Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Pemudik Motor Dominasi Jalur Simpang Jomin Cikampek, Arus Lalin Ramai Lancar Pukul 04.00 WIB – Halaman all

    Pemudik Motor Dominasi Jalur Simpang Jomin Cikampek, Arus Lalin Ramai Lancar Pukul 04.00 WIB – Halaman all

    Sabtu pukul 04.00 WIB, arus mudik yang melintas di Simpang Jomin dari arah Jakarta menuju Cirebon terpantau ramai lancar.

    Tayang: Sabtu, 29 Maret 2025 05:49 WIB

    Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com

    ARUS MUDIK 2025 – Pemudik yang menggunakan sepeda motor melintasi kawasan Simpang Jomin, Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2025) pada pukul 04.00 WIB. 

    TRIBUNNEWS.COM, CIKAMPEK – H-2 Hari Raya Idul Fitri, arus mudik yang melintasi Simpang Jomin, Cikampek dari arah Jakarta menuju Cirebon ramai lancar pada Sabtu (29/3/2025) pagi.

    Pantauan Tribunnews di lokasi pukul 04.00 WIB, arus mudik yang melintas di Simpang Jomin dari arah Jakarta menuju Cirebon terpantau ramai lancar.

    Mayoritas pemudik yang melintas menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor.

    Mereka terlihat memacu kendaraannya dengan kecepatan 40-50 km/jam. 

    Barang bawaan seperti tas dan kardus pun terlihat menumpuk di sepeda motor para pemudik. 

    Kendaraan roda dua yang melintas pun didominasi pelat nomor Jakarta hingga Banten dan Bogor.

    Sedangkan, untuk kondisi cuaca di kawasan Simpang Jomin, terpantau cerah.

    Sementara itu, petugas kepolisian nampak berjaga di pos pantauan Simpang Jomin.

    Sebab, ada informasi jika arus mudik para pemotor yang melintas di kawasan Simpang Jomin akan menumpuk jelang pagi hingga siang hari ini.

    “Di Karawang infonya padat, ini kita monitor terus kendaraan yang melintas,” ujar salah seorang petugas.

    Petugas selalu mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati saat berkendaraan. 

    Tentunya, dengan beristirahat jika merasa lelah dan tidak memaksakan untuk melanjutkan perjalanan.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Tahun Kelima Program Sosial Roda-Roda Ramadan, 1.000 Paket Sembako Disebar di Jabar dan DKI – Halaman all

    Tahun Kelima Program Sosial Roda-Roda Ramadan, 1.000 Paket Sembako Disebar di Jabar dan DKI – Halaman all

    Tahun Kelima Program Roda-Roda Ramadan, Lebih dari 1.000 Paket Sembako Disebar di 3 Lokasi

    Eko Sutriyanto/Tribunnews.com

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Program sosial swadaya masyarat dan sektor swasta, Roda-Roda Ramadan, kembali digulirkan pada bulan puasa tahun ini.

    Kali ini, sebanyak lebih dari 1000 paket sembako disalurkan ke tiga lokasi utama, yaitu Muara Angke, Jakarta Utara, satu wilayah di Jakarta Selatan, dan Desa Pasirranji, Cikarang Pusat, Jawa Barat.

    Sebagai informasi, program sosial yang diinisiasi produsen penyejuk ruangan, PT Daikin Airconditioning Indonesia (DID) berkolaborasi dengan induk bisnisnya, PT Daikin Industries Indonesia (DIID), ini telah memasuki tahun kelima sejak pertama kali diadakan.

    Budi Mulia, Direktur DID dan DIID menjelaskan, proram ini menjadi bagian dari kampanye corporate social responsibility (CSR) pihaknya dengan menyasar wilayah dan komunitas yang membutuhkan dukungan.

    “Seturut dengan namanya, program ini memang didesain untuk terus bergulir tiap bulan Ramadan,” ujar Budi, dikutip Jumat (28/3/2025).

    “Penyampaian donasi kepada masyarakat yang membutuhkan ini menjadi bagian dari wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar,” tambahnya.

    PAKET SEMBAKO –  Pembagian paket sembako ke warga melalui program Roda-Roda Ramadan. Program sosial ini merupakan salah satu inisiatif sosial tahunan yang diadakan bertepatan dengan bulan Ramadan,dengan menyalurkan lebih dari 1000 paket sembako. (HO/IST)

    Pilih Desa Pasirranji Sebagai Lokasi Distribusi

    Alasan itu pula yang membuat pihaknya memilih Desa Pasirranji sebagai salah satu lokasi distribusi.

    Hal ini, kata dia, didasarkan pada kedekatan lokasi tersebut dengan pabrik terbaru pihaknya di Cikarang Pusat.

    “Kami ingin keberadaan pabrik benar-benar berdampak positif bagi masyarakat sekitar,” ujar Budi Mulia.

    Dalam penyaluran bantuan ini, kata Budi, pihaknya berkolaborasi dengan paltform BenihBaik.com, yang dikenal memiliki reputasi baik dalam program pengembangan masyarakat.

    Lebih lanjut, Budi Mulia menyatakan, seiring perkembangan perusahaan di Indonesia, pihaknya akan terus mengembangkan berbagai inisiatif sosial.

    “Kami berharap dapat berkolaborasi dengan lebih banyak pihak untuk menciptakan gerakan yang lebih besar dalam kepedulian terhadap masyarakat Indonesia,” katanya.

     

     

  • Menteri Abdul Kadir Karding Segel Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Migran – Halaman all

    Menteri Abdul Kadir Karding Segel Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Migran – Halaman all

    Penyegelan dilakukan dengan memasang plang pemberitahuan berisi penghentian kegiatan perusahaan

    Tayang: Jumat, 28 Maret 2025 18:51 WIB |
    Diperbarui: Jumat, 28 Maret 2025 18:52 WIB

    TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar

    SEGEL PERUSAHAAN – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyegel perusahaan penyalur tenaga kerja migran PT Multi Intan Amanah Internasional di Kelurahan Perwira, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jumat (28/3/2025). Penyegelan dilakukan setelah 58 calon pekerja melapor tidak diberangkat dan menderita kerugian mencapai Rp1,6 miliar. 

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI –  Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyegel perusahaan penyalur tenaga kerja migran PT Multi Intan Amanah Internasional di Kelurahan Perwira, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jumat (28/3/2025).

    Penyegelan dilakukan setelah 58 calon pekerja melapor tidak diberangkat dan menderita kerugian mencapai Rp1,6 miliar. 

    Penyegelan dilakukan dengan memasang plang pemberitahuan berisi penghentian kegiatan perusahaan serta stiker berukuran besar di dinding kantor PT Multi Intan Amanah Internasional. 

    Total ada sebanyak 58 pekerja yang menjadi korban, mereka urung diberangkatkan dan tidak mendapat hak-haknya padahal segel persyaratan sudah dipenuhi untuk bisa bekerja di luar negeri. 

    Sebelum disegel pihaknya sudah melakukan pendalaman selama kurang lebih satu tahun enam bulan. 

    Selama jangka waktu itu,  Kemen P2MI juga telah melakukan tiga kali klarifikasi dan dua kali mediasi antara pihak P3MI dengan perwakilan korban. 

    Hasilnya, PT Multi Intan Amanah Internasional sepakat mengembalikan uang yang telah disetorkan para korban.  

     Namun, komitmen tersebut tidak juga dipenuhi oleh P3MI tersebut meski telah dilakukan panggilan sebanyak dua kali oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. 

    PT Multi Intan Amanah Internasional dikenakan sanksi administratif berupa penghentian sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha penempatan pekerja migran Indonesia selama tiga bulan ke depan. 

    “P2MI tersebut dilarang melakukan seleksi dan memproses dokumen penempatan pekerja migran Indonesia untuk yang belum menandatangani perjanjian penempatan termasuk pekerja migran Indonesia cuti,” tegasnya.  (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar) 

     

     
         
     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Cerita Junaidi, Porter Baru di Stasiun Gambir Jakarta, Pusing Hafal Peron Jalur Kereta – Halaman all

    Cerita Junaidi, Porter Baru di Stasiun Gambir Jakarta, Pusing Hafal Peron Jalur Kereta – Halaman all

    Junaidi pria asal Blora, Jawa Tengah mengaku baru menjadi porter di Stasiun Gambir Jakarta pada momen lebaran tahun ini.

    Tayang: Jumat, 28 Maret 2025 16:26 WIB

    Tribunnews.com/ Rahmat W Nugraha

    PORTER STASIUN GAMBIR – Junaidi pria asal Blora, Jawa Tengah saat menunggu pelanggannya di Stasiun Gambir Jakarta, Jumat (28/3/2025). Junaidi mengaku nyaman bekerja sebagai porter. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Junaidi pria asal Blora, Jawa Tengah mengaku baru menjadi porter di Stasiun Gambir Jakarta pada momen lebaran tahun ini.

    Ia mengaku nyaman bekerja menjadi porter yang bertugas membantu membawa barang-barang penggunaan jasa Kereta Api Indonesia di Stasiun Gambir.

    Meski begitu, dikatakan Junaidi, awal-awal menjadi porter, dirinya pusing karena harus menghafal peron jalur kereta.

    “Tahap awal susah juga menghafal peron-peron jalur-jalurnya kereta. Apalagi di Gambir ada 4 jalur. Dan juga jumlah kereta yang berangkat itu ada 35 lebih pada momen mudik tahun ini,” kata Junaidi kepada Tribunnews.com di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (28/3/2025).

    Pria berusia 22 tahun ini mengaku terbantu dengan teman-temannya yang tak segan menolongnya dalam bekerja sebagai porter.

    Hal itu kata Junaidi yang membuatnya nyaman bekerja sebagai porter di Stasiun Gambir.

    “Teman-temanya menurut saya cocok, nggak ada yang saling ganggu,” ungkapnya.

    Pemasukan menjadi seorang porter, menurutnya cukup lumayan.

    “Penghasilan momen mudik lebaran tahun ini sehari bisa Rp 200 ribu sampai Rp 350 ribu,” ucapnya.

    Karena bekerja menjadi porter, Junaidi mengaku mudik ke Blora nanti pada saat arus balik.

    “Tahun ini nggak mudik, kalau arus balik nanti mungkin baru mudik ke Blora,” ujarnya. 

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Terminal Pulogebang Sediakan Fasilitas Ramah Disabilitas Hingga Area Bermain Anak Bagi Pemudik – Halaman all

    Terminal Pulogebang Sediakan Fasilitas Ramah Disabilitas Hingga Area Bermain Anak Bagi Pemudik – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur menyediakan berbagai fasilitas yang ramah bagi penumpang, termasuk pemudik disabilitas, lansia, dan anak-anak.

    Pengawas Operasional Terminal Terpadu Pulo Gebang, Mujib Tambrin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai layanan pendukung, termasuk Posko Bersama yang melibatkan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan relawan Pramuka.

    “Untuk teman-teman disabilitas, kami menyediakan kursi roda dan ada petugas yang siap membantu serta mengarahkan mereka. Jadi, mereka tidak perlu khawatir saat menggunakan layanan transportasi di sini,” ujar Mujib di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat (28/3/2025).

    Selain itu, terminal ini juga menyediakan fasilitas bermain bagi anak-anak.

    Mujib mengatakan fasilitas ini untuk mengurangi kejenuhan anak saat menunggu keberangkatan bus.

    “Kami memang menyiapkan area bermain agar anak-anak bisa lebih nyaman saat menunggu keberangkatan bus AKAP,” kata Mujib.

    Mujib juga mengimbau kepada seluruh pemudik untuk tetap menjaga kesehatan, keamanan barang bawaan, dan memperhatikan anggota keluarga selama perjalanan.

    “Harapan kami, para pemudik bisa sampai dengan selamat di kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga untuk merayakan Idulfitri 2025,” ucapnya.

    Seperti diketahui, sebanyak 2.926 pemudik yang menuju ke Sumatera dan Jawa telah diberangkatkan dari Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, pada H-3 Idulfitri, Jumat (28/3/2025).

    Sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, sebanyak 280 bus antarkota antarprovinsi (AKAP) telah diberangkatkan.

  • AHY Temui Pemudik di Stasiun Pasar Senen, Tinjau Fasilitas Hingga Masuk ke Gerbong Kereta – Halaman all

    AHY Temui Pemudik di Stasiun Pasar Senen, Tinjau Fasilitas Hingga Masuk ke Gerbong Kereta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau situasi mudik Lebaran 2025, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/3/2025).

    Pantauan Tribunnews.com di lokasi, AHY didampingi Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo tampak berkeliling stasiun.

    AHY meninjau sejumlah fasilitas di stasiun, di antaranya pintu keberangkatan, eskalator, ruang tunggu, dan kondisi di dalam gerbong kereta.

    Beberapa penumpang yang tengah menunggu kereta tampak antusias melihat kehadiran putra Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

    Sebagian penumpang ada yang meminta foto bersama dengan AHY.

    Selanjutnya, AHY sempat masuk ke dalam gerbong kereta api Gaya Baru Malam. Dia menyusuri dua dari beberapa gerbong yang ada di kereta api jarak jauh tersebut.

    AHY sempat menyapa beberapa penumpang yang sudah bersiap di dalam gerbong dan menunggu keberangkatan kereta.

    Selanjutnya, AHY bersama Wakil Menteri BUMN, dan Dirut PT KAI melakukan rapat koordinasi bersama.

    Berdasarkan peninjauan itu, AHY mengatakan, kondisi Stasiun Pasar Senen lebih nyaman dan cantik.

    “Ini kita apresiasi, stasiun ini jauh lebih kondisinya, lebih nyaman, lebih pintar, lebih cantik, dan mudah-mudahan selalu ada kemajuan,” kata AHY, dalam konferensi pers di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat.

    Ia kemudian menuturkan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan segala sarana dan fasilitas pendukung.

    “Termasuk jalan-jalan yang baik dalam kondisi yang prima untuk bisa digunakan oleh masyarakat luas,” tuturnya.

     

     

  • Kisah Pilu Soleh, Chef asal Bekasi Tewas saat Dijebak Jadi Operator Judol di Kamboja – Halaman all

    Kisah Pilu Soleh, Chef asal Bekasi Tewas saat Dijebak Jadi Operator Judol di Kamboja – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang pemuda asal Bekasi, Jawa Barat (Jabar) bernama Soleh Darmawan (24), bernama dikabarkan meninggal dunia di Kamboja.

    Kabar duka itu diterima ibu Soleh, Diana (43) pada Senin (3/3/2024) pagi.

    Soleh diduga terjebak dalam sindikat judi online (judol) di Kamboja.

    Peristiwa ini bermula pada Februari 2025, saat Soleh mengaku mendapat tawaran pekerjaan dari sebuah yayasan penyalur tenaga kerja di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    “Awalnya, Soleh dijanjikan bekerja di perhotelan di Thailand, karena dia kuliahnya D3 jurusan chef atau koki,” kata Diana saat ditemui di rumahnya di Jalan Swadaya, Kampung Dua, RT 001/RW 021, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis (27/3/2025), dilansir TribunBekasi.com.

    Soleh lantas mendatangi kantor yayasan tersebut ditemani seorang wanita berinisial S pada 17 Februari 2025. 

    Setelah bertemu pimpinan yayasan itu, Soleh mengabarkan kepada ibunya bahwa dia akan bekerja di Thailand dan dijadwalkan berangkat pada 18 Februari 2025.

    “Soleh waktu itu udah setuju, dia kembali ke rumah untuk minta restu. Terus 18 Februari 2025, Soleh berangkat ke Thailand menggunakan pesawat, walaupun saya sempat larang,” ungkap Diana.

    Meski sempat dilarang ibunya, Soleh yang pantang mundur tetap mantap untuk bekerja di luar negeri.

    “Dia telepon saya pas sudah di Thailand. Dia bilang, ‘sudah sampai, Mak’. Terus (bilang) ‘Jangan kebanyakan pikiran, Mak. Jangan dengerin kata orang’,” ujar Diana sambil meneteskan air mata.

    Pada empat hari pertama Soleh berada di Thailand, Diana selalu berkomunikasi dengan putranya itu melalui ponsel. Tetapi, setelah itu komunikasi mereka terputus.

    Kemudian pada 2 Maret 2025 malam, Diana dihubungi pria yang mengaku bernama Kevin melalui video call.

    Kevin mengabarkan bahwa Soleh berada di Kamboja dan Diana ditanyakan perihal riwayat kejiwaan Soleh.

    “Ya, saya ngebantah aja ditanya riwayat kejiwan, anak saya tidak ada riwayat kejiwaan, gitu,” jelas Diana.

    Diana pun terkejut saat melihat video memperlihatkan Soleh duduk lemas di tempat tidur. 

    Saat itu, Soleh sudah tidak merespons ucapan ibunya.

    “Dia (Soleh) kan saya panggil, ‘Soleh, ini Mamak’. Dia sudah enggak bisa jawab,” ungkap Diana.

    Keesokan harinya pada 3 Maret 2025, Kevin memberitahukan kepada Diana bahwa Soleh telah meninggal dunia.

    Jenazah Soleh kemudian dibawa kembali ke Indonesia pada 15 Maret 2025 dan dimakamkan di hari berikutnya yakni 16 Maret 2025.

    Belakangan, Diana mendapat informasi bahwa Soleh bekerja sebagai operator judol selama di Kamboja.

    Sejauh ini Diana belum mengetahui penyebab meninggalnya Soleh.

    “Awalnya enggak tahu saya. Pas tahu-tahunya sudah meninggal, tahunya (bekerja operator) judol,” tandasnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Bekerja Sebagai Operator Judi Online, Pemuda Asal Bekasi Meninggal di Kamboja, Diduga Dibunuh?

    (Tribunnews.com/Nina Yuniar) (Tribunbekasi.com/Rendy Rutama)

  • Pemuda Bekasi Tewas Kerja Jadi Admin Judi Online di Kamboja, Awalnya Dijanjikan Kerja di Thailand – Halaman all

    Pemuda Bekasi Tewas Kerja Jadi Admin Judi Online di Kamboja, Awalnya Dijanjikan Kerja di Thailand – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI –  Soleh Darmawan (24), warga Kota Bekasi, Jawa Barat, diduga menjadi korban perdagangan manusia. Soleh awalnya pamit kepada orangtuanya kerja ke Thailand.

    Ternyata, Soleh bekerja di Kamboja sebagai admin judi online. Soleh meninggal dunia di sana denga bekas luka tubuh.

    Orangtua Soleh, Diana (43) dan Saifullah (48) terlihat sangat terpukul anak sulungnya meninggal dunia saat kerja di luar negeri. 

    Diana mengatakan, putranya pamit kerja di luar negeri sejak Senin (17/2/2025). Soleh bilang ke keluarga bekerja di Thailand sebagai juru masak di sebuah hotel. 

    “Bilangnya ke Thailand, tapi pas udah meninggal adanya di Kamboja,” kata Diana kepada TribunJakarta.com, Jumat (28/3/2025). 

    Selama empat hari pertama di luar negeri, Soleh masih kerap menghubungi keluarga melalui video call. 

    Kejanggalan mulai terlihat saat Diana menerima sambungan telepon dari Soleh pada Minggu (2/3/2025) malam. 

    Kamera sambungan telepon video menampik kondisi Soleh yang terkulai di kasur, kondisi lemas tak berdaya. 

    Suara pada sambung telepon diduga teman sesama rekan kerja, menggambarkan ke Diana kondisi anaknya sakit. 

    Diana waktu itu tak bisa berbuat banyak, dia hanya bisa melihat anaknya sakit melalui sambungan telepon tanpa bisa berbuat apa-apa. 

    Pagi datang, kabar duka dari luar negeri sampai ke keluarga. Soleh dinyatakan meninggal dunia pada Senin (3/3/2025). 

    “Saya diteleponnya malam. Pas malamnya nelfon. Besok pagi dia meninggal,” terang dia. 

    Diana dibantu teman kuliah anaknya berusaha mencari tahu keberadaan Soleh, sampai akhirnya diketahui berada di Kamboja. 

    Melalui Kedutaan Besar RI di Kamboja, jenazah Soleh berhasil dipulangkan ke tanah air untuk diserahkan ke pihak keluarga pada Sabtu (15/3/2025). 

    Setibanya di rumah duka, jenazah Soleh langsung dimandikan untuk selanjutnya disalatkan dan dikubur di pemakaman keluarga samping kediamannya. 

    Pada saat dimandikan, Diana melihat kejanggalan. Ada luka seperti jahitan di bagian dekat perut posisi ginjal. 

    Hal ini yang menimbulkan kecurigaan, Soleh meninggal bukan karena sakit dan diduga menjadi korban perdagangan manusia. 

    “Enggak ngerti deh saya. Pokoknya di bagian perut gitu dah (ada bekas luka) jahitan. Anak saya nggak pernah operasi-operasi,” terang Diana. 

    Belakangan, Diana baru mengetahui anaknya kerja di Kamboja diduga menjadi admin Judol. Saat ini, dia bingung harus berbuat apa untuk menuntut keadilan atas kematian anaknya. 

    “Penyebabnya itu (meninggal) nggak tahu dah, saya kemarin sih sempat ikhlas, cuma saya pengennya enggak ada lagi yang kejadian kayak anak saya,” ucap Diana. 

    Dapat kerja dari Penyalur di Tanjung Priok

    Soleh belum lama meninggalkan Bekasi.

    Dia pamit kepada ibunya pada pertengahan Februari 2025.

    Saat itu Soleh menyatakan bahwa dia dapat tawaran pekerjaan dari sebuah yayasan penyalur tenaga kerja di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    “Awalnya, Soleh dijanjikan bekerja di perhotelan di Thailand, karena dia kuliahnya D3 jurusan chef atau koki,” kata Diana, Kamis (27/3/2025). 

    Soleh mendatangi kantor yayasan tersebut ditemani perempuan berinisial S pada 17 Februari 2025. 

    Setelah bertemu pimpinan yayasan itu, Soleh mengabarkan ke ibunya bahwa dia akan bekerja di Thailand dan dijadwalkan berangkat pada 18 Februari 2025.

    “Waktu itu saya sempat melarang dia,” ucap Diana yang ditemui di rumahnya Jalan Swadaya, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

    Namun Soleh pantang mundur.

    “Dia telepon saya sesampainya di Thailand,” imbuh Diana.

     

     

     

    dan

    Warga Bekasi Barat Meninggal di Kamboja, Awalnya Dijanjikan Kerja di Industri Perhotelan Thailand

     

  • Cerita Pemudik Asal Bogor Berjam-jam War Tiket untuk Bisa Mudik ke Kediri Jawa Timur – Halaman all

    Cerita Pemudik Asal Bogor Berjam-jam War Tiket untuk Bisa Mudik ke Kediri Jawa Timur – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Stasiun Gambir di Jakarta Pusat mulai dipadati para pemudik, pada H-3 lebaran, Jumat (28/3/2025).

    Para pemudik berangkat dari Stasiun Gambir Jakarta dengan tujuan kota berbeda-beda. Mulai Jogja, Surabaya, Semarang hingga Kediri.

    Ditemui di Stasiun Gambir, Dedi pemudik asal Bogor mengatakan dirinya harus melewati proses berebut tiket untuk bisa mudik lebaran ke Kediri di tahun ini. 

    “War tiket ada kendala akses internet dan cepat-cepatan. Kendalanya seperti itu, berjam-jam baru dapat,” kata Dedi kepada Tribunnews.com ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (28/3/2025).

    Dedi menerangkan tiket tahun ini naiknya cukup signifikan. Dikatakannya naiknya mencapai Rp200 ribu. 

    “Tiket naik kisaran Rp200 ribuan, harga tiket Rp870 untuk eksekutif tujuan Kediri,” terangnya. 

    Pria berusia 33 tahun ini mengatakan alasannya untuk mudik di tahun ini karena rindu suasana di Kediri. Terlebih momen lebaran keluarga berkumpul. 

    Ia juga menuturkan membawa oleh-oleh dari Bogor untuk keluarga di Kediri. 

    “Oleh-oleh bawa roti unyil, kue talas Bogor,” imbuhnya. 

    Lanjutnya pada momen mudik tahun ini ia bersama keluarga besar. Bersama orang tua hingga keponakannya. 

    Untuk persiapan membawa keponakannya menempuh perjalanan jauh. Dedi mengatakan persiapan membawa pakai, susu, hingga mainan. 

    “Persiapan bawa balita mulai baju, popok, susu, makanan kecil, hingga mainan nanti di kereta bisa nggak nangis,” ungkapnya. 

     

     

  • Pramuka Bantu Pemudik di Stasiun Pasar Senen, Raditya Terkesan saat Bertemu Presiden hingga Kapolri – Halaman all

    Pramuka Bantu Pemudik di Stasiun Pasar Senen, Raditya Terkesan saat Bertemu Presiden hingga Kapolri – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Raditya (17), satu di antara beberapa anggota Pramuka yang membantu memberikan informasi kepada pemudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/3/2025).

    Radit tampak berdiri di sekitar pintu masuk keberangkatan. 

    Dia akan menghampiri para penumpang yang membutuhkan bantuan, misalnya dalam hal melakukan pencetakkan tiket dan mengarahkan lokasi pintu masuk kereta.

    Saat ditemui, siswa SMA 5 Jakarta itu mengatakan, ini merupakan kali kedua dia membantu di Stasiun Pasar Senen.

    Raditya sebagai siswa yang aktif di ekstrakurikuler Pramuka di sekolahnya mengaku diajak oleh pihak kepolisian untuk membantu aktivitas keberangkatan pemudik di Stasiun Pasar Senen.

    “Tahun lalu juga ikut kayak gini, di Senen juga. Kelas 11 udah ikut, sekarang kelas 12. Dari Polres Jakarta Pusat tahunya, ditawari,” kata Raditya, kepada Tribunnews.com, Jumat siang.

    “Kita bantu-bantu check in ticketing dan patroli itu aja,” tambahnya.

    Radit tak membeberkan soal upah yang didapatkannya. Adapun dia menyebut, akan mendapatkan sertifikat dari pengalaman bekerja membantu pemudik ini.

    “Campur anak-anak SMA se-Jakarta Pusat, nanti dapat sertifikat,” jelasnya.

    Waktu kerjanya dari jam 07.00-16.00 WIB. Radit mulai bekerja sejak tanggal 27 Maret 2025 hingga tanggal 5 April 2025.

    “Dari sekolah udah libur, tapi dipanggil Polres untuk bantu di sini. Pas hari H lebaran saya libur, besoknya masuk lagi,” katanya.

    Sementara itu, Raditya mengatakan, dia senang bisa membantu banyak orang.

    Selain itu, dari pengalamannya bertugas di Lebaran 2024 lalu, dia mengungkapkan hal berkesan baginya adalah ketika bisa bertemu RI 1, Panglima TNI, Kapolri.

    “Senanglah bisa bantu orang. Orang tua juga kasih izin, selalu minta izin ‘mak, mau jaga ya’,” ungkap Raditya.

    Di sisi lain, Raditya mengaku cukup tegang karena harus mampu mendampingi dan berkomunikasi dengan masyarakat.

    “Cukup menegangkan karena kita mendampingi masyarakat juga, bantuin polisi keliling juga,” tutur Raditya.

    Meski demikian, pengalaman ini menurutnya lebih penting daripada hanya berdiam diri di rumah.

    “Gabut di rumah, mengisi waktu luang, daripada tidur doang di rumah,” ucapnya.