Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Siti Faizah Sudah Tak Bertugas Jadi Kepala SMAN 6 Depok Usai Dicopot Dedi Mulyadi – Halaman all

    Siti Faizah Sudah Tak Bertugas Jadi Kepala SMAN 6 Depok Usai Dicopot Dedi Mulyadi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JABAR – Siti Faizah dicopot oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi buntut kasus study tour SMAN 6 Depok.

    Pantauan Tribunnews.com di SMAN 6 Depok pada Senin (24/2/2025), sekolah tersebut masih beraktivitas seperti biasa.

    Namun, Siti Faizah sudah tak ke sekolah lagi setelah sebelumnya disebut masih berkantor pada Jumat (21/2/2025) lalu.

    “Kan udah jelas diberita semua media, beliau sudah dicopot. Ya sudah tidak menjabat lagi (sebagai Kepsek SMAN 6 Depok,” kata Humas SMAN 6 Depok, Syahri Ramadhan kepada Tribunnnews.com, Senin.

    Meski begitu, Syahri belum menjelaskan lebih lanjut terkait apakah dalam hal ini sudah ada pengganti Siti Faizah.

    Dia hanya menekankan jika saat ini pihaknya masih mengklarifikasi di Dinas Pendidikan terkait kasus ini.

    “Ya memang masih bertugas sebagai ASN bukan sebagai Kepsek,” ungkapnya.

    Siti Faizah sudah tidak lagi datang ke sekolah juga dikuatkan oleh petugas keamanan hingga guru piket sekolah tersebut.

    Mereka kompak menyebut Siti Faizah tidak berada di sekolah pada hari ini.

    “(Bu Kepsek) sudah tidak ke sini. Dari pagi enggak ada datang. Kalau masih bertugas atau tidak itu kewenangan Humas yang bisa bicara,” ucap seorang guru piket.

    Alasan Tetap Nekat Adakan Study Tour

    SMAN 6 Kota Depok mengungkap alasan mengapa study tour tetap dilakukan meski sudah mendapat imbauan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 

    Humas SMAN 6 Kota Depok, Syahri Ramadhan menyebut hal itu karena akan berdampak protes dari orang tua siswa yang sudah membayar. 

    Di samping itu, Syahri mengatakan imbauan dari Dedi Mulyadi baru dilontarkan sehari sebelum ratusan siswa itu berangkat. Sehingga, hasil rembukan dengan guru, komite sekolah hingga orang tua siswa diputuskan untuk tetap berangkat. 

    “Apa langkah selanjutnya dengan adanya video himbauan dari Pak Gubernur ini? Pada saat itu memang kami mempertimbangkan apabila ini lanjut, apa yang menjadi dampak. Apabila ini kita stop H-1, apa impact-nya,” kata Syahri kepada wartawan, Senin (24/2/2025). 

    “Pada saat itu pertimbangannya adalah H-1, dimana kita sudah membayarkan pembiayaan-pembiayaan dan sebagainya ke pihak travel,” sambungnya. 

    Syahri mengatakan jika pihak sekolah membatalkan perjalanannya, maka sesuai perjanjian, pihak travel hanya akan mengembalikan uang sebesar 25 persen yang akan menimbulkan polemik. 

    “Artinya kalau kita mau mengembalikan pembiayaan ini ke orangtua siswa, orangtua siswa akan hanya menerima 25 persen, itu kan berpotensi menjadi polemik. Pasti orang tua murid yang sudah bayar, ‘kok kita nggak jadi tapi dikembalikan uangnya segini’, Itulah pertimbangannya,” tuturnya. 

    Dia pun menjelaskan perjalanan ratusan siswa ke tiga daerah ini bukan untuk liburan, melainkan untuk belajar dengan kampus-kampus yang bekerja sama dengan sekolah hingga tinggal di rumah penduduk di desa-desa. 

    “Aktivitas mereka adalah mengikuti aktivitas penduduk di sekitarny. apa sih kegiatanny? melakukan observasi lingkungan baik lingkungan alam maupun budaya setempat. kemudian, hasil akhirnya nanti mereka akan menyusun sebuah laporan bentuk karya tulis ilmiah seeperti itu,” jelasnya.

  • Harga Bunga Tabur Makam Meroket Jelang Ramadan, Tembus Rp 120 Ribu Per Kantong Plastik – Halaman all

    Harga Bunga Tabur Makam Meroket Jelang Ramadan, Tembus Rp 120 Ribu Per Kantong Plastik – Halaman all

    Tidak hanya bunga mawar tabur, Puji menambahkan bahwa harga daun pandan juga mengalami kenaikan.

    Tayang: Senin, 24 Februari 2025 17:56 WIB

    Tribunnews/Gabriela Irvine Dharma

    PENJUAL BUNGA TABUR MAKAM – Harga bunga tabur untuk ziarah makam melonjak jelang bulan Ramadan 1446 Hijriah.

    Salah satu pedagang bunga tabur di TPU Grogol Kemanggisan, Kota Jakarta Barat Puji Rahayu ditemui Senin(24/2/2025) mengatakan bahwa kenaikan harga bunga mawar tabur mencapai angka Rp 120.000 satu kantong plastik. 

    Laporan Gabriela Irvine Dharma

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Harga bunga tabur untuk ziarah makam melonjak jelang bulan Ramadan 1446 Hijriah.

    Salah satu pedagang bunga tabur di TPU Grogol Kemanggisan, Kota Jakarta Barat Puji Rahayu mengatakan bahwa kenaikan harga bunga mawar tabur mencapai angka Rp 120.000 satu kantong plastik.

    “Kalau hari biasa yang belum puasa ya, dari sananya (pusat) saja masih murah kan. Sekarang sudah kenaikan, bisa sampai Rp 70 atau Rp 80 ribu. Pernah sampai Rp 120.000 satu plastik itu,” kata Puji Rahayu (34) di TPU Grogol Kemanggisan, Kota Jakarta Barat, Senin(24/2/2025).

    Tidak hanya bunga mawar tabur, Puji menambahkan bahwa harga daun pandan juga mengalami kenaikan.  “Ini saja, pandan tuh sekarang harganya bisa 40 sampai 50 ribu satu plastik. Normalnya harusnya cuma 15 atau 20 ribu,” ujar Puji.

    Uniknya, hanya harga air mawar yang tidak mengalami kenaikan seperti bunga mawar tabur dan daun pandan.  

    “Kalau air mawar, alhamdulillah (harganya) nggak naik, cuma kalau yang bunga tabur mawar sama pandan tuh (harganya) yang naik,” kata Puji.

    Saat ini, harga bunga tabur dan pandan dibanderol harga Rp 15.000 hingga Rp 10.000. Sementara untuk harga air mawar dijual dengan harga Rp 5.000 per botol.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Diduga Depresi karena Judi Online, Pria di Bekasi Gantung Diri di Pangkalan Gas 3 Kg – Halaman all

    Diduga Depresi karena Judi Online, Pria di Bekasi Gantung Diri di Pangkalan Gas 3 Kg – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Entah apa yang ada dipikiran THP (27), pria yang merupakan warga Bintara, Kota Bekasi yang memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

    Ironisnya, THP memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya itu karena diduga depresi akibat judi online (judol).

    “Hasil interogasi awal bahwa korban meninggal dunia dikarenakan depresi karena bermain judi slot online,” Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya, Senin (24/5/2025).

    Ade Ary mengatakan penemuan jasad THP sendiri terjadi pada Minggu (23/2/2025) kemarin sekira pukul 20.00 WIB.

    Awalnya, S (57) selaku kerabat korban dihubungi oleh pacar THP untuk mencari keberadaannya karena tak kunjung membalas pesannya.

    “Kemudian saksi Berinisiatif untuk melakukan mengecek Ke TKP. Setibanya di lokasi, saksi melihat sepeda motor korban ada di parkiran,” ucap Ade Ary.

    Setelah itu, saksi mencoba mengeceknya, betapa kagetnya dia melihat THP sudah dalam kondisi tergantung di dekat pintu rumah yang dijadikan pangkalan LPG 3 Kg H. Bambang Sri Murdiyono.

    “Mendapati korban sudah dalam keadaan menggantung di pintu dengan posisi tali melilit di leher korhan, lalu saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke pengurus RT setempat dan melaporkannya ke pihak keluarga korban,” ungkapnya. 

    Atas kejadian tersebut, Ade Ary menyebut pihak kepolisian pun langsung ke lokasi untuk melakukan serangkaian penyelidikan. 

    “Kasus ditangani Polsek Metro Bekasi Barat,” jelasnya.

    Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

    Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

  • Mengintip Praktik Jasa Doa di TPU Grogol Kemanggisan Jelang Ramadan: Bayar Seikhlasnya – Halaman all

    Mengintip Praktik Jasa Doa di TPU Grogol Kemanggisan Jelang Ramadan: Bayar Seikhlasnya – Halaman all

    Laporan Gabriela Irvine Dharma

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Satu pekan jelang datangnya bulan Ramadan Taman Pemakaman Umum (TPU) Grogol Kemanggisan, Kota Jakarta Barat mulai dipadati peziarah. Bahkan di lokasi tersebut kini menyediakan jasa doa untuk para peziarah.

    Layanan ini menjadi bagian dari tradisi ziarah yang masih kuat di tengah masyarakat jelang datangnya bulan puasa.

    “Disini ada jasa pendoa, mungkin bagi para ahli waris (peziarah) yang mau dibantu,” kata salah satu penjual bunga, Puji Rahayu (34) di TPU Grogol Kemanggisan, Kota Jakarta Barat, Senin(24/2/2025).

    Para pendoa ini biasanya akan memimpin doa di depan makam, membaca ayat-ayat suci, dan memohonkan ampunan bagi almarhum.  

    Kehadiran mereka kerap dimanfaatkan oleh peziarah yang merasa belum lancar dalam membaca doa atau sekadar ingin ada yang memimpin prosesi doa bersama.

    Ahmad (63), salah satu yang menawarkan jasa doa di TPU Grogol Kemanggisan mengaku sudah menjalani pekerjaan ini selama kurang lebih 10 tahun.

     

    “Saya di sini sudah kurang lebih 10 tahun, ya bantu-bantu keluarga, barangkali mau dibantu doa. Lumayan buat pendapatan sehari- hari,” ujarnya.

    Ahmad menuturkan bahwa tarif jasa doa ini bersifat seikhlasnya, tanpa ada patokan harga tertentu.  Peziarah bebas memberikan berapa pun sesuai dengan keikhlasan dan kemampuan mereka.

    “Ya, seikhlasnya saja bayarnya, terserah para peziarah. Alhamdulillah sudah dikasih,” tutur Ahmad.

    Menurut Ahmad, jasa pendoa seperti dirinya sudah ada sejak lama dan masih tetap bertahan hingga sekarang.  la melihat bahwa banyak peziarah yang tetap menjaga tradisi ini, terutama saat momen-momen tertentu seperti menjelang bulan Ramadan.

  • Satu Pekan Jelang Ramadan TPU Grogol Kemanggisan Jakarta Dipadati Peziarah – Halaman all

    Satu Pekan Jelang Ramadan TPU Grogol Kemanggisan Jakarta Dipadati Peziarah – Halaman all

    Laporan Gabriela Irvine Dharma

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sepekan menjelang datangnya bulan Ramadan, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Grogol Kemanggisan, Kota Jakarta Barat mulai ramai dikunjungi peziarah.

    Pantauan Tribunnews.com, Senin (24/2/2025) di TPU Grogol Kemanggisan pukul 10.00 WIB peziarah mulai berdatangan.  Baik para pejalan kaki, pengendara mobil dan motor terlihat mulai memasuki tempat parkir TPU.

    “Di sini sih (TPU Grogol Kemanggisan) kalau mulai ramainya, ya bisa dibilang dari tanggal 20 Februari kemarin. Pada munggahan semua kan. Tapi paling ramai itu Sabtu dan Minggu,” kata salah satu penjual bunga, Puji Rahayu (34) di TPU Grogol Kemanggisan, Kota Jakarta Barat.

    Tidak hanya itu, di sepanjang pintu masuk TPU hingga area jalan para peziarah, berjejer para pedagang bunga.  Mereka sudah mengemas bunga-bunga tersebut ke dalam plastik kecil bersama dengan air mawar dalam kemasan botol plastik yang masih tersegel rapi.

    “Satu bundle ini isinya ada air mawar, bunga mawar kampung, dan daun pandan. Sengaja sudah di paketin, biar para ahli waris (peziarah) lebih gampang pas nanti mau beli, karena sudah sepaket. Kami juga penjual jadi lebih gampang hitungnya,” kata Puji Rahayu.

    Selain pedagang bunga, TPU juga dipenuhi oleh pedagang makanan, seperti batagor dan bakso.  Para peziarah terlihat berlalu lalang mencari makam keluarganya, dan khusyuk memanjatkan doa.

    Salah satu peziarah mengatakan bahwa momen munggahan ini adalah momen yang paling dinanti. Ia mengaku senang dapat bertemu dengan sanak saudara dan mengunjungi makam keluarga.

    “Saya disini sama keluarga sengaja ke TPU nya gak hari sabtu dan minggu, karena ya pasti ramai. Ini kebetulan adik dari luar kota pada datang, jadi sekalian mengunjungi makam Ibu,” kata Zaki (56), salah satu peziarah.

    Hal yang sama dilakukan oleh peziarah yang lain, Yuda (54), yang berziarah ke makam orang tua dan adiknya.

    Ia mengatakan, tradisi mengunjungi makam saat menjelang bulan puasa menjadi salah satu kebiasaan yang sering dilakukannya.

    “Ya, ini kan namanya tradisi ya. Tapi saya pribadi gak hanya saat menjelang puasa aja, kalau kangen atau kalau lagi mereka (orang tua atau adik) ulang tahun, ya saya datang. Sekedar lepas kangen saja sih. Jadi nggak harus pas banget di bulan puasa ini,” kata Yuda. 

  • Begal Payudara Beraksi di Pesanggrahan Jakarta Selatan, Polisi Buru Pelaku – Halaman all

    Begal Payudara Beraksi di Pesanggrahan Jakarta Selatan, Polisi Buru Pelaku – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aksi begal payudara kembali terjadi terhadap wanita di kawasan perkampungan warga tepatnya di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

    Aksi tersebut terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.

    Dari video itu, terlihat seorang wanita tengah berjalan seorang diri di jalan tersebut.

    Tiba-tiba, dari arah belakang korban, mucul seorang pria yang mengendarai sepeda motor dan mendekati korban.

    Tak lama, pelaku pun langsung melakukan hal cabul tersebut dengan memegang payudara korban dan langsung pergi meninggalkan lokasi.

    Terkait itu, Polsek Pesanggrahan sendiri sudah mengetahui terkait hal itu dan langsung memeriksa ke lokasi kejadian.

    “Anggota sedang ke TKP (tempat kejadian perkara untuk pendalaman,” kata Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam saat dihubungi, Senin (24/2/2025). 

    Adapun diketahui insiden begal payudara terjadi pada Minggu (23/2/2025) kemarin.

    Meski begitu, korban hingga kini belum membuat laporan atas hal yang ia terima.

    Namun demikian, Seala menegaskan pihaknya tetap menyelidiki kasus tersebut.

    Dia mengatakan pelaku cabul tersebut akan diburu. 

    “Anggota tetap menyusuri TKP unjuk menumpulkan info dan CCTV. Pasti diburu (pelaku), nggak ada ruang untuk segara bentuk kriminal,” tegasnya. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

     

     

  • Pemuda di Bekasi Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Depresi Karena Judi Slot – Halaman all

    Pemuda di Bekasi Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Depresi Karena Judi Slot – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI- Diduga karena depresi, seorang pemuda berinisial THP (27) ditemukan tewas gantung diri pangkalan gas elpiji 3 Kg di Jalan Bintara VIII, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat.

    Jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi berinisial S (57) pada Minggu (23/2/2025) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

    “Penemuan mayat tersebut dilaporkan ke polisi pada Senin, tanggal 24 Februari pukul 04.23,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.

    Ade Ary menjelaskan, peristiwa ini bermula saat S beberapa kali dihubungi oleh kekasih THP yang mencari keberadaan korban.

    S kemudian berinisiatif mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan melihat sepeda motor korban di area parkir.

    “Kemudian mendapati korban sudah dalam keadaan menggantung di pintu dengan posisi tali melilit di leher korban,” ujar Kabid Humas.

    Saksi S lalu melaporkan penemuan jasad korban ke pengurus RT setempat dan menghubungi keluarga THP.

     

    “Menurut hasil interogasi awal bahwa korban meninggal dunia dikarenakan depresi karena bermain judi slot online,” ungkap Ade Ary.

     

     

    Disclaimer

    Berita di atas tidak bertujuan menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa.

    Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

    Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

    Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

    Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: 

    https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

     

     

  • Saat Ditanya Apakah Siap Ditahan Bareskrim Polri, Begini Jawaban Kades Kohod – Halaman all

    Saat Ditanya Apakah Siap Ditahan Bareskrim Polri, Begini Jawaban Kades Kohod – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala desa atau Kades Kohod Arsin memenuhi panggilan pertama penyidik Bareskrim sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen SHGB pagar laut di Tangerang, Banten.

    Arsin yang mengenakan masker dan topi diam seribu bahasa saat awak media menghujani sejumlah pertanyaan.

    Dia berjalan masuk ke dalam gedung Bareskrim Polri didampingi kuasa hukumnya Yunihar.

    Arsin terlihat tidak membawa dokumen.

    Saat ditanya apakah siap ditahan setelah diperiksa nanti, Arsin bungkam.

    Kuasa hukum Arsin, Yunihar mengatakan kedatangannya ke Bareskrim sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat yang patuh hukum.

    “Hari ini kami hadir di sini menunjukkan kooperatif ya, kami kooperatif, kita ikuti aturan dan mekanisme yang ada,” ucap Yunihar kepada wartawan.

    Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro sebelumnya menyampaikan pihaknya akan memeriksa Kades Kohod Arsin dan tiga tersangka lain kasus pagar laut di Tangerang pada Senin (24/2/2025).

    Menurutnya, pemeriksaan itu guna mengumpulkan bukti perkara dugaan pemalsuan dokumen Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

    “Kita lihat yang jelas minggu depan (diperiksa) kami mengundang, kalau nggak salah hari Senin atau Selasa sudah kita panggil,” ucap Djuhandhani kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025).

    Dia menuturkan surat pemanggilan sudah disampaikan kemarin.

    Djuhandhani berujar surat panggilan memang paling tidak tiga hari sebelumnya.

    “Semoga hari Senin datang ya,” imbuhnya.

    Duduk Perkara

    Dittipidum Bareskrim Polri sebelumnya menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen SHGB dan SHM di kasus pagar laut Tangerang. 

    Keempat tersangka itu yakni di antaranya Kepala Desa Kohod Arsin, Sekretaris Desa Kohod Ujang Karta, dan dua orang lain berinisial SP dan CE. 

    SP selaku Penerima kuasa, dan CE Penerima Kuasa.

    Adapun penetapan tersangka ini setelah penyidik melakukan gelar perkara usai memintai sejumlah keterangan saksi dan menyita barang bukti dalam proses penyidikan. 

    Empat tersangka ini kaitannya masalah terkait pemalsuan, di mana pemalsuan beberapa surat dokumen untuk permohonan hak atas tanah.

    Adapun peran keempat tersangka itu yakni secara bersama-sama memalsukan surat-surat tersebut.

    Diduga keempatnya telah bersama-sama membuat dan menggunakan surat palsu berupa girik, surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah, surat pernyataan tidak sengketa, surat keterangan tanah, surat keterangan kesaksian.

    Kemudian surat kuasa pengurusan permohonan sertifikat dari warga desa kohod, dan dokumen lain yang dibuat oleh Kades dan Sekdes Kohod sejak Desember 2023 sampai dengan November 2024.

    Para tersangka membuat seolah-olah pemohon mengajukan permohonan melalui jasa surveyor ke Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang.

  • Terungkap Alasan Pihak SMAN 6 Depok Nekat Abaikan Imbauan Dedi Mulyadi Terkait Study Tour – Halaman all

    Terungkap Alasan Pihak SMAN 6 Depok Nekat Abaikan Imbauan Dedi Mulyadi Terkait Study Tour – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JABAR – SMAN 6 Kota Depok mengungkap alasan mengapa study tour tetap dilakukan meski sudah mendapat imbauan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

    Humas SMAN 6 Kota Depok, Syahri Ramadhan menyebut hal itu karena akan berdampak protes dari orang tua siswa yang sudah membayar.

    Di samping itu, Syahri mengatakan imbauan dari Dedi Mulyadi baru dilontarkan sehari sebelum ratusan siswa itu berangkat.

    Sehingga, hasil rembukan dengan guru, komite sekolah hingga orang tua siswa diputuskan untuk tetap berangkat.

    “Apa langkah selanjutnya dengan adanya video imbauan dari Pak Gubernur ini? Pada saat itu memang kami mempertimbangkan apabila ini lanjut, apa yang menjadi dampak. Apabila ini kita stop H-1, apa impact-nya,” kata Syahri kepada wartawan, Senin (24/2/2025).

    “Pada saat itu pertimbangannya adalah H-1, dimana kita sudah membayarkan pembiayaan-pembiayaan dan sebagainya ke pihak travel,” sambungnya.

    Syahri mengatakan jika pihak sekolah membatalkan perjalanannya, maka sesuai perjanjian, pihak travel hanya akan mengembalikan uang sebesar 25 persen yang akan menimbulkan polemik.

    “Artinya kalau kita mau mengembalikan pembiayaan ini ke orangtua siswa, orangtua siswa akan hanya menerima 25 persen, itu kan berpotensi menjadi polemik. Pasti orang tua murid yang sudah bayar, ‘kok kita nggak jadi tapi dikembalikan uangnya segini’, Itulah pertimbangannya,” tuturnya.

    Dia pun menjelaskan perjalanan ratusan siswa ke tiga daerah ini bukan untuk liburan, melainkan untuk belajar dengan kampus-kampus yang bekerja sama dengan sekolah hingga tinggal di rumah penduduk di desa-desa.

    “Aktivitas mereka adalah mengikuti aktivitas penduduk di sekitarnya. Apa sih kegiatannya? melakukan observasi lingkungan baik lingkungan alam maupun budaya setempat. Kemudian, hasil akhirnya nanti mereka akan menyusun sebuah laporan bentuk karya tulis ilmiah seperti itu,” jelasnya.

    Sebelumnya, Dedi Mulyadi resmi mencopot Kepala SMAN 6 Depok, Siti Faizah pada hari pertamanya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Kamis (20/2/2025).

    Pencopotan ini, terjadi setelah SMAN 6 Depok tetap memberangkatkan siswanya untuk mengikuti study tour ke Jawa Timur dan Bali.

    Padahal Dedi Mulyadi sudah melarang study tour SMAN 6 Depok karena dinilai memberatkan.

    “Hari ini (kemarin, red) sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMA Negeri 6 Depok karena dia melanggar surat edaran gubernur yang tidak boleh siswanya bepergian ke luar provinsi,” kata Dedi Mulyadi dikutip dari Kompas.com.

    Pelarangan kegiatan study tour SMAN 6 Depok hingga berujung pencopotan jabatan Siti Faizah sebagai kepala sekolah, bermula dari laporan sejumlah pihak.

    Kepada Dedi Mulyadi, mereka mengeluhkan biaya study tour SMAN 6 Depok yang cukup mahal, yaitu Rp 3,8 juta.

    Jika ditambah uang saku dan jajan, maka orang tua harus merogoh kocek sekira Rp 4,5 juta hingga Rp 5,5 juta. 

    Angka tersebut, jauh lebih besar dari UMR Depok tahun 2025 yang mencapai Rp 5,1 juta.

    “Saya meminta kepada Kepala SMAN 6 Depok, enggak usah deh study tour-nya,” kata Dedi, Sabtu (15/2/2025).

    Menurut Dedi, dikutip dari Kompas.com, study tour adalah sebuah orientasi berpikir yang bisa digunakan untuk dunia pendidikan. 

    Selain itu mengarahkan anak-anak dalam melakukan pengkajian, penelitian, pada sebuah tempat yang dikunjungi. 

    Sementara jika pergi ke tempat-tempat rekreatif, itu bukan study tour, melainkan piknik atau berwisata. 

    “Sudahlah enggak usah pakai kalimat studi-studian. Itu namanya piknik,” ujarnya.

     

     

  • 2.912 Personel Gabungan Amankan Sidang Pembacaan Putusan 40 Perkara PHPU Kepala Daerah di MK – Halaman all

    2.912 Personel Gabungan Amankan Sidang Pembacaan Putusan 40 Perkara PHPU Kepala Daerah di MK – Halaman all

    Polisi mengerahkan 2.912 personel gabungan mengamankan sidang pembacaan putusan 40 perkara PHPU kepala daerah tahun 2024

    Tayang: Senin, 24 Februari 2025 12:32 WIB |
    Diperbarui: Senin, 24 Februari 2025 12:32 WIB

    Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow

    Polisi mengerahkan 2.912 personel gabungan mengamankan sidang pembacaan putusan 40 perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kepala Daerah Tahun 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (24/2/2025). 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polisi mengerahkan 2.912 personel gabungan mengamankan sidang pembacaan putusan 40 perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kepala Daerah Tahun 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (24/2/2025).

    Pengamanan dilakukan secara ketat di gedung MK hingga kawasan sekitar Monas (monumen nasional), Jakarta Pusat. 

    “Kami telah menyiapkan pola pengamanan yang ketat dan humanis guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan di sekitar Mahkamah Konstitusi,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan.

    Polisi juga bersinergi dengan seluruh pihak termasuk TNI dan stakeholder terkait.

    Mantan Kapolsek Metro Gambir ini mengatakan, personel yang bertugas tidak diperkenankan membawa senjata api. 

    Sedangkan rekayasa lalu lintas di sekitar gedung MK situasional. 

    Polisi mengimbau masyarakat agar sama-sama menjaga ketertiban. 

    Diketahui, MK menggelar sidang pembacaan putusan 40 perkara sengketa Pilkada 2024 hari ini.

    Perkara-perkara tersebut merupakan perkara yang dinyatakan lanjut oleh MK melalui sidang dismissal dan telah selesai dilakukan pemeriksaan lanjutan. 

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini