Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Nasib Sunardi, Pembunuh Istri dan Penagih Utang di Bekasi, Kini Terancam 15 Tahun Penjara – Halaman all

    Nasib Sunardi, Pembunuh Istri dan Penagih Utang di Bekasi, Kini Terancam 15 Tahun Penjara – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Sunardi (44), pelaku pembunuhan terhadap istrinya, Almaidah (51), dan gadis penagih utang bernama Sri Pujianti (23), telah diamankan di Mapolres Metro Bekasi Kota.

    Sunardi awalnya ditangkap polisi karena kasus pembunuhan terhadap Sri, penagih utang asal Jonggol, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (3/2/2025).

    Warga menemukan jasad Sri dalam kondisi tertutup springbed di kamar rumah Sunardi di Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jabar, pada Selasa (4/2/2025).

    Setelah diselidiki lebih dalam, kepada polisi, Sunardi mengaku ia juga telah membunuh istrinya pada November 2022 silam dan jasadnya dikubur di dalam septic tank rumah pelaku.

    Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengatakan modus yang digunakan Sunardi dalam menghabisi nyawa kedua korban tersebut adalah sama.

    “Hasil keterangan pelaku, keduanya dijerat lehernya menggunakan tangan dan sarana kerudung korban,” kata Seno, Kamis (6/2/2025), dilansir TribunBekasi.com.

    Untuk korban Sri, hasil visum menunjukkan bahwa terdapat bekas luka jeratan di leher korban. Saat ditemukan, kondisi korban telah membiru di bagian wajahnya.

    Sementara, untuk korban Almaidah, ditemukan tinggal kerangka, namun masih utuh dengan pakaiannya berupa jaket dan lainnya di dalam septic tank rumah pelaku pada Rabu (5/2/2025).

    “Untuk motif menghilangkan nyawa SP (Sri) itu karena kesal karena menagih utang. Adapun istrinya itu karena cek-cok soal dugaan perselingkuhan, tapi ini masih kita dalami,” ungkap Seno.

    Atas perbuatannya, Sunardi dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan terancam pidana maksimal 15 tahun penjara.

    Meski begitu, polisi masih mendalami terkait ada tidaknya unsur pembunuhan berencana yang dilakukan Sunardi.

    “Sementara ini pasal 338 ancaman 15 tahun penjara. Soal itu (pembunuhan berencana) masih kami dalami,” sebut Seno.

    Pembunuhan Sunardi Terbongkar

    Terbongkarnya kasus pembunuhan Sunardi berawal saat Ketua RT setempat, Misan (62), mendapatkan laporan dari teman kerja dan keluarga Sri karena korban tak kunjung pulang.

    Misan lantas mendatangi rumah pelaku tersebut untuk menanyakan keberadaan Sri.

    “Karena kan laporannya itu datang nagih utang, tapi sampai tidak pulang. Saya bersama teman dan keluarganya datang ke rumah itu,” ujar Misan, Rabu.

    Kata Misan, awalnya pelaku mengelak dan menyebutkan korban sudah pulang. 

    Namun, Misan terus mendesak dan meminta agar mengecek ke dalam rumahnya.

    Pelaku sempat bersikeras tak mengizinkannya, hingga akhirnya pihaknya memaksa agar dapat mengecek ke dalam rumah.

    “Pas masuk kaget saya, korban ada di pojok tembok ditutup kasur springbed,” beber Misan.

    Setelah penemuan itu, pelaku sempat kabur tapi Misan langsung mengejarnya bersama warga dengan meneriaki maling.

    Misan bersama warga berhasil menangkapnya, lalu menghubungi pihak kepolisian.

    “Polisi datang dan cek lokasi terus dievakuasi korban. Pelaku juga langsung dibawa ke Polsek,” jelasnya.

    Adapun soal korban lain, Misan tak mengetahuinya.

    Namun, aparat dari polsek memberitahu dan meminta izin untuk melakukan pembongkaran septic tank.

    Misan pun terkejut karena ternyata ada korban lainnya yang dibunuh Sunardi dan dimasukkan ke septic tank.

    “Kaget, karena warga sini juga enggak curiga dan enggak cium bau apa-apa. Apalagi ternyata udah dari tahun 2022,” tuturnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Habisi Dua Nyawa, Gadis Penagih Utang dan Istrinya Sendiri, Sunardi Terancam 15 Tahun Penjara

    (Tribunnews.com/Nina Yuniar) (TribunBekasi.com/Muhammad Azzam)

  • Nasib Sunardi, Pembunuh Istri dan Penagih Utang di Bekasi, Kini Terancam 15 Tahun Penjara – Halaman all

    Terkuak Alasan Sunardi Batal Memasukkan Mayat Gadis Penagih Utang ke dalam Septic Tank – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Sunardi (44), seorang kuli di kawasan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berencana memasukkan jasad SP, penagih utang usai membunuhnya.

    Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa mengatakan rencana itu timbul karena dia panik setelah korban tidak bernyawa.

    Sehingga, dia hendak membuang jasad korban di tempat ia membuang jasad istrinya bernama Almaidah.

    “Jadi dia panik dengan kejadian ini. Sebenernya dia juga pengen masukin korban S ini ke septic tank,” kata Mustofa kepada wartawan, Kamis (6/2/2025). 

    Namun, aksinya tersebut gagal lantaran saat itu kerabat korban mencari ke rumah pelaku karena tidak kunjung pulang. 

    “Namun belum sempat dimasukkan ke sana (septic tank), karena ada saudara yang mencari. Jadi sementara dia taruh (jasad korban) di bawah spring bed,” tuturnya. 

    Untuk informasi, Seorang perempuan insial SP menjadi korban penganiayaan hingga tewas di Kampung Cikoronjo RT.001/005 Desa Sindang Mulya Kecamatan Cibarusah. Kabupaten Bekasi, Senin (3/2/2025).

    Nahasnya korban ditemukan di dalam lemari terbungkus sprei yang diduga dibunuh oleh tersangka S.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan sebanyak tiga saksi telah dimintai keterangannya perihal kasus ini.

    Menurut keterangan dari saksi bahwa korban awalnya hendak menagih utang ke pelaku.

    “Korban datang menagih utang pinjaman kemudian pelaku mencekik korban ketika korban berbalik badan kemudian ditaruh di lemari,” ucap Ade kepada wartawan, Rabu (5/2/2025).

    Saksi mencari korban karena tidak kunjung pulang.

    Diketahui korban sudah meninggal dunia kemudian pelaku sempat melarikan diri namun berhasil diamankan Polsek Cibarusah.

    Kasat Reskrim Polres Bekasi Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar menuturkan bahwa korban merupakan pegawai koperasi.

    Korban dibunuh karena kesal ditagih utangnya sedangkan pelaku tidak bisa membayar.

    “Jumlah utangnya Rp 3 juta,” ucap Onkoseno.

    Jasad Istri Dalam Septic Tank 

    Saat melakukan olah TKP kasus pembunuhan SP, polisi menemukan adanya kerangka manusia di sebuah septic tank rumahnya.

    Usut punya usut, kerangka manusia tersebut merupakan wanita bernama Almaidah yang tak lain adalah istri Sunardi. 

    “(Identitas kerangka manusia) saudari AM. Pengakuan dari tersangka, AM ini adalah istrinya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, Rabu (5/2/2025).

    Sunardi membunuh istrinya AM dan membuangnya ke dalam septic tank rumah pada 2022. 

    Adapun motif pembunuhan itu lantaran dia cemburu dan menduga istrinya berselingkuh dengan pria lain. 

    Diketahui Sunardi memiliki dua istri. Korban AM yang dibunuh merupakan istri sah Sunardi. Keduanya melangsungkan pernikahan di Banyumas, Jawa Tengah, lalu pindah ke wilayah Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

     

  • Buruh Serukan Keadilan untuk Pekerja Migran, Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kedubes Malaysia – Halaman all

    Buruh Serukan Keadilan untuk Pekerja Migran, Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kedubes Malaysia – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Partai Buruh kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (6/2/2025).

    Unjuk rasa ini merupakan rangkaian dari hari ulang tahun (HUT) ke-26 FSPMI.

    Pantauan di lokasi, sekitar pukul 14.45 WIB, ribuan butuh yang menaiki bus, mobil pribadi dan sepeda motor tiba di depan Kedubes Malaysia.

    Massa aksi ini pun mengibarkan bendera FSPMI dan Partai Buruh. Massa juga menyerukan tuntutan yang ingin mereka sampaikan. 

    Di antaranya, terkait kasus penembakan terhadap 5 orang pekerja migran Indonesia (PMI) oleh Kepolisian di Malaysia beberapa waktu lalu.

    Dalam tuntutannya, massa mendesak untuk pemerintah Malaysia mengadili dan memenjarakan polisi yang terlibat penembakan terhadap buruh migran Indonesia. Dimana, salah satunya harus meninggal dunia akibat peristiwa itu.

    “Adili dan penjarakan polisi Malaysia yang menembak mati buruh migran Indonesia,” seru massa aksi.

    Massa juga menyerukan Ganyang Malaysia bebaskan buruh migran Indonesia dan menuntut Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding beserta Wamen Christina Aryani untuk mundur dari jabatannya.

    “Copot Menteri dan Wakil Menteri P2MI,” sambungnya.

    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal pun mendesak Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk segera bertindak menangani kasus penembakan tersebut.

    Dia pun menyinggung Menteri Karding yang sibuk konferensi pers dan tampil di media, daripada bertindak dan melakukan sesuatu demi melindungi dan mengusut kasus penembakan tersebut.

    “Kami beri waktu 3×24 jam untuk Menteri P2MI bertindak dan menjemput buruh migran yang masih dirawat untuk diberikan perlindungan dan mengusut kasus ini dengan pemerintah Malaysia,” kata Said Iqbal.

    Said pun memberikan ultimatum, jika hal itu tidak segera dilakukan, pihaknya bersama massa buruh akan menduduki Kedubes Malaysia dan Kantor P2MI setiap hari.

    Sementara, ratusan personil kepolisian terlihat telah berjaga di depan kedubes Malaysia. 

    Dua mobil taktis water canon milik Brimob juga terlihat terparkir di halaman depan Kedubes Malaysia. Mobil pembawa kawat berduri juga disiagakan di depan kantor Kedubes.

    Pagar penghalang juga terlihat terpasang di pintu masuk Kedubes Malaysia.

    Arus lalu lintas di depan Kedubes Malaysia terpantau padat, yang dari arah Mampang menuju Menteng.

    Sebelumnya diberitakan, desakan untuk mengusut tuntas penembakan 5 pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia terus mencuat.

    Insiden yang terjadi di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia pada Jumat (24/1/2025) dini hari tersebut mengakibatkan satu korban jiwa dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

    Menurut penyelidikan awal otoritas Malaysia, penembakan itu terjadi setelah kapal patroli Badan Penegakan Maritim Malaysia ditabrak empat kali oleh kapal lain, yang diduga milik para pekerja migran.

    Namun pernyataan itu dibantah dua korban yang berinisial HA dan MZ yang berasal dari Riau. 

    Menurut penyelidikan awal otoritas Malaysia, penembakan itu terjadi setelah kapal patroli Badan Penegakan Maritim Malaysia ditabrak empat kali oleh kapal lain, yang diduga milik para pekerja migran.

    Aksi Serentak

    Sebelum menggelar aksi di depan Kedubes Malaysia, massa buruh menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta.

    Sejumlah tuntuan turut disampaikan dalam aksi unjuk rasa tersebut. Diagendakan, massa juga akan mendatang kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

  • Nasib Sunardi, Pembunuh Istri dan Penagih Utang di Bekasi, Kini Terancam 15 Tahun Penjara – Halaman all

    Terbongkar Perangai Sunardi, Pembunuh Istri dan Penagih Utang di Bekasi: Suka Judi, Miras, dan KDRT – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Terbongkar perangai Sunardi (44), pelaku pembunuhan terhadap istrinya, Almaidah (51), dan gadis penagih utang bernama Sri Pujianti (23) di Bekasi, Jawa Barat.

    Sunardi dikenal suka bermain judi dan sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

    Sikap buruk Sunardi tersebut dibongkar oleh Edi Rianto (31), anak kandung Almaidah.

    “Emang dia (pelaku) itu suka KDRT. Itu sejak KDRT saya tinggal sama ibu. Pernah saya usir, ditemuin lagi. Saya pikir ini orang enggak baik,” kata Edi, Kamis (6/2/2025) dilansir dari TribunBekasi.com.

    Edi juga mengungkapkan kebiasaan pelaku yang kerap bermain judi dan mengonsumsi minuman beralkohol. Kebiasaan Sunardi itupun sering dikeluhkan oleh keluarga.

    “Dia juga suka minum miras, judi juga, judi kartu,” sebutnya.

    Sunardi disebut juga kerap berbohong kepada anak dan istrinya untuk meminta uang.

    Bahkan, pelaku pernah meminta uang sebesar Rp50 juta untuk berbisnis dengan menjaminkan sertifikat tanah. Namun, rupanya uang itu digunakan Sunardi untuk berjudi.

    “Minta uang bilangnya buat usaha tapi habis buat main judi,” ujar Edi.

    Edi pun menceritakan bahwa ibunya itu merupakan istri kedua pelaku setelah menikah secara resmi pada 2015.

    Istri pertama Sunardi yang dinikahi secara siri merupakan warga Semarang, Jawa Tengah, dan bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri.

    “Sama ibu saya sempat pisah ranjang enam bulan pada 2021. Terus balik lagi itu,” ucapnya.

    Edi juga tak mengetahui kembali perjalanannya seperti apa, sebab sudah tidak lagi tinggal bersama ibunya.

    Namun, pada tahun 2022, saat hendak bertemu, ibunya selalu tidak ada di rumah.

    “Bilangnya ke saya pergi kabur ibu saya gitu, saya cek ke dalam rumah memang tidak ada. Keluarga juga sempat laporan kehilangan ke polisi,” ungkapnya.

    Sunardi menghabisi nyawa Almaidah dengan cara mencekik leher korban menggunakan jilbab dan jasadnya dikubur di septic tank rumah pelaku di Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pada November 2022 silam.

    Terbongkarnya aksi pembunuhan Sunardi terhadap istrinya itu bermula saat pelaku ditangkap polisi karena menghabisi nyawa orang yang menagih utangnya, Sri Pujiyanti, pada Senin (3/2/2025).

    Pada Selasa (4/2/2025), warga menemukan jasad Sri dengan kondisi tertutup springbed di dalam kamar rumah pelaku.

    Motifnya, pelaku kesal saat ditagih utangnya oleh Sri sehingga ia mencekik leher korban menggunakan jilbab hingga tewas lalu menarik tubuhnya ke dalam rumah.

    Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Mustofa mengungkapkan bahwa setelah menangkap pelaku, pihaknya melakukan pemeriksaan mendalam.

    “Kami intrograsi, pelaku mengakui bahwa membunuh istrinya sendiri dan dimasukkan ke septic tank,” kata Mustofa.

    Mendengar pengakuan pelaku tersebut, jajaran Inafis Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cibarusah pun langsung membongkar septic tank berukuran 2 X 1 di rumah Sunardi.

    Dari pembongkaran yang dilakukan, ditemukan kerangka keseluruhan secara utuh. Termasuk pakaian jaket yang dikenakan korban.

    “Ditemukan tulang tapi keadaan utuh. Termasuk pakaian korban seperti jaket dan dalamannya,” ungkapnya.

    Berdasarkan keterangan pelaku, ia membunuh istrinya karena cemburu diduga memiliki selingkuhan.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Habisi Nyawa Istrinya Sendiri dan Gadis Penagih Utang, Sunardi Dikenal Temperamental dan Suka Judi

    (Tribunnews.com/Nina Yuniar) (TribunBekasi.com/Muhammad Azzam)

  • Kondisi Terkini Bendi Wijaya Sopir Truk Kecelakaan Maut di Tol Ciawi, Sudah Dites Urine – Halaman all

    Kondisi Terkini Bendi Wijaya Sopir Truk Kecelakaan Maut di Tol Ciawi, Sudah Dites Urine – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Berikut kondisi terkini Bendi Wijaya, sopir kecelakaan maut di Gerbang Tol Ciawi 2, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat.

    Dilansir Tribunnews Bogor, Bendi akhirnya sudah sadarkan diri.

    Kini, Bendi bakal segera diperiksa polisi terkait kecelakaan yang menyebabkan delapan orang tewas ini.

    Hal tersebut disampaikan Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Yudiono.

    “Hari ini kami rencana untuk mendatangi sopir. Informasinya sopir sudah mulai siuman sejak kemarin,” ujar Yudiono saat dihubungi Tribunnews Bogor, Kamis (6/2/2025). 

    “Sudah tersadar lah, namun belum bisa dimintai keterangan pada kemarin.” 

    “Pagi ini kami coba untuk datang lagi tim kami. Mudah-mudahan bisa dapat informasi dari sopir tersebut,” imbuhnya.

    Yudiono menyebut, keterangan sopir sangat dibutuhkan untuk membeberkan penyebab dan kronologi kecelakaan ini.

    “Karena itu penting sekali keterangan dari sopirnya. Penyebabnya dia sampai menabrak itu kenapa. Kita masih dalami terus,” ucapnya.

    Yudiono juga menyatakan, Bendi Wijaya telah menjalani tes urine.

    “Sudah kita lakukan. Hasilnya negatif,” ucapnya.

    Beberapa orang saksi sudah diperiksa dan dimintai keterangannya. Pemilik truk itu pun rencananya akan ikut diperiksa.

    “Kita sambil berjalan. Kita periksa apakah kendaraan ini apakah betul berkala dalam perawatannya. Apakah dalam muatannya melebihi atau tidak. Kita sambil berjalan,” ucapnya.

    Meski begitu, dirinya belum mengungkapkan penyebab pasti kecelakaan karena rem blong atau bukan.

    “Jadi kita fokus dulu mendapat keterangan dari sopir dulu yang menjadi bahan kita selanjutnya. Tapi, kita sudah penyidikan saat ini,” terangnya.

    Kesaksian Korban Selamat

    Salah satu korban tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada Selasa (4/2/2025) ini bernama Yana Mulyana, warga Desa Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

    Istri korban yang selamat dalam insiden ini, Sugiarti (48), menceritakan detik-detik kecelakaan yang merenggut nyawa suaminya.

    Sugiarti mengatakan, kejadian berawal saat kendaraan roda empat yang diisi oleh lima penumpang itu hendak pergi ke Bekasi.

    Namun, ketika hendak melewati pintu otomatis, kartu e-Toll yang digunakan tak terbaca sehingga palang tidak terbuka.

    Yana Mulyana pun berinisiatif untuk bertanya kepada petugas lalu diarahkan untuk meminjam kartu e-Toll kepada pengendara lain yang ada di belakangnya.

    “Itu e-Toll suami saya engga bisa dipakai rusak, terus nanya ke bapak satpam katanya nanti tunggu yang belakang, suami saya turun mau minta tolong ke mobil yang belakang,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (5/2/2025).

    Saat suaminya berada di luar mobil, jelas Sugiarti, peristiwa yang tak diduga-duga itu terjadi.

    Sedangkan dirinya dan penumpang lain berada di dalam mobil ketika ditabrak truk besar dari arah belakang.

    Ia mengaku tak bisa mengingat dengan jelas insiden itu lantaran terjadi begitu cepat tanpa ada tanda-tanda apa pun sebelumnya.

    “Jadi langsung gitu enggak ada tanda-tanda kayak gimana, gak ada sama sekali.”

    “Saya gak tahu ada berapa mobil, sadar-sadar itu sudah kebakar yang pinggir,” ungkapnya.

    Sementara itu, jelas Sugiarti, suaminya tewas dalam insiden ini.

    “Suami saya keluar di sebelah kanan, mungkin kena benturan dari mobilnya, sekarang udah enggak ada, meninggal,” tuturnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul: Kondisi Terkini Sopir Truk Aqua Biang Kerok Kecelakaan di Gerbang Tol Ciawi Bogor, Sudah Tes Urine.

    (Tribunnews.com/Deni)(TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

  • 6 Pengakuan Sunardi, Pembunuh Istri dan Penagih Utang di Bekasi, Ungkap Tabiat dan Motif – Halaman all

    6 Pengakuan Sunardi, Pembunuh Istri dan Penagih Utang di Bekasi, Ungkap Tabiat dan Motif – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Pria di Bekasi, Jawa Barat, bernama Sunardi (44), ditangkap polisi karena ketahuan membunuh dua orang dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

    Korban pertama adalah istri sah Sunardi, Almaidah (51), yang dibunuh pada November 2022 silam, dan jasadnya dibuang ke dalam septic tank rumah pelaku di Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

    Korban kedua adalah seorang penagih utang asal Jonggol, Bogor, bernama Sri Pujiyanti (23).

    Sri dibunuh Sunardi pada Senin (3/2/2025), dan jasadnya disimpan di dalam kamar rumah pelaku.

    Kepada polisi, berikut pengakuan-pengakuan Sunardi yang kini telah diamankan di Polres Metro Bekasi:

    1. Motif Bunuh Istri Sah

    Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa, mengungkapkan Sunardi memiliki dua istri.

    Tetapi, istri pertamanya dinikahi secara siri, sedangkan dengan istri kedua, Almaidah, Sunardi menikah secara resmi.

    “Jadi tersangka ini memiliki dua istri, istri yang pertama nikah sirih, istri yang ke dua nikah resmi yang si Almaida ini, jadi nikahnya di Banyumas,” kata Mustofa, Rabu (5/2/2025), dilansir TribunBekasi.com.

    Sunardi mengaku nekat membunuh istri keduanya karena cemburu. Ia menduga korban berselingkuh.

    “Dugaan asmara, karena si tersangka ini merasa istrinya ini telah berselingkuh dengan orang lain. Yang mengakibatkan si tersangka gelap mata hingga melakukan kejahatan ini,” ungkapnya.

    Meski begitu, polisi masih mendalami, apakah masih ada motif yang lain terkait kekayaan harta waris atau hal lain mengenai pembunuhan terhadap istri ini.

    2. Dalih Sunardi

    Sebelumnya, pihak keluarga Almaidah sempat mencari korban, tetapi Sunardi selalu berkelit korban pergi meninggalkannya dan sudah lama tidak bertemu.

    “Kalau keluarga Almaidah nanya ke pelaku, pelaku ngomong tidak pernah bertemu dengan korban,” jelas Mustofa.

    Disebutkan juga, warga sekitar rumah Sunardi tidak ada yang tahu mengenai pembunuhan tersebut.

    Sebab pada 2022, saat korban bersama Sunardi datang ke rumah, tidak ada saksi yang melihat.

    Sehingga, saat ditanya keluarga Almaidah soal peristiwa itu, Sunardi selalu menjawab tidak pernah bertemu.

    “Karena keluarga korban ini dari Banyumas, pengakuan tersangka pada saat datang ke rumah ini tidak ada saksi yang melihat makanya pada saat tersangka ditanya keluarga korban peristiwa yang pertama dulu tidak pernah bertemu dengan almarhum,” bebernya.

    Warga setempat juga tidak ada yang menaruh curiga, terlebih pelaku pulang ke rumahnya satu minggu bahkan satu bulan sekali dikarenakan pekerjaannya sebagai kuli bangunan.

    3. Kubur Jasad Istri di Septic Tank

    Mustofa mengatakan, setelah menangkap Sunardi atas kasus pembunuhan terhadap gadis penagih utang, kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

    Hasilnya, pelaku mengaku ia juga telah membunuh istri sah dan mayatnya dimasukkan ke dalam septic tank pada 2022.

    “Hasil pemeriksaan dan pengembangan yang mendalam dari teman-teman Reskrim Polres maupun Polsek diperoleh dari keterangan bahwa tersangka mengakui telah pada 2022 awal November melakukan pembunuhan terhadap istri sahnya,” terang Mustofa.

    Mendengar pengakuan pelaku, pihak kepolisian bersama jajaran Forensik pun membongkar septic tank di rumah pelaku.

    Dari pembongkaran yang dilakukan, ditemukan kerangka keseluruhan secara utuh. Termasuk pakaian jaket yang dikenakan korban.

    4. Motif Bunuh Penagih Utang

    Terbongkarnya aksi pembunuhan Sunardi terhadap istrinya, Almaidah, bermula saat pelaku ditangkap karena diduga menghabisi nyawa orang yang menagih utangnya, Sri Pujiyanti.

    “Sementara masih kita dalami motifnya, kalau untuk korban penagih hutang karena kesal ditagih terus,” imbuhnya.

    Berdasarkan pengakuan Sunardi, ia berutang sekitar Rp 2.700.000, dan ia harus mengembalikan sekitar Rp 4.000.000.

    Pembunuhan debt collector ini berawal saat korban Sri menagih cicilan koperasi di rumah pelaku pada hari Senin sekitar pukul 15.00 WIB.

    Meski pelaku tidak bisa membayar cicilan, korban Sri tetap menunggu dan meminta pelaku agar tetap membayar.

    Kesal dengan situasi tersebut, Sunardi pun mencekik korban hingga tewas lalu dan menarik tubuh korban ke dalam rumahnya.

    5. Aksi Terbongkar

    Aksi pembunuhan terhadap penagih utang ini terbongkar saat jasad Sri ditemukan di dalam rumah pelaku pada Selasa (4/2/2025).

    Pelaku menaruh mayat korban di pinggir tembok kamar dan menutupinya dengan springbed.

    Penemuan jasad penagih utang ini bermula pada Senin sekitar pukul 18.00 WIB, saat teman-teman korban mendatangi rumah pelaku untuk menanyakan keberadaan Sri.

    Pelaku Sunardi menjawab tidak tahu dan mengklaim bahwa korban sudah pergi dari rumahnya.

    Kemudian sekitar pukul 24.00 WIB, orang tua korban bersama warga dan ketua RT setempat kembali mendatangi rumah pelaku untuk menanyakan hal yang sama.

    Saat ditanya, Sunardi terlihat gugup dan melarikan diri.

    Warga yang curiga lantas memeriksa ke dalam rumah pelaku dan menemukan jasad korban yang disimpan di dalam kamar, tertutup springbed.

    “Sebenarnya dia merencanakan untuk memasukkan kembali ke dalam septictank. Tapi belum sempat dimasukkan karena ada saudara yang mencari, sementara dia taruh di bawah kasur,” sebut Mustofa.

    6. Modus Pembunuhan

    Mustofa mengatakan modus pelaku menghabisi nyawa kedua korban yakni dengan cara dicekik lehernya menggunakan jilbab.

    Untuk korban Almaidah, jasadnya langsung dimasukkan ke dalam septictank dengan kedalaman 2 X 1 meter.

    Sementara, korban Sri, jasadnya disembunyikan di dalam kamar rumah pelaku ditutup dengan springbed.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Ini Alasan Sunardi ke Keluarga Almaida, Korban Pembunuhan yang Jasadnya Dikubur di Septic Tank

    (Tribunnews.com/Nina Yuniar) (TribunBekasi.com/Muhammad Azzam)

  •  Polisi Kerahkan 3.729 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa Buruh di Gedung DPR – Halaman all

     Polisi Kerahkan 3.729 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa Buruh di Gedung DPR – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel gabungan untuk pengamanan aksi unjuk rasa buru di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025).

    Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan.

    “Libat personel pengaman aksi unras 3.729 personel terdiri dari Satgasda 3.099 personel dan Satgas Res 630 personel,” ungkapnya.

    Adapun sasaran pengamanan itu meliputi sejumlah titik di antaranya Gedung DPR hingga sejumlah kantor kementerian.

    Ade Ary mengatakan rekayasa lalu lintas akan dilakukan melihat eskalasi di lapangan.

    “Apabila jumlah massa meningkat maka diadakan penutupan jalan namun apabila jumlah massa tidak banyak lalu lintas normal seperti biasa,” ujarnya.

    Pihak kepolisian juga mengimbau peserta aksi unjuk rasa tetap berpedoman pada regulasi sesuai aturan hukum yang berlaku.

    Dia meminta agar aspirasi disampaikan secara sejuk dan damai tidak ada ujaran kebencian serta provokatif yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas.

    Diketahui pada hari ini kaum buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2025). 

    Buruh yang datang berasal dari sejumlah serikat buruh di antaranya FSPMI, KSPI, hingga Partai Buruh.

    Massa aksi tiba di lokasi sekira pukul 11.00 WIB. Mereka melakukan long march dari depan Kementerian Pemuda dan Olahraga menuju pintu depan Gedung DPR/MPR RI.

    Saat datang, para buruh langsung melakukan aksi teatrikal yang menampilkan lakon buruh dan oligarki.

    Tampak para buruh yang melakukan aksi teatrikal dicat tubuhnya dan bertelanjang dada, serta dikalungi tanda buruh. 

    Sementara itu, buruh yang berperan sebagai pengusaha berkalungkan uang.

    Mereka menampilkan bagaimana kaum buruh ditindas dengan berbagai macam cara, hingga para buruh melakukan perlawanan kepada pengusaha tersebut. (Tribunnews.com/Reyna Abdila)

  • Hotelnya Digunakan untuk Pesta Seks Sesama Jenis, Manajemen: Minta Maaf – Halaman all

    Hotelnya Digunakan untuk Pesta Seks Sesama Jenis, Manajemen: Minta Maaf – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Polisi berhasil menggerebek pesta seks sesama jenis di kamar Hotel Habitare Rasuna, Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (1/2/2025).

    Sebanyak 56 pria diamankan jajaran Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

    Mengetahui tempatnya digunakan untuk pesta seks sesama jenis, Manajemen Hotel Habitare Rasuna Jakarta pun meminta maaf.

    Pihak hotel menyatakan telah bekerja sama dengan polisi dalam pengungkapan kasus pesta seks sesama jenis ini.

    “Insiden ini berhasil digagalkan oleh pihak berwenang dengan bantuan manajemen hotel yang bersikap kooperatif,” ujar General Manager Habitare Rasuna Jakarta, Mazlina Ramli, kepada wartawan, Rabu (5/2/2025).

    Mengutip TribunBekasi.com, Mazlina juga mengapresiasi polisi yang bergerak cepat.

    “Kami berterima kasih kepada Polda Metro Jaya yang telah sigap dalam melakukan pengamanan. Kami tidak mentoleransi segala bentuk kegiatan yang dapat mengganggu kenyamanan tamu,” tegasnya.

    Mazlina menambahkan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan pihak terkait dalam menangani kasus ini.

    “Keamanan dan kenyamanan tamu adalah prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk transparan dalam proses penyelesaian kasus ini,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam menuturkan, pihaknya melakukan penggerebekan dibantu dengan manajemen hotel.

    “Saat melakukan pengungkapan ini, tim dibantu oleh manajemen hotel, kemudian pihak keamanan hotel dan juga teknisi hotel,” ujar Ade di Mapolda mengenai kasus pesta seks sesama jenis di Jakarta Selatan, Senin (3/2/2025).

    TribunBekasi.com mewartakan, sejumlah barang bukti turut disita.

    Barang bukti tersebut termasuk alat kontrasepsi, obat anti HIV hingga sabun mandi.

    Ia menuturkan, dari penggerebekan tersebut, ada 56 orang yang diamankan dan tiga di antaranya ditetapkan jadi tersangka.

    “Pertama saudara RH alias R. Saudara RH alias R ini membiayai penyewaan kamar hotel. Kemudian yang kedua saudara RE alias E, ini juga membiayai persewaan kamar hotel. Kemudian yang ketiga Saudara BP alias D, ini adalah merekrut peserta,” ungkapnya.

    Para tersangka dikenakan pasal 36 sama Undang Undang Pornografi dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun dan ancaman denda maksimal Rp 5 miliar. 

    “Kemudian dilapis juga dengan pasal KUHP, Pasal 296 yaitu barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul orang lain dengan orang lain dan menjadikannya sebagai pencarian atau mata pencaharian atau kebiasaan dengan ancaman pidana 1 tahun 4 bulan,” imbuhnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Hotel Habitare Rasuna Jakarta Jadi Tempat Pesta Seks Homo, Pihak Manajemen Minta Maaf

    (Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunBekasi.com, Ramadhan LQ/Miftahul Munir)

  • Nasib Bendi Wijaya Sopir Truk Pemicu Kecelakaan Ciawi Bogor Dibedah Pakar Keamanan Berkendara  – Halaman all

    Nasib Bendi Wijaya Sopir Truk Pemicu Kecelakaan Ciawi Bogor Dibedah Pakar Keamanan Berkendara  – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Bendi Wijaya kini jadi sorotan karena truk yang dikendarainya jadi pemicu kecelakaan maut di Gerbang Tol Ciawi 2, Bogor pada Selasa (4/2/2024) malam.

    Diduga penyebab kecelakaan karena truk pengangkut galon air mineral yang dikemudikan Bendi Wijaya mengalami rem blong sehingga menabrak sejumlah kendaraan.

    Kecelakaan ini mengakibatkan 19 korban, dengan rincian 8 meninggal dan 11 lainnya luka-luka.

    Lantas bagaimana dengan nasib Bendi Wijaya si sopir truk?

    Apakah bakal jadi tersangka dalam kasus kecelakaan ini atau turut jadi korban?

    Terkini Pakar keamanan berkendara, Fitra Eri mengurai analisanya soal penyebab kecelakaan maut yang terjadi di Gerbang Tol Ciawi pada Selasa (4/2/2025) hingga nasib sang sopir.

     

    Dugaan Rem Blong Pemicu Kecelakaan Maut Ciawi Bogor

    Terkait dengan dugaan rem blong jadi pemicu kecelakaan maut, Fitra Eri mengurai pandangannya.

    Dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan youtube channel metro tv news, Fitra Eri menyebut bahwa rem blong memang bisa jadi penyebab kecelakaan tragis.

    Adapun pemicu rem di sebuah truk bisa blong kata Fitra Eri, ada beberapa penyebabnya.

    Salah satu penyebab rem blong adalah karena digunakan terus menerus di jalan yang menurun.

    Seperti diketahui, dari arah Ciawi menuju Jakarta, sebelum menuju Gerbang Tol Ciawi adalah jalan menurun yang panjang.

    Sehingga saat melalui area tersebut, para pengemudi biasanya akan melakukan pengereman terus menerus.

    “Rem blong bisa terjadi karena banyak hal, pertama kurangnya maintanance. Hal berikutnya adalah jalanan yang menurun panjang ketika kondisi rem itu digunakan terus menerus membuat kampas rem jadi panas, itu bisa terjadi blong. Kemudian muatan berlebihan dari truk yang di atas kemampuan maksimal juga bisa membuat sistem pengereman cepat panas dan rem blong,” pungkas Fitra Eri.

    Diungkap Fitra Eri, sistem rem pada truk tronton nyatanya berbeda dengan kendaraan biasa.

    Hal itulah yang membuat truk tronton kerap kesulitan melakukan pengereman.

    “Truk itu dia menggunakan sistem rem yang agak berbeda dengan mobil biasa. Sistem remnya itu menggunakan pneumatis jadi menggunakan tekanan udara, makanya kita sering dengar ada suara cess kalau truk mengerem,” ujar Fitra Eri.

     

    Nasib Sopir

    Terkait dengan penjelasan polisi soal rem blong jadi pemicu kecelakaan maut tersebut, Fitra mengurai pernyataan mengejutkan.

    Bahwa jika memang benar pemicunya karena rem blong, sopir truk Aqua tersebut bisa bebas dari jerat hukum karena dianggap juga sebagai korban.

    “Kalau benar dugaan polisi bahwa ini adalah rem blong, apalagi kalau rem blong ini terjadi karena kurangnya perawatan atau pemakaian suku cadang yang tidak sesuai standar, justru malah sopir di sini bisa dianggap sebagai salah satu korban juga,” kata Fitra Eri.

    Kendati demikian kata Fitra Eri, pemicu kecelakan bukan cuma karena faktor kendaraan saja.

    Ada tiga faktor yang setidaknya dimungkinkan jadi biang kerok tabrakan beruntun.

    Salah satunya adalah kelalaian pengemudi, dalam hal ini adalah sopir truk.

    “Untuk kecelakaan yang terjadi di tol Ciawi, itu nanti diputuskan setelah ada penyelidikan apa penyebabnya. Karena penyebabnya bisa dari truknya sendiri, kelainan jalan truknya, atau kelalaian pengemudi. Ini kita harus menunggu laporan setelah pemeriksaan itu selesai,” ungkap Fitra Eri.

    Meski begitu, Fitra Eri masih menunggu hasil penyelidikan dari penyidik terkait kecelakaan maut tersebut.

    Lebih lanjut, Fitra pun mengkritisi polemik berulang kecelakaan maut akibat truk yang sering terjadi.

    Menurut Fitra, pembenahan besar-besaran harus dilakukan pemerintah guna mencegah kecelakaan yang lebih fatal.

    “Bukan hanya angkutan yang bermasalah, karena ini sebenarnya lebih makro lagi masalahnya, bagaimana pemerintah membuat peraturan dan menegakkan peraturan tersebut,” imbuh Fitra.

    Karenanya, Fitra pun meminta agar penyidik mengungkap hasil akhir penyelidikan penyebab kecelakaan kepada publik.

    Hal itu bisa mencegah kejadian berulang.

    “Tapi kalau kita lihat dari kejadian sebelumnya, saya pernah bilang kejadian tabrakan beruntun melibatkan truk ini kita tinggal menunggu waktu saja terjadi lagi kalau tidak dilakukan pembenahan,” pungkas Fitra Eri.

    “Saya enggak mendengar hasil akhir dari KNKT apa penyebabnya dan siapa yang bertanggung jawab dan sanksinya apa. Penegakan hukum ini lah yang menurut saya membuat transportasi bermasalah, apalagi melibatkan truk yang berat bobotnya. Jadi bukan transportasi barangnya yang bermasalah, tapi aturan yang tidak ditegakkan dan tidak konsisten yang menimbulkan masalah,” sambungnya.

    Diwartakan sebelumnya, Kapolresta Bogor Kota Kombes Eko Prasetyo menyebut bahwa awalnya kecelakaan terjadi saat truk tronton pengangkut galon air mineral melaju dari arah Ciawi menuju Jakarta.

    Sekira pukul 23.30 Wib saat hendak melewati Gerbang Tol Ciawi di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, truk tersebut diduga mengalami rem blong.

    Hal itu mengakibatkan truk tronton tersebut menghantam sejumlah kendaraan yang sedang melakukan transaksi di Gerbang Tol Ciawi.

    “Sehingga (truk) menabrak rangkaian kendaraan yang sedang melakukan transaksi,” pungkas Kombes Eko Prasetyo.

     

  • Nasib Sunardi, Pembunuh Istri dan Penagih Utang di Bekasi, Kini Terancam 15 Tahun Penjara – Halaman all

    Tetangga Tidak Pernah Melihat Almaidah, Istri Sunardi yang Kerangkanya Ditemukan dalam Septic Tank – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI –  Penemuan jenazah gadis penagih utang, Sri Pujiyanti  di Desa Sindangmulya, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (5/2/2025) berhasil menguak misteri hilangnya Almaidah (51).

    Almaidah tidak lain adalah istri Sunardi (44), pelaku pembunuhan Sri.

    Almaidah dilaporkan menghilang sejak November 2022 dan ternyata menjadi korban pembunuhan dan jasadnya dimasuukan ke dalam septic tank rumah.

    Sebenarnya keluarga berupaya mencari keberadaan Almaidah.

    Namun saat ditanyakan, Sunardi mengatakan,  Almaidah menghilang dan tidak pernah bertemu lagi.

    “Kalau keluarga Almaidah nanya ke pelaku, pelaku ngomong tidak pernah bertemu dengan korban,” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa kepada awak media pada Rabu (5/2/2025).

    Dikatakan Mustofa warga sekitar rumah Sunardi juga tidak ada yang tahu. 

    Pasalnya, pada tahun 2022 korban bersama Sunardi datang ke rumah tidak ada saksi yang melihat sehingga ketika ditanya keluarga Almaidah terkait peristiwa itu Sunardi selalu menjawab tidak pernah bertemu.

    “Karena keluarga korban ini dari Banyumas, pengakuan tersangka pada saat datang ke rumah ini tidak ada saksi yang melihat makanya pada saat tersangka ditanya keluarga korban peristiwa yang pertama dulu tidak pernah bertemu dengan almarhumah,” katanya.

     Warga setempat juga tidak ada yang menaruh curiga, apalagi pelaku pulang ke rumahnya satu minggu bahkan satu bulan sekali.

    “Pelaku ini pekerjaannya kuli bangunan,” ucapnya.

    Polres Metro Bekasi mengungkap kasus pembunuhan berantai di wilayah Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

    Pembunuhan berantai ini dilakukan Sunardi (44) terhadap korban Sri Pujiyanti saat menagih hutang koperasi di kediamannya Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, pada Senin (3/2/2025).

    Tak lama penangkapan, terungkap pelaku ternyata membunuh istri sahnya bernama Almaidah dan jasadnya dimasukkan ke dalam septic tank di di kediamannya atau lokasi yang sama tempat penagih hutang dibunuh.

    Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa mengungkapkan, pelaku merupakan kuli bangunan.

    Sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan panggilan dan kerap jarang berada di rumahnya.

    “Jadi tersangka ini memiliki dua istri, istri yang pertama nikah siri, istri yang ke dua nikah resmi yang si Almaida ini, jadi nikahnya di Banyumas,” kata Mustofa kepada awak media pada Rabu (5/2/2025).

    Adapun awal mula pembunuhan istrinya, kata Mustopa, pelaku cemburu karena menduga korban berselingkuh.

    Karena hal itu keduanya cekcok hingga pelaku mencekik leher korban menggunakan jilbab.

    “Dugaan asmara, karena si tersangka ini merasa istrinya ini telah berselingkuh dengan orang lain. Yang mengakibatkan si tersangka gelap mata hingga melakukan kejahatan ini,” jelasnya.

    Polisi masih ada motif yang lain terkait kekayaan harta waris atau apa.

    “Sementara masih kita dalami motifnya, kalau untuk korban penagih hutang karena kesal ditagih terus,” imbuhnya.

    Pengakuan tersangka utang korban kurang lebih Rp 2.700.000, pelaku harus mengembalikan sekitar Rp 4.000.000.

    Mustofa menjelaskan, kedua korban tewas dengan cara dicekik lehernya menggunakan hijab.

    Untuk korban istrinya langsung dimasukkan ke dalam septictank dengan kedalaman 2 X 1 meter sedangkan korban kedua, jasadnya disembunyikan di dalam kamar dengan ditutup springbed.

    “Sebenarnya dia merencanakan untuk memasukkan kembali ke dalam septictank tapi belum sempat dimasukkan karena ada saudara yang mencari, sementara dia taruh di bawah kasur,” katanya. (TribunBekasi/Muhammad Azzam)