Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • PT TRPN Rugi Ratusan Miliar Akibat Pembongkaran Pagar Laut di Bekasi – Halaman all

    PT TRPN Rugi Ratusan Miliar Akibat Pembongkaran Pagar Laut di Bekasi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Kuasa hukum PT Tunas Ruang Pelabuhan Nusantara (PT TRPN), Deolipa Yumara, mengatakan bahwa kliennya mengalami kerugian sekitar Rp 200 miliar setelah pagar bambu di perairan Kampung Paljaya, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, dibongkar pada Selasa (11/2/2025).

    Pembongkaran pagar bambu tersebut dilakukan karena dianggap tidak memenuhi prosedur.

    “Kerugian mencapai sekitar Rp 200 miliar, mulai dari biaya perizinan hingga pembangunan pelabuhan yang sudah kami buat dengan baik. Prosesnya lama,” kata Deolipa saat ditemui di lokasi pembongkaran pagar laut, Selasa (11/2/2025).

    Namun, Deolipa menambahkan bahwa tidak ada ganti rugi yang diberikan oleh pihak terkait, karena proyek tersebut melanggar aturan yang berlaku.

    “Oh, tidak ada ganti rugi. Dalam dunia usaha, ada untung dan ada rugi,” ujarnya.

    Meskipun pagar bambu telah dibongkar, proyek pembangunan pelabuhan perikanan di perairan Kampung Paljaya tetap akan dilanjutkan oleh PT TRPN.

    Deolipa menyatakan bahwa pihaknya akan melengkapi berkas perizinan agar proyek dapat berjalan sesuai prosedur.

    “Kami akan mengurus kembali perizinan yang dibutuhkan untuk pengadaan pelabuhan perikanan. Sarana dan prasarana pelabuhan ini tetap ingin kami lanjutkan,” ujar Deolipa.

    Saat ini, PT TRPN masih harus menyelesaikan izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL), yang menurut Deolipa sudah mencapai 80 persen.

    “PT TRPN sudah menyelesaikan sekitar 80 persen perizinan. Sisanya 20 persen masih dalam proses. Kami memang sudah mulai bekerja, tetapi izin PKKPRL belum keluar,” katanya.

    Proses Pembongkaran Pagar Laut

    Pagar bambu tersebut mulai dibongkar pada Selasa (11/2/2025) oleh sejumlah karyawan PT TRPN, dengan pengawasan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono atau Ipunk, mengapresiasi langkah PT TRPN yang secara sukarela melakukan pembongkaran pagar laut tersebut.

    “Mereka mencabut sendiri pagar itu, ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain yang melakukan pelanggaran serupa.

    Kami terus berkoordinasi agar permasalahan ini cepat selesai,” kata Ipunk saat ditemui di lokasi pembongkaran, Selasa (11/2/2025).

    Pembongkaran pagar bambu sepanjang 3,3 kilometer itu ditargetkan selesai pada Jumat (14/2/2025), dengan pengawasan dari pihak KKP.

    Berdasarkan pengamatan TribunBekasi.com, proses pembongkaran dilakukan menggunakan satu alat berat jenis ekskavator, sementara beberapa karyawan PT TRPN mencabut pagar bambu tersebut secara manual.

    Sebagai informasi, proyek pagar laut di Bekasi ini dibongkar karena KKP menilai proyek tersebut tidak memiliki izin PKKPRL. Akibatnya, KKP melakukan penyegelan proyek pada 15 Januari 2025. (Wartakotalive.com/Rendy Rutama)

     

  • Kapolres Jakarta Barat Harap Sinergitas dengan Persatuan Wartawan Indonesia Terus Diperkuat – Halaman all

    Kapolres Jakarta Barat Harap Sinergitas dengan Persatuan Wartawan Indonesia Terus Diperkuat – Halaman all

    Kombes Twedi menyambut baik kerja sama yang telah terjalin selama ini dan berharap sinergitas antara kepolisian dan PWI terus diperkuat.

    Tayang: Selasa, 11 Februari 2025 22:33 WIB

    Warta Kota/Miftahul Munir

    PERWIRA MENENGAH POLRI – Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (28/1/2025). Ini profil alumni Akpol 1998 itu. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Twedi Aditya Bennyahdi menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Polres Jakarta Barat pada Selasa (11/2/2025).

    Dalam pertemuan itu, Kombes Twedi didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Jakarta Barat.

    Kombes Twedi menyambut baik kerja sama yang telah terjalin selama ini dan berharap sinergitas antara kepolisian dan PWI terus diperkuat.

    “Kami terbuka untuk menjalin komunikasi seluas-luasnya dengan rekan-rekan PWI, baik dalam pemberitaan maupun kegiatan kepolisian di lapangan. Kami berharap sinergi yang baik ini dapat terus berlanjut demi kepentingan masyarakat,” tuturnya kepada wartawan.

    Audiensi ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi positif antara Polres Metro Jakarta Barat dan insan pers, guna menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan informatif bagi masyarakat.

    Ketua PWI Pokja Polres Metro Jakarta Barat, Teuku Faisal menegaskan, pihaknya siap mendukung kepolisian dalam menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jakarta Barat.

    “Melalui audiensi ini, kami ingin memperkenalkan kepengurusan PWI Pokja Polres Jakarta Barat periode 2024-2029 serta mempererat sinergi antara media dan kepolisian,” ucapnya.

    Menurutnya, PWI berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung program kepolisian, khususnya di Polres Metro Jakarta Barat demi kesejahteraan masyarakat dan keamanan wilayah.

    Audiensi ini dilakukan masih dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2025 lalu.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Viral Pria di Bekasi Lempar Anaknya ke Jalan yang Tergenang Air, Pelaku Akhirnya Ditangkap – Halaman all

    Viral Pria di Bekasi Lempar Anaknya ke Jalan yang Tergenang Air, Pelaku Akhirnya Ditangkap – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang ayah di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tega melempar anaknya yang masih balita ke jalan yang sedang tergenang banjir. 

    Aksi sadis itu terekam CCTV perumahan dan viral usai diunggah sejumlah akun media sosial salah satunya X @bacottetangga__. 

    Dalam video yang diunggah, seorang pria menuntun balita menggunakan satu tangan keluar dari rumah. 

    Dia lalu berteriak memanggil sesorang diduga istrinya yang sedang berbicang di pinggir jalan.

    Lalu tenaga yang kuat melempar balitanya. 

    Balita tersebut terlihat tersungkur ke jalan, dia sempat terendam air yang menggenangi jalan lalu disusul suara tangisan. 

    Aksi kejam itu disaksikan sejumlah anak-anak dan orang dewasa.

    Pria diduga ayah sang balita itu dengan santai kembali masuk ke dalam rumah. 

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, pihaknya sudah merespons kejadian tersebut.

    Peristiwa balita dilempar terjadi di salah satu perumahan di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (25/1/2025). 

    Pelaku pelempar balita merupakan ayah kandungnya sendiri berinisial FY.

    Kejadian itu diproses hukum usai istri pelaku berinisial SK (30) ke pihak berwajib. 

    “Kejadian di Perumahan Cibitung, penangkapan dilakukan pada Minggu (9/2/2025) sekira pukul 21.00 WIB,” kata Onkoseno. 

    Onkoseno memastikan, pelaku sudah ditahan di Polres Metro Bekasi dengan sangkaan Pasal 76 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. 

    “Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah kami lakukan penahanan sejak diamankan,” jelas Onkoseno. 

     

  • Nenek yang Tewas Terikat di Bekasi Pernah Kemalingan Uang Rp30 Juta – Halaman all

    Nenek yang Tewas Terikat di Bekasi Pernah Kemalingan Uang Rp30 Juta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang nenek berinisial B (72) ditemukan tewas di kediamannya yang juga merupakan toko kelontong di Jalan Pulo Rengas RT 07 RW 03, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/2/2025) dini hari.

    Dilansir Tribun Bekasi, menurut warga sekitar bernama Sunari (40), nenek tersebut sempat menjadi korban pencurian di rumahnya pada tahun 2024 lalu.

    “Yang saya tahu udah dua kali ini, saya tahu dua kali, pertama bulan puasa dulu 2024 duit hilang, infonya Rp30 juta,” ucap Sunari saat diwawancarai awak media, Selasa (11/2/2025).

    Ia menyebut, kejadian pencurian yang terjadi pada tahun lalu berbeda dengan yang terjadi pada Senin lalu.

    Pasalnya, saat peristiwa itu terjadi pada tahun lalu, korban tengah tertidur dan ketika bangun saat pagi hari baru mengetahui uang miliknya raib.

    “Kalau sekarang kejadian tidak tahu kerugian uangnya, kalau tahun 2024 itu waktu bangun tidur buka kotak tabungan udah tidak ada, kalau yang dulu tidak ada kekerasan juga,” ungkapnya.

    Diketahui, korban tewas di rumah sekaligus tokonya setelah menjadi korban perampokan.

    Dugaan itu muncul setelah Kapolsek Cabang Bungin, AKP Basuni, mengatakan soal adanya sejumlah barang milik korban yang hilang setelah kejadian berlangsung.

    Namun, Basuni belum bisa memastikan secara detail apa saja barang korban yang hilang.

    “Harta yang hilang rokok dan uang pun di laci tidak seberapa, selebihnya masih penyelidikan,” tutur Basuni.

    Kronologi Kejadian

    Basuni mengungkapkan, berdasarkan keterangan warga, kejadian berawal pada Minggu (9/2/2025) sekitar pukul 23.59 WIB.

    Saat itu terdapat seorang laki-laki keluar dari toko korban yang awalnya sudah ditutup kira-kira pukul 21.00 WIB.

    Lalu ada dua orang lain yang berboncengan menggunakan sepeda motor menghampiri satu orang yang sudah keluar dari toko tersebut.

    Curiga dengan hal itu, seorang saksi yang saat kejadian tengah makan di warung pecel lele dengan posisi persis di depan rumah korban sontak teriak ‘Maling!’ untuk meminta pertolongan warga. 

    “Dua orang yang naik kendaraan roda dua langsung nyamperin satu orang lagi langsung kabur setelah saksi berteriak maling,” jelasnya.

    Guna memastikan apa yang terjadi, jelas Basuni, sejumlah tetangga, satu ponakan korban, hingga saksi yang berteriak maling itu langsung memasuki kediaman B.

    “Setelah itu orang yang melihat itu langsung masuk (rumah korban) setelah sampai di ruko, almarhumah kondisi kaki terikat kain, tangan terikat kain, dan leher terikat,” tuturnya.

    Namun, Basuni mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui penyebab pasti tewasnya nenek yang tinggal seorang diri itu.

    “Kami belum tahu secara rinci karena masih dalam penyelidikan, hanya saja pas di dalam lokasi kejadian kondisi korban sudah dalam terikat,” ucapnya.

    AKP Basuni menyatakan, pihaknya sudah membawa sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk mengungkap fakta kasus ini.

    Berdasarkan barang bukti yang diamankan, pihaknya memastikan tidak ada senjata tajam (sajam) yang ditemukan.

    Bukan hanya itu, dua saksi terkait kasus ini sudah diperiksa jajarannya.

    “Ketika di lokasi kejadian, polisi memastikan tidak ditemukan barang bukti ada kaitannya dengan senjata tajam, tidak ada barang sajam yang melekat di korban itu, barang bukti hanya kain saja yang di leher, kaki, dan tangan,” terangnya.

    Setelah kejadian, AKP Basuni menyebut, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk penyelidikan lebih lanjut.

    Sementara itu,  Kabid Yandokpol RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Hery Wijatmoko mengatakan, pihaknya sudah memeriksa jenazah korban pada pukul 09.00 WIB.

    Pada pukul 13.30 WIB, jenazah korban sudah diserahkan ke keluarga dan sudah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pulorengas Sindang Jaya.

    “Sudah diperiksa dan sudah diserahkan ke keluarga, selanjutnya tengah ditangani penyidik,” ucap Hery.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunBekasi.com dengan judul: Nenek Bimih yang Tewas Terikat Kain di Bekasi, Sempat Kemalingan Tahun 2024 Hingga Rugi Rp 30 Juta.

    (Tribunnews.com/Deni)(TribunBekasi.com/Rendy Rutama)

  • Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tidak Bernyawa di Kali Cengkareng Drain Jakarta – Halaman all

    Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tidak Bernyawa di Kali Cengkareng Drain Jakarta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sesosok mayat ditemukan di Kali Cengkareng Drain, Kelurahan Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (9/2/2025).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, korban diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat ke kali.

    “Awal kejadian bahwa korban sehari sebelumnya pada Sabtu (8/2/2025) sekitar jam 08.00 WIB turun dari angkot,” ucap Ade Ary, dalam keterangannya, Selasa (11/2/2025).

    Usai turun dari angkot, korban langsung menceburkan diri ke kali Cengkareng Drain dan  tidak muncul kembali.

    Tim BPBD Provinsi DKI Jakarta yang menerima laporan langsung melakukan pencarian.

    Hingga akhirnya jenazah ditemukan pada Senin (10/2/2025) kemarin.

     Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban telah dibawa ke RS Polri guna dilakukan visum.

    Belum diketahui secara pasti motif korban menceburkan diri. (Wartakota/Ramadhan LQ)

     

    Catatan:

    Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

    Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

    Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

    Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

    Saya ingin bunuh diri

    Juga bisa menghubungi Yayasan Pulih (021) 78842580 atau email lewat pulihfoundation@gmail.com.

    Atau Call Center Halo Kemenkes 1500-567.

    Selain itu, Kemenkes juga menyediakan Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567. Anda bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

  • Korban Begal Ditemukan Tak Bernyawa di Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, Sepeda Motor Hilang – Halaman all

    Korban Begal Ditemukan Tak Bernyawa di Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, Sepeda Motor Hilang – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pria berinisial S ditemuukan tewas di Jalan Raya Fatahillah, Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/2/2025) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

    Korban yang ditemukan berlumuran darah diduga menjadi korban begal.

     “Diduga korban pencurian dengan kekerasan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Selasa (11/2/2025).

    Ade Ary menjelaskan, awalnya polisi mendapatkan informasi dari warga terkait korban yang tergeletak di jalan.

    Polisi langsung bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengecek kondisi korban.

    “Didapati seorang laki-laki yang mengaku bernama S sudah dalam keadaan terkapar di pinggir jalan,” ungkap Ade Ary.

    Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu mengungkapkan, korban tewas dengan kondisi luka sobek di bagian punggung.

     Sepeda motor korban juga hilang diduga dirampas oleh pelaku begal.

    “Selanjutnya piket reskrim langsung membawa korban ke RSUD Kabupaten Bekasi. Namun nyawa korban tak tertolong,” ujar Ade Ary.

    Saat ini, keluarga korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Cikarang Barat.

    Polisi pun masih mengidentifikasi dan memburu pelaku.  (Wartakota/Annas Furqon Hakim) 

     

     

  • Jadwal Imsakiyah Bogor Ramadhan 2025 Lengkap Selama Sebulan – Halaman all

    Jadwal Imsakiyah Bogor Ramadhan 2025 Lengkap Selama Sebulan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Simak jadwal imsakiyah Bogor pada Ramadhan 2025, lengkap selama sebulan penuh.

    Selama Ramadhan 2025, jadwal imsakiyah menjadi satu hal yang penting diketahui umat Islam.

    Dalam jadwal imsakiyah Bogor berisi jadwal imsak, jadwal buka puasa, dan jadwal salat lima waktu selama bulan Ramadhan 2025.

    Jadwal imsakiyah Bogor Ramadhan 2025 dimulai dari 1 Ramadhan 1466 H yang diperkirakan jatuh pada 1 Maret 2025.

    Tribunnews.com menyajikan jadwal imsakiyah untuk wilayah Kota Bogor dari Kementerian Agama (Kemenag) selama satu bulan penuh pada Ramadhan 2025.

    Berikut jadwal imsakiyah Ramadhan 2025 di Bogor mulai 1 Ramadhan 1446 H, dikutip dari bimasislam.kemenag.go.id:

    1 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:51
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:09
    ASAR: 15:11
    MAGRIB: 18:19
    ISYA’: 19:24

    2 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:51
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:09
    ASAR: 15:10
    MAGRIB: 18:19
    ISYA’: 19:24

    3 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:51
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:08
    ASAR: 15:09
    MAGRIB: 18:18
    ISYA’: 19:23

    4 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:51
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:08
    ASAR: 15:09
    MAGRIB: 18:18
    ISYA’: 19:23

    5 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:51
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:08
    ASAR: 15:09
    MAGRIB: 18:18
    ISYA’: 19:23

    6 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:51
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:08
    ASAR: 15:10
    MAGRIB: 18:17
    ISYA’: 19:22

    7 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:51
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:07
    ASAR: 15:10
    MAGRIB: 18:17
    ISYA’: 19:22

    8 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:51
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:07
    ASAR: 15:10
    MAGRIB: 18:16
    ISYA’: 19:21

    9 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:51
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:07
    ASAR: 15:11
    MAGRIB: 18:16
    ISYA’: 19:21

    10 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:51
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:07
    ASAR: 15:11
    MAGRIB: 18:15
    ISYA’: 19:20

    11 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:51
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:06
    ASAR: 15:11
    MAGRIB: 18:15
    ISYA’: 19:20

    12 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:51
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:06
    ASAR: 15:12
    MAGRIB: 18:15
    ISYA’: 19:19

    13 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:51
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:06
    ASAR: 15:12
    MAGRIB: 18:14
    ISYA’: 19:19

    14 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:50
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:06
    ASAR: 15:12
    MAGRIB: 18:14
    ISYA’: 19:18

    15 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:50
    DUHA: 06:22
    ZUHUR: 12:05
    ASAR: 15:13
    MAGRIB: 18:13
    ISYA’: 19:18

    16 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:50
    DUHA: 06:21
    ZUHUR: 12:05
    ASAR: 15:13
    MAGRIB: 18:13
    ISYA’: 19:17

    17 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:33
    SUBUH: 04:43
    TERBIT: 05:50
    DUHA: 06:21
    ZUHUR: 12:05
    ASAR: 15:13
    MAGRIB: 18:12
    ISYA’: 19:17

    18 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:32
    SUBUH: 04:42
    TERBIT: 05:50
    DUHA: 06:21
    ZUHUR: 12:04
    ASAR: 15:13
    MAGRIB: 18:12
    ISYA’: 19:16

    19 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:32
    SUBUH: 04:42
    TERBIT: 05:50
    DUHA: 06:21
    ZUHUR: 12:04
    ASAR: 15:14
    MAGRIB: 18:11
    ISYA’: 19:16

    20 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:32
    SUBUH: 04:42
    TERBIT: 05:50
    DUHA: 06:21
    ZUHUR: 12:04
    ASAR: 15:14
    MAGRIB: 18:11
    ISYA’: 19:15

    21 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:32
    SUBUH: 04:42
    TERBIT: 05:50
    DUHA: 06:21
    ZUHUR: 12:04
    ASAR: 15:14
    MAGRIB: 18:11
    ISYA’: 19:15

    22 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:32
    SUBUH: 04:42
    TERBIT: 05:50
    DUHA: 06:21
    ZUHUR: 12:04
    ASAR: 15:15
    MAGRIB: 18:10
    ISYA’: 19:15

    23 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:32
    SUBUH: 04:42
    TERBIT: 05:49
    DUHA: 06:21
    ZUHUR: 12:03
    ASAR: 15:14
    MAGRIB: 18:09
    ISYA’: 19:14

    24 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:32
    SUBUH: 04:42
    TERBIT: 05:49
    DUHA: 06:21
    ZUHUR: 12:03
    ASAR: 15:14
    MAGRIB: 18:09
    ISYA’: 19:13

    25 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:32
    SUBUH: 04:42
    TERBIT: 05:49
    DUHA: 06:20
    ZUHUR: 12:02
    ASAR: 15:14
    MAGRIB: 18:08
    ISYA’: 19:13

    26 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:32
    SUBUH: 04:42
    TERBIT: 05:49
    DUHA: 06:20
    ZUHUR: 12:02
    ASAR: 15:15
    MAGRIB: 18:08
    ISYA’: 19:12

    27 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:31
    SUBUH: 04:41
    TERBIT: 05:49
    DUHA: 06:20
    ZUHUR: 12:02
    ASAR: 15:15
    MAGRIB: 18:07
    ISYA’: 19:12

    28 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:31
    SUBUH: 04:41
    TERBIT: 05:49
    DUHA: 06:20
    ZUHUR: 12:01
    ASAR: 15:15
    MAGRIB: 18:07
    ISYA’: 19:11

    29 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:31
    SUBUH: 04:41
    TERBIT: 05:49
    DUHA: 06:20
    ZUHUR: 12:01
    ASAR: 15:15
    MAGRIB: 18:06
    ISYA’: 19:11

    30 Ramadan 1446 H
    IMSAK: 04:31
    SUBUH: 04:41
    TERBIT: 05:49
    DUHA: 06:20
    ZUHUR: 12:01
    ASAR: 15:15
    MAGRIB: 18:06
    ISYA’: 19:11

    (Tribunnews.com/Sri Juliati)

  • Sopir Truk Kontainer Gelar Unras di Cilincing, Tuntut Atasi Premanisme dan Mafia Pungli di Pelabuhan – Halaman all

    Sopir Truk Kontainer Gelar Unras di Cilincing, Tuntut Atasi Premanisme dan Mafia Pungli di Pelabuhan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keluarga Besar Sopir Indonesia (KB-SI) menggelar aksi turun ke jalan di Jalan Raya Ciilincing, Jakarta Utara, pada Selasa (11/2/2025).

    Ada enam tuntutan yang disampaikan mereka, yaitu 

    Batalkan Kebijakan Gate Pass Pelabuhan yang memberatkan para sopir

    Pelayanan Bongkar Muat yang cepat, maksimal 1 jam dari Gate In

    Atasi kemacetan dengan cara lakukan penambahan Gate In di NPCT1, perbaiki sistem yang sering eror, sediakan kantong parkir gratis dalam Pelabuhan.

    Berikan keamanan bagi seluruh sopir dari premanisme jalanan

    Berikan pelayanan fasilitas (toilet, kantin, dan ruang tunggu untuk sopir/kernet serta pengguna jasa Pelabuhan lainnya

    Berantas mafia pungli di dalam Pelabuhan

    Titik unjuk rasa pertama digelar di depan New Priok Container Terminal One (NPCT1), Jalan Terminal Kalibaru Raya, Cilincing.

    Kemudian ke Pos 9, Polres Metro Jakarta Utara dan terakhir di Kantor Pelindo Tower.

    Demo yang digelar ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kemacetan parah di pelabuhan tersebut yang dinilai menghambat pekerjaan mereka.

    Para sopir juga menuntut Pelindo segera menangani kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah titik terminal utama, seperti New Priok Container Terminal One (NPCT1) hingga Jakarta International Container Terminal (JICT).

    Selain menggelar aksi di Pelindo, para sopir juga berencana mendatangi Polres Metro Jakarta Utara untuk melaporkan dugaan praktik premanisme yang merugikan mereka.

    Sebagai bentuk protes, para sopir mogok bekerja dan berkumpul di NPCT1 pada pukul 09.00 WIB sebelum melakukan long march ke Mapolres Jakarta Utara dan Kantor Pelindo di Jalan Yos Sudarso.

    Aksi ini diharapkan dapat mendorong Pelindo serta pihak terkait untuk segera mencari solusi atas permasalahan tersebut.

    Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Ahmad Fuady mengatakan, pihaknya menerjunkan personel guna melakukan pengamanan terkait unjuk rasa itu.

    “Ada, kami mengamankan,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Selasa.

    Kendati demikian, ia tak membeberkan jumlah personel pengamanan.

    Selain itu, pihaknya juga menerapkan rekayasa lalu lintas (lalin).

    “Kami penempatan personel dan rekayasa lalin,” kata dia. 

  • Warga Lihat Empat Anak Muda Naik Motor Saat Nenek Bimih Tewas di Bekasi, Kondisi Warung Berantakan – Halaman all

    Warga Lihat Empat Anak Muda Naik Motor Saat Nenek Bimih Tewas di Bekasi, Kondisi Warung Berantakan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Fakta terbaru muncul dari peristiwa dugaan perampokan terhadap seorang nenek Bimih (72) di kediamannya yang juga dijadikan toko kelontong, Jalan Pulo Rengas RT 07 RW 03, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

    Seorang warga sekitar sekaligus saksi, Sunari (40) mengatakan fakta itu terkait kronologi menjelang ditemukannya Bimih dengan kondisi meninggal dunia.

    Sebelum ditemukan meninggal dunia, Sunari yang bekerja sebagai penjual pecel lele di depan persis kediaman korban mendapat informasi dari pembelinya yang tengah makan.

    Informasi itu terkait adanya dugaan maling yang terlihat keluar dari kediaman korban sekira pukul 00.30 WIB.

    Ketika seorang tersebut keluar dari rumah korban, ia juga melihat terduga pelaku itu nampak membawa kantong plastik kresek berwarna merah. Namun ia tidak mengetahui secara pasti apakah isi plastik kresek tersebut.

    “Kan ada orang makan di tempat saya mungkin orang makan itu tahu kali keluar dari situ (Rumah korban) pembeli saya teriak maling, nah satu orang itu langsung kabur,” kata Sunari saat ditemui di lokasi, Selasa(12/2/2025).

    Sunari menjelaskan seusai kabur satu terduga maling itu dihampiri sejumlah orang yang diduga rekannya menggunakan sepeda motor. Selanjutnya para terduga maling itu langsung tancap gas melintas menjauhi lokasi kejadian awal.

    “Saya lihat yang satu orang sudah lari naik motor dan saya waktu saya lihat sudah jauh jaraknya setelah pembeli saya teriak ‘Maling’ pokoknya kelihatan anak muda semuanya itu empat orang dan motor dua, boncengan mereka,” jelasnya.

    Sunari menuturkan seusai terduga maling itu keluar dari kediaman korban, sejumlah warga sekitar kemudian mencoba masuk ke rumah Bimih untuk memastikan kejadian. Seusai dilakukan pengecekan, sejumlah warga termasuk dirinya terkejut melihat Bimih sudah tergeletak di ruang belakang.

    Kemudian pada bagian ruang depan rumah Bimih yang juga dijadikan toko kelontong pun terlihat sejumlah dagangan rokok berserakan di bawah dan kunci gembok terlepas.

    “Saya masuknya waktu warga sekitar mulai masuk ke toko Baru saya masuk, pas masuk melihat nenek itu (Bimih) sudah tergeletak, tangan dan leher ada kain terikat,” tuturnya.

    Guna memastikan peristiwa tersebut, Sunari menyampaikan para warga langsung melaporkan kejadian ke RT, RW dan pihak kepolisian. Bimih diduga menjadi korban perampokan di kediamannya pada Senin (10/2/2025) dini hari.

    Dugaan itu timbul setelah Kapolsek Cabang Bungin, AKP Basuni mengatakan adanya sejumlah barang milik korban yang hilang setelah kejadian berlangsung. Namun Basuni belum dapat memastikan secara rinci barang korban yang kehilangan tersebut.

    “Harta yang hilang rokok dan uang pun di laci tidak seberapa, selebihnya masih penyelidikan,” kata Basuni saat ditemui awak media di lokasi kejadian.

    Basuni menjelaskan kronologi kejadian sementara yang ia ketahui berdasarkan keterangan warga sekitar bermula pada Minggu (9/2/2025) sekira pukul 23.59 WIB  terdapat seorang laki-laki keluar dari toko korban yang awalnya sudah ditutup sekira pukul 21.00 WIB.

    Kemudian terdapat dua orang lainnya berboncengan satu sepeda motor menghampiri satu orang yang sudah keluar dari toko.

    Curiga dengan gerak gerik sejumlah orang itu, seorang saksi yang saat kejadian tengah makan di warung pecel lele dengan posisi persis di depan rumah korban sontak teriak ‘Maling!’ untuk meminta pertolongan warga. 

    “Dua orang yang naik kendaraan roda dua langsung nyamperin satu orang lagi langsung kabur setelah saksi berteriak maling,” jelasnya.

    Guna memastikan peristiwa yang terjadi, Basuni menuturkan sejumlah tetangga serta satu ponakan korban, hingga saksi yang berteriak maling itu langsung memasuki kediaman Bimih.

    “Setelah itu orang yang melihat itu langsung masuk (Rumah Bimih) setelah sampai di ruko, almarhumah kondisi kaki terikat kain, tangan terikat kain, dan leher terikat,” tuturnya.

    Namun Basuni menyampaikan belum mengetahui penyebab pasti tewasnya nenek yang diketahui tinggal seorang diri itu.

    Sebab pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

    “Kami belum tahu secara rinci karena masih dalam penyelidikan, hanya saja pas di dalam lokasi kejadian kondisi korban sudah dalam terikat,” ucapnya.

    Basuni menuturkan pihaknya sudah membawa sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk pengungkapan fakta kejadian.  

    Berdasarkan barang bukti yang diamankan, pihaknya memastikan tidak ada senjata tajam (sajam) yang ditemukan.

    Tidak hanya itu, dua saksi terkait kejadian sudah diperiksa jajarannya.

    “Ketika di lokasi kejadian, polisi memastikan tidak ditemukan barang bukti  ada kaitannya dengan senjata tajam, tidak ada barang sajam yang melekat di korban itu, barang bukti hanya kain saja yang di leher, kaki, dan tangan,” lugasnya.

    Setelah kejadian AKP Basuni mengungkapkan jenazah langsung dibawa pihaknya ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk penyelidikan lebih lanjut.

    Sementara Kabid Yan Dokpol RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Hery Wijatmoko telah memeriksa jenazah korban dimulai sekira pukul 09.00 WIB.

    Sekira pukul 13.30 WIB, jenazah korban sudah diserahkan ke keluarga dan sudah dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pulorengas Sindang Jaya.

    “Sudah diperiksa dan sudah diserahkan ke keluarga, selanjutnya tengah ditangani penyidik,” singkat Hery.

  • Menghidupkan Budaya Literasi, Gramedia Matraman Luncurkan Makarya – Halaman all

    Menghidupkan Budaya Literasi, Gramedia Matraman Luncurkan Makarya – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gramedia menghadirkan Makarya, sebuah toko buku dengan konsep baru yang terletak di lantai 1 Gramedia Matraman. 

    Mengusung semangat Tumbuh Bersama, Makarya tidak hanya menyajikan koleksi buku pilihan dan tampilan tematik, tetapi juga menciptakan pengalaman yang lebih intim dan personal bagi para pengunjung.

    Nama Makarya, yang berarti bekerja atau berkarya, mencerminkan misi toko ini sebagai ruang bagi para pecinta buku serta tempat bertemunya berbagai ide dan kerja kreatif. 

    Immaculata Adhista, staf Business Development Grup Penerbitan Gramedia yang turut membidani lahirnya Makarya, menjelaskan bahwa toko ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan ruang literasi yang nyaman dan inspiratif.

    “Kami melihat masih banyak yang mencari ruang yang aman dan nyaman untuk menikmati pengalaman membaca mereka,” kata Adhista saat jumpa pers di Gramedia Matraman, Selasa (11/2/2025).

    “Dari berbagai kolaborasi ini, kita bisa memahami seperti apa pengalaman membaca yang dicari, bagaimana interaksi dengan staf toko, serta program dan acara apa yang bisa memperkuat ikatan antara penulis, penerbit, pecinta musik, dan pecinta kopi,” lanjutnya.

    Selain menawarkan konsep toko buku yang lebih dekat dengan pengunjung, keberadaan Makarya di Gramedia Matraman juga memiliki nilai historis tersendiri.

    “Ada satu momen berkesan ketika kami masih dalam tahap persiapan. Sepasang suami istri yang sudah lanjut usia tiba-tiba masuk dan bercerita bahwa mereka adalah pelanggan setia Gramedia Matraman,” ujar Adhista.

    “Mereka merasa terhubung kembali dengan suasana toko buku yang mereka rindukan. Itu menjadi salah satu testimoni berharga dari banyaknya pengunjung yang datang ke sini,” lanjutnya.

    Adapun Makarya lahir dari kerja sama berbagai pihak, termasuk Tomi Wibisono, founder Buku Akik, yang turut membantu merancang konsep toko dan kurasi produk.

    Kolaborator lain yang berperan dalam mewujudkan Makarya adalah Smiljan, coffee shop berkonsep perpustakaan dan komunitas. 

    Rahmat Indrani, arsitek muda yang juga pemilik Smiljan, berkontribusi dalam menciptakan suasana toko yang nyaman dan hangat.