Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Memasuki Arus Mudik, Jalan Kalimalang Belum Dipadati Pemudik Motor Pagi Ini – Halaman all

    Memasuki Arus Mudik, Jalan Kalimalang Belum Dipadati Pemudik Motor Pagi Ini – Halaman all

    Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Ruas Jalan Kalimalang belum dipadati para pemudik yang menggunakan sepeda motor.

    Pantauan Wartakotalive.com pada Kamis (27/3/2025), sampai pukul 08.10 WIB, lalu lintas di Jalan Infeksi Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat masih lancar.

    Jalan Raya Kalimalang ini termasuk jalur utama para pemudik motor yang mau pulang ke kampung halamannya.

    Tim Wartakotalive.com juga menyisir jalanan dari Cawang, Jakarta Timur sampai POS Pam Sumber Arta, Bekasi, Jawa Barat, ada beberapa pemudik yang sudah melintasi Jalan tersebut. 

    Para pemudik yang menggunakan kendaraan roda duanya sudah membawa tas ransel besar, yang ditaruh di dasbor motor atau dikenakan di tubuh mereka, hingga diikat dibagian belakang motor.

    Ruas jalan Kalimalang juga terlihat ramai lancar, yang dilalui oleh orang-orang yang juga hendak berangkat ke kantor.

    Menurut salah satu petugas Dishub yang bertugas di Pos Pam Sumber Arta, pagi ini masih sedikit pemudik yang menggunakan roda dua melintas di Jalan Raya Kalimalang.

    “Malam sampai subuh memang banyak, tapi pagi ini masih sepi. Kemungkinan sore atau malam nanti baru ramai,” ucap salah seorang petugas Dishub yang berjaga.

    Meski belum ramai, satuan petugas dari Polsek Bekasi Barat, Polres Metro Bekasi Kota, Dishub Kota Bekasi, hingga TNI AD sudah berjaga mengatur lalu lintas di sepanjang jalan Kalimalang.

  • Bahagianya Legiman Baru Pertama Kali Mudik Naik Kereta Api ke Klaten Jateng: Dulu Naik Bus – Halaman all

    Bahagianya Legiman Baru Pertama Kali Mudik Naik Kereta Api ke Klaten Jateng: Dulu Naik Bus – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Legiman (50), sedang duduk lesehan di lantai Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (26/3/2025).

    Ia bersama istri dan seorang anaknya hendak pulang ke kampung halamannya Klaten, Jawa Tengah.

    Kereta yang ditumpanginya dijadwalkan berangkat pukul 11.10 WIB.

    Warga Pasar Kemis, Tangerang, Banten ini begitu antusias karena akan merasakan mudik menggunakan moda transportasi kereta api.

    “Ya senang aja. Saya baru kali ini mudik naik kereta. Mudah-mudahan lancar, enggak ada apa-apa,” kata Legiman, kepada Tribunnews.com, Rabu.

    Adapun pada mudik di tahun-tahun sebelumnya, dia dan keluarganya lebih sering naik bus.

    “Dulu naik bus. Sekarang coba kereta,” jelasnya.

    Legiman mengungkapkan, dia sudah tak sabar untuk bisa berkumpul bersama sanak keluarganya di kampung.

    Katanya, kedua orang tuanya sudah tiada. Dia pulang ke Klaten untuk menemui sang kakak.

    “Ya kumpul-kumpul sama saudara saja. Dan ziarah ke makan nenek,” tuturnya.

    Sebelumnya, Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, tampak ramai dan sibuk, pada Rabu (26/3/2025) pagi atau H-5 lebaran.

    Banyak penumpang yang hendak pergi ke luar Jakarta, khususnya untuk mudik.

    Pantauan Tribunnews.com sekira pukul 10.00 WIB, gedung Stasiun Pasar Senen berbentuk memanjang, dimana pintu kedatangan dan keberangkatan berada di ruangan tengah.

    Ruangan tengah itu dilengkapi mesin pendingin dan diapit oleh dua ruang tunggu outdoor. 

    Sekitar puluhan penumpang yang hendak berangkat terlihat di depan pintu keberangkatan yang dijaga petugas PT KAI.

    Sedangkan, puluhan penumpang lainnya berada di ruang-ruang tunggu tersebut.

    Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan ada sebanyak 42 kereta api jarak jauh (KAJJ) yang disiapkan untuk melayani penumpang, pada Rabu ini.

    “Kapasitas 27.156 seat, tiket terjual/penumpang yang berangkat 27.969 seat. Okupansi 103 persen,” kata Ixfan, saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Rabu.

    Sementara itu, lanjutnya, untuk di Stasiun Gambir, PT KAI telah menyiapkan 45 KAJJ, pada hari ini. Sehingga terdapat kapasitas 21.252 seat.

    “Tiket terjual/penumpang yang berangkat 20.856 seat/orang. Okupansi 103 persen,” imbuhnya.

  • 300 Narapidana Rutan Salemba Dipindah Cegah Peredaran Narkoba dan Over Kapasitas – Halaman all

    300 Narapidana Rutan Salemba Dipindah Cegah Peredaran Narkoba dan Over Kapasitas – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebanyak 300 narapidana di Rutan Salemba dipindahkan. 

    Hal tersebut dilakukan guna memberantas peredaran narkotika dan penggunaan telepon seluler di rutan.

    Kepala Rutan Salemba Wahyu Trah menyampaikan bahwa pemindahan tersebut guna menyukseskan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. 

    Sebanyak 300 narapidana yang dipindahkan bakal disebar di beberapa wilayah seperti Jawa Barat dan Banten.

    “Implementasi dari program akselerasi Menteri Imipas untuk penanggulangan over kapasitas di Lapas/Rutan. Pemindahan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas hunian di Rutan Salemba serta meningkatkan efektivitas pembinaan bagi warga binaan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengatasi over kapasitas di rumah tahanan dan lapas, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih kondusif,” kata Wahyu, Kamis(27/3/2025).

    Lebih jauh Wahyu menjelaskan bahwa pihaknya di era keterbukaan informasi ini tidak antikritik. 

    Hal tersebut menyusul adanya kritik terkait peredaran narkotika di Rutan.

    “Kami membuka ruang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk turut membangun Rutan Salemba dengan kritik yang membangun karena ini  adalah hak konstitusi semua lapisan masyarakat,” ujarnya 

    Wahyu Trah Utomo juga menyampaikan bahwa pemindahan ini telah  melalui proses perencanaan yang matang dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. 

    “Kami berkomitmen untuk mendukung program akselerasi yang telah dicanangkan. Pemindahan ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan serta memastikan hak-hak warga binaan tetap terpenuhi,” ujarnya.

    Dalam kurun waktu dari bulan November 2024 hingga Maret 2025, Rutan Salemba telah memindahkan sekitar 1.500 warga binaan ke berbagai Lapas di wilayah Jawa Barat dan Tangerang, Banten.

    Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mengatasi masalah overkapasitas serta meningkatkan kualitas pengamanan di Rutan Salemba. 

    Para warga binaan yang dipindahkan akan ditempatkan di  beberapa Lapas sesuai dengan klasifikasi dan kebutuhan pembinaan mereka.  Proses pemindahan dilakukan dengan pengawalan ketat melibatkan anggota Polri dan TNI guna memastikan keamanan dan kelancaran selama perjalanan.

    “Dengan adanya pemindahan ini, diharapkan kapasitas Rutan Salemba dapat lebih terkendali, sehingga pelayanan terhadap warga binaan dapat lebih optimal,” ujar Wahyu 

    RUTAN SALEMBA – Situasi di gerbang Rutan Salemba, Jakarta, Selasa (12/7/2016) (Tribunnews.com)

    Selain itu, program akselerasi yang  dicanangkan pemerintah dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. 

    Tentang 13  Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, serta kualitas layanan pemasyarakatan dan keimigrasian di seluruh Indonesia. 

    Program ini mencakup berbagai aspek, termasuk reformasi dalam pengelolaan lapas, peningkatan kapasitas pembinaan, serta pemanfaatan teknologi dalam administrasi pemasyarakatan.

    Dengan langkah konkret seperti pemindahan warga binaan ini, diharapkan sistem  pemasyarakatan Indonesia dapat semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta warga binaan itu sendiri.

  • Alasan Legislator PDIP Mau Rogoh Kantong Pribadi untuk Pulangkan Seribu Pemudik ke Jateng dan DIY – Halaman all

    Alasan Legislator PDIP Mau Rogoh Kantong Pribadi untuk Pulangkan Seribu Pemudik ke Jateng dan DIY – Halaman all

    Alasan Legislator PDIP Mau Rogoh Kantong Pribadi untuk Pulangkan Seribu Pemudik ke Jateng dan DIY

    Chaerul Umam/Tribunnews

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) daerah pemilihan (Dapil) Tangerang Raya, Yulius Setiarto, mengungkapkan alasannya merogoh kantong pribadi, untuk menggelar kegiatan mudik gratis.

    Kegiatan itu diperuntukan untuk seribu pemudik, ke sejumlah kota di Jawa Tengah (Jawteng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    “Program mudik gratis ini adalah bentuk kepedulian bagi warga perantauan di Tangerang Raya. Sekalipun ekonomi sedang melambat, saya dan tim berkomitmen untuk tetap bisa berbagi kebahagiaan, dengan harapan perputaran uang akan lebih maksimal di kampung halaman,” kata dia, Rabu (26/3/2025).

    Yulius berharap tahun depan bisa menambah jumlah armada lagi untuk mudik. Itu karena ternyata antusias warga menyambut program mudik ini cukup baik, ujar Yulius.

    Terdapat empat titik kumpul dan pemberangkatan armada mudik gratis bersama Yulius Setiarto yakni titik Perum Permata Gelam Jaya dan Jatiuwung untuk Kota Tangerang, Bukit Tiara Cikupa untuk Kabupaten Tangerang, dan Kawasan Bintaro Sektor 9 untuk Tangerang Selatan. 

    Ingatkan Ekonomi Turun Drastis

    Kepada peserta mudik gratis, Yulius Setiarto juga menyampaikan pesan agar sewaktu berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman merayakan lebaran tetap berhemat dan mengendalikan pengeluaran.

    Menurut Yulius, perekonomian nasional kedepan tidak menjamin akan baik-baik saja.

    Pertumbuhan ekonomi justru akan melambat dengan gejalanya sudah terasa sejak sekarang.

    Sementara itu, Suhartini (63), warga di Pasar Kemis mengungkapkan, harga tiket bus tujuan mudik Wonogiri, Jateng, setiap hari merangkak nyaris tak sanggup dibelinya. 

    Namun, melalui pesan berantai, tersiar informasi adanya layanan mudik gratis khusus perantau Jawa diadakan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yulius Setiarto.

    “Begitu informasi itu saya dapat, saya langsung daftar. Lha wong kami kenal, kami kemarin mendukung beliau. Suami langsung menemui tim mudik Mas YS (panggilan akrab Yulius Setiarto), menyerahkan KTP, dan akhirnya mendapatkan dua bangku untuk keberangkatan Rabu, 26 Maret, ini, alhamdulilah,” ungkapnya.

    Suhartini berterima kasih kepada Yulius Setiarto yang telah menggelar mudik gratis.

    “Kami dilarang bawa bekal makanan karena diperjalanan sudah termasuk disiapkan Mas YS dan tim. Terima kasih mas YS dan timnya. Semoga menjadi berkah,” ujar Suhartini.

    Dalam kegiatan mudik gratis ini rencananya akan menempuh durasi waktu kurang dari 10 jam untuk berbagai kota tujuan seperti Wonogiri, Solo, Grobogan, Klaten, Yogya, Boyolali, Salatiga. 

    Tiap kota tujuan mudik telah dipersiapkan titik drop penumpang baik di dalam terminal maupun di agen bus tersedia. 

  • Rutan Salemba Pindahkan 300 Napi dalam Semalam: Perangi Narkoba dan Penggunaan Ponsel Ilegal – Halaman all

    Rutan Salemba Pindahkan 300 Napi dalam Semalam: Perangi Narkoba dan Penggunaan Ponsel Ilegal – Halaman all

    Rutan Salemba Pindahkan 300 Napi dalam Semalam: Perangi Narkoba dan Penggunaan Ponsel Ilegal

    Reza Deni/Tribunnews.com

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Rumah tahanan (Rutan) Kelas I Salemba memindahkan 300 narapidana dalam semalam ke berbagai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Barat dan Banten. 

    Kepala Rutan Salemba, Wahyu Trah Utomo mengatakan langkah ini untuk menunjukkan komitmen dalam memerangi peredaran narkoba dan penggunaan handphone (HP) ilegal di dalam institusi pemasyarakatan. 

    Wahyu menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. 

    Program akselerasi yang dicanangkan pemerintah mencakup berbagai aspek, termasuk reformasi dalam pengelolaan lapas, peningkatan kapasitas pembinaan, serta pemanfaatan teknologi dalam administrasi pemasyarakatan.

    “Kami berkomitmen untuk mendukung program akselerasi yang telah dicanangkan. Pemindahan ini adalah langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan serta memastikan hak-hak warga binaan tetap terpenuhi,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (26/3/2025).

    Dia menyebut pemindahan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi overkapasitas di Rutan Salemba, tetapi juga untuk meningkatkan efektivitas pembinaan bagi warga binaan. 

    “Dengan kapasitas yang lebih terkendali, diharapkan lingkungan pemasyarakatan menjadi lebih kondusif serta meminimalkan potensi gangguan keamanan di dalam rutan,” katanya.

    Sejak November 2024 hingga Maret 2025, Rutan Kelas I Salemba telah memindahkan sekitar 1.500 warga binaan ke berbagai Lapas di Jawa Barat dan Tangerang. 

    “Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mengatasi kepadatan penghuni di lembaga pemasyarakatan serta meningkatkan pengawasan terhadap warga binaan,” ujar Wahyu

    Adapun proses pemindahan, Wahyu mengatakan, dilakukan dengan pengawalan ketat oleh anggota Polri dan TNI guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan. 

    “Para warga binaan yang dipindahkan akan ditempatkan di beberapa Lapas sesuai dengan klasifikasi dan kebutuhan pembinaan masing-masing,” kata dia.

    Dengan adanya pemindahan ini, Wahyu berharap kapasitas Rutan Salemba dapat lebih terkendali sehingga pelayanan terhadap warga binaan lebih optimal. 

    “Dengan langkah konkret seperti pemindahan warga binaan ini, diharapkan sistem pemasyarakatan Indonesia semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta warga binaan itu sendiri,” katanya.

  • Ramadan, JIEP Distribusikan Paket Sembako Murah ke Warga 2 Kelurahan di Cakung Jakarta Timur – Halaman all

    Ramadan, JIEP Distribusikan Paket Sembako Murah ke Warga 2 Kelurahan di Cakung Jakarta Timur – Halaman all

    Hasiolan EP/Tribunnews.com

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menyambut Ramadan ini, pengelola dan pengembang kawasan industri Pulogadung, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) menyelenggarakan program bertajuk “JIEP Berbagi Berkah Ramadan”. 

    Rangkaian program ini dimulai dengan kegiatan pasar sembako murah yang menyediakan 500 paket sembako dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat di Kecamatan Cakung, khususnya di Kelurahan Jatinegara dan Kelurahan Rawaterate.

    Program ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat sekitar kawasan industri Pulogadung, khususnya Kecamatan Cakung, Kelurahan Jatinegra dan Kelurahan Rawaterate selama bulan Ramadan 1446 H. 

    Direktur Utama PT JIEP Satrio Witjaksono, menyampaikan, program JIEP Berbagi Berkah Ramadan adalah bentuk komitmen kami untuk tidak hanya fokus pada pengembangan kawasan industri, tetapi jugamemberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat sekitar.

    “Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan, serta memperkuat hubungan kami dengan komunitas sekitar,” ungkap Satrio dikutip Rabu, 26 Maret 2025.

    Corporate Secretary & TJSL PT JIEP, Medik Endra Wahyudi mengatakan, di program Ramadan ini JIEP juga menyalurkan santunan berupa 400 paket sembako gratis untuk anak yatim dan dhuafa di kedua kelurahan.

    Kegiatan Ramadan lainnya adalah kegiatan buka bersama dengan mengundang anak-anak dari 2 panti asuhan di sekitar Kawasan Industri Pulogadung, yaitu Yayasan Seia Sekata dan Yayasan Rawaterate Peduli dengan pemberian santunan untuk seluruh anak yatim di kedua panti asuhan dan dukungan dana operasional kepada kedua yayasan.

    Sebagai anggota Holding BUMN Danareksa, PT JIEP turut terlibat dalam kegiatan kolaborasi bersama seluruh anggota Holding dengan menyelenggarakan penyaluran 1.200 paket sembako kepada teman-teman disabilitas. Paket-paket tersebut akan didistribusikan ke lima kota, yaitu Jakarta, Semarang, Medan, Makassar, dan Surabaya.

    Sebagai puncak kegiatan, PT JIEP menyelenggarakan kegiatan Mudik Gratis untuk masyarakat sekitar Kawasan Industri Pulogadung dengan tujuan beberapa kota di Pulau Jawa, seperti Solo, Semarang, dan Surabaya.

    “Program Mudik Gratis ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial kami dalam memberikan fasilitas perjalanan mudik kepada masyarakat sekitar kawasan yang ingin merayakan momen Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman,” ujar Medik.

  • Polisi Tangkap 2 Anggota LSM Pelaku Penusukan Satpam SMKN 9 Tangerang yang Dipicu Persoalan THR – Halaman all

    Polisi Tangkap 2 Anggota LSM Pelaku Penusukan Satpam SMKN 9 Tangerang yang Dipicu Persoalan THR – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang berhasil menangkap 2 anggota LSM berinisial AK (39) dan AL (29) yang menusuk satpam SMKN 9 Tangerang Banten diduga karena ditolak saat meminta tunjangan hari raya (THR).

    Keduanya melarikan diri setelah menjadi buronan selama kurang lebih satu pekan.

    Adapun, keduanya ditangkap di kawasan Bandung, Jawa Barat.

    “Selama 1 pekan buron dan pelaku tertangkap di Wilayah Bandung,” kata Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda R. Purbawa dalam keterangannya, Rabu (26/3/2025).

    Saat ini, ucap Purbawa, kedua anggota LSM tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka.

    Dia menyebut pihaknya masih melakukan penyidikan lebih lanjut.

    “Proses penyidikan masih berlangsung, di ruang Satreskrim, terhadap tersangka guna mempertanggung jawabkan perbuatannya,” katanya.

    Untuk informasi, seorang satpam di SMKN 9 Kabupaten Tangerang, bernama Karyono, jadi korban pengeroyokan dan penusukan oleh dua orang oknum yang diduga berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerhana, pada Senin (17/3/2025). 

    Kapolres Tangerang Kota, Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono menuturkan, peristiwa itu bermula ketika dua orang oknum LSM tersebut, mendatangi SMKN 9 pada Senin siang. 

    Tujuannya, untuk bertemu staf sekolah dan menanyakan terkait tanggapan pihak SMKN 9 soal surat yang dikirim sebelumnya. 

    “Pelaku datang ke sekolah SMKN 9 Kabupaten Tangerang dan langsung menuju ruang Tata Usaha (TU) dan di ruang Tata Usaha diduga pelaku bertemu dengan saksi, Siti Fauziah dan Sarti,” kata Baktiar kepada wartawan.

    “Kemudian diduga pelaku mengaku dari oknum LSM menanyakan tanggapan terkait surat yang telah dikirim sebelumnya,” tambahnya. 

    Setelah menemui dua saksi lanjut Baktiar, pelaku kemudian diarahkan untuk menemui Mansur, sebagai Kasi Humas SMKN 9 Tangerang.

    Setelahnya, dua pelaku itu pergi dan terjadi cekcok dengan dua korban, yakni Karyono dan Sunarto. 

    “Terjadi cekcok mulut antara korban dengan diduga pelaku, kemudian terjadi pemukulan dan penusukan terhadap korban oleh diduga pelaku dengan menggunakan sebilah pisau,” ujar Baktiar. 

    Atas hal tersebut, Karyono pun mengalami luka tusuk pada bagian kepala belakang, sementara Sunarto mengalami luka pada bagian hidungnya. 

    “Karyono Mengalami luka tusuk pada bagian kepala belakang, korban Sunarto mengalami luka memar pada bagian hidung, dan atas kejadian tersebut selanjutnya korban dibawa ke RSUD Balaraja,” ungkap Baktiar. 

    Di samping itu, saksi sekaligus rekan kerja korban, Wahana menjelaskan situasi saat pengeroyokan terjadi. 

    Wahana mengatakan, usai terjadi cekcok, salah satu pelaku menghantam wajah Sunarto menggunakan helm. 

    Adapun korban lainnya, yakni Karyono mengalami lima luka tusuk, yakni di bagian leher, telinga dan pinggang. 

    “Korban pertama dipukul pakai helm, hingga helm tersebut pecah, korban kedua terkena lima luka tusuk, yaitu di leher, telinga sama pinggangnya,” kata Wahana saat ditemui di lokasi.

  • Boy, Lansia 75 Tahun Tak Pernah Absen Mudik Lebaran Setiap Tahun ke Purwokerto – Halaman all

    Boy, Lansia 75 Tahun Tak Pernah Absen Mudik Lebaran Setiap Tahun ke Purwokerto – Halaman all

    Boy (75), seorang lansia, melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman istrinya di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (26/3/2025). 

    Tayang: Rabu, 26 Maret 2025 20:02 WIB

    Tribunnews.com/ Fersianus Waku

    MUDIK LEBARAN – Boy (75), seorang lansia, saat dirinya dan istrinya diantar anak-anaknya di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (26/3/2025). Ia mengaku tak pernah absen pulang kampung setiap Lebaran tiba. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Boy (75), seorang lansia, melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman istrinya di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (26/3/2025). 

    Dia dan istrinya berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

    Boy mengaku selalu rutin pulang kampung setiap momen Lebaran.

    Setelah dari Purwokerto, ia berencana melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya.

    “(Setiap Lebaran) pulang kampung. Pasti saya pulang dari Purwokerto pulang ke kampung saya,” kata Boy saat ditemui di Stasiun Gambir.

    Meski hanya berdua dengan sang istri, Boy mengaku bahagia bisa kembali ke kampung halaman.

    Dia berharap perjalanan mereka lancar dan segera tiba di tempat tujuan.

    “Saya bahagia walaupun anak-anak enggak ikut, kita berdua (saja). Dalam hati saya pengen cepat-cepat sampai di rumah di Purwokerto saja,” ujarnya.

    Pada momen Lebaran 2025 ini, Boy berharap seluruh keluarganya tetap menjaga silaturahmi dan saling memaafkan.

    “Semoga dalam hari Lebaran ini mereka sehat-sehat dan saling memaafkan. Kerukunan keluarga tetap dipertahankan,” ungkapnya.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Wamen Ekonomi Kreatif Ajak Menelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner dan Budaya Batavia – Halaman all

    Wamen Ekonomi Kreatif Ajak Menelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner dan Budaya Batavia – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menghidupkan kembali Jakarta tempo dulu, pengelola Pantai Indah Kapuk (PIK) resmi menghadirkan Batavia PIK. 

    Kawasan yang ini menawarkan beragam pengalaman menarik, mulai dari sejarah, budaya hingga kuliner khas Jakarta.

    Terinspirasi dari kota pelabuhan Batavia tempo dulu di abad ke-18, kawasan ini menawarkan pengalaman unik yang memadukan keindahan arsitektur khas kolonial, atmosfer kota pelabuhan, serta sajian kuliner dan hiburan khas Nusantara.

    Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menyampaikan, Batavia PIK lebih dari sekedar destinasi wisata, tetapi menghidupkan kembali kejayaan Batavia, yang dahulu dikenal sebagai ‘Queen of the East’, yaitu sebuah pusat perdagangan maritim yang mempertemukan berbagai bangsa dan budaya. 

    Seperti halnya Batavia di masa lampau, destinasi ini kini menjadi melting pot modern, di mana akulturasi budaya hadir dalam seni, hiburan, kuliner, dan arsitektur yang autentik. 

    “Tak hanya menawarkan nostalgia, Batavia PIK juga menghadirkan pengalaman imersif yang mengajak pengunjung menjelajahi sejarah melalui konsep interaktif dan inovatif, sehingga dapat dinikmati oleh para wisatawan dari berbagai generasi, baik lokal maupun mancanegara,” ungkap Irene. 

    Alun-Alun Batavia: Pusat Festival dan Hiburan

    Sebagai jantung dari Batavia PIK, Alun-alun Batavia menjadi tempat berkumpulnya para pengunjung untuk menikmati berbagai event spesial.

    Dari bazaar kerajinan lokal, kuliner, pertunjukan senit teater, hingga live music bernuansa keroncong, alun-alun ini selalu ramai dengan deretan aktivitas menarik.  

    CEO Agung Sedayu Group, Natalia Kusumo menyampaikan, lebih dari sekadar tempat hiburan, Alun-Alun Batavia juga menjadi panggung bagi para seniman kreatif Indonesia.

    Berbagai sanggar seni dan pertunjukan ternama, seperti Jember Fashion Carnaval, Sanggar Tari Ayodya Pala, hingga Teater Mhyajo, turut berkolaborasi menampilkan karya-karya yang mengangkat budaya lokal dengan sentuhan modern. 

    Menikmati Nostalgia Lewat Kuliner dan Kerajinan Tradisional 

    Di tengah hiruk-pikuk modernisasi, Batavia PIK tetap menjaga semangat lokal dengan menghadirkan Pasar Rakjat.

    Lebih dari sekadar tempat berbelanja, pasar ini menjadi wadah bagi UMKM Indonesia untuk berkembang dan memamerkan produk terbaik mereka, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga seni kreatif. 

    Pada Maret 2025, Batavia PIK akan menyambut Sarinah, department store ikonik yang selama puluhan tahun dikenal sebagai rumah bagi produk-produk lokal unggulan.

    “Kehadirannya akan semakin memperkaya pengalaman belanja di Batavia PIK, menghadirkan beragam karya anak bangsa, mulai dari tekstil, fesyen, hingga kerajinan tradisional,” ungkap Natalia. 

    Jembatan Kota Intan dan Dermaga Taksi Air

    Salah satu daya tarik utama Batavia PIK adalah jembatan kayu yang menghubungkan fase pertama di Golf Island PIK dengan Batavia Pasar Rakjat di Riverwalk Island.

    “Jembatan ini terinspirasi dari Jembatan Kota Intan yang legendaris, menghadirkan sentuhan arsitektur klasik yang pernah menghiasi Batavia tempo dulu,” jelas Natalia.

    Tak hanya itu, pengalaman di Batavia PIK semakin lengkap dengan kehadiran dermaga taksi air, yang memungkinkan pengunjung menjelajahi kanal menggunakan perahu listrik.

    Menyusuri kawasan ini dari jalur air menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati keindahan Batavia PIK, menjadikannya pilihan wisata unik bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman berbeda. 

    Kuliner Autentik dari Nusantara hingga Internasional

    Tak lengkap rasanya menjelajahi Batavia tanpa mencicipi kelezatan kulinernya.

    Batavia PIK menyuguhkan pengalaman bersantap yang menggugah selera dengan deretan tenant F&B yang menghidangkan berbagai masakan khas Nusantara dan internasional.

    Beberapa tenan ternama yang dapat dinikmati antara lain seperti Dewata by Monsieur Spoon yang menawarkan sentuhan kuliner Bali yang autentik, Sate & Seafood Senayan yang menyajikan sate dan hidangan laut khas Indonesia.

    Selain itu, Canton 168 yang merupakan pilihan tepat bagi pencinta masakan Kanton, Orasa’s yaitu restoran dengan menu khas Thailand, Saigon Ngon untuk menikmati cita rasa autentik Vietnam, dan Rumah Jajan Bu Nanik yang menyajikan jajanan legendaris khas Indonesia.

    “Dengan deretan menu yang beragam, Batavia PIK tentunya juga menjadi destinasi wajib bagi para pencinta kuliner,” ungkapnya.

    Kilau Ramadhan 1001 Malam

    Memasuki bulan Ramadhan, Batavia PIK semakin semarak dengan ‘Kilau Ramadhan 1001 Malam Batavia’, sebuah festival kuliner dan hiburan yang menghadirkan suasana khas Timur Tengah dan Nusantara. 

    Salah satu atraksi utama adalah buka puasa bersama Chef Muto, yang dikenal dengan atraksi kungfu cooking-nya.

    Pengunjung dapat menikmati hidangan istimewa sambil menyaksikan keahlian memasak yang menghibur.

    Tak hanya itu, rangkaian acara Ramadhan juga dimeriahkan oleh penampilan artis papan atas setiap akhir pekan, pertunjukan seni dari Jember Fashion Carnaval, serta live music dari Mustafa Debu yang membawa suasana syahdu di bulan suci. 

    Menambah keistimewaan acara ini, kedutaan besar dari negara-negara ASEAN dan Maroko, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, turut hadir untuk merayakan momen kebersamaan dalam semangat Ramadhan.

    “Sebagai destinasi yang menggabungkan sejarah, budaya, dan gaya hidup modern, Batavia PIK menghadirkan pengalaman wisata yang tak hanya menghibur tetapi juga memperkaya wawasan,” ungkapnya.

    “Dengan arsitektur klasik yang memukau, ragam kuliner autentik, serta beragam acara dan atraksi menarik, kawasan ini menjadi tempat ideal bagi siapa saja yang ingin merasakan pesona Batavia tempo dulu dalam balutan modernitas,” ujarnya.

  • MA Tolak Tuntutan Terkait Perselisihan Lahan di Bekasi, Kuasa Hukum Apresiasi – Halaman all

    MA Tolak Tuntutan Terkait Perselisihan Lahan di Bekasi, Kuasa Hukum Apresiasi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk tidak menerima tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus perselisihan lahan yang melibatkan Gunata Prajaya Halim dan Wahab Halim di Cikiwul, Kota Bekasi, Jawa Barat. Putusan ini tercatat dengan nomor perkara 197K/Pid/2025, yang dikeluarkan pada 24 Maret 2025.

    Kuasa hukum Gunata Halim dan Wahab Halim, Edward Situmorang dari Kantor Hukum Edward Vergio & Partners, mengapresiasi putusan MA yang menyatakan tidak dapat menerima tuntutan dari JPU dan memulihkan hak kliennya.

    “Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang menyatakan tidak dapat diterima tuntutan penuntut umum dan memulihkan hak para terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya,” ujar Edward dalam keterangannya, Rabu (26/3/2025). 

    Kasus ini bermula dari perselisihan lahan yang melibatkan Gunata Halim dan Wahab Halim. Pada tingkat pertama, Pengadilan Negeri Kota Bekasi sempat menetapkan pidana enam bulan terhadap mereka.

    Namun, setelah upaya banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat dan kasasi di Mahkamah Agung, keputusan tersebut dianulir.

    Edward Situmorang menjelaskan bahwa selama proses hukum, pihaknya telah melakukan pembelaan yang menyeluruh, termasuk mempelajari informasi dan dokumen terkait, serta menghadirkan saksi yang mendukung pembelaan kliennya.

    “Putusannya membebaskan para korban serta memulihkan hak dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya,” kata Edward.