Category: Tribunnews.com Regional

  • Kronologi Pasutri Ditemukan Tewas Mengenaskan di Aceh Tengah, Tetangga Sebut Keduanya Sering Cekcok – Halaman all

    Kronologi Pasutri Ditemukan Tewas Mengenaskan di Aceh Tengah, Tetangga Sebut Keduanya Sering Cekcok – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, Aceh Tengah – Sebuah tragedi menimpa pasangan suami istri di Kuyun Lah Celala, Aceh Tengah.

    Keduanya ditemukan meninggal dunia di rumah mereka pada Selasa pagi, 8 April 2025.

    Penyebab kematian pasangan tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

    Pertengkaran Sebelum Kejadian

    Menurut keterangan tetangga, pasangan suami istri yang berinisial B (47) dan I terlibat cekcok sekitar pukul 01.00 WIB.

    Meskipun dikenal sebagai sosok yang baik, beberapa tetangga sering mendengar suara pertengkaran antara keduanya.

    “Saya dengar seperti itu sering cekcok. Tapi saya sendiri tidak pernah melihat langsung. Saya cuma dengar dari tetangga. Sering didamaikan pun kalau sudah cekcok,” ungkap salah seorang tetangga pada Selasa, 8 April 2024.

    Saksi tersebut menambahkan bahwa suami korban cenderung pendiam dan korban jarang berkumpul dengan tetangga karena kesibukannya bekerja.

    “Tapi kalau ada acara pernikahan atau pesta, sering datang ke sini,” katanya.

    Penemuan Jasad

    Mayat kedua korban pertama kali ditemukan oleh anak mereka yang berusia 12 tahun, setelah ia baru saja tiba di rumah usai menginap di rumah kerabat.

    Sekitar pukul 09.00 WIB, anak korban menemukan ayahnya gantung diri di ruang tengah, sementara ibunya ditemukan di ruang tamu dalam kondisi mengenaskan dengan luka di bagian perut dan leher.

    Anak korban yang berinisial F sempat memutuskan tali tempat ayahnya gantung diri sebelum memberitahu warga sekitar. 

    Polisi masih menyelidiki motif di balik kejadian ini.

    Kedua jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk autopsi guna penyelidikan lebih lanjut.

    Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai penyebab kematian dan motif di balik tragedi ini.

    DISCLAIMER:

    Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

    Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

    Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan tersebut.

    Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

    Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

    Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling.

    Pembaca bisa menghubungi Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes (021-500-454) atau LSM Jangan Bunuh Diri (021 9696 9293) atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com.

    (Tribungayo.com/Alga Mahate Ara)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Mabes TNI Bantah Kabar 11 Warga yang Dibunuh TPNPB-OPM Anggotanya yang Menyamar, Kapuspen: Hoaks – Halaman all

    Mabes TNI Bantah Kabar 11 Warga yang Dibunuh TPNPB-OPM Anggotanya yang Menyamar, Kapuspen: Hoaks – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Markas Besar TNI membantah kabar yang menyebutkan terdapat 11 warga di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan dibunuh oleh TPNPB-OPM adalah prajurit TNI yang tengah menyamar.

    Kabar yang disebarkan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom itu menyebutkan, 11 warga tersebut diduga intelijen aparat keamanan.

    Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Kristomei Sianturi menegaskan kabar tersebut adalah bohong atau hoax.

    Ia menjelaskan selama ini TPNPB-OPM atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  di Papua kerap menebar propaganda untuk mengintimidasi masyarakat sehingga masyarakat ragu untuk bekerja, beraktivitas, atau berkebun.

    Selain itu, menurutnya kabar itu sengaja disebarkan untuk menutupi pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TPNPB-OPM terhadap masyarakat Papua.

    Hal itu disampaikannya usai wawancara dengan awak media di Markas Besar TNI Cilangkap Jakarta pada Rabu (9/4/2025).

    “Termasuk yang (kabar) 11 orang ini diklaim sebagai tentara. Tentara itu tercatat namanya, teregister namanya. Hari ini tidak ada satu pun prajurit TNI atau Polri yang gugur di sana,” tegas Kristomei.

    “Artinya apa? Artinya itu adalah hoax yang disampaikan oleh pihak KKB supaya dia lepas dari tuntutan hak asasi manusia. Bahwa dia melakukan kekejian, kebiadaban dengan membunuh masyarakat yang mencoba jadi pendulang,” lanjut dia.

    Namun demikian, ia mengakui pihaknya menerima informasi tersebut.

    Karena korban adalah warga sipil, lanjut dia, maka nantinya TNI akan berkoordinasi dengan Polri.

    Ia menegaskan TNI siap membantu dan mendukung evakuasi para warga tersebut.

    “Kemudian bahwa memang itu sipil, dan nanti kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengevakuasi dan mencari betul di mana letak daripada korban-korban tadi. Tentunya TNI pasti membantu dalam mereka membackup misalnya pengamanannya, untuk evakuasinya, segala macam,” ucap dia.

    “Kita tidak lepas tangan juga seperti itu. Karena kan memang ada undang-undang kita yang ada amanat undang-undang nomor 34 tahun 2004 bahwa kita membantu tugas polri, salah satu tugas OMSP-nya. Nah itulah aplikasinya nanti di situ,” ujarnya.

    Kabar 11 Warga Tewas Dibunuh

    Diberitakan Tribun-Papua.com sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim membunuh 11 warga di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan yang diduga sebagai intelijen Indonesia.

    Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menyatakan pihaknya telah menerima laporan resmi dari markas OPM Yahukimo soal pembunuhan 11 warga tersebut.

    “Kami teleh menerima laporan dari Panglima TPNPB Yahukimo, Belkius Kobak kalau mereka membunuh 11 warga diduga intelijen aparat keamanan,” kata Sebby, Selasa (8/4/2025) malam.

    Ia menyatakan, pembunuhan dilakukan selama tiga hari belakangan ini dan menyatakan siap bertanggungjawab.

    “Kami minta Presiden Prabowo Subianto hentikan pengiriman pasukan ke Papua, seperti menyamar sebagi pendulang dan profesi lainya,” ungkapnya.

     

  • Viral Dokter Residen Diduga Rudapaksa Keluarga Pasien, Bermodus Cross Match tapi Ditemukan Kondom – Halaman all

    Viral Dokter Residen Diduga Rudapaksa Keluarga Pasien, Bermodus Cross Match tapi Ditemukan Kondom – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Viral dokter residen anestesi diduga merudapaksa keluarga pasien, kisahnya diungkap drg Mirza.

    Dokter gigi sekaligus influencer, drg Mirza mengungkap dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh dokter residen anestesi.

    Beberapa pesan yang diterima drg Mirza memperlihatkan kronologi dokter residen melancarkan aksinya.

    Pelaku disebut menggunakan obat bius untuk membuat korban tak berdaya.

    “Assalamualaikum dok

    Izin saya mendapat informasi bahwa ada 2 Residen Anestesi PDDS FK (sensor) melakukan pemerkosaan kepada penunggu pasien dengan menggunakan obat bius (terdapat bukti CCTV lengkap) keluarga pasien menuntut secara hukum kepada 2 Residen dan (sensor),” tulis pesan yang diterima dan diunggah akun @drg.mirza pada Selasa (8/3/2025)

    “Jadi ada pasien bapak-bapak dirawat di UCY, ditungguin sama anaknya (cewek)

    Pasiennya pre op, perlu darah

    Nah, sama si pelaku ditawarin ke anak pasien, cross matchnya sama saya aja biar cepet prosesnya

    Dibawa lah pasien ke gd MCHC lt 7.

    Wicis gedung baru. Lantai 7nya masih kosong

    Di lantai 7, korban disuruh ganti baju pakai baju pasien. Terus dipasang akses IV

    Menurut w pasiennya juga ga paham sih prosedur crosmatch kek gimana makanya manut manut wae

    Terus dimasukin midazolam terus terjadi
    Kejadiannya sekitar tengah malem.”

    “Si pelakuunya nunggu sampe pasiennya aga sadar sekitar jam 4 pagi

    Pelaku keliatan poko e mondar-mandir di lorong lt 7

    Korban sadar sekitar jam 4/5 pagian terus keliatan jalan di lorong lt 7 tapi sambil aga sempoyongan.”

    “Terus abis cross match itu pasiennya tuh ngeluh ko yang sakit bukan cuma tangan bekas akses iv tapi di kemaluan juga sakit

    Akhirnya si korban minta visum ke spog, ketahuan lah ada bekas sperma

    Terus di mchc 7 itu juga setelah dicek, ada bekas sperma bercecer di lantai

    Besoknya machc 7 dipasang police line.”

    Dokter Mirza mengaku telah melihat foto pelaku.

    Ia menyebut pelaku sudah memiliki istri cantik.

    “Setelah ngeliat foto terduga pelakunya, aku kaget

    Aku cuma pengen bilang: Minimal ngaca dan bersyukur mas, udah punya istri cantik gitu kok masih mesum aja!!!” tulis drg Mirza.

    Dokter Mirza mengaku akan mengawal kasus ini hingga pelaku mendapat hukuman tegas, baik dari PPDS maupun proses hukum pidana.

    “Jika tidak ada langkah tegas (diberhentikan dari ppds dan diproses sesuai hukum pidana di Indonesia), kita akan terus bergerak bersama mengawal kasus ini sampai keadilan terwujud sama seperti saat kita kawal kasus di Semarang tahun lalu,” lanjut drg Mirza.

    Tak hanya itu, drg Mirza telah menunjukkan bukti chat dengan Kemenkes.

    Kemenkes menerangkan, kasus yang viral tersebut terindikasi pidana.

    “Selamat malam, terima kasih bapak/ibu dari medical jurnal atas informasi yang disampaikan.

    Kami telah memperoleh informasi tersebut sebelumnya, dan tepat pelaporan ke APH karena terindikasi pidana,” balas dr Dwi-Kemenkes yang diunggah drg Mirza.

    Kabar terbaru, drg Mirza mengungkit ada pelaku yang tertangkap.

    “Uhuuuy ada yang udah ditangkep nih,” tulis drg Mirza pada Rabu (9/4/2025) pagi.

    Tak hanya itu, drg Mirza sebut dirinya menerima pesan dari keluarga korban.

    Dari pesan keluarga korban, ditemukan dua kresek di tempat kejadian yang dimana 1 kresek ada obat bius dan ada alat kontrasepsi bekas.

    “Polisi menerangkan bahwa sepertinya ada korban lain karna 1 kresek ini tidak ada kondom sama sekali dan sepertinya sudah lama disimpan di lantai 7 itu,” tulis pesan untuk drg Mirza.

    “Info dari adik kandung korban. Tenang, kami bantu kawal sampai mendapatkan keadilan,” tulis drg Mirza dalam Instagram Story tersebut.

    Terbaru, drg Mirza menerangkan kasus tersebut telah diproses oleh kepolisian.

    Dokter Mirza masih menunggu sanksi akademis bagi pelaku.

    “Nah urusan sanksi akademis dari kampus nih yang harus kita kawal juga yagesyaa

    turun angkatan doan? Oh tidak bisaa. Kampus tidak boleh melindungi pelaku kriminal,” tegas drg Mirza. (*)

    (Tribunnews.com/ Siti N)

  • Kronologi KA Jenggala Tabrak Truk Bermuatan Kayu Gelondongan di Gresik, Asisten Masinis Tewas – Halaman all

    Kronologi KA Jenggala Tabrak Truk Bermuatan Kayu Gelondongan di Gresik, Asisten Masinis Tewas – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Kecelakaan maut antara Kereta Api (KA) Commuter Line Jenggala dan truk trailer terjadi di perlintasan tanpa penjagaan, depan Kelurahan Tenggulingan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), pada Selasa (8/4/2025) malam.

    Truk trailer bernomor polisi W 8708 US yang ditabrak KA Jenggala itu membawa kayu gelondongan yang cukup besar.

    Akibat tabrakan ini, asisten masinis KA Jenggala, Abdillah Ramdan, meninggal dunia.

    Kecelakaan maut ini bermula pada pukul 18.30 WIB, saat truk yang dikemudikan Majuri asal Lamongan berniat menyeberang dari gudang menuju Kota Surabaya, Jatim.

    Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda mengatakan bahwa truk tersebut keluar dari gudang perusahaan melintas hendak keluar.

    Nahas, sopir truk melewati perlintasan sebidang tanpa memperhatikan keberadaan kereta api yang sedang melintas.

    Bagian depan truk hampir sampai jalan raya, tetapi dari arah Stasiun Indro melaju KA Jenggala. Tabrakan pun tidak dapat dihindari.

    Ruang masinis pun ringsek tak berbentuk setelah menabrak badan truk sebelah kanan yang memuat kayu gelondongan.

    “Sopir kurang hati-hati saat menyeberang perlintasan kereta api, kondisi sopir selamat, kondisi masinis terluka, sementara asisten masinis dibawa ke rumah sakit mengalami luka berat di sana dan meninggal dunia,” kata Rizki di lokasi kejadian, dilansir Surya.co.id.

    Setelah itu, masinis dan asisten masinis langsung dilarikan ke rumah sakit.

    Saat kejadian, Purwo Pranoto sang masinis KA Jenggala dalam kondisi terjepit kayu dan dievakuasi di RS Semen Gresik, ia dicurigai mengalami cedera tulang bekang.

    Asisten masinisnya, Abdillah Ramdan, dalam kondisi tidak sadarkan diri saat dievakuasi.

    Ketika diperiksa di RS Semen Gresik, Abdillah Ramdan dinyatakan meninggal dunia karena perdarahan organ dalam.

    Adapun untuk seluruh penumpang KA Commuter Line Jenggala yang berjumlah 130 orang dinyatakan selamat, tidak terdapat korban jiwa.

    “Kurang lebih 2 jam proses evakuasi, arus lalu lintas lancar sempat dihentikan, sudah lancar kembali. Penumpang tidak ada terluka mereka melanjutkan perjalanan, ada kereta penolong,” ungkap Rizki.

    Salah satu penumpang KA Jenggala bernama Wahyu mengaku bahwa ia naik dari Stasiun Indro menuju Surabaya Gubeng.

    Baru berjalan 5 menit dari stasiun keberangkatan, Wahyu dibuat kaget saat terdengar suara ‘Bruak’. Suara klakson juga terdengar keras.

    “Baru jalan lima menit dari stasiun Indro, kemudian terdengar suara bruak, kereta berhenti saya kira anjlok, saat saya keluar ternyata tabrakan dengan truk muat kayu besar,” ujar Wahyu.

    Wahyu pun langsung turun bersama penumpang lainnya.

    Kurang lebih terdapat 100 penumpang dalam kereta commuter line Jenggala Gresik-Sidoarjo tersebut.

    Menunggu beberapa saat, kereta jemputan dari Surabaya pun tiba di lokasi kejadian.

    Para penumpang berjalan kaki, melewati truk yang melintang di atas rel.

    Sementara itu, bagian depan kereta ringsek menabrak badan truk trailer sebelah kanan dan belakang yang membawa kayu gelondongan.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul KAI Daop 8 Proses Hukum dan Tuntut Ganti Rugi Pengusaha dan Pengemudi Truk Penyebab Laka di Gresik

    (Tribunnews.com/Nina Yuniar) (Surya.co.id/Willy Abraham)

  • 5 Orang Jadi Tersangka Kasus Remaja Diarak dan Ditelanjangi karena Mencuri di Lembata, Ada Guru – Halaman all

    5 Orang Jadi Tersangka Kasus Remaja Diarak dan Ditelanjangi karena Mencuri di Lembata, Ada Guru – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Lima warga di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan dan penelanjangan terhadap seorang remaja berinisial HAR (15).

    Kasus ini terjadi di sebuah desa di Kecamatan Omesuri, di mana HAR dituduh mencuri dan diarak dalam keadaan telanjang keliling kampung.

    Kasat Reskrim Polres Lembata, AKP Donny Sare, mengungkapkan dua dari lima tersangka adalah tokoh masyarakat.

    Mereka adalah Aldin Lamri, seorang guru, dan Husni Munir, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

    Tersangka lainnya terdiri dari Lukman Lamri (nelayan), Megawati Putri Orowala (wiraswasta), dan Paulus Soba (petani).

    Hal ini sesuai dengan Pasal 80 ayat (1) jo pasal 76 C UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 Thn 2002 tentang Perlindungan anak, atau pasal 170 ayat (1) KUHP, Subs Pasal 351 ayat (1) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

    “Ancaman hukumannnya 7 tahun,” katanya, Selasa, 8 April 2025.

    Kejadian penganiayaan terhadap HAR berlangsung pada Rabu (2/4/2025).

    HAR dituduh mencuri oleh seorang saksi bernama Mega, yang berteriak dan memicu kerumunan warga.

    Korban kemudian dibawa ke rumah Kepala Desa, namun sebelumnya mengalami sejumlah tindakan kekerasan, termasuk ditabrak sepeda motor, dipukul dengan kayu, dan benda tumpul lainnya.

    Kasus penganiayaan ini menjadi viral di media sosial, dengan banyak pengguna membagikan rekaman aksi tersebut.

    Dalam video yang beredar, korban terlihat tanpa pakaian dan kedua tangannya diikat ke belakang.

    Keluarga HAR merasa tidak terima dan melaporkan peristiwa ini ke Polres Lembata untuk diproses secara hukum.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Direktur RSUD Martapura Mengundurkan Diri Buntut Viral Jenazah di OKU Timur Dipulangkan dengan Pikap – Halaman all

    Direktur RSUD Martapura Mengundurkan Diri Buntut Viral Jenazah di OKU Timur Dipulangkan dengan Pikap – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Viral di media sosial video seorang pasien yang datang ke RSUD Martapura, Kec. Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatra Selatan, dalam kondisi tak sadar pada Sabtu (5/4/2025), sekitar pukul 05.00 WIB.

    Setelah pemeriksaan medis, pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia.

    Pihak keluarga awalnya berencana membawa jenazah menggunakan kendaraan pribadi, tetapi menerima tawaran layanan ambulans jenazah gratis melalui skema BPJS setelah mendapat penjelasan dari pihak rumah sakit.

    Sayangnya, proses pengantaran jenazah terkendala karena sopir ambulans menyampaikan bahwa kendaraan kehabisan bahan bakar dan harus mengisi terlebih dahulu.

    Selain itu, sopir ambulans tidak berada di tempat saat dibutuhkan.

    Karena merasa kecewa dan menunggu terlalu lama, pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa jenazah menggunakan mobil pikap milik mereka sendiri meski dalam kondisi hujan gerimis.

    Pihak manajemen RSUD langsung merespons insiden ini dengan menonaktifkan sopir ambulans dan Kepala Ruang Zaal Jenazah.

    Direktur RSUD Martapura, dr. Dedy Damhudy, menyayangkan kejadian ini dan meminta maaf kepada keluarga pasien. Pihaknya akan melakukan evaluasi.

    “Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama, dan kelalaian seperti ini tidak bisa ditoleransi,” tegas dr Dedy, dikutip dari TribunSumsel.com.

    “Atas nama pribadi dan institusi, saya meminta maaf kepada keluarga pasien,” ujarnya.

    Tak sampai di situ, Dedy mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur RSUD Martapura.

    Ia telah menyampaikan hal ini kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) OKU Timur.

    Pengunduran diri tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moralnya.

    “Ya, saya sudah membuat surat pengunduran diri dan telah saya serahkan ke BKPSDM tak lama setelah pemanggilan saya. Ini bentuk dari tanggung jawab saya atas kesalahan bawahan saya,” kata dr Dedy Damhudy, Selasa (08/04/2025).

    Hal ini dibenarkan oleh Kepala BKPSDM OKU Timur, Sutikman. Pihaknya telah menerima surat pengunduran diri dari dr Dedy Damhudy.

    “Benar, kami sudah menerima surat itu dan akan segera diproses. Untuk keputusan selanjutnya, kita menunggu arahan dari Sekda,” kata Sutikman.

    Dimintai klarifikasi

    Dedy juga akan dipanggil oleh Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur memanggil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Martapura untuk dimintai klarifikasi.

    Agenda ini akan dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung di ruang rapat DPRD OKU Timur.

    Wakil Ketua Komisi IV, Adi Munadi, menyayangkan kondisi tersebut, mengingat layanan ambulans merupakan bagian krusial dalam sistem kesehatan, khususnya dalam situasi darurat yang melibatkan kepentingan masyarakat.

    “Kami menerima aduan dari masyarakat bahwa ketika dibutuhkan, ambulans di RSUD Martapura tidak bisa digunakan karena tidak ada bensin. Bahkan, sopir tidak standby. Ini sangat kami sesalkan, karena pelayanan kesehatan semestinya menjadi prioritas utama, apalagi di fasilitas sebesar RSUD Martapura,” ujar Adi Munadi usai rapat didampingi anggota Komisi IV DPRD Kabupaten OKU Timur, Selasa (08/04/2025).

    Ia meminta agar pihak rumah sakit melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan yang ada saat ini.

    DPRD juga menekankan perlunya peningkatan pengawasan internal agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

    “Ini bukan sekadar soal logistik atau SOP, ini menyangkut kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan. Kami berharap pihak RSUD Martapura segera melakukan pembenahan. Jangan sampai kelalaian administratif mengorbankan keselamatan warga,” tegas Adi.

    Pihaknya menyatakan akan terus mengawal perkembangan perbaikan pelayanan di RSUD Martapura dan membuka ruang komunikasi dengan masyarakat guna menampung laporan apabila terdapat kasus serupa di kemudian hari.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul BREAKING NEWS : Direktur RSUD Martapura Mengundurkan Diri, Usai Viral Jenazah Dibawa Pakai Pikap 

    (Tribunnews.com/Falza) (TribunSumsel.com/CHOIRUL RAHMAN)

  • Ayah di Banjarnegara Tusuk Anak Gegara Sakit Hati dengan sang Istri – Halaman all

    Ayah di Banjarnegara Tusuk Anak Gegara Sakit Hati dengan sang Istri – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang ayah bernama Agus Yudiana (37) di Desa Kutawuluh, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tega menganiaya anak kandungnya, ODL (14), dengan menusuknya menggunakan pisau.

    Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu (5/4/2025) di Dusun Tinembang, dan mengakibatkan ODL mengalami luka berat.

    Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto, melalui Kasat Reskrim AKP Sugeng Tugino, menjelaskan motif penganiayaan berawal dari pertengkaran antara Agus dan istrinya, SL (40).

    Agus berencana mengajak istri dan anaknya bermain ke Bendungan Mrican, namun tidak diperbolehkan oleh SL.

    Setelah pertengkaran, Agus merasa sakit hati atas ucapan istrinya dan mengambil pisau di dapur. Ia kemudian menarik ODL ke kamar dan melakukan penganiayaan.

    “Dikamar tersangka memiting leher korban lalu menusuk leher korban dari arah belakang dengan menggunakan pisau.”

    “Saat itu korban langsung menjerit kesakitan, selanjutnya saudara korban yang mendengar pun langsung mendobrak pintu dan menolong korban, kata Sugeng dalam keterangan resmi yang diterima Tribunbanyumas.com pada konferensi pers di Mapolres Banjarnegara, Selasa (8/4/2025). 

    Korban, ODL, mengalami luka di leher, tangan, dan perut akibat penusukan tersebut.

    Saat ini, ODL masih menjalani perawatan di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara.

    Agus Yudiana kini terancam dijerat dengan Pasal 44 ayat 2 Jo Pasal 5 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga.

    Tersangka terancam hukuman 10 tahun penjara.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Pendidikan yang Bikin Prabowo Terkejut: Purwakarta – Halaman all

    Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Pendidikan yang Bikin Prabowo Terkejut: Purwakarta – Halaman all

    Dedi Mulyadi ungkap fakta pendidikan di Purwakarta yang membuat Prabowo terkejut, bukan Amerika.

    TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA – Dedi Mulyadi, seorang politikus asal Partai Gerindra yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat untuk periode 2025-2030, baru-baru ini mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai latar belakang pendidikannya yang membuat Presiden Prabowo Subianto terkejut. 

    Dalam percakapan yang berlangsung baru-baru ini, Dedi mengungkapkan bahwa ia adalah lulusan Purwakarta, bukan Amerika seperti yang banyak orang bayangkan.

    “Ini saya lihat Kang Dedi lulusan mana? Bukan Amerika?” tanya Prabowo dengan nada penasaran.

    Dedi dengan santai menjawab, “Purwakarta.”

    Pernyataan Dedi ini mengejutkan Prabowo yang sebelumnya tidak tahu bahwa Dedi menempuh pendidikan di Purwakarta. 

    Reaksi Prabowo yang terkejut menambah warna dalam percakapan mereka.

    Profil Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi, yang kini dikenal luas sebagai politisi dan Gubernur Jabar, memiliki latar belakang pendidikan yang membanggakan meski tidak berasal dari luar negeri. 

    Semasa kecil, Dedi mengenyam pendidikan dasar di SD Subakti di tanah kelahirannya, Purwakarta. Ia melanjutkan pendidikan ke SMP Kalijati dan SMA Negeri Purwadadi. 

    Dedi kemudian melanjutkan ke pendidikan tinggi dan meraih gelar Sarjana Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman Purwakarta pada 1999.

    Selama kuliah, Dedi aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta dan aktif di Senat Mahasiswa.

    Organisasi yang diikuti Dedi juga mencakup Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), yang menjadikannya Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.

    Dalam karier politiknya, Dedi memulai sebagai anggota DPRD Purwakarta pada 1999 hingga 2004 dan kemudian mendampingi Lily Hambali dalam Pilkada Purwakarta, yang mengantarkannya menjadi Wakil Bupati.

    Ia kembali terpilih dalam Pilkada 2008 dan 2013, serta menjabat Ketua DPD Golkar Purwakarta hingga 2007.

    Dedi Mulyadi akhirnya terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Jawa Barat pada 2016 dan mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat pada 2018. Setelah beberapa perjalanan politik, Dedi bergabung dengan Partai Gerindra dan berhasil memenangkan Pilgub Jawa Barat 2024.

    Pendidikan Lokal yang Berkualitas

    Dedi Mulyadi membuktikan bahwa pendidikan lokal, meski berada di daerah seperti Purwakarta, dapat menghasilkan pemimpin yang memiliki kualitas tinggi.

    Pendidikan di Purwakarta, menurut Dedi, memiliki nilai yang tidak kalah dengan pendidikan luar negeri dan telah membentuk dirinya menjadi sosok yang siap menghadapi tantangan dalam dunia politik.

    Percakapan dengan Prabowo ini membuka wawasan baru tentang bagaimana pendidikan lokal di Indonesia bisa memberikan fondasi yang kuat dalam membentuk pemimpin masa depan. 

    Dedi Mulyadi, dengan latar belakang pendidikan dan karier politiknya yang panjang, membuktikan bahwa pencapaian besar tidak selalu berasal dari pendidikan internasional, melainkan dari ketekunan dan dedikasi di tanah kelahirannya.

  • Lisa Mariana Balas Hujatan Mom-Shaming: Depresi dan Perubahan Fisik Usai Melahirkan – Halaman all

    Lisa Mariana Balas Hujatan Mom-Shaming: Depresi dan Perubahan Fisik Usai Melahirkan – Halaman all

    Lisa Mariana balas hujatan mom-shaming, jelaskan perubahan fisik setelah melahirkan dan depresi.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lisa Mariana membalas hujatan mom-shamming yang ditujukan padanya dengan menjelaskan perubahan fisik yang dialaminya pasca melahirkan.

    Dalam unggahannya di Instagram, Lisa mengungkapkan bahwa depresi dan efek samping obat anti-depresan menjadi penyebab utama kenaikan berat badannya, dan ia menerima kritik tersebut dengan lapang dada.

    Lisa juga membagikan pengalaman pribadinya tentang proses melahirkan dan bagaimana berat badan yang bertambah membuatnya kurang percaya diri. 

    “Aku gemuk pasca melahirkan,” ungkap Lisa dalam unggahannya pada Selasa (8/4/2025).

    Ia menambahkan, bahwa obat anti-depresan yang harus dikonsumsinya untuk mengatasi baby blues turut mempengaruhi fisiknya.

    Terima Hujatan dengan Lapang Dada

    Lisa menerima hujatan yang dialamatkan padanya karena perubahan fisiknya.

    “Kalian mau mom-shamming aku, it’s ok sayang, memang begini keadaannya,” tulisnya dengan penuh penerimaan.

    Meskipun begitu, ia berjanji akan kembali langsing suatu saat nanti.

    “Janji langsing lagi,” ujarnya.

    Sebagai seorang ibu, Lisa merasa bahwa ia tidak perlu merasa malu dengan kondisi fisiknya pasca-melahirkan. 

    Ia mengungkapkan bahwa saat ini fokus utamanya adalah keluarga, dan penampilan bukanlah hal yang harus diprioritaskan.

    Perubahan Fisik yang Terjadi Setelah Melahirkan

    Lisa juga menegaskan bahwa perubahan fisiknya yang lebih gemuk disebabkan oleh efek samping dari obat-obatan yang diberikan oleh dokter. 

    “Baby blues yang mengharuskan aku meminum anti-depresan dari dokter,” jelasnya.

    Ia juga mengaku tidak mempermasalahkan berat badan yang bertambah, dan ia siap menerima apapun komentar yang muncul.

    Dalam unggahannya yang lain, Lisa mengungkapkan alasan mengapa ia tidak muncul ke publik selama beberapa waktu, yaitu karena kenaikan berat badan yang mempengaruhi rasa percaya dirinya. 

    “Pada sibuk mom-shamming deh, emang lagi overweight sayang. Kan abis melahirkan anak kedua. Hehe,” tulisnya, menunjukkan bahwa ia tidak terpengaruh oleh komentar negatif tersebut.

    Tanggapan Positif dari Teman dan Pengikut

    Beberapa pengikut dan teman-teman dekat Lisa memberikan dukungan. Salah satunya, seorang teman menuliskan pesan pujian,

     “Beb, kamu tuh aslinya cantik. Mau lagi gemoy atau kurus pun tetep cantik,” yang langsung dibalas oleh Lisa dengan penuh semangat.

    “Sayang, aku otw body kayak kamu lagi,” tulis Lisa membalas pujian temannya.

    Meskipun isu mom-shamming sempat mengganggu Lisa, ia tetap teguh dan menerima perubahan yang terjadi dalam hidupnya, terutama pasca kelahiran anak kedua.

    Fokusnya adalah menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan keluarga, tanpa terbebani oleh standar kecantikan yang ditetapkan oleh orang lain.

    Kontroversi Anak Lisa yang Dikaitkan dengan Ridwan Kamil

    Terkait dengan anak Lisa Mariana, beredar spekulasi bahwa putri Lisa lebih mirip dengan suami barunya dibandingkan dengan Ridwan Kamil.

    Isu ini mencuat setelah foto-foto putrinya tersebar luas di media sosial.

    Namun, model Ayu Aulia yang mendukung Ridwan Kamil memilih untuk tidak berkomentar mengenai hal tersebut.

    “Saya enggak mau (komentar). Itu kayaknya bukan peranan saya untuk bicara,” tegas Ayu.

    Namun, Lisa tidak merasa perlu menanggapi lebih lanjut mengenai isu ini.

    Baginya, hal tersebut tidak lebih penting dibandingkan dengan kesejahteraan dirinya dan keluarganya.

    Lisa Mariana menunjukkan keberanian dalam menghadapi hujatan mom-shamming dan berbicara terbuka tentang depresi serta perubahan fisik yang dialaminya setelah melahirkan.

    Ia juga menegaskan bahwa ia akan kembali langsing dan tidak terpengaruh oleh komentar negatif.

    Baginya, kebahagiaan keluarga dan kesehatan mental adalah hal yang lebih utama.

  • ASN Sumut Masih di Bangkok dan Umrah pada Hari Pertama Masuk Kerja – Halaman all

    ASN Sumut Masih di Bangkok dan Umrah pada Hari Pertama Masuk Kerja – Halaman all

    Tiga ASN Pemprov Sumut tidak hadir pada hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran, salah satunya karena umrah dan keterlambatan penerbangan.

    TRIBUNNEWS.COM, MEDAN – Hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran pada Selasa (8/4/2025), sejumlah ASN di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masih berada di Bangkok dan menjalani ibadah umrah.

    Sementara itu, satu orang lainnya juga tidak masuk kerja tanpa memberikan keterangan.

    Kejadian ini menarik perhatian karena bertentangan dengan kewajiban mereka untuk kembali bertugas sesuai jadwal setelah cuti, yang kemudian memicu respons tegas dari Gubernur Sumut, Bobby Nasution, yang mengeluarkan surat peringatan untuk ASN yang bersangkutan.

    Mereka tidak hadir dalam pelaksanaan apel pagi perdana di Kantor Gubernur Sumut pasca libur Lebaran.

    Salah satunya adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Topan Obaja Ginting.

    Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, meskipun ketiga ASN tersebut tidak hadir, mereka sudah melaporkan alasan ketidakhadirannya di hari pertama kerja setelah libur panjang.

    “Ada tiga tadi, tapi semua sudah melaporkan alasan ketidakhadirannya. Kalau Pak Topan (Kadis PUPR) minta izin tambahan. Tapi kalau yang tidak ada keterangan, tidak ada,” jelas Bobby.

    Disinggung mengenai alasan Topan tidak hadir karena pesawatnya mengalami keterlambatan, Bobby hanya tersenyum.

    Sementara saat apel pagi, Bobby sempat menyinggung soal alasan ketidakhadiran tiga ASN tersebut di hari pertama kerja.

    Bobby menjelaskan bahwa ketidakhadiran tersebut disebabkan oleh satu ASN yang sedang melaksanakan ibadah umrah.

    Sementara dua ASN lainnya mengalami masalah penerbangan, termasuk satu ASN yang mengalami keterlambatan pesawat selama enam jam di Bangkok, Thailand.

    Dalam sambutannya, Bobby bertanya kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sumut, Effendy Pohan, mengenai kehadiran ASN pada hari itu.

    “Yang tidak hadir, satu umrah, satu delay pesawat, pesawatnya delay 6 jam. Harusnya (sudah) pulang dari mana itu, Pak? 6 jam delay, pesawat dari mana? Dari Bangkok, oh dari luar,” ujar Bobby.

    Bobby pun menyayangkan sikap ASN yang tidak hadir karena keterlambatan pesawat tersebut. Menurutnya, perencanaan yang baik sangat penting agar ASN tidak melakukan kepulangan yang mepet dengan hari masuk kerja.

    “Harusnya sudah bisa ngitung-ngitung, jangan masuknya Selasa pagi, ancang-ancang nyampe rumah, Senin tengah malam,” tambahnya.

    Sebagai langkah tegas, Bobby Nasution mengumumkan bahwa pihaknya akan memberikan surat peringatan kepada ASN yang tidak hadir tersebut.

    “Ini yang akan diberikan teguran, SP ya, Surat Peringatan,” tegas Bobby.

    Bobby menekankan bahwa jika ada ASN yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas, pimpinan OPD diminta untuk memberikan surat peringatan.

    “Yang nggak ada hari ini, tolong di SP saja dan saya minta tolong di Dinas masing-masing di cek semua perangkapnya,” jelasnya.