Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Minta Uang untuk Beli Rokok, Dua Preman Ancam Pakai Pisau, Palak Guru TK di Pamulang Tangsel – Halaman all

    Minta Uang untuk Beli Rokok, Dua Preman Ancam Pakai Pisau, Palak Guru TK di Pamulang Tangsel – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pegawai Taman Kanak-Kanak (TK) Little Bee House di Perumahan Permata Pamulang, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, menceritakan pemalakan yang dialami guru tempatnya bekerja.

    Diketahui, viral di media sosial video berupa pengancaman menggunakan senjata tajam dan pengrusakan oleh dua orang terhadap guru dengan para siswa dan siswi di salah satu sekolah di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, pada Jumat (15/2/2025).

    Pegawai TK Little Bee House yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan saat kejadian, para guru sedang melaksanakan kegiatan latihan marching band di kawasan Permata Pamulang, Tangsel.

    Kemudian, dua orang preman menghampiri meminta uang untuk membeli rokok.

    “Kalau kejadiannya, anak-anak lagi latihan marching band, datang preman dua orang, minta duit buat rokok,” kata pegawai TK Little Bee House kepada Tribunnews di kawasan Permata Pamulang, Tangsel, Minggu (16/2/2025).

    Kemudian, diungkapkannya bahwa guru-guru saat itu kebetulan tidak membawa uang. Kepala sekolah juga sedang keluar.

    “Dibilangin sama guru, nanti tunggu habis latihan, preman ini nggak mau. Sekali, dua kali, tiga kali (maksa minta uang), keempat kali baru dia mengamuk,” terangnya.

    Saat kejadian, dijelaskannya bahwa dua pelaku sempat mengancam menggunakan pisau. Karena tak diberi uang, pelaku lalu merusak drum band milik TK Little Bee House.

    “Ancam dengan pisau, merusak drum band milik TK,” terangnya.

    Atas kejadian itu, ia berharap petugas kepolisian sementara waktu menjaga wilayah Permata Pamulang, Tangsel.

    “Polisi harus jaga dulu daerah sini. Kalau ada lagi (premanisme), tolong ditindak,” harapnya.

    Dua Pelaku Juga Kerap Palak Pedagang Sejak 2022

    Diketahui, pelaku S (24) dan N (58), preman yang mengancam menggunakan senjata tajam terhadap guru Taman Kanak-Kanak (TK) Little Bee House di Perumahan Permata Pamulang, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, telah ditangkap pihak kepolisian.

    Dari kesaksian para pedagang di kawasan Permata Pamulang, pelaku memang kerap melakukan pemalakan.

    Salah seorang pedagang yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan kedua pelaku kerap memalak sejak 2022.

    Pedagang yang sudah berjualan di kawasan Permata Pamulang sejak 2019 ini menuturkan dua pelaku meminta uang ke pedagang seminggu empat kali.

    “Mereka minta seminggu empat kali, sekali minta Rp10 ribu,” kata pedagang tersebut kepada Tribunnews.com, Minggu (16/2/2025).

    Lanjutnya, jika tak diberi uang, dua pelaku juga kerap bertingkah arogan. Dari penuturannya, pelaku pernah membanting bangku tempat ia berdagang karena tak diberi uang.

    “Pelaku arogan, kalau nggak dikasih maksa, banting-banting bangku. Nyari duit lagi sudah susah, ditambah kaya gitu dipalak. Bersyukur mereka berdua ditangkap,” ucapnya.

    Bahkan, dikatakannya jika bulan puasa, kedua pelaku bukan hanya meminta uang tetapi juga meminta makanan dari para pedagang.

    “Kami sudah resah banget, apalagi kalau bulan puasa, duit sama makanan diminta,” jelasnya.

    Sementara itu, pedagang lain yang baru berdagang awal tahun ini juga mengaku pernah dipalak oleh pelaku.

    Namun, karena ia telah membayar uang keamanan kepada RT setempat, ia menolak memberikan pungutan liar tersebut.

    “Pernah dipalak waktu pertama kali jualan awal 2025 hingga tiga kali. Kemudian, selanjutnya saya menolak karena sudah bayar sama lingkungan sini,” terangnya.

     

  • Preman yang Palak Guru di Pamulang Tangsel Belum Pernah Dipenjara, Polisi Imbau Korban Lain Melapor – Halaman all

    Preman yang Palak Guru di Pamulang Tangsel Belum Pernah Dipenjara, Polisi Imbau Korban Lain Melapor – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengatakan dua preman yang memalak guru TK di kawasan Perumahan Permata Pamulang belum pernah di penjara.

    Kapolsek mengimbau untuk korban lainnya yang menjadi korban pemalakan oleh pelaku untuk lapor kepada pihak kepolisian.

    “Nihil (Belum pernah di penjara). Kami menghimbau kepada masyarakat apabila pernah dimintai uang (Oleh pelaku) untuk lapor ke polisi,” kata Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya dihubungi Minggu (16/2/2025).

    Diketahui pelaku S (24) dan N (58) preman yang mengancam menggunakan senjata tajam terhadap guru Taman Kanak-Kanak (TK) Little Bee House di Perumahan Permata Pamulang, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan telah ditangkap pihak kepolisian. 

    Pelaku dari kesaksian para pedagang di kawasan Permata Pamulang memang kerap memalak.

    Salah seorang pedagang yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan kedua pelaku kerap memalak sejak 2022. 

    Pedagang yang sudah berjualan di kawasan Permata Pamulang sejak 2019 ini menuturkan dua pelaku meminta uang ke pedagang seminggu empat kali.

    “Mereka minta seminggu empat kali, sekali minta Rp10 ribu,” kata pedagang tersebut kepada Tribunnews.com, Minggu (16/2/2025).

    Lanjutnya, jika tak diberi uang, dua pelaku juga kerap bertingkah arogan. Dari penuturannya, pelaku pernah banting bangku tempat ia berdagang karena tak diberi uang.

    “Pelaku arogan kalau nggak dikasih maksa banting-banting bangku. Nyari duit lagi sudah ditambah kaya gitu dipalak. Bersyukur  mereka berdua ditangkap,” ucapnya.

    Bahkan dikatakannya, jika bulan puasa kedua pulaku bukan hanya meminta uang tetapi juga meminta makanan para pedagang.

    “Kami sudah resah banget, apa lagi kalau bulan puasa duit sama makanan diminta,” jelasnya.

    Sementara itu pedagang yang lain yang baru berdagang awal tahun ini juga mengaku pernah dipalak oleh pelaku.

    Namun karena ia telah membayar uang keamanan kepada RT setempat ia menolak memberikan pungutan liar tersebut.

    “Pernah dipalak waktu pertama kali jualan awal 2025 hingga tiga kali. Kemudian selanjutnya saya menolak karena sudah bayar sama lingkungan sini,” terangnya.

    Sebelumnya beredar di media sosial video berupa pengancaman menggunakan senjata tajam dan pengrusakan oleh dua orang terhadap guru yang sedang melaksanakan kegiatan latihan marching band dengan para siswa dan siswi disalah satu sekolah di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. 

    Pengancaman dilakukan diduga karena kedua pelaku tidak terima ketika tidak diberi sejumlah uang oleh korban (guru). 

    Peristiwa itu terjadi di depan Yayasan An-Nahl Islamic School Perumahan Permata Pamulang Kelurahan Bakti Jaya Kecamatan  Setu Kota Tangerang Selatan pada Jumat, tanggal 14 Februari 2025 sekitar Pukul 16.30 WIB.

    Mendapatkan informasi tersebut Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang merespon cepat dengan mengarahkan personel Sat Reskrim Polres Tangsel dan Polsek Cisauk.

    Polisi  segera ke tempat kejadian perkara agar peristiwa tersebut dapat  diungkap dan menangkap para pelaku, serta menjaga keamanan di sekitar tempat kejadian.

    “Setelah mendapatkan informasi kejadian tersebut, saya langsung mengarahkan Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan  dan Polsek Cisauk untuk segera mengungkap kejadian tersebut dan menjaga keamanan masyarakat yang berada di sekitar tempat kejadian,” ujar AKBP Victor, saat dikonfirmasi pada Sabtu (15/2/2025).

    Kemudian tidak lama berselang polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku yang viral menodongkan pisau di depan anak TK di kawasan Setu, Tangerang Selatan. 

    Kedua pelaku S (24) dan N (58) diamankan di dua tempat yang berbeda.

    Dari keduanya, polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya pisau yang digunakan untuk mengancam korban.

    Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. 

    “Kedua pelaku S dan N  kita amankan di tempat yang berbeda, berikut barang buktinya berupa pakaian, jaket, topi, baju, celana yang saat itu dipakai oleh kedua pelaku,” ujar AKBP Victor.

    “Kemudian, senjata tajam jenis pisau dan alat musik drum yang dirusak oleh pelaku, Terhadap kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,”  AKBP Victor menjelaskan.

     

     

  • Dua Preman yang Palak Guru TK di Pamulang Tangsel Disebut Arogan, Semakin Berulah saat Bulan Puasa – Halaman all

    Dua Preman yang Palak Guru TK di Pamulang Tangsel Disebut Arogan, Semakin Berulah saat Bulan Puasa – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dua preman berinisial S (24) dan N (58) yang mengancam guru Taman Kanak-Kanak (TK) Little Bee House di Perumahan Permata Pamulang, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggunakan senjata tajam telah ditangkap pihak kepolisian. 

    Berdasarkan kesaksian para pedagang di kawasan Permata Pamulang, para pelaku memang kerap memalak.

    Salah seorang pedagang yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan kedua pelaku  memalak pedagang sejak 2022. 

    Pedagang yang sudah berjualan di kawasan Permata Pamulang sejak 2019 ini menuturkan dua pelaku meminta uang ke pedagang seminggu empat kali.

    “Mereka minta seminggu empat kali, sekali minta Rp 10 ribu,” kata pedagang tersebut kepada Tribunnews.com, Minggu (16/2/2025).

    Lanjutnya, jika tak diberi uang, dua pelaku juga kerap bertingkah arogan. Dari penuturannya, pelaku pernah banting bangku tempat ia berdagang karena tak diberi uang.

    “Pelaku arogan kalau nggak dikasih maksa banting-banting bangku. Nyari duit lagi susah ditambah kaya gitu dipalak. Bersyukur mereka berdua ditangkap,” ucapnya.

    Bahkan dikatakannya, jika bulan puasa kedua pelaku bukan hanya meminta uang tetapi juga meminta makanan para pedagang.

    “Kami sudah resah banget, apalagi kalau bulan puasa duit sama makanan diminta,” jelasnya.

    Sementara itu pedagang yang lain yang baru berdagang awal tahun ini juga mengaku pernah dipalak oleh pelaku.

    Namun karena ia telah membayar uang keamanan kepada RT setempat ia menolak memberikan pungutan liar tersebut.

    “Pernah dipalak waktu pertama kali jualan awal 2025 hingga tiga kali. Selanjutnya saya menolak karena sudah bayar keamanan sama lingkungan sini,” terangnya.

    Sebelumnya beredar di media sosial video berupa pengancaman menggunakan senjata tajam dan pengrusakan oleh dua orang terhadap guru yang sedang melaksanakan kegiatan latihan marching band dengan para siswa dan siswi disalah satu sekolah di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. 

    Pengancaman dilakukan diduga karena kedua pelaku tidak terima ketika tidak diberi sejumlah uang oleh korban (guru). 

    Peristiwa itu terjadi di depan Yayasan An-Nahl Islamic School Perumahan Permata Pamulang Kelurahan Bakti Jaya Kecamatan  Setu Kota Tangerang Selatan pada Jumat, tanggal 14 Februari 2025 sekitar Pukul 16.30 WIB.

    Mendapatkan informasi tersebut Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang merespon cepat dengan mengarahkan personel Sat Reskrim Polres Tangsel dan Polsek Cisauk.

    Polisi segera ke tempat kejadian perkara agar peristiwa tersebut dapat  diungkap dan menangkap para pelaku, serta menjaga keamanan di sekitar tempat kejadian.

    “Setelah mendapatkan informasi kejadian tersebut, saya langsung mengarahkan Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan  dan Polsek Cisauk untuk segera mengungkap kejadian tersebut dan menjaga keamanan masyarakat yang berada di sekitar tempat kejadian,” ujar AKBP Victor, saat dikonfirmasi pada Sabtu (15/2/2025).

    Kemudian tidak lama berselang polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku yang viral menodongkan pisau di depan anak TK di kawasan Setu, Tangerang Selatan. 

    Kedua pelaku S (24) dan N (58) diamankan di dua tempat yang berbeda.

    Dari keduanya, polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya pisau yang digunakan untuk mengancam korban.

    Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. 

    “Kedua pelaku S dan N  kita amankan di tempat yang berbeda, berikut barang buktinya berupa pakaian, jaket, topi, baju, celana yang saat itu dipakai oleh kedua pelaku,” ujar AKBP Victor.

    “Kemudian, senjata tajam jenis pisau dan alat musik drum yang dirusak oleh pelaku, Terhadap kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,”  kata AKBP Victor.

     

     

  • Masyarakat di Kawasan Muara Angke Jakarta Utara Dapat Layanan Kesehatan Gratis – Halaman all

    Masyarakat di Kawasan Muara Angke Jakarta Utara Dapat Layanan Kesehatan Gratis – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk ‘Bersama untuk Masyarakat Indonesia (BUMI) 2.0’ di Kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (16/2/2025).

    Kegiatan bakti sosial ini sekaligus memperingati Dies Natalis ke-75 FKUI.

    Ketua Panitia Dies Natalis ke-75 FKUI dr. Riyadh Firdaus mengatakan, kegiatan bakti sosial ini diadakan sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan kesiapsiagaan bencana.

    Riyadh menjelaskan, acara ini melibatkan berbagai layanan kesehatan gratis serta pelatihan bagi masyarakat dan kader kesehatan.

    “Kegiatan BUMI 2.0 bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan gratis, memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana, serta mendukung program kesehatan DKI Jakarta sebagai kota global,” katanya.

    Ia memastikan, acara ini sejalan dengan program Pemerintah yaitu, Cek Kesehatan Gratis (CKG).

    “Ini memang menjadi bagian sinergi dengan Pemerintah agar akses terhadap layanan kesehatan bisa semakin dekat dengan masyarakat,” jelasnya.

    Adapun, rangkaian kegiatan BUMI 2.0 terdiri dari empat kegiatan utama yang berlangsung pada Februari 2025.

    Pertama, pelatihan Siap Siaga Bencana yang diadakan di Rumah Apung, Muara Angke dengan peserta sebanyak 40 kader masyarakat.

    Kedua, khitanan massal dan bedah minor yang berlangsung di Klinik Utama SMC, Pluit dengan jumlah peserta 50 anak.

    Ketiga, operasi katarak juga  menjadi bagian dari kegiatan ini dan akan dilaksanakan di RS Yadika, Kebayoran Lama, Minggu (23/2/2025) dengan jumlah pasien sebanyak 80 orang. Keempat, operasi bibir sumbing yang juga termasuk dalam program ini.

    Riyadh mengungkapkan, BUMI 2.0 tidak hanya melibatkan FKUI tapi juga menggandeng berbagai mitra, termasuk  Sinar Mas, Klinik SMC, Hotel Sano, PT Prabu Step One, PT Jasa Raharja, PT Telkom Akses, IndiHome, BTN, FKIK Unhan, Perdami Jaya, RSAL Mintohardjo, PK3D, Pusbangki FKUI, ILUNI UI, serta Tim Bantuan Medis FKUI.

    Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai tokoh. Diantaranya, Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Rano Karno, Dekan FKUI Prof. Ari Fahrial Syam, dan Ketua ILUNI FKUI dr. Wawan Mulyawan.

    Dalam sambutannya melalui video, Rano Karno memberikan apresiasi terhadap kegiatan bakti sosial BUMI 2.0 ini.

    “Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya memiliki tujuan yang sangat mulia yaitu memberikan akses layanan kesehatan gratis tapi juga merupakan bentuk kepedulianumat terhadap sesama melalui kolaborasi yang solid antar berbagai pihak,” kata Rano Karno.

    Sementara, Dekan FKUI Prof. dr. Ari Fahrial turut menyampaikan, apresiasi dan pujiannya atas diselenggarakanya bakti sosial BUMI 2.0 ini.

    Ia berharap, melalui kegiatan BUMI 2.0 ini, masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam  menghadapi bencana.

    “FKUI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” ucapnya.

     

  • Bisa Jadi Contoh, Bungur Kuliahkan Gratis 57 Warga Lewat Beasiswa Hasil Kolaborasi Karang Taruna – Halaman all

    Bisa Jadi Contoh, Bungur Kuliahkan Gratis 57 Warga Lewat Beasiswa Hasil Kolaborasi Karang Taruna – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Apa yang dilakukan para warga Kelurahan Bungur Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, ini sepertinya bisa jadi contoh bagi wilayah lain di Jakarta.

    Lebih dari 57 warga kelurahan ini mendapatkan beasiswa kuliah gratis melalui jalur Kartu Indonesia Pintar (KIP) perguruan tinggi swasta di Jakarta.

    Tokoh masyarakat sekaligus dewan penasihat seluruh lembaga kemasyarakatan Kelurahan Bungur, Geiszh Chalifah, menjelaskan ini merupakan hasil program kerja kolaborasi RT, RW, LMK, dan Karang Taruna.

    Partisipasi aktif kelembagaan masyarakat ini di Bungur ini, paparnya, merupakan bentuk pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dalam membantu menjembatani akses pendidikan.

    “Ini sesuai yang disyaratkan oleh perda 4/2024 tentang LMK dan pergub 22/2022 tentang RT/RW serta pergub 81/2021 tentang karang taruna,di mana seluruh regulasi itu salah satu nya menyebutkan terkait  peningkatan partisipasi dan pemberdayaan atau pembinaan kepada masyarakat,” kata Geiszh Chalifah dalam keterangan yang diterima, Minggu (16/2/2025).

    Geiszh mengaku bangga pada program yang memiliki dampak yang sangat besar untuk wilayah tersebut.

    “Dengan adanya program ini kita bisa menciptakan regenerasi yang unggul sebagi calon-calon sarjana yang kelak nanti bisa mengubah perekonomian keluarga bahkan lingkungan tempat tinggalnya dengan keilmuan yang di miliki nya jelas ini berpengaruh menaikan status wilayah yang tadinya di bawah garis kemiskinan menjadi akan lebih baik,” kata Geiszh Chalifah.

    Gelar Tasyakuran

    Sebagai bentuk syukur, program yang sudah berlangsung sejak tahun 2021 ini, melaksanakan tasyakuran ke-4 pada 15 Februari 2025 kemarin.

    Acara tasyakuran bertema “Bungur Menuju Kampung Sarjana”  dilaksanakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Mitra, Kelurahan Bungur.

    Acara dihadiri perwakilan Walikota Jakarta Pusat, Camat Kecamatan Senen, dan para pemangku wilayah Kelurahan Bungur. 

    Program ini dijelaskan, mendapatkan dukungan besar dari Wakil Gubernur Terpilih Rano Karno dan Pejabat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat. 

    Geiszh Chalifah  yang merupakan bagian dari tim Sukses Anies Baswedan pada Pilpres 2024 ini juga berpesan agar program ini harus terus berjalan agar bisa menjadi contoh baik bagi wilayah-wilayah lain di Jakarta maupun di daerah.

    “Kolaborasi antar-lembaga kemasyarakatan Kelurahan Bungur bersama dengan beberapa Universitas Swasta di Jakarta, tahun ini akan melahirkan 4 calon sarjana,” katanya.

    Dewan Pembina Program beasiswa, Achmad Zainur Rachman mengaku para warga yang mengikuti program ini akan terus dibimbing dan selalu mengevaluasi Para mahasiswa dan mahasiswi angkatan 2021 hingga 2024.

    “Kami  akan terus membimbing para mahasiswa ini dengan terus mengevaluasi dan mengarahkan agar program ini berjalan sesuai dengan apa yang kami harapkan dimana warga bungur dapat meningkatkan kehidupan sosialnya dengan jalur pendidikan Sarjana ini,” kata mantan Lurah Kelurahan Bungur tersebut.

    “Rencananya tahun 2025, Program Beasiswa perguruan tinggi di Bungur akan terus meningkatkan kuota peserta Mahasiswa. Dari yang sekarang berjumlah 57 peserta, panitia penyelenggara menargetkan 100 pelajar untuk menjalani program ini,” kata dia.

  • Seorang Ibu di Ciputat Tewas Diduga Korban Penjambretan, Polisi Kumpulkan CCTV – Halaman all

    Seorang Ibu di Ciputat Tewas Diduga Korban Penjambretan, Polisi Kumpulkan CCTV – Halaman all

    Viral seorang ibu insial WSA tewas diduga menjadi korban penjambretan di Serua, Ciputat, Tangerang Selatan.

    Tayang: Minggu, 16 Februari 2025 13:25 WIB |
    Diperbarui: Minggu, 16 Februari 2025 13:39 WIB

    HO/Istimewa

    JAMBRET DI TANGSEL- Viral seorang ibu insial WSA tewas diduga menjadi korban penjambretan di Serua, Ciputat, Tangerang Selatan. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Viral seorang ibu insial WSA tewas diduga menjadi korban penjambretan di Serua, Ciputat, Tangerang Selatan.

    Video yang viral di jagat maya tampak korban terjatuh dan kepalanya terbentur keras ke jalan.

    Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq membenarkan korban tewas di lokasi kejadian.

    “Benar sedang dilakukan penyelidikan,” katanya kepada wartawan Minggu (15/2/2025).

    Peristiwa itu terjadi Sabtu (15/2/2025) pukul 08.00 pagi di Jalan Raya Marungga, Keluarahan Serua.

    “Korban ini kan meninggal dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter puskesmas saat ini kami masih melakukan proses penyelidikan ilmiah, apakah perempuan ini korban dari lakalantas ataukah kejahatan,” imbuhnya.

    Pihak kepolisian masih mengumpulkan CCTV guna memastikan apakah korban tindak pidana penjambretan atau bukan.

    Kompol Bambang menyatakan korban jatuh saat tidak memakai helm.

    “Kami harus memastikan dan mengabarkan ke masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati, dan kami mohon doanya kepada masyarakat untuk segera bisa membuat perkara ini menjadi terang benderang,” tambah Bambang.

    Dalam insiden itu tidak ada barang korban yang hilang.

    Pihaknya akan mengungkap segera kasus tersebut.

    “Sesuai arahan Bapak Kapolres Tangerang Selatan, segala bentuk tindak kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polres Tangsel ditindaklanjuti segera. Mohon doa dan dukungannya,” ucapnya.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • 7 Pak Ogah di Jakbar Ditangkap Polisi, Semuanya Positif Narkoba – Halaman all

    7 Pak Ogah di Jakbar Ditangkap Polisi, Semuanya Positif Narkoba – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Tujuh orang juru parkir liar atau yang biasa disebut pak ogah ditangkap oleh polisi di kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

    Keberadaan mereka telah mengganggu kenyamanan warga setempat, karena kerap meminta uang secara paksa dan melakukan ancaman serta pengerusakan.

    Warga yang merasa resah melaporkan tindakan para Pak Ogah melalui media sosial kepada Polsek Tamansari.

    Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Riyanto, menjelaskan bahwa keluhan warga terkait pak ogah yang meminta uang secara paksa dan memukul kaca mobil di sepanjang Jalan Mangga Besar, terutama di perempatan Apotek Roxy, menjadi dasar tindakan kepolisian.

    “Sebanyak tujuh orang yang berprofesi sebagai pak ogah telah kami amankan,” kata Riyanto saat dikonfirmasi Warta Kota, Minggu (16/2/2025).

    Menurutnya, para pelaku beraksi secara acak dengan meminta nominal uang yang tak menentu.

    Tindakan itu membuat sejumlah warga takut dan merasa resah.

    “Mintain duitnya sih enggak tentu, cuman warga resah kalau enggak dikasih diketuk-ketuk jendela kacanya,” jelas Riyanto.

    Setelah penangkapan, ketujuh pelaku menjalani tes urine.

    Hasilnya, mereka dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu, dengan urine mereka mengandung amphetamine dan methamphetamine.

    Ketujuh pelaku yang diamankan adalah ZN (33), RD (26), YB (29), RS (36), MN (30), TS (29), dan DJ (43).

    Para pelaku kini dibawa ke panti rehabilitasi untuk menjalani perawatan.

    Riyanto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan segala bentuk tindakan meresahkan melalui kanal aduan resmi kepolisian.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Permintaan Maaf Sopir Truk Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi Bogor – Halaman all

    Permintaan Maaf Sopir Truk Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi Bogor – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Bendi Wijaya, sopir truk Aqua yang terlibat dalam kecelakaan maut di Gerbang Tol Ciawi 2, mengungkapkan permintaan maafnya kepada keluarga korban.

    Kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa, 4 Februari 2025, di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat.

    Dalam keterangan yang disampaikan di Mako Polresta Bogor Kota pada Sabtu, 15 Februari 2025, Bendi mengakui bahwa rem truk yang dikemudikannya tidak berfungsi.

    “Saya minta maaf kepada semua keluarga korban atas kelalaian yang saya lakukan,” ujar Bendi Wijaya.

    Bendi menjelaskan bahwa masalah pada rem truknya sudah terjadi sebelum ia memasuki Gerbang Tol Ciawi.

    Ia mengemudikan truk yang membawa muatan 24 ton air kemasan Aqua dengan kecepatan mencapai 100 km/jam.

    “Gak berfungsi remnya, dari atas perseneling pun posisinya udah gak bisa. Posisi anginnya habis,” jelasnya.

    Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bendi Wijaya kini ditahan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

    “Adapun saksi yang sudah kami periksa, sebanyak 13 orang dan 2 saksi ahli yang sudah kami periksa,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Eko Prasetyo.

    “Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti sehingga kami bisa menetapkan tersangka saudara BW saat ini sudah kami tahan di Polresta Bogor Kota mulai kemarin,” imbuhnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul: Pengakuan Dosa Sopir Truk Aqua Biang Kerok Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi, 100 Km Tanpa Rem.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • 7 Pak Ogah di Jakbar Ditangkap Polisi, Semuanya Positif Narkoba – Halaman all

    Bikin Resah Warga, 7 Pak Ogah di Jakbar Ditangkap Polisi, Semuanya Positif Narkoba – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Keberadaan tujuh orang juru parkir liar atau yang biasa disebut “Pak Ogah” meresahkan warga di kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat (Jakbar).

    Ketujuh Pak Ogah itu kerap memaksa warga menyerahkan sejumlah uang hingga melakukan ancaman dan pengerusakan.

    Warga yang merasa resah lantas melaporkan kejadian ini lewat media sosial ke Polsek Tamansari, Jakarta Barat.

    Berdasarkan keterangan Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Riyanto, para warga mengeluhkan adanya pak ogah yang meminta uang secara paksa hingga memukul kaca mobil di sepanjang Jalan Mangga Besar, tepatnya di perempatan Apotek Roxy.

    Berbekal informasi itu, jajaran Unit Reskrim Polsek Tamansari lalu melakukan penyisiran hingga didapati adanya 7 orang pak ogah di lokasi tersebut.

    “Sebanyak tujuh orang yang berprofesi sebagai pak ogah telah kami amankan,” kata Riyanto saat dikonfirmasi Warta Kota, Minggu (16/2/2025).

    Menurutnya, para pelaku beraksi secara acak dengan meminta nominal uang yang tak menentu.

    Tindakan itu membuat sejumlah warga takut dan merasa resah.

    “Mintain duitnya sih enggak tentu, cuman warga resah kalau enggak dikasih diketuk-ketuk jendela kacanya,” jelas Riyanto.

    Riyanto menyebut, setelah disergap, ketujuh pelaku dites urine.

    Hasilnya, mereka dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu. 

    “Urine mereka mengandung amphetamine dan methamphetamine,” ucap Riyanto.

    Ketujuh pelaku yang diamankan itu adalah ZN (33), RD (26), YB (29), RS (36), MN (30), TS (29), dan DJ (43). 

    Para pelaku kini dibawa ke panti rehabilitasi untuk menjalani perawatan.

    Riyanto pun mengimbau masyarakat supaya tetap waspada dan segera melaporkan segala bentuk tindakan yang meresahkan melalui kanal aduan resmi kepolisian.

    Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul: Sering Paksa Minta Uang, 7 Juru Parkir Liar di Mangga Besar Positif Konsumsi Narkoba.

    (Tribunnews.com/Deni)(WartaKotalive.com/Nuri Yatul)

  • Permintaan Maaf Sopir Truk Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi Bogor – Halaman all

    Permintaan Maaf Sopir Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi, Akui Rem Truknya Tak Berfungsi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Bendi Wijaya (30), sopir truk Aqua penyebab kecelakaan maut di Gerbang Tol Ciawi 2, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, menyampaikan permintaan maaf.

    Bendi mengakui bahwa truk yang dikemudikannya tak bisa direm sehingga menyebabkan kecelakaan di Gerbang Tol Ciawi 2.

    Dilansir Tribun Bogor, ia meminta maaf kepada seluruh keluarga korban insiden yang terjadi pada Selasa, 4 Februari 2025 lalu tersebut.

    “Saya minta maaf kepada semua keluarga korban atas kelalaian yang saya lakukan,” kata Bendi Wijaya di Mako Polresta Bogor Kota, Sabtu (15/2/2025).

    Bendi menyebut rem truknya sudah tak berfungsi normal sejak sebelum masuk ke Gerbang Tol Ciawi.

    Alhasil, dirinya tak bisa mengendalikan truk yang berisi 24 ton air kemasan Aqua itu.

    Saat kejadian, kecepatan truk yang dikemudikannya bahkan menyentuh angka 100 km/jam.

    “Gak berfungsi remnya dari atas. Perseneling pun posisinya udah gak bisa. Posisi anginnya habis,” terangnya.

    Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bendi Wijaya kini ditahan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

    “Adapun saksi yang sudah kami periksa, sebanyak 13 orang dan 2 saksi ahli yang sudah kami periksa,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Eko Prasetyo.

    “Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti sehingga kami bisa menetapkan tersangka saudara BW saat ini sudah kami tahan di Polresta Bogor Kota mulai kemarin,” imbuhnya.

    3 Pelanggaran Tersangka

    Bendi Wijaya melakukan tiga pelanggaran saat mengemudikan kendaraan yang menyebabkan delapan orang tewas dan 11 korban luka-luka ini.

    Wadirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Edwin Affandi mengatakan, pelanggaran pertama yang dilakukan oleh Bendi adalah mengemudikan kendaraannya dengan tidak wajar.

    Bendi membawa kendaraannya dengan cara zigzag sebelum masuk ke Gebang Tol Ciawi 2 Bogor.

    “Perilaku pengemudi terlihat di beberapa titik CCTV. Bahwa pengemudi mengemudikan kendaraannya zigzag di beberapa lajur di jalan tol,” kata Kombes Pol Edwin di Mako Polresta Bogor Kota, Sabtu.

    Kecepatan truk pun di luar batas normal. Tersangka melajukan kendaraannya dengan kecepatan 100 km/jam.

    Edwin menyebut, batas kecapatan maksimal di jalur Gerbang To Ciawi berada di angka 80 km/jam.

    “Kita kemudian memformulasikan bahwa pada saat terjadinya kecelakaan kecepatan kendaraan tersebut di angka 100 kilometer per jam,” ujarnya.

    Kemudian, muatan Aqua galon yang dibawa tersangka melebihi batas maksimal atau over load.

    Total muatan dalam truk yang dikemudikan oleh Bendi Wijaya itu seberat 24 ton.

    “Di mana ditemukan bahwa dalam pengangkutan kendaraan ternyata kendaraan tersebut over load sekitar 12 ton.” 

    “Harusnya kendaraan itu mengangkut sekitar 12 ton,” ujarnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul: Pengakuan Dosa Sopir Truk Aqua Biang Kerok Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi, 100 Km Tanpa Rem.

    (Tribunnews.com/Deni)(TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)