Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Rawan Kecelakaan, Pemudik Diimbau Tidak Berhenti di Bahu Jalan Saat Rest Area Penuh – Halaman all

    Rawan Kecelakaan, Pemudik Diimbau Tidak Berhenti di Bahu Jalan Saat Rest Area Penuh – Halaman all

    Pemudik diminta agar tidak berhenti di bahu jalan saat rest area penuh karena berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan.

    Tayang: Kamis, 3 April 2025 15:07 WIB

    Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda

    ARUS MUDIK 2025 – Suasana Gerbang Tol Cikampek Utama pada H-1 Idulfitri terlihat sepi pemudik, Minggu (30/3/2025) pukul 12.00 WIB. Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Raden Slamet Santoso mengingatkan pemudik agar tidak berhenti di bahu jalan saat rest area penuh karena berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Raden Slamet Santoso mengingatkan pemudik agar tidak berhenti di bahu jalan saat rest area penuh karena berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan.

    “Kita sesuai dengan arahan bapak Kalor, kita sudah menyiapkan tim Polwan gabungan, TNI, Polri untuk mengimbau supaya masyarakat tidak berhenti di bahu jalan,” ujar Slamet di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (3/5/2025). 

    “Karena itu sangat rawan kecelakaan, sangat membahayakan bagi pemudik itu sendiri,” sambungnya. 

    Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di rest area agar pemudik tetap memiliki tempat beristirahat yang aman.

    Dengan sistem pemantauan berbasis rest area monitoring system di command center, petugas dapat memantau kondisi setiap tempat istirahat secara real-time. 

    Jika kepadatan mulai meningkat, langkah cepat langsung diambil.

    Petugas dari berbagai instansi, termasuk kepolisian, pengelola rest area, dan Jasa Marga, akan dikerahkan untuk mengatur arus kendaraan. 

    “Kita sudah gelar seluruh petugas baik itu dari petugas rest area, kepolisian, dan petugas dari Jasa Marga dan sebagainya untuk segera menutup rest area tersebut untuk kita alihkan ke jalur rest area yang lain,” tuturnya. 

     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • H+3 Lebaran, Pengunjung Ragunan Tembus 102 Ribu Orang – Halaman all

    H+3 Lebaran, Pengunjung Ragunan Tembus 102 Ribu Orang – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan masih menjadi destinasi primadona saat libur lebaran idulfitri.

    Hal itu terlihat dari ramainya pengunjung di Ragunan pada H+3 Lebaran atau Kamis (3/4/2025)

    Pantauan di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB, para pengunjung baik yang menggunakan sepeda motor dan mobil maupun transportasi umum memenuhi lokasi.

    Mereka masuk dari semua pintu baik pintu timur hingga barat Ragunan.

    Akses utama menuju Ragunan, menunjukkan kemacetan parah di Jalan Harsono R.M. 

    Kendaraan terpaksa melaju pelan akibat padatnya arus lalu lintas. Di sepanjang bahu jalan, pedagang berjualan tikar hingga air mineral untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.

    Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang mengatakan Ragunan mencatat lonjakan pengunjung yang mencapai 102.928 orang. Angka tersebut terkumpul hingga pukul 14.00 WIB.

    “Pesan tiket online 5.735 dan offline 97.193,” ujar Wahyudi saat dikonfirmasi Kamis (3/4/2025).

    Sementara itu, Wahyudi mengatakan mayoritas pengunjung yang datang ke Ragunan menggunakan sepeda motor (12.032 unit), disusul mobil (4.766 unit). 

    “Terdapat 68 bus yang mengangkut rombongan wisatawan,” katanya.

    Bambang memprediksi jumlah pengunjung hari ini akan terus bertambah. 

    Menurut dia, puncak pengunjung Ragunan diperkirakan bakal menyentuh angka lebih dari 100 ribu orang hingga nanti waktu tutup pukul 16:00 WIB.

    “Kemungkinan lebih tinggi sekarang. Tapi nanti kita lihat pastinya hingga pukul 18.00 WIB,” katanya.

  • Lalu Lintas Normal, Contra Flow Ruas Tol Jagorawi Arah Puncak Dihentikan – Halaman all

    Lalu Lintas Normal, Contra Flow Ruas Tol Jagorawi Arah Puncak Dihentikan – Halaman all

    Contra flow mulai dari KM 44+500 sampai KM 46+500 Ruas Tol Jagorawi arah Puncak dihentikan pada pukul 12.00 WIB. 

    Tayang: Kamis, 3 April 2025 14:59 WIB

    dok. Jasa Marga

    CONTRA FLOW DIHENTIKAN – Contra flow diberlakukan mulai dari kilometer 21+850 sampai dengan kilometer 11+700 Ruas Tol Jagorawi arah Jakarta sejak pukul 14.28 WIB. Contra flow mulai dari KM 44+500 sampai KM 46+500 Ruas Tol Jagorawi arah Puncak dihentikan pada pukul 12.00 WIB.  

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Contra flow di Ruas Tol Jagorawi arah Puncak, Bogor, Jawa Barat, dihentikan. 

    “Setelah diberlakukan contra flow sejak pukul 05.30 WIB imbas peningkatan volume lalu lintas wisata dan silaturahmi di Ruas Tol Jagorawi arah Puncak pada H+2 Lebaran 2025/1446H atau 3 April 2025, lalu lintas kembali normal,” ungkap  Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Alvin Andituahta dalam keterangan, Kamis (3/4/2025).

    Adapun contra flow mulai dari KM 44+500 sampai KM 46+500 Ruas Tol Jagorawi arah Puncak dihentikan pada pukul 12.00 WIB. 

    Pihak operator jalan tol mengimbau pengendara agar mengantisipasi kepadatan imbas akses keluar Gadog/puncak yang ditutup buntut diberlakukannya rekayasa lalin satu arah (one way) di arteri Puncak ke Jakarta. 

    Pengendara yang hendak ke kawasan puncak lewat ruas Tol Jagorawi diimbau mengantisipasi rute dan waktu perjalanannya.

    Untuk diketahui, Jasa Marga memberlakukan contra flow guna mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas wisata dan silaturahmi, pada ruas Tol Jagorawi arah Puncak pada hari ini, Kamis (3/4/2025).

    Contra flow mulai dari KM 44+500 sampai KM 46+500 ruas Tol Jagorawi arah Puncak sejak pukul 05.30 WIB. 

    Hal itu diungkap Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Panji Satriya.

    “Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi rute perjalanan agar dapat mengoptimalkan rekayasa lalu lintas yang sedang berlaku,” kata dia.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Hari Ke-4 Lebaran, 48.823 Pemudik Kembali ke Jakarta Naik Kereta Api – Halaman all

    Hari Ke-4 Lebaran, 48.823 Pemudik Kembali ke Jakarta Naik Kereta Api – Halaman all

    Sebanyak 48.823 pemudik kembali ke Jakarta setelah merayakan Lebaran di daerah asal pada Kamis (3/4/2025), atau hari ketiga setelah Idul Fitri.

    Tayang: Kamis, 3 April 2025 14:30 WIB

    Tribunnews.com/Fersianus Waku

    STASIUN SENEN LEBARAN – Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, masih dipadati pemudik pada Kamis (3/4/2025), atau hari keempat Lebaran 2025. Sebanyak 48.823 pemudik kembali ke Jakarta setelah merayakan Lebaran di daerah asal pada Kamis (3/4/2025), atau hari ketiga setelah Idul Fitri. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebanyak 48.823 pemudik kembali ke Jakarta setelah merayakan Lebaran di daerah asal pada Kamis (3/4/2025), atau hari ketiga setelah Idul Fitri.

    “Per hari ini yang datang tanggal 3 bulan 4 (April) tadi sebanyak 48.823,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis.

    Menurut Ixfan, para penumpang turun di beberapa stasiun wilayah KAI Daop 1 Jakarta seperti Senen hingga Jatinegara.

    “Kemana saja, ada yang ke Gambir, ada yang Pasar Senen, ada yang Jatinegara, kemudian Bekasi, begitu,” ujarnya.

    Dia menjelaskan, arus balik Lebaran 2025 diprediksi mulai sejak 2 April 2025. 

    “Mereka yang arus balik kita tetapkan dari tanggal 2 sampai dengan tanggal 8 atau tanggal 11 April 2025,” ucap Ixfan.

    Untuk Stasiun Pasar Senen, Ixfan belum merinci secara detail. Pihaknya, kata dia, hanya bisa menyampaikan data secara keseluruhan.

    “Kita belum pilah-pilah untuk Pasar Senen dan Gambir,” ungkapnya.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Hari Ke-4 Lebaran, 48.823 Pemudik Kembali ke Jakarta Naik Kereta Api – Halaman all

    Pemudik Padati Stasiun Pasar Senen Jakpus Hari Keempat Lebaran, 24.760 Seat KA Terjual – Halaman all

    Suasana di Stasiun Pasar Senen cukup ramai lantaran para pemudik yang akan berangkat ke kampung halaman maupun yang kembali ke Jakarta.

    Tayang: Kamis, 3 April 2025 12:42 WIB

    Tribunnews.com/Fersianus Waku

    STASIUN SENEN LEBARAN – Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, masih dipadati pemudik pada Kamis (3/4/2025), atau hari keempat Lebaran 2025. Pemudik terus berdatangan ke Stasiun Pasar Senen hingga pukul 12.07 WIB. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, masih dipadati pemudik pada Kamis (3/4/2025), atau hari keempat Lebaran 2025.

    Pantauan Tribunnews.com, pemudik terus berdatangan ke Stasiun Pasar Senen hingga pukul 12.07 WIB.

    Suasana di Stasiun Pasar Senen cukup ramai lantaran para pemudik yang akan berangkat ke kampung halaman maupun yang kembali ke Jakarta setelah merayakan Lebaran di daerah asal.

    Saryono (52), seorang pemudik asal Solo, Jawa Tengah, mengaku pulang pada hari keempat Lebaran karena baru mendapatkan tiket kereta api.

    “Kebetulan dapat tiketnya tanggal sekarang. Terus ada tugas juga di tempat kerja,” kata Saryono saat ditemui di lokasi.

    Hal serupa juga dialami Heru (54), pemudik yang berangkat ke Ngawi, Jawa Timur. 

    Dia bersama istrinya pulang ke kampung halamannya.

    “Ya sebetulnya pengennya mau sebelum lebaran, cuman kan kita beli tiketnya mendadak, pas puasa pertama akhirnya dapat tanggal 3,” ujarnya.

    Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, sebanyak 39 kereta api (KAI) yang beroperasi di Stasiun Pasar Senen, hari ini dengan kapasitas tempat duduk 25.988 seat.

    “Tempat duduk terjual 24.760 seat (dengan) okupansi 95 persen,” kata Ixfan dalam keterangannya.

     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • TPU Tanah Kusir di Kebayoran Lama Jakarta Selatan Masih Ramai Dikunjungi Peziarah H+2 Lebaran – Halaman all

    TPU Tanah Kusir di Kebayoran Lama Jakarta Selatan Masih Ramai Dikunjungi Peziarah H+2 Lebaran – Halaman all

    TPU Tanah Kusir di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan terpantau masih ramai pada H+2 Idul Fitri 1446 Hijriah, Rabu (2/4/2025) siang. 

    Tayang: Kamis, 3 April 2025 09:28 WIB

    Tribunnews.com/Danang Triatmojo

    RAMAI PEZIARAH – Suasana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan terpantau masih ramai pada H+2 Idul Fitri 1446 Hijriah, Rabu siang (2/4/2025). 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Suasana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan terpantau masih ramai pada H+2 Idul Fitri 1446 Hijriah, Rabu (2/4/2025) siang. 

    Pantauan Tribunnews.com, siang jelang sore tepatnya selepas hujan mengguyur wilayah Kebayoran Lama dan sekitarnya, masih banyak warga yang berziarah ke makam anggota keluarga maupun sanak saudaranya di TPU Tanah Kusir. 

    Jalan Bintaro Raya yang menjadi pintu masuk utama TPU Tanah Kusir juga terpantau sedikit tersendat, karena beberapa kendaraan roda empat mengantre untuk berbelok masuk ke parkiran di sisi utara maupun selatan kawasan pemakaman.

    Hal ini juga berbanding lurus dengan kondisi tempat parkir kendaraan yang cukup padat.

    Pada kawasan pemakaman sisi utara, banyak pedagang makanan, minuman, maupun mereka yang menjual kembang tabur dan air mawar untuk keperluan ziarah. 

    Kondisi serupa juga terlihat pada kawasan TPU sebelah selatan. 

    Mansyur (64), salah satu pembersih makan yang dijumpai Tribunnews di sela-sela pekerjaannya mengatakan ada penurunan jumlah warga yang berziarah saat momen lebaran tahun ini di TPU Tanah Kusir, jika dibandingkan dengan lebaran tahun sebelumnya.

    Hal ini kata Mansyur, disebabkan musim penghujan yang melanda khususnya wilayah Kebayoran Lama selama bulan Ramadan dan lebaran. 

    “Nggak seramai lebaran tahun kemarin. Karena musim penghujan. Kan orang mau ziarah, terus hujan ada yang pulang lagi, ada yang nunggu,” kata Mansyur. 

     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Selalu Bersyukur, Rahasia Mansyur 49 Tahun Betah Jadi Pembersih Makam TPU Tanah Kusir – Halaman all

    Selalu Bersyukur, Rahasia Mansyur 49 Tahun Betah Jadi Pembersih Makam TPU Tanah Kusir – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tidak semua orang telaten menekuni satu profesi yang sama hingga puluhan tahun. Tapi itu berhasil dijalani oleh Mansyur (64), menjadi tenaga pembersih makam di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, selama hampir 50 tahun lamanya.

    Mansyur bekerja menjadi tenaga pembersih makam di TPU tersebut sejak 1976 silam. Artinya, dia sudah menjalankan pekerjaan tersebut selama 49 tahun.

    Mansyur bekerja di TPU Tanah Kusir sejak masih membujang hingga sekarang telah beristri dengan anak-anak yang sudah lulus sekolah dan bekerja.

    Rasa syukur atas penghasilan sebagai tenaga pembersih makam yang tidak seberapa membuatnya betah menjalani profesi ini.

    Itu terbukti, berapapun rupiah yang dia terima, bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan sekolah anak-anaknya sampai lulus.

    Menurut dia, rahasia semuanya tadi adalah harus ada rasa syukur dan merasa cukup atas apa yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

    “Alhamdulillah, kita mensyukuri aja. Pendapatan kecil bagaimana caranya kita mengatur. Kita mensyukuri aja, yang penting kita kan selalu diberikan sehat, bisa beraktivitas, bisa mencari nafkah buat keluarga,” kata Mansyur saat ditemui di sela menyapu salah satu makam di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (2/4/2025).

    Sampai sekarang, tak terhitung berapa banyak makam yang dia rawat. Saat ini Mansyur diamanahi membersihkan dan merawat lebih dari 30 makam oleh para keluarga ahli waris yang jenazah keluarganya dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

    Mansyur mengaku tidak mematok soal imbalan jasa merawat makam-makam tersebut setiap bulannya. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada keluarga masing-masing ahli waris, asal diberikan secara ikhlas. 

    “Saya tidak menarget berapa – berapa, yang penting keikhlasan memberi ke saya gitu. Ada yang ngasih 50 ribu per bulan, ada yang ngasih 100 ribu per bulan. Jadi kita tidak membatasi itu,” katanya.

    Selain merawat makam, Mansyur juga dipercaya membacakan badal doa untuk keluarga ahli waris yang dimakamkan di sana. 

    Untuk jasa ini, lagi-lagi Mansyur juga tidak mematok tarif. Katanya, tidak ada istilah tarif untuk urusan tersebut. Semua berdasarkan keikhlasan dari ahli waris.

    “Nggak ada istilah tarif, karena itu kan kalau tanpa keikhlasan nggak enak juga untuk diri kita dan keluarga kita,” ucapnya.

    Saat ini Mansyur tinggal mengontrak di Karawang, Jawa Barat. Hampir setiap hari ia datang ke TPU Tanah Kusir untuk merawat makam agar tetap bersih dan cantik. 

    Perihal jumlah kunjungan ziarah dari warga saat momen Idul Fitri dan bulan Ramadhan kemarin, Mansyur mengaku ada penurunan dibanding momen lebaran tahun sebelumnya.  

    Menurutnya hal ini tak terlepas dari kondisi musim penghujan yang melanda Jakarta, khususnya wilayah Kebayoran Lama selama bulan Februari dan Maret.

    Bahkan sebelum lebaran atau saat bulan puasa, hanya ada satu dua warga saja yang berziarah di TPU Tanah Kusir. 

    “Nggak seramai lebaran tahun kemarin. Karena musim penghujan. Kan orang mau ziarah, terus hujan ada yang pulang lagi, ada yang nunggu,” kata Mansyur. 

    TPU Tanah Kusir H+2 Idul Fitri Masih Ramai Peziarah

    Suasana TPU Tanah Kusir sendiri terpantau masih cukup ramai pada H+2 Idul Fitri 1446 Hijriah, Rabu siang (2/4/2025). 

    Pantauan Tribunnews.com, menjelang sore, masih banyak warga yang berziarah ke makam keluarga di TPU Tanah Kusir meski baru saja diwarnai hujan deras. 

    Jalan Bintaro Raya yang menjadi pintu masuk utama TPU Tanah Kusir juga terpantau sedikit tersendat, karena beberapa kendaraan roda empat mengantre untuk berbelok masuk ke parkiran di sisi utara maupun selatan kawasan pemakaman.

    Hal ini juga berbanding lurus dengan kondisi tempat parkir kendaraan yang cukup padat.

    Pada kawasan pemakaman sisi utara, banyak pedagang makanan, minuman, maupun mereka yang menjual kembang tabur dan air mawar untuk keperluan ziarah. Kondisi serupa juga terlihat pada kawasan TPU sebelah selatan. 

     

     

  • Harta Sekda Kabupaten Bogor Rp 5 Miliar Viral Karena Ketus dan Sewot soal Tambang Ilegal – Halaman all

    Harta Sekda Kabupaten Bogor Rp 5 Miliar Viral Karena Ketus dan Sewot soal Tambang Ilegal – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Terbongkar harta kekayaan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika rupanya mencapai Rp 5 miliar.

    Sebelumnya nama Ajat Rochmat Jatnika menjadi perbincangan karena jawabannya dinilai ketus bahkan sewot saat diminta warga menindak tambang ilegal di kawasan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

     

    Netizen yang mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Bogor menindak tambang ilegal di Klapanunggal.

    Hal itu terucap saat netizen membahas soal tingkah Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin yang meminta tunjangan hari raya (THR) ke perusahaan sebesar Rp 165 juta.

    Netizen menilai kejadian yang menimpa Kades menjadi momentum untuk sekalian merapihkan wilayah Klapanunnggal.

    “Sekalian usut tuntas penambangan ilegal gunung kapur Klapanunggal, keburu viral lagi nanti,” tulis akun Agungmrf di akun Instagram Ajat Rochmat Jatnika.

    SEKDA KABUPATEN BOGOR VIRAL – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika kini jadi perbincangan netizen setelah membalas komentar warganya. (Instagram @kabupaten.bogor) (Instagram @kabupaten.bogor)

    Tak selayaknya seorang pejabat, Ajat justru menimpali dengan sinis.

    “Niat amat komen di posting lebaran,” tulisnya.

    Ia bahkan menantang netizen untuk memviralkan tambang ilegal yang dimaksud.

    “Silahkan viralkan penambangan ilegalnya, saya jadi tahu nantinya,” kata akun Ajat Rochmat Jatnika.

    Komentar ini juga ditanggapi Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron.

    Ia tak menyangka seorang pejabat menggunakan bahasa komunikasi seperti itu.

    “Serius anda menjawab warga seperti ini di kolab akun mendsos pemda ?” tulis Bro Ron.

    Sejak saat itu pula Ajat Rochmat Jatnika memutuskan untuk mengunci akun Instagramnya.

     

    Ajat Rochmat Jatnika sendiri baru setahun menjabat Sekda Kabupaten Bogor.

    Ia dilantik tahun 2024 lalu.

    Berdasar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode Maret 2024, Ajat Rochmat Jatnika memiliki harta Rp 5 miliar.

    Berikut rincian lengkapnya :

    A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 5.096.500.000

    1. Tanah dan Bangunan Seluas 66 m2/36 m2 di KAB / KOTA KOTA BOGOR , HASIL SENDIRI Rp. 500.000.000

    2. Tanah dan Bangunan Seluas 136 m2/60 m2 di KAB / KOTA KOTA BOGOR , HASIL SENDIRI Rp. 800.000.000

    3. Tanah dan Bangunan Seluas 112 m2/36 m2 di KAB / KOTA KOTA BOGOR , HASIL SENDIRI Rp. 550.000.000

    4. Tanah Seluas 2545 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 254.500.000

    5. Tanah dan Bangunan Seluas 75 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOTA BOGOR , HASIL SENDIRI Rp. 2.500.000.000

    6. Tanah Seluas 1851 m2 di KAB / KOTA CIANJUR, HASIL SENDIRI Rp. 42.000.000

    7. Tanah dan Bangunan Seluas 136 m2/36 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 450.000.000

    B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 676.000.000

    1. MOBIL, HONDA CRV Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 281.000.000

    2. MOTOR, YAMAHA XMAX Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp. 45.000.000

    3. MOBIL, HONDA CITY Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp. 2023 350.000.000

    C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 115.000.000

    D. SURAT BERHARGA Rp. —-

    E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 245.442.348

    F. HARTA LAINNYA Rp. —-

    Sub Total Rp. 6.132.942.348

    III. HUTANG Rp. 147.103.551

    IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 5.985.838.797

     

  • Usai Kades Klapanunggal Minta THR Rp 165 Juta Kini Sekda Kabupaten Bogor Viral soal Tambang Ilegal – Halaman all

    Usai Kades Klapanunggal Minta THR Rp 165 Juta Kini Sekda Kabupaten Bogor Viral soal Tambang Ilegal – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika gantian viral.

    Setelah Ade Endang Saripudin Kepala Desa atau Kades Klapanunggal viral minta THR Rp165 juta. 

    Kini Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika viral karena menjawab ketus saat ditanya warganya soal tambang ilegal di kawasan Klapanunggal.

    Bukannya memberikan jawaban bijak dan solutif, Ajat Rochmat Jatnika malah tersinggung karena pertanyaan itu disampaikan di postingan lebaran.

    Bahkan Ajat Rochmat Jatnika meminta warganya itu untuk memviralkan kasus tambang ilegal itu agar dirinya tahu.

    Sehingga komentar warganya di akun Instagram @kabupaten.bogor menurut Ajat Rochmat Jatnika tidak cukup membuat dirinya tahu soal permasalahan di wilayahnya.

    Padahal warganya itu hanya menuliskan aduan kepada pemimpinnya, seperti yang banyak dilakukan ke pejabat lainnya.

    Tampak pada tangkapan layar, akun Instagram @agungmrf_ menulis aduan di postingan Instagram Ajat @ajatnika1971 yang kolaborasi dengan akun @kabupaten.bogor.

    Pada postingan itu, tampak video Ajat Rochmat Jatnika sedang mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri.

    Kemudian pemilik akun @agungmrf itu meminta Ajat mengusut penambangan ilegal di Klapanunggal.

    Hal itu setelah viral Kades Klapanunggal minta THR ke perusahaan senilai Rp 156 juta.

    “Sekalian usut tuntas penambangan ilegal gunung kapur klapanunggal, keburu viral lagi nanti,” tulis akun @agungmrf_.

    SEKDA KABUPATEN BOGOR VIRAL – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika kini jadi perbincangan netizen setelah membalas komentar warganya. (Instagram @kabupaten.bogor) (Instagram @kabupaten.bogor)

    Bukannya menindak lanjuti laporan warganya itu, Ajat justru membalas dengan ketus.

    Bahkan ia meminta warganya untuk memviralkan penambangan ilegal itu.

    Tujuannya yakni agar ia selaku Sekda mengetahui ada penambangan ilegal di kawasannya.

    Ia juga menyindir pemilik akun karena berkomentar seperti itu di postingan lebarannya.

    “Niat amat komen di posting lebaran … silahkan viralkan penambangan ilegalnya, saya jadi tahu nantinya,” tulis Ajat.

    Rupanya aduan warga di laman Instagram itu tidak cukup bagi Ajat mengetahui adanya penambangan ilegal di wilayahnya.

    Komentar itu bahkan langsung ditanggapi oleh Bro Ron.

    “Serius anda menjawab warga seperti ini di kolab akun medsos pemda? Ckckck,” tulis Bro Ron.

    Kemudian postingan itu juga diposting di akun Instagramnya Bro Ron.

    Ia heran kenapa masyarakat harus memviralkan dulu baru bisa diketahui oleh Sekdanya.

    “Harus diviralin baru mau tau kejadian di wilayahnya ya pak Sekda?,” tulis Bro Ron.

    Dirinya pun meminta warga untuk memviralkan semua kejadian aneh di Kabupaten Bogor.

    “Perhatian warga Bogor, tidak usah lagi lapor ke instansi. Viralkan semua yang aneh2 di kabupaten Bogor,” tulisnya.

    Bro Ron juga mengaku pusing memahami konsep pelayanan publik versi Ajat.

    “Harus viral supaya tahu?

    Saya berusaha keras memahami konsep pelayanan publik versi Pak Sekda @ajatnika1971

    Makin saya coba memahami, makin error itak saya.

    Ada yang ikutan error?,” tulis Bro Ron.

     

    Sementara itu, akun Instagram Ajat Rochmat Jatnika saat ini langsung dikunci.

    Banyak netizen yang berkomentar di postingan Bro Ron dan menyayangkan sikap Sekda Ajat.

    “Niat Amat Lebaran2 udah ngegas aja di komen,” tulis akun @infoparung.

    “Seorang kepala daerah komentar seperti itu,ayo semua masyarakat viralkan semua yg menyangkut kerusakan alam dan ketidak Adilan,” tulis @muhammad_sukarya98.

    “Sekda kok jawabnya gitu. Situ dibayar jd Sekda, buat monitor dan memastikan semua berjalan benar. Bukan nunggu viral baru bergerak,” kata @agungsasetyo.

     

  • Punya Mobil dan Rumah Mewah, Kades Klapanunggal Ade Endang Masih Minta THR Rp 165 juta – Halaman all

    Punya Mobil dan Rumah Mewah, Kades Klapanunggal Ade Endang Masih Minta THR Rp 165 juta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sosok, rekam jejak digital hingga kehidupan Ade Endang Saripudin terus dikulik 

    Ade Endang Saripudin merupakan Kepala Desa atau Kades Klapanunggal yang viral minta THR Rp165 juta. 

    Kali ini Kades Klapanunggal Bogor Ade Endang Saripudin diketahui tinggal di sebuah rumah mewah, termasuk memiliki mobil mewah, Mitsubishi Pajero Sport.

    Sebelumnya Ade Endang masih sempat mengklaim jika surat permintaan THR Rp 165 juta yang ditujukan ke perusahaan di Kabupaten Bogor itu bersifat imbauan, bukan paksaan. 

    Namun akhirnya, Ade Endang Saripudin mengakui apa yang dilakukannya tersebut adalah salah. Ade Endang berjanji akan menarik surat edaran itu.

    “Maksud dari surat tersebut hanya bersifat imbauan. Mohon kepada para pengusaha untuk mengabaikan surat yang sudah terlanjur beredar. Saya akan menarik kembali surat edaran tersebut. Saya mengaku salah dan memohon maaf kepada para pihak yang merasa kurang berkenan,” kata Ade, dikutip dari Tribunnews Bogor.

    Terkini Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, mengaku sudah berkomunikasi dengan Kapolda Jabar, Irjen Pol Akhmad Wiayagus, untuk mengusut kasus Kepala Desa (Kades) Klapanunggal, Ade Endang Saripudin, yang meminta tunjangan hari raya (THR) Rp165 juta ke perusahaan di lingkup wilayah Kabupaten Bogor.

    Orang nomor satu di Jawa Barat tersebut mendesak supaya polisi menangkap Kades Klapanunggal yang meminta THR.

    “Sudah saya sampaikan ke Kapolda Jabar. Kita tunggu beberapa hari ini,” kata Dedi Mulyadi kepada wartawan di rumah Ketua MPR RI AHmad Muzani, Jakarta Selatan, Rabu (2/4/2025).

     

    Meski meminta THR Rp 165 juta, Kades Klapanunggal Bogor Ade Endang Saripudin ternyata tinggal di sebuah rumah mewah.

    Ade Endang Saripudin juga ternyata memiliki mobil mewah, Mitsubishi Pajero Sport.

    Bahkan nomor polisi dari mobil tersebut juga merupakan inisial Ade Endang Saripudin

    SOSOK KADES KLAPANUNGGAL – Inilah sosok Kades Klapanunggal Ade Endang Saripudin, viral usai minta THR untuk Halal Bihalal kini dikorek jejak digitalnya yang ternyata suka Akun Seksi yang diunggah Tribunnews pada Selasa (1/4/2025). Berikut sosok Ade Endang Saripudin Kades Klapanunggal yang viral usai minta THR (Instagram Desa Klapanunggal/Facebook Ade Endang Saripudin)

    Tampak di postingan Facebook Kang Ubed, rumah Ade memiliki pilar warna cokelat, sama dengan pintunya.

    Rumahnya dengan gerbang putih senada dengan warna temboknya.

    Ade yang karib disapa Gonon tersebut tinggal di rumah dua lantai.

    Selain rumah, Kades Gonon juga memiliki mobil Pajero Sport warna putih.

    Mobil tersebut berplat nomor sesuai dengan namanya, B 160 NON.

     

    Pernah Viral Dicurigai Sunat Bansos era Presiden Jokowi

    Bukan hanya THR, Kades Klapanunggal Bogor Ade Endang Saripudin juga pernah viral di media sosial gara-gara dicurigai menyunat bantuan sosial (bansos).

    Kades Gonon dicurigai memotong bantuan sosial tunai (BST) pada era Presiden Jokowi.

    Sekelompok ibu-ibu mengaku dana bansos dipotong sampai 50 persen.

    Kata Tati Herawati, dari yang seharusnya Rp 600 ribu, mereka hanya menerima Rp 300 ribu.

    “Petugas bilang, uang ibu katanya dialihkan Rp 300 ribu, katanya sudah sepakat. Kami keberatan, karena tidak ada pemberitahuan sejak awal,” katanya.

    Kades Ade Endang Saripudin membantah telah menyunat bansos untuk warga.

    Ia justru menuding ada pihak lain yang melakukan hal tersebut.

    (tribun network/thf/TribunnewsBogor.com)