Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Kesibukan Stasiun Pasar Senen Belum Berhenti, Ada 35 Ribu Orang Tiba dan Berangkat – Halaman all

    Kesibukan Stasiun Pasar Senen Belum Berhenti, Ada 35 Ribu Orang Tiba dan Berangkat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat terpantau masih diramaikan oleh para pemudik yang baru kembali dari arus balik Lebaran 2025 pada Selasa (8/4/2025) siang.

    Ini selaras dengan banyaknya mobil jemputan baik pribadi, taksi konvensional maupun taksi online yang juga terpantau mengantre panjang untuk gantian mengangkut penumpang  yang banyak menunggu di area tunggu sisi luar ataupun pinggiran jalan.

    Banyak dari penumpang juga terlihat menyeret koper, membawa bingkisan yang dikemas dalam kardus, maupun menenteng tas tangan.

    Meskipun banyak penumpang baru tiba di Stasiun Pasar Senen, pada area keberangkatan juga tak kalah banyaknya penumpang yang hendak memasuki area peron lantaran kereta yang ditumpanginya sudah boarding atau sekedar menunggu keberangkatannya.

    Seorang penumpang bernama Gading (49) yang ditemui Tribunnews.com di area keberangkatan mengaku dirinya baru selesai bertemu serta bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara di rumah orang tuanya di Bogor, Jawa Barat.

    Ia sengaja kembali H+8 ke rumah keluarga istri di Pekalongan karena selain pertimbangan masih adanya acara keluarga yang diurus di Bogor, menunggu harga tiket turun juga menjadi alasan utama.

    “Sengaja pulang hari ini karena nunggu harga tiket turun. Kalau H plus dekat-dekat Hari Lebaran mahal, kalau pulang sekarang harga tiketnya turun sekitar 20 persen, lumayan,” kata Gading kepada Tribunnews.com.

    Terpisah, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko mengatakan berdasarkan data, penumpang yang baru berangkat hari ini dari Stasiun Pasar Senen sebesar 17.372 orang. 

    Angka ini tidak beda jauh dengan ketibaan penumpang yang sebesar 17.945 orang. 

    Meski secara umum tren pergerakan penumpang disebutnya mulai menurun, aktivitas kedatangan masih terpantau tinggi terutama pada periode 4–7 April 2025, dengan rata-rata kedatangan harian di atas 50 ribu penumpang.

    “Kami berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan arus balik dengan aman, nyaman, dan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku,” ungkap Ixfan kepada Tribunnews.com.

    Adapun hingga Selasa ini, total ada 875.491 tiket telah terjual dari 1.048.610 tempat duduk yang disediakan KAI Daop 1 Jakarta selama masa Angkutan Lebaran periode 21 Maret – 11 April 2025, dengan tingkat okupansi mencapai 83 persen. 

  • Usai Libur Lebaran, Antrean Perpanjang STNK di Polda Metro Jaya Membludak – Halaman all

    Usai Libur Lebaran, Antrean Perpanjang STNK di Polda Metro Jaya Membludak – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Warga berbondong-bondong mendatangi Samsat Jakarta Selatan yang berlokasi di Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2025).

    Sebagai wajib pajak, warga baru sempat mengurus perpanjangan STNK baik tahunan ataupun lima tahunan usai libur Lebaran.

    Pantauan Tribunnews.com, tampak antrean kendaraan roda  empat di drive thru Gedung Pelayanan Satu Atap Polda Metro Jaya.

    Arus lalu lintas di dalam kawasan Polda Metro Jaya tersendat akibat kendaraan keluar masuk parkir gedung.

    Terdapat dua jenis layanan di depan Gedung Pelayanan Satu Atap Polda Metro Jaya, yaitu layanan Drive Thru dan cek fisik kendaraan. 

    Tyo (50) warga Pasar Minggu Jakarta Selatan, mengatakan kaget antrean panjang yang terjadi saat hendak memperpanjang STNK tahunan.

    Meski demikian dia tetap akan menunggu giliran sebagaimana yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

    “Tahun lalu sih gak ramai mungkin karena kebetulan saja tahun ini pajak mobil saya lagi momen libur lebaran, ucap Tyo.

    Selain layanan Drive Thru kendaraan roda empat, sejumlah warga juga memadati area perpanjangan STNK untuk sepeda motor. 

    Mereka duduk di bangku panjang yang disediakan petugas sambil menunggu giliran.

    Warga lainnya bernama Sukri (53) asal Tebet Jakarta Selatan mengaku memperpanjang STNK-selepas pulang kampung.

    “Ini baru mudik saya urus perpanjangan STNK,” tukasnya. 

    Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menuturkan tidak ada penumpukan yang berlebihan terkait perpanjangan STNK.

    “Enggak ada itu karena memang karena jumlah volume masyarakat banyak terus rata-rata semuanya bawa kendaraan,” ucapnya.

    Argo menuturkan kepadatan di kawasan Polda Metro Jaya disebabkan banyaknya kendaraan mencari parkir.

    “Ya jadi memang soal parkiran yang tidak muat,” tandasnya. 

  • Istri di Jaktim Dipukuli Suami Karena Tanya Soal Tabungan – Halaman all

    Istri di Jaktim Dipukuli Suami Karena Tanya Soal Tabungan – Halaman all

    Korban coba bertanya soal tabungan kepada suaminya. Suaminya kemudian memukul istrinya karena tersulit emosi.

    Tayang: Selasa, 8 April 2025 13:38 WIB

    Tribunnews.com

    DIPUKUL SUAMI – Seorang istri berinisial SNH (34) di Jakarta melaporkan suaminya karena dianiaya. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Seorang istri berinisial SNH (34) di Jakarta melaporkan suaminya karena dianiaya.

    SNH menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena menanyakan mengenai tabungan. Penganiayaan tersebut terjadi di Jalan Pendidikan X, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (6/4/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.

    “Korban sudah melapor ke Polres Metro Jakarta Timur,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Selasa (8/4/2025).

    Ade Ary menjelaskan, kejadian bermula saat korban ingin mandi di rumahnya. Korban merasa ada yang aneh ketika melihat kamar mandi dalam kondisi rapi.

    Tak berselang lama, korban coba bertanya soal tabungan kepada pelaku. Pertanyaan itu lantas membuat pelaku emosi.

    “Kemudian pelaku malah emosi dan terlibat cekcok dengan korban,” ungkap Kabid Humas.

    Ade Ary mengungkapkan, pelaku memukul wajah istrinya hingga korban menderita luka lebam dan sakit di bagian kepala.

     
    “Saat ini Polres Metro Jakarta Timur masih melakukan penyelidikan,” ujar Ade Ary.
     

    Penulis: Annas Furqon Hakim

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • BPBD Keluarkan 5 Panduan Warga Kota Bogor terkait Meningkatnya Aktivitas Gunung Salak & Gunung Gede – Halaman all

    BPBD Keluarkan 5 Panduan Warga Kota Bogor terkait Meningkatnya Aktivitas Gunung Salak & Gunung Gede – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Warga Kota Bogor diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menyusul adanya peningkatan aktivitas Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango. 

    Diketahui, Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango meski sudah lama tenang, namun merupakan gunung api aktif yang secara alami bisa mengalami reaktivasi.

    Terkait meningkatnya aktivitas kedua gunung api tersebut, Pemkot Bogor memberikan panduan untuk masyarakat.

    Apa saja yang perlu kita lakukan? 

    Berikut panduannya: 

    Tetap tenang dan ikuti info resmi dari PVMBG & BPBD.  
    Aktifkan kembali Kelurahan Tangguh Bencana (KELTANA) di wilayah masing-masing.  
    Siapkan Tas Siaga di rumah berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan ringan, air, senter, dan kebutuhan darurat lainnya.  
    Hindari menyebarkan hoaks dan pastikan informasi berasal dari sumber tepercaya.
    Diimbau untuk mengunduh aplikasi Inarisk Personal.

    BPBD Kota Bogor dalam keterangannya menyebut bahwa kita tidak bisa menghindari bencana, tapi kita bisa siap menghadapinya bersama. 

    “Kesiapsiagaan adalah bentuk cinta pada keluarga dan kota kita tercinta. Siap untuk selamat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Hidayatullah dalam keterangannya.

    Sebelumnya, pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ditutup sementara lantaran terjadi peningkatan aktivitas gempa vulkanik yang berpotensi bahaya berupa letusan freatik maupun gas gunung api di sekitar kawah.

    Gunung yang secara geografis berada di wilayah Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor ini seharusnya buka pada 3 April 2025 setelah dilakukan penutupan sementara sejak 25 Desember 2024.

    Penutupan dilakukan hingga 7 April 2025 dan atau sampai informasi lebih lanjut hasil pemantauan dari Badan Geologi.

    Berdasarkan siaran pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), peningkatan gempa vulkanik dalam terjadi pada 1 April 2025 mencapai 21 kali.

    Sementara pada periode 1 sampai 31 Maret 2025, gempa vulkanik dalam Gunung Gede hanya 0 hingga 1 kali per hari.

    Kepala Badan Geologi pada Kementerian ESDM, Muhammad Wafid mengatakan erupsi terakhir Gunung Gede terjadi pada tahun 1957 dari Kawah Ratu dengan kolom letusan mencapai 3000 meter di atas puncak.

    “Saat ini aktivitas hembusan Gunung Gede berasal dari Kawah Wadon dengan ketinggian asap kawah pada periode 1-31 Maret 2024 umumnya berkisar antara 50-100 di atas puncak,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (2/5/2025).

    Kendati demikian, berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Gede hingga tanggal 1 April 2025 pukul 10.00 WIB masih ditetapkan pada Level I (Normal).

    Namun dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Gede dan pengunjung atau wisatawan agar tidak menuruni, mendekati dan bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon. 

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Aktivitas Gunung Gede Alami Peningkatan, Pemkot Bogor Siap Siaga, Warga Diminta Jangan Sebar Hoaks

  • Rumah Warga Depok Dibobol Maling Saat Salat Idul Fitri, Motor dan Uang Tunai Raib – Halaman all

    Rumah Warga Depok Dibobol Maling Saat Salat Idul Fitri, Motor dan Uang Tunai Raib – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap kawanan pencuri yang nekat beraksi di siang bolong saat momentum Hari Raya Idul Fitri.

    Aksi pencurian tersebut terjadi di sebuah rumah yang berada di kawasan Leuwinanggung, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin, 31 Maret 2025.

    Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, menyampaikan bahwa aksi kriminal itu terjadi saat penghuni rumah tengah menunaikan salat Idul Fitri.

    “Pelaku beraksi saat penghuni rumah sedang melaksanakan salat Idul Fitri,” ujar Ressa dalam keterangan resminya pada Selasa (8/4/2025).

    Pemilik rumah, yang diketahui berinisial H, baru menyadari rumahnya dibobol saat kembali dari masjid.

    Ia menemukan pintu rumah dalam keadaan terbuka dan kondisi dalam rumah sudah berantakan. Setelah dicek lebih lanjut, sejumlah barang berharga dilaporkan hilang.

    “Korban mengalami kerugian berupa satu unit sepeda motor, beberapa ponsel, serta sejumlah uang tunai yang berhasil dibawa kabur oleh pelaku,” ungkap Ressa.

    Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga para pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara merusak atau mencongkel gembok pintu utama.

    Saat rumah dalam keadaan kosong itulah mereka leluasa menggasak barang-barang milik korban.

    Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak cepat.

    Tim Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi, termasuk korban.

    “Proses penyelidikan masih berlangsung. Tim kami sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga beraksi secara berkelompok,” ujar Ressa.

    Polisi juga tengah memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dan jalur pelarian yang digunakan.

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan meningkatkan keamanan rumah, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

    Jika menemukan hal mencurigakan, warga diminta segera melapor ke pihak berwajib.

     

     

     

  • Polisi Serahkan Perempuan Muda yang Hendak Bunuh Diri di Stasiun Rawa Buntu ke Pihak Keluarga – Halaman all

    Polisi Serahkan Perempuan Muda yang Hendak Bunuh Diri di Stasiun Rawa Buntu ke Pihak Keluarga – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Seorang perempuan muda yang hendak melakukan percobaan bunuh diri di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga.

    Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Serpong Kompol Soehardono, dalam keterangannya pada Selasa (8/4/2025).

    “Identitas orang yang ingin bunuh diri adalah HN, perempuan, Islam, lahir di Tegal pada 4 November 2001,” ujarnya.

    Adapun proses penyerahan HN kepada keluarga dilakukan pada Senin (7/4/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.

    Kronologi Kejadian

    Kejadian bermula pada Minggu (6/4/2025) sekitar pukul 23.30 WIB.

    Saat itu, diduga HN hendak melakukan percobaan bunuh diri di tempat kosnya dengan cara gantung diri menggunakan kabel listrik.

    Aksi tersebut berhasil digagalkan oleh sang pacar, berinisial E.

    Setelah upaya pertama gagal, HN kemudian pergi meninggalkan kosan dan menuju Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 23.00 WIB.

    Di sana, ia berniat mengakhiri hidup dengan berdiri di tengah rel kereta api jurusan Tanah Abang–Rangkasbitung.

    Namun, niat tersebut kembali berhasil dicegah, kali ini oleh petugas keamanan KAI yang kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Serpong.

    Petugas piket dari Polsek Serpong langsung bergerak cepat mengamankan HN dan membawanya ke kantor polisi untuk ditangani lebih lanjut.

    Diduga Alami Depresi

    Dari hasil pembicaraan dengan HN, diduga ia mengalami depresi akibat permasalahan keluarga, termasuk perceraian kedua orang tuanya serta tekanan ekonomi dan kebutuhan hidup yang besar.

    Kapolsek Serpong, Kompol Soehardono, turut memberikan dukungan moral kepada HN. Ia mengajak HN untuk tetap semangat dan percaya bahwa kehidupan masih memiliki harapan.

    “Yakin bahwa setiap ujian pasti akan berlalu dengan hikmah yang baik,” pungkasnya.

     

  • Kabar Terbaru Satpam RS Mitra Bekasi Koma Usai Dianiaya Keluarga Pasien – Halaman all

    Kabar Terbaru Satpam RS Mitra Bekasi Koma Usai Dianiaya Keluarga Pasien – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Kasus penganiayaan terhadap seorang satpam RS Mitra Keluarga Bekasi bernama Sutiono (39) mengundang perhatian publik.

    Sutiono menjadi korban kekerasan brutal hingga membuatnya koma selama empat hari setelah menegur keluarga pasien yang parkir sembarangan di dekat IGD,  di akses masuk RS Mitra Keluarga Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Sabtu (29/3/2025).

    Pelaku merupakan pria muda kelahiran tahun 2000 yang datang menjenguk kakeknya.

    Ia mengendarai mobil sedan Toyota Vios berknalpot bising dan memarkir kendaraannya tidak sesuai aturan rumah sakit.

    Teguran yang dilakukan Sutiono sebagai bentuk profesionalisme justru dibalas dengan kekerasan.

    Berdasarkan keterangan istri korban, Ratrichsani (30), suaminya didorong, dipiting, lalu dibanting hingga mengalami kejang dan akhirnya koma.

    Ironisnya, saat korban dalam kondisi tak berdaya, pelaku tetap melanjutkan aksinya.

    Tak hanya itu, pelaku juga sempat menghina korban dan rekan sesama satpam dengan kata-kata merendahkan seperti orang miskin jangan banyak tingkah.

    Tak hanya menganiaya korban, berdasarkan penuturan Ratrichsani yang mendengar cerita dari saksi kejadian, pelaku juga sempat melontarkan kata-kata merendahkan. 

    “Dia (keluarga pelaku) sempet ngucapin ke seorang sekuriti, salah satu temannya, rekannya (korban), katanya ‘kamu tuh orang miskin, jangan banyak tingkah’, katanya gitu. Jadi di situ saya inisiatif buat viralin itu,” kata Ratrichsani, Senin (7/4/2025). 

    Keluarga pelaku juga bersikap arogan, hal ini terlihat saat mediasi yang berlangsung tak lama setelah kejadian.

    Mereka mengaku bisa menggerakkan massa sebuah ormas se-Kota Bekasi, bahkan sesumbar memiliki kenalan Polisi di Polda.

    “Iya kata bapaknya pelaku dia ini mau bawa massa ormas satu Bekasi, terus dia mau bawa Polda, pas itu (mediasi) saya takut,” ucapnya. 

    Jalan Pemeriksaan Lanjutan

    Sutiono sempat dirawat intensif di ruang ICU dan menjalani serangkaian pemeriksaan medis, termasuk CT Scan dan MRI. 

    Meski kini kondisinya mulai membaik, ia masih harus menjalani perawatan lanjutan karena sempat mengalami penurunan kondisi pascadipulangkan.

    Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dan kini dalam proses hukum.

    Pihak keluarga berharap pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum dan memberikan efek jera.  (Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar)

     

     

  • Kesaksian Sopir Ambulans yang Temukan Jasad Wartawan di Hotel Jakarta Barat, Tak Ada Luka Sayatan – Halaman all

    Kesaksian Sopir Ambulans yang Temukan Jasad Wartawan di Hotel Jakarta Barat, Tak Ada Luka Sayatan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Penyebab kematian wartawan bernama Situr Wijaya (33) masih diselidiki Polres Metro Jakarta Barat.

    Wartawan asal Palu, Sulawesi Tengah tersebut ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (4/4/2025) malam.

    Dalam kasus ini ada dua saksi berinisial AS dan SF yang menjalani pemeriksaan pada Minggu (6/4/2025).

    Keduanya merupakan pemilik dan sopir ambulans yang mendatangi lokasi penemuan jasad.

    Kuasa hukum kedua saksi, Subadria Nuka, menjelaskan pemeriksaan berjalan dari pukul 00.30 WIB hingga 04.30 WIB.

    “Klien kami diperiksa sebagai saksi karena kehadiran mereka ke hotel wilayah Jakarta Barat tersebut atas adanya orderan dari seorang wanita,” ungkapnya, Senin (7/4/2025), dikutip dari WartaKotalive.com.

    Wanita yang memesan ambulans mengaku sebagai teman korban.

    Kedua saksi sempat bertemu wanita tersebut yang menunjukkan lokasi kamar korban.

    “Setelah di dalam hotel, ternyata almarhum ini sudah tergeletak, tanpa menggunakan baju, hanya celana pendek. Dilihat ‘ini mah sudah lewat, meninggal, mohon maaf, sudah lama meninggalnya, sudah berjam-jam, sudah membiru,” terangnya.

    Jasad korban kemudian dibawa ke RS di wilayah Kebon Jeruk.

    Subadria Nuka menerangkan kliennya tidak menemukan luka sayatan dan kekerasan pada jasad korban.

    Hasil Visum

    Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, mengatakan jasad telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses visum.

    Hasil visum menunjukkan adanya lebam pada jasad korban, tapi bukan karena kekerasan.

    “Luka lebam pada tubuh korban adalah lebam normal jenazah yang sudah meninggal,” tuturnya, Minggu (6/4/2025).

    Hingga saat ini penyidik belum menemukan luka akibat benda tumpul maupun benda tajam.

    Sebanyak tiga saksi telah diperiksa untuk mendalami unsur tindak pidana pada kematian korban.

    “Kasus ini sudah ditangani oleh Polda Metro setelah Jumat malam itu, sekitar 21.30 WIB, pengacara korban bikin laporan ke Polda,” tandasnya.

    Proses olah TKP telah dilakukan pada Jumat (4/4/2025) malam dan sejumlah barang diamankan.

    Jenazah telah diterbangkan ke Palu untuk dimakamkan di rumah duka di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

    Keluarga Buat Laporan

    Kuasa hukum keluarga korban, Rogate Oktoberius Halawa mengatakan, ada yang janggal pada kematian Situr Wijaya sehingga keluarga membuat laporan kasus pembunuhan pada Sabtu (5/4/2025).

    Keluarga merasa ada yang janggal pada kematian korban setelah melihat foto-foto penemuan jasad.

    “Ada dugaan korban dihilangkan nyawanya dengan pelaku yang kini sedang didalami,” tukasnya.

    Laporan keluarga korban teregistrasi dengan nomor LP/B/2261/IV/2025/SPKT/Polda Metro Jaya.

    “Kami sudah memasukkan laporan ke Polda Metro Jaya tentang dugaan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP,”  ucapnya.

    Ia menerangkan foto jasad menunjukkan korban mengeluarkan darah di hidung dan mulut.

    Selain itu ada luka memar hingga sayatan di leher korban.

    Setelah penemuan jasad, pihak hotel tak langsung mengonfirmasi ke keluarga.

    “Rumah sakit, tahunya dari sopir ambulans yang mengantar jenazah, yang kami sayangkan pihak hotel tidak memberitahukan hal ini ke keluarga korban,” sambungnya.

    Sebagian artikel telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Terungkap Jurnalis Tewas dalam Kamar Hotel di Jakbar, Seorang Wanita Pesan Ambulans

    (Tribunnews.com/Mohay) (WartaKotalive.com/Ramadhan LQ/Budi Sam)

  • ASN DKI Jakarta, Pengecualian WFA Bagi Pegawai Pelayanan Publik dan Lapangan – Halaman all

    ASN DKI Jakarta, Pengecualian WFA Bagi Pegawai Pelayanan Publik dan Lapangan – Halaman all

    Ringkasan Berita:

    Pada Selasa (8/4/2025), ASN DKI Jakarta diizinkan bekerja dari mana saja (Work From Anywhere), kecuali bagi yang bekerja di pelayanan publik dan lapangan.

    ASN yang bertugas langsung kepada masyarakat atau yang membutuhkan kehadiran fisik dikecualikan dari kebijakan WFA.

    Surat edaran juga mencakup fleksibilitas jam kerja, dengan penyesuaian di setiap unit kerja yang tidak dapat melaksanakan tugas secara digital.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada Selasa (8/4/2025), setelah libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.

    Namun, kebijakan ini tidak berlaku untuk seluruh ASN, melainkan dengan pengecualian bagi pegawai yang bekerja di unit pelayanan publik atau memiliki tugas yang memerlukan kehadiran fisik di lapangan.

    Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 10/SE/2025 yang diterbitkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta pada 5 April 2025.

    Surat edaran ini berisi penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan PNS pasca libur nasional dan cuti bersama.

    Pengecualian bagi ASN yang Bekerja di Pelayanan Publik

    Surat edaran tersebut juga menegaskan bahwa ASN yang bertugas di sektor pelayanan publik atau yang pekerjaannya memerlukan kehadiran fisik tidak dapat melakukan WFA.

    Pengecualian ini berlaku untuk pegawai yang bekerja di unit-unit yang memberikan dukungan operasional langsung kepada masyarakat, serta bagi ASN yang memberikan pelayanan secara terus-menerus selama 24 jam.

    PNS (TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)

    Fleksibilitas Jam Kerja di Pemprov DKI Jakarta

    Selain WFA, Pemprov DKI Jakarta juga menerapkan fleksibilitas jam kerja untuk ASN, sesuai dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor 28/SE/2023.

    Namun, ASN yang tidak dapat bekerja secara digital atau memerlukan interaksi langsung tetap harus hadir di tempat kerja sesuai jam kerja yang ditentukan, mulai pukul 07.30 WIB.

    Penerapan Kebijakan dan Penyesuaian di Setiap Unit Kerja

    Para kepala perangkat daerah diminta untuk menyesuaikan pelaksanaan tugas kedinasan ASN, khususnya bagi unit-unit yang tidak dapat melaksanakan tugasnya secara jarak jauh.

    Dengan demikian, kebijakan ini mengutamakan penyesuaian untuk memastikan kelancaran pelayanan publik.

  • 25 Jalan Jakarta Kembali Berlaku Ganjil Genap Mulai 8 April, Pelanggar Denda Rp500.000 – Halaman all

    25 Jalan Jakarta Kembali Berlaku Ganjil Genap Mulai 8 April, Pelanggar Denda Rp500.000 – Halaman all

    Ringkasan Berita

    Skema ganjil genap akan kembali berlaku mulai 8 April 2025, dengan 25 jalan utama di Jakarta terpengaruh. Pembatasan ini berlaku pada dua sesi waktu: 06.00-10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB.

    Beberapa jalan utama yang akan dikenakan aturan ini antara lain Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Salemba Raya. Pastikan kendaraan Anda sesuai dengan tanggal yang ditentukan.

    Pelanggaran aturan ini dapat dikenakan denda hingga Rp500.000. Kendaraan tertentu, seperti ambulans dan angkutan umum, dikecualikan dari pembatasan ini.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Skema ganjil genap di Jakarta akan kembali berlaku mulai 8 April 2025.

    Sebanyak 25 jalan utama di Jakarta akan dikenakan aturan ini, dan pelanggar akan dikenai denda maksimal Rp500.000.

    Pastikan Anda mengetahui daftar jalan yang terpengaruh untuk menghindari sanksi.

    Jadwal dan Lokasi Ganjil Genap Jakarta

    Pembatasan lalu lintas dengan skema ganjil genap di Jakarta akan diberlakukan pada dua sesi waktu, yaitu pagi hingga siang pukul 06.00-10.00 WIB dan sore hingga malam pukul 16.00-20.00 WIB.

    Selama periode ini, hanya kendaraan dengan plat nomor yang sesuai dengan tanggal yang ditentukan yang diperbolehkan melintas di jalan-jalan yang terdaftar.

    25 Jalan yang Dikenakan Aturan Ganjil Genap

    Berikut adalah daftar 25 jalan yang akan terpengaruh oleh aturan ganjil genap mulai 8 April:

    Jalan Pintu Besar Selatan

    Jalan Gajah Mada

    Jalan Hayam Wuruk

    Jalan Majapahit

    Jalan Medan Merdeka Barat

    Jalan MH Thamrin

    Jalan Jenderal Sudirman

    Jalan Sisingamangaraja

    Jalan Panglima Polim

    Jalan Fatmawati dari Simpang

    Jalan Ketimun sampai Jalan TB Simatupang

    Jalan Suryopranoto

    Jalan Balikpapan

    Jalan Kyai Caringin

    Jalan Tomang Raya

    Jalan Jenderal S Parman

    Jalan Gatot Subroto

    Jalan MT Haryono

    Jalan HR Rasuna Said

    Jalan D.I Pandjaitan

    Jalan Jenderal A. Yani

    Jalan Pramuka

    Jalan Salemba Raya sisi Barat, untuk Timur mulai dari Simpang Jalan Paseban Raya sampai Diponegoro

    Jalan Kramat Raya

    Jalan Stasiun Senen

    Tujuan dan Pengecualian Skema Ganjil Genap

    Skema ganjil genap bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Pada tanggal ganjil, kendaraan dengan plat nomor berakhiran ganjil diperbolehkan melintas, sementara pada tanggal genap, kendaraan dengan plat nomor berakhiran genap yang dapat melintas.

    Beberapa kendaraan yang dikecualikan dari aturan ini, seperti kendaraan dinas, ambulans, kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan angkutan umum (plat kuning), serta kendaraan untuk penanganan bencana atau Covid-19.

    Sanksi Pelanggaran Ganjil Genap

    Pelanggaran terhadap aturan ganjil genap di Jakarta akan dikenakan denda maksimal Rp500.000, sesuai dengan ketentuan dalam UU LLAJ Nomor 22 Tahun 2009.

    Oleh karena itu, pastikan Anda mematuhi aturan untuk menghindari sanksi.

    Dengan pemberlakuan kembali skema ganjil genap pada 8 April, penting bagi pengemudi untuk memahami dan mematuhi aturan ini agar tidak terkena denda.

    Pastikan Anda mengetahui jalan-jalan yang terkena pembatasan dan jadwal yang berlaku.