Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Cerita Pedagang Kue Cubit di TPU Tanah Kusir Saat Lebaran, Dagangan Laris, Sehari Dapat Rp 1 Juta – Halaman all

    Cerita Pedagang Kue Cubit di TPU Tanah Kusir Saat Lebaran, Dagangan Laris, Sehari Dapat Rp 1 Juta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Asep (44), seorang tukang kue cubit di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan bersyukur karena dagangan yang dia jajakan laris dibeli para peziarah.

    Dia mengaku mendapat keuntungan yang besar ketika berjualan saat momen lebaran.

    Bahkan, per harinya, Asep mengaku bisa mendapat uang Rp 1 juta.

    Berbeda seperti hari biasa, Asep yang mendorong gerobaknya berjualan di sekolah-sekolah hanya mendapat uang sekitar Rp 300-500 ribu.

    “Kalau lebaran ada lah (Rp 1 juta), tergantung bawa bahannya, kemarin kan bawanya 9 kilo. hari ini 7 kilo. kalau hari hari biasa bawanya paling 3 kg atau 4 kg kalau lagi masuk sekolah itu sama kampus,” kata Asep ketika ditemui, Selasa (1/4/2025).

    Asep terlihat tak berhenti mengaduk adonan di samping cetakan panggangannya sembari menata kue cubit yang sudah matang di etalase gerobaknya.

    Warga asli Garut, Jawa Barat ini menjual satu kotak yang berisi 10 kue cubit dengan harga Rp 20 ribu. 

    “Alhamdulillah yang penting dapur bisa ngebul,” ucapnya.

    Asep pun bercerita menggeluti pekerjaannya yang ditekuninya saat ini sejak 1997.

    Keahliannya jualan kue cubit diwariskan dari ayahnya yang saat ini sudah sepuh.

    Kue cubit yang dia buat juga nampak original.

    Sejak dijual ayahnya hingga saat ini, Asep memasaknya dengan menggunakan arang.

    “Iya kan saya cuma sekolah sampai SMP aja, enggak lanjut. Jadi kepikirannya ya udah nerusin usaha bapak aja, udah tua juga,” katanya.

    Tanpa mengeluh, Asep pun melayani setiap pembeli yang datang dengan berbagai permintaan.

    Hal ini dilakukan untuk menghidupi keluarganya yang tinggal di Garut.

    “Ya mau gimana, alhamdulillah buat sekolah anak juga. Ini dia lagi libur sekolahnya. Anak masih SMK jurusannya DKV (Desain Komunikasi Visual)” tuturnya.

    Lebih lanjut, selama berjualan, Asep tak hanya mendapatkan hal-hal baik. 

    Kisah susah juga sudah dia lewati khususnya soal adanya pungutan liar yang diminta anggota organisasi masyarakat. 

    “Kalau jualan di sini (TPU Tanah Kusir) sih enggak bayar. Cuma retribusi untuk kebersihan aja, itu juga seikhlasnya,” ungkapnya.

    Dia pun mengatakan akan terus berjualan di TPU Tanah Kusir sampai masa liburan lebaran selesai.

  • Libur Lebaran, Cerita Warga Bogor Ajak Anak Liburan ke Ancol – Halaman all

    Libur Lebaran, Cerita Warga Bogor Ajak Anak Liburan ke Ancol – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anton (42), merupakan satu di antara masyarakat yang menghabiskan waktu liburan di kawasan wisata Ancol, Jakarta Utara, Selasa (1/4/2025) atau H+1 Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah.

    Warga Bogor itu tampak memboyong istri dan anak-anaknya untuk berlibur.

    Maklum saja, kata Anton, libur sekolah anak-anaknya masih cukup panjang.

    Apalagi dia mengatakan, usahanya dalam bidang produksi sepatu rumahan juga tengah libur dalam rangka Hari Raya Idul Fitri.

    Pria yang saat ditemui mengenakan kaus warna abu-abu itu menyebut, sekitar tujuh orang karyawannya juga diliburkan.

    “Saya produksi sepatu, home industry, UMKM ya. Kebetulan sedang libur lebaran,” kata Anton, kepada Tribunnews.com, pada Selasa.

    “Usaha rumahan, di Bogor, di Ciomas. Biasanya sepekan dua kali, cari bahan di Mangga Dua. Kali ini mampir ajak anak ke Ancol,” tambahnya.

    Anton kemudian mengatakan, hari ini di Jakarta, dia sedang melakukan aktivitas silaturahmi ke rumah-rumah saudara dan kerabatnya.

    Ia mengakui aktivitas itu belum selesai. Ada kediaman beberapa keluarga dan kawannya yang belum disambangi.

    Namun, katanya, di sela-sela kegiatan lebaran itu, secara mendadak dia menyempatkan mengajak keluarganya ke Ancol.

    “Tinggal di Bogor. Dadakan ke sini, liburan anak-anak masih panjang,” ucapnya.

    Anton akan mengajak istri dan anak-anaknya mengunjungi beberapa destinasi yang terdapat di kawasan wisata Ancol.

    “Setelah ini mau ke SeaWorld, terus pantai,” kata Anton.

    Dalam menyempatkan liburan secara mendadak ini, dia menuturkan, tidak melakukan persiapan apapun.

    Adapun kata Anton, keluarganya hanya membawa makanan dan minuman untuk disantap di sela-sela waktu berwisata di Ancol.

    “Bawa makanan, minuman aja,” imbuhnya.

    Sebelumnya, keramaian tampak terjadi di kawasan wisata Ancol, Jakarta Utara, pada Selasa (1/4/2025) atau H+1 Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah.

    Pantauan Tribunnews.com sekira pukul 12.30 WIB, tampak antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat di Gerbang Timur pintu masuk ke kawasan Ancol.

    Antrean yang mengular didominasi mobil. Lima loket yang dibuka untuk akses masuk kendaraan roda empat sempat ditambah menjadi enam loket.

    Sedangkan, dua loket dibuka untuk wisatawan yang menggunakan motor. Antrean kendaraan roda dua itu berada di sisi paling kiri dari Gerbang Timur.

    Selanjutnya, arus lalu lintas yang cukup padat juga berlangsung di dalam kawasan wisata Ancol.

    Hampir di setiap destinasi di kawasan Ancol ramai pengunjung. Terutama pantai, Dufan, dan SeaWorld.

    Selain itu, hujan mulai turun di kawasan wisata Ancol pada pukul 11.21 WIB dengan intensitas sedang, kemudian semakin deras pada pukul 11.48 WIB. 

    Di gerbang timur, para pengunjung tampak bergegas mencari tempat berteduh, seperti halte dan sejumlah bangunan lainnya.

    PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mencatat sebanyak 30.600 pengunjung telah mengunjungi kawasan wisata Ancol, Jakarta Utara, pada Selasa ini.

    “Update pengunjung Lebaran (1 April 2025) Update pukul 12.00 WIB: 30.600,” kata Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, kepada Tribunnews.com, Selasa (1/4/2025).

    Ia menargetkan jumlah pengunjung kawasan wisata Ancol selama libur Lebaran tahun ini mencapai total 660 ribu orang.

    “Target pengunjung selama libur Lebaran (31 Maret sampai dengan 13 April 2025) sebanyak 660 ribu orang,” ucapnya.

    Selanjutnya, Daniel mengingatkan para pengunjung agar tidak berenang di pantai selama hujan deras berlangsung. 

    Life guard atau penjaga pantai akan terus mengimbau pengunjung untuk menjaga keselamatan.

    “Life guard selalu mengimbau kepada pengunjung setiap saat,” ucap Daniel.

    Ia juga meminta para orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka selama berada di kawasan wisata.

    Menurutnya, terdapat beberapa titik wisata di Ancol yang tetap dapat dikunjungi saat hujan, seperti SeaWorld, Ocean Dream Samudra, dan Birdland.

    “Di sana karena indoor atau ruang tertutup, jadi banyak sekali wahana yang bisa dinikmati di cuaca seperti ini,” tuturnya.

  • Soal Adanya Pendatang Baru di Jakarta usai Lebaran, Pramono Anung Sebut yang Penting Punya Identitas – Halaman all

    Soal Adanya Pendatang Baru di Jakarta usai Lebaran, Pramono Anung Sebut yang Penting Punya Identitas – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Gubernur Jakarta, Pramono Anung buka suara soal kemungkinan adanya pendatang baru di Jakarta setelah Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 2025 ini.

    Pramono mengaku, baik dirinya maupun wakilnya Rano Karno atau Bang Doel tak masalah soal adanya pendatang baru di Jakarta yang mayoritasnya datang untuk mencari lapangan pekerjaan ini.

    Terlebih Pramono juga menyadari bahwa di beberapa daerah diluar Jakarta, banyak perusahaan-perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran.

    Sehingga Pramono memastikan bahwa Jakarta akan mempersiapkan diri untuk menerima para pendatang baru ini.

    “Jadi ini memang problem yang pasti akan dihadapi Jakarta dalam kondisi yang seperti ini,”

    “Tanpa menutup mata kan beberapa daerah melakukan PHK dan sebagainya. Untuk itu Jakarta pasti mempersiapkan diri,” kata Pramono dilansir Kompas TV, Selasa (1/4/2025).

    Lebih lanjut Pramono juga menyebut ia sudah berdiskusi dengan Bang Doel untuk tidak melakukan Operasi Yustisi kependudukan.

    Pramono hanya menegaskan, siapapun yang datang ke Jakarta harus memiliki identitas.

    Karena nantinya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta akan melakukan pengecekan administrasi.

    Kemudian bagi yang ingin bekerja di Jakarta, Pramono pun mempersilahkan.

    Asalkan mereka memiliki skill dan mau belajar mengasah skill mereka melalui pelatihan kerja yang ada.

    “Saya dang Bang Doel, kami sudah berdiskusi, kami tidak akan melakukan Operasi Yustisi. Yang kita lakukan lebih kepada kemanusiaan.”

    “Siapapun yang datang ke Jakarta harus ada identitasnya, Dukcapil akan mengecek itu, administrasinya dicek. Kalau dia mau cari kerja di Jakarta, monggo, silahkan.”

    “Asal dia mau ikut pelatihan dan paling penting punya identitas, kalau tidak punya identitas, enggak (tidak boleh ke Jakarta),” jelas Pramono.

    Pendatang Baru Jangan Jadi Beban

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Khoirudin, menegaskan bahwa pendatang yang ingin beradu nasib di Jakarta pasca-Lebaran 2025 harus membawa keterampilan yang mumpuni.

    Ia mengingatkan agar para pendatang tidak hanya bergantung pada kerabat atau sanak saudara, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja di Jakarta.

    “Pendatang yang masuk ke Jakarta harus punya keterampilan. Jangan sampai mereka hanya bergantung pada keluarga atau teman, tapi tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan di kota ini,” kata Khoirudin dalam keterangan yang diterima.

    Menurutnya, keterampilan adalah syarat utama bagi para pendatang agar dapat bertahan hidup dan bersaing di ibu kota yang kompetitif.

    Jakarta memiliki pasar kerja yang besar, namun persaingannya juga sangat ketat, sehingga keterampilan menjadi faktor penentu dalam meraih kesempatan kerja.

    “Jika tidak memiliki keterampilan, pendatang baru bisa menjadi beban bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Jakarta adalah kota yang penuh peluang, tetapi hanya mereka yang punya skill yang dapat meraihnya,” tegas Khoirudin.

    Khoirudin juga menyampaikan bahwa Jakarta sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin mencoba peruntungan, asalkan mereka datang dengan bekal keterampilan yang cukup. 

    Untuk diketahui, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jakarta memprediksi adanya sekitar 10.000 hingga 15.000 pendatang yang masuk ke Jakarta setelah Lebaran 2025.

    Kepala Disdukcapil Jakarta, Budi Awalludin, menyatakan bahwa jumlah ini mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

     “Jumlah pendatang ke Jakarta untuk tahun 2025 diprediksi sekitar 10.000 sampai dengan 15.000 jiwa,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Minggu (23/3/2025).

    Berdasarkan data Disdukcapil, arus pendatang ke Jakarta dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan. Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 25.931 pendatang, sedangkan pada tahun 2024 jumlahnya turun menjadi 16.207 orang.

    (Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/ Glery Lazuardi)

    Baca berita lainnya terkait Mudik Lebaran 2025.

  • Dodi dan Ilik, Perawat Makam di TPU Tanah Kusir Berbagi Kisah Gaib yang Tak Terhitung – Halaman all

    Dodi dan Ilik, Perawat Makam di TPU Tanah Kusir Berbagi Kisah Gaib yang Tak Terhitung – Halaman all

    TRIBUNNEWS, JAKARTA – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, yang dikenal sebagai peristirahatan terakhir bagi banyak tokoh penting dan beragam masyarakat Indonesia, ternyata menyimpan kisah-kisah misteri yang tak terhitung jumlahnya.

    Di balik ketenangan dan kehijauan pepohonan, dua perawat makam, Dodi (51) dan Ilik (48), berbagi pengalaman gaib yang mereka alami selama bertahun-tahun merawat tempat ini.

    “Banyak, namanya dimakam kuburan itu pasti ada. Tapi nggak bisa dipastiin bentuknya (roh halus). Nggak menentu,” ungkap Dodi, yang telah menghabiskan 10 tahun menjaga makam Tanah Kusir. 

    Dodi dan Ilik mengaku telah menyaksikan penampakan roh halus dalam berbagai rupa, bukan hanya sosok-sosok seram yang lazim dikenal, seperti kuntilanak, pocong, atau genderuwo.

    “Bentuknya macem-macem. Ada hewan kayak kambing, ada kayak kucing, harimau, jalan-jalan di kuburan, pas di samperin gaada apa apa,” tutur Dodi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (1/4/2025).

    Meski terbiasa dengan hal mistis, bukan berarti mereka kebal melihat roh halus. 

    “Kalau lagi menghayal, lagi merenung nampak tuh,” cerita Dodi.

    Namun, keduanya mengaku tidak lagi merasa takut.

    “Udah nggak aneh lagi kita mah. Kalau malam di sini terang semua. Jadi yang jaga malam juga ada. 24 jam,” ucap Ilik.

    “Nggak ada takutnya di sini, anak-anak saya. Ini kalau ada takutnya, jam berapa aja nggak ada takutnya,” tambah Dodi.

    Bahkan mereka mengaku jika lelah dan mengantuk, mereka akan beristirahat di area makam.

    “Ya kalau ngantuk, tidur siang di sini juga. Tidur-tidur aja. Tidur siang malem kalau capek ya tidur aja di sini,” ujar Dodi.

    Selain penampakan, kesurupan menjadi fenomena yang sering terjadi di TPU Tanah Kusir. 

    Dodi mengaku sering membantu menyembuhkan orang-orang yang mengalami kesurupan di area pemakaman tersebut.

    “Ada juga yang kesurupan banyak. Kesurupan roh-roh sini gitu. Kalau orang kesurupan, aku yang ngobatin. Jadi aku tanya, kamu dari mana asalnya (roh halus)? Sekarang lagi dimana nongkrongnya? Dibilangin sama dia gua nongkrong dari pohon itu, asal gua di mana gitu, udah dibuang dari mana-mana, ada yang ngaku pernah dijahatin,” ungkapnya.

    Meski tidak setiap hari, menurut Dodi, kejadian kesurupan sering terjadi.

    “Ya, tiap hari mah enggak. Tapi banyak,” ujarnya.

    Meskipun kisah-kisah mistis ini mungkin terdengar menyeramkan bagi sebagian orang, bagi Dodi dan Ilik, hal itu sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. 

    Mereka telah belajar untuk hidup berdampingan dengan hal-hal gaib sehingga mampu berdedikasi menjaga TPU Tanah Kusir.(Grace Sanny Vania)

  • Kisah Tukang Bersih Makam di TPU Karet Bivak Jakarta, Mengais Rezeki di Antara Nisan – Halaman all

    Kisah Tukang Bersih Makam di TPU Karet Bivak Jakarta, Mengais Rezeki di Antara Nisan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lebaran merupakan momen bagi warga untuk berbondong-bondong berziarah ke tempat pemakaman umum (TPU).

    Seperti di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Pasar Baru Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat atau TPU Karet Bivak, ratusan peziarah tampak memadati area pemakaman pada Selasa (1/4/2025) untuk berdoa dan membersihkan makam keluarga.

    Di tengah keramaian peziarah, seorang pria paruh baya terlihat duduk di samping makam.

    Mengenakan celana pendek, baju kusam, serta topi bucket hitam, dia membawa sapu lidi dan gunting rumput.

    Dialah Dadang (50), seorang tukang bersih makam yang telah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade di TPU Karet Bivak.

    “Ya, sekarang enggak begitu ramai lah (peziarah),” kata Dadang saat ditemui.

    Dadang berasal dari Karawang, Jawa Barat.

    Dalam seminggu, ia mengaku jarang pulang ke kampung halamannya karena pekerjaannya di TPU Karet Bivak.

    “Paling kita, kalau ini kan dari sini dari kampung misalnya di sini pulang Minggu, ya ntar hari Kamis, ke sini lagi,” ujarnya.

    Dulu, selain membersihkan makam, Dadang juga merangkap sebagai tukang gali kubur.

    Namun, kini penggalian makam telah dikelola pemerintah daerah.

    “Kalau kita khusus ngerawat, kita. Dulu emang kita sering gali. Cuma sekarang kan dikelolanya sama Pemda,” ucapnya.

    Sehari-hari, Dadang tidur di sekitar area pemakaman.

    Jarak yang cukup jauh antara Jakarta dan Karawang membuatnya jarang pulang.

    Dia pun mengaku tidak memiliki mess sebagai tempat tinggal.

    “Iya, (tiduran) samping kuburan kayak gini,” ungkapnya.

    Meski tidur di dekat makam, Dadang mengaku tidak pernah mengalami gangguan.

    Namun, dia mengakui bahwa hujan kerap menjadi kendala bagi dirinya dan pekerja lain yang tinggal di sana.

    “Ya, kalau kita hujan, ya, pada pindah ke kantor, samping kantor, lah, gitu. Berteduh dulu. Mana saja yang penting kita nyelamatin diri, enggak kebasahan,” tuturnya.

    Dadang telah menjalani profesi ini sejak tahun 1991.

    Kini, dia telah berkeluarga dan memiliki anak, sehingga tanggung jawabnya semakin besar.

    Dengan penghasilan yang tidak menentu, dia berusaha mencukupi kebutuhan keluarganya.

    “Kadang-kadang cukup, kadang-kadang nggak. Ya, tergantung kita dapat penghasilan di sini, kan,” tuturnya.

    Pendapatannya bergantung pada kebaikan hati keluarga pemilik makam.

    Namun, tidak semua orang mau memberikan uang secara sukarela.

    “Biasanya, kan kita tergantung orangnya. Iya, kan? Ada yang pelit, ada yang baik. Pelit lah. Ada yang hitungan, ada yang enggak hitungan,” ungkapnya.

     

  • Tukang Kembang di TPU Tanah Kusir: Cuan Naik 100 Persen, Senang Banyak Peziarah saat Momen Lebaran – Halaman all

    Tukang Kembang di TPU Tanah Kusir: Cuan Naik 100 Persen, Senang Banyak Peziarah saat Momen Lebaran – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Momen lebaran menjadi hari bahagia bagi semua orang khususnya umat muslim. 

    Hal ini juga diceritakan seorang tukang kembang di depan TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan bernama Ahmad Fauzi (35) yang ikut senang karena omzet penjualan meningkat. 

    Menurut Fauzi selama berjualan kembang sejak 2013 lalu, keuntungan besar selalu di dapat saat masyarakat melalukan tradisi ziarah kubur. 

    “Lebaran ini ada kenaikan omzet. Kenaikannya kira-kira sampai 100 persen dibandingin kalau jualan hari-hari biasa,” kata Fauzi saat ditemui di tokonya, Selasa (1/4/2025). 

    Dia bercerita biasanya favorit kembang yang akan dibeli para peziarah ini yakni bunga mawar tabur, sedap malam hingga bunga tangkai. 

    Fauzi menyebut untuk bunga tabur, dia membelinya dari wilayah Parung, Bogor Jawa Barat dengan satu kantong besar seharga Rp100 ribu. 

    Sementara, Fauzi mengatakan satu plastik besar itu bisa membagi lagi ke plastik yang lebih kecil hingga 10 kantong. 

    “Biasanya dijual lagi harga Rp30 ribu sampai Rp35 ribu,” tuturnya. 

    Adapun momen lebaran ini Fauzi manfaatkan terus untuk menyetok ketersediaan kembangnya karena peziarah terus berdatangan hingga masa libur lebaran usai. 

    “Kita patokannya di hari kerja kalau masuk itu udah selesai berati (masa ziarah),” jelasnya. 

  • Libur Lebaran, Cerita Warga Bogor Ajak Anak Liburan ke Ancol – Halaman all

    Daftar Harga Tiket Masuk Ancol,  Kawasan Wisata Jakarta yang Dipadati Pengunjung Pada H+1 Lebaran – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keramaian tampak terjadi di kawasan wisata Ancol, Jakarta Utara, pada Selasa (1/4/2025) atau H+1 Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah.

    Sejumlah masyarakat memilih untuk menghabiskan waktu libur Lebaran 2025 ke Ancol.

    Berikut harga Tiket dan Jam Operasional Ancol Selama Libur Lebaran 2025

    Harga Tiket:

    Tiket masuk Ancol: Mulai Rp 35.000
    Tiket masuk Dufan: Mulai Rp 400.000 (bonus Tomoro Coffee)
    Tiket masuk SeaWorld: Mulai Rp 175.000
    Tiket masuk Atlantis Water Adventures: Mulai Rp 150.000
    Tiket masuk Samudra: Mulai Rp 150.000
    Tiket masuk Jakarta Bird Land: Mulai Rp 100.000

    Jam Operasional:

    Ancol Taman Impian: 05.00 WIB – 23.00 WIB
    Dufan (Dunia Fantasi): 10.00 WIB – 20.00 WIB
    SeaWorld: 09.00 WIB – 18.00 WIB
    Samudra: 09.00 WIB – 18.00 WIB
    Atlantis Water Adventures: 08.00 WIB – 18.00 WIB
    Jakarta Bird Land: 09.00 WIB – 18.00 WIB

    Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, mengatakan sebanyak 30.600 pengunjung telah mengunjungi kawasan wisata Ancol, Jakarta Utara, pada Selasa ini.

    Ia kemudian menyebut, ada beberapa destinasi favorit masyarakat, di antaranya Pantai Ancol, Dufan, dan SeaWorld.

    “(Destinasi di kawasan Ancol yang paling banyak dikunjungi wisatawan) pantai, Dufan, dan SeaWorld karena indoor,” kata Daniel, kepada Tribunnews.com, Selasa (1/4/2025).

    Untuk mengantisipasi keramaian yang berlangsung, Daniel mengatakan, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk memberlakukan sentral parking, dimana para pengunjung yang membawa kendaraan akan langsung diarahkan menuju ke kantong-kantong parkir yang telah disediakan.

    Dari kantong parkir, selanjutnya para pengunjung dapat menggunakan shuttle bus untuk menuju ke destinasi yang hendak mereka tuju.

    Daniel mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 86 unit shuttle bus untuk para wisatawan yang hendak berlibur di Ancol.

    “Kami sudah sediakan shuttle bus untuk menuju ke destinasi-destinasi wisata tersebut. Jadi Ini untuk kenyamanan dan keamanan para pengunjung sekalian. Ancol Taman Impian telah menyiapkan shuttle bus kurang lebih 86 unit,” tuturnya.

  • Ziarah ke TPU Tanah Kusir Jadi Momen Warga Lepas Rindu ke Orang Tua Hingga Refleksi Akan Kematian – Halaman all

    Ziarah ke TPU Tanah Kusir Jadi Momen Warga Lepas Rindu ke Orang Tua Hingga Refleksi Akan Kematian – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Masyarakat memanfaatkan momen Lebaran untuk berziarah ke makam sanak keluarga yang telah kembali ke pangkuan Illahi terlebih dahulu.

    Salah satunya Mila Karmila (42), warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang melakukan ziarah kubur ke makam kedua orang tuanya di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada hari kedua lebaran.

    Rasa rindu yang tak tertahan kepada mendiang orang tuanya diceritakan Mila.

    Sang ayah sudah dipanggil sang Illahi sejak 2000.

    “Ziarah ke makam papah sama mamah, kebetulan makamnya disatuin sih, jadi bapak kan meninggal tahun 2000, kalau mamah meninggal 2017, jadi disatukan,” kata Mila saat ditemui, Selasa (1/4/2025).

    Kesedihan tak bisa dibendung Mila saat mengenang kedua orang tuanya yang telah tiada.

    Bahkan, beberapa kali Mila terlihat menyeka matanya karena air matanya hendak jatuh di pipi saat mendoakan pusara kedua orang tuanya tersebut.

    “Kalau kangen, rindu itu sudah pasti, kalau kangen mah bisa setiap saat datang, tapi kan momen-momen di hari istimewa itu kan untuk menjadi refleksi diri kita apa sih yang sudah kita lakukan di hari yang fitri ini,” ucapnya.

    Selain itu, Mila menyebut kegiatan ziarah ini juga menjadi momen untuk dirinya dekat dengan sang khalik karena bisa mengingat kematian.

    “Ya mengingatkan, kita itu akan pulang. Jadi suatu saat dipanggil ya kita siap (atas kematian) dan apa sih yang sudah kita lakukan di dunia ini,” tuturnya.

    Sementara itu, sepasang suami istri dari Tangerang bernama Adi (42) dan Selvi (50) juga menyempatkan diri datang ke TPU Tanah Kusir untuk berziarah kubur.

    Dia menyebut alasan baru melakukan ziarah kubur di hari kedua lebaran karena mendahulukan silaturahmi dengan kerabat yang masih hidup.

    “Kenapa baru saat ini, karena dari orang tua saya dulu baru kemudian, kami tinggal di Tangerang, makanya (silaturahmi) selesaikan dulu di Tangerang yang masih hidup,” ucap Adi.

    Dia mengatakan sejatinya, ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja. 

    Namun, Adi menganggap momen Hari Raya Idul Fitri menjadi momen sakral dan menjadi tradisi untuk berziarah.

    “Doa mah setiap hari, yang kedua kita jadi mengingat dari nol dan akan kembali ke nol. Istilah kata kita akan sadar kita akan kembali ke sana,” ungkapnya.

     

  • Keluarga Soleh Darmawan Korban TPPO di Kamboja Berharap Bantuan Pemerintah – Halaman all

    Keluarga Soleh Darmawan Korban TPPO di Kamboja Berharap Bantuan Pemerintah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kematian tragis Soleh Darmawan (24), pemuda asal Kota Bekasi, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga. 

    Diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, Soleh meninggal dunia dalam kondisi yang mencurigakan setelah bekerja sebagai operator judi online (judol).

    Ateng, paman korban, mengungkapkan pihak keluarga masih terpukul dan pasrah dengan keadaan.

    Keterbatasan pengetahuan mengenai hukum membuat mereka belum mampu memperjuangkan keadilan atas kematian Soleh.

    “Kalau untuk keadilan, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena keadaan dari keluarga kami ya, belum paham arti keadilan dan prosesnya seperti apa,” ujar Ateng, Selasa (1/4/2025).

    Meski begitu, Ateng berharap ada bantuan dari pemerintah maupun lembaga terkait agar keluarganya bisa memperjuangkan keadilan bagi Soleh.

    Menurutnya, negara seharusnya mengambil tindakan serius dalam mengusut kasus ini.

    “Ya kami hanya pasrah. Dan mungkin nanti dari lembaga lain atau dari pemerintah. Terutama saya berharap pemerintah ini harus bergerak,” tambahnya.

    Ateng menegaskan bahwa kematian keponakannya ini seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah untuk lebih serius mengusut kasus TPPO yang berkedok rekrutmen kerja di luar negeri.

    “Artinya negara perlu mengusut. Jangan sampai warga kita, warga negara Indonesia ini, menjadi korban di negara lain. Seenaknya saja negara luar bisa begini,” ungkapnya.

    Kasus TPPO yang melibatkan anak muda Indonesia dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri semakin marak terjadi.

    Banyak dari mereka yang akhirnya terjebak dalam pekerjaan ilegal atau menjadi korban eksploitasi.

    Keluarga masih dihantui banyak pertanyaan.

    Soleh berangkat ke Kamboja dalam keadaan sehat, namun akhirnya kembali dalam peti jenazah.

    Yang semakin memperkuat kecurigaan keluarga adalah adanya luka di bagian perut, tepatnya di sekitar posisi ginjal.

    “Tapi kalau dari kematian almarhum ini, saya mencurigainya. Dia sehat saat berangkat dari rumah. Sampai di sana cuma 4 hari dia sehat. Selanjutnya sakit sampai akhirnya meninggal,” kata Ateng.

    Hal ini memunculkan dugaan bahwa Soleh tidak hanya menjadi korban TPPO, tetapi juga perdagangan organ.

    Praktik ilegal ini telah menjadi ancaman bagi para pekerja migran yang terjebak dalam situasi berbahaya di luar negeri.

    Soleh diketahui bekerja sebagai operator judi online di Kamboja.

    Dia meninggal dunia pada 3 Maret 2025 setelah kurang lebih dua pekan di luar negeri.

    Keluarga, dibantu teman-temannya, berupaya mencari tahu keberadaannya hingga akhirnya mendapatkan kepastian mengenai nasib tragis Soleh.

    Jenazah Soleh akhirnya dipulangkan ke Indonesia dengan bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja pada 15 Maret 2025.

    Tuntutan Keadilan dan Langkah Pemerintah

    Kasus seperti ini bukan yang pertama terjadi, dan bisa saja terus berulang jika pemerintah tidak mengambil langkah serius dalam memberantas TPPO.

    Penegakan hukum yang lebih ketat terhadap sindikat perdagangan manusia, serta peningkatan edukasi bagi masyarakat mengenai bahaya rekrutmen kerja ilegal, sangat diperlukan.

    Keluarga Soleh berharap tragedi ini dapat menjadi pelajaran dan peringatan bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

    Mereka meminta pemerintah untuk bertindak tegas dan membawa pelaku keadilan agar korban TPPO seperti Soleh mendapatkan keadilan yang layak. (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

  • TPU Tanah Kusir Ramai Dikunjungi Peziarah H+1 Lebaran, Lalin Macet Sampai ke Komplek Pemakaman – Halaman all

    TPU Tanah Kusir Ramai Dikunjungi Peziarah H+1 Lebaran, Lalin Macet Sampai ke Komplek Pemakaman – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lebaran menjadi momen warga melakukan ziarah kubur untuk mendoakan sanak keluarganya yang sudah meninggal dunia.

    Satu di antaranya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan. 

    Pada H+1 lebaran atau Selasa (1/4/2025), para peziarah masih ramai berdatangan.

    Pantauan Tribunnews.com, banyaknya peziarah yang datang berimbas kepada arus lalu lintas menuju TPU Tanah Kusir padat sehingga terjadi kemacetan beberapa ratus meter dari kedua arah jalan depan TPU.

    Bahkan, terlihat kemacetan juga nampak hingga di dalam komplek pemakaman yang memiliki jalan hanya untuk dua mobil saja.

    Kendaraan peziarah harus saling bergantian keluar dan masuk kawasan TPU Tanah Kusir tersebut.

    Di sisi lain, lantunan doa juga terus diucapkan para peziarah yang mendatangi makam keluarganya. 

    Meski diguyur gerimis, para warga tetap melalukan ziarah kubur dengan menggunakan payung.

    “Ya ini jadi momen dan tradisi juga. Ini saya ziarah ke makam ibu. Sekalian mendoakan juga,” kata Asep (43) saat ditemui di TPU Tanah Kusir.

    Menurutnya, momen ziarah kubur ini juga menjadi pengingat kepada diri sendiri bahwa kematian seseorang itu nyata.

    “Ini ziarah kan juga buat pengingat buat diri kita, pasti kan kita akan menyusul juga nanti,” ucapnya.

    Sebelumnya, Pemerintah resmi menetapkan hari raya Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah atau Lebaran 2025 jatuh pada 31 Maret 2025. 

    Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan penetapan ini diputuskan berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).

    Dipimpin langsung oleh Nasaruddin, sidang isbat dihadiri pimpinan Komisi VIII DPR, pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Dirjen Bimas Islam dan perwakilan ormas Islam lainnya. 

    Penetapan dilakukan setelah para peserta sidang isbat mendengarkan pemaparan hasil pemantauan hilal.