Category: Tribunnews.com Regional

  • Jurnalis di Subang Dikeroyok saat Liput Perusahaan Ayam Petelur, 5 Orang Terancam Penjara 7 Tahun – Halaman all

    Jurnalis di Subang Dikeroyok saat Liput Perusahaan Ayam Petelur, 5 Orang Terancam Penjara 7 Tahun – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang jurnalis di Subang, Jawa Barat dikeroyok sejumlah orang saat sedang melakukan liputan.

    Jurnalis bernama Hadi Hardian (46) tersebut dikeroyok sejumlah orang saat meminta konfirmasi terkait perizinan perusahaan ayam petelur CV Indah Mulya Mandiri, Rabu (8/4/2025).

    Pihak kepolisian lantas menangkap lima pelaku pengeroyokan.

    Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun menuturkan bahwa para pelaku diamankan dua jam setelah kejadian.

    “Kasus viralnya pengeroyokan terhadap seorang jurnalis di Subang ini berawal saat korban, Hadi Hardian (46) melakukan peliputan untuk meminta konfirmasi terkait perizinan perusahaan ayam petelur CV Indah Mulya Mandiri di Desa Sukahurip, Kecamatan Cijambe, pada Rabu (8/4/2025) sekitar pukul 13.00 WIB,” katanya.

    Dikutip dari TribunJabar.id, korban sebelumnya sempat diterima baik oleh pemilik perusahaan, WH.

    “Pihak pemilik perusahaan WH sempat memberikan keterangan terkait perizinan dan sempat menunjukkan papan yang berisikan keterangan perizinan,” katanya.

    Namun, saat menunjukkan papan perizinan, para tersangka tersulut emosi.

    Mereka emosi karena sehari sebelumnya, korban datang ke TKP dan mengambil foto serta video tanpa izin hingga sempat dilarang.

    “Itulah yang membuat akhirnya cekcok dengan para pekerja kandang hingga akhirnya terjadi pengeroyokan terhadap korban sekitar pukul 13.30 WIB, Rabu(8/4/2025),” ungkapnya.

    Korban pun dikeroyok hingga luka-luka di sejumlah bagian tubuhnya.

    “Korban mengalami luka memar di bagian wajar, terutama hidung hingga mengeluarkan darah, dan juga mengalami pemukulan dibagian punggung dan dada,”

    “Korban mengalami pemukulan oleh para tersangka murni menggunakan tangan kosong, tak ada yang menggunakan benda tajam. Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSUD Subang,” imbuhnya.

    Kini, para pelaku yang berinisial AM (21), AW (42), CB (30), MR (27), dan SM (20), terancam hukuman tujuh tahun penjara.

    “Ke 5 pelaku terancam Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun,” ucapnya.

    Rumah Jurnalis di Langkat Dilempar Bom Molotov

    Sebelumnya, kasus kekerasan terhadap jurnalis juga terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

    Rumah wartawan Detiknewstv.com bernama Joko Purnomo (48) dilempar molotov oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Besitang, Gang Musala, Alur Dua Baru, Kecamatan Sei Lepan, Jumat (11/4/2025) dini hari tadi.

    Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis Sumatera Utara (KKJ Sumut), Array A Argus pun mengecam tindakan ini.

    Ia menuturkan, sebelum aksi pengancaman ini, korban sempat memberitakan maraknya narkoba di Kabupaten Langkat.

    “Menurut keterangan korban kepada KKJ Sumut, sebelum aksi teror terjadi, ia sempat memberitakan maraknya narkoba di Kabupaten Langkat,” ujarnya, dikutip dari TribunMedan.com.

    Array menuturkan, total ada 15 bandar narkoba yang sempat korban beritakan sejak sebelum Bulan Ramadan.

    “Ada sekitar 15 bandar narkoba yang sempat ia beritakan. Joko mengatakan, pemberitaan sudah dilakukan sejak sebelum bulan Ramadhan hingga saat ini,” lanjut Array.

    Korban pun curiga bahwa tindakan ini dilakukan oleh bandar narkoba yang merasa terganggu.

    “Ia curiga, bahwa aksi teror yang dialaminya ini lantaran ada bandar narkoba yang merasa terganggu dengan pemberitaannya itu,” ujar Kordinator KKJ Sumut, Array A Argus. 

    Ia pun meminta penegak hukum untuk tegas dalam menangani kasus Joko ini.

    “KKJ Sumut mengimbau kepada semua jurnalis atau wartawan untuk bekerja secara profesional.”

    “KKJ Sumut tidak mentolerir sikap atau perbuatan oknum jurnalis atau wartawan yang menyalahgunakan profesi untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” kata Array. 

    Array juga menuturkan, apabila ada masyarakat yang tak berkenan dengan pemberitaan, maka bisa menyelesaikan dengan cara yang telah diatur di UU Pers.

    (Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Ahya Nurdin)(TribunMedan.com, Muhammad Anil Rasyid)

  • Ada Pesan Misterius sebelum Rumah Wartawan di Langkat Dilempar Bom Molotov – Halaman all

    Ada Pesan Misterius sebelum Rumah Wartawan di Langkat Dilempar Bom Molotov – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Rumah wartawan Detiknewstv.com bernama Joko Purnomo (48) dilempar molotov oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Besitang, Gang Musala, Alur Dua Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (11/4/2025) dini hari tadi.

    Sebelum terjadi pelemparan, jurnalis ini mengaku mendapatkan pesan WhatsApp yang dikirim oleh OTK.

    “Sebelum kejadian pelemparan bom molotov ini, ada yang WhatsApp tapi saya gak kenal,”

    “Katanya ‘Kau kirim berita itu ke Polres (Langkat) ya?’,” ujar Joko, Sabtu (12/4/2025).

    Kepada TribunMedan.com, ia mengatakan bahwa dirinya mengkonfirmasi Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo soal nama-nama bandar narkoba yang ada di Kabupaten Langkat.

    “Setelah saya mengkonfirmasi Kapolres, beberapa menit kemudian masuk WA tak dikenal itu,” ucap Joko. 

    Ia pun mengaku kecewa karena peredaran narkoba di Langkat tak ada tindakan hukum yang pasti.

    Terlebih, saat ia melakukan konfirmasi justru mendapatkan pesan teror.

    “Saya kecewa, sampai saat ini peredaran sabu di Kabupaten Langkat sangat berkembang pesat tanpa ada tindakan hukum yang pasti,”

    “Dan yang paling kecewanya, saya memberikan informasi atau mengkonfirmasi nama-nama bandar narkoba, malah saya mendapat teror dari nomor WA yang tak dikenal,” sambungnya.

    Selain itu, Joko mengatakan bahwa tetangganya melihat ada sebuah mobil hitam yang berhenti di dekat rumahnya.

    “Saat pelemparan bom molotov ke rumah, tetangga saya namanya Pak Ipul ada melihat satu unit mobil warna hitam ada berhenti di simpang mau masuk ke gang rumah saya,”

    “Begitu tetangga saya membuka pintu, mobil itu pergi dengan kecepatan tinggi,” ujar Joko. 

    Joko menceritakan, ada dua titik di rumahnya yang dilempar bom molotov.

    Pertama di jendela kamar anaknya dan di jendela kamarnya.

    Sementara itu, Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan soal adanya intimidasi terhadap wartawan ini.

    “Termasuk apabila masyarakat melaporkan peristiwa seperti yang disebutkan (peredaran narkoba), kami Polri akan menindaklanjuti laporan itu,”

    “Saya sudah tekankan kepada penyidik untuk menangani kasus tersebut secara profesional, prosedural, proporsional, legalitas, legitimasi, transparan, dan akuntabel,” kata David. 

    Sebelumnya, Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis Sumatera Utara (KKJ Sumut), Array A Argus pun mengecam tindakan ini.

    Ia menuturkan, sebelum aksi pengancaman ini, korban sempat memberitakan maraknya narkoba di Kabupaten Langkat.

    “Menurut keterangan korban kepada KKJ Sumut, sebelum aksi teror terjadi, ia sempat memberitakan maraknya narkoba di Kabupaten Langkat,” ujarnya, dikutip dari TribunMedan.com.

    Array menuturkan, total ada 15 bandar narkoba yang sempat korban beritakan sejak sebelum Bulan Ramadan.

    “Ada sekitar 15 bandar narkoba yang sempat ia beritakan. Joko mengatakan, pemberitaan sudah dilakukan sejak sebelum bulan Ramadhan hingga saat ini,” lanjut Array.

    Korban kepada KKJ Sumut pun curiga bahwa tindakan ini dilakukan oleh bandar narkoba yang merasa terganggu.

    “Ia curiga, bahwa aksi teror yang dialaminya ini lantaran ada bandar narkoba yang merasa terganggu dengan pemberitaannya itu,” ujar Kordinator KKJ Sumut, Array A Argus. 

    Ia pun meminta penegak hukum untuk tegas dalam menangani kasus Joko ini.

    “KKJ Sumut mengimbau kepada semua jurnalis atau wartawan untuk bekerja secara profesional,”

    “KKJ Sumut tidak mentolerir sikap atau perbuatan oknum jurnalis atau wartawan yang menyalahgunakan profesi untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” kata Array. 

    Array juga menuturkan, apabila ada masyarakat yang tak berkenan dengan pemberitaan, maka bisa menyelesaikan dengan cara yang telah diatur di UU Pers.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Wartawan di Langkat Sebut Sempat Terima WA Gelap sebelum Rumahnya Dilempar Bom Molotov

    (Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunMedan.com, Muhammad Anil Rasyid)

  • Pengakuan Briptu SYR yang Laporkan Istri karena Diduga Selingkuh dengan 2 Polisi, Anak Ditelantarkan – Halaman all

    Pengakuan Briptu SYR yang Laporkan Istri karena Diduga Selingkuh dengan 2 Polisi, Anak Ditelantarkan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Heboh kasus istri polisi atau Bhayangkari berinisial VS yang dilaporkan suaminya karena diduga berselingkuh. 

    VS diduga berselingkuh dengan dua anggota polisi. 

    Tak hanya selingkuh, VS bahkan diduga turut menelantarkan anaknya yang masih berusia 4 tahun. 

    Kasus ini dilaporkan oleh suami VS, Briptu SYR ke SPKT Polda Maluku. 

    SYR mengaku geram lantaran istrinya lebih memilih menikmati dunia gemerlap malam ketimbang mengurus buah hati mereka. 

    Menurut SYR, VS menelantarkan anaknya saat ia bertugas di Polres Seram Bagian Barat (SBB). 

    Selama lima bulan anak SYR harus hidup tanpa kasih sayang ibu. 

    “Dia menelantarkan anak kami yang masih berusia 4 tahun yang terpaksa dititipkan kepada ibu saya lantaran saya bertugas di Polres Seram Bagian Barat,” tutur SYR, dikutip dari TribunAmbon.com,  Sabtu (12/4/2025). 

    “Saya sudah nasihati dia untuk perhatikan anak kita tapi dia tidak pernah mau menurut. Setidaknya bukan untuk saya tapi untuk anak. “

    Menurut SYR, VS kerap pulang malam dan mabuk-mabukan. 

    Ia mengaku tak menyangka, anaknya yang baru berusia 4 tahun ditelantarkan oleh VS. 

    Diduga Selingkuh dengan 2 Polisi

    Selain menelantarkan anak, VS diduga juga berselingkuh dengan dua anggota polisi. 

    Dugaan kasus tersebut juga telah dilaporkan SYR ke SPKT Polda Maluku. 

    SYR menuturkan, dua anggota polisi yang diduga menjadi selingkuhan VS yakni Bripka HW dan Bripka DM. 

    Menurut SYR, dugaan perselingkuhan VS dengan Bripka HW terungkap pada Juni 2023 lali. 

    Kala itu, Bripka HW sedang bertugas di Direktorat Kriminal Khusus Polda Maluku.

    Sejak 2023, SYR sudah beberapa kali VS berselingkuh. 

    Sejak saat itu pula SYR terus memaafkan perbuatan istrinya. 

    Kasus dugaan perselingkuhan VS dan Bripka HW berakhir pada Desember 2023.

    Kala itu, VS dan Bripka HW sepakat untuk mengakhiri hubungan mereka. 

    Kasus itu pun berakhir damai.

    Namun, perdamaian itu tak berlangsung lama. 

    Pada Februari 2024, Bripka HW dimutasi ke Polres Maluku Barat Daya.

    Lalu Bripka HW dimutasi ke Jakarta. 

    Pada Mei 2024, VS terbang menyusul Bripka HW ke Jakarta dan tinggal di sana selama dua minggu. 

    Selanjutnya, pada 1 Juli 2024, VS kembali berangkat ke Jakarta mengikuti Bripka HW.

    Keduanya, kata Briptu SYR, tinggal bersama di sebuah apartemen di Kawasan Kalibata. 

    SYR mengaku sudah tiga kali terbang ke Jakarta untuk membujuk istrinya pulang. 

    Menurut SYR, VS kembali melakukan perselingkuhan pada Maret 2025. 

    Kali ini, VS diduga menjalin hubungan gelap dengan Bripka DM. 

    Kejadian bermula pada 13 Maret 2025, saat VS, Bripka DM dan sejumlah rekannya menenggak minuman keras. 

    Dalam kondisi mabuk, VS mengajak rekannya untuk mendatangi hotel tempat Bripka DM menginap. 

    “Jadi saksi dan temannya Bripka DM pergi, istri saya berduaan dengan Bripka DM di kamar hotel,” terangnya.

    Di dalam kamar hotel tersebut, VS dan Bripka DM disebut bermesraan. 

    Tak kuat menghadapi tingkah sang istri, SYR akhirnya melapor ke SPKT Polda Ambon atas kasus dugaan perselingkuhan dan penelantaran anak. 

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunAmbon.com dengan judul Veyren Salakay Diduga Telantarkan Balita Demi Gemerlap Dunia Malam, Kini Dipolisikan

    (Tribunnews.com/Jayanti Tri Utami/Nanda Lusiana P, TribunAmbon/Jenderal Louis) 

  • Kronologi Pria Rekam Mahasiswi di Toilet Fakultas Kedokteran Unpatti Ambon, Pelaku Berakhir Dipukuli – Halaman all

    Kronologi Pria Rekam Mahasiswi di Toilet Fakultas Kedokteran Unpatti Ambon, Pelaku Berakhir Dipukuli – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, Ambon – Seorang mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon berinisial Putra tertangkap basah merekam aktivitas mahasiswi di toilet perempuan Fakultas Kedokteran.

    Kasus ini terjadi sekitar pertengahan Maret 2025 dan kini telah memasuki proses sidang etik.

    Kronologi Kejadian

    Kejadian ini bermula ketika seorang mahasiswi sedang berada di dalam toilet dan secara tidak sengaja melihat ke arah langit-langit.

    Ia terkejut saat mendapati seorang pria sedang merekam menggunakan ponselnya.

    Modus pelaku terungkap, yakni memanfaatkan lubang ventilasi bekas exhaust yang belum tertutup.

    Diduga, pelaku naik ke atas gedung melalui salah satu tangga yang tersedia.

    Setelah menyadari bahwa dirinya menjadi korban perekaman ilegal, mahasiswi tersebut segera menghubungi teman-temannya.

    Beberapa mahasiswa datang dan berhasil mencegat pelaku di lokasi kejadian.

    Saat diperiksa, ditemukan sejumlah video mencurigakan di dalam telepon genggam pelaku.

    “Diduga pelaku sudah melakukan kejahatannya lebih dari satu kali,” ungkap seorang sumber.

    Kemarahan teman-teman korban tak terhindarkan.

    Pelaku sempat menerima pukulan dari mereka sebelum akhirnya diamankan.

    Identitas pelaku diketahui bernama Putra, mahasiswa angkatan 2021 di universitas yang sama.

    “Ada tangga naik dan itu belum ditutup. Lubang bekas exhaust yang belum ditutup dimanfaatkan pelaku untuk merekam korban di dalam toilet,” jelas sumber tersebut.

    Tindakan Pihak Universitas

    Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, Dr. dr. Bertha Jean Que, SpS, MKes, saat dikonfirmasi oleh TribunAmbon.com, menyatakan bahwa kasus ini sudah ditangani oleh Senat dan Komisi Etik.

    Namun, Dr. Bertha tidak menjelaskan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada pelaku.

    “Itu proses di senat dan komisi etik,” jawabnya singkat pada Jumat, 11 April 2025.

    (TribunAmbon.com/Jenderal Louis MR)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Sahabat Kenang Sosok Pengusaha LH yang Ditemukan Tewas Bersama Perawat NA di Kos Surabaya – Halaman all

    Sahabat Kenang Sosok Pengusaha LH yang Ditemukan Tewas Bersama Perawat NA di Kos Surabaya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Pria berinisial LH (31), ditemukan tewas bersama istri sirinya, seorang perawat berinisial NA (31) di sebuah kamar kos lantai dua di kawasan Jalan Sidosermo Gang XII, Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (10/4/2025) siang. 

    Berdasarkan keterangan teman dekat korban LH, Hamdan Muafi (29), sahabatnya itu merupakan sosok yang memiliki pribadi humoris dan tekun dalam bekerja. 

    Muafi mengaku mengenal LH sejak tahun 2016, sebagai teman satu angkatan selama berkuliah di Fakultas Filsafat sebuah kampus Islam Negeri di Kota Surabaya. 

    Selama berkuliah di sana, dirinya dan LH selalu tinggal bersama dengan beberapa teman lain di sebuah kontrakan atau kosan.

    Setelah lulus pada tahun 2020, LH juga masih tinggal bersama teman-teman tongkrongannya, termasuk Muafi, sampai November 2024.

    Kemudian, LH tak lagi tinggal bersama teman-teman tongkrongannya di kontrakan.

    LH memutuskan tinggal bersama NA di kosan yang sekarang menjadi lokasi kejadian perkara. 

    Pasalnya, LH sudah menikahi NA secara siri setelah menjalani hubungan asmara selama sekitar dua tahun. 

    “Nikah siri di Lamongan. Sudah 1,5-2 tahun (pacaran). Saya juga tahu kalau profesi si ceweknya juga perawat.” 

    “Sering dibuat story dan segala macam. Suka diajak jalan-jalan,” ujarnya Muafi, dilansir Surya.co.id, Sabtu (12/4/2025). 

    Menurut Muafi, LH adalah sosok yang periang dan jenaka. Jika tidak ada keberadaan LH di tongkrongan warung kopi (warkop), suasana seakan hambar. 

    “Teman saya ini orangnya humoris. Kalau sama saya enggak ada batasan bercanda. Humoris banget.” 

    “Dan satu tahunan ini, satu tongkrongan terus kalau ngopi. Kami memang selalu punya tempat tongkrongan khusus warkop,” ucapnya.

    Selain humoris, LH juga dikenal gemar berdikusi, membincangkan banyak hal yang berkaitan dengan fenomena sosial yang sedang santer di tengah masyarakat. 

    Muafi tak menyangkal dirinya sering terlibat perdebatan serius nan mengasyikkan ketika berdiskusi bersama LH.

    Ia menyebut, rekannya itu terbilang pintar dalam mempertahankan argumentasi selama diskusi. 

    Apalagi, tema diskusi tersebut berkaitan dengan ilmu hukum.

    Menurut Muafi, sahabatnya itu cenderung memiliki kegemaran pada keilmuan bidang hukum. 

    Itulah mengapa LH kembali mendaftarkan diri menempuh kuliah S1 bidang hukum di sebuah kampus swasta di Kota Surabaya. 

    Padahal, beberapa tahun yang lalu LH sudah memperoleh gelar S.Sos dari sebuah kampus Islam Negeri di Surabaya.

    “Dia ambil kuliah jurusan hukum, S1. Dia ini orangnya pintar dan kalau sama saya dia suka debat terus soal hukum, kayak pengacara,” ungkapnya. 

    Bukan hanya itu, LH juga dikenal tekun dalam bekerja. Muafi mengatakan, selama ini, kawannya itu bekerja sebagai wiraswasta, pekerja kreatif bidang desain. 

    Uang yang didapatkan dari pekerjaannya itu digunakan untuk membiayai kuliahnya di bidang hukum.

    Sisanya ditabung untuk modal menyelenggarakan pernikahan dengan NA yang telah dijadwalkan pada tahun ini.

    Sementara itu, penyebab kematian LH dan NA masih misterius.

    Kapolsek Wonocolo Polrestabes Surabaya Kompol Haryoko Widhi mengaku masih menunggu hasil autopsi. 

    “Nanti kami akan menunggu hasil autopsi, saat ini kami masih mengadakan penyelidikan penyebab meninggalnya tersebut,” ucapnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul UPDATE Sosok Pengusaha LH Sebelum Tewas Bareng Perawat NA di Kamar Kos Surabaya, Dikenal Humoris.

    (Tribunnews.com/Deni)(Surya.co.id/Luhur Pambudi)

  • Polisi Tewas Depan Tempat Hiburan Malam di Dumai, Mulut Bripka Sopan Sembiring Berbusa – Halaman all

    Polisi Tewas Depan Tempat Hiburan Malam di Dumai, Mulut Bripka Sopan Sembiring Berbusa – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, Dumai – Seorang anggota polisi, Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Sopan Sembiring, ditemukan tewas di depan tempat hiburan malam Dream Box di Kota Dumai, Riau, pada Kamis, 10 April 2025.

    Korban ditemukan terkulai di sebuah tempat duduk dengan kondisi mulut berbuih.

    Penyebab Kematian Masih Diselidiki

    Awalnya, muncul dugaan bahwa kematian Sopan disebabkan oleh overdosis narkoba.

    Namun, hal ini segera dibantah oleh Polda Riau setelah melakukan pemeriksaan awal.

    “Dari hasil pemeriksaan awal terhadap korban, tidak ditemukan indikasi overdosis, khususnya narkoba,” ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, pada Sabtu, 12 April 2025.

    Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan sampel di laboratorium forensik untuk menentukan penyebab pasti kematian korban.

    Pemeriksaan Anggota Polisi Lain

    Sebagai langkah lanjutan, enam anggota polisi telah diperiksa oleh tim Bidang Propam Polda Riau.

    Semua saksi yang diperiksa merupakan rekan-rekan korban.

    Sementara itu, Kepala Sub Bidang Kedokteran Kepolisian Polda Riau, AKBP Supriyanto, bersama Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal, Dr. dr. Mohammad Tegar Indrayana, telah melakukan autopsi terhadap jenazah Sopan.

    “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah ataupun indikasi penggunaan NAPZA,” jelas Supriyanto.

    Sampel tambahan telah dikirim ke laboratorium forensik di Jakarta untuk mendalami penyebab kematian lebih lanjut.

    (TribunPekanbaru.com/Rizky Armanda)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Kesal Disuruh Cari Pekerjaan, Suami Bunuh Istri di Sulawesi – Halaman all

    Kesal Disuruh Cari Pekerjaan, Suami Bunuh Istri di Sulawesi – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, MAROS – Gara-gara kesal disuruh cari pekerjaan, seorang suami di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tega membunuh istrinya.

    Suami bernama Zainal Abidin (37) itu sudah cukup lama menganggur.

    Istrinya bernama Sri Qihidayanti (42) diduga kerap mendesak suaminya mencari pekerjaan.

    Aksi sadis Zainal ini dilakukan di rumahnya di Dusun Carangki Utara, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/3/2025) pagi.

    Dia menghabisi nyawa istrinya menggunakan barbel.

    Akibat perbuatannya, Zainal Abidin kini terancam hukuman penjara 15 tahun.

    “Pelaku disangkakan pasal 338 subsider pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia ancaman 15 tahun penjara,” ujar Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Ridwan.

    Menurut polisi korban memang belum memiliki pekerjaan tetap.

    “Korban belum memiliki pekerjaan tetap, kadang sebagai buruh bangunan, korban selalu memberi motivasi namun dengan cara yang agak kasar sehingga pelaku tidak terima,” sebutnya.

    Korban pun mendapatkan sejumlah pada bagian kepala akibat dipukul menggunakan barbel oleh korban.

    “Ada luka memar pada bagian mata, pipi dan luka pada bagian leher. Barbel yang digunakan pelaku pun telah diamankan sebagai barang bukti,” tutupnya.

    Pengakuan Zainal kepada polisi sedang tidak memiliki pekerjaan tetap dan sering sakit-sakitan.

    Kondisi tersebut membuatnya merasa tertekan ketika sang istri terus-menerus memintanya untuk mencari pekerjaan.

    “Saya kadang kerja, kadang tidak. Saya sakit-sakit,” ujarnya

    Peristiwa tragis itu terjadi saat keduanya sedang berada di rumah bersama anak mereka yang masih tertidur.

    Dalam kondisi emosi, pelaku memukul kepala korban dengan barbel hingga korban tak sadarkan diri.

    Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Tanralili, namun akhirnya meninggal dunia.

     

     

     

  • Warga Ciamis Gelar Aksi Mancing di Jalan Rusak, Simbol Keputusasaan atas Perbaikan yang Tak Tiba – Halaman all

    Warga Ciamis Gelar Aksi Mancing di Jalan Rusak, Simbol Keputusasaan atas Perbaikan yang Tak Tiba – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, CIAMIS – Sejumlah warga melakukan aksi mancing di tengah jalan rusak.

    Ini merupakan jalan penghubung antara 

    Kabupaten Ciamis dan Majalengka.

    Jika turun hujan, maka jalan lebih mirip kolam setelah hujan mengguyur.

    Ini dilakukan di Desa Sindangbarang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

    Upaya itu mereka lakukan karena aspirasi tidak kunjung didengar.

    Aksi itu juga sebagai simbol keputusasaan dan kritik sosial.

    Awalnya, mereka melakukan protes di akun media sosial TikTok. 

    Aksi tersebut viral di media sosial yang diunggah oleh akun Tiktok @dinz_119 mengundang gelombang simpati dan komentar tajam dari publik.

    Dindin, salah satu warga yang terlibat dalam aksi tersebut, menyebutkan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk ekspresi frustrasi yang sudah lama terpendam.

    “Sudah bertahun-tahun jalan ini dibiarkan rusak parah. Kami merasa suara kami tak didengar. Lewat aksi ini, kami ingin mengetuk hati pemerintah agar segera turun tangan,” ujarnya, Sabtu (12/4/2025).

    Jalan tersebut merupakan ruas jalan provinsi dengan panjang sekitar 10 kilometer.

    Kerusakannya sudah berlangsung lama, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan. 

    Tak hanya menghambat mobilitas warga, kondisi tersebut juga berdampak pada roda ekonomi masyarakat sekitar.

    “Kami bukan sekadar mencari perhatian, tapi berharap ada perubahan nyata. Karena jalan ini bukan jalan kecil, ini jalur strategis yang seharusnya jadi prioritas,” lanjut Dindin.

    Kini, harapan mereka sederhana, jalan yang layak, akses yang manusiawi, dan perhatian nyata dari pemerintah. 

    Aksi memancing di jalan rusak hanyalah simbol di baliknya ada harapan besar agar pemerintah tak hanya melihat, tapi juga segera bertindak.

    Pemerintah Kabupaten Ciamis, menyebutkan tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penanganan jalan tersebut. 

  • Kasus Perselingkuhan Tragis: Suami Polisi Laporkan Istri dan Dua Rekan, Hancurkan Keluarga-Karier – Halaman all

    Kasus Perselingkuhan Tragis: Suami Polisi Laporkan Istri dan Dua Rekan, Hancurkan Keluarga-Karier – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Briptu Solagrita Yerusalam Ruhulessin meminta aparat kepolisian segera memproses laporan dugaan perselingkuhan yang sudah dilayangkan.

    Briptu Solagrita Yerusalam Ruhulessin melaporkan dua oknum Polisi, Bripka. Habel Watumlawar dan Bripka. Donvi Maatita dilaporkan ke Propam Polda Maluku atas kasus dugaan perselingkuhan dan perzinahan dengan seorang ibu Bhayangkari, Veyren Salakay (25).

    Laporan itu dilayangkan Briptu, Solagratia Yerusalm Ruhulessin dengan laporan nomor: SPSP2/38/III/2025/Subbagyanduan tertanggal 7 April 2025.

    Dia berharap dengan adanya laporan resmi, pihak kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kedua oknum anggota Polri yang dilaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik dan hukum yang berlaku. 

    Kepada Tribun Ambon.com, Briptu Solagratia mengungkapkan bahwa perselingkuhan antara istrinya, Veyren Salakay, dan Bripka Habel Watumlawar pertama kali terjadi pada bulan Juni 2023. 

    Saat itu, Bripka Habel masih bertugas di Direktorat Kriminal Khusus Polda Maluku.

    “Semenjak Tahun 2023 mereka ketahuan berselingkuh berulangkali tetapi saya selalu memaafkan,” kata Sola sapaan akrabnya.

    Upaya penyelesaian secara kekeluargaan sempat dilakukan pada Desember 2023. 

    Briptu Sola mengatakan, ia bersama istrinya Veyren dan Bripka Habel bersama istrinya, Unhi Anggreany, bertemu dan bersepakat untuk mengakhiri hubungan terlarang tersebut. 

    “Dan berakir damai dan kedua belah pihak berjanji untuk tidak lagi menjalin hubungan,” lanjutnya.

    Namun, perdamaian tersebut tidak berlangsung lama. Pada Februari 2024, Bripka. Habel dimutasikan ke Polres Maluku Barat Daya (MBD), dan setelah itu, yang bersangkutan lari tugas ke Jakarta.

    Puncaknya, pada Mei 2024, Veyren pergi menyusul Bripka. Habel ke Jakarta dan tinggal di sana selama dua minggu.

    Selanjutnya, pada 1 Juli 2024, Veyren lagi-lagi berangkat ke Jakarta mengikuti Bripka. Habel. Keduanya bahkan tinggal bersama di salah satu apartemen di kawasan Kalibata dan baru kembali ke Kota Ambon hingga 29 November 2024.

    Briptu. Sola mengaku telah berupaya keras untuk membawa istrinya kembali demi masa depan anak perempuan mereka yang masih balita juga membutuhkan kasih sayang seorang ibu. 

    Ia bahkan tiga kali menyusul istrinya ke Jakarta untuk menangkapnya bersama Bripka. Habel.

    “Dan sampai sekarang istri saya bahkan tidak pernah menafkahi anak maupun mengunjunginya. Hanya beberapa kali menghubungi anak melalui video call,” tutur Sola.

    Selain dugaan perselingkuhan dengan Bripka Habel, Briptu Sola juga melaporkan dugaan perzinahan yang dilakukan istrinya dengan Bripka. Donvi Maatita. 

    Sola menjelaskan perselingkuhan istrinya dengan Bripka. Donvi bermula pada 13 Maret 2025.

    Saat itu Bripka. Donvi bersama salah seorang teman lelakinya, meminum minuman keras dengan Veyren juga ditemani seorang teman perempuan.

    Setelah itu, Veyren memaksa perempuan itu untuk bersama pergi ke hotel tempat Bripka Donvi dan temannya menginap. .

    “Veyren mengambil handphone milik temannya yang menjadi saksi perselingkuhan itu dan memaksa dia untuk pergi ke hotel tempat Bripka. Donvi menginap,” tutur Sola berdasarkan keterangan saksi tersebut.

    Sesampainya di Hotel, mereka berempat mengkonsumsi miras, kemudian Bripka. Donvi menyuruh saksi untuk membeli makanan, dan saat saksi pergi juga ditemani temannya Bripka Donvi.

    Saksi baru kembali sekitar satu jam kemudian.

    “Jadi saat saksi dan temannya Donvi pergi, istri saya Veyren berduaan dengan Donvi di kamar hotel,” terangnya.

    Keesokan harinya, Bripka Donvi kembali membawa minuman beralkohol ke kamar indekos saksi dan minum bersama dengan veyren.

    Saat saksi dalam keadaan mabuk, ia melihat Bripka Donvi berciuman dengan istri pelapor di tempat tidur. 

    Saksi juga melihat keduanya bermesraan di tempat tidur dan kemudian masuk ke kamar mandi berduaan selama sekitar 40 menit.

    Selain itu, Briptu. Sola juga menyebutkan bahwa Bripka. Donvi pernah memberikan uang kepada istrinya untuk perawatan kecantikan.

    Briptu. Sola mengaku sangat terpukul dengan perbuatan istrinya yang dinilai mencoreng nama baik dirinya dan institusi Polri, mengingat status istrinya yang masih sebagai anggota Bhayangkari.

    Ia juga mengungkapkan telah berulang kali mencoba melarang istrinya untuk tidak pergi ke klub malam dan mengkonsumsi minuman beralkohol, namun tidak pernah diindahkan.

     

  • Awal Mula Nenek di Sikka NTT Tewas Tersengat Listrik Saat Masak Bubur Pakai Rice Cooker Bermasalah – Halaman all

    Awal Mula Nenek di Sikka NTT Tewas Tersengat Listrik Saat Masak Bubur Pakai Rice Cooker Bermasalah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, SIKKA- Seorang nenek berusia 72 tahun bernama Ursula ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya di Desa Hepang, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu pagi (12/4/2025). 

    Ia diduga tersengat listrik saat hendak memasak bubur untuk cucunya yang masih bayi menggunakan rice cooker bermasalah.

    Menurut polisi, Ursula ditemukan dalam posisi bersimpuh dan tertunduk di depan meja tempat rice cooker biasa diletakkan. Saat kejadian, Ursula hanya berdua di rumah bersama cucunya yang berusia delapan bulan. 

    Anaknya, Maria Trisnawati, sedang bekerja di Puskesmas sejak pukul 05.00 Wita.

    Sekitar pukul 07.00 Wita, Ursula mulai memasak bubur.

    Tak lama kemudian, pukul 07.45 Wita, Maria pulang dan mendapati ibunya sudah tidak bernyawa.

    Rice cooker yang digunakan diketahui sering mengalami korsleting, namun belum sempat diganti.

    “Korban diduga meninggal karena tersengat arus listrik,” kata Kepala Sub Seksi Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Multimedia Polres Sikka, Iptu Yermi Soludale, di Maumere, Sabtu (12/4/2025).

    Definisi Rice Cooker

    Rice cooker atau penanak nasi adalah alat elektronik dapur yang dirancang khusus untuk memasak nasi secara praktis dan efisien.

    Alat ini bekerja dengan memanaskan air hingga mendidih dan menguap, sehingga nasi matang secara merata.

    Meski fungsi utamanya untuk memasak nasi, banyak rice cooker modern juga bisa digunakan untuk mengukus, menghangatkan makanan, bahkan memasak bubur dan sup.

    Rice cooker menjadi alternatif praktis dibandingkan metode tradisional menggunakan panci dari tanah liat atau logam biasa yang membutuhkan pengawasan lebih saat proses memasak.

    Namun, karena merupakan alat listrik, rice cooker tetap membutuhkan perhatian dalam penggunaannya.

    Perawatan yang kurang baik atau penggunaan yang tidak sesuai bisa menyebabkan kerusakan seperti korsleting listrik, yang berisiko menimbulkan bahaya bagi pengguna.

    Rice Cooker Sharp KS-DI18-SL. (Istimewa)

    Hindari 5 Kebiasaan Ini agar Rice Cooker Tidak Cepat Rusak

    Rice cooker telah menjadi salah satu perangkat elektronik rumah tangga yang penting untuk menunjang aktivitas memasak, terutama dalam menanak nasi secara praktis.

    Meski begitu, banyak pengguna yang tanpa sadar melakukan hal-hal yang dapat mempercepat kerusakan alat ini.

    Beberapa kebiasaan yang kerap dilakukan, seperti menggunakan rice cooker saat listrik tidak stabil, memasukkan panci yang masih basah, hingga cara membersihkan yang salah, bisa menurunkan performa dan umur pakai rice cooker.

    Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini bukan hanya mengurangi fungsinya, tetapi juga bisa menyebabkan rice cooker rusak total.

    Untuk itu, penting mengetahui kebiasaan apa saja yang sebaiknya dihindari.

    Berikut tiga hal yang perlu dihindari agar rice cooker tetap berfungsi optimal dan awet:

    1. Menggunakan Rice Cooker saat Tegangan Listrik Tidak Stabil

    Jika di rumah sering terjadi masalah pada listrik, seperti tegangan naik turun, ini bisa berdampak buruk pada perangkat elektronik, termasuk rice cooker. Perangkat ini bekerja optimal pada tegangan standar sekitar 220–240 volt. Bila tegangan terlalu tinggi atau terlalu rendah, komponen di dalam rice cooker berisiko rusak.

    Solusi yang bisa diterapkan adalah memasang stabilizer atau alat penstabil tegangan. Ini akan membantu menjaga arus listrik tetap aman bagi perangkat rumah tangga.

    2. Memasang Panci dalam Keadaan Basah

    Rice cooker umumnya memiliki panci yang bisa dilepas dan dicuci. Namun, banyak yang langsung memasukkan kembali panci ke dalam mesin saat masih basah. Padahal, air bisa masuk ke dalam sistem elektronik dan menyebabkan korsleting atau kerusakan pada elemen pemanas.

    Pastikan panci benar-benar kering sebelum dimasukkan kembali. Gunakan kain bersih atau tisu untuk menyeka air yang tersisa setelah mencuci.

    3. Menggunakan Sikat Kasar untuk Membersihkan Panci

    Salah satu kesalahan umum dalam membersihkan rice cooker adalah menggunakan alat pembersih yang kasar. Panci rice cooker biasanya dilapisi bahan anti lengket seperti teflon, yang mudah tergores jika dibersihkan dengan sikat berbulu keras atau kawat.

    Lapisan anti lengket yang rusak bisa membuat nasi cepat lengket dan merusak kualitas masakan. Untuk menjaga lapisan tetap aman, bersihkan panci dengan spons lembut atau kain halus.

    Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan di atas, rice cooker bisa bertahan lebih lama dan tetap bekerja maksimal. Perawatan yang tepat bukan hanya menjaga fungsinya tetap optimal, tapi juga menghindari potensi kerusakan yang bisa mengganggu aktivitas memasak sehari-hari.