Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Wisatawan di Monas Jadi Korban Parkir Liar, Mobilnya Kempis Usai Bayar Rp30 Ribu – Halaman all

    Wisatawan di Monas Jadi Korban Parkir Liar, Mobilnya Kempis Usai Bayar Rp30 Ribu – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sungguh apes nasib Hasan, wisatawan asal Senen, Jakarta Pusat yang hendak berwisata libur Lebaran 2025 di Monas, Jakarta Pusat.

    Hasan menjadi korban parkir liar. Hasan terpaksa mengikuti arahan parkir liar karena tempat parkir di IRTI penuh pada Rabu (2/4/2025).

    “Di IRTI Monas penuh, akhirnya parkir di pinggir jalan karena tadi ada yang arahin di sini,” ucapnya, Rabu (2/4/2025).

    Awalnya ia sempat ragu meninggalkan mobilnya itu di pinggir jalan, namun jukir liar itu meyakinkannya bahwa lokasi tersebut aman.

    “Tadi sebelum parkir saya tanya dulu, di sini aman enggak. Dia bilang aman, ya udah saya parkir aja di sini,” ujarnya.

    Begitu mobil terparkir rapi di pinggir jalan, sang jukir liar itu pun langsung meminta uang parkir kepada Hasan sebesar Rp30 ribu.

    Namun, Hasan kemudian terkaget-kaget saat mendapati ban mobilnya bagian kanan depan mendadak kempis.

    Padahal, ia kurang lebih baru 10 menit meninggalkan mobil itu masuk ke Monas.

    “Baru ditinggal 10 menit, tadi balik lagi karena mau ambil tiker yang ditinggalan di mobil. Padahal tadi udah bayar parkir juga Rp10 ribu,” tuturnya.

    Hasan pun sempat mencari-cari sang jukir, namun upayanya gagal lantaran sang jukir langsung hilang bak lenyap ditelan bumi.

    “Udah kabur dia, enggak kelihatan lagi,” kata dia.

    Ia pun mengaku kesal lantaran saat dirinya tiba tak ada satu pun petugas Dishub yang berada di sekitar lokasi dan memberi arahan terkait lokasi parkir.

    “Tadi enggak ada petugas Dishub, kosong. Yang ada cuma Satpol PP tapi diam juga cuek aja, diem aja ada yang parkir di sini,” ucapnya.

    Sebagai informasi tambahan, operasi cabut pentil memang kerap dilakukan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk menertibkan parkir liar.

    Hal ini dilakukan guna memberikan efek jera kepada masyarakat agar tak lagi memarkirkan kendaraan mereka sembarangan.

    Kejadian ini sempat viral saat masa libur Natal dan Tahun Baru 2025 di penghujung Desember tahun lalu.

    Penulis: Dionisius Arya Bima Suci

  • Rumah di Depok Dibobol Maling Saat Ditinggal Penghuni Salat Id, Emas Batangan Lenyap – Halaman all

    Rumah di Depok Dibobol Maling Saat Ditinggal Penghuni Salat Id, Emas Batangan Lenyap – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebuah rumah di Mekarsari, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, dibobol maling saat hari H lebaran, Senin (31/3/2025).

    Kejadian itu terjadi saat penghuni rumah pergi untuk salat id pada pagi hari sekira pukul 06.WIB.

    Dalam video kamera pengawas yang beredar, komplotan maling itu berjumlah empat orang dengan menggunakan dua unit sepeda motor.

    Dua orang yang bertugas sebagai pengendara menunggu di luar gerbang, sedangkan dua lainnya menjadi eksekutor bobol rumah.

    Kapolsek Cimanggis, Kompol Tatang Targana, mengatakan jika sejatinya komplotan maling itu sempat masuk melalui pintu depan, tetapi tidak berhasil.

    “Mereka pun kemudian beralih ke pintu belakang, yang akhirnya bisa dibuka,” kata Tatang, dalam keterangan yang diterima Tribunnews, Rabu (2/4/2025).

    Setelah misinya berhasil, para pencuri itu pun langsung ngacir meninggalkan lokasi.

    Dalam keterangannya, korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah usai emas batangan sebesar 300 gram digondol komplotan maling tersebut.

    “Setelah masuk, mereka berhasil mengambil emas batangan seberat 300 gram. Setelah melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri,” kata Tatang.

    Tatang pun menegaskan jika kasus ini pun saat ini sedang ditangani oleh Polsek Cimanggis.

  • Kronologis Kecelakaan Truk Tangki LPG di Tol Japek, Polisi: Slip Ban Saat Kondisi Hujan – Halaman all

    Kronologis Kecelakaan Truk Tangki LPG di Tol Japek, Polisi: Slip Ban Saat Kondisi Hujan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kecelakaan tunggal truk tangki LPG di ruas Tol Jakarta – Cikampek (Japek) KM 10 terjadi pada Rabu (2/4/2025) siang.

    Truk tangki tersebut rusak parah hingga mengakibatkan tiang rambu dan pagar pembatas dekat Gerbang Tol Cikunir roboh.

    Kanit Laka Polres Metro Bekasi Kota Iptu Suwandi menuturkan tidak ada korban jiwa dalam insiden laka lantas itu.

    Menurutnya pengemudi tangki LPG berinisial HS mengaku mengalami slip ban.

    “Keterangan pengemudi Kr Truk Tangki datang dari arah Cikampek mengarah gerbang Tol Cikunir posisi hujan setiba di TKP kendaraan mengalami slip ban lanjut melitir membentur pembatas tol,” kata Iptu Suwandi kepada wartawan, Rabu (2/4/2025).

    Adapun posisi akhir kendaraan melintang membentur pagar tembok tol hingga roboh.

    “Tembok Tol yang roboh itu membentur kendaraan Toyota Yaris B 1995 YR yang berjalan di jalan arteri pinggir jalan Tol (Bekasi Selatan),” bebernya.

    Akibatnya mobil Toyota Yaris rusak di bagian bumper depan hingga copot.

    Kasus ini ditangani Unit laka Lantas Polres Metro Bekasi Bekasi untuk penyelidikan lebih lanjut.

    Sebelumnya, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono membenarkan insiden kecelakaan itu.

    Argo menegaskan kasus ini sedang dalam penanganan kepolisian.

    “Sementara masih ditangani,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (2/4/2025).

    Lebih lanjut, Argo menyampaikan, dugaan sementara akibat kendaraan truk LPG mengalami slip. 

    Namun untuk penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan. 

    Pihak kepolisian menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

    “Info awal kendaraan slip, tidak ada korban hanya materi,” tandas dia. 

  • Wisatawan Rela Antre Panjang, Kereta Gantung TMII Jadi Wahana Primadona Saat Libur Lebaran – Halaman all

    Wisatawan Rela Antre Panjang, Kereta Gantung TMII Jadi Wahana Primadona Saat Libur Lebaran – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wahana Kereta Gantung masih jadi primadona bagi masyarakat ketika mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur di setiap musim libur lebaran.

    Bahkan tak jarang dari para pengunjung rela berdesak-desakan hingga beberapa lama demi bisa merasakan wahana kereta gantung.

    Salah satunya Lilis (31) pengunjung asal Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang datang bersama suami beserta dua buah hatinya yang masih kecil.

    Wanita yang mengenakan hijab biru muda bermotif bunga-bunga itu menceritakan alasannya memilih TMII dan kereta gantung sebagai pengisi waktu libur lebarannya tahun ini.

    Lilis mengaku hendak memberikan pengalaman baru khususnya bagi kedua jantung hatinya itu lantaran ini jadi yang pertama bagi mereka.
    “Mau ngajak anak-anak aja sih kesini karena belum pernah juga ya, suasana baru lah,” ucap Lilis saat ditemui Tribunnews.com di stasiun kereta gantung TMII, Rabu (2/4/2025).

    Lilis pun menuturkan, ketika dia dan suaminya memutuskan untuk berlibur ke TMII pikirannya pun langsung tertuju pada wahana kereta gantung.

    Kata Lilis, ia dan suaminya tak perlu berpikir panjang ketika sudah tahu tujuannya saat tiba di TMII.

    “Memang awalnya mau yang ini, coba yang kereta gantungnya. Iya harus coba,” ucapnya sambil tersenyum sumringah.

    Meski awalnya sempat ragu-ragu lantaran melihat antrean yang mengular cukup panjang, namun keadaan itu tak menyurutkan niatnya dan keluarga untuk menaiki wahana tersebut.

    “Iya tadi sempet lihat ‘wah panjang banget’ tapi ya mau gimana ya mau coba wahananya jadi harus sabarlah,” ucapnya.

    Lilis juga mengaku tak mempermasalahkan harga yang dipatok oleh pihak TMII untuk setiap pengunjung kereta gantung.

    Harga Rp 60 ribu yang dipatok pengelola TMII bagi setiap pengunjung kereta gantung tak dipermasalahkan Lilis asalkan anak-anaknya senang.

    “Ya lumayanlah,” kata Lilis.

  • Serba-serbi Libur Lebaran 2025, Bule Tawar Jagung Bakar Berujung Tak Bayar di Pantai Ancol – Halaman all

    Serba-serbi Libur Lebaran 2025, Bule Tawar Jagung Bakar Berujung Tak Bayar di Pantai Ancol – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tak pernah terbayangkan oleh Kojo (35) dirinya menjadi korban dari wisatawan nakal kala berjualan di Pantai Ancol, Jakarta Utara.

    Pria yang sudah berdagang di kawasan itu mulai dari tahun 2008 tersebut mengalami kejadian apes namun menggelitik baginya.

    Kojo yang pada momentum libur lebaran 2025 menjual jagung bakar dan aneka makanan lainnya itu menjadi korban penipuan oleh wisatawan asing alias Bule.

    Mulanya, Kojo mengatakan jika wisatawan itu bertanya-tanya harga jagung bakar, bahkan, dia sempat menawar satu buah jagung bakar itu seharga Rp 10 ribu dari harga jual Rp 20 ribu.

    Pria asal Solo itu pun sejatinya tetap melayani sang wisatawan tersebut. Namun, bule yang merupakan seorang perempuan itu justru pergi begitu saja.

    “Dia sudah bawa jagungnya pergi, terus balik lagi dan tanya ke saya ‘Saya sudah bayar belum?’,” cerita Kojo, saat ditemui, Rabu (2/4/2025).

    “Saya bilang ke dia pakai bahasa Inggris. ‘Belum, tadi anda belum bayar’. Tapi justru dia ngotot bilang kalau sudah bayar. Ya, saya ketawa saja, saya ikhlasin,” imbuhnya.

    Kojo, bukan baru kemarin sore berdagang di kawasan Ancol. Dia sudah lebih satu dekade berada di lokasi itu.

    Buih dari kerja kerasnya, dia pun kini memiliki empat kedai makanan atau gerai serba ada di Ancol.

    Tidak hanya soal pekerjaan, Kojo pun mengatakan jika menemukan pendamping hidupnya di Ancol.

    “Saya dari 2008 di sini, sampai ketemu istri ya di sini juga. Dari Ancol belum kaya sekarang dan seramai ini,” kata Kojo.

    Dalam setiap momentum lebaran, Kojo pun mengaku tidak pernah absen berdagang. Dia lebih dulu pulang ke kampung halaman ketika memasuki bulan ramadan.

    Hal tersebut, menurut Kojo, harus dilakukan untuk meraup untung ketika masa-masa lebaran.

    “Kalau lebaran ya harus (berdagang). Karena momentum ramainya Ancol kan nggak banyak. Ya cuma libur lebaran, sekolah, tahun baru. Mungkin itu yang memang ramai,” ungkap pria yang tinggal di kawasan Pademangan itu.

  • Pedagang Minuman di Ragunan Jakarta Ngaku Omzetnya Turun: Ekonomi Tak Bagus Usai Ganti Pemerintahan – Halaman all

    Pedagang Minuman di Ragunan Jakarta Ngaku Omzetnya Turun: Ekonomi Tak Bagus Usai Ganti Pemerintahan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keramaian pengunjung Taman Margasatwa Ragunan ternyata berbanding terbalik dengan pendapatan penjual dagangan minuman.

    Dia adalah seorang pria karib disapa Bang Sekul umur 50-an asal Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.

    Bang Sekul mengaku telah berjualan di dalam kawasan Kebun Binatang Ragunan sejak 2006 silam.

    Lelaki yang hobi sepak bola tersebut menyebut pendapatannya turun kendati jumlah pengunjung Ragunan pada hari ketiga libur lebaran ini mencapai 71 ribu hingga pukul 13:00 WIB.

    Salah satu yang memengaruhi, menurut Bang Sekul, ialah faktor cuaca. Memang pada hari ini Ragunan sempat diguyur hujan pada siang hari.

    “Kalau untuk kenaikan omset udah pasti, tapi kalau menurut kapasitas sekarang ya omsetnya enggak maksimal, satu hujan kan, kedua kan memang ekonomi lagi enggak bagus, enggak bagus-bagus ini,” ucap Bang Sekul di Taman Margasatwa Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (2/4/2025).

    Faktor ekonomi yang sedang tidak bagus tersebut, dijelaskan Bang Sekul, terkait peralihan pemerintahan.

    “Kenapa? Kalau saya menilai pemerintah kan, pemerintah kan peralihan gitu ya, jauh omsetnya,” imbuhnya.

    Menurut Bang Sekul, dengan pengunjung hanya 10 ribu orang saja ia bisa mengantongi Rp4–5 juta. Namun, kenyataannya dengan jumlah pengunjung 71 ribu, dia belum mengantongi nominal dimaksud.

    “Enggak sampai, baru separuh,” tuturnya.

    Diketahui pada hari ketiga libur lebaran, Rabu (2/4/2025), tercatat Taman Margasatwa Ragunan dipadati oleh 71 ribu pengunjung. Data tersebut terangkum sejak buka pukul 06:00 WIB hingga 13:00 WIB.

    “Tadi secara keseluruhan cukup banyak ya, 71 ribu pengunjungnya. Dan ini sangat berbeda dengan kondisi kemarin [Selasa], kemarin sekitar 67 ribu pengunjung. Jadi ini sudah melewati jumlah pengunjung kemarin,” ucap Humas Taman Margasatwa Ragunan, Bambang Wahyudi, saat dijumpai Tribunnews.com di Pusat Informasi.

    Bambang memprediksi jumlah pengunjung hari ini akan terus bertambah. Menurut dia, puncak pengunjung Ragunan diperkirakan bisa menyentuh angka 100 ribu hingga nanti waktu tutup pukul 16:00 WIB.

    “Memang kemarin kami sudah sampaikan bahwa hari ini ada kemungkinan menjadi puncak jumlah pengunjung tertinggi yang kemungkinan besar akan bisa mencapai 100 ribuan. Dan ini sudah terbukti pada siang hari ini pengunjung sudah mencapai 71 ribu dan betul-betul waktu kita masih cukup panjang, sekitar jam 16:00 masih kita layani para pengunjung yang tertentu,” katanya.

    Bambang berharap liburan di Ragunan bagi warga pada hari ketiga libur lebaran ini tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali.

  • Kecelakaan di Ruas Tol Jakarta-Cikampek, Truk Tangki Bawa LPG Tabrak Tiang Rambu dan Pagar Pembatas – Halaman all

    Kecelakaan di Ruas Tol Jakarta-Cikampek, Truk Tangki Bawa LPG Tabrak Tiang Rambu dan Pagar Pembatas – Halaman all

    Truk tangki pengangkut LPG mengalami insiden kecelakaan di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Bekasi, Rabu (2/4/2025). 

    Tayang: Rabu, 2 April 2025 17:52 WIB

    Tangkap layar X

    KECELAKAAN TRUK – Truk tangki pengangkut LPG mengalami insiden kecelakaan di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Bekasi, Rabu (2/4/2025). Bagian depan truk berkelir merah rusak parah. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Truk tangki pengangkut LPG mengalami insiden kecelakaan di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Bekasi, Rabu (2/4/2025). 

    Musibah kecelakaan tersebut viral di media sosial di mana truk tangki menubruk tiang rambu dan pagar pembatas.

    Tampak pada bagian depan truk berkelir merah itu ringsek parah. 

    Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono membenarkan insiden kecelakaan itu.

    Argo menegaskan kasus ini sedang dalam penanganan kepolisian.

    “Sementara masih ditangani,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (2/4/2025).

    Lebih lanjut, Argo menyampaikan, dugaan sementara akibat kendaraan truk LPG mengalami slip. 

    Namun untuk penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan. 

    Pihak kepolisian menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

    “Info awal kendaraan slip, tidak ada korban hanya materi,” tandas dia.

    Dalam video yang beredar truk LPG itu menabrak pagar pembatas jalan arteri kawasan Bekasi Selatan.

    Pagar yang roboh membuat sebuah mobil hatchback warna oranye ikut rusak, bagian bumpernya copot.

    Arus lalu lintas baik ruas tol Japek dan jalan arteri mengalami penyendatan.

    Saat ini proses evakuasi masih dilakukan oleh petugas di lapangan.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Bukan Cuma Pantai, Jakarta Bird Land Juga Favorit Pengunjung di Ancol: Ada Burung Unta sampai Macaw – Halaman all

    Bukan Cuma Pantai, Jakarta Bird Land Juga Favorit Pengunjung di Ancol: Ada Burung Unta sampai Macaw – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pantai Ancol memang masih menjadi favorit bagi pengunjung ketika masa liburan, termasuk pada momentum lebaran 1446H.

    Kendati demikian, bukan berarti tempat lainndi Ancol tidak menarik bagi wisatawan. Satu diantaranya adalah Jakarta Bird Land.

    Jakarta Bird Land merupakan wahana edukasi yang terdiri dari berbagai jenis burung, mulai dari Makaw sampai Burung Unta.

    Burung Unta dengan nama latin Common Ostrich Struthio Camelus itu merupakan satwa terbaru yang menghuni Jakarta Bird Land.

    WISATA ANCOL – Pengunjung melihat Burung Unta di Jakarta Bird Land, Ancol, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2025). Burung Unta termasuk satwa baru yang menghuni di Jakarta Bird Land. (Tribunnews/Alfarizy) (Tribunnews.com/ Alfarizy)

    “Di Jakarta Bird Land juga kami menyajikan sahabat baru atau satwa baru, ini memang bagus untuk keluarga dan edukasi anak-anak yaitu Ostrich atau si Burung Unta,” ujar Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko.

    “Jadi bagi yang senang satwa, yang suka edukasi ini sangat cocok untuk berkunjung di Samudera dan Jakarta Bird Land,” paparnya.

    Pantauan Tribunnews di lokasi pada hari ketiga lebaran pun banyak sekali pengunjung yang datang ke Jakarta Bird Land.

    Sebagian besar dari mereka yang datang ke Jakarta Bird Land adalah keluarga yang membawa anak-anaknya.

    Syukur (54) mengatakan jika memilih tempat tersebut karena memiliki atraksi menarik dari satwa eksotis, yaitu burung Macaw.

    Dalam pertunjukkan yang dihadirkan di setiap jamnya, para pengunjung bisa menikmati aksi dari berbagai jenis burung seperti Macaw, Rangkong, hingga Elang.

    “Ya menarik sih, anak-anak ngajak ke Ancol, terus milih ini (Jakarta Bird Land) karena saya juga sering liat-liat jenis burung,” ujar Syukur saat ditemui Tribunnews.

    Syukur sendiri memilih untuk berlibur ke Ancol karena tidak mudik. Dia datang ke Jakarta dengan maksud menghampiri anaknya yang sedang berkuliah.

    Menurutnya, hal itu justru lebih efektif karena tiket penerbangan akan lebih murah ketik arus mudik dari Sumatra Selatan ke Jakarta.

    “Saya aslinya (dari) Palembang, tapi ini nyamperin anak lagi kuliah di sini (Jakarta). Kebetulan harga tiket justru murah kan kalau arus mudik ke Jakarta, dibanding sebaliknya,” ungkap Syukur.

    FOTO: LIBURAN ANCOL – Pengunjung menikmati atraksi dari berbagai jenis burung di Jakarta Bird Land, Ancol, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2025). Berbagi jenis burung dari Macaw sampai Burung Unta bisa dilihat di Jakarta Bird Land. (Tribunnews/Alfarizy)

     

     

  • Ibu ‘Pengoret’ Rela Tidur di Kuburan TPU Karet Bivak Demi Hidupi 6 Anak – Halaman all

    Ibu ‘Pengoret’ Rela Tidur di Kuburan TPU Karet Bivak Demi Hidupi 6 Anak – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di balik kesibukan dan keheningan TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, terdapat kisah inspiratif seorang ibu yang bertahan hidup demi menghidupi enam anaknya yang tinggal di Bogor, Jawa Barat. 

    Nisdel (53), seorang pengoret yang telah menggeluti pekerjaannya sejak 1990.

    Bermodal sapu, pengki, dan alat seadanya, ia hampir setiap hari menyapu dan mengorek rumput liar hingga sampah di sekitar makam TPU Karet Bivak, dengan harapan dapat mengumpulkan pundi-pundi rezeki.

    “Saya asli orang Bogor, tapi suami saya orang sini, dan kami tinggal di Tanah Abang. Saya harus ke sini setiap dua minggu untuk mengumpulkan uang. Kalau di Bogor, saya tidak bisa sewa rumah karena uangnya habis untuk makan dan sekolah anak-anak,” kata Nisdel dengan nada lirih, saat ditemui Tribunnews.com pada Rabu (2/4/2025).

    Tak hanya bekerja keras, Nisdel juga rela tidur di atas lahan kuburan.

    Hal ini ia lakukan demi menghemat biaya penginapan agar uang yang terkumpul bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di Bogor.

     

     

    Bagi Nisdel, pekerjaan ini sudah menjadi bagian dari hidupnya, meskipun sering kali ada cerita-cerita mistis yang mengiringi malam-malamnya.

     

    “Sudah biasa. Ada cerita mistis, tapi tidak menghalangi. Di sini lebih menjanjikan daripada di tempat lain,” lanjutnya.

     

     

    Nisdel mengatakan, jika sedang ramai, penghasilannya bisa mencapai lebih dari Rp 500 ribu dalam sehari.

     

    Namun, saat sepi, ia hanya bisa membawa pulang sekitar Rp 150 ribu.

     

    Selama tiga pekan terakhir, Nisdel belum kembali ke Bogor, meskipun ia merencanakan untuk pulang pada akhir pekan ini setelah beberapa hari bekerja di Jakarta.

     

    Bagi dia, setiap sen yang diperoleh di Jakarta sangat berarti untuk kelangsungan hidup anak-anaknya.

     

    PEZIARAH di TPU KARET BIVAK – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat dipadati peziarah yang datang pada H+2 Idul Fitri 1446 Hijriah. Data yang diperoleh Rabu (2/4/2025) jumlah peziarah mengalami tren penurunan dibandingkan hari H Idul Fitri. (Tribunnews/Reynas Abdila)

     

    Sementara itu, TPU Karet Bivak, yang ramai dikunjungi peziarah pada H+2 Idul Fitri 1446 Hijriah, mengalami penurunan jumlah pengunjung dibandingkan dengan hari H Idul Fitri. 

     

    Menurut petugas administrasi TPU Karet Bivak, Yani, pengunjung pada hari ini tercatat hanya sekitar 600 orang.

     

    Sementara, pada Hari-H Idul Fitri atau Lebaran, jumlah pengunjung atau peziarah mencapai 7.000 orang.

     

    “Ya, memang mobilitas peziarah paling banyak di hari-H Lebaran,” ujarnya.

     

     

    Meskipun demikian, Ziarah tahun ini lebih ramai dibandingkan beberapa tahun terakhir, berkat pembatasan yang sudah dicabut setelah pandemi Covid-19. 

     

    TPU Karet Bivak sendiri dibantu oleh berbagai instansi, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, dan Polsek Tanah Abang, untuk mengatur masalah parkir dan kenyamanan peziarah.

  • Polemik Jakarta saat Pramono Ungkap Jakarta Terbuka bagi Siapa pun yang Punya Keahlian – Halaman all

    Polemik Jakarta saat Pramono Ungkap Jakarta Terbuka bagi Siapa pun yang Punya Keahlian – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa Jakarta terbuka bagi siapa pun yang memiliki keahlian. 

    Dia menegaskan tak masalah ada warga pendatang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.

    Pasalnya, menurut Pramono, banyak daerah di luar Jakarta juga tengah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang dilakukan perusahaan.

    ¨Jadi ini memang problem yang pasti akan dihadapi Jakarta dalam kondisi yang seperti ini. Tanpa menutup mata kan beberapa daerah melakukan PHK dan sebagainya. Untuk itu Jakarta pasti mempersiapkan diri,” kata Pramono pada Selasa (1/4/2025) kemarin.

    Pramono menegaskan pihaknya sudah berdiskusi dengan wakilnya, Rano Karno, untuk melakukan Operasi Yustisi demi memastikan pendatang memiliki identitas.

    Adapun setelah itu data yang diperoleh akan dilimpahkan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta untuk pengecekan administrasi.

    Namun, meski ada pendataan, Pramono menegaskan para pendatang yang tiba di Jakarta harus memiliki keahlian.

    “Asal dia mau ikut pelatihan dan paling penting punya identitas, kalau tidak punya identitas, enggak (tidak boleh ke Jakarta,” tegasnya.

    Di sisi lain, polemik yang dihadapi Jakarta semakin pelik di tengah diperbolehkannya pendatang untuk pergi ke Jakarta.

    Tren Ekonomi Jakarta Bergeser hingga Perubahan Sosial

    Sekretaris Komisi E DPRD Jakarta dari fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, mengingatkan bahwa ekonomi Jakarta berbeda dengan daerah lainnya.

    Dia mengungkapkan ekonomi pertanian sudah tidak bisa diterapkan karena lahan untuk bercocok tanam sudah tidak ada.

    Selain itu, Justin juga mengatakan era ekonomi industri yang menurutnya tidak perlu pendidikan tinggi untuk merekrut pegawai telah berpindah ke daerah yang memiliki upah minimum regional (UMR) yang rendah.

    Dia menjelaskan bahwa ekonomi di Jakarta saat ini berjenis jasa dan teknologi yang memerlukan kualifikasi calon pegawai dengan pendidikan tinggi dan keahlian tertentu.

    Bahkan, Justin menuturkan tidak semua orang yang lulusan sarjana dapat terserap di perusahaan-perusahaan di Jakarta.

    “Jakarta sekarang sawah tidak ada. Dan sektor manufaktur sudah banyak pindah ke (daerah) yang UMR-nya lebih rendah karena ini terkait dengan production cost.”

    “Dan yang tersisa adalah segmen-segmen untuk lowongan tenaga ahli, untuk S1 ke atas dan inipun realitanya tidak semua S1 bisa diserap di Jakarta. Kalau mau kita bicara, perusahaan-perusahaan dari kampus 10 besar atau 15 besar,” katanya dikutip dari program Sapa Indonesia Pagi di YouTube Kompas TV, Rabu (2/4/2025).

    Justin mengatakan lapangan pekerjaan yang tersedia  juga tidak mencukupi bagi angkatan kerja yang akan datang ke Jakarta.

    “Untuk sektor formal, sekitar 11 juta masyarakat Jakarta sendiri, masih banyak yang pengangguran juga. Bahkan dari 11 juta ini, 5 juta mengajukan DTKS untuk KJP maupun lansia,” tuturnya.

    Sementara, pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna menuturkan tren ekonomi di Jakarta telah berpindah yaitu menjadi “kota online”.

    Adapun yang dimaksud “kota online” adalah ekonomi Jakarta digerakan di sektor retail dan jasa transportasi.

    “Jakarta itu adalah kota tersier. Data yang menunjukkan saat ini yang dominan di Jakarta kalau mau bekerja itu dalam konteks retail kecil dan besar dan jasa pelayanan di sektor transportasi atau motornya,” katanya.

    Yayat juga mencatat adanya permasalahan baru soal kebijakan Pramono yang akan mendata pendatang terkait identitasnya. 

    Pasalnya, Pemprov Jakarta akan mengalami kesulitan akibat tren ekonomi yang sudah berpindah di mana Yayat menilai banyak pekerja yang menganggap bahwa Jakarta hanyalah tempat untuk mencari uang alih-alih sebagai tempat tinggal.

    “Catatan yang paling menarik adalah Jakarta tengah membuat rancangan peraturan daerah baru di mana dikatakan Pak Pram masuk Jakarta harus identitasnya jelas.”

    “Dia posisinya mau permanen, atau menjadi penduduk yang komuter, atau penduduk yang non permanen. Karena banyak yang masuk Jakarta itu ibaratnya numpang,” kata Yayat.

    (Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)