Category: Tribunnews.com Regional

  • Titiek Puspa dan Temanggung, Kisah Emosional dari Rumah Masa Kecil hingga Masjid Bersejarah – Halaman all

    Titiek Puspa dan Temanggung, Kisah Emosional dari Rumah Masa Kecil hingga Masjid Bersejarah – Halaman all

    Titiek Puspa, legenda musik Indonesia, meninggalkan jejak emosional di Temanggung, tempat ia tumbuh. Dari rumah masa kecil yang kini menjadi Masjid Titiek Puspa, kisah hidupnya penuh perjuangan dan dedikasi terhadap masyarakat menjadi warisan abadi yang dikenang hingga kini.

    TRIBUNNEWS.COM, TEMANGGUNG – Titiek Puspa, penyanyi legendaris Indonesia, meninggal dunia pada Kamis, 10 April 2025, meninggalkan warisan tak terlupakan baik di dunia musik maupun di Temanggung, Jawa Tengah.

    Dari rumah masa kecil yang kini menjadi Masjid Titiek Puspa, kisah hidupnya penuh perjuangan dan dedikasi terhadap masyarakat, menjadikannya simbol spiritual yang dikenang oleh banyak orang.

    Dari Masa Kecil di Pengungsian ke Panggung Nasional

    Meski lahir di Tanjung, Kalimantan Selatan pada 1 November 1937, Temanggung adalah rumah sejati bagi Titiek Puspa. 

    Dia datang ke kota ini dalam usia lima tahun, saat keluarganya ikut rombongan eksodus dari Ambarawa karena gejolak masa penjajahan Jepang.

    “Dulu sekolahnya jalan kaki, lewat tanggul sawah, banyak pedhut, dan fog tebal. Saya sering jatuh, tapi tetap semangat sekolah meskipun dalam kondisi basah dan kotor,” kenang Titiek, mengingat masa kecilnya yang sederhana namun penuh tekad.

    Desa Greges dan Kranggan menjadi saksi perjuangan hidup kecil Sudarwati—nama lahirnya—yang kelak tumbuh menjadi salah satu ikon budaya Indonesia paling disegani lintas generasi.

    Rumah Lama yang Menjadi Masjid: Warisan Cinta untuk Temanggung

    Di Jalan Pahlawan, Lingkungan Gemoh, Kelurahan Butuh, berdiri megah sebuah masjid yang tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menyimpan sejarah panjang.

    Masjid tersebut dikenal sebagai Masjid Birrul Walidain, atau oleh warga sekitar akrab disebut Masjid Titiek Puspa.

    Dulunya, masjid ini merupakan rumah tinggal Titiek semasa kecil.

    Rumah itu kemudian dihibahkan olehnya untuk dijadikan fasilitas ibadah dan kegiatan keagamaan bagi masyarakat Temanggung.

    “Masjid ini saya hibahkan untuk masyarakat sekitar agar bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan,” ujar Titiek Puspa saat peresmian.

    Warisan ini kini menjadi bukti nyata kecintaan dan dedikasinya terhadap tanah yang membesarkannya. 

    Aktivitas keagamaan yang hidup di masjid tersebut menjadi bagian dari jejak yang ia tinggalkan, jauh setelah sorotan panggung padam.

    TITIEK PUSPA DAN TEMANGGUNG – Titiek Puspa, legenda musik Indonesia, meninggalkan jejak emosional di Temanggung, tempat ia tumbuh. Dari rumah masa kecil yang kini menjadi Masjid Titiek Puspa, kisah hidupnya penuh perjuangan dan dedikasi terhadap masyarakat menjadi warisan abadi yang dikenang hingga kini.

    Netizen Soroti Masjid Titiek Puspa: Simbol Warisan Spiritual

    Setelah kabar wafatnya Titiek Puspa merebak, media sosial X ramai dengan unggahan tentang Masjid Titiek Puspa. 

    Banyak warganet yang terkejut dan tersentuh saat mengetahui bahwa masjid tersebut berdiri di atas rumah masa kecil sang legenda.

    “Masjid Birrul Walidain di Kecamatan Temanggung ini lebih dikenal sebagai Masjid Titiek Puspa. Konon masjid ini berdiri di atas tanah yang dihibahkan oleh beliau,” tulis akun @idabizars.

    “Dari rumah kecil menjadi tempat ibadah, Masjid Titiek Puspa adalah bukti jejak kebaikan yang tak hilang oleh waktu,” tulis @retno_raya.

    Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa kepergian Titiek Puspa tidak hanya menggetarkan dunia hiburan, tetapi juga menggugah sisi spiritual masyarakat yang mengenangnya lewat masjid yang kini ramai dikunjungi jamaah.

    Wafatnya Sang Legenda dan Doa dari Berbagai Kalangan

    Titiek Puspa menghembuskan napas terakhir pada pukul 16.30 WIB di RS Medistra, Jakarta. Ucapan duka mengalir dari berbagai kalangan, termasuk dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

    “Selamat jalan komposer n penyanyi legendaris Indonesia, Mbak Titiek Puspa… al Fatihah,” ujar Fadli Zon di media sosial.

    Warganet juga turut meramaikan linimasa dengan doa dan pujian atas jejak panjang Titiek dalam dunia seni dan sosial.

    “Selamat jalan Oma Titiek Puspa. Terima kasih karyamu. Fatihah,” tulis @BewoksXmoveUp.

    “Rest in peace Bu Titiek Puspa. Karyamu akan selalu hidup,” ucap @mukhlisticky.

    Kupu-Kupu Malam: Lagu yang Hidup Kembali Lewat NOAH

    Salah satu karya Titiek Puspa yang paling ikonik dan dikenang lintas generasi adalah “Kupu-Kupu Malam”, lagu yang mengangkat kisah nyata seorang perempuan yang jatuh ke dalam dunia kelam karena keadaan.

    Lagu ini dibawakan ulang oleh grup band NOAH (sebelumnya Peterpan) pada tahun 2008, lalu direkam ulang dalam album Sing Legends (2016). 

    Pada hari kepergiannya, NOAH mengunggah pesan perpisahan yang menyentuh melalui Instagram Story:

    “Selamat jalan, eyang Titiek Puspa. Beristirahatlah dengan tenang dan terima kasih atas segalanya,” tulis akun @noah.site, Kamis (10/4/2025).

    Lirik lagu Kupu-Kupu Malam kembali ramai diperbincangkan sebagai bentuk penghormatan atas kepekaan sosial Titiek dalam menulis lagu:

    “Ada yang benci dirinya

    Ada yang butuh dirinya

    Ada yang berlutut mencintainya

    Ada pula yang kejam menyiksa dirinya…”

    “Ini hidup wanita si Kupu-Kupu Malam

    Bekerja, bertaruh seluruh jiwa raga…”

    “Dosakah yang dia kerjakan?

    Sucikah mereka yang datang?

    Kadang dia tersenyum dalam tangis

    Kadang dia menangis di dalam senyuman…”

  • Tim Gabungan Evakuasi Dua Jenazah Korban KKB ke RSUD Dekai, Investigasi Berlanjut – Halaman all

    Tim Gabungan Evakuasi Dua Jenazah Korban KKB ke RSUD Dekai, Investigasi Berlanjut – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tim gabungan Ops Damai Cartenz-2025 bersama TNI mengevakuasi dua jenazah korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

    Peristiwa pembunuhan terjadi di area pendulangan emas Lokasi 22 dan Muara Kum, sepanjang aliran Sungai Silet, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

    Kedua jenazah telah tiba di RSUD Dekai, Kabupaten Yahukimo, untuk dilakukan proses identifikasi dan investigasi lebih lanjut.

    Kepala Operasi Damai Cartenz-2025 Brigjen Faizal Ramadhani menegaskan proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian di tengah kondisi medan yang berat.

    “Evakuasi dua jenazah korban KKB telah berhasil kami laksanakan hari ini investigasi berlanjut guna memastikan identitas korban serta mengungkap fakta-fakta terkait peristiwa ini,” ujarnya dalam keterangan Kamis (10/4/2025).

    Evakuasi lanjutan akan dilanjutkan esok hari mengingat kondisi cuaca yang memburuk serta waktu yang sudah malam.

    Satgas Ops Damai Cartenz-2025 juga telah mengirimkan tim dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura ke RSUD Dekai untuk membantu proses identifikasi secara profesional dan cepat.

    Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo menambahkan upaya pengejaran terhadap para pelaku terus dilakukan secara intensif dan terkoordinasi.

    “Kami terus melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku yang bertanggung jawab atas serangan brutal ini,” ungkapnya.

    Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. P

    “Percayakan kepada aparat keamanan yang saat ini sedang bekerja maksimal,” tuturnya.

    Sebelumnya, 11 warga sipil penambang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan diduga kuat menjadi korban pembunuhan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menamakan dirinya sebagai Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama.

    Peristiwa tersebut terjadi pada 6 hingga 7 April 2025 di area pendulangan Lokasi 22 dan Muara Kum Kabupaten Yahukimo. 

    Informasi awal diperoleh pada 7 April 2025 malam berawal dari kesaksian salah satu korban selamat yang kini mengamankan diri di Kampung Mabul, Distrik Koroway, Kabupaten Asmat.

    Korban mengalami pembunuhan secara sadis dengan luka bacok, tembakan, serta luka akibat panah. 

    Dari 11 korban meninggal dunia, enam di antaranya telah berhasil diidentifikasi, yakni Aidil, Sahruddin, Ipar Stenli, Wawan, Feri, dan Bungsu. 

    Sementara lima lainnya masih dalam proses identifikasi.

  • dr Tirta soal Dokter Residen Rudapaksa Anak Pasien: Kisah Paling Memalukan Sepanjang Sejarah PPDS – Halaman all

    dr Tirta soal Dokter Residen Rudapaksa Anak Pasien: Kisah Paling Memalukan Sepanjang Sejarah PPDS – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Influencer sekaligus dokter Tirta Mandira Hudhi alias dr Tirta ikut mengomentari kasus dokter residen rudapaksa anak pasien.

    Diketahui kasus rudapaksa ini menjerat tersangka Priguna Anugerah Pratama alias PAP (31), sedangkan korbannya seorang wanita berinisial FH (21).

    Priguna Anugerah merupakan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

    Menurut dr Tirta, kasus ini memalukan sepanjang program PPDS berjalan.

    “Ini kisah paling memalukan sepanjang sejarah PPDS,” katanya, dikutip dari akun @tirta_cipeng, Kamis (10/4/2025).

    dr Tirta menilai, kelakuan Priguna Anugerah bisa berdampak lebih luas.

    Kasus bisa membuat pasien tidak percaya lagi kepada dokter anestesi.

    “Hal ini bisa menghancurkan trust pasien ke dokter anestesi di seluruh Indonesia,” tambahnya.

    Oleh karenanya, untuk mengembalikan kepercayaan pasien, aparat penegak hukum perlu turun tangan.

    Priguna Anugerah diharapkan bisa dihukum dengan seadil-adilnya.

    “Pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” tegas dr Tirta.

    Dokter kelahiran 30 Juli 1991 itu juga meminta polisi mengusut kasus ini secara tuntas.

    Terutamanya mencari apakah ada korban lain dari kebejatan Priguna Anugerah.

    “Investigasi harus detail, apakah ada korban-korban lain atau tidak.”

    “Dukunganku untuk korban dan keluarganya,” tulisnya.

    Dalam cuitan terbaru, dr Tirta mengaku heran dengan adanya warganet yang ‘menyalahkan’ korban dalam kasus rudapaksa ini.

    “Kene ki dongkol tenan he moco komentar di berita soal dokter kmren yg jadi tsk perkosaan apalagi comment satpamnya yg ngeselin.”

    “Trus di ig yg comment: ‘Ini korbannya kenapa kesendirian?’. ‘Ini alasan perempuan jangan sendirian Masih smpt2 nya opini gitu,” tulis dr Tirta.

    Menurut hematnya, yang perlu dihakimi hanya Priguna Anugerah seorang.

    Tersangka seharusnya bisa mengontrol nafsunya.

    “Yang diatur libidomu. Bukan orang lain,” tegas dr Tirta.

    dr Tirta dalam cuitannya juga mengingatkan bahwa manusia dianugerahi dengan akal berbeda dengan hewan.

    Manusia bisa mengontrol nafsunya.

    “Manusia ama hewan berbeda di 1 hal: akal. Masa pake analogi hewan, padahal ente manusia,” tegas dr Tirta.

    Semua bermula saat FH mengantarkan orang tuanya ke IGD Rumah Sakit Hasan Sadikin guna mendapatkan perawatan medis pada 18 Maret 2025, sekira pukul 01.00 WIB.

    Priguna Anugerah lalu mendekati FH dan menyampaikan perlu memeriksa darahnya.

    “Tersangka membawa korban dari ruang IGD ke gedung MCHC (Gedung Mother and Child Health Care) lantai 7 pada pukul 01.00 WIB. Dan meminta korban untuk tidak ditemani oleh adiknya,” kata Kombes Hendra, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (10/4/2025).

    Singkat cerita, tersangka membawa korban ke ruang nomor 711.

    Tersangka meminta korban untuk mengganti pakaian dengan baju operasi warna hijau dan meminta korban untuk melepas baju dan celananya.

    Kombes Hendra melanjutkan, Priguna Anugerah mulai melancarkan aksinya.

    Tersangka mulai membius korban dengan cara menusukan jarum ke tangan FH.

    “Tersangka memasukkan jarum ke bagian tangan kiri dan tangan korban kurang lebih 15 kali percobaan.”

    “Kemudian menghubungkan jarum tersebut ke selang infus setelah itu tersangka menyuntikan cairan bening ke selang infus tersebut.”

    “Dan beberapa menit kemudian korban merasakan pusing lalu tidak sadarkan diri,” urainya.

    Saat tak sadar itulah, Priguna Anugerah rudapaksa korban saat tidak berdaya.

    FH baru sadar setelah 3 jam usai dibius tersangka.

    “Setelah tersadar korban diminta untuk berganti pakaian kembali dan diantar sampai lantai 1 di gedung MCHC.”

    “Setelah sampai ruang IGD korban baru sadar bahwa pada saat itu sudah pukul 04.00 WIB, lalu korban bercerita kepada ibunya bahwa tersangka mengambil darah,” kata Kombes Hendra.

    FH baru sadar jadi korban rudapaksa saat merasakan sakit saat buang air kecil.

    Bagian intimnya merasa perih saat terkena air.

    Korban kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polda Jabar.

    Kombes Hendra menyebut dalam perjalan kasus, ada 11 orang dimintai keterangan.

    “Ada FH sendiri sebagai korban, ada ibunya kemudian, ada beberapa perawat, ada kurang lebih tiga perawat, dan adik korban.”

    “Kemudian dari farmasi, dokter, dan pegawai rumah sakit Hasan Sadikin dan juga apoteker. Dan Dirkrimsus juga akan meminta keterangan ahli untuk mendukung proses penyidikan,” jelas dia.

    Polda Jabar sudah menetapkan Priguna Anugerah sebagai tersangka atas kasus rudapaksa terhadap korban seorang perempuan berinisial FH.

    Ia kini terancam hukuman 12 tahun penjara.

    “Pasal 6C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 yaitu tentang tindak pidana kekerasan seksual.”

    “Adapun ancaman hukumannya dipidana dengan pidana penjara paling lama adalah 12 tahun,” urai Kombes Hendra.

    Selain jadi tersangka, Priguna Anugerah juga akan ditahan selama 20 hari guna mempermudah pendalaman kasus lebih lanjut.

    PELAKU PENCABULAN – Pelaku pencabulan terhadap salah seorang keluarga pasien RS Hasan Sadikin Bandung, ditampilkan oleh Ditreskrimum Polda Jabar, Rabu (9/4/2025). Oknum dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) di salah satu universitas di Sumedang, Jabar, ditetapkan sebagai tersangka. (Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

    Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat Kombes Surawan menambahkan, Priguna Anugerah memiliki kelainan seksual.

    Fakta tersebut didapatkan polisi lewat pemeriksaan yang sudah dilakukan.

    “Dari pemeriksaan beberapa hari ini memang ada kecenderungan pelaku ini mengalami sedikit kelainan dari segi seksual,” urainya.

    Oleh karena itu, Polda Jabar akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mendalami kelainan seksual tersebut.

    Termasuk meminta keterangan ahli dan psikolog.

    “Kita akan perkuat dengan pemeriksaan dari psikologi forensik, ahli-ahli psikologi, maupun psikologi forensik untuk tambahan pemeriksaan.”

    “Sehingga kita menguatkan adanya kecenderungan kelainan dari perilaku seksual,” tegasnya.

    (Tribunnews.com/Endra)

  • Soal Kebakaran di Sukahaji Bandung, Asep Sulaeman: Kantor RW Ikut Dirusak – Halaman all

    Soal Kebakaran di Sukahaji Bandung, Asep Sulaeman: Kantor RW Ikut Dirusak – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Terjadi kebakaran yang menghanguskan kios kayu dan rumah di Jl Terusan Pasir Koja, Gang Satata Sariksa, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/4/2025).

    Kebakaran yang menghanguskan 45 kios kayu dan tiga unit rumah warga tersebut terjadi di lahan yang tengah bersengketa.

    Ketua RW 04, Asep Sulaeman mengatakan, kebakaran ternyata pernah terjadi sebelumnya dan yang terparah yakni tahun 2018 dan tahun ini.

    Selain puluhan kios dan tiga rumah terbakar, Asep mengatakan bahwa kantor RW juga ikut dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab.

    “Jadi yang saya sesal lagi itu terjadi perusakan kantor RW, dirusak, saya enggak tahu maksudnya seperti apalah, tapi hancur lebur lah kantor RW kita,”

    “Saya kurang tahu, intinya oleh oknum yang mungkin tidak suka,” kata Asep, dikutip dari TribunJabar.id.

    Perusakan tersebut terjadi saat ada pembebasan lahan.

    Ia menuturkan bahwa lahan tempat puluhan kios kayu berdiri tersebut merupakan lahan sengketa.

    “Jadi memang dari awal saya jelaskan kondisinya tidak bagus di RT 8, RW 4 itu karena ada pembebasan lahan,”

    “Jadi ada warga yang menerima, ada juga warga yang menolak, tapi dua-duanya warga saya,” ucapnya.

    Di sisi lain, pihaknya juga menghargai apabila lahan tersebut milik pengusaha, ditambah ada putusan dari pengadilan yang menguatkan status kepemilikan tanah.

    “Apalagi sudah ada yang 30 tahun, warga secara gratis (menempati),”

    “Kita juga menghargai, tapi pada intinya sejak bulan Februari sampai sekarang ini ya gitu lah masih belum terselesaikan,” kata Asep.

    Sebelumnya, Asep mengatakan bahwa kebakaran tersebut terjadi bertepatan dengan pembebasan lahan.

    “Momennya lagi gak menyenangkan ya, di daerah RT 8 itu kan sedang ada permasalahan pembebasan lahan. Nah jadi warga itu banyak asumsi lah, banyak praduga,” ujarnya, Kamis (10/4/2025).

    Mengutip TribunJabar.id, lokasi kebakaran tersebut pun kini dipasangi garis polisi.

    “Nah kita intinya gini, ini ada musibah saja dan harus diselesaikan oleh para pengurus, oleh pihak kelurahan, kecamatan, bahkan dari Pemerintah Kota Bandung ya,” kata Asep.

    Ia menuturkan, awalnya tanah tersebut sudah 32 tahun ditelantarkan.

    Lalu pada Februari 2025, ada pengacara dari seorang pengusaha yang mengklaim tanah tersebut milik mereka sambil membawa sertifikat dan bukti lainnya.

    “Dari sana ada warga yang menerima ada juga yang menolak. Saya sangat menghargai dua-duanya juga, tapi akhirnya terjadi konflik di daerah RT 8 itu,” ucapnya.

    Ia menuturkan, warga yang menolak pun mengajukan gugatan di pengadilan karena merasa sudah lama menempati lahan tersebut.

    “Warga yang menempati lahan di RT 8 itu sekitar 300 KK lebih. Bahkan rumah ada yang permanen dan semi permanen, mereka sudah tinggal lama di sana, punya keluarga, punya usaha tapi sekarang tiba-tiba harus pergi,” kata Asep.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Kebakaran di Lahan Sengketa Sukahaji Bandung Sudah 6 Kali Terjadi, Kini Kantor RW Ikut Dirusak

    (Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Hilman Kamaludin)

  • Apindo Bali Berharap Gubernur Bali Kaji Ulang  Pelarangan Produksi AMDK di Bawah 1 Liter – Halaman all

    Apindo Bali Berharap Gubernur Bali Kaji Ulang  Pelarangan Produksi AMDK di Bawah 1 Liter – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BALI  – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bali menyayangkan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali, I Wayan Koster yang melarang produksi air minum dalam kemasan (AMDK) di bawah satu liter. 

    Selain merugikan pengusahanya, pelarangan itu juga bisa berdampak kepada perekonomian masyarakat yang menjual produk-produk tersebut.

    “Kalau kita lihat tujuan dan maksudnya pelarangan itu memang baik, itu kan SE mengenai sampah. Tetapi, yang disayangkan kenapa harus melarang produksi air mineral yang di bawah satu liter. Ini kan sudah sangat mengintervensi atau sudah masuk ke ranah makanan dan minuman,” ujar Ketua Apindo Bali, I Nengah Nurlaba dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).

    Menurutnya, SE Gubernur Koster itu akan mengganggu keberlangsungan usaha industri-industri AMDK yang ada di Bali, baik besar maupun industri kecil. 

    “Saya pun berharap dalam audiensi yang dilakukan Pemprov Bali dan pengusaha AMDK Bali pada 11 April nanti ada sebuah solusi yang baik. Bahkan saya berharap Pemprov Bali mau mengkaji ulang kebijakannya itu,” katanya.

    Dia juga berharap Gubernur Koster bisa lebih bijak lagi terkait Surat Edarannya itu. “Bijak lah untuk mempertimbangkan lagi kebijakannya supaya tidak ada pihak-pihak seperti pengusaha UMKM dan juga pedagang-pedagang masyarakat yang nantinya terimbas karena kebijakan tersebut,” tukasnya.

    Dikutip dari Tribun Bali, Wayan Koster,  menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2025 Tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

    Poin utamanya adalah pembatasan pemakaian plastik sekali pakai, di antaranya dengan melarang peredaran air mineral kemasan plastik dibawah 1 liter dan penggunaan tas kresek di pasar tradisional.  

    SE ini pada Minggu 6 April 2025 kemarin. Salah satu poin SE tersebut, adalah Larangan dan Pengawasan pada setiap lembaga usaha dilarang memproduksi air minum kemasan plastik sekali pakai. 

    Pada SE tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster akui penanganan sampah di Provinsi Bali belum berjalan dengan optimal, yang berdampak negatif terhadap ekosistem alam, manusia, dan kebudayaan Bali sehingga sudah sangat mendesak diberlakukan, kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber dan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, yang dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Bali tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

    Terlebih, Bali merupakan destinasi utama pariwisata dunia yang harus memberi kenyamanan bagi wisatawan guna mewujudkan pariwisata Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat.

    Aspadin Keberatan

    Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut. 

    Ketua Umum DPP Aspadin, Rachmat Hidayat mengatakan masih mempelajari isi SE Gubernur Koster. Namun, menurutnya, pelarangan produksi dan distribusi air kemasan plastik di bawah satu liter akan memberi dampak negatif bagi industri.

    “Membaca teks SE tersebut ada kata pelarangan produksi dan distribusi. Hal ini tentu saja akan berdampak negatif bagi industri dan perdagangan,” ucapnya.

    Meski demikian, Aspadin menyatakan tetap peduli terhadap isu lingkungan. Rachmat menyebut kemasan AMDK saat ini memiliki tingkat daur ulang paling tinggi di Indonesia, dan produsen terus berinovasi agar lebih ramah lingkungan.

    “Contohnya bobot plastik yang digunakan pada AMDK saat ini sudah jauh lebih kecil dibandingkan beberapa tahun yang lalu,” ujarnya.

    Dia mengatakan Aspadin berencana berdiskusi dengan Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Provinsi Bali untuk mencari solusi terbaik atas kebijakan tersebut.

    “Persoalan di daur ulang ini kami akan mengurangi dulu pelan-pelan dari semua lini. Ke depan bisa dijadikan tradisi di Bali menggunakan tumbler,” pungkasnya. (Eko Sutriyanto) 
     
     
     

  • Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kecelakaan antara KA Jenggala Vs Truk yang Menewaskan Asisten Masinis – Halaman all

    Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kecelakaan antara KA Jenggala Vs Truk yang Menewaskan Asisten Masinis – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Peristiwa kecelakaan maut antara kereta api Commuter Line Jenggala dan truk bermuatan kayu gelondongan masih terus diselidiki pihak berwajib.

    Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin mengatakan pihaknya saat ini tengah memeriksa empat saksi terkait kecelakaan tersebut.

    “Benar, kami telah memeriksa empat saksi mata terkait kecelakaan kereta Jenggala dan truk di Gresik,” ujarnya kepada awak media, Rabu (9/4/2025).

    Empat orang itu, di antaranya seorang sopir truk bermuatan kayu yang terlibat kecelakaan, dua saksi warga di dekat lokasi kejadian, dan seorang petugas Dinas Perhubungan setempat. 

    Berdasarkan hasil awal penyelidikan yang sudah diperoleh personelnya di Satlantas Polres Gresik, proses penyelidikan lanjutan atas kasus kecelakaan tersebut bakal dilakukan oleh Satreskrim Polres Gresik. 

    Pasalnya, Komarudin menduga terdapat unsur kelalaian dalam insiden tersebut yang kewenangan penanganan kasusnya hanya bisa dilakukan oleh pihak Satreskrim Polres Gresik. 

    “Kecelakaan ini sudah kita limpahkan ke pihak Reskrim Polres Gresik. Kita lihat faktor-faktor kelalaian. Itu bukan perlintasan tanpa palang pintu, tapi ada palang pintu. Nanti hasilnya masih didalami oleh reskrim,” terangnya.

    KAI Ambil Langkah Hukum

    Diberitakan sebelumnya, KAI akan mengambil tindakan hukum terhadap pengusaha dan pengemudi truk yang terlibat kecelakaan tersebut.

    Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan pihaknya akan memproses hukum pengusaha maupun sopir truk atas kelalaiannya yang mengakibatkan terjadinya kejadian temperan tersebut. 

    Sebab peristiwa ini sangat merugikan dari berbagai aspek, termasuk gangguan operasional, kerusakan sarana dan prasarana, serta yang paling utama adalah risiko terhadap keselamatan petugas dan penumpang.

    “KAI Daop 8 Surabaya akan melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum dan menuntut ganti rugi kepada pemilik maupun pengemudi truk,” kata Luqman kepada awak media Selasa (8/4/2025).

    Akibat insiden itu, asisten masinis KA Commuter Line Jenggala atas nama Abdillah Ramdan meninggal dunia saat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Semen Gresik.

    “Kami kehilangan salah satu Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) terbaik. Almarhum Abdillah Ramdan bukan hanya seorang Asisten Masinis yang berdedikasi, tetapi juga sosok yang mewakili semangat pengabdian dalam melayani masyarakat.”

    “Kepergiannya saat menjalankan tugas menjadi duka yang mendalam bagi seluruh keluarga besar KAI,” ujar Luqman.

    Kronologi 

    Peristiwa kecelakaan itu terjadi di perlintasan tanpa penjagaan yang berlokasi di Kelurahan Tenggulingan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Selasa (8/4/2025) malam

    Awalnya, truk trailer yang membawa muatan kayu gelondongan tersebut berniat menyeberang dari gudang menuju kota Surabaya. 

    Saat melewati perlintasan tanpa penjagaan, truk tersebut berhasil melintas. 

    Namun, saat bagian depan truk hampir sampai jalan raya, dari arah Stasiun Indro melaju KA Commuter Line Jenggala.

    Tabrakan tidak dapat dihindari, kereta menabrak truk yang berada di atas perlintasan. 

    Adapun kabin masinis langsung menabrak badan truk sebelah kanan yang membawa kayu gelondongan.

    Atas kejadian itu, masinis maupun asisten masinis langsung dilarikan ke rumah sakit. Masinis Purwo Pranoto saat kejadian dalam kondisi terjepit kayu, dievakuasi di RS Semen Gresik, diperiksa oleh dokter IGD, curiga cedera tulang belakang.

    Sementara korban meninggal dunia adalah asisten masinis bernama Abdillah Ramdan. Saat kejadian, kondisi tidak sadarkan diri saat dievakuasi. Ketika di periksa di RS semen Gresik, dinyatakan meninggal dunia, perdarahan organ dalam.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Polisi Selidiki Kecelakaan Kereta vs Truk Kayu di Gresik Tewaskan Asisten Masinis, 4 Saksi Diperiksa

    (Tribunnews.com/David Adi) (TribunJatim.com/Luhur Pambudi)

  • Bertemu Pimpinan LAMR, Kapolda Riau Ungkap Pentingnya Kembali Mengangkat Nilai-nilai Budaya Melayu – Halaman all

    Bertemu Pimpinan LAMR, Kapolda Riau Ungkap Pentingnya Kembali Mengangkat Nilai-nilai Budaya Melayu – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), bertempat di Kantor LAMR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Rabu (9/4/2025).

    Kedatangan Kapolda disambut hangat oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Sekretaris Jenderal DPH LAMR Datuk H. Jonaedi Dasa, Sekretaris Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Alang Rizal, serta sejumlah perangkat adat lainnya.

    Silaturahmi ini bertujuan mempererat hubungan antara kepolisian dengan tokoh adat serta masyarakat Riau, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Riau.

    Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak LAMR.

    Ia mengungkapkan bahwa tanjak yang dipasangkan di kepalanya bukan sekadar simbol adat, melainkan lambang bahwa dirinya kini menjadi bagian dari rumah besar masyarakat Melayu Riau.

    “Alhamdulillah, saya merasa sangat tersanjung atas sambutan luar biasa ini. Saya datang bukan hanya sebagai Kapolda, tetapi juga sebagai saudara yang ingin belajar, mendengar, dan berjalan bersama,” ujar Irjen Herry Heryawan.

    Kapolda juga menyinggung kondisi Riau menjelang musim kemarau dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan, termasuk LAMR, dalam upaya menjaga lingkungan.

    Kapolda turut menyampaikan hasil diskusinya dengan Gubernur Riau yang menyoroti pentingnya mengangkat kembali nilai-nilai budaya Melayu yang mulai tergerus oleh zaman.

    Kapolda juga memperkenalkan tagline Polda Riau yakni Melindungi Tuah, Menjaga Marwah.

    Tagline ini, menurutnya, mencerminkan komitmen Polda Riau untuk memberikan perlindungan secara aktif terhadap keberkahan dan nilai-nilai luhur tanah Melayu.

    “Makna filosofis dari tagline ini adalah komitmen kami dalam mengawal potensi keberuntungan dan berkah Ilahi untuk kesejahteraan masyarakat Riau,” tegas Kapolda.

    Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menyampaikan ucapan selamat datang  yang diselingi pantun, ia menyambut baik komitmen Polda Riau terhadap pelestarian budaya dan lingkungan.

    Datuk Seri Taufik juga menyampaikan bahwa pada 9 Agustus 2025 mendatang, bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Riau, LAMR akan menggelar peringatan Hari Adat Sedunia.

    “Saya menilai program ini sejalan dengan cita-cita Polda Riau dan Pemprov Riau, yakni menghadirkan kegiatan besar untuk serantau Melayu,” ungkapnya.

    Ia juga mengapresiasi kerja sama yang selama ini telah terjalin antara LAMR dan Polda Riau, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan.

     

  • Idap Kelainan Seksual, Dokter Residen Pelaku Rudapaksa Ternyata Sudah Menikah, Kini Korban Bertambah – Halaman all

    Idap Kelainan Seksual, Dokter Residen Pelaku Rudapaksa Ternyata Sudah Menikah, Kini Korban Bertambah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Terungkap fakta baru terkait Priguna Anugerah Pratama (31), dokter residen anestesi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sekaligus pelaku rudapaksa keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat. 

    Priguna Anugerah Pratama disebut mengalami kelainan seksual Somnopholia, yakni memiliki gairah terhadap orang yang tak sadarkan diri atau pingsan. 

    Fakta tersebut diungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Surawan.

    “Tersangka ini meminta korban FH untuk diambil darah dan membawa korban dari ruang IGD ke Gedung MCHC lantai 7 RSHS.”

    “Korban sempat merasakan pusing dari cairan yang disuntikkan pelaku, dan selepas siuman korban merasakan sakit pada bagian tertentu,” ujar Surawan, dikutip dari TribunJabar.id, Rabu (9/4/2025). 

    Sebelumnya diberitakan, pelaku merudapaksa korban yang tak sadarkan diri setelah disuntik cairan bening ke dalam infus. 

    Saat tersadar beberapa jam setelahnya, korban merasakan nyeri pada area vital. 

    Setelah melakukan visum, ditemukan cairan sperma di alat vital wanita 21 tahun tersebut. 

    Sudah Berkeluarga 

    Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan mengatakan meski mengalami kelainan seksual, pelaku ternyata sudah berkeluarga. 

    “Tersangka ini informasinya sudah berkeluarga dan berasal dari luar Jawa. Dari pemeriksaan beberapa hari ini memang kecenderungan pelaku ini mengalami kelainan seksual,” ucap Hendra, dikutip dari TribunJabar.co.id, Kamis (10/4/2025). 

    Sementara itu, Dirut SDM RSHS, Fitra Hergyana, menyampaikan, pelaku melancarkan aksi bejatnya saat berjaga malam sesuai jadwal. 

    Ia menyebut, yang bisa memasuki ruang IGD dan bertugas memang sesuai jadwal peserta didik.

    “Kami ini rumah sakit pendidikan dari Unpad dan kebetulan yang bersangkutan merupakan residen anastesi yang tengah bersekolah dititipkan di RSUP Hasan Sadikin Bandung. Dan pelaku ini tengah bertugas ketika itu,” katanya, Rabu. 

    Fitra lantas menegaskan, bahwa pelaku bukanlah karyawan di RSHS. 

    Melainkan, peserta didik PPDS anestesi yang dititipkan di rumah sakit tersebut. 

    “Di rumah sakit itu dokter ini menjadi dokter peserta didik dari Unpad yang sedang mengambil sekolah spesialis di kami.”

    “Maka yang bersangkutan bukan merupakan karyawan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin, melainkan mahasiswa yang dititipkan di kami dan itu memang pasti sesuai dengan SOP dan juga sesuai dengan arahan dari DPJP-nya. Nah, ini memang terduga melaksanakan di luar dari SOP tersebut,” tuturnya. 

    Korban Bertambah 

    Setelah aksi bejat Priguna Anugerah terbongkar, ada dugaan korban dokter residen tersebut bukan cuma satu.

    Sehingga, Polda Jawa Barat (Jabar) membuka ruang kepada siapa saja yang menjadi korban dari Priguna Anugerah untuk melapor, jika malu untuk speak up di media sosial.

    Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyampaikan ada kemungkinan korban lainnya belum melaporkan diri.

    Hendra menuturkan pihaknya sudah bertindak tegas dan cepat pada 18 Maret 2025 setelah mendapatkan laporan.

    Selanjutnya, Priguna Anugerahd itetapkan sebagai tersangka pada 25 Maret 2025.

    Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Surawan, menyebut korban Priguna Anugerah bertambah menjadi tiga orang.

    “Yang ada di kami, satu (korban) masih ditangani, yang dua masih di RS belum kami periksa,” kata Surawan, Rabu. 

    Satu korban yang saat ini ditangani kepolisian berinisial FH (21), sedangkan dua korban yang belum dilakukan pemeriksaan merupakan pasien.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Akal Bulus Dokter PPDS Unpad Bius lalu Lecehkan keluarga Pasien di RSHS Bandung, Modus Cek Darah dan dengan judul Polisi Sebut Dokter yang Perkosa Keluarga Pasien di RSHS Miliki Kelainan, Diduga Ada Korban Lain

    (Tribunnews.com/Jayanti Tri Utami/Nuryanti, TribunJabar.id/Muhammad Nandri P) 

  • Idap Kelainan Seksual, Dokter Residen Pelaku Rudapaksa Ternyata Sudah Menikah, Kini Korban Bertambah – Halaman all

    Akal Bulus Dokter PPDS UNPAD yang Cabuli Keluarga Pasien, Bius Korban Hingga Tak Sadarkan Diri – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Terbongkar akal bulus dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) yang cabuli keluarga pasien.

    Kasus pencabulan yang dilakukan dokter PPDS ini pertama kali muncul lewat unggahan akun Instagram @ppdsgram pada Selasa (8/4/2025) malam.

    Kejadian tak senonoh ini dilakukan dokter residen anestesi dari PPDS FK UNPAD yang bernama Priguna Anugerah.

    Sementara korban berinisial FH (21) merupakan keluarga pasien yang sedang menjaga sang ayah yang dirawat dan butuh transfusi darah.

    Ia melakukan aksi bejatnya di satu ruangan Gedung MCHC lantai 7 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, pada pertengahan Maret 2025.

    Priguna Anugerah memanfaatkan kondisi kritis ayah korban untuk melakukan transfusi darah.

    Dokter bejat tersebut melancarkan akal bulusnya dengan melakukan pemeriksaan crossmatch atau kecocokan golongan darah untuk keperluan transfusi.

    Modus yang digunakan pelaku adalah memberikan obat bius yang membuat korban tidak sadarkan diri, dilansir Tribun Jabar.

    Ia menyuntikkan cairan yang diduga mengandung obat bius jenis Midazolam.

    Sampai akhirnya korban tidak sadarkan diri.

    Priguna Anugerah menghubungkan jarum ke selang infus, lalu menyuntikkan cairan bening ke selang infus tersebut.

    Tak butuh waktu lama, korban merasakan pusing usai mendapatkan suntikan dari Priguna Anugerah.

    Korban akhirnya sadar setelah 4-5 jam mendapatkan suntikan dari dokter cabul tersebut.

    Setelah sadar, korban merasakan adanya rasa nyeri di bagian tangan bekas infus dan di area organ intimnya.

    Hingga akhirnya, korban mengambil tindakan untuk visum.

    Hasilnya adalah ditemukannya cairan sperma di kemaluannya.

    Informasi ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, dalam konferensi pers di Polda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Rabu (9/4/2025).

    “Tersangka ini meminta korban FH untuk diambil darah dan membawa korban dari ruang IGD ke Gedung MCHC lantai 7 RSHS. Korban sempat merasakan pusing dari cairan yang disuntikkan pelaku, dan selepas siuman korban merasakan sakit pada bagian tertentu,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan.

    Hendra juga menjelaskan pasca korban sadar, dirinya diminta untuk mengganti pakaian operasi yang dipakai korban dengan pakaiannya sendiri.

    “Setelah sadar si korban diminta mengganti pakaiannya lagi. Lalu, setelah kembali ke ruang IGD, korban baru sadar bahwa saat itu pukul 04.00 WIB,” lanjut Hendra.

    Korban diketahui juga menceritakan apa yang dialaminya kepada sang ibu.

    Korban mengaku darahnya diambil sampai 15 kali percobaan.

    Termasuk juga memasukkan cairan bening ke selang infus.

    “Korban pun bercerita ke ibunya bahwa pelaku mengambil darah dengan 15 kali percobaan dan memasukkan cairan bening ke dalam selang infus yang membuat korban tak sadar, serta ketika buang air kecil, korban merasakan perih di bagian tertentu,” ujarnya.

    Hendra melanjutkan, pihaknya juga sudah minta keterangan dari para saksi.

    “Nanti akan meminta keterangan ahli untuk mendukung proses penyidikan ini,” tutur dia.

    Aparat mengamankan barang bukti berupa dua buah infus full set, dua sarung tangan, tujuh buah suntikan, 12 buah jarum suntik, satu kondom, dan beberapa obat-obatan.

    Hendra mengatakan, pelaku dijerat dengan pasal tindak pidana kekerasan seksual.

    Pelaku juga mendapatkan ancaman 12 tahun penjara.

    “Pelaku dikenakan pasal 6 C UU No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun,” papar Hendra.

    (TRIBUNNEWS/Ika Wahyuningsih/willy Widianto)(Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama/Salma Dinda Regina )

  • Tragis, Kecelakaan Rombongan Umrah di Gresik Tewaskan 7 Penumpang, Termasuk Anak Kecil – Halaman all

    Tragis, Kecelakaan Rombongan Umrah di Gresik Tewaskan 7 Penumpang, Termasuk Anak Kecil – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Kecelakaan tragis terjadi di jalan raya Duduksampeyan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (10/4/2025), yang melibatkan kendaraan rombongan jemaah umrah dari Tuban dan sebuah bus.

    Insiden ini mengakibatkan seluruh penumpang di dalam mobil tewas.

    Kecelakaan bermula ketika mobil Panther dengan nomor polisi DK 1157 FCL, yang mengangkut keluarga pengantar umrah, melaju dari arah Lamongan menuju Gresik.

    Setibanya di lokasi kejadian, mobil diduga mengalami selip pada ban kiri, sehingga oleng dan melintasi markah jalan.

    Mobil tersebut kemudian menabrak Bus Rajawali Indah dengan nomor S 7707 UA yang melaju dari arah berlawanan.

    Mobil Panther tersebut mengangkut tujuh penumpang, termasuk seorang anak kecil.

    Semua penumpang di dalam mobil dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

    “Semuanya meninggal di dalam mobil itu tadi, tumpuk jadi satu, sudah dibawa ke kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Gresik,” kata Eko Peakoso, Kondektur Bus Rajawali Indah.

    Sementara itu, sopir bus mengalami patah kaki dan kernet bus dilarikan ke rumah sakit.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Ipda Aswoko menambahkan, kecelakaan mobil panther oleng ke kanan menabrak bus dari arah berlawanan.

    Empat orang meninggal di lokasi kejadian, tiga orang mengalami luka berat meninggal dunia di rumah sakit.

    “Total tujuh orang penumpang mobil meninggal dunia,” tandasnya  . 

    Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan sudah dievakuasi dan saat ini arus lalu lintas di lokasi kejadian berjalan lancar.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).