Category: Tribunnews.com Metropolitan

  •  33.804 Pemudik Berangkat dari Jakarta Via Stasiun Gambir dan Senen Hari Ini  – Halaman all

     33.804 Pemudik Berangkat dari Jakarta Via Stasiun Gambir dan Senen Hari Ini  – Halaman all

    Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, masih dipadati pemudik pada Jumat (4/4/2025) hari ini atau H+4 Lebaran 2025.

    Tayang: Jumat, 4 April 2025 13:26 WIB

    Tribunnews/Fersianus Waku

    HARI KEEMPAT LEBARAN DI SENEN – Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, masih ramai oleh pemudik pada hari keempat Lebaran, Kamis (3/4/2025). 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, masih dipadati pemudik pada Jumat (4/4/2025) hari ini atau H+4 Lebaran 2025.

    Pantauan Tribunnews.com, hingga pukul 13.16 WIB, pemudik masih terus berdatangan ke Stasiun Pasar Senen.

    Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan sebanyak 22.752 pemudik yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen hari ini dengan okupansi sebesar 83 persen.

    Sementara dari Stasiun Gambir sebanyak 11.052 dengan okupansi 51 persen.

    Sehingga total pemudik yang berangkat dari Daop 1 Jakarta adalah 33.804 orang.

    Menurut Ixfan, terdapat 85 perjalanan kereta api yang melayani keberangkatan dari Daop 1 Jakarta pada hari ini.

    “Jadi untuk keberangkatan dari Stasiun Gambir maupun Pasar Senen masih cukup tersedia. Bagi para pelanggan kereta api yang masih belum memiliki tiket dapat segera melakukan pemesanan melalui kanal-kanal resmi,” kata Ixfan di lokasi.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  •  33.804 Pemudik Berangkat dari Jakarta Via Stasiun Gambir dan Senen Hari Ini  – Halaman all

    Ulwan Mencari Peruntungan Baru di Arus Balik Lebaran ke Jakarta – Halaman all

     

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Suasana Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, masih ramai pada hari keempat Lebaran, Kamis (3/4/2025).

    Ini karena terjadi pertemuan antara warga yang akan berangkat mudik belakangan ke kampung halaman dengan pemudik yang sudah berlebaran di kampung dan kembali ke Jakarta.

    Di tengah hiruk-pikuk keramaian itu, terdapat pula mereka yang datang ke Jakarta untuk mencari peluang baru. Salah satunya adalah Ulwan (29), warga Pemalang, Jawa Tengah.

    Saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Ulwan ternyata baru saja tiba di stasiun tersebut. Ulwan mengatakan, ia sejatinya sudah beberapa kali ke Jakarta.

    Berbeda dengan yang lain, Ulwan datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.

    “Baru datang. Sebenarnya enggak pertama kali sih (ke Jakarta). Dulu sempat kerja juga, cuman sekarang datang lagi buat kerja lagi,” kata Ulwan.

    Dia menceritakan, sebelumnya sempat bekerja di Jakarta namun memilih kembali ke Pemalang karena merasa pekerjaan yang dijalani tidak cocok.

    “Karena waktu itu kerjanya enggak cocok, makanya balik ke Pemalang lama 1 tahun hampir 2 tahun. Sekarang pengen nyoba lagi ke Jakarta,” ujarnya.

    Ulwan pun kembali mendatangi Jakarta meksipun belum mendapatkan pekerjaan. Namun, dia mengaku diajak temannya.

    “Belum (mendapatkan pekerjaan). Kemarin sih ada dari teman. Disuruh datang dulu saja katanya. Nanti kalau sudah di Jakarta baru dilihat lagi kerjanya apa,” ucapnya.

    Temannya, menurut Ulwan, menawarkan pekerjaan di bidang pelayanan, meskipun dia masih belum mendapatkan kepastian.

    “Masih untung-untungan, belum tentu dapat. Ini kan juga diajak teman sebenarnya. Ke Jakarta saja dulu,” tuturnya.

     

     

  • 100 Personil TNI-Polri Disebar di Kawasan TMII Cegah Kejahatan Selama Libur Lebaran – Halaman all

    100 Personil TNI-Polri Disebar di Kawasan TMII Cegah Kejahatan Selama Libur Lebaran – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) melibatkan sebanyak 100 personel gabungan TNI-Polri guna mengantisipasi tindak kejahatan selama masa libur Idul Fitri 1446 Hjriah di kawasan wisata tersebut.

    Humas TMII Novera Mayang Sari mengatakan, pelibatan aparat keamanan itu guna memberi rasa aman bagi masyarakat yang tengah menikmati masa liburan.

    “Untuk antisipasi (tindak kejahatan) tentunya kita kerjasama dengan TNI-Polri, kita ada PosPam (Pos Keamanan), Pos Lalin juga, ada 100 personil TNI-Polri plus sekuriti internal kita,” kata Mayang kepada awak media saat ditemui di area TMII, Kamis (3/4/2025).

    Selain menyiagakan aparat keamanan, TMII kata Mayang juga telah menyiapkan layanan kesehatan bagi para pengunjung.

    Layanan kesehatan itu lanjut Mayang dengan disiagakannya dua unit ambulans serta pos kesehatan jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pengunjung.

    “Ada Pos layanan kesehatan, ada dua ambulans yang standby sama ada mobil boogie medis yang selalu mobile untuk memastikan keamanan pengunjung, kenyamanan pengunjung,” jelasnya.

    Pengelola TMII juga menambahkan personel yang beroperasi di area TMII selama masa liburan ini.

    Penambangan personel itu pasalnya kata dia, angka pengunjung selama libur lebaran mengalami peningkatan ketimbang hari-hari biasanya.

    “Terus ada tim angling yang lain-lain itu kita tambah personil, tambah unit dan juga yang selalu mobile,” pungkasnya.

     

  • Puncak Arus Balik, KAI Catat 52.056 Penumpang Tiba di Jakarta Hari Ini – Halaman all

    Puncak Arus Balik, KAI Catat 52.056 Penumpang Tiba di Jakarta Hari Ini – Halaman all

    Sebanyak 52.056 penumpang kereta api (KA) tiba di Jakarta pada Jumat (4/4/2025), atau H+3 Lebaran 2025.

    Tayang: Jumat, 4 April 2025 12:00 WIB

    lihat foto

    Tribunnews.com/Fersianus Waku

    STASIUN PASAR SENEN – Suasana penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (4/4/2025). Sebanyak 52.056 penumpang kereta api (KA) tiba di Jakarta pada Jumat (4/4/2025), atau H+3 Lebaran 2025. (Fersianus Waku)

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebanyak 52.056 penumpang kereta api (KA) tiba di Jakarta pada Jumat (4/4/2025), atau H+3 Lebaran 2025.

    Hal ini disampaikan Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

    Menurut Ixfan, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada hari ini, dengan jumlah kedatangan yang terus meningkat sejak 31 Maret 2025.

    “Pada 4 April 2025, volume penumpang yang datang ke Daop 1 Jakarta terus menunjukkan angka yang signifikan, dengan jumlah penumpang yang datang mencapai 52.056 orang,” kata Ixfan.

    Dia menjelaskan, Stasiun Pasar Senen mencatat kedatangan terbanyak dengan 18.250 penumpang, disusul Stasiun Gambir dengan 16.700 penumpang. 

    Sementara itu, kata dia, sisanya tersebar di beberapa stasiun lain di wilayah Daop 1 Jakarta.

    Sebagai informasi, hingga pukul 11.33 WIB, Stasiun Pasar Senen masih dipadati pada penumpang.

    Hal tersebut lantaran bertemunya para pemudik yang akan berangkat ke kampung halaman maupun yang kembali ke Jakarta.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Youtuber Jadi Korban Jambret HP Saat Bikin Konten di Sawah Besar Jakarta Pusat – Halaman all

    Youtuber Jadi Korban Jambret HP Saat Bikin Konten di Sawah Besar Jakarta Pusat – Halaman all

    Seorang Youtuber berinisial HM menjadi korban penjambretan smartphone saat berniat bikin konten media sosial di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

    Tayang: Jumat, 4 April 2025 10:41 WIB

    ist

    Ilustrasi – Seorang Youtuber berinisial HM menjadi korban penjambretan smartphone saat berniat bikin konten media sosial di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (1/4/2025) sore. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang Youtuber berinisial HM menjadi korban penjambretan smartphone saat berniat bikin konten media sosial di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (1/4/2025) sore.

    HM menjadi korban penjambretan oleh dua orang tidak dikenal (OTK).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi membenarkan adanya tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) terhadap korban HM.

    Menurut keterangan korban, kronologi bermula saat pelapor bersama temannya keluar dari sebuah hotel.

    “Pelapor ingin buat konten video Youtube dan Tiktok tiba-tiba dua orang berboncengan mengendarai sepeda motor langsung merampas handphone milik pelapor yang sedang dipegang,” ucap Ade Ary dalam keterangan, Jumat (4/4/2025).

    Setelah melakukan aksi penjambretan, terlapor langsung kabur melajukan motornya dengan cepat. 

    Selanjutnya pelapor melaporkan kejadian ke Polres Metropolitan Jakarta Pusat. “Pelaku sampai saat ini masih dalam penyelidikan,” tambah Ade Ary.

    Pelapor mengalami kerugian berupa 1 Unit handphone Samsung Galaxy Z Fold 4 (abu-abu hijau) beserta simcard. Kasus ini ditangani Polres Metro Jakarta Pusat untuk pengusutan lebih lanjut.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Perantau asal Palembang Tewas Tertemper Kereta di Jakbar, Korban Sering Tidur di Sembarang Tempat – Halaman all

    Perantau asal Palembang Tewas Tertemper Kereta di Jakbar, Korban Sering Tidur di Sembarang Tempat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pria berinisial ARN (24), tewas tertemper kereta api saat hendak menyeberangi perlintasan rel di Jalan Hadiah Raya RT 12 RW 03, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (3/4/2025) sekitar pukul 16.30 WIB.

    Korban mengalami luka parah di bagian kepala.

    Diketahui korban hidup terlunta-lunta di sekitar rel kereta selama empat bulan terakhir.

    Sehari-harinya, ia mengumpulkan botol plastik dan kardus untuk dijual demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

    Sempat dikira sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), warga mengaku bahwa ARN tidak pernah berbuat kejahatan atau mencuri.

    Salah satu petugas keamanan setempat, Tambur, menjelaskan bahwa korban terserempet oleh kereta api yang melintas.

    “Kalau tertabrak pasti hancur,” ujar Tambur, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak sepenuhnya merupakan tabrakan langsung.

    Sebelumnya, pihak Dinas Sosial (Dinsos) telah berusaha membantu ARN dengan menawarkan pembinaan di panti sosial atau memfasilitasi kepulangannya ke kampung halamannya di Palembang.

    Namun, ARN menolak semua tawaran tersebut dan memilih bertahan di lingkungan rel kereta.

    Kehadiran ARN sempat membuat warga khawatir karena ia sering terlihat tidur di sembarang tempat.

    “Dinsos datang untuk menjaringnya, tapi dia menolak dibawa dengan alasan masih waras. Akhirnya, hanya dibuatkan surat perjanjian supaya tidak tidur sembarangan dan tidak mengganggu keamanan masyarakat,” jelasnya.

    Sayangnya, nasib berkata lain. Pria yang sempat mengundang keprihatinan warga itu kini telah tiada.

    Jenazahnya saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk penanganan lebih lanjut. (Wartakota/Nuri Yatul Hikmah) 

     

     

     

  • Pedagang Cinderamata Ragunan Nikmati Kenaikan Omset Penjualan di Idul Fitri – Halaman all

    Pedagang Cinderamata Ragunan Nikmati Kenaikan Omset Penjualan di Idul Fitri – Halaman all

     

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pedagang cinderamata di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, mengaku menikmati kenaikan omset penjualan selama libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah ini.

    Seperti dituturkan Zidan (22) di toko cinderamata di pintu barat Taman Margasatwa Ragunan.

    “Alhamdulillah omzet hari pertama dan kedua masing-masing Rp7 juta. Hari ketiga sejauh ini baru Rp4 juta,” ujarnya saat ditemui Tribunnews, Kamis (3/4/2025).

    Zidan berjaga di toko cinderamata bersama dua temannya.

    Untuk menarik minat pengunjung, Zidan dan rekannya mendekati setiap pengunjung yang datang, 

    Tokonya menjajakan aneka cinderamata seperti kaus bergambar beragam hewan koleksi Taman Margasatwa Ragunan, sandal jepit, hingga boneka.

    “Harga baju dewasa Rp98 ribu, sandal jepit Rp25 ribu sampai Rp 35 ribu, boneka Rp38 ribu sampai 83 ribu,” kata Zidan.

    Zidan bersyukur karena omzet penjualan di Lebaran tahun ini lebih besar dari Lebaran tahun sebelumnya. “Lebaran tahun kemarin lebih sepi, pendapatan kurang dari Rp7 juta,” kata dia.

    Dia optimistis Lebaran ini animo masyarakat berkunjung ke Ragunan lebih tinggi karena Idul Fitri jatuh pada awal pekan dan masuk sekolah baru dimulai pertengahan minggu depan.

    “Puncaknya belum tahu kapan bisa Sabtu-Minggu nanti, karena animo masyarakat juga ya mengikuti jadwal libur anak sekolah,” kata dia.

    Pembeli cenderamata di toko Zidan salah satunya adalah Kartiman (45). Bersama istri dan ketiga anaknya, Kartiman sudah berencana berlibur ke Ragunan saat momen lebaran idulfitri.

    “Baru hari ketiga ini karena kan kemarin itu kita keliling dulu dan kumpul sama keluarga. Ini saja ke sini di hari ketiga ternyata masih macet dan ramai,” kata Kartiman seraya tertawa.

    Ragunan menjadi opsi liburan Kartiman dan keluarga karena bujet. Tinggal di Kabupaten Bekasi, dia sudah mengalkulasikan pengeluaran untum ke Ragunan.

    Hasilnya, dia cukup merogoh kocek kurang lebih Rp200 ribu. 

    “Kami semua naik umum, itu total keluar Rp100 ribu. Tiket masuknya juga murah. Sisa uangnya buat makan sama beli oleh-oleh saja,” kata dia.

    Terpisah, Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengungkapkan pada H+2 Idulfitri 1446 H atau Rabu (2/4/2025) kemarin, Ragunan mencatat lonjakan pengunjung yang mencapai 102.925 orang.

    “Pesan tiket online 5.735 dan offline 97.193,” ujar Wahyudi.

    Sementara itu, Wahyudi mengatakan mayoritas pengunjung yang datang ke Ragunan menggunakan sepeda motor (12.032 unit), disusul mobil (4.766 unit). 

    “Terdapat 68 bus yang mengangkut rombongan wisatawan,” katanya. Bambang memprediksi jumlah pengunjung hari ini akan terus bertambah. 

    Menurut dia, puncak pengunjung Ragunan diperkirakan bakal menyentuh angka lebih 100 ribu hingga nanti waktu tutup pukul 16:00 WIB.

    “Kemungkinan lebih tinggi sekarang. Tapi nanti kita tinggi hingga pukul 18.00 WIB,” katanya.

     

  • Cuaca Pengaruhi Jumlah Pengunjung di Ancol Selama Libur Lebaran 2025 – Halaman all

    Cuaca Pengaruhi Jumlah Pengunjung di Ancol Selama Libur Lebaran 2025 – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kawasan wisata Ancol di Jakarta tetap menjadi pilihan utama bagi warga Jakarta dan sekitarnya untuk menikmati libur Lebaran 2025. Banyak pengunjung yang datang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di pantai dan berbagai atraksi lainnya. 

    Pada hari keempat Lebaran (H+3), PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mencatatkan sekitar 54 ribu pengunjung yang datang sebelum pukul 14.40 WIB pada Kamis (3/4/2025).

    Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan, dengan tambahan sekitar 17 ribu pengunjung dalam waktu kurang dari tiga jam, yakni pada pukul 12.00 WIB.

    Namun, menurut Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, jumlah pengunjung di Ancol kali ini cukup dipengaruhi oleh faktor cuaca.

    Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, banyak pengunjung yang datang lebih pagi untuk menghindari hujan yang sering turun pada sore hari.

    Meski begitu, Daniel mengatakan bahwa secara keseluruhan, jumlah pengunjung di Ancol selama dua hari ini tidak terlalu berbeda.

    “Kemarin kan sempat hujan di jam segini (15.30 WIB) dan landai pengunjungnya. Tapi, hari ini pada jam yang sama cuacanya cerah, jadi ini terus meningkat,” kata Daniel kepada Tribunnews.

    Untuk kenyamanan pengunjung, selama musim libur Lebaran, Ancol menyediakan 86 unit bus Transjakarta untuk transportasi atau wara-wiri pengunjung. Bus ini memudahkan pengunjung berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya di kawasan Ancol.

    Meskipun demikian, Daniel mengakui ada titik-titik penumpukan, terutama pada jam-jam kepulangan atau saat penutupan.

    Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan pengunjung dapat menikmati liburan mereka dengan lebih nyaman dan lancar, meskipun cuaca kadang mempengaruhi jumlah kunjungan ke lokasi wisata ini.

  • Sosok Nisdel, Pembersih Makam Berpenghasilan Rp500 Ribu Sehari, Tidur di Kuburan demi Hidupi 6 Anak – Halaman all

    Sosok Nisdel, Pembersih Makam Berpenghasilan Rp500 Ribu Sehari, Tidur di Kuburan demi Hidupi 6 Anak – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang ibu bernama Nisdel (53), bertahan hidup menjadi seorang pengerat atau tukang membersihkan makam, demi menghidupi enam anaknya.

    Nisdel merupakan warga Bogor, Jawa Barat.

    Sehari-hari, ia membersihkan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Pekerjaan itu sudah ia tekuni sejak 1990.

    Jika TPU sedang ramai peziarah, ia bisa mengumpulkan uang lebih dari Rp500 ribu dalam sehari.

    Apabila sepi, ia hanya membawa pulang uang sekira Rp150 ribu per hari.

    Nisdel, hampir setiap hari menyapu dan mengorek rumput liar hingga sampah di sekitar TPU Karet Bivak.

    Pekerjaan ini ia tekuni untuk menghidupi keenam anaknya serta biaya sekolah mereka.

    “Saya asli orang Bogor, tapi suami saya orang sini dan kami tinggal di Tanah Abang. Saya harus ke sini setiap dua minggu untuk mengumpulkan uang.”

    “Kalau di Bogor, saya tidak bisa sewa rumah karena uangnya habis untuk makan dan sekolah anak-anak,” katanya saat ditemui Tribunnews.com, Rabu (2/4/2025).

    Ia bahkan rela tidur di atas lahan kuburan, demi menghemat biaya penginapan agar uang yang ia kumpulkan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di Bogor.

    “Di sini lebih menjanjikan daripada di tempat lain,” ujarnya.

    Momen Lebaran seperti saat ini, merupakan kesempatan bagi Nisdel untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

    Pada Lebaran hari pertama, jumlah peziarah TPU Karet Bivak mencapai 7.000 orang.

    Sementara, pada H+2 Lebaran, jumlah peziarah mengalami penurunan yakni sekira 600 orang.

    “Ya, memang mobilitas peziarah paling banyak di hari-H Lebaran,” kata petugas administrasi TPU Karet Bivak, Yani.

    Sementara itu, tukang bersih makam lain di Karet Bivak, Dadang (50), telah menekuni pekerjaan ini sejak 1991.

    Dadang merupakan warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

    Ia juga telah berkeluarga dan memiliki anak, sehingga tanggung jawabnya semakin besar.

    Namun, ia berusaha mencukupi kebutuhan keluarganya meski penghasilan tak menentu.

    “Kadang-kadang cukup, kadang-kadang nggak. Ya tergantung kita apat penghasilan di sini, kan,” tuturnya.

    Dadang mengatakan, penghasilannya bergantung pada kebaikan hati keluarga pemilik makam.

    “Biasannya kan kita tergantung orangnya. Iya kan? Ada yang pelit, ada yang baik. Pelit lah, ada yang hitungan, ada yang enggak hitungan,” terangnya.

    (Tribunnews.com/Nanda Lusiana/Reynas Abdila/Fersianus Waku)

  • Juru Foto Ragunan Masih Percaya Diri Pakai Kamera Jadul, Tak Gentar Teknologi HP Makin Canggih – Halaman all

    Juru Foto Ragunan Masih Percaya Diri Pakai Kamera Jadul, Tak Gentar Teknologi HP Makin Canggih – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Untung (58), juru foto komersial di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, sibuk merapikan lembaran foto yang dicetaknya. 

    Sembari mengisap rokoknya, dia memantau pergerakan para pengunjung Ragunan, yang dia abadikan menggunakan kamera jadul miliknya.

    Mata Untung sesekali melihat ke arah foto yang dia cetak.

    Jika ada kesamaan wajah pengunjung dengan obyek fotonya, Untung segera mendekati yang bersangkutan.

    Tentu saja ia langsung menawarkan foto yang dia cetak untuk ditebus si pengunjung dengan uang.

    Cuaca Ragunan, Kamis (3/4/2025), cukup terik. Untung sudah bertahun-tahun bekerja sebagai juru foto di Ragunan.

    Beruntung, dia bilang, Lebaran tahun ini omzetnya meningkat dari hari biasa, bahkan dari lebaran sebelumnya.

    “Kemarin sudah dapat Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu. Sekarang baru Rp 200 ribu, tapi kan ini masih siang,” kata Untung saat ditemui Tribunnews.

    Satu foto dia hargai Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu. Jika pengunjung sedang membeludak seperti momen lebaran ini, dia sebut kadang ada yang membeli lebih tinggi dari harga yang dia patok.

    Untung sering beroperasi di Pintu Barat. Lokasi itu sudah menjadi lokasi tetap baginya sebagai juru foto.

    “Ada teman-teman di sini juga. Di pintu utara juga banyak teman-teman,” kata dia.

    Meski zaman berkembang pesat dan teknologi handphone yang dilengkapi kamera makin canggih, Untung tak khawatir itu akan merenggut pekerjaannya.

    Dia memahami semua orang kini punya kamera dalam ponsel pintar mereka.

    “Kalau buat saya, asal pekerjaan kita halal, rezeki selalu datang aja. Kadang ada hari saya dapat sedikit, kadang juga di momen lebaran begini saya dapat lebih. Ya disyukuri saja,” kata dia.

    Terpisah, Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengungkapkan pada H+2 Idulfitri 1446 H atau Rabu (2/4/2025) kemarin, Ragunan mencatat lonjakan pengunjung yang mencapai 102.925 orang.

    “Pesan tiket online 5.735 dan offline 97.193,” ujar Wahyudi.

    Sementara itu, Wahyudi mengatakan mayoritas pengunjung yang datang ke Ragunan menggunakan sepeda motor (12.032 unit), disusul mobil (4.766 unit). 

    “Terdapat 68 bus yang mengangkut rombongan wisatawan,” katanya.

    Bambang memprediksi jumlah pengunjung hari ini akan terus bertambah. 

    Menurut dia, puncak pengunjung Ragunan diperkirakan bakal menyentuh angka lebih 100 ribu hingga nanti waktu tutup pukul 16:00 WIB.

    “Kemungkinan lebih tinggi sekarang. Tapi nanti kita tinggi hingga pukul 18.00 WIB,” katanya.