Category: Tribunnews.com Regional

  • Penyebab Tewasnya Mahasiswi UGM di Magetan, Dilaporkan Hilang Sebelum Lebaran – Halaman all

    Penyebab Tewasnya Mahasiswi UGM di Magetan, Dilaporkan Hilang Sebelum Lebaran – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama Sheila Amelia Christanti (21) ditemukan tewas di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Sabtu (12/4/2025).

    Kondisi jasad berada di parit dan tertutup sepeda motor bernopol AE 3413 CA.

    Mahasiswi asal Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur dilaporkan hilang sejak tiga minggu lalu atau sebelum lebaran.

    Proses autopsi jenazah dilakukan di RSUD Dr Sayidiman, Magetan pada Minggu (13/4/2025).

    Kapolsek Plaosan, AKP Joko Yuhono, mengatakan jasad ditemukan warga sekitar pukul 14.00 WIB karena mencium bau tak sedap.

    “Posisi jenazah masuk ke parit, kemudian di atasnya ada sepeda motor, jadi tidak nampak dari luar,” tuturnya, Minggu, dikutip dari TribunJatim.com.

    Hasil autopsi menunjukkan korban tewas karena kecelakaan tunggal.

    Korban mengendarai sepeda motor matic berwarna hitam dari arah Jawa Tengah menuju Madiun.

    “Ada bekas rem pada aspal, dan kendaraan juga keluar dari jalan raya. Bekas itu ditemukan mengarah ke TKP, lalu ditemukan mayat,” ungkapnya.

    Barang milik korban tak hilang mulai handphone, laptop hingga pakaian.

    “Bekas rem juga membuat jalan rusak. Kemungkinan korban sempat melakukan pengereman, ketika melalui jalan yang menurun,” sambungnya.

    Jenazah telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

    Sebelumnya, AKP Joko Yuhono, mengatakan identitas jasad terungkap setelah pihak keluarga mendatangi rumah sakit untuk memastikan ciri-ciri korban.

    “Ayah kandung korban ikut menyaksikan langsung. Setelah melihat ciri-ciri korban, ternyata betul jenazah adalah anak kandungnya,” tukasnya.

    Menurutnya, wajah korban nyaris tak dapat dikenali sehingga perlu melakukan identifikasi.

    “Orang tua kandung mengenali jasad tersebut dari behel, yang dipakai pada gigi dan gelang di tangannya, termasuk baju,” imbuhnya.

    Sementara itu, kakak sepupu korban, Taufik Eka Nirawanto (41), menjelaskan Sheila merupakan anak tunggal dan sedang kuliah di UGM.

    Komunikasi terakhir korban yakni pada Selasa 25 Maret 2025 saat berangkat dari Yogyakarta menuju Madiun.

    “Kami sempat menghubungi Sheila pada Selasa 25 Maret, pamitan mau pulang jam 11 siang. Siang masih terhubung kalau korban di Klaten, setelah itu sudah tidak ada kontak,” terangnya.

    Keluarga sempat membuat laporan ke petugas kepolisian di Klaten dan Yogyakarta.

    Selang tiga minggu kemudian, jasad korban ditemukan di dalam parit dalam kondisi mengenaskan.

    “Kami pertama memastikan dari plat nomor sepeda motor miliknya. Kebetulan juga sudah viral di media sosial,” jelasnya.

    Sebagian artikel telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Terungkap Hasil Autopsi Jasad Mahasiswi UGM yang Ditemukan di Magetan, Diduga Kecelakaan Tunggal

    (Tribunnews.com/Mohay) (TribunJatim.com/Febrianto)

  • Majikan Tewas Diduga Diserang 10 Anjing, Kakak Yakin Korban Dimangsa, Pecinta Anjing Dibuat Syok – Halaman all

    Majikan Tewas Diduga Diserang 10 Anjing, Kakak Yakin Korban Dimangsa, Pecinta Anjing Dibuat Syok – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Kasus majikan tewas diduga diserang 10 anjing peliharaannya dilaporkan terjadi di Surabaya, Jawa Timur.

    Korban diketahui bernama Yohanes Alexander Stefanus de Fretes (52), warga Jalan Rungkut Harapan.

    Jasad korban pertama kali ditemukan oleh sang kakak, Henry de Fretes, pada Jumat (11/4/2025).

    Henry yakin adiknya tewas dimangsa oleh anjing-anjingnya hingga membuat dirinya ikut trauma.

    “Trauma, karena anjing ini memakan jenazah. Kalau saya sih bukan diduga, tapi pasti. Keyakinan saya pasti (dimangsa),” katanya, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Senin (14/4/2025).

    Henry dalam kesempatannya mengungkap kronologi detik-detik adiknya ditemukan tewas.

    Semua bermula ketika ia pergi ke rumah korban hendak mengirim makan.

    Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), Henry merasa curiga dengan perilaku anjing milik korban.

    Para anjing menggonggong tak biasa.

    Henry yang penasaran langsung mendobrak pintu dan menemukan adiknya dalam kondisi mengenaskan wajah penuh luka.

    Henry menambahkan bahwa adiknya memang menderita penyakit TBC dan sangat menyayangi anjing-anjing peliharaannya.

    “Dia sering tidur ditemani anjing-anjingnya,” ungkap dia, dikutip dari TribunJatim.com.

    Henry kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi.

    Petugas mengevakuasi jasad korban untuk dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

    Kapolsek Rungkut, AKP Agus Santoso mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya korban.

    “Kami masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk memastikan penyebab kematian korban,” terangnya.

    Informasi tambahan, korban menderita sakit tuberkulosis.

    Sehari setelah kejadian, kesepuluh anjing dievakuasi oleh sejumlah pihak yang melibatkan para komunitas anjing.

    Djati Purnamawati yang ikut membantu mengaku syok dengan kejadian tersebut.

    “Itu kan ceritanya katanya mayatnya digigit dimakan. Itu kan perilaku yang menyimpang,” katanya, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews.

    “Saya sendiri sebenarnya syok ada anjing yang bisa memakan tuannya,” tambah dia.

    Djati mengaku, selama 45 tahun berkecimpung dalam program penyelamatan anjing, dirinya baru pertama kali mendapati kasus ini.

    Ia bercerita, pernah menemukan pemilik anjing yang sudah meninggal dan baru ditemukan 5 hari setelahnya.

    “Anjingnya masih nungguin di situ dengan tidak ada tragedi seperti itu (mayat dimakan, red),” tandasnya.

    ANJING MEMANGSA MAJIKAN – Perwakilan Komunitas Dog Lover Indonesia Siane Koo saat bersama anjing-anjing yang diduga telah memangsa majikannya di Surabaya, Jawa Timur. (Tangkap layar kanal YouTube tvOnenews)

    Perwakilan Komunitas Dog Lover Indonesia Siane Koo mengatakan, kini 10 anjing milik korban sudah berada di tempatnya untuk dirawat. 

    Ia membantah berita yang menyebut anjing-anjing tersebut berperilaku beringas.

    “Mereka tidak agresif seperti yang diberitakan kemarin. Mereka tidak agresif, tapi hanya ketakutan,” ujarnya, dikutip kanal YouTube tvOneNews.

    Siane menegaskan, kasus anjing memangsa majikan merupakan perilaku yang tidak normal dan tidak mungkin.

    Selain itu, tim Dog Lover Indonesia menduga lokasi kejadian adalah tempat penjagalan anjing untuk dikonsumsi.

    Indikasi ini berasal dari ditemukannya alat pembakar bulu anjing.

    “Sepertinya anjing pedaging. Mereka diternakkan untuk dikonsumsi,” tegas Siane.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Heboh Pria Surabaya Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Bersama 10 Anjingnya, Wajah Penuh Luka

    (Tribunnews.com/Endra)(TribunJatim.com/Tony Hermawan)

  • Suami Kapak Istri hingga Tewas di Bengkalis Riau, Berawal Ribut Masalah Handphone – Halaman all

    Suami Kapak Istri hingga Tewas di Bengkalis Riau, Berawal Ribut Masalah Handphone – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, Bengkalis – Seorang ibu rumah tangga bernama Susilawati (34) meninggal dunia akibat dibacok suaminya, Nali (37), di Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Bengkalis, Riau, pada Minggu sore, 13 April 2025.

    Peristiwa tragis ini terjadi di rumah mereka yang terletak di Jalan Gajah Mada, Desa Bantan Tengah.

    Kasatreskrim Polres Bengkalis, AKP Gian Wiatma Jonimandala, menjelaskan bahwa keributan pasangan suami istri ini dipicu oleh masalah gadai handphone yang dilakukan oleh pelaku.

    “Masalah ini membuat korban marah dan memicu cekcok di antara mereka,” ungkap Gian.

    Tindakan Pelaku

    Dalam keadaan emosional, Nali mengambil kapak yang berada di lemari makan dan mengayunkannya sebanyak dua kali ke arah leher Susilawati.

    Akibatnya, korban langsung tumbang setelah dua kali terkena kapak.

    Setelah kejadian tersebut, pelaku melarikan diri ke rumah paman korban, Umar, dan mengakui perbuatannya.

    “Dia membawa kapak yang digunakan dan sempat membuang barang bukti tersebut di halaman rumah,” tambah Gian.

    Tindakan Hukum

    Keluarga korban segera melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Bantan.

    Tersangka Nali berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

    Dalam pemeriksaan awal, Nali mengakui perbuatannya dan mengakui bahwa mereka sering terlibat cekcok sebelumnya terkait berbagai masalah.

    Saat ini, tim Satreskrim Polres Bengkalis telah mengamankan barang bukti berupa kapak dan pakaian korban.

    Petugas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus ini.

    (TribunPekanbaru.com/Muhammad Natsir)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Pemuda Pukuli Teman Kencan 16 Tahun di Pontianak, Ogah Bayar Rp250 Ribu usai Dilayani – Halaman all

    Pemuda Pukuli Teman Kencan 16 Tahun di Pontianak, Ogah Bayar Rp250 Ribu usai Dilayani – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, Pontianak – Seorang pemuda berinisial H (24) ditangkap oleh Satreskrim Polresta Pontianak setelah melakukan penganiayaan terhadap seorang remaja putri berusia 16 tahun.

    Kejadian ini terjadi pada 27 Maret 2025, bermula dari ketidakpuasan H terhadap layanan yang diberikan oleh korban, yang ia temui melalui aplikasi Michat.

    Menurut Kasi Humas Polresta Pontianak, AKP Wagitri, H mengundang korban ke kontrakannya di Jalan Dr. Sutomo, Pontianak.

    Saat bertemu, H teringat bahwa ia pernah menggunakan jasa korban sebelumnya dan merasa tidak puas dengan layanan yang diberikan.

    H yang merasa kesal kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban hingga babak belur.

    “H mengancam korban dengan senjata tajam dan memaksa untuk melakukan hubungan intim meski tidak ada kesepakatan pembayaran,” ungkap AKP Wagitri.

    Setelah kejadian tersebut, H membawa korban ke apotek untuk membeli obat dan mengantarnya ke kawasan Pasar Flamboyan.

    Pelaporan dan Penangkapan

    Korban yang tidak terima dengan perlakuan H kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pontianak.

    Petugas segera menindaklanjuti laporan dan berhasil mengamankan pelaku.

    Saat diperiksa, H mengaku bahwa ia dendam dan kesal kepada korban karena ketidakpuasan pada layanan sebelumnya.

    Atas perbuatannya, H dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

    (TribunPontianak.co.id/Ferryanto)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Bawa Stempel Mencurigakan, Mahasiswa Al Azhar Asal Mamuju Ditangkap Polisi Mesir – Halaman all

    Bawa Stempel Mencurigakan, Mahasiswa Al Azhar Asal Mamuju Ditangkap Polisi Mesir – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, Mamuju – Seorang mahasiswa asal Mamuju, Sulawesi Barat, inisial AG, ditangkap oleh kepolisian Kairo, Mesir, pada 12 Maret 2025.

    AG yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar ditahan setelah membawa paket mencurigakan yang tidak ia ketahui isinya.

    AG tiba di Bandara Kairo pada pukul 12.58 waktu setempat, setelah kembali dari Indonesia.

    Ia ditahan oleh petugas Bea Cukai ketika paket titipan dari rekannya, inisial AD, dibongkar.

    Paket tersebut berisi tiga buah stempel yang kemudian diketahui sebagai stempel keimigrasian Mesir.

    Penjelasan Rekan dan Penyidikan

    AG mengaku tidak mengetahui isi paket tersebut dan segera menghubungi AD, yang juga tidak mengetahui detail barang yang dititipkan.

    AD kemudian menghubungi DPW, seorang warga Indonesia di Kairo, yang menjelaskan bahwa stempel tersebut digunakan untuk keperluan organisasi PPMI Mesir.

    Namun, petugas menduga stempel tersebut akan digunakan untuk kepentingan ilegal.

    AG mengalami pemeriksaan intensif dan diduga mengalami kekerasan fisik oleh petugas selama proses tersebut.

    Sejak saat itu, ia tidak dapat dihubungi oleh keluarganya di Mamuju hingga malam hari.

    Tindakan Pihak KBRI

    Pada 13 Maret 2025, pihak Protokol dan Konsuler KBRI Kairo mendatangi kantor polisi Nozha untuk memberikan pendampingan konsuler kepada AG.

    Mereka menerima barang-barang pribadi milik AG, termasuk uang tunai dan dua telepon genggam.

    Beberapa hari setelah penangkapan AG, AD juga ditahan saat hendak kembali ke Indonesia dan dibawa ke kantor polisi yang sama.

    Saat ini, keduanya telah ditahan selama satu bulan.

    Keluarga AG mengharapkan pemerintah Indonesia, khususnya Menteri Luar Negeri dan Duta Besar Indonesia untuk Mesir, segera turun tangan.

    “Anak kami ditahan di Kairo sejak 12 Maret 2025. Padahal dia tidak tahu menahu soal barang tersebut. Kami mohon bantuan untuk memberikan pendampingan hukum dan mengambil langkah nyata agar anak kami dibebaskan,” ujar Haskin, keluarga AG.

    (Tribunsulbar.com/Nurhadi Hasbi)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Pura-pura Jadi CS, Pria Tipu Wanita Rp54 Juta di Kulon Progo, Uang Habis untuk Judi Online – Halaman all

    Pura-pura Jadi CS, Pria Tipu Wanita Rp54 Juta di Kulon Progo, Uang Habis untuk Judi Online – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, Kulon Progo – Seorang pria berinisial FW (28) asal Banyuasin, Sumatra Selatan, ditangkap oleh Tim Satreskrim Polres Kulon Progo setelah menipu seorang wanita berinisial MR (32) dengan total kerugian mencapai Rp54 juta.

    Penipuan ini terjadi pada 2 Maret 2025 dan dilakukan dengan modus peretasan akun keuangan digital korban.

    Kasatreskrim Polres Kulon Progo, Iptu Andriana Yusuf, menjelaskan bahwa FW menghubungi MR dengan mengaku sebagai Customer Service (CS) dari sebuah aplikasi e-commerce.

    Dalam percakapan tersebut, FW memberitahukan bahwa akun MR sedang dalam ancaman peretasan dan meminta korban untuk mengikuti instruksinya.

    Cara Pelaku Melakukan Penipuan

    FW menginstruksikan MR untuk melakukan pinjaman uang melalui beberapa aplikasi.

    Setelah pinjaman diterima, MR diminta untuk mengembalikan uang tersebut ke akun e-commerce pribadi miliknya.

    Namun, uang yang seharusnya kembali ke akun MR justru disedot oleh FW yang telah meretas akun tersebut melalui tautan yang dikirimkan.

    “Uang yang ada di akun MR diambil alih oleh FW,” ungkap Yusuf dalam jumpa pers di Mako Polres Kulon Progo.

    Setelah melapor ke Polres Kulon Progo, penyelidikan segera dilakukan.

    Pada 3 Maret 2025, FW berhasil ditemukan dan ditangkap di Palembang, Sumatra Selatan, sebelum dibawa ke Mako Polres Kulon Progo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa FW mendapatkan data akun MR dengan membeli database dari media sosial Facebook seharga Rp500 ribu, yang berisi sekitar 1.000 akun.

    Yusuf mengimbau masyarakat Kulon Progo untuk lebih waspada terhadap modus penipuan online, terutama yang mengatasnamakan CS.

    “Pelaku akan meminta korban mengikuti instruksinya, termasuk mengirimkan tautan untuk meretas akun,” jelasnya.

    Pengakuan Pelaku

    Dalam pemeriksaan, FW mengaku belajar modus penipuan secara otodidak dengan mempelajari fitur-fitur aplikasi e-commerce.

    Dalam waktu kurang dari setahun, ia berhasil meraup uang hingga Rp90 juta dari para korbannya.

    “Uangnya sudah habis saya gunakan untuk judi online,” kata FW, yang bekerja sebagai serabutan.

    FW kini menghadapi ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara berdasarkan Pasal 28 ayat 1 junto Pasal 45a ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

    (TribunJogja.com/Alexander Aprita)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • UPDATE: Korban Pembantaian KKB di Yahukimo Bertambah, 13 Jenazah Ditemukan, Berikut Daftar Namanya – Halaman all

    UPDATE: Korban Pembantaian KKB di Yahukimo Bertambah, 13 Jenazah Ditemukan, Berikut Daftar Namanya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, YAHUKIMO – Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Yahukimo, Papua Pegunungan, kian mengerikan. 

    Hingga Minggu, 13 April 2025, tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2025, Polres Yahukimo, dan TNI telah menemukan 13 jenazah korban pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menamakan diri Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama.

    Demikian disampaikan Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Faizal Ramadhani, dalam keterangan, Minggu (13/4/2025). 

    Tim evakuasi yang terus bekerja, berhasil mengidentifikasi 12 jenazah, sementara satu lainnya akan dievakuasi dalam waktu dekat.

    Sebagian besar korban merupakan warga yang bekerja sebagai penambang emas.

    Aksi pembantaian para pendulang emas ini dilancarkan KKB selama tiga hari, sejak 6 hingga 8 April 2025.

    Berikut rincian lokasi penemuan jenazah korban dan daftar 12 nama korban yang teridentifikasi:

    Lokasi Penemuan

    Tanjung Pamali: 2 jenazah
    Kampung Bingki: 5 jenazah
    Area 22 Pendulangan Emas Yahukimo: 3 jenazah
    Muara Kum: 1 jenazah
    Kabupaten Pegunungan Bintang: 1 jenazah
    Area 33 Pendulangan Emas Yahukimo: 1 jenazah (akan dievakuasi esok hari karena cuaca)

    Daftar 12 Jenazah Teridentifikasi:

    Wawan Tangahu – Sulawesi Utara (TKP Area 22 Pendulangan Emas Yahukimo)
    Suardi Laode alias Kaswadi – Sulawesi Utara (TKP Area 22 Pendulangan Emas Yahukimo)
    Stenli Humena – Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (TKP Muara Kum)
    Yuda Lesmana – Dekai (TKP Camp Muradala, Kampung Bingki)
    Riki Rahmat – Sulawesi Tenggara (TKP Camp Muradala, Kampung Bingki)
    Muhammad Arif – Dekai (TKP Camp Muradala, Kampung Bingki)
    Safaruddin – Dekai (TKP Camp Muradala, Kampung Bingki)
    Abdur Raffi Batu Bara – Dekai (TKP Camp Muradala, Kampung Bingki)
    Stefanus Gisbertus – Maluku (TKP Tanjung Pamali, Distrik Seradala)
    Zamroni – Jawa Tengah (TKP Tanjung Pamali, Distrik Seradala)
    Ariston Kamma – Sulawesi Selatan (TKP Kabupaten Pegunungan Bintang)
    Rusli – Papua (TKP Area 22 Pendulangan Emas Yahukimo)

     
    Aparat Buru Para Pelaku Pembantaian

    EVAKUASI KORBAN KKB – Operasi gabungan Satgas Damai Cartenz dan Satgas TNI mengevakuasi dua penambang emas korban penembakan KKB ke Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (10/4/2025). Sembilan jenazah lainnya masih berada di lokasi kejadian. (Dok: Satgas Damai Cartenz)

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan komitmen aparat untuk tidak henti-hentinya mencari dan menangkap pelaku pembantaian ini.

    “Kami tidak akan berhenti bekerja semaksimal mungkin. Para pelaku akan terus kami kejar dan ditindak tegas sesuai hukum. Aksi keji terhadap warga sipil ini tidak bisa ditoleransi,” tegas Brigjen Faizal.

    Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas.

    Ia juga meminta masyarakat untuk mendukung proses evakuasi ini, dan membantu tim di lapangan agar semua korban bisa segera dipulangkan kepada keluarga mereka. 

    “Mari kita bersama menjaga situasi yang kondusif dan hanya mempercayai informasi resmi yang disampaikan oleh pihak berwenang,” ujarnya.

    Satgas Ops Damai Cartenz terus mengintensifkan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak di lapangan agar seluruh korban bisa segera diidentifikasi dan dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Anggota Komisi VII DPR Sebut Larangan Air Kemasan di Bawah 1 Liter Baik untuk Masa Depan Bali – Halaman all

    Anggota Komisi VII DPR Sebut Larangan Air Kemasan di Bawah 1 Liter Baik untuk Masa Depan Bali – Halaman all

    Nicolas Manafe/Tribunnews.com

    TRIBUNNEWS, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Bane Raja Manalu menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan Gubernur Bali I Wayan Koster yang melarang produksi dan penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) plastik di bawah satu liter. 

    Bane mengatakan kebijakan itu baik karena berpihak pada lingkungan dan masa depan Bali.

    “Kebijakan yang baik untuk masa depan Bali dan masyarakatnya, sesuai dengan kultur Bali yang menjaga keseimbangan budaya dan lingkungan,” kata Bane, dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (13/4/2025).

    Diketahui, kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. 

    Pemprov Bali telah menyiapkan sanksi tegas hingga pencabutan izin usaha bagi perusahaan yang membandel dan enggan menaati SE tersebut demi penanganan darurat sampah di pulau tersebut.

    Dengan kebijakan ini, volume limbah plastik diyakini akan berkurang, karena angkanya makin mengkhawatirkan, mencapai sekitar 17 persen dari total sampah harian sebanyak 3.500 ton. 

    Para pelaku usaha juga diyakini akan terdorong lebih peduli pada keberlanjutan lingkungan, penanganan sampah dan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) di Bali.

    Selain kepedulian, Bane menuturkan larangan produksi dan penjualan air minum dalam kemasan di bawah satu liter akan mendorong masyarakat dan pelaku industri menjadi lebih kreatif.

    “Akan banyak hal baik dan kreatif yang lahir setelah kebijakan ini dilakukan, masyarakat akan lebih terbiasa menggunakan tumbler, beralih dari kemasan sekali pakai ke kebiasaan refill,” ungkap Bane.

    “Ini menjadi peluang ekonomi, kebutuhan pada tumbler pasti meningkat, maka pengusaha tumbler akan bertambah. Pebisnis penyedia air isi ulang juga bertambah, bisa menyediakan isi ulang air minum di bawah satu liter,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

    Bane mengungkapkan, PDI Perjuangan sudah mengampanyekan pengurangan penggunaan air kemasan sekali pakai sejak Kongres V di Bali pada 2019. 

    Saat itu, lebih dari 10.000 kader PDI Perjuangan menggunakan tumbler untuk isi ulang air minum, dan kebijakan itu berlanjut di Kantor DPP PDI Perjuangan.

    “Cerita tentang hiu dan paus yang memakan sampah plastik semoga kelak hanya tinggal cerita. Selalu ada peluang ekonomi, tapi menyelamatkan bumi yang terpenting,” ujar Bane.

    Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mendukung aturan produksi air minum dalam kemasan di Bali. 

    Sementara Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza menyatakan akan mengundang Gubernur Bali untuk membahas kebijakan ini bersama semua industri yang memproduksi air minum dalam kemasan plastik sekali pakai yang ada di Bali.

  • 4 Tamu Tertimbun Tanah Longsor saat Hadiri Hajatan Pernikahan di Bangkalan – Halaman all

    4 Tamu Tertimbun Tanah Longsor saat Hadiri Hajatan Pernikahan di Bangkalan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Sebuah video yang menunjukkan proses evakuasi empat tamu undangan yang tertimbun tanah longsor saat menghadiri acara hajatan di Kabupaten Bangkalan, Madura, menjadi viral di media sosial.

    Insiden ini terjadi pada Sabtu, 12 April 2025, sekitar pukul 17.00 WIB, di Desa Pakaan Laok, Kecamatan Galis.

    Menurut informasi yang dihimpun, kegaduhan muncul saat tanah longsor terjadi di lokasi hajatan.

    Warga dan tamu undangan segera berusaha menolong empat korban yang terkurung di bawah material tanah dan dinding penahan tanah.

    Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Jafar, mengungkapkan bahwa keempat korban merupakan tamu dan pengantar pengantin pria yang hendak meninggalkan lokasi setelah prosesi serah terima mempelai selesai.

    “Saat hendak keluar, tiba-tiba tebing dengan tembok penahan tanah runtuh hingga menimbun lokasi,” jelasnya.

    Dari empat korban, tiga di antaranya dilarikan ke Puskesmas Galis, sedangkan satu korban lainnya dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

    “Korban yang parah dirawat di RSUD Syamrabu, sementara dua lainnya sudah diperbolehkan pulang,” tambah Fauzan.

    Kapolsek Galis, Iptu Achmad Affandi, menjelaskan bahwa keempat korban berasal dari satu desa, yaitu Desa Daleman, Kecamatan Galis.

    Mereka adalah FH (15) dengan patah tulang, NS (16) mengalami luka ringan, HM (15) yang menjalani rawat inap, dan UF (21) yang dirujuk ke rumah sakit.

    Menurut Fauzan, hujan deras yang terjadi sebelum insiden diduga menjadi penyebab longsor.

    “Plengsengan yang roboh sudah berusia lama dan posisinya terlalu vertikal,” ujar Affandi.

    Material longsor juga menimpa akses jalan kampung yang berada di luar pagar rumah yang menggelar hajatan.

    Seorang kerabat korban, Abdillah, mengatakan tidak ada tanda-tanda sebelum peristiwa longsor terjadi.

    “Kejadian berlangsung saat sejumlah warga pengantar mempelai pria hendak keluar lokasi hajatan,” ungkapnya.

    Pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Galis bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas sosial setempat sedang melakukan pemetaan dan pendataan untuk menentukan langkah perbaikan selanjutnya.

    “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Jika tidak ada hajatan pernikahan, mungkin tidak ada korban,” tutup Affandi.

    (Tribunnews.com/Isti Prasetya)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Anak 3 Tahun di Jember Jalani Operasi setelah Ditemukan Cacing di Perut – Halaman all

    Anak 3 Tahun di Jember Jalani Operasi setelah Ditemukan Cacing di Perut – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang bocah laki-laki berusia 3 tahun dari Jember, Jawa Timur, harus menjalani operasi darurat di RSD dr Soebandi setelah diketahui perutnya dipenuhi cacing.

    Bocah tersebut, mengalami pembesaran perut dan tidak dapat buang air besar selama satu minggu.

    Kondisi Darurat

    Menurut Direktur RSD dr Soebandi, Dr.dr.I Nyoman Semita, pasien datang dalam kondisi gawat darurat.

    “Dia datang ke IGD RSD dr Soebandi dalam keadaan gawat darurat,” ungkap Nyoman pada Minggu, 13 April 2025, dilansir Kompas.com.

    Gejala yang dialami bocah tersebut termasuk sakit perut hebat, muntah, dan kesulitan bernapas.

    Penanganan Medis

    Tim medis yang terdiri dari empat dokter spesialis—ahli bedah anak, dokter parasitologi klinik, dokter anak, dan dokter anestesi—melakukan diskusi untuk menentukan tindakan yang tepat.

    Hasil diskusi menyimpulkan bahwa ada proses emergency yang harus segera dilakukan operasi.

    Saat operasi, tim dokter menemukan tiga titik sumbatan di usus.

    “Saat operasi dilakukan, tim dokter menemukan adanya tiga titik sumbatan di usus, khususnya di bagian ileum terminal.”

    “Sumbatan di ileum terminal namanya, di 25 senti juga ada sumbatan, total ada tiga sumbatan, semuanya satu gumpal satu gumpal,” jelas Nyoman. 

    Proses Pemulihan

    Setelah mengeluarkan cacing yang memenuhi lubang usus, pasien dirawat hingga kondisinya stabil.

    Rupanya cacing yang terdapat pada tubuh anak tersebut mirip cacing tanah, yakni termasuk jenis cacing ascariasis.

    Pasien kini telah pulang ke rumah dalam keadaan sehat setelah menerima perawatan dan obat cacing.

    Edukasi Kesehatan

    Nyoman menjelaskan, cacing ascariasis dapat masuk ke tubuh manusia jika tidak menjaga kebersihan tangan saat makan.

    “Ini pasti masuknya (cacing) lewat tangan, sehingga perilaku hidup sehat masih menjadi masalah,” ucapnya.
     
    Ia menekankan pentingnya edukasi berkesinambungan mengenai pola hidup sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan piring.

    Di sisi lain, Nyoman memaparkan, jika ada pasien yang kembung, tidak bisa buang air besar, hingga muntah, itu, bukan selalu karena tumor. 

    Namun, hal itu, bisa terjadi karena gumpalan yang dibentuk cacing dalam usus.

     

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).