Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Atas Motor di SPBU Kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat – Halaman all

    Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Atas Motor di SPBU Kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang pria berinisial CEP ditemukan meninggal dunia ketika berada di atas sepeda motor yang terparkir di area SPBU, kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (8/4/2025).

    Korban pertama kali ditemukan oleh saksi EN yang merupakan operator SPBU, setelah mendapat laporan dari pelanggan.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan jika korban ditemukan dalam posisi badan di atas motor, sementara kepala menyentuh lantai.

    “Ada customer yang memberitahukan kepada saksi bahwa ada orang pingsan di parkiran, dengan posisi badan di atas sepeda motor dan kepala menyentuh lantai,” kata Ade Ary, dalam keterangan tertulisnya.

    Laporan tersebut kemudian diteruskan oleh operator SPBU kepada pimpinannya, dan keduanya segera menuju lokasi parkiran untuk memastikan kondisi korban.

    Beberapa saksi lainnya juga turut membantu menurunkan korban dari atas sepeda motor.

    Ade Ary mengatakan jika saat ditemukan korban menggunakan jaket hitam, celana jeans, sepatu cokelat dan helm.

    “Setelah diturunkan, saksi melaporkan kejadian ini ke Polsek Kebon Jeruk,” ungkap Ade Ary.

    Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti kematian korban. 

    Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu menyebut jika kasus ini sedang ditangani oleh Polsek Kebon Jeruk.

  • Menteri LH Wanti-wanti Pelaku Industri Jabodetabek Atasi Kenaikan Polusi Udara di Musim Kemarau   – Halaman all

    Menteri LH Wanti-wanti Pelaku Industri Jabodetabek Atasi Kenaikan Polusi Udara di Musim Kemarau   – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan arahan kepada para pelaku usaha industri se-Jabodetabek dan Karawang, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Kamis (10/4/2025). 

    Di hadapan para pelaku usaha industri, ia menjelaskan mengenai langkah pencegahan polusi udara khususnya untuk area Jabodetabek jelang memasuki musim kemarau.

    Pasalnya ketika musim kemarau tiba di mana intensitas hujan menipis, aerosol atau partikel yang melayang di udara akan banyak terjebak di gedung – gedung yang banyak menjulang tinggi di Jakarta. 

    Partikel ini yang ketika musim penghujan ikut turun bersamaan dengan turunnya hujan ke tanah. 

    “Kemudian pada saat musim kemarau ini (polutan) tidak ada yang menurunkan,” kata Hanif.

    Ia menyatakan, berdasarkan hasil penelitian dari World Bank, ada lima komponen utama sumber polutan pencemar udara di Jakarta dan sekitarnya.

    Diantaranya, penggunaan BBM yang berasal dari alat transportasi kendaraan bermotor, polusi dari pembakaran ketel uap yang dihasilkan dari pabrik-pabrik industri, kemudian pembakaran terbuka, konstruksi bangunan, dan aerosol atau polutan yang berputar di wilayah aglomerasi Jabodetabek.

    “Jadi kelima hal ini yang menyebabkan kualitas udara di Jakarta memburuk terutama di musim – musim kemarau,” jelasnya.

    Khusus untuk kegiatan pembakaran terbuka atau open burning, KLH memantau lewat citra satelit ada 120 titik ilegal di Jabodetabek yang melakukan praktik tersebut. 

    Sejauh ini ada tiga pabrik pengolahan besi yang menggunakan penggunaan tungku terbuka sudah dilakukan penegakan hukum.

    KLH menyatakan tidak segan untuk menutup pabrik industri yang berkontribusi dalam peningkatan polusi udara, dan tidak patuh terhadap ketentuan pengendalian polusi udara.

    Untuk menanggulangi potensi polusi udara meningkat saat kemarau, KLH sudah menyusun beberapa skenario.

    Selain operasi modifikasi cuaca di Jakarta dan sekitarnya, KLH juga akan mengutamakan kontrol terhadap gas buang industri, dengan cara beralih ke bahan bakar gas dari bahan bakar batu bara.  

    Perusahaan gas negara disebutnya juga sudah siap untuk mendistribusikan pasokan – pasokan gas ini kepada para pelaku industri.

    “Penggunaan gas kami sinyalir berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, memiliki tingkat polusi udara yang paling kecil,” ungkap Hanif.

     

     

     

  • Pansus Utilitas, DPRD DKI Jakarta Dorong Percepatan Penataan Kabel  – Halaman all

    Pansus Utilitas, DPRD DKI Jakarta Dorong Percepatan Penataan Kabel  – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota DPRD DKI Jakarta Nabilah Alhabsyi menyambut baik amanah yang diberikan untuk menjadi bagian dari Panitia Khusus (Pansus) Utilitas DPRD DKI Jakarta. 

    Hal ini disampaikan Nabilah usai menghadiri rapat pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Pansus di Ruang Rapat Komisi D, Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Rabu (9/4/2025). 

    Nabilah menjelaskan hadirnya pansus ini bertujuan untuk mempercepat penataan utilitas di Jakarta, terutama terkait jaringan kabel, pipa maupun infrastruktur bawah tanah yang selama ini dinilai semrawut dan belum tertata dengan baik.

    “Keberadaan Pansus Utilitas ini adalah bentuk keseriusan DPRD DKI dalam merespons berbagai persoalan klasik di lapangan, mulai dari kabel udara yang membahayakan, penggalian jalan yang berulang, hingga ketidakteraturan infrastruktur bawah tanah. Ini momentum untuk membenahi secara menyeluruh,” jelas Nabilah dikutip, Kamis (10/4/2025).

    Menurut Nabilah, percepatan pelaksanaan penataan utilitas harus dilakukan dengan pendekatan kolaboratif, harus melibatkan semua pihak baik dari SKPD, BUMD,  swasta, maupun masyarakat. 

    Ia juga menekankan pentingnya adanya sistem data yang terpadu serta aturan pelaksanaan yang tegas agar tidak terjadi tumpang tindih proyek.

    “Hari ini kita butuh regulasi yang jelas dan pelaksanaan yang konsisten. Karena agenda penataan Utilitas ini sudah pernah dibahas di periode sebelumnya namun memang masih tertahan,” ungkap politikus PKS itu.

    Lebih lanjut, Nabilah mendorong agar Pemprov DKI bersama DPRD dapat menyusun roadmap pembangunan ducting utilitas secara komprehensif dan terukur.

    “Saya berharap Pansus ini dapat menghasilkan kebijakan dengan Perda yang konkret. Penataan utilitas bukan hanya soal menanam kabel ke bawah tanah, tetapi bagaimana semua pihak bisa terhubung dalam sistem yang rapi dan terintegrasi. Ini bagian dari wajah baru Jakarta ke depan agar lebih Indah,” tuturnya.

    Pansus Utilitas diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi tantangan infrastruktur Jakarta, serta memperkuat peran pengawasan legislatif terhadap program-program strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga ibu kota.

     

  • Datangi Mapolda Metro, Keluarga Korban Jurnalis Tewas di Jakbar Minta Semua Pihak Ikuti Proses Hukum – Halaman all

    Datangi Mapolda Metro, Keluarga Korban Jurnalis Tewas di Jakbar Minta Semua Pihak Ikuti Proses Hukum – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keluarga almarhum SW jurnalis yang ditemukan tewas di sebuah hotel di Jakarta Barat pekan lalu mendatangi Polda Metro Jaya.

    Heru yang hadir mewakili pihak keluarga dan organisasi tempat almarhum menjalankan aktivitas profesinya meminta semua pihak mengikuti proses hukum.

    Dia meluruskan terkait adanya sejumlah pihak yang mengaku sebagai kuasa hukum keluarga dalam kasus ini.

    Heru menegaskan bahwa tidak pernah ada pemberian kuasa hukum resmi kepada siapa pun.

    “Sudah kami klarifikasi, tidak ada kuasa yang diberikan oleh keluarga kepada siapa pun. Ke depan, informasi dari pihak keluarga akan disampaikan langsung oleh kami agar tidak terjadi simpang siur,” tegasnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/4/2025). 

    Pihak keluarga korban menyampaikan terima kasih kepada jajaran kepolisian, khususnya Subdit Jatanras Polda Metro Jaya dan Polsek Kebon Jeruk, atas bantuan dalam proses evakuasi dan penanganan jenazah.

    “Kami ucapkan terima kasih kepada kepolisian, terutama Polsek Kebon Jeruk yang sangat membantu kami dalam proses evakuasi jenazah almarhum SW,” ujarnya.

    Heru menjelaskan, pihak keluarga pertama kali menerima informasi mengenai meninggalnya almarhum pada pukul 12.30 WIB, usai salat Jumat. 

    Namun, proses identifikasi dan evakuasi jenazah baru bisa dilakukan sekitar pukul 18.35 WIB setelah pihak keluarga berhasil menghubungi aparat Polsek Kebon Jeruk.

    “Saat itu kami sangat kesulitan, bahkan sempat mendapat tawaran dari pihak-pihak yang ingin langsung memandikan dan mengurus jenazah, padahal kami ingin memastikan penyebab kematiannya melalui proses visum dan otopsi. Karena itu kami hubungi kepolisian,” terang Heru.

    Ia juga menambahkan bahwa kondisi jenazah saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk karena cukup lama berada di ambulans. 

    Oleh karena itu, evakuasi ke RS Polri untuk keperluan visum dan otopsi sangat penting dilakukan.

    Persetujuan untuk proses otopsi, kata Heru, telah didapatkan dari istri almarhum.

    Adapun proses pemulangan jenazah ke Sulawesi Tengah pun mendapat dukungan langsung dari Gubernur Sulteng, mengingat keterbatasan biaya dari pihak keluarga.

     

  • Tidak Terima Ditegur Persoalan Motor, Warga Jaksel Aniaya Tetangganya hingga Patah Tulang – Halaman all

    Tidak Terima Ditegur Persoalan Motor, Warga Jaksel Aniaya Tetangganya hingga Patah Tulang – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Gara-gara senggolan motor, pria berinisial I menjadi korban penganiayaan tetangganya sendiri di Jalan Menteng Atas Selatan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (3/4/2025).

    Korban menderita patah tulang kaki dan harus menjalani perawatan panjang.

    Pelaku penganiayaan adalah pria berinisial W.

    “Penganiayaan dilaporkan ke Polsek Metro Setiabudi pada Senin, 7 April 2025 pukul 16.32 WIB,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Rabu (9/4/2025).

    Awalnya, kata Ade, korban I sedang mengecek kondisi sepeda motornya.

    Lalu W memundurkan sepeda motor miliknya di dekat I.

    “Tiba-tiba pelaku memundurkan sepeda motornya dan mengenai korban,” ucap Ade Ary.

    Korban kemudian menegur pelaku, tetapi pelaku justru tidak terima.

    “Pelaku langsung marah-marah, lalu memiting leher korban dari belakang,” tuturnya.

    Tak berhenti sampai di situ, pelaku juga menghantam kaki korban hingga terjatuh membentur aspal.

    “Atas kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang pada bagian kaki sebelah kiri,” kata Ade Ary.

    Akibat kejadian ini, istri korban berinisial T melaporkan penganiayaan yang dialami suaminya ke Polsek Metro Setiabudi.

    Penulis: Ramadhan L Q

  • IPhone 15 Pro Max Dirampas Pria Bermotor di Kemayoran Saat Korban Berniat Cek Notifikasi – Halaman all

    IPhone 15 Pro Max Dirampas Pria Bermotor di Kemayoran Saat Korban Berniat Cek Notifikasi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kebiasaan mengecek handphone di pinggir jalan bisa berujung petaka. 

    Hal tersebut baru saja dialami oleh seorang pria berinisial T yang menjadi korban pencopetan di Jalan HBR Motik, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2025) siang.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan jika korban berniat mengecek notifikasi dari gawainya.

    “Korban menepi di pinggir jalan sekitar pukul 12.00 WIB untuk mengecek notifikasi di handphone,” ungkap Ade Ary dalam keterangannya.

    Dalam hitungan detik, seorang pria tak dikenal mengendarai sepeda motor langsung merampas ponsel berjenis iPhone 15 Pro Max itu.

    Tak sempat bereaksi, korban pun hanya pasrah dan melihat pelaku melarikan diri. 

    “Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya keesokan harinya, Selasa, pukul 13.10 WIB,” papar Ade Ary.

    Lebih lanjut, Ade Ary mengatakan jika kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh Polsek Kemayoran.

    “Ditangani Polsek Kemayoran, pelaku masih dalam penyelidikan,” pungkas Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu.

  • Remaja di Tangerang Koma akibat Dibacok, Teman Korban Ngakunya Dibegal Padahal Tawuran – Halaman all

    Remaja di Tangerang Koma akibat Dibacok, Teman Korban Ngakunya Dibegal Padahal Tawuran – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang remaja pria berinisial I menderita luka cukup parah karena dibacok saat tawuran di kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan peristiwa itu terjadi Minggu (6/4/2025) lalu.

    Setelah terluka karena tawuran, rekan korban memberitahu kepada keluarganya jika korban terluka karena dibegal.

    “Teman korban yang bernama S yang mendatangi rumah korban pukul 06.30 WIB, untuk meminta KTP untuk pendataan di klinik dan mengatakan korban menjadi korban begal dan mengalami luka bacok di kepala, luka bacok di bawah ketiak kiri, luka bacok di paha kanan dan luka memar di lutut sebelah kiri dan mata kaki sebelah kiri,” kata Ade Ary kepada wartawan, Kamis (10/4/2025). 

    Setelah mendapat laporan itu, pihak keluarga pun langsung bergegas ke RSUD Tangerang untuk melihat kondisi korban.

    Benar saja, korban di rumah sakit tersebut sudah dalam kondisi koma akibat luka-luka yang diterimanya.

    Ade Ary mengatakan pihak kepolisian melakukan pengecekan dan mendapatkan laporan bahwa korban dibacok di ketiak hingga menembus ke paru-paru.

    Akibatnya, korban kesulitan bernapas sehingga harus segera dioperasi. 

    “Selanjutnya mendapat keterangan dari petugas RSUD bahwa korban mengalami luka yang serius akibat luka tusuk di bawah ketiak mengenai paru-paru yang mengakibatkan korban kesulitan bernapas sehingga diperlukan operasi,” tuturnya. 

    Pihak kepolisian lalu melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi kejadian. 

    Saat dicek, saksi di lokasi mengatakan bahwa sebelumnya terjadi peristiwa tawuran antara dua kelompok. 

    “Kemudian Unit Reskrim melakukan penyelidikan didapat keterangan dari warga bahwa telah terjadi aksi tawuran pada pukul 04.00 WIB di TKP,” ungkapnya. 

    “Menurut keterangan saksi sekira pukul 04.00 WIB melihat segerombol anak muda melintas di depan pabrik menggunakan sepeda motor berjumlah 30 motor dengan membawa sajam berupa celurit,” sambungnya. 

    Saat ini pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman. Pelaku pembacokan masih diselidiki.

  • Pria yang Todongkan Airsoft Gun ke Penjaga Warung Madura di Cempaka Putih Jakarta Pusat Diringkus – Halaman all

    Pria yang Todongkan Airsoft Gun ke Penjaga Warung Madura di Cempaka Putih Jakarta Pusat Diringkus – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang pria berinisial GD alias Geger (28) nekat menodongkan pistol jenis airsoft gun ke penjaga Warung Madura di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

    Aksi pelaku sempat terekam CCTV menjadi viral di media sosial dan memicu kepolisian bertindak cepat.

    Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Sulistyo Yudo Pangestu, mengatakan pelaku telah ditangkap kurang dari 24 jam setelah laporan diterima.

    “Setelah berita viral di media sosial, tim kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku pada Rabu (9/4/2025) sore di tempat tinggalnya di Cempaka Putih Barat,” ujar Sulistyo dalam keterangan, Rabu (9/4/2025).

    Aksi nekat GD terjadi pada Selasa (8/4/2025) sekitar pukul 05.00 WIB di Warung Madura, Jalan Cempaka Putih Tengah No. 40, Jakarta Pusat. 

    Berdasarkan keterangan korban, pelaku masuk ke warung dan langsung menodongkan pistol airsoft gun jenis Glock 18.

    Korban yang mengalami kejadian ini adalah GMM (27) dan DPS (24), penjaga warung Madura. 

    Menurut kesaksian mereka, pelaku memaksa mereka memberikan uang tunai Rp 200 ribu.

    “Pelaku juga sebelumnya, pada 19 Maret 2025, meminta korban mentransfer Rp 200 ribu ke akun dompet digital,” jelas Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih AKP Yossy Januar.

    Korban yang ketakutan pun tidak berani melawan. Setelah mendapatkan uang, pelaku kabur. 

    Namun, rekaman CCTV yang merekam kejadian ini menjadi bukti penting yang akhirnya mengungkap identitas pelaku.

    Tim Opsnal Resmob Polsek Cempaka Putih yang dipimpin AKP Yossy Januar bersama anggota lainnya langsung bergerak setelah mengidentifikasi pelaku. 

    Polisi melacak transaksi dompet digital yang digunakan pelaku dan menemukan pemiliknya, seorang perempuan berinisial APS (33), yang kemudian mengungkap bahwa uang tersebut diberikan kepada Geger.

    Barang bukti yang diamankan dari pelaku yakni:

    satu pucuk airsoft gun Glock 18 berisi 17 butir peluru gotri
    satu unit motor Vespa matic putih B 3353 PLU
    jaket bomber hijau metalik dan pakaian yang dikenakan saat kejadian
    handphone 
    rekaman CCTV yang menunjukkan aksi pelaku.

    Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat.

    “Kami pastikan bahwa pelaku kejahatan seperti ini akan ditindak tegas. Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor jika mengalami kejadian serupa agar dapat segera ditindaklanjuti,” kata Susatyo.

    Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Cempaka Putih.

  • Sosok Pria Jakut yang Aniaya Anak Pacarnya: Dikenal Temperamental, Emosinya Meledak-ledak – Halaman all

    Sosok Pria Jakut yang Aniaya Anak Pacarnya: Dikenal Temperamental, Emosinya Meledak-ledak – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Dua balita berinisial M (3) dan adiknya E (2) menjadi korban penyekapan oleh pria berinisial EC (29) di Penjaringan, Jakarta Utara.

    EC merupakan pacar dari ibu kandung korban. 

    Dilansir Tribun Jakarta, berdasarkan penuturan ibu korban, EC tega menganiaya kedua anaknya hanya karena masalah sepele.

    Selain itu, pelaku juga dikenal sebagai seorang pria yang temperamental.

    Amarah EC kerap meledak-ledak tanpa sebab yang pasti.

    Ibu korban menyebut, pelaku sering kali memukul kedua balitanya karena mereka buang air di kasur.

    Selain itu, masalah sepele lainnya yang sebenarnya umum dilakukan anak-anak juga memicu amarah pelaku.

    “Misalnya anak saya kalau ditanya nggak mau ngomong, digampar itu sama pelaku. Jadi hanya karena itu,” ucapnya saat ditemui di kos-kosan tempat tinggalnya di Penjaringan, Rabu (9/4/2025).

    Ibu korban mengaku sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih dengan pelaku yang juga seorang duda sejak tahun 2023 lalu.

    Selama ini, dirinya mengenal EC sebagai sosok temperamental, bukan hanya dengan kedua anaknya.

    Ibu korban mengaku, EC juga memukulinya sepanjang mereka berdua tinggal bersama selama dua tahun.

    “Emang sifatnya temperamen juga, jadi nggak bisa memprediksi, kalau misalnya yang menurut dia ibaratnya cuman salah kecil aja, kalau memang dia emosinya mau meledak dia bakal meledak.” 

    “Pernah saya dipukul pakai gagang koper, ada besinya juga,” ucapnya.

    Kronologi Kejadian

    Penyiksaan berujung penyekapan yang berulang itu terjadi di dalam kamar kos di Kelurahan Pejagalan, Penjaringan.

    Ibu korban mengatakan, terakhir kali EC melakukan penganiayaan pada Jumat (4/4/2025) lalu.

    Saat itu, pelaku menganiaya kedua korban hanya karena mereka buang air besar di atas kasur kos-kosannya.

    “Kejadian awalnya hari Jumat, pas kita lagi mau pulang beli makan, kan anak saya lagi saya ajarin buat potty training biar dia bisa kencing dan berak di toilet, cuman ini belum bisa ngomong juga kan namanya anak kecil kan masih belum bisa ngomong,” ucapnya.

    Pelaku yang tiba di kosan kesal melihat kasurnya kotor, langsung menendang korban M.

    Bukan hanya itu, EC juga menjambak rambut korban dan membenturkan kepalanya ke tembok.

    Kejadian itu dilihat langsung oleh ibu korban. Namun, ia tidak berani melawan karena tak kuat meladeni tenaga pelaku.

    Apalagi, ibu korban trauma karena dirinya juga seringkali dipukuli oleh pelaku.

    Ibu korban kemudian kabur dari kos-kosannya ke sebuah apartemen di Jakarta Barat pada keesokan harinya, Sabtu (5/4/2025).

    Ibu korban yang sudah merasa ketakutan tak bisa berpikir jernih, dirinya hanya bisa berdoa supaya anaknya yang masih tertinggal di kamar kos bisa selamat, sementara dirinya mencari bantuan.

    Ia pun pulang dari apartemen itu dan langsung menceritakan segala perbuatan pelaku kepada sekuriti kos-kosan.

    Pelaku diamankan oleh sekuriti kos dan warga setempat setelah sebelumnya “dipancing” untuk pulang ke kos-kosan itu oleh ibu korban.

    Pada Sabtu petang, ibu korban mengirimkan pesan kepada EC, memintanya untuk pulang ke kos membicarakan hubungan mereka.

    EC yang pulang langsung dikepung oleh sekuriti dan warga setempat.

    Warga yang geram karena melihat pelaku pulang membawa cutter akhirnya meluapkan emosi dan menghakimi EC sebelum membawanya ke kantor polisi.

    Sebelumnya, warga juga sempat membuka kamar kos sejoli itu dan mendapati kedua balita korban penganiayaan disekap.

    Balita M dan E ditelantarkan di kamar, sedangkan pintu kamar kos itu dikunci dari luar oleh pelaku.

    Kondisi keduanya sangat memprihatinkan. Mereka mengalami luka lebam di wajahnya akibat dipukuli dan dibenturkan ke tembok oleh pelaku.

    Saat ini, pelaku sudah diproses dan ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara.

    Pria pengangguran itu dijerat dengan pasal terkait kekerasan terhadap anak dan perlindungan anak.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Motif Eka Chandra Wijaya Aniaya 2 Balita Anak Pacarnya di Penjaringan, Pelaku Dikenal Temperamental.

    (Tribunnews.com/Deni)(TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

  • Lowongan Kerja Tenaga PPSU Jakarta April 2025: Kuota, Syarat, dan Informasi Pendaftaran – Halaman all

    Lowongan Kerja Tenaga PPSU Jakarta April 2025: Kuota, Syarat, dan Informasi Pendaftaran – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka lowongan kerja untuk tenaga Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) kelurahan Jakarta.

    Berikut ini kuota, syarat, dan informasi pendaftaran PPSU Jakarta

    Kuota Pendaftaran

    Ada sekitar 1.652 posisi petugas PPSU yang belum terisi di berbagai kelurahan se-DKI Jakarta.

    Syarat Pendaftaran

    Pendaftaran PPSU kelurahan Jakarta sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 267/205, memiliki kualifikasi pekerjaan dengan pendidikan minimal Sekolah Dasar (SD)/sederajat. 

    Atau, dapat membaca menulis serta diutamakan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Provinsi DKI Jakarta.

    “Kami mau PPSU cukup bisa baca tulis karena bukan tenaga berkeahlian,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno pada Kamis (10/4/2025).

    Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umun (PPSU) membuat mural di kawasan Pancoran, Jakarta selatan, Selasa (5/3/2024). PPSU kelurahan Pancoran menghias tembok dengan mural sebagai peghias taman serta memberi nyaman bagi para pejalan kaki yang akan melintas. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

    Informasi Pendaftaran

    Proses penerimaan itu akan dilakukan melalui kelurahan. 

    Nantinya, jumlah penerimaan PPSU setiap kelurahan disesuaikan jumlah kebutuhan.

    Rano Karno menjelaskan misalnya kemayoran, di satu kelurahan itu rekrutnya cuma 10, karena areanya enggak luas. 

    “Tapi ada (kelurahan) yang butuh sampai 30, mungkin karena areanya luas. kriterianya itu tentu pihak kelurahan yang lebih paham,” ujarnya.

    Rencananya, sosialisasi aturan baru PPSU boleh lulusan SD akan dilaksanakan pada minggu keempat bulan April tahun 2025.

    Tugas PPSU

    PPSU adalah singkatan dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum. 

    Petugas PPSU bekerja di tingkat Kelurahan untuk mempercepat lokasi/prasarana dan sarana/aset publik maupun daerah yang rusak, kotor, dan/atau mengganggu masyarakat. 

    Petugas PPSU identik dengan seragamnya yang berwarna oranye.