Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Polisi Belum Mampu Ungkap Sumber Uang Palsu yang Diedarkan Artis Sekar Arum – Halaman all

    Polisi Belum Mampu Ungkap Sumber Uang Palsu yang Diedarkan Artis Sekar Arum – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepolisian terus mendalami sumber uang palsu yang diedarkan oleh mantan artis peran kolosal, Sekar Arum Widara.

    Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Nurma Dewi, menyebut jika pihaknya masih berupaya mengungkap fakta baru dalam kasus tersebut.

    “Ya masih terus kami dalami,” ujar Nurma Dewi, saat dikonfirmasi, Selasa (15/4/2025) sore.

    Nurma Dewi pun menegaskan jika pihaknya terus berupaya mengungkap fakta baru demi menarik benang merah dalam peredaran uang palsu itu.

    “Belum ada lagi,” ucap Nurma ketika ditanya apakah ada sosok baru yang diperiksa pada kasus tersebut.

    Sebelumnya, artis berusia 41 tahun itu sudah diamankan oleh Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (14/4/2025).

    Dalam pernyataannya, Sekar mendapatkan uang palsu tersebut dari rekannya. Kendati demikian, polisi belum mengetahui siapa sosok itu.

    “Jadi kalau menurut keterangan dia (Sekar), dia dapat dari temannya. Temannya ini yang harus kami cari, apakah dia mendapatkan itu ataukah dia mencetak, dan lain-lain. Harus kami dalami dan kembangkan,” ungkap Nurma.

    Sejauh ini Polisi telah mengamankan uang palsu dari Sekar sebanyak Rp 223,5 juta dengan pecahan Rp 100 ribu.

    Selain uang palsu, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua unit handphone iPhone 11 Pro Max dan Xiaomi Redmi.

    Atas perbuatannya, Sekar dijerat dengan Pasal 26 Ayat 2 dan 3 Jo 36 Ayat 2 dan 3 UU RI No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dan atau Pasal 244 KUHP dan atau 245 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

    Kronologi

    Kasus ini terungkap usai Sekar menggunakan uang palsu saat berbelanja di mal kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

    “Bahwa tanggal 2 April 2025 datang ke sebuah mall di wilayah Polres Jakarta Selatan. Kemudian dia melakukan transaksi membeli makanan dan minuman dan itu berhasil,” ujar Nurma.

    Transaksi kedua kali menggunakan uang palsu tersebut dikatakan Nurma berhasil dilakukan oleh Sekar.

    “Setelah itu dia kembali berbelanja dan melakukan pembayaran yang diduga yang keduanya kasir tersebut curiga dan membatalkan transaksi,” lanjutnya.

    Namun Sekar kembali melakukan transaksi ketiga kalinya menggunakan yang palsu tersebut dengan berbelanja alat-alat rumah tangga.

    Transaksi tersebut kemudian tidak berhasil. Tindakan Sekar diduga telah direncanakan sejak awal untuk melakukan transaksi menggunakan uang palsu.

    “Kalau itu yang jelas dia sudah membeli dengan uang yang yang diduga palsu,” ucap Nurma Dewi.

  • Remaja Perempuan di Jakarta Barat jadi Korban Perundungan, Polisi Tangkap Tiga Terduga Pelaku – Halaman all

    Remaja Perempuan di Jakarta Barat jadi Korban Perundungan, Polisi Tangkap Tiga Terduga Pelaku – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang remaja perempuan di Jakarta Barat menjadi korban perundungan oleh remaja perempuan lain.

    Dalam video yang beredar di media sosial Instagram, terlihat seorang perempuan berbaju abu-abu tampak diintimidasi oleh para pelaku.

    Korban terlihat bersandar di tembok, sementara para pelaku tampak berdiri dengan menghadap ke korban.

    Dalam video lainnya, terlihat korban pun dipukuli di jalanan oleh para pelaku hingga berteriak dan menangis.

    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung, membenarkan kejadian tersebut.

    Arfan juga mengatakan jika pihaknya sudah mengamankan tiga terduga pelaku perundungan tersebut.

    “Iya (benar ada perundungan), sudah  diamankan,” ungkap Arfan, saat dikonfirmasi, Selasa (15/4/2025).

    Ketiga terduga pelaku perundungan tersebut, lanjut Arfan, semuanya masih berusia di bawah umur.

    Kepolisian pun sampai saat ini masih mengusut motif perundungan terhadap perempuan tersebut.

    “Kronologisnya terkait kesalahpahaman atau seperti apa. Masih kami dalami,” papar Arfan.

    Lebih lanjut, Arfan mengungkapkan jika saat ini korban sudah bersama pihak keluarga. Di sisi lain, para pelaku tengah berada di Polres Metro Jakarta Barat.

    “Ya, (Korban) sudah dikembalikan keluarga. Sudah aman. Pelaku di Polres,” pungkasnya.

  • Kronologi Bus Ugal-ugalan di Bekasi Hingga Menyebabkan Kecelakaan Beruntun – Halaman all

    Kronologi Bus Ugal-ugalan di Bekasi Hingga Menyebabkan Kecelakaan Beruntun – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebuah bus dengan nomor polisi B-7510-TGC menyebabkan kecelakaan beruntun di lima titik berbeda di kawasan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

    Kejadian tersebut sebelumnya terjadi pada Senin (14/4/2025) sekira pukul 14.30 WIB dan sudah viral di media sosial.

    Dalam video yang beredar, bus dengan warna putih itu melaju secara ugal-ugalan di kawasan MM2100 Bekasi.

    Kasatlantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono, menyebut jika tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

    Pengendara roda dua yang mengalami luka ringan pun sudah dilarikan ke RS EMC Lippo Cikarang untuk mendapatkan perawatan medis.

    “Luka ringan saja satu orang dirawat di RS EMC, pengendara motor,” ujar Sugihartono, dalam keterangannya.

    Selain korban luka, kerugian akibat insiden ini adalah adanya sejumlah kendaraan yang mengalami kerusakan cukup parah.

    “Iya yang (pengendara) motor itu, yang lainnya materi (kerugiannya),” ungkap Sugihartono.

    Kronologi

    Kepolisian menyebut jika bus yang dikemudikan oleh pria berinisial DE melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Raya Jarakosta.

    “Kejadian pertama terjadi di depan PT Indofood, menabrak kendaraan sedan yang belum diketahui identitasnya. Setelah kejadian itu, sopir bus memilih kabur dan terus melaju ke arah selatan,” papar Sugihartono.

    Pelarian bus tersebut tak berhenti di situ. Sekitar beberapa meter kemudian, di depan Apotek Kembar Jaya atau TKP kedua, bus kembali menabrak bagian belakang mobil Daihatsu Grand Max bernomor polisi A-1160-VB yang tengah terparkir di pinggir jalan.

    Tak lama kemudian, bus tersebut kembali menabrak warung kaki lima dan sebuah sepeda motor Honda ADV B-5261-FVP yang tengah terparkir di depan warung, tepat di dekat kawasan Pujasera.

    Insiden berlanjut ketika bus masuk ke kawasan industri dan menabrak sepeda motor Honda PCX B-5792-FPV yang dikendarai oleh seorang pria berinisial NH. Saat itu, korban sedang melaju dari arah timur ke barat.

    Belum berhenti, sesaat setelah belok ke arah selatan, bus kembali menabrak sebuah light truck box F-8257-GY yang dikemudikan oleh MU di Jl. Irian, depan PT. DENSO.

    Pada video yang beredar, bus tersebut pun dalam kondisi rusak cukup parah di bagian depan.

    Kaca bus tersebut pun pecah, begitu juga dengan bodi bagian depan yang ringsek akibat benturan.

  • Polisi Akan Gelar Rekonstruksi Kasus Dokter dan Istri Aniaya ART di Jakarta Timur, Korban Dihadirkan – Halaman all

    Polisi Akan Gelar Rekonstruksi Kasus Dokter dan Istri Aniaya ART di Jakarta Timur, Korban Dihadirkan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polres Metro Jakarta Timur akan menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan asisten rumah tangga (ART) inisial SR yang dilakukan dokter berinisial AMS (41) dan istrinya SSJH (35).

    Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan korban SR akan didatangkan dari Banyumas ke Jakarta

    “Kita akan melakukan rekonstruksi kasus ini jadi kami akan mendatangkan ART tersebut ke Jakarta dan kita akan menginapkan dia di rumah aman,” ucapnya di Polres Metro Jakarta Timur, Selasa (15/4/2025).

    Menurutnya, korban menderita luka berat akibat penganiayaan yang dilakukan dua pelaku. 

    Korban menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit.

    Pihak kepolisian juga bakal melakukan pemeriksaan psikis dua terhadap kedua pelaku. 

    Dari hasil keterangan korban, kedua pelaku juga pernah menganiaya ART sebelumnya akan tetapi berakhir secara kekeluargaan.

    “Kita akan lakukan pemeriksaan psikiatri,” ujar dia.

    Sebagai informasi, aksi dokter AMS dan istrinya terbongkar setelah peristiwa viral di media sosial.

    Diketahui SR mulai bekerja di rumah milik AMS pada November 2024.

    Kemudian, pada Maret 2025, SR pun meminta pulang ke kampung halamannya.

    Pada Selasa (8/3/2025) keluarga korban menerima kabar bila pihaknya harus membayar uang Rp 5 juta untuk menembus kepulangan SR.

    Lantas keluarga SR pun melaporkan hal tersebut kepada kepala desa dan diteruskan ke Mapolsek Somagede.

    SR pun akhirnya tiba di rumahnya pada Jumat (21/4/2025) dini hari, dengan kondisi penuh luka pada sekujur tubuhnya.

    Kepada keluarga, S mengaku dibelikan tiket bus Jakarta-Purwokerto oleh majikannya.

    Namun S tidak diberi uang, sehingga sempat terkatung-katung di Terminal Purwokerto. 

    Beruntung, ada tukang ojek yang mengantarkannya ke rumah yang berjarak sekitar 18 km dari terminal.

    Hingga akhirnya SR pun tiba di rumah.

    pada saat itu lah keluarga mengetahui kondisi korban penuh luka dan lebam di tubuhnya.

    Keluarga dan tetangga yang curiga korban mengalami penganiayaan selama bekerja sekitar 6 bulan di rumah dokter AMS.

    Hingga akhirnya peristiwa tersebut pun diviralkan dan akhirnya polisi bergerak melakukan penyelidikan.

    Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan pihaknya meningkat status penyelidikan ke tahap penyidikan setelah menemukan alat bukti terjadinya unsur pidana dalam perkara tersebut.

    “Pelaku ditangkap pada 8 April 2025 dan langsung dilakukan penahanan,” kata Kombes Nicolas Ary Lilipaly di Mapolres Jakarta Timur, Jumat (11/4/2025).

    Nicolas menuturkan, kasus penganiayaan ART itu sempat viral di media sosial setelah seorang Wakil Ketua Komisi III DPR RI sempat mengunggah video penganiayaan ART tersebut.

    “Kasus penganiayaan ART sempat viral di media sosial. kemudian kita dalami,” ucapnya.

    Potong Rambut Hingga Sunat Gaji Korban

    Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengungkap bentuk penganiayaan pelaku terhadap korban.

    “Melakukan penganiayaan itu dengan cara dipukul, dijambak, ditendang, dibenturkan ke meja dan juga ke lantai,” katanya di Polres Metro Jakarta Timur, Jumat (11/4/2025).

    “Bahkan rambutnya dipotong dengan acak-acakan oleh majikan perempuannya,” imbuh dia.

    Adapun akibat penganiayaan itu, korban yang berasal dari Banyumas menderita luka berat dan sudah mendapat penanganan intensif di RSUD Banyumas.

    “Kami dari Polres Jakarta Timur sudah bekerja sama dengan pihak-pihak terkait yang ada di Banyumas Polres Banyumas maupun Pihak UPT PPA yang ada di Banyumas,” ujar dia.

    Tak hanya melakukan penganiayaan, kedua tersangka pun diketahui melakukan pemotongan gaji terhadap korban.

    Hal tersebut berdasarkan keterangan dari korban.

    Korban mengaku upahnya dibayar tidak sesuai dengan nominal yang disepakati, alasannya tak puas kinerja korban.

    Motif Penganiayaan

    Hasil pendalaman, motif pelaku menganiaya korban lantaran pekerjaannya tidak memuaskan yaitu pekerjaan korban tidak bersih, mulai dari menyapu, mengepel, mencuci hingga mengasuh tiga anak.

    “Pengakuan tersangka merasa pekerjaan korban selalu tidak sesuai harapan dengan alasan pekerjaan korban tidak bersih, sehingga dianiaya,” kata Kapolres.

    Pihak kepolisian menyebut SSJH selaku ibu dari anak-anak yang diasuh korban merupakan pelaku utama yang menginisiasi penganiayaan.

    SSJH yang melihat kesalahan korban langsung melakukan penganiayaan kepada korban.

    Alih-alih melerai, suami SSJH yang berprofesi dokter turut membantu penganiayaan tersebut.

    “Sehingga Ibu majikan karena melihat hal itu dan melakukan penganiayaan dan juga dibantu kadang dibantu oleh suaminya,” ujar Nicolas.

    Dalam kasus ini polisi sudah menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, satu diantaranya rekaman CCTV. 

    Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 44 ayat 2 UU RI Nomor 23 Tahun 2024 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan atau Pasal 351 ayat 2 KUHP.

    Ancaman pidananya 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 30 juta.

     

  • Polisi Belum Mampu Ungkap Sumber Uang Palsu yang Diedarkan Artis Sekar Arum – Halaman all

    Asal-usul Uang Palsu yang Diedarkan Sekar Arum Widara, Beraksi di Lippo Mall Kemang Ditemani Suami – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Sekar Arum Widara (40), mantan artis drama kolosal ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran uang palsu.

    Wanita 40 tahun itu ditangkap saat berbelanja bersama suaminya di Lippo Mall Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

    Dalam proses penangkapan, tersangka hanya membawa beberapa lembar uang palsu.

    Penyidik kemudian menggeledah kamar kos tersangka di dekat Lippo Mall Kemang.

    Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Nurma Dewi, menyatakan barang bukti yang diamankan uang pecahan Rp100 ribu sebanyak 2.235 lembar atau senilai Rp225.500.000.

    “Jadi di TKP kita mendapatkan beberapa saja ya yang dibawa.”

    “Kemudian setelah kita mendapatkan keterangan dari SAW, kita mendapatkan kembali di kos-kosannya di dekat mall tersebut,” tuturnya, dikutip dari TribunJakarta.com.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Sekar mengaku mendapatkan uang palsu dari temannya.

    Polres Metro Jakarta Selatan masih mendalami keterangan tersangka.

    “Temannya ini yang harus kita cari, apakah dia mendapatkan itu ataukah dia mencetak, dan lain-lain. Harus kita dalami dan kembangkan,” jelasnya.

    Meski suami Sekar juga ditangkap, namun masih berstatus saksi.

    “Suami sirinya belum ditetapkan karena memang kita mencari titik jelas, apakah dia ikut serta atau hanya mendampingi pelaku,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, mengatakan Sekar sempat menginap di sebuah hotel selama tiga hari sebelum ditangkap.

    Dua handphone tersangka yakni iPhone Pro Max dan Xiaomi Redmi dijadikan barang bukti.

    Menurut Ardian, Sekat tak kooperatif dalam pemeriksaan dan kesaksiannya sering berubah.

    “Bilangnya hasil penagihan utang, besoknya keterangannya beda lagi,” tukasnya.

    Ketahuan Kasir Toko

    Kanit Ranmor Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Iptu Teddy Rohendi, menjelaskan kasus ini terbongkar setelah salah satu kasir toko mengecek uang yang digunakan Sekar untuk bertransaksi.

    “Pada saat melakukan pembayaran, kasir toko melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan mesin pendekteksi uang sinar UV dan diketahui uang tersebut palsu dan transaksi dibatalkan,” bebernya.

    Sekar mencoba melakukan hal serupa di toko lain sehingga aksinya dicurigai.

    “Kemudian pihak kemanaan mall memberitahukan kepada polisi dan pelaku dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan,” jelasnya.

    Saat diperiksa, tersangka mengaku sempat berhasil membelanjakan uang palsu tersebut dan mencobanya di toko lain.

    “Tersangka melakukan pembelian di Hypermart lalu melakukan pembayaran dengan uang palsu dan berhasil,” tuturnya.

    Total ada dua transaksi yang berhasil sehingga tersangka melakukan hal serupa di Lippo Mall Kemang.

    Meski mengaku sebagai mantan artis drama kolosal, tersangka kini bekerja sebagai karyawan swasta.

    “Latar belakangnya dia saat ini karyawan swasta dan juga terakhir informasinya dia adalah mantan artis,” pungkasnya.

    Sebagian artikel telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Edarkan Uang Palsu Rp 200 Juta, Mantan Artis Sekar Arum Widara Jadi Tersangka dan Ditahan

    (Tribunnews.com/Mohay) (TribunJakarta.com/Annas)

  • Massa Aksi Penolak Revisi UU TNI Bertahan, 2 Tenda Masih Berdiri di Depan Gerbang Pancasila DPR – Halaman all

    Massa Aksi Penolak Revisi UU TNI Bertahan, 2 Tenda Masih Berdiri di Depan Gerbang Pancasila DPR – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ada dua tenda yang masih bertahan berdiri di depan Gerbang Pancasila, pintu masuk Gedung DPR/MPR RI di Jalan Gelora, Jakarta, Selasa (15/4/2025).

    Tenda berwarna merah dan biru ini didirikan oleh massa masyarakat sipil yang jadi bagian aksi unjuk rasa tanpa kekerasan untuk menolak revisi UU TNI oleh DPR.

    Berdasarkan pantauan Tribunnews.com pada Selasa siang, massa aksi berkegiatan seperti biasa di tengah hilir mudiknya kendaraan yang keluar dan masuk kawasan kompleks parlemen Senayan. 

    Masing-masing dari mereka juga melengkapi dirinya dengan masker untuk menghindari wajahnya teridentifikasi atau sebatas mencegah potensi kejadian tak diinginkan menyasar para peserta aksi kamping.

    Sementara di sisi seberang para peserta aksi kamping, Gerbang Pancasila yang menjadi pintu masuk kompleks parlemen dari Jalan Gelora terpantau dijaga ketat oleh pihak kepolisian dari unsur Brimob, kesatuan operasi khusus Polri yang bertugas menangani ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Saat berbincang dengan Tribunnews, N salah seorang peserta mengatakan kegiatan yang mereka lakukan diawasi oleh petugas dari gedung wakil rakyat maupun pihak kepolisian.

    Petugas maupun aparat umumnya mendokumentasikan berupa memfoto tenda yang berdiri. 

    “Biasanya mereka foto-fotoin kita aja,” kata N, Selasa.

    N menyatakan aksi yang mereka lakukan adalah tindakan kolektif sebagai individu untuk bersatu, menyuarakan pendapatnya terkait revisi UU TNI dan tuntutan pencabutan pengesahan UU TNI oleh DPR.

    “Kami masyarakat sipil berangkat sebagai individu dan berkumpul di sini sebagai masyarakat yang ingin menyuarakan pendapatnya tentang revisi UU TNI dan ingin revisi UU TNI dicabut,” kata N.

    Sebelumnya pada Senin (14/4) malam pihak kepolisian mendatangi lokasi mereka mendirikan tenda.

    Aksi menyuarakan penolakan terhadap revisi UU TNI ini diminta bubar dengan dalih waktu penyampaian pendapat sudah habis.

     

  • Memancing saat Hujan, Pria di Bekasi Tewas Diduga Tersambar Petir – Halaman all

    Memancing saat Hujan, Pria di Bekasi Tewas Diduga Tersambar Petir – Halaman all

    Korban diduga meninggal dunia akibat tersambar petir saat sedang memancing dan berteduh di sekitar lokasi kejadian.

    Tayang: Selasa, 15 April 2025 14:36 WIB

    Tribunnews/Jeprima

    MEMANCING IKAN – Warga ramai-ramai memancing ikan yang ada di aliran kali Pangeran Tubagus Angke, Jakarta Barat, Rabu (29/1/2025). Pria berinisial MC ditemukan tewas di pinggir danau yang berada di Kampung Jati, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (11/4/2025) sore. 

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Pria berinisial MC ditemukan tewas di pinggir danau yang berada di Kampung Jati, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (11/4/2025) sore.

    Korban diduga meninggal dunia akibat tersambar petir saat sedang memancing dan berteduh di sekitar lokasi kejadian.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan jika korban pertama kali ditemukan oleh pedagang es keliling yang kebetulan melintas.

    “Kepala dusun I mendapat laporan dari pedagang es keliling adanya seorang laki-laki yang tergeletak di TKP,” ujar Ade Ary.

    “Setelah mendapat laporan tersebut kemudian saksi mengecek TKP dan benar ada seorang laki-laki yang tergeletak di pinggir danau dengan kondisi tidak bernyawa,” imbuhnya.

    Setelah mendapat laporan, saksi pun segera menghubungi Polsek Cikarang Selatan untuk pengecekan awal.

    Pihak Kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kabupaten pun sudah menangani kasus tersebut.

    Kendati demikian, keluarga korban menolak untuk dilakukan visum maupun autopsi.

    “Keluarga korban menolak untuk dilakukan visum dan autopsi dengan membuat surat pernyataan,” papar Ade Ary.

    “Kemudian jenazah dibawa oleh keluarganya ke rumah duka untuk disemayamkan,” pungkasnya.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Plat Besi JPO di Jakarta Kerap Dicuri Maling, Gubernur Pramono: Nanti Dipasangi CCTV – Halaman all

    Plat Besi JPO di Jakarta Kerap Dicuri Maling, Gubernur Pramono: Nanti Dipasangi CCTV – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Plat besi lantai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di beberapa wilayah Jakarta hilang diduga dicuri maling.

    Hal ini menjadi keprihatinan Gubernur Jakarta Pramono Anung.

    Pramowo mengatakan akan  segera memasang kamera pengawas (CCTV) untuk mengantisipasi kembali hilangnya plat besi lantai JPO.

    Seperti diketahui, viral di media sosial plat besi JPO di Jalan Daan Mogot Km 1 dekat Pom Bensin Vivo, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

    Plat besi pijakan kaki di JPO tersebut hilang dicuri di bagian tangga atas sebanyak 15 lembar.

    Tak hanya itu, pantauan Tribun Jakarta (Tribun Network),  kondisi serupa juga terjadi pada JPO di Jalan Gunung Sahari Raya, Pademangan, Jakarta Utara.

    JPO ini membentang di depan pusat perbelanjaan WTC Mangga Dua.

    Kerap dicuri

    Pramono Anung mengakui memang kerap kali JPO di Jakarta dicuri oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

    “Saya juga sudah mendapatkan laporan untuk itu. Saya sudah minta di tempat itu untuk Closed-Circuit Television (CCTV)nya diambil, karena yang seperti ini tidak boleh terjadi,” ucap Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Selasa (15/4/2025).

    Pramono juga menyebut bahwa jembatan simpang susun semanggi juga lampunya pernah hilang dan kasus yang sama dicuri.

    “Bahkan sebenarnya saya sudah memerintahkan, dulu kan kalau teman-teman ingat ya, Semanggi kan pernah bercahaya menyala dengan baik, tiba-tiba lampunya hilang. Kasusnya juga sama. Kasusnya dicuri,” jelas dia.

    Orang nomor satu di Jakarta itu juga berjanji pihaknya akan kembali memperbaiki Jembatan Semanggi agar lebih bercahaya.

    “Tetapi kali ini saya sudah memerintahkan lagi untuk Mei atau Juni ini, (Jembatan) Semanggi kita buat menyala yang lebih baik, dan mudah-mudahan tidak dicuri,” ungkap dia.

    Dia pun akan memasang CCTV dan meminta bawahannya untuk melakukan pengawasan di JPO.

    “Maka untuk itu kami pasang CCTV di mana-mana dan kami juga akan menaruh orang untuk melakukan pengawasan terhadap hal itu,” ungkap dia.

    “Ya pokoknya kami tidak ingin mengulang dengan gampang orang melakukan pencurian.

    Tentunya dengan beberapa titik kami akan pasang CCTV,” jelasnya.

     

     

     

  • Diduga Meninggal karena Sakit, Pria di Bekasi Ditemukan Membusuk dalam Rumahnya Sendirian – Halaman all

    Diduga Meninggal karena Sakit, Pria di Bekasi Ditemukan Membusuk dalam Rumahnya Sendirian – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Pria berinisial BK ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam rumahnya yang berlokasi di Perumahan Pondok Tanah Mas, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jumat (11/4/2025).

    Penemuan mayat tersebut menggegerkan warga sekitar. Pasalnya, jasad korban ditemukan sudah dalam keadaan membusuk.

    Dugaan sementara, korban sudah meninggal dunia selama kurang lebih empat hari.

    Menurut keterangan saksi S, yang merupakan tetangga korban, terakhir kali dia mendengar suara batuk-batuk dari dalam rumah korban pada Senin (7/4/2025) sekira pukul 16.00 WIB.

    “Dari hari Selasa, 8 April 2025, sampai Jumat, 11 April 2025, sudah tidak terdengar suara apa pun dari rumah korban,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangannya.

    Kecurigaan warga pun menguat saat mereka mencium aroma tidak sedap dari dalam rumah korban pada Jumat pagi.

    Saksi lainnya, SRI, bersama warga lainnya pun berinisiatif melapor ke Ketua RT setempat.

    “Warga memberitahukan hal tersebut kepada Ketua RT, setelah mengetahui hal tersebut warga langsung masuk ke dalam rumah korban,” ungkap Ade Ary.

    Korban ditemukan dalam posisi terlentang di dalam rumah dengan kondisi tubuh sudah membusuk.

    Berdasarkan laporan dari tetangga, kepolisian menduga korban meninggal dunia karena sakit, karena tidak ada tanda kekerasan saat di TKP.

    “Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit. Dari keterangan para tetangga, korban memang tinggal sendirian,” ujar Ade Ary.

    Ade Ary pun menyebut jika kasus ini sekarang sedang ditangani oleh Polres Metro Bekasi Kabupaten.

    “Ditangani Polres Metro Bekasi Kabupaten,” pungkas mantan Kapolres Jakarta Selatan tersebut.

  • Tanam Ganja di Rumah, Mahasiswa di Bekasi Ditangkap Polisi – Halaman all

    Tanam Ganja di Rumah, Mahasiswa di Bekasi Ditangkap Polisi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI- Polisi menangkap seorang mahasiswa berinisial EFK (18) karena menanam ganja di rumahnya di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

    Kanit Reskrim Polsek Cabangbungin, Ipda Rolin Manulang, mengatakan, penangkapan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas pelaku. 

    “Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas mencurigakan berupa penanaman tanaman jenis ganja di sekitar lingkungan mereka,” kata Rolin, Selasa (15/4/2025). 

    Dari laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil mengungkap aktivitas ilegal penanaman ganja yang dilakukan pria berstatus mahasiswa. 

    “Saat dilakukan penggeledahan di kediaman pelaku, polisi menemukan enam pot berisi tanaman yang diduga kuat merupakan ganja,” jelas dia. 

    Pelaku menanam ganja menggunakan perlengkapan sederhana, diantaranya pot berukuran sedang, toples dan botol minuman bekas. 

    “Menyita barang bukti lainnya berupa satu unit handphone, satu kipas angin kecil dan satu lampu ultraviolet yang digunakan untuk menunjang proses pertumbuhan tanaman tersebut,” ungkapnya. 

    Dari intrograsi awal, pelaku menanam ganja sejak dua bulan terakhir. Dia memanfaatkan biji ganja yang ia beli sebagai bibit. 

    “Tersangka kemudian dibawa ke Mapolsek Cabangbungin beserta barang bukti untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya. 

    Pihaknya mengapresiasi kepada masyarakat yang berperan aktif membantu kepolisian dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika. 

    “Peran aktif masyarakat sangat membantu tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya. 

    Penulis: Yusuf Bachtiar