Category: Tribunnews.com Metropolitan

  • Prajurit TNI AL Terdakwa Kasus Penembakan Bos Rental Tak Curiga Harga Mobil Jauh di Bawah Pasaran – Halaman all

    Prajurit TNI AL Terdakwa Kasus Penembakan Bos Rental Tak Curiga Harga Mobil Jauh di Bawah Pasaran – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Terdakwa kasus penembakan bos rental mobil Prajurit TNI AL Kelasi Kepala KLK Bambang Apri Atmojo tak menaruh rasa curiga atas harga mobil yang dijual jauh di bawah pasaran.

    Mobil dipesan melalui Hendri, kawan lama terdakwa di Kampung Lampung Utara.

    Hasilnya, Hendri dan terdakwa Sertu Akbar Adli mendapati mobil tanpa BPKB.

    Mobil tersebut didapati dari kenalan Hendri yang bernama Isra (saksi 17) dan Ajat Supriatna (saksi 18).

    Lalu, Ajat menyewa sebuah mobil Honda Brio dari CV Makmur Jaya Rental Mobil milik korban yang meninggal, yakni Ilyas, di Tangerang.

    Mobil itu kemudian ditawarkan kepada Bambang melalui Hendri.

    “Berapa terdakwa beli mobil?” tanya oditur dalam sidang lanjutan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta Timur, Senin, 3 Februari 2025.

    “Rp 39 juta,” jawab terdakwa Bambang.

    “Pantas tidak harga segitu? Apakah saudara tidak curiga itu dari hasil kejahatan?” tanya oditur lagi. “Tidak kurang tahu, kami belum pernah beli mobil,” ujar Bambang.

    Terdakwa mengakui pernah melihat harga mobil Sigra maupun Brio dalam platform Google di atas Rp 150 juta.

    Namun, terkait pembelian mobil dari Hendri, tidak ada kecurigaan sama sekali.

    Setelah oditur kembali bertanya kepada terdakwa dengan pengetahuan dari Google terkait harga, apakah masih tak ada rasa curiga. “Siap, tidak wajar,” tukasnya.

    Pembunuhan Berencana

    Oditurat Militer Jakarta telah menjatuhkan dakwaan terhadap tiga oknum anggota TNI AL, Kelasi Kepala Bambang Apri Atmojo, Sertu Akbar Adli, dan Sertu Rafsin Hermawan, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta Timur pada Senin, 10 Februari 2024.

    Dakwaan itu terkait aksi penembakan yang terjadi di Rest Area KM 45 Jalan Tol Tangerang-Merak, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang pada Kamis, 2 Januari 2025 lalu.

    Dalam sidang, terdakwa Apri Atmojo dan Akbar Adli didakwa pasal primer yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

    Selanjutnya, terdakwa Sertu Rafsin Hermawan didakwa dengan pasal 480 ke-1 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP tentang penadahan.

    “Berpendapat bahwa perbuatan para terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana,” kata Oditur Militer Mayor Gori Rambe dalam persidangan.

    Dalam hal ini, terdakwa Bambang Apri Atmojo dan Akbar Adli terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

    Sementara terdakwa Rafsin Hermawan terancam hukuman paling empat tahun penjara.

    “Agar perkara para terdakwa tersebut dalam surat dakwaan ini diperiksa dan diadili di persidangan Pengadilan Militer II-08 Jakarta dengan permohonan para terdakwa tetap ditahan,” ucap Gori.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Reses di Pademangan, Brando dan PAM Jaya Kolaborasi Hadirkan Air Bersih dan Siap Minum – Halaman all

    Reses di Pademangan, Brando dan PAM Jaya Kolaborasi Hadirkan Air Bersih dan Siap Minum – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi DKI Jakarta terus konsisten menyerap aspirasi masyarakat guna mendengarkan langsung keluhan yang terjadi di lingkungan dan dirasakan oleh warga.

    Wakil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Brando Susanto mengatakan, dirinya tengah memperjuangkan aspirasi masyarakat Jakarta Utara terkait penanganan air bersih di Kelurahan Pademangan Timur.

    Beberapa bulan sebelumnya, masyarakat sempat kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

    Dalam resesnya yang digelar di RW 012, Pademangan Timur, pada Februari lalu, Brando menyampaikan bahwa dirinya terus berupaya melakukan koordinasi dan kolaborasi yang baik dengan Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, agar aspirasi masyarakat segera ditindaklanjuti.

    Hal ini terutama menyangkut air yang merupakan kebutuhan vital warga Jakarta.

    “Dari kolaborasi baik itu, kesulitan pasokan air bersih sudah tidak lagi dirasakan oleh warga. Bahkan, di beberapa wilayah, air PAM tidak hanya dinikmati untuk mandi, tetapi juga bisa diminum secara langsung. Saat ini, ada 1.500 KK di RW 012 Pademangan Timur yang telah mendaftar untuk pemasangan PAM baru secara gratis,” ujar Brando di hadapan warga RW 010 dan 012 Pademangan Timur.

    Sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan, Brando Susanto juga mengajak PAM Jaya untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Kelurahan Pademangan Timur.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi tentang pelayanan air minum serta manfaat mengonsumsi air minum PAM Jaya bagi masyarakat Jakarta.

    Brando menegaskan bahwa Fraksi PDI Perjuangan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhannya secara langsung dalam kegiatan reses anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan.

    “Seluruh masyarakat berhak mendapatkan akses yang terbaik. Tidak boleh ada ketimpangan, jangan ada lagi yang merasa lemah dan terpinggirkan. Setiap tetes air PAM harus bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga,” ungkap Brando Susanto pada Minggu (2/3/2025).

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua RW 012 Pademangan Timur, Overus, menyampaikan terima kasih atas respons cepat Brando Susanto terhadap keluhan warga. Brando telah melakukan koordinasi bersama PAM Jaya sehingga kesulitan air bersih di wilayahnya kembali normal.

    “Mewakili warga RW 012, kami memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Brando karena responsif terhadap kesulitan air bersih di RW kami. Sebelumnya, hampir tiga bulan air tidak mengalir karena masalah pipa. Namun, setelah diperjuangkan oleh Pak Brando saat bertemu langsung dengan Direktur Utama PAM Jaya, keluhan kami akhirnya teratasi,” ujar Overus.

    Overus menceritakan bahwa saat ini RW 012 Pademangan Timur rencananya akan dialiri air bersih oleh PAM Jaya yang juga bisa diminum. Rencana tersebut mendapat respons positif dari warga, yang berharap tidak ada lagi kesulitan air di masa mendatang.

    “Pak Brando juga yang memperjuangkan dan mendampingi langsung sekitar 1.500 KK di wilayah kami untuk mendaftar pemasangan PAM baru secara gratis. Semoga perjuangan untuk kemaslahatan masyarakat terus diupayakan, apalagi menyangkut air yang merupakan kebutuhan sehari-hari,” tuturnya. (Tribunnews.com/Hasanudin Aco)

     

  • Daftar 38 RT di Jakarta yang Dilanda Banjir Pagi Ini – Halaman all

    Daftar 38 RT di Jakarta yang Dilanda Banjir Pagi Ini – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hingga pukul 07.00 WIB, Senin (3/3/2025), 38 RT (rukun tetangga) di Jakarta dilanda banjir.

    Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mencatat 38 RT yang  dilanda banjir karena adanya hujan deras yang mengguyur wilayah kawasan hulu di Bogor Jawa Barat pada Minggu (2/3/2025) malam.

    Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji menuturkan tinggi air yang menerjang warga bervariasi mulai dari 40 sentimeter hingga 370 sentimeter.

    Penyebab banjir karena luapan Sungai Ciliwung setelah terjadi hujan deras di wilayah Bogor, Jawa Barat.

    “BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 38 RT dan ada 30 jiwa pengungsi di SDN Kampung Melayu 01/02, Jakarta Timur,” ujar Isnawa.

    Isnawa mengatakan, petugas telah memberikan bantuan berupa 1.000 boks nasi. Di sisi lain, petugas masih menginventarisir kebutuhan dari penyintas banjir yang berada di pengungsian ataupun bertahan di rumah.

    Menurutnya, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah.

    Petugas juga mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.

    “Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” imbuhnya.

    Iswana menjelaskan, hujan yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (2/3/2025) malam menyebabkan kenaikan Bendung Katulampa menjadi siaga 3 (Waspada) Pukul 20:20 WIB, siaga 2 (Siaga) Pukul 20:40 WIB, siaga 1 (Bahaya) Pukul 21:30 WIB.

    Kemudian Pos Pantau Depok menjadi siaga 3 (Waspada) Pukul 21:40 WIB, siaga 2 (Siaga) Pukul 00:00 WIB, siaga 1 (Bahaya) Pukul 00:30 WIB.

    Lalu Pos Pantau Angke Hulu menjadi siaga 3 (Waspada) Pukul 23: 00 WIB dan Pos Pantau Pesanggrahan menjadi siaga 3 (Waspada) Pukul 19:00 WIB, serta menyebabkan terjadinya beberapa genangan dan banjir di wilayah DKI Jakarta.

    BPBD DKI mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.

    Dalam keadaan darurat segera hubungi nomor telepon 112.

    “Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” pungkasnya. 

    Berikut data wilayah yang terkena banjir di Jakarta : 

    Jakarta Selatan terdapat 18 RT yang terdiri dari:

    – Kelurahan Tanjung Barat

    * Jumlah: 4 RT
    * Ketinggian: 40 s.d 180 cm
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

    Kelurahan Pengadegan

    * Jumlah: 1 RT
    * Ketinggian: 130 cm
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

    Kelurahan Rawajati

    * Jumlah: 7 RT
    * Ketinggian: 100 s.d 220 cm
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

    Kelurahan Pejaten Timur

    * Jumlah: 6 RT
    * Ketinggian: 350 s.d 370 cm
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

    Jakarta Timur terdapat 20 RT yang terdiri dari:

    – Kelurahan Bidara Cina
    * Jumlah: 3 RT
    * Ketinggian: 160 s.d 170 cm
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

    – Kelurahan Kampung Melayu
    * Jumlah: 4 RT
    * Ketinggian: 150 cm
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

    – Kelurahan Balekambang
    * Jumlah: 3 RT
    * Ketinggian:170 s.d 230 cm
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

    – Kelurahan Cawang
    * Jumlah: 5 RT
    * Ketinggian: 220 cm
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

    – Kelurahan Cililitan
    * Jumlah: 2 RT
    * Ketinggian: 100 s.d 200 cm
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

    – Kelurahan Gedong
    * Jumlah: 3 RT
    * Ketinggian: 80 s.d 200 cm
    * Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

    Sedangkan Wilayah yang sudah surut sebagai berikut:

    1. Kelurahan  Srengseng Sawah: 2 RT
    2. Kelurahan  Lenteng Agung: 3 RT

     

     

  • Calon Ketua RW Jadi Pengedar Narkoba di Penjaringan Jakarta Utara, Bagi-bagi Sabu ke Simpatisan – Halaman all

    Calon Ketua RW Jadi Pengedar Narkoba di Penjaringan Jakarta Utara, Bagi-bagi Sabu ke Simpatisan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – AS (39), calon Ketua RW di Penjaringan, Jakarta Utara ditangkap aparat Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

    Ia ditangkap karena mengedarkan Narkoba jenis sabu kepada warga di RW 12 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

    AS mengedarkan narkoba ketika dirinya tengah maju sebagai calon ketua RW di tempat tinggalnya beberapa waktu lalu.

    “Ada calon Ketua RW 12 Kelurahan Penjaringan. Ini perlu kita sikapi masyarakat. Kita perlu mencegah orang-orang yang ternyata pengedar, agar jangan sampai menjadi calon pejabat di wilayahnya setingkat RT atau RW,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Martuasah H Tobing saat dikonfirmasi, Minggu (2/3/2025). 

    Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sigit mengatakan, AS ditangkap setelah polisi menelusuri ada peredaran sabu-sabu yang terjadi di lingkungan warga RW 12 Kelurahan Penjaringan.

    Hasil pengembangan, ternyata pengedarnya adalah AS, yang kala itu telah mencalonkan diri sebagai ketua RW.

    Tak cuma mengedarkan, AS nyatanya juga mengkonsumsi barang haram tersebut.

    “Barang buktinya pada saat itu 4 klip sabu-sabu. Jumlahnya cukup besar, sekitar 4 gram,” kata Sigit.

    “Pada saat kita amankan itu, untuk urine dari tersangka juga positif (sabu),” ujarnya.

    Simpatisan Dicekoki Sabu

    AS mengaku bila dirinya mencekoki sabu kepada simpatisan yang sedang memasang spanduk pencalonannya.

    AS pun mengaku dirinya nekat membeli sabu dengan uang pribadi untuk dibagikan kepada warganya.

    “Anak buah kita pada doyan begitu (sabu), kita beli terus kita cak 12, sisa 8 paket. Ngecaknya di rumah,” kata AS ketika dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

    AS mengaku sudah mengedarkan sabu-sabu kepada warga di lingkungan rumahnya selama 6 bulan.

    Diduga, ia rela memenuhi permintaan beberapa anak buahnya itu untuk mencari suara dalam rangka pemilihan ketua RW.

    Terakhir kali ia membagikan sabu itu adalah ketika beberapa warganya sedang memasang banner pencalonan dirinya sebagai ketua RW.

    “Pas mau pemilihan aja dan jalan sudah 6 bulanan, alasannya ya untuk membagi-bagikan. Jadi anak buah saya doyan, pas mau pasang banner minta itu, terus saya belikan ke bandar,” kata dia.

    Atas perbuatannya, AS dijerat pasal terkait peredaran narkoba sebagaimana diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

    Yang bersangkutan terancam hukuman 5 tahun penjara atau maksimal seumur hidup.

    (Tribunjakarta.com/ Gerald Leonardo/ Kompas.com)

    Sebagian dari artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Pengakuan Calon Ketua RW yang Edarkan Narkoba di Penjaringan: Bagi-bagi Sabu karena Warga Doyan

  • Calon Ketua RW di Penjaringan Jakut Bagi-bagi Sabu Demi Menang Saat Pemilihan, Alasannya Warga Doyan – Halaman all

    Calon Ketua RW di Penjaringan Jakut Bagi-bagi Sabu Demi Menang Saat Pemilihan, Alasannya Warga Doyan – Halaman all

    ​Laporan Wartawan Tribun Jakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polisi menangkap AS (39), seorang pria yang mengedarkan narkoba menjelang pemilihan ketua RW di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut).

    AS, yang juga mencalonkan diri dalam pemilihan ketua RW itu, nekat membagikan narkoba jenis sabu kepada warganya ketika memasang spanduk pencalonannya.

    Hal ini diungkapkan AS ketika dihadirkan dalam konferensi pers di Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Di hadapan awak media, AS mengakui bahwa dirinya nekat membeli sabu dengan uang pribadi untuk dibagikan kepada warganya.

    “Anak buah kita pada doyan begitu (sabu), kita beli terus kita cak 12, sisa 8 paket. Ngecaknya di rumah,” kata AS, dikutip Minggu (2/3/2025).

    AS mengaku sudah mengedarkan sabu-sabu kepada warga di lingkungan rumahnya di RW 12 Penjaringan, Jakarta Utara, selama 6 bulan.

    Diduga, ia rela memenuhi permintaan beberapa anak buahnya itu untuk mencari suara dalam rangka pemilihan ketua RW.

    Terakhir kali ia membagikan sabu itu adalah ketika beberapa warganya sedang memasang banner pencalonan dirinya sebagai ketua RW.

    “Pas mau pemilihan aja dan jalan sudah 6 bulanan, alasannya ya untuk membagi-bagikan. Jadi anak buah saya doyan, pas mau pasang banner minta itu, terus saya belikan ke bandar,” kata dia.

    Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sigit mengatakan, AS ditangkap setelah polisi menelusuri ada peredaran sabu-sabu yang terjadi di lingkungan warga RW 12 Kelurahan Penjaringan.

    Hasil pengembangan, ternyata pengedarnya adalah AS, yang kala itu telah mencalonkan diri sebagai ketua RW. Tak cuma mengedarkan, AS nyatanya juga mengkonsumsi barang haram tersebut.

    “Barang buktinya pada saat itu 4 klip sabu-sabu. Jumlahnya cukup besar, sekitar 4 gram,” kata Sigit.

    “Pada saat kita amankan itu, untuk urine dari tersangka juga positif (sabu),” sambungnya.

    Atas perbuatannya, AS dijerat pasal terkait peredaran narkoba sebagaimana diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

    Yang bersangkutan terancam hukuman 5 tahun penjara atau maksimal seumur hidup.

  • Taman Softball GBK Kini Disulap Jadi Tempat Ngabuburit Menunggu Berbuka Warga Jakarta – Halaman all

    Taman Softball GBK Kini Disulap Jadi Tempat Ngabuburit Menunggu Berbuka Warga Jakarta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jika Anda suka jogging atau olahraga lain di kompleks Gelora Bung Karno di kawasan Senayan, Jakarta, ada pemandangan baru yang terlihat di Minggu ini.

    Area Taman Softball GBK selama Ramadhan ini disulap jadi tempat nongkrong buat ngabuburit menunggu beduk berbuka.

    Tampilan Taman Softball GBK ini berubah jadi gaul dengan open foodcourt berkonsep piknik dengan nama Sundown Markette.

    Ruang publik ini menjadi sangat fungsional dengan dilengkapi bangku dan meja untuk menghadirkan interaksi yang akrab sekaligus mendatangkan pengalaman baru bagi siapa saja yang datang ke sini.

    Dian Puspita Sari, Managing Director Sundown Markette, mengatakan konsep open foodcourt ini sengaja dihadirkan selama Ramadhan di Taman Softball GBK dan dikelola oleh 370 organizer.

    Tempat ini sengaja mengusung suasana santai dengan langit terbuka demi menciptakan tempat berkumpul yang nyaman bagi warga Jakarta.

    Lokasinya yang strategis di tengah kota dan mudah diakses dari Halte Transjakarta dan Stasiun MRT, serta tidak jauh dari Stasiun Palmerah bagi yang naik KRL, membuat Sundown Markette jadi tempat yang asyik untuk ngabuburit menunggu momen berbuka puasa atau bersantai selepas shalat Tarawih.

    Menurut Dian, pihak pengelola mengoperasikan Sundown Markette setiap hari mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB.

    Untuk memancing minat anak muda, kuliner yang dihadirkan di sini adalah yang khas Ramadhan dengan konsep yang lebih hangat dan penuh kebersamaan.

    Total saat ini terdapat sekitar 40 tenant kuliner yang turut meramaikan festival ini, umumnya menyediakan beragam menu Nusantara.

    Panitia festival juga membagikan 100 porsi takjil gratis setiap hari dengan dukungan dari Semen Indonesia Group, yang diharapkan menambah semarak dan nilai kebersamaan selama Ramadhan ini.

    Dukungan dari perusahaan yang sama, pengelola juga sudah menyediakan mushala untuk ibadah shalat pengunjung.

    “Kehadiran acara ini bukan hanya sekadar menawarkan tempat berkumpul yang nyaman, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM lokal untuk mengembangkan usahanya, “ujar Dian Puspita Sari.

    “Kami berharap Sundown Markette bisa menjadi event tahunan yang memeriahkan bulan Ramadhan. Tidak hanya bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga bagi masyarakat luas yang ingin menikmati pengalaman berburu kuliner khas Ramadhan,” imbuh Dian.

    Ke depan, konsep unik dan atmosfer menyenangkan yang diusung Sundown Markette diharapkan bisa menjadikan tempat ini jadi destinasi favorit baru bagi warga Jakarta selama bulan suci Ramadhan.

  • Jajanan Takjil Tumpah Ruah di Benhil Jakpus, Makin Sore Semakin Dipadati Warga – Halaman all

    Jajanan Takjil Tumpah Ruah di Benhil Jakpus, Makin Sore Semakin Dipadati Warga – Halaman all

    Banyak masyarakat yang berburu takjil sejak pukul 16.00 WIB atau sekitar 2 jam sebelum waktu berbuka puasa. 

    Tayang: Sabtu, 1 Maret 2025 18:14 WIB

    Tribunnews/Danang Triatmojo

    BERBURU TAKJIL – Bazar takjil dadakan yang berdiri tepat di depan Balai Warga RW 01 Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, jadi buruan warga sekitar pada Sabtu (1/3/2025). Banyak masyarakat yang berburu takjil sejak pukul 16.00 WIB atau sekitar 2 jam sebelum waktu berbuka puasa 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bazar takjil dadakan yang berdiri tepat di depan Balai Warga RW 01 Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, jadi buruan warga sekitar pada Sabtu (1/3/2025).

    Banyak masyarakat yang berburu takjil sejak pukul 16.00 WIB atau sekitar 2 jam sebelum waktu berbuka puasa. 

    Kawasan Bendungan Hilir atau Benhil memang kerap dikunjungi baik warga sekitar maupun masyarakat lain karena menjajakan limpahan makanan ringan atau berat.

     

    Berdasarkan pantauan Tribunnews.com sekitar pukul 16.45 WIB, bazar dadakan yang berisi berbagai macam menu takjil sudah dikerubungi oleh masyarakat. 

     

    Bahkan banyak juga warga yang harus antre demi bisa membeli takjil incarannya. 

     

    Beberapa takjil – takjil yang nampak dijajakan seperti bubur kampiun, aneka makanan tradisional, batagor, bubur safar, es kelapa muda, aneka gorengan, nasi gudeg, minuman buah, tempe mendoan, dan banyak lainnya. 

    Arus lalu lintas di lokasi terlihat padat merayap imbas banyak masyarakat menyeberang jalan dan memenuhi area bazar yang berlokasi tepat di tengah pertigaan.

    Beberapa petugas kepolisian juga nampak mengatur arus lalu lintas. Saat waktu menunjukkan pukul 17.08 WIB, masyarakat makin memadati kawasan Benhil ini. 

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Ciri-Ciri Ayam Potong Gelonggongan yang Wajib Diketahui – Halaman all

    Ciri-Ciri Ayam Potong Gelonggongan yang Wajib Diketahui – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap praktik ilegal penjualan ayam potong gelonggongan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

    Penangkapan ini dilakukan pada Kamis, 27 Februari 2025.

    Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Hasudungan A Sidabalok menjelaskan bahwa pelaku menggunakan air kotor untuk memasukan cairan ke dalam tubuh ayam.

    “Karena air kotor disuntikan ke daging ayam, otomatis ayam tersebut terkontaminasi bakteri yang ada di dalam, pertama itu,” ungkapnya, Jumat (28/2/2025), dikutip dari Wartakotalive.com.

    Hasudungan memaparkan beberapa ciri ayam gelonggongan yang dapat membantu konsumen mengenali ayam yang tidak layak konsumsi:

    Ayam gelonggongan terlihat lebih basah dan berukuran lebih besar dibandingkan ayam biasa yang tampak lembap.

    Ayam gelonggongan memiliki bau amis yang tidak wajar.

    Kulit ayam gelonggongan lebih licin akibat banyaknya air.

    Ketika digantung, ayam gelonggongan akan mengeluarkan tetesan air, sedangkan ayam normal tidak.

    Saat dimasak, ayam gelonggongan akan menyusut dan mengeluarkan banyak air.

    Dampak Kesehatan

    Hasudungan menekankan bahwa konsumsi ayam gelonggongan dapat berisiko bagi kesehatan, karena terkontaminasi bakteri. 

    Air kotor tersebut dapat mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella dan Escherichia coli (E-coli).

    “Air yang digunakan itu berasal dari air kotor, karena air kotor disuntikkan ke daging ayam, otomatis ayam tersebut terkontaminasi bakteri yang ada di air kotor tersebut,” kata Hasudungan. 

    Penangkapan Pelaku

    Polisi menangkap pelaku berinisial Soyib (32), yang diketahui telah berjualan ayam gelonggongan sejak 2021.

    Dalam sehari, Soyib dapat menjual hingga 200 ekor ayam dengan omzet mencapai Rp10 juta.

    Namun, perlu diketahui, Soyib bukanlah pemilik rumah potong, melainkan hanya seorang pekerja.

    Dari hasil pemeriksaan, Soyib mempelajari teknik penggelonggongan ayam dari rekannya yang sebelumnya bekerja di lokasi yang sama.

    “Di sini, dia memang sudah lama mengetahui hal ini. Dia (Soyib belajar) melihat dari teman-temannya yang dahulu di sini,” kata Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Bima Sakti.

    Bima juga menjelaskan alasan Soyib bekerja di rumah ayam potong gelonggongan itu, yakni karena ingin meraih keuntungan sebesar-besarnya.

    “Mencari keuntungan yang lebih dari berat normal atau HET (harga eceran tertinggi) dan dijadikan tambahan, (keuntungan) 20 sampai 30 persen,” kata Bima.

    Atas perbuatannya, Soyib dijerat dengan Pasal 62 Ayat (1) jo Pasal 8 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 12 miliar.

    Tindakan Hukum

    Soyib dijerat dengan Pasal 62 Ayat (1) jo Pasal 8 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 12 miliar.

    Polisi juga menyita barang bukti berupa ayam yang sudah dan belum disuntik air, jarum suntik, selang air, dan kuitansi penjualan.

    Pihak kepolisian masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam praktik ilegal ini, termasuk pemilik tempat pemotongan ayam yang diduga mengetahui kegiatan tersebut.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Kakorlantas Siapkan Beberapa Skenario Kelola Kepadatan Arus Lalu Lintas Saat Mudik – Halaman all

    Kakorlantas Siapkan Beberapa Skenario Kelola Kepadatan Arus Lalu Lintas Saat Mudik – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryo Nugroho menjelaskan kesiapan Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2025.

    Ia mengingatkan cara bertindak harus disesuaikan karena adanya jalan tol fungsional. 

    Pernyataan itu disampaikan usai rapat bersama jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat mengenai kesiapan Operasi Ketupat 2025.

    Kakorlantas menyebut beberapa skenario dan cara bertindak disiapkan untuk mengelola kepadatan arus lalu lintas pada momen libur Lebaran 2025.

    “Hari ini kita membahas tentang bagaimana kita bisa menciptakan proses Operasi Ketupat nanti lancar tertib dan aman maka dari itu ada beberapa evaluasi-evaluasi tahun lalu yang tentunya cara bertindak tahun ini mungkin ada perbedaan,” ujar Kakorlantas, Sabtu (1/3/2025). 

    Perbedaan cara bertindak dalam Operasi Ketupat tahun ini terlihat pada kemungkinan Tol Japek Selatan II yang rencananya akan difungsionalkan membantu mengurai kepadatan kendaraan pada arus balik. 

    Dalam satu jam, tol fungsional ini bisa mengalirkan 1.000 kendaraan sehingga bisa membantu kelancaran arus lalu lintas.

    “Contohnya adanya jalan tol fungsional jadi nanti di KM 76 nanti ada tol fungsional yang langsung sampai ke 37 atau 34, sehingga nanti cara bertindak di tol Cikampek Cipularang sampai nanti di Polda Metro ada sedikit perubahan karena ketika nanti tol fungsional Japek Selatan itu berfungsi Itu diperkirakan 1 jam kurang lebih 1.000 kendaraan,” ucapnya.

    “Dan nanti akan meringankan beban Cikampek tapi nanti di ujungnya baik di 37 dan 34 nanti cara bertindaknya mungkin berbeda,” jelas Kakorlantas.

    Rencana untuk membahas kesiapan Tol Japek Selatan II akan dilanjutkan dalam pertemuan lainnya antara Kakorlantas dengan stakeholder untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik nantinya pada Libur Lebaran 2025.

    Selain itu, Kakorlantas berpesan kepada para pengusaha agar memberikan batasan bagi kendaraan sumbu tiga ke atas untuk berhenti melintas di jalur tol maupun arteri selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2025.

    Hal ini dikarenakan banyaknya aduan dari masyarakat yang mengeluhkan kapasitas jalan menjadi terbatas dan potensi rawan kecelakaan seperti rem blong hingga kelebihan muatan.

    “Berkaitan dengan imbauan, kami mengharapkan karena pengalaman-pengalaman dan pertanyaan-pertanyaan dan bahkan saran kami untuk pembatasan sumbu tiga ke atas jadi tidak window system,” kata Kakorlantas.

    “Tapi kalau operasinya mulai tanggal 26 (Maret) sampai 8 (April) itu sepanjang operasi banyak yang menyarankan untuk tidak bisa beroperasi sumbu tiga,” sambungnya.

    Pihaknya juga melakukan survei jalur kolaborasi dan koordinasi merumuskan langkah konkret untuk dibawa ke rapat tingkat pusat.

  • Jangan Sampai Keliru, Ini Cara Bedakan Ayam Potong Gelonggongan dengan Ayam Normal – Halaman all

    Jangan Sampai Keliru, Ini Cara Bedakan Ayam Potong Gelonggongan dengan Ayam Normal – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan membongkar praktik ayam potong gelonggongan di Pasar Kebayoran Lama, pada Kamis (27/2/2025).

    Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Hasudungan A Sidabalok mengatakan, pelaku menggunakan air kotor untuk memasukan cairan ke dalam tubuh ayam.

    “Karena air kotor disuntikan ke daging ayam, otomatis ayam tersebut terkontaminasi bakteri yang ada di dalam, pertama itu,” ungkapnya, Jumat (28/2/2025), dikutip dari Wartakotalive.com.

    Ayam gelonggongan itu juga akan menjadi lembek karena banyak air di dalamnya.

    Bahkan, akan cepat berbau amis dan ketika dikonsumsi tidak seenak ayam biasa atau yang tidak gelonggongan.

    “Konsistensinya akan menjadi lembek karena banyak air ya, kemudian juga dia akan berbau cepat, berbau amis dan ketika dikonsumsi juga tidak seenak ayam yang tidak digelonggong,” kata Hasudungan.

    Lalu, bagaimana cara membedakan ayam gelonggongan dan ayam normal biasa?

    Hasudungan pun membeberkan ciri-ciri ayam potong biasa dengan ayam potong gelonggongan yang dijual pedagang nakal.

    Ayam gelonggongan akan terlihat lebih basah dan ukurannya lebih besar, sedangkan ayam biasa tampak lembap.

    “Yang pertama itu, terlihat lebih basah dari ayam pada umumnya, kalau ayam normal lembap, tapi kalau gelonggongan basar,” jelas Hasudungan.

    Selain itu, ayam gelonggongan juga memiliki bau yang lebih amis dan tidak wajar dari ayam biasa.

    Permukaan kulit ayam gelonggongan lebih licin karena tubuhnya yang basah akibat dimasukkan cairan.

    Ketika digantung pun, air yang ada di dalam ayam gelonggongan akan menetes.

    Sedangkan ayam biasa, kata Hasudungan, tidak akan menetes karena kering.

    “Ketika digantung, itu ada tetesan air. Kalau ayam yang biasa itu kan kering, enggak ada yang netes,” terangnya. 

    Lanjut Hasudungan, saat dimasak oleh pembelinya, ayam gelonggongan akan mengalami penyusutan dan ketika digoreng akan memuncratkan banyak air.

    “Misalnya kalau tiba-tiba kita ungkep itu kok jadi kecil gitu. Kemudian kalau misalnya digoreng itu air itu benar-benar nyiprat gitu loh,” tuturnya. 

    Dampak Konsumsi Ayam Gelonggongan 

    Hasudungan mengungkapkan, penyuntikan ayam gelonggongan dengan air kotor tersebut bisa menyebabkan kontaminasi bakteri. 

    Di mana, air kotor tersebut dapat mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella dan Escherichia coli (E-coli).

    “Air yang digunakan itu berasal dari air kotor, karena air kotor disuntikkan ke daging ayam, otomatis ayam tersebut terkontaminasi bakteri yang ada di air kotor tersebut,” kata Hasudungan. 

    Menurut Hasudungan, air kotor yang dimasukkan ke ayam potong itu akan mempercepat proses pembusukan daging serta menyebabkan aroma amis yang menyengat. 

    “Ketika digoreng, biasanya pasti lebih meletup-letup karena kandungan airnya sangat tinggi sekali di daging ayam dan rasanya pasti tidak seenak daging ayam yang normal,” ujarnya.

    Penjual Ayam Gelonggongan Raih Omzet Jutaan Rupiah Per Harinya

    Polisi menangkap pelaku yang diduga menjual ayam gelonggongan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bernama Soyib (32).

    Diketahui, Soyib telah berjualan ayam gelonggongan sejak 2021.

    Dia menjual ayamnya dengan harga Rp30.000 hingga 50.000 per ekor.

    Berdasarkan pengakuan Soyib, dia bisa menjual ayam gelonggongan hingga 200 ekor per hari.

    Dari penjualan tersebut, Soyib meraih omzet hingga Rp10 juta per harinya.

    Kendati demikian, omzet yang didapatkan itu bisa bervariasi, tergantung hasil penjualan dalam satu hari.

    “Untuk bisnis ini dijalankan, pengakuan dari tersangka saudara SY (Soyib), yang bersangkutan sudah menjalani mulai dari tahun 2021.”

    “Untuk pemotongan yang bisa dilakukan oleh saudara SY, dalam satu hari bisa sampai 100 sampai 200 ayam potong, yang dijual mulai harga Rp30.000 sampai Rp50.000 (per ekor),” ujar Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Bima Sakti, Jumat, dilansir Kompas.com.

    Namun, perlu diketahui, Soyib bukanlah pemilik rumah potong, melainkan hanya seorang pekerja.

    Dari hasil pemeriksaan, Soyib mempelajari teknik penggelonggongan ayam dari rekannya yang sebelumnya bekerja di lokasi yang sama.

    “Di sini, dia memang sudah lama mengetahui hal ini. Dia (Soyib belajar) melihat dari teman-temannya yang dahulu di sini,” kata Bima.

    Bima mengatakan, Soyib tidak membuat alat-alat untuk menggelonggongkan ayam sendiri.

    Menurut Bima, alat-alat yang kini dijadikan barang bukti oleh polisi sudah ada sejak Soyib bekerja di tempat pemotongan ayam tersebut.

    Bima juga menjelaskan alasan Soyib bekerja di rumah ayam potong gelonggongan itu, yakni karena ingin meraih keuntungan sebesar-besarnya.

    “Mencari keuntungan yang lebih dari berat normal atau HET (harga eceran tertinggi) dan dijadikan tambahan, (keuntungan) 20 sampai 30 persen,” kata Bima.

    Atas perbuatannya, Soyib dijerat dengan Pasal 62 Ayat (1) jo Pasal 8 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 12 miliar.

    Dari penangkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa lima ekor ayam yang sudah disuntik air, lima ekor ayam yang belum disuntik air, satu buah jarum suntik, satu selang air, dan dua lembar kuitansi penjualan. 

    Dalam kasus itu, polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam praktik ilegal ini. 

    Pemilik tempat potong ayam itu disebutkan mengetahui kegiatan penggelonggongan tersebut. 

    Sebagian artikel ini telah tayang di Wartakotalive.com dengan judul Marak Saat Ramadan, Ini Ciri-ciri Ayam Potong gelonggongan dengan Ayam Normal

    (Tribunnews.com/Rifqah) (Wartakotalive.com/Miftahul Munir) (Kompas.com)