Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Wanita Tertemper Kereta Api di Perlintasan Pesing Jakarta Barat, Sempat Diteriaki Tapi Tak Dengar – Halaman all

    Wanita Tertemper Kereta Api di Perlintasan Pesing Jakarta Barat, Sempat Diteriaki Tapi Tak Dengar – Halaman all

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi membenarkan adanya insiden tersebut.

    Tayang: Senin, 5 Mei 2025 17:50 WIB

    IG @keretaapikita

    ILUSTRASI KERETA API – Seorang wanita inisial MLM meninggal dunia tertemper Kereta Api (KA) di perlintasan wilayah Pesing Jakarta Barat, Minggu (4/5/2025) 23.40 WIB. Saksi sempat meneriaki korban bahwa ada kereta yang ingin melintas. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang wanita inisial MLM meninggal dunia tertemper Kereta Api (KA).

    Peristiwa itu terjadi di perlintasan wilayah Pesing Jakarta Barat, Minggu (4/5/2025) 23.40 WIB.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi membenarkan adanya insiden tersebut.

    Pihak kepolisian sudah memeriksa dua saksi yakni FLS dan JAB.

    “Awal kejadian saksi melihat korban bahwa korban berjalan ingin menyebarangi rel kereta,” ucap Ade Ary dalam keterangan Senin (5/5/2025).

    Saksi sempat meneriaki korban bahwa ada kereta yang ingin melintas.

    Namun korban tidak mendengar teriakan dari saksi.

    “Lalu kemudian korban terserempet kereta hingga korban meninggal dunia,” ungkapnya.

    Korban dibawa ke RS Bhayangkara Pusdokes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Kasus tersebut ditangani Polsek Metro Kebon Jeruk.

     

     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Ponsel Raih, Kawanan Maling Satroni Warung Madura di Kramat Jati Jakarta Timur – Halaman all

    Ponsel Raih, Kawanan Maling Satroni Warung Madura di Kramat Jati Jakarta Timur – Halaman all

    Sebuah warung Madura di kawasan Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, disatroni maling Sabtu (3/5/2025) dini hari.

    Tayang: Senin, 5 Mei 2025 17:06 WIB

    Sripoku

    CURI PONSEL – Ilustrasi pencurian. Sebuah warung Madura di kawasan Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, disatroni maling Sabtu (3/5/2025) dini hari. 

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebuah warung Madura di kawasan Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, disatroni maling Sabtu (3/5/2025) dini hari.

    Pria berinisial NH (30) yang sedang berjaga menjadi korban pencurian tersebut.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB.

    “Awal kejadian ketika korban sedang jaga warung kemudian korban ketiduran dengan posisi hp sedang di-charge,” ujar Kombes Ade Ary dalam keterangannya.

    Korban baru menyadari kehilangan ponsel miliknya saat terbangung, sekira pukul 03.00 WIB.

    “Dia bangun dan HP-nya yang sedang di-charge sudah tidak ada atau hilang,” kata Ade Ary.

    Belum ada informasi lain apakah ada kehilangan selain Redmi 14c warna Starry Blue tersebut.

    Korban langsung melaporkan kejadian itu ke kepolisian pada hari yang sama pukul 14.35 WIB.

    Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu mengatakan kasus ini sedang ditangani oleh Polres Metro Jakarta Timur.

    “Kejadian ini ditangani Polres Metro Jakarta Timur. Pelaku dalam penyelidikan,” pungkas Ade Ary.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Program Mobilitas Bersih untuk Metropolitan Jakarta, Ini Hasil-hasil yang Dicapai – Halaman all

    Program Mobilitas Bersih untuk Metropolitan Jakarta, Ini Hasil-hasil yang Dicapai – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Program Mobilitas Bersih untuk Metropolitan Jakarta telah resmi berakhir. Program untuk mendorong percepatan elektrifikasi bus TransJakarta pada 2030 ini didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan.

    Program ini juga untuk meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum melalui integrasi infrastruktur fisik, serta menyediakan sistem informasi inklusif di seluruh jaringan transportasi Jakarta.

    Program Mobilitas Bersih dijalankan oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia dan didanai UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT).

    Program ini turut berkontribusi pada perumusan kebijakan dan pembangunan infrastruktur transportasi di kawasan Jabodetabek.

    Bekerja sama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), program ini melahirkan berbagai studi strategis terkait integrasi transportasi, elektrifikasi kendaraan umum, akses yang adil, serta pengelolaan transportasi berkelanjutan.

    Temuan-temuan ini menjadi dasar perencanaan nasional dan peraturan daerah, dengan dampak jangka panjang pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan kelayakan hidup kota.

    “Transformasi dari BPTJ ke DITM mencerminkan komitmen kami terhadap perencanaan mobilitas jangka panjang yang terintegrasi,” kata Suharto, Plt. Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda di Jakarta akhir pekan lalu.

    Mengacu pada hasil studi ITDP dan UK PACT, pihaknya biss merancang sistem transportasi yang inklusif dan tangguh di seluruh Indonesia dan salah satu pencapaian penting adalah pengembangan kerangka evaluasi untuk elektrifikasi TransJakarta.

    Rencana penggunaan armada listrik di 2030 disahkan melalui Keputusan Gubernur No. 1053/2022 dan akan menurunkan emisi karbon tahunan sebesar 204.340 ton CO₂, 58 ton PM2.5, dan 2.893 ton NOx.

    “Program ini menyusun strategi konkret untuk menciptakan kota-kota yang lebih ramah dan inklusif,” ujar Gonggomtua Sitanggang, Direktur ITDP Asia Tenggara.

    Program ini juga berkontribusi dalam pembenahan infrastruktur yang inklusif.

    Di kawasan Dukuh Atas, integrasi fisik yang disarankan oleh ITDP seperti reaktivasi Halte BRT Galunggung dan peningkatan akses ke LRT berhasil meningkatkan arus pejalan kaki di Terowongan Kendal hingga 30 persen.

    Upaya ini juga memperbaiki Tingkat Layanan Jalan (LOS) dari kategori C ke B.

    Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) kini melayani 100.000 pengguna setiap bulan sebagai penghubung utama antara LRT dan KRL.

    Di Halte TransJakarta Lebak Bulus, ITDP memfasilitasi uji coba halte inklusif bersama organisasi disabilitas (PERTUNI, GAUN), peneliti Universitas Indonesia, dan Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ).

    Di halte ini dipasang peta braille di 55 halte BRT, serta pemasangan peta braille di 144 halte lainnya. Standar inklusi ini kini diformalkan dalam Peraturan Gubernur No. 2/2024 yang memperbarui Standar Pelayanan Minimal (SPM) TransJakarta.

    “Transportasi umum yang inklusif adalah fondasi kota yang berkeadilan,” tutur Amanda McLoughlin, Direktur Pembangunan Internasional Inggris untuk Indonesia.

    Dirinya merasa bangga UK PACT dapat membantu Jakarta mempercepat transisi menuju mobilitas bersih yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

    Langkah selanjutnya adalah pengembangan Kawasan Emisi Kendaraan Rendah (Low Emission Zone) di Jakarta Pusat, yang diperkirakan mengurangi 37,6 ton PM2.5 dan 1.716 ton NOx per tahun, dengan dampak ekonomi senilai Rp37,9 miliar.

    Reformasi pengelolaan parkir berpotensi mengalihkan fungsi lahan menjadi 56.000 unit rumah baru serta menurunkan emisi 18 ton PM2.5 dan 150 ton NOx.

    Sementara itu, skema Electronic Road Pricing (ERP) diproyeksikan menghasilkan Rp250 miliar per tahun, mengurangi waktu tempuh hingga 30 persen, dan meningkatkan jumlah penumpang angkutan umum sebesar 20 persen.

     

  • Nahas, Pria di Kemayoran Jakpus jadi Korban Pembegalan Saat Berangkat Kerja Pagi Hari – Halaman all

    Nahas, Pria di Kemayoran Jakpus jadi Korban Pembegalan Saat Berangkat Kerja Pagi Hari – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang pria berinisial HY menjadi korban pembegalan saat melintas di kawasan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (2/5/2025) pagi.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 05.30 WIB.

    Peristiwa itu berlangsung di Jalan H. Benyamin Sueb, saat korban sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya.

    Ade Ary menyebut pelaku berjumlah tiga orang dan mengendarai sepeda motor saat melancarkan aksinya.

    “Awal kejadian pada hari Jumat tanggal 2 Mei saat korban melintas saat akan berangkat bekerja,” ujar Kombes Ade Ary dalam keterangannya, Minggu (4/5/2025).

    “Korban dipepet oleh pelaku yang berjumlah tiga orang menggunakan sepeda motor,” imbuhnya.

    Sejatinya, korban sempat mencoba menyelamatkan diri, namun malah dijatuhkan oleh pelaku.

    Para pelaku pun mengancam korban dengan senjata tajam agar menyerahkan kendaraannya,

    “Saat korban ingin melarikan diri, sepeda motornya ditendang sehingga korban jatuh dari kendaraannya. Setelah itu korban diancam untuk menyerahkan kendaraannya menggunakan senjata tajam,” ungkap Ade Ary.

    Setelah berhasil merampas motor korban, para pelaku langsung melarikan diri ke arah Ancol.

    Lebih lanjut, Mantan Kapolres Jakarta Selatan itu mengatakan kasus ini sedang ditangani oleh Polsek Kemayoran.

    “Kasus ini ditangani oleh Polsek Kemayoran dan pelaku masih dalam penyelidikan,” pungkas Ade Ary.

  • Pasangan Kekasih yang Tega Buang Bayi Diduga Hasil Hubungan Gelap di Jatinegara Ditangkap – Halaman all

    Pasangan Kekasih yang Tega Buang Bayi Diduga Hasil Hubungan Gelap di Jatinegara Ditangkap – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Warga Jatinegara Kaum RT 03/03, Pulogadung, Jakarta Timur digegerkan penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki pada Minggu (4/5/2025) pukul 03.28 WIB.

    Dari rekaman CCTV, bayi yang diketahui baru berusia 5 hari itu dibuang oleh pasangan kekasih.

    Kapolres Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan setelah adanya laporan masyarakat pihaknya langsung mencari keberadaan orang tua dari bayi malang itu.

    Hanya dalam waktu 1×24 jam, polisi berhasil mengamankan kedua pelaku.

    “Sudah ditangkap pelakunya,” ucap Kapolres saat dihubungi Senin (5/5/2025).

    Nicolas belum dapat menjelaskan identitas pelaku, kepolisian masih melakukan pendalaman termasuk status perkawinan orangtua korban.

    Sebanyak lima orang saksi yang mengetahui peristiwa sudah dimintai keterangannya di antaranya inisial J, S, YH, T, dan SN.

    Adapun kronologis kejadian menurut saksi sekitar pukul 03.28 WIB jendela rumahnya ada yang mengetuk dan tidak lama kemudian mendengar suara tangisan bayi di depan rumahnya.

    Saksi melihat ada seorang bayi laki-laki yang ditaruh di bale/depan rumahnya dengan diselimuti kain jarik.

    “Di sebelah bayi tersebut ada tas belanja warna kuning yang berisi kelengkapan bayi, selanjutnya saksi menghubungi Ketua RT bahwa ada bayi di depan rumah saksi,” imbuhnya.

    Saksi di TKP memberikan pertolongan pertama kepada bayi dengan cara memberikan susu, dan membersihkan badan bayi.

    “Setelah dicek oleh bidan setempat ada tanda bekas suntikan di lengan tangan kanan, dan ada bekas cap di kedua telapak kakinya dan di perkirakan usia bayi berumur sekitar 5 hari karena tali pusar sudah mengering,” papar Kombes Nicolas.

    Pada pukul 08.06 WIB, saksi melaporkan penemuan bayi tersebut ke Polsek Pulogadung.

    Adapun barang bukti yang diamankan sebuah tas belanjaan warna kuning yang berisi perlengkapan bayi yaitu baju bedong tiga buah, pempers dan susu SGM ukuran 900 ml serta kain jarik.

  • Donasi untuk Hewan Terlantar, Anggota DPRD Jakarta Menang Lelang Baju Eksklusif Bobby Kertanegara – Halaman all

    Donasi untuk Hewan Terlantar, Anggota DPRD Jakarta Menang Lelang Baju Eksklusif Bobby Kertanegara – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG – Acara Petfest 2025 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, pada 2–4 Mei 2025, menghadirkan momen istimewa di hari terakhirnya.

    Momen istimewa tersebut adalah kehadiran kucing Presiden Prabowo Subianto yang populer di media sosial, Bobby Kertanegara.

    Tak hanya sekadar menyapa para penggemarnya, Bobby juga ikut serta dalam aksi sosial penggalangan dana untuk membantu hewan-hewan jalanan yang terlantar.

    Salah satu kegiatan penggalangan dana tersebut adalah lelang dua baju eksklusif milik Bobby.

    Lelang ini dimenangkan oleh Francine Widjojo, seorang pegiat kesejahteraan hewan dari komunitas Jakarta Ramah Hewan.

    Francine juga merupakan anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    Francine berhasil memenangkan dua item lelang, yakni sebuah denim vest dan kemeja batik dengan bordir nama “Bobby Kertanegara”, dengan penawaran tertinggi senilai Rp12 juta melalui akun Instagram resmi Petfest.

    Lelang tersebut sebelumnya dibuka dengan harga awal hanya Rp50 ribu.

    Francine memang dikenal luas di kalangan pecinta hewan sebagai aktivis yang aktif membantu kucing jalanan.

    Ia menginisiasi sejumlah program seperti “Traktir Kucing Jalanan”, sterilisasi kucing gratis di wilayah Jakarta Selatan, serta program adopsi “Rescue Makmur Bahagia”.

    “Saya senang bisa ikut membantu Bobby menolong teman-teman anabulnya yang terlantar. Mudah-mudahan banyak yang tergerak hatinya untuk mengadopsi kucing jalanan. Semoga Jakarta dan Indonesia bisa menjadi tempat yang ramah bagi hewan,” ujar Francine, Minggu (4/5/2025).

    Dua baju lelang tersebut diserahkan langsung oleh Bobby di atas panggung utama Petfest 2025. Francine menerima dengan penuh antusias.

    Dikenal juga lewat keakrabannya dengan Yakult, seekor kucing putih yang ia selamatkan dari jalanan dan sempat viral di media sosial, Francine sempat ditanya apakah baju Bobby akan diberikan kepada Yakult.

    “Kayaknya mau saya bingkai. Ini edisi terbatas,” jawabnya sambil tertawa. 

     
     

     

  • Warga Jakarta Minta Pramono Tiru Dedi Mulyadi yang Kirim Siswa Nakal ke Barak: Tak Bahaya – Halaman all

    Warga Jakarta Minta Pramono Tiru Dedi Mulyadi yang Kirim Siswa Nakal ke Barak: Tak Bahaya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Sejumlah warga di Jakarta Timur (Jaktim) menyarankan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar meniru Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi yang membawa siswa bermasalah ke barak TNI guna dibina.

    Djana, salah satu warga Jaktim, menganggap pembinaan oleh militer selama setengah hingga satu tahun bisa memperbaiki perilaku para siswa nakal

    Djana (63) mendukung kebijakan karena menilai pembinaan militer yang dilakukan selama enam bulan hingga satu tahun tersebut dapat mengubah perilaku anak-anak menjadi lebih baik.

    “Itu memang bagus dilakukan, apalagi untuk anak yang suka tawuran, suka berantem itu wajib dididik sama TNI,” ujar Djana di Jatinegara, Jaktim, Sabtu, (3/5/2025), dikutip dari Tribun Jakarta.

    Dia mengatakan pembinaan itu tidak akan membahayakan para siswa karena programnya berbeda dengan pelatihan untuk tentara.

    Djana mengaku sudah bosan melihatnya banyak kasus tawuran yang melibatkan siswa

    “Harusnya ya kalau mau membina anak menjadi lebih baik Jakarta meniru program Dedi Mulyadi. Karena memang program itu bagus, kan enggak ada salahnya meniru hal yang bagus,” ujar Djana.

    Sepertin Djana, Ucok Siahaan (55), ingin program yang diluncurkan Dedi Mulyadi itu ditiru oleh Pramono Anung.

    “Kalau saya sangat setuju, itu untuk mengurangi kasus tawuran siswa dan pemuda. Walaupun mungkin ada yang enggak setuju tapi saya lihat lebih banyak sisi positifnya,” kata Siahaan.

    Dia menyebut anak-anak perlu dididik disiplin supaya tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

    Menurut dia, pembinaan secara militer bisa menjadi cara mengubah perilaku dan pola pikir anak, tanpa menghilangkan kewajiban anak sekolah untuk belajar.

    Herfianto (30), warga Jaktim lainnya, turut mendukung Pramono agar meniru kebijakan Dedi.

    Kata dia,  sanksi yang dijatuhkan oleh Pemprov DKI Jakarta belum mampu membuat jera para siswa nakal. Sanksi itu misalnya pencabutan KJP.

    “Kadang saya kasihan melihat orang tua dan guru yang dipanggil ke kantor polisi untuk mengurus anak-anak mereka yang tertangkap tawuran, tapi anaknya malah enggak jera,” kata Herfianto.

    “Kalau saya sih mengapresiasi program Pak Dedi Mulyadi. Mungkin bisa dijadikan contoh di Jakarta, maupun Gubernur di daerah lainnya. Karena sekarang tawuran ada di mana-mana,” katanya.

    Penolakan Pramono dan Kritik dari Komnas HAM

    Di sisi lain, Pramono menolak kebijakan pengiriman siswa nakal ke barak militer diterapkan di Jakarta.

    Dia tidak menjelaskannya dengan rinci. Menurut Pramono, dia dan Jakarta punya cara tersendiri.

    “Jakarta punya kebijakan tersendiri, terima kasih,” kata dia ketika ditemui di Balai Kota Jakarta, Jumat, (2/5/2025).

    Sementara itu, Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) tidak sapakat dengan kebijakan Dedi Mulyadi.

    Menurut Ketua Komnas HAM RI Atnike Nova Sigiro, pengiriman siswa nakal akan melanggar hak anak.

    Atnike pun memperingatkan bahwa mengirim siswa ke barak militer sebagai bentuk hukuman adalah bentuk penegakan hukum yang tidak sah, terlebih, jika dilakukan kepada anak-anak di bawah umur yang seharusnya mendapatkan perlindungan hukum.

    “Oh iya dong (keliru). Itu proses di luar hukum kalau tidak berdasarkan hukum pidana bagi anak di bawah umur,” katanya saat ditemui di Kantor Komnas HAM RI, Jakarta Pusat, Jumat (2/5/2025).

    Selain itu, TNI juga tidak mempunyai kewenangan untuk mendidik pelajar dalam bentuk ‘wajib militer’.

    “Itu bukan kewenangan TNI melakukan edukasi-edukasi civic education,” ujar Atnike. 

    Pelibatan TNI dalam kegiatan pendidikan hanya dapat dibenarkan jika bersifat mengenalkan profesi, seperti melalui kunjungan ke markas TNI atau lembaga publik lain.

    Namun, jika dilakukan dalam bentuk pendidikan militer, apalagi sebagai bentuk hukuman, hal itu keliru dan melanggar prinsip hak anak.

    “Pendidikan karier ke markas TNI, rumah sakit, atau tempat kerja itu boleh saja. Tapi kalau dalam bentuk pendidikan militer, itu mungkin tidak tepat,” katanya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Warga Minta Gubernur Pramono Tiru Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bermasalah ke Barak TNI: Gak Ada Salahnya
    Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir

    (Tribunnews/Febri/Rifqoh/Fersianus Waku/Tribun Jakarta/Bima Putra

  • Sekolah-sekolah di Jakarta Dilarang Minta Pungutan ke Siswa untuk Wisuda – Halaman all

    Sekolah-sekolah di Jakarta Dilarang Minta Pungutan ke Siswa untuk Wisuda – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jakarta melarang sekolah meminta pungutan ke siswa untuk kegiatan wisuda.

    Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 17/SE/2025 tentang Kegiatan Wisuda atau Pelepasan Peserta Didik pada Jenjang PAUD, SD/Paket A/SDLB, SMP/Paket B/SMPLB, SMA/Paket C/SMALB dan SMK.

    Pemerintah provinsi (Pemprov) Jakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jakarta juga mengimbau sekolah-sekolah dilarang mewajibkan kegiatan wisuda atau pelepasan peserta didik..

    “Kegiatan wisuda atau pelepasan peserta didik diutamakan di lingkungan satuan pendidikan, secara sederhana tanpa ada pungutan dan tidak diskriminasi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Jakarta Sarjoko melalui keterangan resminya, Senin (5/5/2025).

    “Satuan Pendidikan tidak menjadikan kegiatan wisuda atau pelepasan sebagai kegiatan yang bersifat wajib dan tidak boleh membebani orang tua/wali peserta didik,” lanjutnya.

    Dalam surat edaran tersebut, Kepala Suku Dinas Pendidikan di masing-masing wilayah juga diminta untuk melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan wisuda di sekolah-sekolah.

    “Lakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Kepala Bidang Persekolahan Dinas Pendidikan,” ucap Sarjoko.

    Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan, setiap bentuk pungutan yang dilakukan oleh sekolah-sekolah di Jakarta harus mendapatkan persetujuan dari Dinas Pendidikan.

    Pramono tidak mengizinkan pungutan dilakukan secara sepihak oleh sekolah, apalagi tanpa dasar yang jelas.

    “Pungutan-pungutan yang tidak atau belum mendapatkan persetujuan dari Dinas Pendidikan tentunya tidak akan kami izinkan,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota, Jumat (2/5/2025).

    Pramono memastikan, Pemprov Jakarta akan menegur sekolah yang melakukan pungutan di luar kesepakatan resmi bersama Disdik. 

    “Kalau ada yang melakukan pungutan di luar hal yang telah disepakati, kami secara resmi akan memberikan teguran kepada siapa pun yang melakukan itu,” ucap Pramono. (m27)

    Penulis: Yolanda Putri Dewanti

  • Car Free Day Jakarta Jadi Ajang Edukasi Ajak Generasi Muda Ikut Sebar Hewan Kurban Jelang Idul Adha – Halaman all

    Car Free Day Jakarta Jadi Ajang Edukasi Ajak Generasi Muda Ikut Sebar Hewan Kurban Jelang Idul Adha – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, yang diprediksi jatuh pada awal bulan Juni 2025, lembaga kemanusiaan global Human Initiative (HI) menggelar acara “Qurban Walk” di ajang Car Free Day (CFD), Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, pada Minggu (4/5/2025). 

    Kegiatan ini menjadi momentum peluncuran program Flash Sale Qurban 2025, bagian dari kampanye nasional bertajuk Sebar Qurban.

    Mengusung tema “Qurban Saling Menguatkan”, kampanye ini bertujuan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam ibadah qurban, dengan cara yang lebih mudah, terjangkau, dan berdampak luas.

    Melalui program Flash Sale, masyarakat dapat berqurban mulai dari harga Rp1.700.000. 

    Donasi tersebut akan disalurkan dalam bentuk daging qurban ke daerah pelosok di Indonesia maupun wilayah rentan di luar negeri yang selama ini jarang mendapatkan akses protein hewani.

    “Flash Sale ini adalah bagian dari strategi kami memperluas dampak kebaikan. Kami ingin memastikan siapa pun bisa berqurban, tanpa terbebani biaya. Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tapi juga menyampaikan rasa peduli kepada saudara-saudara kita yang jarang sekali mencicipi daging,” ujar Abdul Mughni, Leader Squad Qurban Human Initiative.

    Acara Qurban Walk juga diisi dengan talk show bertajuk “Qurban Nyaman, Ramah Lingkungan”, yang menyoroti pentingnya pengelolaan qurban yang berkelanjutan.

    Salah satu pembicara, Alfred Sitorus, Ketua Tim Kerja Car Free Day Indonesia, mengajak generasi muda turut berperan aktif dalam menciptakan ekosistem qurban yang bersih dan ramah lingkungan.

    “Anak-anak muda, Gen Z dan milenial jadi penggerak utama sebaran qurban saat ini. Mulai dari proses pengadaan hingga distribusi, semua bisa turut terlibat. Kami juga mendorong pemakaian tempat penyembelihan yang ramah lingkungan agar limbah, terutama plastik, bisa dikurangi,” jelas Alfred.

    Sementara itu, Reca Febrianti, relawan Human Initiative Indonesia Timur, menegaskan bahwa Flash Sale Qurban hadir untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

    “Banyak yang heran, ‘Kok bisa murah?’ Justru karena kami menyalurkannya ke wilayah-wilayah yang benar-benar membutuhkan. Program ini menghubungkan harga yang terjangkau dengan manfaat yang besar,” ujarnya.

    Melalui Qurban Walk dan program-program turunannya, Human Initiative berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menunaikan qurban sambil turut menciptakan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.

  • Penyebab Tawuran di Manggarai Jaksel Minggu Malam, Polisi: Warga Mancing Emosi – Halaman all

    Penyebab Tawuran di Manggarai Jaksel Minggu Malam, Polisi: Warga Mancing Emosi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, mengungkap penyebab tawuran di Manggarai, Jakarta Selatan, pada Minggu (4/5/2025) malam.

    Menurut dia, tawuran terjadi karena warga memancing emosi.

    “Memang ini tawuran antar warga rw 012 dan rw 04, kebetulan warga RW 012 mancing-mancing (emosi,-red) ke warga RW 04 sehingga warga 04 terpancing akhirnya yaudah terjadilah tawuran,” kata dia, pada Senin (5/5/2025).

    Menurut dia, tawuran itu membuat seorang warga mengalami luka back.

    “Ada korban satu kena bacok di bagian kepala dan sekarang sedang dirawat di RSCM,” ucapnya kepada wartawan, Senin (5/5/2025).

    Pihak kepolisian sudah melalukan tindakan cek TKP dan interogasi terhadap saksi-saksi yang ada.

    “Kita juga sudah buatkan visum, korban itu adalah mereka tawuran yang berada di sekitar itu.Intinya mereka jadi korban di situ,” tambahnya.

    Polisi mengimbau ketua lingkungan untuk mengingatkan warganya agar tidak lagi melakukan keributan dan saling berkordinasi antar warga.

    Murodih berujar pentingnya kesadaran bahwa tawuran tidak bermanfaat dan hanya menimbulkan korban kerugian masyarakat yang lewat jadi terganggu. 

    Sebelumnya, aksi tawuran tersebut viral di media sosial yang satu di antaranya diunggah akun instagram @wargajakarta.id.

    Dalam video yang diunggah, terlihat sejumlah warga yang didominasi anak muda saling serang di underpass dekat pintu kali Manggarai.

    Ledakan petasan juga terlihat saling ditembakkan dari dua kubu yang bertikai di kawasan tersebut.

    Bahkan, terlihat pula ada warga yang melempar benda menyerupai molotov hingga terbakar saat botol yang dilemparkan pecah.

    “Tawuran antar-kampung di Manggarai, lalu lintas lumpuh total. Lokasi 1: terowongan Manggarai, lokasi 2: jembatan tambak,” tulis akun tersebut seperti dikutip.

    Terkait itu, pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa bentrokan tersebut sekira pukul 20.00 WIB.

    “Jadi infonya jam 8 (malam). Jadi pas sampai sana anggota, udah gak ada (warga yang tawuran), udah bubar itu,” kata Kanit Reskrim Polsek Tebet AKP Suwarno saat dihubungi, Minggu malam.

    Dia mengatakan saat ini situasi sudah normal kembali. Namun, pihak kepolisian tetap berjaga di lokasi kejadian untuk memastikan tak ada insiden serupa.

    “Enggak ada (yang ditangkap), tapi anggota masih standby dari tadi di sana,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Suwarno menyebut jika arus lalu lintas juga sudah normal sehingga sudah tidak lumpuh lagi.