Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Kebun Binatang Ragunan Jadi Primadona, Capai 71 Ribu Pengunjung pada Hari Ketiga Libur Lebaran 2025 – Halaman all

    Kebun Binatang Ragunan Jadi Primadona, Capai 71 Ribu Pengunjung pada Hari Ketiga Libur Lebaran 2025 – Halaman all

    Kebun Binatang Ragunan tetap menjadi primadona tempat wisata untuk warga Jakarta dan sekitarnya.

    Tayang: Rabu, 2 April 2025 15:02 WIB

    Tribunnews.com/Rahmat Fajar Nugraha

    RAGUNAN – Kebun Binatang Ragunan tetap menjadi primadona tempat wisata untuk warga Jakarta dan sekitarnya. Pada hari ketiga libur lebaran, Rabu (2/4/2025), tercatat Taman Margasatwa Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan dipadati oleh 71 ribu pengunjung. 

    Kebun Binatang Ragunan Jadi Primadona, Capai 71 Ribu Pengunjung pada Hari Ketiga Libur Lebaran 2025

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kebun Binatang Ragunan tetap menjadi primadona tempat wisata untuk warga Jakarta dan sekitarnya.

    Pada hari ketiga libur lebaran, Rabu (2/4/2025), tercatat Taman Margasatwa Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan dipadati oleh 71 ribu pengunjung. Data tersebut terangkum sejak buka pukul 06:00 WIB hingga 13:00 WIB.

    “Tadi secara keseluruhan cukup banyak ya, 71 ribu pengunjungnya. Dan ini sangat berbeda dengan kondisi kemarin [Selasa], kemarin sekitar 67 ribu pengunjung. Jadi ini sudah melewati jumlah pengunjung kemarin,” ucap Humas Taman Margasatwa Ragunan, Bambang Wahyudi, saat dijumpai Tribunnews.com di Pusat Informasi.

    LIBUR LEBARAN – Pengunjung memadati kawasan Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (1/4/2025). Pengelola Taman Margasatwa Ragunan mencatat pada libur hari pertama Idul Fitri 1446 H Selasa (1/4) hingga pukul 13.00 WIB jumlah pengunjung mencapai 48.500 orang. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

    Bambang memprediksi jumlah pengunjung hari ini akan terus bertambah. Menurut dia, puncak pengunjung Ragunan diperkirakan bisa menyentuh angka 100 ribu hingga nanti waktu tutup pukul 16.00 WIB.

    “Memang kemarin kami sudah sampaikan bahwa hari ini ada kemungkinan menjadi puncak jumlah pengunjung tertinggi yang kemungkinan besar akan bisa mencapai 100 ribuan. Dan ini sudah terbukti pada siang hari ini pengunjung sudah mencapai 71 ribu dan betul-betul waktu kita masih cukup panjang, sekitar jam 16:00 masih kita melayani para pengunjung yang tertentu,” katanya.

    Bambang berharap liburan di Ragunan bagi warga pada hari ketiga libur lebaran ini tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Murah Meriah, Pantai Ancol Masih Jadi Spot Favorit Wisatawan di Musim Lebaran 2025 – Halaman all

    Murah Meriah, Pantai Ancol Masih Jadi Spot Favorit Wisatawan di Musim Lebaran 2025 – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pantai Ancol, Jakarta Utara, masih menjadi tempat favorit bagi wisatawan pada musim lebaran 2025.

    Pengunjung yang didominasi anak-anak itu antusias bermain dan melakukan berbagai aktivitas di kawasan pasir putih Ancol.

    Hal tersebut dibenarkan oleh Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko.

    Dengan merogoh kocek Rp 35 ribu sebagai tiket masuk Ancol, pengunjung sudah bisa menikmati area pantai.

    “Untuk spot favorit masih didominasi kawasan pantai. Karena memang banyak aktivitas yang ada di Pasir Putih yang ada di Ancol,” kata Daniel, Rabu (2/4/2025).

    “Kemudian favorit yang kedua biasanya memang Dunia Fantasi (Dufan), karena banyak wahana adrenalin.  Wahana edukasi pun juga tidak kalah favorit yang ada di SeaWorld dan Samudra,” paparnya.

    Satu diantara pengunjung, Dimas Aditya, mengatakan jika dia memilih Pantai Ancol untuk berlibur adalah karena harga yang terjangkau.

    “Murah sih, enggak sampai 50ribu sudah bisa seharian liburan di pantai, walaupun lumayan ramai juga,” kata Dimas yang datang dengan tiga saudaranya itu.

    Lebih lanjut, pengelola Ancol sudah menyiapkan petugas keamanan terpadu untuk memastikan para wisatawan bisa menikmati Ancol dengan puas.

    Pengelola Ancol juga menempatkan banyak petugas di berbagai titik agar para pengunjung bisa mendapatkan informasi jelas.

    “Untuk satuan pengamanan kami ada pengamanan terpadu atau pengamanan gabungan bersama TNI Polri, kemudian Satpol PP didukung dan dibantu oleh adik-adik kita dari Pramuka dan juga dari keamanan internal kami,” ungkap Daniel.

     

  • Ribuan Pengunjung Padati TMII, Wahana Kereta Gantung Masih Favorit – Halaman all

    Ribuan Pengunjung Padati TMII, Wahana Kereta Gantung Masih Favorit – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sembilan ribu lebih pengunjung tercatat memadati Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur, Rabu (2/4/2025).

    Jumlah pengunjung tersebut dikatakan Humas TMII Novera Mayang Sari tercatat sejak pukul 11.00 WIB siang.

    “Jam 11 tadi sudah 9 ribuan hampir 10 ribu (pengunjung). Kemarin tuh di 21 ribu,” kata Mayang saat ditemui di area TMII, Rabu (2/4/2025).

    Mayang juga menuturkan, jumlah tersebut lebih banyak ketimbang di hari pertama lebaran, di mana masyarakat masih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah.

    Namun lanjut Mayang pihaknya memprediksi jumlah pengunjung bakal terus bertambah mengingat libur lebaran yang masih berlangsung hingga akhir pekan ini.

    “Trennya lebaran hari pertama memang gak banyak ya karena kan orang masih keliling di keluarga, nah di lebaran kedua baru mulai naik tuh sampai akhir pekan,” ujarnya.

    Selain terdapat anjungan-anjungan daerah, TMII kata Mayang juga memanjakan masyarakat dengan menyediakan sejumlah atraksi kebudayaan.

    Adapun atraksi budaya itu bakal digelar sepanjang pekan ini mulai dari Tari Kecak, Tari Ramayana dan Lompat Baru khas Nias.

    Khusus Lompat Batu khas Nias, Mayang menjelaskan bahwa atraksi itu akan digelar pada sore ini.

    “Dan di akhir pekan kita ada konser Shaky Town dan Geisha,” ucapnya.

    Wahana Kereta Gantung Masih Favorit

    Terkait destinasi yang ada, Mayang menjelaskan bahwa Wahana Kereta Gantung masih jadi favorit masyarakat ketika mengunjungi TMII.

    Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat wahana kereta gantung ini menjadi salah satu destinasi khas yang disediakan pihak TMII.

    “Favoritnya, ramainya itu kita ada di kereta gantung karena kan gak afdol ya kalau engga naik kereta gantung untuk liat (miniatur) pulau-pulau,” kata dia.

    Sementara itu, Ningsih (47) pengunjung asal Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengakui bahwa kereta gantung merupakan wahana favorit keluarganya jika berkunjung ke TMII.

    Bahkan ia mengatakan harus menaiki kereta gantung jika berlibur ke TMII.

    “Kalau kesini mesti naik kereta gantung, pasti. Kalau dulu kan sama AA nya (kakak) yang gede,” ucapnya.

    Senada dengan Ningsih, Lilis (31) warga asal Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyebut sengaja datang ke TMII agar anak-anaknya bisa merasakan wahana kereta gantung.

    Pasalnya kedua anaknya yang masih berusia 8 dan 4,5 tahun baru pertama kali merasakan atmosfer kereta yang berjalan di atas tali yang menjuntai di ketinggian tersebut.

    “Buat ngajak anak-anak aja sih milihnya kesini karena belum pernah juga, biar suasana baru. Dan memang awalnya harus nyoba ini, kereta gantung,” tuturnya.

    Lilis yang datang juga bersama sang suami mengaku tak keberatan jika harus mengantre cukup banyak untuk menaiki wahana tersebut.

    Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi, antusias masyarakat untuk menaiki kereta gantung memang cukup tinggi terlihat dari mengularnya antrean dari loket pembelian tiket hingga lantai atas lokasi kereta gantung.

    Ia pun mengaku tetap sabar bersama sang suami meski harus mengantre dengan pengunjung kereta gantung yang lain.

    “Tadi sempet lihat ‘wah panjang banget ya’ tapi mau gimana lagi mau coba wahananya, ya harus sabar lah,” kata Lilis sambil tersenyum tipis.

  • 40.000 Pengunjung Padati Wisata Ancol di H+2 Lebaran – Halaman all

    40.000 Pengunjung Padati Wisata Ancol di H+2 Lebaran – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Destinasi wisata pantai di kawasan Ancol di Jakarta Utara menjadi pilihan bagi sebagian besar masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk berlibur Lebaran 2025 bersama keluarga.

    Pada hari ketiga lebaran atau H+2, sebanyak 40 ribu lebih pengunjung telah datang sebelum pukul 12.00 WIB. Berdasar pantuan, Tribunnews, antrean kendaraan pengunjung yang akan masuk melalui pintu timur Ancol sudah mengular sejak pagi.

    Para pengunjung tersebut pada hari kedua didominasi oleh pengguna kendaraan roda dua. Namun, jumlah pemakai roda empat juga tidak kalah banyak.

    “Hari ini lebaran ke-3, 2 April, update pukul 12.00  WIB, total pengunjung kawasan Ancol mencapai 40.400 orang,” kata Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, kepada Tribunnews.com, Rabu (2/4/2025).

    Dalam masa libur lebaran, sejak hari H sampai H+3, Danil mengatakan jika jumlah pengunjung terus meningkat.

    Secara keseluruhan, sudah sekira 130 ribu pengunjung berwisata di kawasan Ancol. Daniel mengatakan jika pihaknya menargetkan 660 ribu pengunjung selama musim libur lebaran 2025.

    “Kami menargetkan selama pekan libur lebaran ini Sampai tanggal 13 April 2025 itu kami menargetkan sekitar 660 ribu pengunjung,” ucap Daniel.

    Berikut harga Tiket dan Jam Operasional Ancol Selama Libur Lebaran 2025

    Tiket masuk Ancol: Mulai Rp 35.000

    Tiket masuk Dufan: Mulai Rp 400.000 (bonus Tomoro Coffee)

    Tiket masuk SeaWorld: Mulai Rp 175.000

    Tiket masuk Atlantis Water Adventures: Mulai Rp 150.000

    Tiket masuk Samudra: Mulai Rp 150.000

    Tiket masuk Jakarta Bird Land: Mulai Rp 100.000

    Jam Operasional:

    Ancol Taman Impian: 05.00 WIB – 23.00 WIB

    Dufan (Dunia Fantasi): 10.00 WIB – 20.00 WIB

    SeaWorld: 09.00 WIB – 18.00 WIB

    Samudra: 09.00 WIB – 18.00 WIB

    Atlantis Water Adventures: 08.00 WIB – 18.00 WIB

    Jakarta Bird Land: 09.00 WIB – 18.00 WIB.

  • Hari Ketiga Lebaran Ragunan Diguyur Hujan, Warga Cari Tempat Berteduh – Halaman all

    Hari Ketiga Lebaran Ragunan Diguyur Hujan, Warga Cari Tempat Berteduh – Halaman all

    Antusiasme warga mengunjungi tempat wisata pada hari ketiga lebaran tak surut.

    Tayang: Rabu, 2 April 2025 13:55 WIB

    Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama

    RAGUNAN HUJAN – Kondisi Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan ketika diguyur hujan pada hari ketiga lebaran, Rabu (2/4/2025). Nampak jalanan di Ragunan sedikit lengang karena warga mencari tempat perteduhan. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Antusiasme warga mengunjungi tempat wisata pada hari ketiga lebaran tak surut.

    Salah satunya di Taman Margasatwa Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

    Di hari ketiga lebaran, Rabu (2/4/2025), tampak Ragunan diguyur hujan. Kendati diguyur hujan, warga tetap mendatangi Ragunan.

    Rahmat warga Tebet, mengatakan sudah telanjur datang ke Ragunan.

    Hujan turun ketika ia sudah berada di Jalan Harsono RM. Jalan itu adalah akses menuju pintu utama Ragunan.

    “Saya udah dekat, tadi hujan di lampu merah, mau pulang jauh lagi,” ucap Rahmat di pintu masuk Ragunan.

    Sementara pengunjung yang sudah sedari tadi berada di Ragunan terlihat mencari tempat perteduhan. Sebagian dari mereka ada yang menggunakan payung hingga mantel.

    “Ini saya mah ngamanin bayi aja sebenarnya. Kalau saya kehujanan enggak masalah,” tutur Wahyu, pengunjung asal Kebagusan.

     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Peziarah TPU Karet Bivak Menurun di H+2 Idul Fitri 1446 Hijriah – Halaman all

    Peziarah TPU Karet Bivak Menurun di H+2 Idul Fitri 1446 Hijriah – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Para peziarah yang datang ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, cenderung turun pada H+2 Idul Fitri 1446 Hijriah, jika dibandingkan hari H Idul Fitri.

    Petugas Admin TPU Karet Bivak Yani yang ditemui hari ini, Rabu, 2 April 2025 menuturkan, dari hasil penghitungan pengunjung sejak pagi tadi baru sekitar 600 peziarah.

    “Kita pakai metode checker yang dilakukan pamdal terhitung pengunjung Hari H Idul Fitri 7.000 peziarah, H+1 5.000 peziarah ada penurunan hari ini,” ucapnya.

    Menurutnya puncak peziarah terjadi pada Senin (31/3/2025). “Iya memang mobilitas peziarah paling banyak di hari H lebaran,” paparnya.

    Namun momentum ziarah di tahun ini cenderung lebih banyak dari beberapa tahun ke belakang mengingat sudah bebas dari Covid-19.

    TPU Karet Bivak dibantu Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Polsek Tanah Abang untuk persoalan kantong parkir. Pantauan Tribunnews.com, peziarah terlihat memenuhi sejumlah blok pemakaman Islam sejak pagi.

    Mereka tampak khusyuk berdoa di sisi makam keluarga. Sebagian membawa air, bunga, serta dupa sebagai bagian dari ritual ziarah.

    Mayoritas peziarah mengenakan pakaian muslim. Kaum pria tampak mengenakan baju koko dan sarung, sementara perempuan memilih gamis dan kerudung. 

    Di luar area pemakaman, pedagang bunga dan perlengkapan ziarah berjejer di tepi jalan. Mereka menawarkan beragam bunga tabur hingga air mawar. 

    Para peziarah tampak silih berganti membeli kebutuhan untuk ziarah. Arus lalu lintas di sekitar TPU Karet Bivak terpantau sedikit tersendat. 

    Hal itu disebabkan kendaraan roda dua dan empat keluar masuk area pemakaman, menyebabkan kepadatan di bahu jalan. Sejumlah petugas keamanan dan juru parkir tampak membantu mengatur arus kendaraan agar tetap lancar. 

     

  • Pemprov Jakarta akan Lakukan Peninggian Tanggul 2,5 Meter untuk Mencegah Banjir Rob  di Pesisir – Halaman all

    Pemprov Jakarta akan Lakukan Peninggian Tanggul 2,5 Meter untuk Mencegah Banjir Rob  di Pesisir – Halaman all

    TRIBUNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memulai menanggulangi masalah banjir rob yang sering melanda wilayah pesisir Jakarta. 

    Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan pekerjaan peninggian tanggul yang akan dimulai setelah Lebaran, pada bulan April 2025. 

    Peninggian tanggul ini akan dilakukan hingga ketinggian 2,5 meter.

    “Sesudah Lebaran nanti kami akan mulai, bulan April mengerjakan tanggul dinaikkan sampai 2,5 meter,” ujar Pramono, Rabu (1/4/2025).

    Langkah ini diambil untuk mencegah banjir rob yang sering terjadi di wilayah pesisir Jakarta.

    Banjir rob disebabkan oleh naiknya permukaan air laut yang menggenangi daratan, terutama saat musim peralihan atau cuaca ekstrem.

    Dengan peninggian tanggul, diharapkan bisa mengurangi dampak buruk yang sering dirasakan oleh warga pesisir, seperti genangan air yang menghambat aktivitas sehari-hari.

    Menurut Pramono, peninggian tanggul ini adalah bagian dari upaya jangka menengah Pemprov DKI Jakarta untuk menangani banjir rob secara lebih efektif.

    Harapannya, dengan adanya peninggian ini, wilayah pesisir Jakarta bisa terhindar dari banjir rob yang kerap terjadi.

    Dalam rencananya, pengerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam beberapa tahap hingga mencapai target yang telah ditetapkan.

    Lebih lanjut, Gubernur Jakarta ini menyebut bahwa Pemprov DKI Jakarta akan memantau secara intensif perkembangan cuaca dan keadaan permukaan air laut, serta memperkuat sistem drainase di daerah yang rawan.

    “Mudah-mudahan, dengan adanya langkah ini, banjir rob bisa tertangani dengan baik,” tambahnya.

    Potensi Banjir Rob di Akhir Maret 2025

    Pramono juga mengungkapkan rasa syukurnya karena warga Jakarta dapat merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa adanya bencana banjir rob yang diperkirakan terjadi pada akhir Maret 2025.

    Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, potensi banjir rob sempat diprediksi akan melanda pada tanggal 28 hingga 31 Maret 2025.

    “Sebagai Gubernur Jakarta, saya merasa happy dan surprise, bahwa warga Jakarta bisa merayakan Lebaran dengan baik dan hampir tidak ada kejadian besar, termasuk banjir rob yang diperkirakan terjadi,” ungkap Pramono.

    Penyiagaan Pompa dan Petugas untuk Mengantisipasi Rob

    Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan ratusan pompa air dan petugas untuk mengatasi banjir rob.

    Pompa-pompa tersebut akan langsung dioperasikan jika air laut mulai menggenangi daratan. Sistem ini diharapkan dapat mengembalikan air laut ke tempat semula, sehingga tidak menyebabkan genangan yang mengganggu aktivitas warga.

    Dalam menghadapi ancaman banjir rob, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan meningkatkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjaga kestabilan kehidupan warga pesisir. (Wartakotalive/Yolanda Putri Dewanti)

  • Monas Jadi Tujuan Wisata Populer di Libur Lebaran 2025, Pengunjung Padati Ikon Jakarta – Halaman all

    Monas Jadi Tujuan Wisata Populer di Libur Lebaran 2025, Pengunjung Padati Ikon Jakarta – Halaman all

    Monas Jadi Tujuan Wisata Populer di Libur Lebaran 2025, Pengunjung Padati Ikon Jakarta

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kawasan wisata Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat masih menjadi daya tarik wisatawan lokal untuk menghabiskan waktu libur Lebaran 1446 Hijriah/2025. 

    Pantauan Tribunnews.com pada H+2 Lebaran atau Rabu (2/4/2025) pukul 10.00 WIB, kawasan tugu Monas dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang memilih liburan ke ikon Kota Jakarta itu.

    Mereka terlihat datang bersama keluarga hingga anak-anak.

    Sejumlah pengunjung pun memanfaatkan cuaca cerah hari ini, dengan berfoto dengan latar belakang Monumen yang diresmikan pada 12 Juli 1975 oleh Presiden Soeharto.

    Tak sedikit juga pengunjung yang menggelar alas di atas rerumputan untuk menikmati suasana Monas sambil bercengkrama dengan keluarga.

    Kerat keliling kawasan Monas juga mulai dinaiki oleh para pengunjung.

    JAM OPERASIONAL MONAS – Masyarakat berwisata di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (28/1/2025). Pengelola Monas memperpanjang jadwal operasional dari pukul 16.00 WIB pada hari biasa menjadi pukul 22.00 WIB hingga 29 Januari 2025 dalam rangka memeriahkan libur Isra Mikraj dan Imlek. (Warta Kota/Yulianto) (/Warta Kota/Yulianto)

    Sementara, para wisatawan lokal ini juga terlihat mengantre untuk masuk ke dalam Museum Sejarah Nasional dan Ruang Kemerdekaan yang berada di dalam Monas.

    Tak hanya itu, warga juga antusias naik ke atas Monas untuk melihat pemandangan Kota Jakarta.

    Dede, warga Bekasi memilih berlibur Lebaran bersama istri dan anaknya di kawasan Monas.

    Selain ingin melihat Monas, Dede ingin mengenalkan kepada anaknya terkait sejarah Monas serta Jakarta.

    “Ini dari Bekasi tadi pagi, anak mau liat Monas. Mumpung libur yasudah saya ajak kesini,” kata Dede kepada Tribunnews, Rabu.

    Sebagai informasi, dalam rangka menyambut wisatawan Monas mulai buka pada Selasa (1/4/2025) hingga Senin (7/4/2025) mendatang.

    Sejumlah pertunjukan akan disajian spesial seperti video mapping, air mancur menari hingga panggung hiburan.

    Melansir dari unggahan laman Instagram @monumen.nasional, jam operasional Tugu Monas pada 1-3 dan 7 April 2025 mulai buka pukul 08.00-22.00 WIB.

    Kemudian kawasan Monas buka pukul 06.00-22.00 WIB dan loket tutup pukul 21.00 WIB.

    Khusus tanggal 4-6 April 2025 Tugu Monas buka pukul 08.00-18.00 WIB, kawasan Monas pukul 06.00-22.00 WIB dan loket tutup pukul 17.00 WIB.

    Untuk ditanggal 5 April 2025 Monas menyajikan panggung hiburan bagi wisatawan.

    Sederet artis Ibukota akan tampil dalam spesial musik performance di antaranya The Rain, Sarah Hadju, Ressa Herlambang, Sandy Canester, dan Hura-hura Club.

  • Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Api di Bekasi, Korban Berusia 67 Tahun – Halaman all

    Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Api di Bekasi, Korban Berusia 67 Tahun – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Seorang pengendara motor berinisial JH (67) tewas tertabrak kereta api.

    Peristiwa terjadi di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (1/4/2025) pagi, 

    Tubuh korban sempat terseret sejauh 100 meter.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Suwandi, menjelaskan bahwa kecelakaan ini bermula saat kereta api jurusan Senen menuju Surabaya melintas di perlintasan kereta Bulak Kapal, RT 06 RW 01 Arenjaya, Bekasi Timur.

    “Korban yang mengendarai sepeda motor dari arah utara ke selatan diduga tidak menyadari datangnya kereta api, hingga akhirnya terjadi benturan fatal,” katanya.

    Jasad korban saat ini telah dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk proses lebih lanjut.

    Kepolisian juga terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui faktor penyebab kecelakaan secara lebih detail.

    Saat ini kecelakaan di perlintasan sebidang masih menjadi tantangan besar dalam sistem transportasi di Indonesia.

    Faktor kelalaian pengguna jalan serta kurangnya fasilitas keamanan seperti palang pintu otomatis dan petugas jaga di beberapa lokasi sering kali menjadi penyebab utama insiden serupa.

    Pakar transportasi merekomendasikan agar kesadaran masyarakat tentang aturan keselamatan di perlintasan kereta api terus ditingkatkan.

    Selain itu, peningkatan infrastruktur seperti pemasangan rambu yang lebih jelas, sinyal peringatan suara, serta pembangunan flyover atau underpass di lokasi rawan bisa menjadi solusi jangka panjang dalam menekan angka kecelakaan. (Budi Sam Law Malau

     

  • Keluarga Pemuda Bekasi Terduga Korban Perdagangan Orang Bingung Dikirimi Berkas Medis Bahasa Kamboja – Halaman all

    Keluarga Pemuda Bekasi Terduga Korban Perdagangan Orang Bingung Dikirimi Berkas Medis Bahasa Kamboja – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI- Soleh Darmawan (24), warga Bekasi, Jawa Barat, diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.

    Ateng, paman korban mengatakan, keluarga sudah berusaha berkomunikasi dengan pihak perusahaan yang mempekerjakan Soleh di Kamboja. 

    Komunikasi intens dilakukan selama proses pemulangan jenazah, termasuk menanyakan profil perusahaan tempat Soleh bekerja. 

    “Itu si penelepon mengaku namanya Kevin. Dia operator, saya nanya perusahaannya apa aja dia enggak bisa (jawab),” kata Ateng, Selasa (1/4/2025).

    Keluarga juga sempat menanyakan penyebab kematian Soleh, termasuk meminta berkas keterangan medis. 

    “Penjelasan meninggal katanya sakit sih. Saya nanyain tuh hasil dia pemeriksaan apa sih, saya minta surat keterangan dari rumah sakit terkait,” terangnya. 

    Hanya saja, kelurga sampai saat ini masih dibuat kebingungan karena berkas keterangan medis yang dikirim berbahasa Kamboja.  

    “Dia ngasih bahasa Kamboja nggak ngerti, kalau ada yang bisa bahasa Kamboja ya silahkan, bahasanya bahasa Kamboja,” ucap Ateng. 

    Soleh dikabarkan bekerja di Kamboja sebagai operator judi online (judol), dia meninggal dunia pada 3 Maret 2025 setelah kurang lebih dua pekan di luar negeri. 

    Keluarga dibantu teman-teman Soleh mencari tahu keberadaan anak sulung dari tujuh bersaudara itu, sampai akhirnya KBRI di Kamboja memfasilitasi pemulangan jenazah pada 15 Maret 2025.

    Bingung cara tuntut keadilan

    Ateng mengatakan, pihaknya sampai saat ini pasrah menerima keadaan karena keterbatasan pengetahuan. 

    “Kalau untuk keadilan, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena keadaan dari keluarga kami ya, belum paham arti keadilan prosesnya gimana,” kata Ateng. 

    Ateng berharap ada lembaga dan pemerintah yang membantu, agar keluarganya bisa memperjuangkan keadilan atas kematian Soleh yang misterius. 

    “Ya kami hanya pasrah. Dan mungkin nanti dari lembaga lain atau dari pemerintah. Terutama saya berharap pemerintah ini harus bergerak,” ucap Ateng. 

    Kematian Soleh, lanjut Ateng, merupakan sinyal untuk pemerintah agar segera mengusut kasus dugaan TPPO melalui rekrutmen kerja operator judol. 

    “Artinya negara perlu mengusut. Jangan sampai warga kita, warga negara Indonesia ini, jangan sampai di negara lain. Seenaknya saja negara luar bisa begini,” ucap Ateng. 

    Keluarga sampai saat ini masih dihantui tanda tanya.

    Soleh berangkat ke luar negeri dalam keadaan sehat lalu pulang tinggal nama. 

    Tidak hanya itu, pada saat jenazah dipulangkan ke tanah air keluarga melihat ada luka di bagian perut sekitar posisi ginjal. 

    Hal ini yang memunculkan kecurigaan, Soleh meninggal tak wajar lalu ginjalnya diduga dijual. 

    “Tapi kalau dari kematian almarhum ini, saya mencurigakannya badan sehat dari rumah.”

    “Sampai di sana cuma 4 hari waktu dia sehatnya. Selanjutnya sakit sampai meninggal,” ungkap Ateng. 

    Soleh dikabarkan bekerja di Kamboja sebagai operator judi online (judol).

    Dia meninggal dunia pada 3 Maret 2025 setelah kurang lebih dua pekan di luar negeri. 

    Keluarga dibantu teman-teman Soleh mencari tahu keberadaan anak sulung dari tujuh bersaudara itu.

    Sampai akhirnya KBRI di Kamboja memfasilitasi pemulangan jenazah pada 15 Maret 2025.

     

    Penulis: Yusuf Bachtiar

    dan

    Keluarga Pemuda Bekasi Terduga Korban TPPO di Kamboja Pasrah, Tak Tahu Caranya Menuntut Keadilan