Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Sidang Oknum TNI AL, Anak Bos Rental Mobil Menangis Saat Bersaksi, Sebut ‘Tega Sekali’ – Halaman all

    Sidang Oknum TNI AL, Anak Bos Rental Mobil Menangis Saat Bersaksi, Sebut ‘Tega Sekali’ – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Agam Muhammad Nasrudin dan Rizky Agam Syahputra, dua anak dari bos rental mobil Ilyas Abdurrahman, menangis di ruang sidang Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Selasa (18/2/2025).

    Keduanya hadir sebagai saksi untuk tiga terdakwa oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) dalam kasus pembunuhan ayah mereka.

    Mereka memberikan kesaksian atas permintaan Oditur Militer di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

    Dalam kesaksiannya, mereka menceritakan detik-detik saat ayah mereka, Ilyas Abdurrahman, ditembak oleh oknum anggota TNI AL di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak pada Kamis (2/1/2025) dini hari.

    Oditur Militer Mayor Chk Gori Rambe mengajukan pertanyaan kepada Agam Muhammad Nasrudin mengenai bagaimana kejadian saat ia mendengar suara tembakan di rest area KM 45.

    Agam awalnya berniat menjawab pertanyaan tersebut, namun tangisnya pecah sebelum ia sempat menceritakan kejadian tersebut. Meski berusaha menguatkan diri, dukacita mendalam atas pembunuhan ayahnya membuat Agam tidak kuasa menahan emosi.

    Panitera Pengadilan Militer II-08 Jakarta kemudian memberikan tisu kepada Agam Muhammad Nasrudin dan Rizky Agam Syahputra untuk menyeka air mata mereka.

    Melihat kondisi Agam, Hakim Ketua Letnan Kolonel Chk Arif Rachman memberikan waktu bagi Agam untuk menenangkan diri sebelum melanjutkan kesaksian.

    “Saksi tenangkan diri, kalau sudah tenang silakan memberi keterangan kembali,” kata Hakim Ketua Letnan Kolonel Chk Arif Rachman.

    Setelah beberapa saat, Agam Muhammad Nasrudin dan Rizky Agam Syahputra berhasil menenangkan diri dan melanjutkan kesaksian mereka. Agam menceritakan bahwa saat kejadian, ia mendengar beberapa suara tembakan di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak.

    Ia mengaku sempat khawatir karena sebelum kejadian, mereka sudah mengetahui adanya pelaku yang membawa senjata api.

    “Saya bilang, Ya Allah, jangan sampai keluarga saya tertembak,” ujar Agam Muhammad Nasrudin sembari berusaha menahan dukacita.

    Namun, beberapa saat kemudian, Agam mendapati ayahnya terluka akibat tembakan yang dilakukan oleh terdakwa pertama, Kelasi Kepala Bambang Apri Atmojo.

    Selain Ilyas, seorang rekan korban bernama Ramli Abu Bakar juga mengalami luka tembak dalam kejadian tersebut. Ramli selamat meski sempat menjalani rawat inap akibat luka berat yang dideritanya.

    Sayangnya, Ilyas Abdurrahman meninggal dunia akibat luka tembak yang parah. Berdasarkan hasil autopsi, Ilyas terkena tembakan di dada yang menembus organ jantung dan hati.

    “Tertembak di dada, saya mendengar (suara kesakitan Ilyas), di depan mata saya, Pak. Tega sekali, Pak. Anak mana, Pak, yang kuat melihat orangtuanya ditembak,” tutur Agam sembari terisak.

    Selama sidang berlangsung, ketiga terdakwa, yaitu Kelasi Kepala Bambang Apri Atmojo, Sersan Satu Akbar Adli, dan Sersan Satu Rafsin Hermawan, hanya diam mendengarkan keterangan anak-anak Ilyas.

     

  • Motor Lawan Arus di Tebet Jadi Penyebab Mobil Listrik Tabrak Gerobak Mie Ayam – Halaman all

    Motor Lawan Arus di Tebet Jadi Penyebab Mobil Listrik Tabrak Gerobak Mie Ayam – Halaman all

    Polisi kini sedang mencari pengendara motor lawan arah yang diduga menjadi pemicu kecelakaan

    Tayang: Selasa, 18 Februari 2025 14:09 WIB

    lihat foto

    capture video

    GEROBAK DITABRAK – Gerobak mie ayam ditabrak mobil listrik di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2025) pukul 16.00 WIB. Polisi mengejar pengendara motor yang menjadi penyebab kecelakaan. (Screenshot Video)

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gerobak mie ayam di kawasan Tebet, Jakarta Selatan ditabrak oleh kendaraan mobil listrik,  Senin (17/2/2025) pukul 16.00 WIB.

    Kapolsek Tebet Kompol Murodih mengatakan mobil listrik berwarna putih itu tidak hanya menabrak gerobak tapi sejumlah kendaraan yang terparkir.

    Menurutnya, tidak ada korban dalam peristiwa ini.

    “Kejadian mobil Wuling EV menabrak gerobak mie ayam subsidi Senin 17 Februari 2025 pukul 16.00 WIB,” ucapnya dalam keterangannya, Selasa (18/2/2025).

    Murodih menuturkan kecelakaan itu dipicu akibat motor lawan arus.

    Pihaknya kini sedang mencari pengendara motor lawan arah yang diduga menjadi pemicu kecelakaan.

    “Kerugian korban hanya gerobak mie ayam yang rusak ringan dan penyok bagian kanan,” sambungnya.

    Kapolsek menambahkan kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan.

    Pengemudi mobil listrik telah mengganti kerusakan gerobak mi ayam yang ditabraknya.

    “Permasalahan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” tambahnya.  (Tribunnews.com/Reynas Abdila)

     

     

     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Pria di Jakarta Timur Tertipu Mulut Manis Wanita yang Mengaku ASN Kemendes, Uang Ratusan Juta Raib – Halaman all

    Pria di Jakarta Timur Tertipu Mulut Manis Wanita yang Mengaku ASN Kemendes, Uang Ratusan Juta Raib – Halaman all

    Korban kehilangan uang senilai Rp 163,8 juta dengan modus mendanai sebuah proyek.

    Tayang: Selasa, 18 Februari 2025 13:52 WIB |
    Diperbarui: Selasa, 18 Februari 2025 13:52 WIB

    tribunlampung.co.id/dodi kurniawan

    ILUSTRASI PENIPUAN – Seorang pria inisial S menjadi korban penipuan oleh wanita inisial AMM. Pelaku mengaku sebagai ASN di Kemendes dan meminjam dana kepada korban untuk usaha. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang pria inisial S menjadi korban penipuan oleh wanita inisial AMM.

    Korban kehilangan uang senilai Rp 163,8 juta dengan modus mendanai sebuah proyek.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan korban percaya terhadap pelaku setelah ditunjukkan Surat Perintah Kerja (SPK) yang diduga fiktif.

    Menurut keterangan korban bahwa pelaku bekerja di salah satu Kementerian.

    “Terlapor mengaku sebagai ASN di Kemendes dan meminjam dana kepada pelapor untuk usaha,” ujar Ade Ary dalam keterangannya,  Selasa (18/2/2025).

    Korban memberikan SPK sebagai bukti adanya pekerjaan yang akan didanai.

    Setelah itu korban melakukan transfer uang secara bertahap ke rekening pelaku.

    Sejurus kemudian pelaku menghilang, korban masih mencari keberadaan pelaku.

    “Sampai saat ini terlapor belum mengembalikan uang pelapor dengan total kerugian senilai Rp163,8 juta,” tutur dia.

    Selanjutnya korban melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Timur untuk diproses lebih lanjut.

    Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penipuan dan penggelapan tersebut.

    “Kasus ini sedang ditangani oleh Polres Metro Jakarta Timur,” pungkasnya.

     

     

     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Duduk Perkara Konten ‘Tabrak Bebek Minta Ganti Kambing’ Bikin Anggota Polda Banten Dipatsus – Halaman all

    Duduk Perkara Konten ‘Tabrak Bebek Minta Ganti Kambing’ Bikin Anggota Polda Banten Dipatsus – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BANTEN – Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pria yang seakan tengah di tahan di dalam sel.

    Pria tersebut saat itu tengah divideokan oleh seorang polisi sambil bertanya mengapa pria itu masuk ke penjara.

    Adapun alasannya karena pria itu menabrak bebek namun pelapor meminta ganti rugi kambing.

    Sementara anggota yang memvideokan tersebut tertawa ketika mendengar alasan pria itu masuk penjara.

    “Biasa nabrak bebek Pak, orangnya minta ganti rugi. Cuma ya bagaimana saya enggak punya uang buat ganti rugi. Soalnya nabrak bebek dia (pelapor) minta gantinya kambing, ya saya enggak mau. (Nabrak) karena ngantuk doang,” kata pria yang berada di dalam sel tersebut.

    “Kata orangnya kalau bebeknya enggak saya tabrak nanti netes, nelor lagi, netes lagi.

    Gara-gara saya tabrak jadi enggak bisa nelor lagi terus minta ganti kambing,” sambungnya.

    Usut punya usut, ternyata anggota polisi yang memvideokan itu yakni berinisial Briptu HK yang merupakan anggota Biang TIK Polda Banten.

    “Benar Anggota Bid TIK Polda Banten dengan inisial KH. Benar yang bersangkutan merupakan personel Polda Banten,” kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Didik Hariyanto saat dikonfirmasi, Selasa (18/2/2025).

    Didik menyebut anggota tersebut sudah dilakukan pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Banten. Hasilnya, ternyata video itu dibuat hanya untuk guyonan.

    “Yang bersangkutan menjelaskan video yang viral tersebut merupakan lelucon,” ungkapnya.

    Meski begitu, lanjut Didik, saat ini Briptu HK tengah dilakukan penempatan khusus (patsus) guna mempertanggungjawabkan aksinya itu.

    “Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang bersangkutan di Patsus di Bidpropam Polda Banten dalam rangka pemeriksaan,” jelasnya.

    Sementara itu, pria yang dalam video ternyata bukanlah seorang tahanan melainkan warga sipil berinisial A yang merupakan teman dari Briptu KH yang dengan sengaja membuat konten lelucon seperti itu.

    “Temen yang bersangkutan warga sipil dengan inisial A,” imbuhnya.

    Minta Maaf

    Briptu KH, yang menjadi salah satu perekam video tersebut, kini sedang menjalani pemeriksaan di Bidang Propam Polda Banten.

    “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang bersangkutan di Patsus di Bidpropam Polda Banten,” jelas Didik.

    Sebagai akibat dari video yang dianggap mengganggu ketertiban dan tidak bijaksana dalam menggunakan media sosial, Briptu KH telah meminta maaf.

    “Saya mohon maaf atas kecerobohan dan kelalaian saya.

    Saya minta maaf kepada institusi Polri. Bahwa video saya buat secara tidak sengaja,” kata KH dalam permohonan maafnya yang diunggah di akun TikTok @ykzladu.

    Didik menegaskan pentingnya kebijakan bijak dalam menggunakan media sosial bagi seluruh anggota Polda Banten.

    “Makanya kita minta semua anggota untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” tambahnya.

     

     

     

  • Polisi Tangkap Komplotan Begal di Tajur Halang, Satu Pelaku Dilumpuhkan karena Melawan – Halaman all

    Polisi Tangkap Komplotan Begal di Tajur Halang, Satu Pelaku Dilumpuhkan karena Melawan – Halaman all

     TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polisi berhasil menangkap komplotan begal yang beraksi di Jalan Raya Bomang, Desa Nanggerang, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, pada Minggu (19/1/2025) dini hari.

    Panit 3 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Fanni Athar Hidayat, mengatakan empat pelaku yang diamankan berinisial IR (26), DN (21), MJ (22), dan MR (23).

    “Penangkapan berlangsung di Perumahan Persada Alam, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, pada Jumat (14/2/2025),” katanya dalam keterangan resmi pada Selasa (18/2/2025).

    Saat proses penangkapan, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap satu pelaku, IR, karena mencoba melawan petugas dan melarikan diri.

    “Salah satu tersangka berinisial IR mencoba melawan petugas dan berusaha kabur, sehingga kami melakukan tindakan tegas terukur dengan cara melumpuhkan tersangka,” tambahnya.

    Dalam operasi ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk 1 unit sepeda motor Yamaha PCX, 
    satu ponsel Samsung, dua celurit, dua pedang, satu ponsel Sony Xperia, satu ponsel Infinix dan satu ponsel Xiaomi.

    Komplotan begal ini diketahui telah beraksi di dua lokasi berbeda, yakni Bojonggede dan Tajur Halang. Selain itu, tiga dari empat pelaku diketahui merupakan residivis dalam kasus serupa.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan bahwa aksi kejahatan ini bermula ketika korban bersama temannya berboncengan mengendarai sepeda motor dari arah Parung menuju rumahnya.

    Saat melintas di lokasi kejadian, korban dipepet oleh empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor.

    “Salah satu pelaku menendang sepeda motor korban hingga menyebabkan korban dan temannya terjatuh,” ujar Ade.

    Tak berhenti di situ, salah satu pelaku mengeluarkan celurit dan mengancam korban agar menyerahkan ponsel mereka.

    “Karena ketakutan, korban dan temannya menyerahkan ponsel mereka. Setelah itu, para pelaku langsung melarikan diri,” lanjutnya.

    Merasa dirugikan, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tajur Halang untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (Tribunnews.com/Reynas Abdila)

  • Seorang Istri di Matraman Jakarta Timur Terkejut saat Temukan Suaminya Tewas Gantung Diri di Rumah – Halaman all

    Seorang Istri di Matraman Jakarta Timur Terkejut saat Temukan Suaminya Tewas Gantung Diri di Rumah – Halaman all

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi membenarkan penemuan mayat tersebut.

    Tayang: Selasa, 18 Februari 2025 12:15 WIB

    Pixabay

    ILUSTRASI GANTUNG DIRI – Seorang pria paruh baya inisial A (51) ditemukan oleh istrinya NY dalam kondisi gantung diri di rumahnya pada Senin (17/2/2025) pukul 17.30 WIB. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi membenarkan penemuan mayat tersebut. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang pria paruh baya inisial A (51) ditemukan oleh istrinya NY dalam kondisi gantung diri di rumahnya.

    Peristiwa itu terjadi Jalan Pisangan Baru I RT 06/ 10 Kelurahan Pisangan Baru Kecamatan Matraman Jakarta Timur, Senin (17/2/2025) pukul 17.30 WIB.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi membenarkan penemuan mayat tersebut.

    Menurut keterangan saksi NY saat baru selesai mandi naik ke lantai 2.

    “Saksi ingin mengenakan pakaian melihat pintu kamar Terkunci,” kata Ade kepada wartawan Selasa (18/2/2025).

    Selanjutnya saksi membuka paksa pintu dan terkejut menemukan suami tergantung.

    Ade menuturkan korban lalu dievakuasi dibantu saksi lain.

    “Korban dibawa ke RS Polri untuk dilakukan visum,” ucapnya.

    Saksi melaporkan kejadian tersebut ke Sektro Matraman. 

    Polisi masih melakukan penyelidikan terkait motif Korban mengakhiri hidupnya.

    “Kasus ditangani Polsek Metro Matraman,” pungkasnya.

    Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

    Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Silaturahmi Ketua RW dan LMK Cakung Timur, Jaga Kondusivitas Menjelang Bulan Suci Ramadan – Halaman all

    Silaturahmi Ketua RW dan LMK Cakung Timur, Jaga Kondusivitas Menjelang Bulan Suci Ramadan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Forum Komunikasi Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) Kecamatan Cakung, Muhammad Syahril Harahap, menginisiasi pertemuan silaturahmi dengan para ketua Rukun Warga (RW), ketua LMK, dan stakeholder lainnya.

    Lokasi silaturahmi bertempat di salah satu rumah makan di Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, pada Senin (17/2/2025).

    Menurut Syahril, perlu ada pertemuan untuk mempererat tali silaturahmi para ketua RW dan LMK dengan camat dan lurah.

    “Apalagi saat ini momennya menjelang Bulan Suci Ramadan. Kita harus meningkatkan sinergitas untuk membangun Kampung Kite, khususnya di Kelurahan Cakung Timur,” kata Syahril yang juga Bendahara Forum Komunikasi LMK Jakarta Timur, pada Selasa (18/2/2025).

    Sementara Camat Cakung, Fajar Eko Satrio, mengapresiasi inisiasi Syahril selaku Ketua Forum Komunikasi LMK Cakung sekaligus Bendahara LMK Jakarta Timur.

    “Momen pertemuan ini memberi kesan yang luar biasa. Ini silaturahmi yang harus kita jaga bersama untuk memupuk kekompakan kita dalam membangun dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat Cakung Timur,” ujarnya.

    Itu sebabnya, dia berharap momen silaturahmi ini juga dimanfaatkan untuk saling bertukar informasi dan strategi guna membangun Kampung Kite, khususnya Cakung Timur.

    “Kami ingin mempererat silaturahmi dengan LMK dan para Ketua RW se-Kelurahan Cakung Timur. Kami berharap kekompakan dan sinergitas kita dapat terjaga dan semakin kuat dalam membangun Kampung Kite yang lebih baik,” tuturnya.

    Fajar juga mengungkapkan bahwa Bulan Suci Ramadan nanti merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, dan mempererat hubungan antar warga.

    “Kami berharap LMK dan para Ketua RW dapat berperan aktif dalam mengoordinasikan kegiatan-kegiatan keagamaan, sosial, dan pembangunan di Cakung Timur,” tuturnya.

    “Mari kita bersama-sama membangun Cakung Timur yang lebih baik, lebih sejahtera, dan lebih berkeadilan. Semoga kita semua dapat menjalani Bulan Suci Ramadan nanti dengan penuh makna dan keberkahan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Lurah Cakung Timur, Rachman Setiana, juga mengapresiasi silaturahmi yang digagas Syahril.

    “Sudah lima tahun, baru kali ini kita bisa ngumpul bersama sambil makan-makan. Ini berkat inisiatif Ketua LMK Cakung Timur,” katanya.

    Rachman juga berpesan kepada para pemangku wilayah di Cakung Timur agar proaktif menjaga Kamtibmas, terutama pada Bulan Suci Ramadan nanti.

    Sebab, kondusivitas Kamtibmas diharapkan dapat memberi kenyamanan bagi warga yang menjalankan ibadah puasa pada Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah.

    Dalam kesempatan itu, Syahril selaku pemrakarsa acara melaporkan bahwa pemilihan ketua-ketua RW se-Kelurahan Cakung Timur sudah selesai dan berjalan lancar.

    Acara silaturahmi menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah ini juga dihadiri Camat Cakung, Fajar Eko Satrio, S.STP, M.A., Lurah Cakung Timur, Rachman Setiana, beserta jajarannya, serta anggota Babinsa, Tarsito.

     

     

  • Sejumlah OTK Keroyok Muda-Mudi di Blok M Jaksel, Korban Luka Parah di Wajah, Kepala dan Tubuh – Halaman all

    Sejumlah OTK Keroyok Muda-Mudi di Blok M Jaksel, Korban Luka Parah di Wajah, Kepala dan Tubuh – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  – Kekerasan jalanan kembali terjadi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

    Sekelompok orang tak dikenal secara brutal mengeroyok empat muda-mudi tanpa alasan jelas di depan Mal Blok M Plaza Jaksel, Minggu (16/2/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Para korban, yakni AL, AMFS, MRR, dan EAP, mengalami luka serius akibat serangan membabi buta dari para pelaku.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa insiden ini bermula saat sekelompok orang menghampiri para korban dan langsung menuduh mereka sebagai suporter Persib Bandung.

    Tanpa memberi kesempatan bagi para korban untuk menjelaskan, para pelaku langsung melancarkan serangan fisik yang menyebabkan luka parah di wajah, kepala serta tubuh korban.

    “AL dipukul di bagian wajah hingga mengalami lebam di kedua mata dan kepalanya.

    Sementara korban lainnya juga mengalami luka di kepala, tangan, dan bagian tubuh lainnya akibat serangan yang mereka alami,” ungkap Ade Ary, Selasa (18/2/2025).

    Tak hanya mengalami kekerasan fisik, para korban juga kehilangan barang berharga.

    Para pelaku merampas dua unit handphone, sepasang sepatu, jaket, serta uang tunai sebesar Rp 300 ribu.

    Insiden ini semakin mempertegas maraknya aksi kekerasan jalanan yang tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga merampas rasa aman warga Jakarta.

    Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.

    “Kasus ini dalam proses penyelidikan. Korban sudah melaporkan kejadian ke Polres Metro Jakarta Selatan, dan kami akan terus mendalami kasus ini hingga tuntas,” tegas Ade Ary.

    Kasus pengeroyokan ini menambah daftar panjang tindak kekerasan yang terjadi di ruang publik. 

    Warga diimbau untuk lebih waspada dan segera melapor jika mengalami atau menyaksikan tindakan kriminal serupa.  (Tribun jakarta/Annas Furqon Hakim)

     

     

     

  • Pria yang Diduga Maling Tewas Dikeroyok di Senen Jakpus, 24 Orang Diamankan dan Jalani Pemeriksaan – Halaman all

    Pria yang Diduga Maling Tewas Dikeroyok di Senen Jakpus, 24 Orang Diamankan dan Jalani Pemeriksaan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang pria yang diduga maling tewas setelah dikeroyok massa di kawasan Senen, Jakarta Pusat, usai dipergoki warga saat hendak beraksi.

    Insiden tragis ini terjadi di sebuah gedung yang tengah dibangun, tepatnya proyek Gedung B PMI.

    “Betul (peristiwa maling dipukuli hingga meninggal). (Tempat kejadian perkara) Gedung B proyek PMI,” kata Kapolsek Senen, Kompol Bambang Santoso, saat dihubungi, Selasa (18/2/2025).

    Bambang menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan terkait kejadian ini pada Senin (17/2/2025) sekitar pukul 07.30 WIB.

    Kepolisian segera mendatangi lokasi untuk mengecek laporan tersebut.

    Namun, setibanya di lokasi, pria yang diduga maling itu sudah dalam keadaan tak bernyawa.

    Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga hendak mencuri di proyek gedung tersebut sebelum akhirnya dikepung dan dikeroyok oleh warga.

    “Infonya meninggal dunia di tempat. Kronologis sementara, korban diduga melakukan pencurian, kemudian dikeroyok hingga tewas,” jelasnya.

    Saat ini, sebanyak 24 orang telah diamankan untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

    Bambang menambahkan bahwa kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman terkait insiden ini.

    “Untuk lebih detail, kami sedang melakukan penyelidikan lebih dalam. Sudah ada sekitar 24 orang yang diamankan, dan mereka sedang diperiksa,” pungkasnya.

     

  • Pelaku Pembunuhan dan Perampokan Lansia di Bekasi Sempat Tersetrum Saat Mematikan CCTV – Halaman all

    Pelaku Pembunuhan dan Perampokan Lansia di Bekasi Sempat Tersetrum Saat Mematikan CCTV – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lima pelaku pembunuhan dan perampokan nenek berinisial B (71) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ditangkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

    Kelima pelaku yang diringkus polisi yaitu pria berinisial DA alias M (27), MR (25), AG alias T (30), NM (31), dan RY alias A (31).

    Pembunuhan tersebut diketahui terjadi di warung kelontong milik korban di Jalan Kampung Pulo Rengas, Desa Sindangjaya, Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Senin (10/2/2025) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

    Para pelaku menggasak uang Rp11,7 juta dan ponsel korban merk Redmi.

    “Korban seorang ibu atau nenek-nenek dengan inisial B yang tinggal seorang diri di tempat kejadian,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, Senin (17/2/2025).

    Wira menuturkan, para pelaku lebih dulu mengintai warung kelontong yang menjadi target perampokan.

    Salah satu pelaku juga sempat berpura-pura belanja warung milik korban.

    Aksi pura-pura belanja itu juga dilakukan guna mengalihkan perhatian korban.

    Saat RY berbelanja, rekannya yang berinisial AG menyelinap masuk ke dalam rumah korban dan bersembunyi.

    “Tersangka RY berpura-pura berbelanja di warung korban untuk mengalihkan perhatian korban. Maka AG masuk ke dalam rumah dan bersembunyi dengan maksud akan melaksanakan aksinya nanti pada saat malam hari,” ungkap Wira.

    Sementara itu, dua rekannya berinisial N dan MR menyusul ke rumah korban.

    Saat dini hari ketika korban tertidur, tersangka MR dan AG mematikan CCTV.

    Namun, ketika itu MR sempat tersetrum dan membuat korban terbangun.

    Mereka pun panik hingga memutuskan membekap mulut serta mengikat tangan dan kaki korban.

    “Korban terbangun yang mana saudara AG dan MR langsung melakukan membekap mulut korban dan mengikat kaki dan tangan korban.”

    “Selanjutnya saudara AG mencekik leher korban. setelah memastikan korban lemas, MR mengambil uang dari laci kasir dan HP korban,” ujar Wira.

    Setelahnya, MR menghubungi DA, RY, dan NM agar menjemputnya di tempat kejadian perkara (TKP).

    Kelima pelaku pun melarikan diri menggunakan dua sepeda motor. Korban diketahui telah meninggal dunia.

    Para pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

    Mereka dijerat Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

    Penulis: Annas Furqon Hakim