalikan uang duka dari pihak oknum TNI AL Kelasi satu Jumran.

    Setelah kematian Juwita, Jumran dan ibunya sempat mengirimkan uang duka kepada keluarga korban.

    Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukum keluarga korban, Mbareb Slamet Pambudi.

    Slamet mengatakan, total uang duka yang dikirim berjumlah Rp 2 juta.

    Rinciannya yakni Rp 1 juta dari Jumran dan Rp juta dari orang tua tersangka.

    Uang tersebut dikirim pada 23 Maret 2025, atau sehari setelah korban dinyatakan meninggal dunia.

    “Setelah korban ditemukan meninggal, tersangka memberikan uang belasungkawa. Uang itu dikirim oleh tersangka dan ibunya,” kata Slamet kepada wartawan, Senin (7/4/2025), dilansir Tribunbanjarbaru.com.

    “Informasinya, tersangka lebih dulu mentransfer ke rekening kakak korban, kemudian disusul oleh ibunya.”

    “Uang itu kami nilai sebagai bentuk belasungkawa, walaupun bisa saja dijadikan alibi oleh tersangka,” papar Slamet.

    Namun, kini pihak kuasa hukum dan keluarga korban telah sepakat untuk mengembalikan uang tersebut.

    Nantinya, proses pengembalian uang akan difasilitasi melalui penyidik.

    “Kami sedang diskusikan waktu pastinya, tapi yang jelas uang itu akan kami kembalikan secara resmi lewat penyidik,” terang Slamet.

    Keluarga Korban Serahkan Bukti Video ke Penyidik

    Kakak kandung Juwita, Satria, menjalani pemeriksaan oleh penyidik Denpom AL Banjarmasin, Senin (7/4/2025).

    Satria dimintai keterangan di Denpom AL Banjarmasin dengan didampingi sejumlah kuasa hukum korban.

    Kuasa hukum keluarga korban dari Tim Advokasi Untuk Keadilan (AUK) Juwita, Muhammad Pazri, mengatakan pihak keluarga menyerahkan satu bukti berupa video dengan durasi 5 detik.

    “Video itu diambil korban saat dirinya diduga dirudapaksa oleh tersangka Jumran di salah satu Hotel di Kawasan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar,” ungkap Pazri, dikutip dari Tribunbanjarbaru.com.

    Pazri menyebut bukti video itu menjadi salah satu bukti penting yang sempat diambil oleh korban di dalam kamar hotel tersebut.

    “Selain bukti itu, keluarga juga menyerahkan bukti tersangka saat berada di Bandara Syamsudin Noor mau menuju ke Balikpapan,” tambahnya.

    Menurutnya, bukti di bandara itu didapat dari CCTV Bandara sekitar pukul 15.11 WITA.

    Ketika itu, tersangka sudah ada di bandara menggunakan baju hitam dan topi menuju Balikpapan.

    HP Korban dan Tersangka Belum Ditemukan

    Kuasa hukum korban mengungkapkan masih ada dua unit ponsel yang belum ditemukan, yakni satu milik korban dan satu milik Jumran.

    Ponsel-ponsel tersebut diyakini menyimpan bukti komunikasi penting antara korban dan pelaku, serta dapat membantu mengungkap motif dari pembunuhan ini.

    “Ponsel korban dan tersangka yang belum ditemukan ini sangat penting.”

    “Menurut informasi dari penyidik, ponsel tersangka ada dua, satu dibawa ke Banjarbaru dan satu lagi dibawa ke Balikpapan,” ujar Muhammad Pazri, masih dari Tribunbanjarbaru.com.

    REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN – Tersangka Jumran (Orange) saat menjalani rekonstruksi pembunuhan Wartawan Juwita di Gunung Kupang, Cempaka, Sabtu (5/4/2025). Cara tersangka Jumran menghabisi nyawa Juwita tergambar jelas dalam reka ulang atau rekonstruksi sebanyak 33 adegan. (BanjarmasinPost.co.id/Stanislaus Sene)

    Kondisi ini menyulitkan pelacakan karena lokasi perangkat yang berbeda membuat seolah-olah tersangka berada di tempat lain saat kejadian.

    “Ini menunjukkan bahwa tersangka benar-benar merancang dengan cermat pembunuhan ini.”

    “Dia tahu apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan jejak,” imbuh Pazri.

    Sebagai informasi, Juwita (23), seorang wartawati dari salah satu media online di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, ditemukan tergeletak tak bernyawa di kawasan Gunung Kupang pada Sabtu (22/3/2025) sore.

    Karena penyebab kematiannya dinilai janggal, organisasi pers dan rekan sesama jurnalis di Banjarbaru mendesak Polres Banjarbaru untuk melakukan penyelidikan.

    Kapolda Kalsel, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan, memberikan perhatian khusus terhadap kasus kematian Juwita.

    Lima hari setelah kematiannya, terduga pelaku pembunuhan mulai terungkap setelah Detasemen Polisi Militer Lanal Balikpapan menggelar konferensi pers.

    Juwita diduga kuat tewas dibunuh oleh oknum anggota TNI AL Kelasi satu Jumran, yang merupakan kekasihnya.

    Pihak keluarga Juwita kemudian menuntut keadilan dan berharap pelaku dapat dihukum seberat-beratnya.

    Akhirnya Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Laut (AL) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Juwita.

    Pada rekonstruksi tersebut, terungkap bahwa Juwita dibunuh di atas mobil.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbanjarbaru.com dengan judul Tersangka Pembunuhan Jurnalis Juwita Sempat Kirim Uang Duka, Keluarga Sepakat Dikembalikan

    (Tribunnews.com/Nuryanti) (Tribunbanjarbaru.com/Rifki Soelaiman/Stanislaus Sene)

    Berita lain terkait Wartawati Dibunuh Oknum TNI

  • Penampakan Ujung Jalan Tol Gresik TKP Jatuhnya Mobil BMW, Barrier Tak Terpasang Penuh – Halaman all

    Penampakan Ujung Jalan Tol Gresik TKP Jatuhnya Mobil BMW, Barrier Tak Terpasang Penuh – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Nasib apes menimpa Moch Rudie Herru Komandono (61) warga Surabaya, Jawa Timur, (Jatim).

    Mobil sedan BMW yang dikemudikannya terjun bebas dari ketinggian kurang lebih 7 meter di ujung jalan Tol Krian-Gresik yang belum tersambung pada Sabtu (5/4/2025) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

    Ujung tol Krian-Gresik yang belum rampung pengerjaannya itu langsung menghadap ke jalan raya Wahidin Sudirohusodo dekat exit tol Kebomas.

    Beruntung, sang sopir dan penumpangnya Sri Wahyuni (47), warga Surabaya, selamat dari kecelakaan tunggal ini.

    Penyebab

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Aswoko, mengungkapkan penyebab jatuhnya mobil BMW itu dikarenakan pengemudi terlalu fokus melihat Google Maps.

    “Pengemudi mobil tersebut memang karena terlalu fokus melihat google map. Pengemudi masuk melalui sela barier yang memang tidak tertutup di ujung arah pintu keluar gerbang tol,” ujar Aswoko saat dihubungi melalui sambungan seluler, Senin (7/4/2025), dilansir Surya.co.id.

    Aswoko mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola Tol Krian-Gresik untuk menutup penuh menggunakan barrier beton agar kecelakaan serupa tidak terjadi.

    BMW TERJUN BEBAS – Penampakan barrier di ujung jalan Tol Krian-Gresik yang diterobos pengendara BMW karena mengikuti google maps, Senin (7/4/2025). Mobil terjatuh dari ujung jalan tol Krian – Gresik yang belum tersambung pada Sabtu (5/4/2025) malam, 2 korban selamat. (Surya.co.id/Willy Abraham)

    “Kemarin sudah kami koordinasikan dan hari ini pemasangannya (barrier),” kata Aswoko.

    “Diharapkan kejadian serupa tak terulang lagi,” lanjutnya.

    Barrier Tidak Terpasang Penuh

    Selain karena Google Maps, faktor kondisi jalan diduga juga menyebabkan mobil sedan BMW warna hitam berpelat nomor P 805 NI itu terjatuh dari ujung Tol Krian-Gresik yang belum tersambung ini.

    Jalan tol tersebut sebenarnya sudah terpasang barrier atau penghalang beton di sisi kanan jalan di dekat gerbang exit tol Bunder.

    Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, pemasangan barrier tidak sampai menutup bagian ujung, sehingga masih ada ruang yang cukup untuk dilintasi satu unit mobil.

    Terbaru, terlihat pekerja menutup lubang ujung barrier usai kecelakaan tersebut.

    Selain itu, papan hijau atau rambu hijau penunjuk arah pun sudah ditutupi.

    Tetapi, hanya papan hijau penunjuk arah ke Kebomas, Gresik dan Lamongan masuk ke lajur kiri.

    Hal itulah yang diduga membuat sang pengemudi mobil memacu kendaraan dengan kencang hingga akhirnya terjun bebas dari ketinggian sekitar 5-7 meter di ujung jalan tol tersebut.

    Mobil mendarat di jalur sisi utara. Aspal jalan pun tampak tergaruk dan mobil BMW itu baru berhenti menabrak tanaman pohon di dekat exit tol Kebomas.

    Adapun dua orang yang terdapat di dalam mobil nahas tersebut selamat dan hanya mengalami luka lecet. 

    Kedua korban pun sudah diperbolehkan pulang setelah sempat dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik

    Sementara, mobil sedan BMW yang jatuh tersebut mengalami kerusakan parah di bagian depan dan kini telah diamankan oleh Satlantas Polres Gresik.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Nahas, Mobil BMW Terjun Bebas Dari Jalan Tol Krian – Gresik Yang Belum Tersambung, Ini Kondisinya

    (Tribunnews.com/Nina Yuniar) (Surya.co.id/Willy Abraham)

  • Wanita Muda Alami Pendarahan usai Aborsi di Kamar Kos Semarang, Ditemukan 5 Jenis Obat – Halaman all

    Wanita Muda Alami Pendarahan usai Aborsi di Kamar Kos Semarang, Ditemukan 5 Jenis Obat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang penghuni kamar kos di Purwomukti Selatan I, Kelurahan Pedurungan Lor, Semarang, Jawa Tengah, ditemukan terkulai lemas setelah diduga melakukan aborsi pada Senin (7/4/2025).

    Pelaku yang berinisial SP, seorang wanita berusia 22 tahun asal Banyumas, mengalami pendarahan hebat sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

    Penjaga kos, Supri, mengungkapkan ia tidak mengetahui kondisi SP sebelum kejadian.

    Dirinya baru mengetahui setelah melihat penghuni kos itu di atas kasur mengeluarkan darah.

    Supri menambahkan, saat ditemukan, SP sudah mengeluarkan janin dan dalam kondisi lemas.

    Ketua RT setempat, Sukiman, juga membenarkan, SP melakukan aborsi.

    “Tadi ditemukan ada lima jenis obat di kamarnya. Bayi yang dikandung sudah keluar dan tidak bernyawa,” katanya.

    Sukiman menjelaskan, kos tersebut merupakan tempat tinggal bebas untuk pria dan wanita, dan pengelola kos tidak mengetahui SP sedang hamil.

    “Pengelola kos juga tidak tahu bahwa pelaku sudah hamil sampai lima bulan. Statusnya belum menikah,” ujarnya.

    Setelah kejadian tersebut, pihak RT bertemu dengan pemilik kos dan memutuskan untuk mengeluarkan SP dari tempat tinggalnya. 

    Sukiman menambahkan warga tidak mempermasalahkan adanya kos bebas selama tidak terlibat dalam kegiatan negatif seperti narkoba atau perkelahian.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Keponakan Tega Habisi Nyawa Tantenya di Bogor, Emosi Pelaku Memuncak saat Disuruh Cuci Piring – Halaman all

    Keponakan Tega Habisi Nyawa Tantenya di Bogor, Emosi Pelaku Memuncak saat Disuruh Cuci Piring – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Pelaku pembunuhan terhadap Evi Latifa (EL), wanita berusia 59 tahun yang tewas di wilayah Kedungwaringin, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025), berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

    Polisi juga mengungkap hubungan antara korban dan pelaku yang diketahui bernama Rezky Fauzan (28).

    Menurut Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho, Evi adalah tante dari Rezky.

    “Jadi tersangka ini  keponakan dari korban yang merupakan tantenya,” kata AKP Aji di Mako Polresta Bogor Kota, Senin (7/4/2025), dikutip dari TribunnewsBogor.com.

    Aji melanjutkan, pelaku sudah tinggal bersama tantenya sejak usia 15 tahun.

    “Dia dirawat tantenya dari usia 15 tahun. Saat ini 28 tahun,” ujarnya.

    Ketika peristiwa pembunuhan terjadi, rumah tersebut hanya dihuni oleh Evi dan Rezky.

    Aji mengungkap motif keponakan yang tega menghabisi nyawa tantenya tersebut.

    Rezky diduga nekat melakukan aksi tersebut karena merasa jengkel terhadap Evi yang kerap melarangnya keluar rumah.

    “Bersangkutan ini anak yatim piatu yang diurus oleh tantenya atau dibiayai oleh tantenya. Tersangka ini memang sudah kesal dari sebelumnya. Karena tersangka ini sering dilarang keluar rumah oleh tantenya,” ucap Aji.

    Selama tinggal di rumah tantenya itu, pelaku sering merasa terkekang.

    “Sehingga tersangka merasa dibatasi merasa terkekang oleh si tantenya ini. Ini dibuktikan hasil dari chat-an kepada teman terdekat tersangka,” ujarnya.

    Emosi Rezky pun memuncak ketika disuruh oleh tantenya untuk mencuci piring.

    “Kemudian, dengan ada sedikit percekcokan, tantenya mencipratkan air ke muka pelaku (Rezky),” ujarnya.

    Rezky saat itu tidak terima dan melemparkan spons cuci piring ke arah tantenya.

    Saat itu juga ia melakukan pemukulan secara bertubi-tubi kepada Evi.

    “Dan pada saat itu kemudian tersangka melakukan pemukulan secara brutal, bertubi-tubi, ke arah wajah korban. Sehingga menyebabkan korban bercucuran darah,” ujarnya.

    Rezky menghabisi nyawa Evi seorang diri tanpa menggunakan senjata, hanya tangan kosong.

    “Kemudian berdasarkan pengakuan dari tersangka ini, tersangka tidak menggunakan alat.”

    “Tetapi kita coba lakukan autopsi apakah memang dari lukanya terdapat luka tusukan atau luka yang lain. Ini kita menunggu hasil dari autopsi,” ujarnya.

    Korban mengalami luka parah di bagian wajah yang menyebabkan Evi meninggal di lokasi kejadian.

    “Untuk luka-luka dari korban sendiri terdapat di pelipis. Kemudian pelipis atau dahi sebelah kanan terdapat luka robek yang lumayan besar. Kemudian daerah dagu, mata, terdapat memar,” ucapnya.

    Akibat perbuatannya, Rezky terancam hukuman 15 tahun penjara.

    “Saat ini tersangka (Rezky) diancam hukuman 15 tahun penjara, pasal 338 Jo 351 ayat 5,” tandasnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Terkuak Motif Ponakan Bunuh Tante di Kedungwaringin Bogor, Amarah Memuncak Saat Cuci Piring 

    (Tribunnews.com/Falza) (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

  • Kontroversi Liburan Lucky Hakim ke Jepang, Wagub Jabar Ingatkan Pesan Mendagri saat Retret – Halaman all

    Kontroversi Liburan Lucky Hakim ke Jepang, Wagub Jabar Ingatkan Pesan Mendagri saat Retret – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengakui liburan ke Jepang bersama keluarga di sela-sela cuti lebaran 2025.

    Supulang dari Jepang, Lucky Hakim akan menemui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memberikan klarifikasi.

    Tindakan Lucky Hakim dianggap melanggar surat edaran Kemendagri terkait larangan kepala daerah keluar negeri selama libur lebaran 2025.

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyatakan liburan Lucky Hakim ke Jepang tak izin ke Pemprov Jabar maupun Kemendagri.

    Ia menyesalkan tindakan Lucky Hakim dan meminta kepala daerah di Jawa Barat tidak melakukan hal serupa.

    “Aturan bagi kepala daerah untuk bepergian ke luar negeri baik urusan dinas maupun pribadi sudah sangat jelas,” ujarnya, Senin (7/4/2025), dilansir TribunJabar.id.

    Ia menambahkan, aturan berpergian keluar negeri untuk urusan dinas maupun pribadi sudah disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, saat retret di Magelang, Jawa Tengah.

    “Saat itu, Pak Mendagri sudah menjelaskan langsung alurnya seperti apa ketika hendak izin bepergian ke luar negeri untuk perjalanan dinas maupun pribadi,” tegasnya.

    Sejumlah keperluan pribadi yang diizinkan seperti berobat hingga berlibur bersama keluarga.

    “Mudah-mudahan, Pak Lucky segera merespons ke pak Gubernur, karena alasan kepergian yang disampaikan akan menjadi pertimbangan untuk pemberian sanksinya,” tandasnya.

    Wamendagri Akan Panggil Lucky Hakim

    Wakil Menteri Dalam Negeri RI (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, mengaku sudah menghubungi Lucky Hakim dan meminta klarifikasi terkait keluar negeri tanpa izin.

    “Saya sudah komunikasi dengan Pak Bupati, kami akan minta penjelasan langsung,” ujarnya, Senin.

    Informasi yang disampaikan Lucky Hakim belum detail dan akan meminta keterangan sepulang dari Jepang.

    “Belum detail menjelaskan,” imbuhnya.

    Ia membenarkan adanya undang-undang yang mengatur perjalanan kepala daerah keluar negeri.

    “Dalam UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, di dalam Pasal 76 Ayat (1) huruf i KDH dan WKDH (Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah) dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin dari Menteri,” tegasnya.

    Bima Arya enggan membahas sanksi yang akan dijatuhkan ke Lucky Hakim lantaran belum ada klarifikasi.

    “Soal sanksi nanti, yang penting kita dengar dulu penjelasan beliau,” terangnya.

    Pengakuan Lucky Hakim

    Lucky Hakim membenarkan sedang liburan ke Jepang bersama keluarga.

    Pria 45 tahun itu menjelaskan, berangkat ke Jepang pada Rabu (2/4/2025) dan kembali ke Indonesia pada Minggu (6/4/2025).

    “Setahu saya cuti bersama sampai tanggal 7 dan tentu insyaallah tanggal 8 sudah kembali kerja,” ucapnya, Minggu.

    Sepulang dari Jepang, Lucky Hakim akan menghadap Kemendagri untuk memberikan penjelasan perjalanannya ke luar negeri.

    Lucky menegaskan, liburan ke Jepang menggunakan biaya pribadi.

    “Saya sebagai Bupati Indramayu juga beberapa waktu lalu mencoret anggaran perjalanan dinas ke luar negeri sebesar Rp500 juta dan anggaran mobil dinas Baru sebesar Rp 1 miliar,” lanjutnya.

    Menurutnya, penghematan anggaran yang dilakukan selama ini untuk biaya program satu desa satu sarjana.

    “Yakni yang jumlahnya ada 317 orang per tahun,” tuturnya.

    Sebagian artikel telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Wagub Jabar Harap Bupati dan Wali Kota Tak Mencontoh Lucky Hakim yang Liburan ke Jepang Tanpa Izin

    (Tribunnews.com/Mohay/Rizki Sandi) (TribunJabar.id/Nazmi/Imam Baihaqi) 

  • 2023 Keluar Semburan Api 12 Meter Kini Muncul Asap dari Dalam Tanah di Rest Area 86 B Tol Cipali  – Halaman all

    2023 Keluar Semburan Api 12 Meter Kini Muncul Asap dari Dalam Tanah di Rest Area 86 B Tol Cipali  – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, SUBANG – Rest Area 86 B Tol Cipali yang berada di Jalur arah Jakarta ditutup pada Senin, (7/4/2025) pukul 09.50 WIB.

    Astra Tol Cipali menutup Rest Area 86 B dikarenakan munculnya kebulan asap dari dalam tanah yang mengandung gas alam.

    Ardam Rafif Trisilo, Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, mengatakan penutupan Rest Area 86B dikarenakan di lokasi rest area tersebut muncul kebulan asap dari dalam tanah yang diduga mengandung gas alam. 

    “Jadi untuk mengantisipasi  hal-hal yang tidak diinginkan bersama, Astra Tol Cipali bersama kepolisian melakukan sterilisasi Rest Area KM 86 B (jalur normal) arah Jakarta untuk menutup rest area tersebut,” ujar Ardam.

    Menurutnya, Sterilisasi tersebut merupakan langkah preventif Astra Tol Cipali untuk memastikan aspek keselamatan pasca munculnya asap di salah satu titik rest area KM 86 B.

    “Setelah dilakukan pengecekan lapangan, tidak ditemukan komponen maupun gas berbahaya di lokasi. Namun kita akan terus melakukan penyelidikan bersama pihak terkait untuk memastikan sumber asap tersebut,” katanya.

    Sterilisasi masih berlangsung hingga sore hari untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dalam menggunakan rest area.

    “Sebagai alternatif, pengguna jalan dapat beristirahat di rest area KM 101 untuk jalur normal serta rest area KM 102 dan KM 86 jalur one way,” ucapnya.

     

    Tahun 2023 Muncul Semburan Api Setinggi 12 Meter

    Peristiwa munculnya asap di rest area 86B tol Cipali, mengingatkan pada peristiwa semburan api di lokasi yang sama pada musim lebaran 2023 atau tepatnya 26 April 2023 lalu. 

    Pada saat itu muncul semburan api setinggi 12 meter di lokasi tersebut.

    Semburan api tersebut juga sulit dipadamkan hingga membuat rest Area 86B ditutup selama musim arus mudik dan balik lebaran 2023.

    SEMBURAN API – Berbahaya, Semburan Api Rest Area KM 86 B Tol Cipali Kini Dipasangi Pagar. (capture Kompas TV)

    Sementara itu, seminggu pasca-Lebaran, hari ini arus balik di Tol Cipali masih terpantau ramai lancar, sekalipun mengalami penurunan hampir 15 persen dibandingkan hari kemarin.

    One Way juga masih berlaku hingga pukul 00.00 WIB dini hari nantidi KM 188-72. 

    Terhitung sejak pukul 00.00 WIB hingga 05.00 WIB, sekitar 60,1 ribu kendaraan melintas melalui Cikopo (dari Cirebon menuju Jakarta), lebih rendah sekitar 15 persen dibandingkan volume pada jam yang sama di hari sebelumnya