Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Jakarta Miliki Potensi jadi Kota Global, HIPMI Jaya Siap Cetak Pengusaha Muda – Halaman all

    Jakarta Miliki Potensi jadi Kota Global, HIPMI Jaya Siap Cetak Pengusaha Muda – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya, Ryan Haroen, menegaskan komitmennya untuk membawa HIPMI Jaya ke level yang lebih tinggi dalam mendukung pengusaha muda. 

    Langkah ini juga bagian upaya membantu pertumbuhan ekonomi kota Jakarta. 

    “Kami di HIPMI Jaya bertekad menjadikan Jakarta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih dinamis dan berkelanjutan. Pengusaha muda memiliki peran strategis dalam membangun kota ini, tidak hanya sebagai pencipta lapangan pekerjaan tetapi juga sebagai inovator yang mampu menjawab tantangan zaman,” kata Ryan melalui keterangan tertulis, Senin (17/2/2025).

    Hal ini disampaikan oleh Ryan pada pelantikan 430 jajaran pengurus baru periode 2025 – 2028 dalam sebuah acara bertema “Membangun Jakarta yang Berdaya: Pengusaha Muda sebagai Pilar Ekonomi Kota” di Hotel Park Hyatt, Jakarta. 

    HIPMI Jaya, kata Ryan, secara aktif mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda baru melalui berbagai program pelatihan, seminar, dan pendampingan. 

    Peningkatan jumlah pengusaha muda ini berkontribusi pada peningkatan lapangan kerja dan inovasi di Jakarta.

    “Kami akan fokus pada kolaborasi strategis agar Jakarta semakin kompetitif, inklusif, dan siap bersaing di tingkat global serta untuk menyambut Indonesia Emas 2045,” ujar Ryan. 

    Ryan mendorong anggotanya untuk tidak hanya bermain di pasar domestik, tetapi juga merambah pasar global. 

    Hal ini dapat meningkatkan devisa negara dan memperkuat posisi Indonesia di panggung ekonomi internasional. 

    Jakarta memiliki potensi besar untuk menjadi kota global yang sejajar dengan pusat-pusat ekonomi dunia lainnya. 

    “Jakarta harus menjadi kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga memiliki ekosistem bisnis yang kuat, inovatif, dan mampu menarik investasi global. Pengusaha muda adalah ujung tombak dalam transformasi ini, dan HIPMI Jaya siap mengambil peran aktif dalam mewujudkannya,” jelasnya. 

    Selain itu, Ketua Pelaksana Pelantikan Bagus Pratomo menegaskan bahwa pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kembali eksistensi HIPMI Jaya di dunia usaha dan publik.

    “Melalui HIPMI Jaya ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga merupakan simbol bahwa HIPMI Jaya semakin solid dan siap berkontribusi nyata dalam dunia usaha,” ujar Bagus.

    Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari serta berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan dan dunia usaha.

  • Satu Tersangka Pembunuh Lansia di Bekasi Ternyata Residivis Kasus Narkoba dan Pencurian Motor – Halaman all

    Satu Tersangka Pembunuh Lansia di Bekasi Ternyata Residivis Kasus Narkoba dan Pencurian Motor – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengatakan satu dari lima tersangka kasus pembunuhan lansia insial B (71) di Cabangbungin, Kabupaten Bekasi merupakan residivis narkoba dan curamor.

    Ialah tersangka inisial DA yang baru keluar dari sel tiga bulan lalu.

    “Baik untuk yang residivis tadi adalah tersangka atas nama DA, di mana DA ini mendapat bagian sebanyak Rp1 juta, karena dia berperan menunjukan sebagai target ya, targetnya adalah warung itu ataupun toko itu (rumah korban),” ucap Wira saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/2/2025).

    DA mengajak dua temannya R dan N dalam aksi kejahatan perampokan hingga berujung pembunuhan.

    R dan N berperan mengantarkan para tersangka ke rumah korban.

    “Peran DA dalam hal ini juga adalah sebagai perencana perampokan,” tambah Wira.

    Kemudian satu tersangka inisial MR dan AG sebagai eksekutor.

    Modus Tersangka

    Wira menjelaskan para modus di mana R berpura-pura berbelanja di warung korban ntuk mengalihkan perhatian.

    Di saat itu AG masuk ke dalam rumah dan bersembunyi dengan maksud akan melaksanakan aksinya nanti pada saat malam hari

    Selanjutnya, tersangka N mengantar MR ke rumah korban langsung masuk menuju lantai dua.

    “Jadi rumah korban ini yang merupakan warung, rumah yang posisi nya 2 lantai, lantai 1 warung lantai tempat tinggal,” ungkapnya

    Pada pukul 00.30 WIB, sudah memasuki hari Senin (10/2/2025), tersangk AG turun dari atas langsung ke kamar belakang. 

    Diikuti tersangka MR untuk mematikan CCTV yang mana sempat kesetrum.

    “Korban terbangun yang mana AG dan MR langsung melakukan membekap mulut korban dan mengikat kaki dan tangan korban. 

    Selanjutnya AG mencekik leher korban.

    Setelah memastikan korban lemas, MR mengambil uang dari laci kasir dan hp korban. 

    Uang senilai Rp11 juta dan ponsel Redmi dirasakan kemudian hasil rampokan itu dibagi-bagi di mana MR dan AG paling banyak mendapatkan keuntungan Rp4,5 juta.

    Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan terhadap seorang lansia wanita inisial B (71) yang dilakukan lima pemuda di Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.

    Lima tersangka kini sudah diamankan di ruang Polda Metro Jaya inisial MR, AG, DA, M, dan R.

    Dua ditangkap pelaku di Tangerang, tiga pelaku ditangkap di Karawang.

    Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa motor yang digunakan oleh pelaku ketika datang ke kediaman korban hingga uang tunai senilai Rp 150 ribu. 

    Para tersangka dipersangkakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian/perampokan dan atau Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara maksimal selama selama 15 tahun.

    Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bekasi Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan penemuan mayat dalam kondisi terikat di rumah yang dijadikan toko kelontong terjadi pada Senin (10/2/2025) dini hari.

    “Korban wanita tewas di rumahnya jualan toko kelontong,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/2/2025).

    Berdasarkan keterangan saksi ada tiga orang mengendarai dua unit sepeda motor keluar dari toko korban. 

    Mereka kabur dari rumah korban saat ditegur oleh saksi.

    “Saksi menegur satu dari tiga diduga pelaku keluar dari toko milik korban berlari ke arah sepeda motor, merekamelarikan diri menggunakan dua sepeda motor,” katanya. 

    Onkoseno menuturkan saksi memberitahu pada warga sekitar.

    Selanjutnya, Bhabinkamtibmas beraama warga sekitar mendatangi toko korban lalu mendapati yang bersangkutan tergeletak meninggal dunia.

    Korban ditemukan terikat di bagia leher, kaki, dan tangan.

    Ditemukan luka pada bagian wajah korban.

    Saat ini jasad nenek telah dievakuasi ke RS (Rumah Sakit) Polri Kramatjati.

    “Korban meninggal dunia dengan terdapat lilitan baju pada leher, kaki diikat mengunakan kain, tangan terikat menggunakan baju,” tambah Kasat.

    Pada bagian wajah korban mengalami sejumlah luka serius akibat pukulan.

     

     

  • Habib Khanif Assidiqi Dibegal di Kelapa Gading: Dipepet hingga Terjatuh, 4 Orang Acungi Celurit – Halaman all

    Habib Khanif Assidiqi Dibegal di Kelapa Gading: Dipepet hingga Terjatuh, 4 Orang Acungi Celurit – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang habib bernama Habib Khanif Assidiqi jadi korban kawanan begal motor dengan senjata tajam di Flyover Sedayu, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Motor korban raib dibawa kabur para pelaku.

    Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra menceritakan, kejadian itu bermula ketika Habib Khanif Assidiqi sepulang kerja mengendarai sepeda motor dan melintas di Flyover Sedayu, Kelapa Gading, pada Senin (13/2/2025) malam.

    Tiba-tiba korban dipepet oleh pelaku yang datang menggunakan motor hingga membuatnya terjatuh.

    “Dari sebelah kanan dipepet sampai korban jatuh,” ungkap Seto kepada wartawan Senin (17/2/2025).

    Lantas, para pelaku mengacungkan senjata tajam jenis celurit mengancam Habib Khanif Assidiqi. 

    Menerima ancaman itu, korban langsung menjauh dari motornya. 

    Selanjutnya, motor korban dibawa kabur oleh pelaku.

    “Salah satu pelaku langsung mengambil motor milik korban dan membawa kabur,” jelasnya.

    Setelah mendapat laporan kejadian tersebut, polisi bergerak cepat melakukan proses penyelidikan hingga akhirnya menangkap keempat pelaku.

    Saat penangkapan, seorang pelaku melakukan perlawanan sehingga polisi menembak kaki pelaku. 

    Barang bukti celurit yang digunakan pelaku untuk mengancam korban telah disita.

    Keempat pelaku yang diringkus yakni Revan Alviansyach (22), Dodi Apriyanto (22), Aburijal (21), dan Muhamad Rifan (21).

    “Kami mengamankan empat orang laki-laki yang diduga melakukan tindak pidana pencurian,” ujarnya.

    Uang Hasil Kejahatan Dipakai Beli Narkoba

    Pelaku mengaku sudah dua kali melakukan aksi begal di wilayah Kelapa Gading. 

      

    Adapun motor hasil kejahatan dijual seharga Rp 3,2 juta dan dibagi secara merata.

      

    “Masing-masing per kepala mendapatkan uang seharga Rp 800 ribu,” ujar dia.

     

    Ilustrasi sabu-sabu (Tribun Papua)

      

    Dari pemeriksaan pelaku membeli narkotika jenis sabu dari uang begal.

      

    Para pelaku sudah ditahan di Polsek Kelapa Gading untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

      

    “Digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli narkotika jenis sabu,” kata dia.

       

     

    Para pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dan ancaman pidana kurungan maksimal 7 tahun.

     

     

     

     

     

      

  • Polisi Tangkap Empat Pelaku Begal Habib di Kelapa Gading, Uang Hasil Kejahatan Buat Beli Sabu – Halaman all

    Polisi Tangkap Empat Pelaku Begal Habib di Kelapa Gading, Uang Hasil Kejahatan Buat Beli Sabu – Halaman all

     TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polisi menangkap empat pelaku yang membegal korban bernama Habib Khanif Assidiqi di Flyover Sedayu, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (13/2/2025).

    Keempat pelaku yang diringkus antara lain Revan Alviansyach (22), Dodi Apriyanto (22), Aburijal (21), dan Muhamad Rifan (21).

    “Kami mengamankan empat orang laki-laki yang diduga melakukan tindak pidana pencurian,” kata Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra kepada wartawan Senin (17/2/2025).

    Seto menuturkan aksi begal bermula ketika korban pulang bekerja dan melintas di TKP.

    Tiba-tiba korban dipepet oleh pelaku yang datang menggunakan motor hingga membuatnya terjatuh.

    “Dari sebelah kanan dipepet sampai korban jatuh,” ucap dia.

    Para pelaku mengacungkan senjata tajam jenis celurit mengancam korban. 

    Menerima ancaman itu, korban langsung menjauh dari motornya. 

    Selanjutnya, motor korban dibawa kabur oleh pelaku.

    “Salah satu pelaku langsung mengambil motor milik korban dan membawa kabur,” ucap dia.

    Polisi bergerak cepat melakukan proses penyelidikan, korban diberikan tindakan terukur di bagian kakinya akibat melawan petugas. 

    Barang bukti celurit yang digunakan pelaku untuk mengancam korban telah disita.

    Pelaku mengaku sudah dua kali melakukan aksi begal di wilayah Kelapa Gading. 

    Adapun motor hasil kejahatan dijual seharga Rp3,2 juta dan dibagi secara merata.

    “Masing-masing per kepala mendapatkan uang seharga Rp800 ribu,” ujar dia.

    Dari pemeriksaan pelaku membeli narkotika jenis sabu dari uang begal.

    Para pelaku sudah ditahan di Polsek Kelapa Gading untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

    “Digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli narkotika jenis sabu,” kata dia.

    Para pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dan ancaman pidana kurungan maksimal 7 tahun.

     

  • Kasus Perampokan dan Pembunuhan Lansia Wanita di Bekasi, Lima Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara – Halaman all

    Kasus Perampokan dan Pembunuhan Lansia Wanita di Bekasi, Lima Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan seorang lansia wanita inisial B (71) yang dilakukan lima pemuda di Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

    Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengatakan sebanyak lima tersangka kini sudah diamankan di ruang Polda Metro Jaya.

    “Lima pelaku yang ditangkap berinisial MR, AG, DA, M, dan R, dua pelaku di Tangerang, tiga pelaku di Karawang,” kata Wira di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2025).

    Wira menyebut para pelaku mempunyai perannya masing-masing dalam kasus perampokan berujung pembunuhan.

    DA berperan sebagai perencana perampokan dan mendapatkan keuntungan senilai Rp1 juta dari hasil merampok.

    MR dan AG berperan mencekik korban hingga tewas dan mendapatkan keuntungan senilai Rp4,5 juta. 

    Sedangkan M dan R berperan mengantarkan serta menjemput para pelaku. 

    M dan R mendapatkan keuntungan paling sedikit senilai Rp500 ribu.

    “MR merupakan eksekutor perampokan sekaligus mengikat korban dan mencekik korban sehingga meninggal dunia,” ujar dia.

    Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa motor yang digunakan oleh pelaku ketika datang ke kediaman korban hingga uang tunai senilai Rp150 ribu. 

    Para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian/perampokan dan atau Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

    “Tersangka terancam pidana penjara maksimal selama selama 15 tahun,” tuturnya Wira.

    Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bekasi Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan penemuan mayat dalam kondisi terikat di rumah yang dijadikan toko kelontong terjadi pada Senin (10/2/2025) dini hari.

    “Korban wanita tewas di rumahnya jualan toko kelontong,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/2/2025).

    Berdasarkan keterangan saksi ada tiga orang mengendarai dua unit sepeda motor keluar dari toko korban. 

    Mereka kabur dari rumah korban saat ditegur oleh saksi.

    “Saksi menegur satu dari tiga diduga pelaku keluar dari toko milik korban berlari ke arah sepeda motor, mereka melarikan diri menggunakan dua sepeda motor,” katanya. 

    Onkoseno menuturkan saksi memberitahu pada warga sekitar.

    Selanjutnya, Bhabinkamtibmas bersama warga sekitar mendatangi toko korban lalu mendapati yang bersangkutan tergeletak meninggal dunia.

    Korban ditemukan terikat di bagian leher, kaki, dan tangan. Ditemukan luka pada bagian wajah korban.

    Jasad nenek tersebut telah dievakuasi ke RS (Rumah Sakit) Polri Kramatjati.

    “Korban meninggal dunia dengan terdapat lilitan baju pada leher, kaki diikat menggunakan kain, tangan terikat menggunakan baju,” tambah Kasat.

    Pada bagian wajah korban mengalami sejumlah luka serius akibat pukulan.

  • Kerusuhan Usai Persija vs Persib: 37 Orang Ditangkap, Fasilitas Stadion Patriot Rusak – Halaman all

    Kerusuhan Usai Persija vs Persib: 37 Orang Ditangkap, Fasilitas Stadion Patriot Rusak – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aparat Polres Metro Bekasi Kota menangkap 37 orang di Stadion Patriot Candrabhaga, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (16/2/2025). 

    Upaya penangkapan ini dilakukan setelah laga Persija Jakarta vs Persib Bandung di Stadion Patriot pada Minggu (16/2/2025) kemarin.

    Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Hatorangan Sianturi, mengatakan aparat kepolisian sedang melakukan penyelidikan.

    “Kami amankan 22 orang diduga suporter Persib dan 15 orang suporter Persija yang dikeroyok suporter Persib. Saat ini, kami sedang lakukan penyelidikan,” kata dia pada Senin (17/2/2025).

    Pagar dan Kursi Stadion Patriot Candrabhaga Rusak

    Sejumlah fasilitas Stadion Patriot Candrabhaga, Kecamatan Bekasi, Kota Bekasi rusak pasca pertandingan Persija vs Persib pada Minggu (16/2/2025) kemarin.

    Kepala UPTD Stadion Patriot Candrabhaga, Umar Setiyono, mengatakan fasilitas yang rusak antara lain kursi dan pagar pembatas penonton atau suporter.

    “Ada beberapa pagar yang copot, sekitar lima titik, sehingga lima spot perlu diperbaiki. Juga ada 50 kursi yang copot, mungkin ada yang hilang, dan gembok pagar juga rusak,” kata Umar saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin (17/2/2025).

    Umar menjelaskan bahwa ukuran pagar yang rusak bervariasi, dengan panjang sekitar 20 hingga 30 meter, dan rusaknya berada di sejumlah gate stadion, baik di dalam maupun luar stadion. 

    Selain itu, puluhan kursi yang rusak juga berada di sejumlah tribun gate stadion.

    “Untuk ukuran pagar itu berkisar 20 meter hingga 30 meter,” jelasnya.

    Umar menuturkan, penyebab rusaknya fasilitas tersebut diduga akibat euforia para penonton pertandingan.

    “Penyebab rusaknya fasilitas ini karena euforia penonton. Saya ada di lapangan saat kejadian, dan bisa dilihat di media sosial, penonton saling dorong-dorongan, yang mengakibatkan pagar rusak,” tuturnya.

    Umar menyampaikan bahwa pihak Panitia Pelaksana (Panpel), dalam hal ini Persija selaku tuan rumah dan penyewa stadion, telah memastikan akan bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

    Namun, hingga kini, pihak Stadion Patriot Candrabhaga belum dapat memperkirakan total kerugian materil yang harus ditanggung oleh Persija, karena petugas stadion masih melakukan pemeriksaan dan peninjauan lebih lanjut.

    “Untuk tanggung jawab, kami sudah berkonfirmasi dengan pihak Panpel, karena Persija selaku tuan rumah. Sesuai rekomendasi, mereka akan mengganti dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada pertandingan antara Persija dan Persib pada 16 Februari lalu akibat euforia tersebut,” tutupnya.

  • Jelang Aksi ‘Indonesia Gelap’, Akses Jalan Menuju Istana Negara Mulai Diblokade – Halaman all

    Jelang Aksi ‘Indonesia Gelap’, Akses Jalan Menuju Istana Negara Mulai Diblokade – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pihak kepolisian mulai menutup akses menuju dan dari Istana Negara Jakarta di Bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha Monas Jakarta Pusat pada Senin (17/2/2025).

    Hal itu menyusul rencana aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan elemen mahasiswa lainnya bertajuk “Indonesia Gelap” yang rencananya akan dimulai siang ini.

    Tampak petugas mulai memasang blokade beton menggunakan forklift.

    Pada pukul 14.17 WIB akses menuju Istana Negara dari arah Bundaran Patung Kuda tersebut telah tertutup rapat.

    Sementara itu, sebagian akses dari arah Istana Negara menuju Bundaran Patung Kuda telah dipasang blokade beton.

    Tampak petugas kepolisian mengatur lalu lintas yang macet di Bundaran Patung Kuda.

    Klakson kendaraan bersahut-sahutan.

    Namun, massa aksi belum tampak.

    Cuaca di sekitar lokasi mulai kembali gerimis setelah sebelumnya sempat diguyur hujan dan reda.

    Tampak sejumlah polisi lalu lintas juga mengenakan jas hujan sambil berupaya mengatur situasi lalu lintas.

    Diberitakan Tribunnews.com sebelummya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan elemen mahasiswa lainnya akan menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Indonesia Gelap” yang rencananya digelar di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (17/2/2025) ini.

    Hal itu disampaikan oleh Koordinator Aksi Universitas Indonesia, Muhammad Rafid Naufal Abrar.

    “Untuk aksi, sasaran utama kami adalah Istana Negara. Kami akan berangkat dari Depok sekitar jam 11.00 siang,” tuturnya.

    Aksi turun ke jalan dilakukan dalam rangka meminta pertanggungjawaban pemerintah mengenai situasi negara yang dinilai memburuk. 

    Kondisi itu disebutnya disebabkan oleh berbagai permasalahan yang terjadi akibat tindakan sewenang-wenang pemerintah.

    “Aksi pastinya untuk menyikapi terkait isu yang muncul hampir setiap hari belakangan yang tak berpihak pada rakyat dan tidak memenuhi prinsip demokrasi serta keadilan,” kata Rafid.

    Rafid mengatakan terdapat lima tuntutan utama yang akan disuarakan.

    Pertama adalah mendesak pemerintah untuk mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 mengenai efisiensi anggaran.

    Kebijakan yang wajib dilaksanakan oleh kementerian/lembaga terkait penghematan dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 itu dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

    “Kedua, mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademik,” ujar Rafid.

    Ketiga, mahasiswa meminta pemerintah untuk mencairkan tunjangan dosen dan tenaga pendidik tanpa ada pemotongan ataupun hambatan akibat birokrasi.

    Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk mengevaluasi total pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan.

    “Dan terakhir, berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah yang tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Rafid.

    1.623 Personel Polri Diterjunkan

    Sebanyak 1.623 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal aksi tersebut.

    “Dalam rangka pengamanan aksi penyampaian pendapat dari sejumlah aliansi, kami melibatkan 1.623 personel gabungan,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan.

    Susatyo mengatakan personel gabungan tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI, dan instansi terkait.

    Personel ditempatkan di sejumlah titik di sekitar Bundaran Patung Kuda Monas hingga di depan Istana Negara.

    Untuk pengalihan arus lalu lintas, Susatyo mengatakan bahwa hal itu bersifat situasional.

    Artinya, rekayasa arus lalu lintas akan diberlakukan melihat perkembangan dan dinamika situasi di lapangan.

    “Apabila jumlah massanya tidak banyak, lalu lintas akan normal seperti biasa. Kita lihat nanti jumlah massanya, bila nanti di sekitaran Bundaran Patung Kuda Monas itu massanya cukup banyak dan eskalasi meningkat, maka arus lalu lintas akan dialihkan,” ungkap dia.

    Dia mengingatkan kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan untuk selalu bertindak persuasif, tidak memprovokasi dan terprovokasi, mengedepankan negosiasi, pelayanan yang humanis, serta menjaga keamanan dan keselamatan.

    Kapolres juga mengimbau para koordinator lapangan (korlap) dan orator untuk melakukan orasi dengan santun dan tidak memprovokasi massa.

    “Lakukan unjuk rasa dengan damai, tidak memaksakan kehendak, tidak anarkis, dan tidak merusak fasilitas umum. Hormati dan hargai pengguna jalan lainnya yang akan melintas di Bundaran Patung Kuda Monas dan beberapa lokasi lainnya,” ungkap dia.

    “Personel yang terlibat pengamanan tidak ada yang membawa senjata api. Hormati dan hargai saudara kita yang akan menyampaikan pendapatnya dengan cara yang humanis dan profesional,” tutur Susatyo.

    “Diimbau kepada warga yang akan melintas sekitar Monas agar mencari jalan alternatif untuk menghindari penumpukan kendaraan di sekitar Patung Kuda,” ujarnya.

  • Tim Pemecah Kemacetan Mempercepat Arus Lalu Lintas Keluar Masuk Jakarta, Ini Titik-titiknya – Halaman all

    Tim Pemecah Kemacetan Mempercepat Arus Lalu Lintas Keluar Masuk Jakarta, Ini Titik-titiknya – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman menyampaikan tim pemecah kemacetan berfungsi untuk mempercepat arus lalu lintas keluar masuk Jakarta.

    Latif telah melakukan penempatan sejumlah petugas di beberapa titik.

    “Personel sudah saya kirim untuk plottingannya sambil lihat situasi nanti laporan dari wilayah mana tempat-tempat yang memang ada muncul kemacetan tim urai ini bergerak,” ucap Latif kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/2/2025).

    Tim pemecah kemacatan bergerak dinamis menggunakan sepeda motor melihat situasi di lapangan.

    Untuk pagi hari, tim urai beroperasi mulai dari jam 06.00 WIB sampai dengan jam 08.30 WIB.

    “Jadi upayanya adalah mempercepat arus yang akan masuk dari Jakarta, seperti mulai dari Cakung, mulai dari Kalimalang, mulai dari Depok yang dari Trakindo, mulai dari Lenteng Agung, dari Ciputat masuk ke Pondok Indah, terus dari Daan Mogot,” sambung dia.

    Personel ditugaskan di pintu-pintu masuk ke Jakarta terutama di jalan arteri pada pagi hari.

    Pun demikian pada sore hari, petugas juga akan menempati titik-titik yang sudah ditentukan untuk yang akan keluar Jakarta. 

    Sama seperti titik tadi,  jalur Sudirman-Thamrin sama jalur Gatot Subroto menjadi titik konsentrasi.

    “Bagaimana kendaraan-kendaraan ini kan menumpuknya di situ pada sore hari, yaitu mulai jam 16.00 WIB sampai nanti jam sekitar jam 21.00 WIB,” tuturnya.

    Namun petugas lalu lintas di lapangan akan tetap bersiaga hingga pukul 22.00 WIB sampai arus kendaraan sudah terurai.

    Kapolda Cek Lokasi

    Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto turun langsung mengecek kerja tim pemecah kemacetan Polda Metro Jaya untuk memastikan kelancaran lalu lintas pada Jumat (14/2/2025) malam.

    Karyoto melakukan pengecekan tepatnya di traffic light (lampu merah) Kuningan dan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada saat jam sibuk yakni dimulai dari pukul 18.30 WIB.

    “Kami ingin memastikan bahwa tim ini siap bertugas dengan maksimal dalam mengatasi kepadatan lalu lintas. Oleh karena itu, pengecekan langsung di lapangan sangat penting untuk menilai efektivitas strategi yang telah disiapkan,” kata Karyoto.

    Dalam pengecekan itu, Karyoto menemukan indikasi pelanggaran lalu lintas yang menjadi penyebab kemacetan.

    Kebiasaan buruk pengendara mulai dari menerobos lampu merah, parkir sembarangan, hingga menggunakan trotoar sebagai jalur alternatif.

    “Hal-hal seperti ini yang sering memperparah kondisi lalu lintas. Oleh karena itu, kami minta masyarakat untuk lebih sadar dan tidak melakukan pelanggaran yang bisa mengganggu kelancaran arus kendaraan,” ungkapnya.

    Meski tim pengurai kemacetan ini sudah bekerja dengan optimal, namun hal itu akan sia-sia jika tidak adanya kesadaran pengendara untuk bisa tertib berlalu lintas.

    “Kami terus berupaya mengatasi kemacetan dengan berbagai strategi di lapangan. Namun, upaya ini tidak akan berhasil tanpa kesadaran dan kerja sama dari masyarakat. Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap disiplin dan mengutamakan keselamatan,” tuturnya.

    Nantinya, Karyoto akan melakukan pengecekan secara berkala untuk mempersiapkan sejumlah strategi mengatasi kemacetan di Jakarta.

    “Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar strategi penguraian kemacetan semakin efektif. Harapannya, Jakarta bisa memiliki lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi semua pengguna jalan,” tukasnya.

     

  • Wamenaker Pastikan Sanksi Aplikator yang Tak Beri THR ke Driver Ojol: Negara Sifatnya Memaksa – Halaman all

    Wamenaker Pastikan Sanksi Aplikator yang Tak Beri THR ke Driver Ojol: Negara Sifatnya Memaksa – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer berujar akan bernegosiasi dengan aplikator ojek online (ojol) mengenai pemberian tunjangan hari raya (THR).

    Pria yang akrab disapa Noel itu menyebut, pihaknya mengusahakan supaya THR untuk para pengemudi atau driver ojol itu dalam bentuk uang.

    “Kemarin kita coba menyampaikan tunjangan hari raya, tapi kemudian kita negosiasi soal teknisnya seperti apa, entah itu bonus hari raya kemudian apalagi itu selain bonus banyaklah pokoknya bentuknya, tapi kita mau tetap harus ada hari rayanya lah,” ujarnya di depan Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (17/2/2025).

    Noel mengatakan bahwa THR dalam bentuk uang akan lebih bermanfaat untuk para driver ojol.

    Menurutnya, ia sudah mencoba berdiskusi dengan para manajemen aplikator ojek online.

    “Dari pihak aplikatornya sudah mau memberikan bonus nantinya untuk hari raya mereka sudah menyiapkan lah ya.” 

    “Soal tinggal teknis aja nih ini tinggal final teknis seperti apa, tapi harapan kita semoga mereka bisa memberikan hal yang terbaik buat driver,” terangnya.

    Saat disinggung apakah akan ada sanksi jika ada aplikator yang tidak memberikan bonus atau THR, Noel menegaskan bahwa dalam hal ini negara sifatnya memaksa.

    “Yang pasti iya. Artinya begini, negara ini jangan dibercandain. Negara ini hadir karena ada warga negaranya, bukan negara ini hadir karena ada para aplikator. Tidak,” tegasnya.

    Jika aplikator tidak bisa menghargai warga negara, jelas Noel, pemerintah juga bisa tidak menghargai mereka.

    “Kalau seandainya mereka (aplikator) tidak bisa menghargai ya, kami juga bisa tidak menghargai mereka.” 

    “Negara sifatnya memaksa, soal sanksi kita coba rumuskan dengan biro hukum kita ya,” ucapnya.

    Diberitakan sebelumnya, massa dari pengemudi ojol berdemo dan tiba di halaman Kantor Kemnaker sekitar pukul 10.30 WIB.

    Mereka tiba dengan mengenakan atribut aplikatornya masing-masing.

    Selain itu, massa juga tampak membawa bendera komunitasnya masing-masing.

    Mereka tiba membawa mobil komando dan sejumlah aspirasi yang tertulis di kardus-kardus.

    Kardus-kardus itu bertuliskan di antaranya “THR: Hak Ojol, Taksi, Kurir Online”.

    Selain itu ada juga kardus yang tertulis antara lain:

    “Lindungi driver online perempuan!!! Berikan hak-hak khusus kepada Lady Ojol dalam bekerja”, “Hak cuti driver perempuan”, “Ojol= Pekerja, Bukan Mitra”, “Hapuskan potongan aplikator”, “Kemitraan Biang Kerok”, dan “Jam kerja 8 jam”.

    Terlihat juga kardus bertuliskan “Tolak suspend putus mitra”, “Cuti haid driver perempuan”, dan “Hapus double order”.

    Sekitar pukul 11.00 WIB, Wamenaker Noel menemui massa aksi.

    Ia naik ke atas mobil komando dan menyampaikan harapannya agar demonstrasi tersebut tidak menjadi hal yang menakutkan.

    Noel juga meminta kepada para driver ojol untuk melaporkan kepada pihaknya bila setelah demonstrasi tersebut mereka dikenakan sanksi.

    Menurutnya, THR juga merupakan permintaan yang wajar diminta oleh para driver ojol kepada aplikator.

    Ia pun mengajak mereka untuk tetap memperjuangkan haknya.

    “Negara sifatnya adalah memaksa. Negara tidak akan membiarkan warga negaranya dieksploitasi.”

    “Jadi kawan-kawan ojol ini harus tetap kita perjuangkan kesejahteraannya, entah itu THR atau bonus hari raya. Kita mau itu berbentuk uang.”

    “Agar yang namanya hari raya benar-benar ada di rumahnya teman-teman driver,” kata Noel di atas mobil komando.

    (Tribunnews.com/Deni/Gita)

  • Heboh Penemuan Mayat di Mal Jaksel, Sebelumnya Saksi Mendengar Suara Teriakan dan Dentuman Keras – Halaman all

    Heboh Penemuan Mayat di Mal Jaksel, Sebelumnya Saksi Mendengar Suara Teriakan dan Dentuman Keras – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pria berinisial MCV ditemukan tewas di lantai dasar sebuah mal di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (15/2/2025) dini hari.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi menyebut,  bahwa korban diduga meninggal akibat bunuh diri.

    “Penemuan mayat laki-laki diduga bunuh diri,” ujar Ade Ary, Senin (17/2/2025).

    Jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas sekuriti mal berinisial DEP sekitar pukul 01.33 WIB.

    Menurut laporan, sekuriti tersebut mendengar suara teriakan dan dentuman keras sebelum menemukan korban dalam kondisi mengenaskan.

    “Korban ditemukan tergeletak dalam posisi tertelungkup, dengan kondisi kepala hancur penuh darah dan tangan kiri patah.

    Saat ditemukan, korban sudah tidak bergerak,” ungkap Ade Ary.

    Setelah menemukan korban, petugas sekuriti segera melaporkan kejadian tersebut kepada supervisor.

    Tak lama berselang, jenazah korban dievakuasi menggunakan mobil ambulans ke rumah sakit.

    Lebih lanjut, polisi menemukan sebuah ponsel milik korban yang tergeletak di lantai enam mal tersebut.

    Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini.  (Tribun Jakarta/Annas Furqon Hakim)